January 17, 2015

Healer Episode 10

Sinopsis Healer Episode 10

So close, but yet so far...

Sinopsis Healer Episode 10



Merekapun pergi ke gedung konferensi pers, menjadi sosialita yang sok, yang tak sudi dilarang masuk ke tempat pertunangan sepupu yang terletak di sebelah ruang konferensi pers. Young Shin menyuruh ‘oppa’nya untuk menghubungi kenalan mereka agar orang-orang kecil di depan ini mendapat pelajaran.


Tentu saja para penjaga itu tak mau dimarahi. Maka sebelum Jung Hoo menelepon mereka pun membukakan jalan bagi mereka, diikuti oleh Jung Soo yang menyamar menjadi petugas catering.


Min Jae adalah orang yang bertanggung jawab akan siaran langsung konferensi pers Kim Eui Chan. Dan dia meyakinkan atasannya kalau tak akan ada sedikitpun berita tentang kasus Yeon Hee yang muncul di liputan mereka. Stasiun TV mereka mendapat hak eksklusif untuk menyiarkan konpres ini, jadi ia akan bekerja sebaik mungkin.


Pukul 15.44 menit, ruang siar Someday News juga sibuk. Redaktur Jang memotret Moon Ho untuk diupload di website mereka. Website sudah siap, tinggal menunggu aksi dari Young Shin dan kawan-kawan.

Young Shin cs buru-buru ke toilet untuk menyiapkan peralatan perang mereka. Young Shin menutupi gaunnya dengan jas yang dibawa oleh Jung Soo. Jung Hoo dan Jong Soo juga menyiapkan kamera mereka.

Young Shin menerima telepon dari Moon Ho yang menyuruhnya mencari kesempatan untuk bertanya tentang kasus Yeon Hee. Tak masalah kalau Kim Eui Chan tak menjawab, karena setelah itu Moon Ho yang akan mengambil alih dari studio.


Sementara itu Jung Hoo bersembunyi sebentar di toilet untuk bicara dengan Ahjumma, yang lagi-lagi menyuruhnya untuk mundur karena di ruang konpres akan banyak kamera yang bisa merekam wajahnya. Polisi sekarang sedang mengawasi Young Shin dan memotret orang-orang di sekitar Young Shin.

Tapi Jung Hoo menolak untuk mundur dan mengaku kalau ia baru saja menerima pekerjaan. Ahjumma bertanya pekerjaan dari siapa dan kenapa ia tak diberitahu. Jung Hoo menjawab, “Dari diriku sendiri… untuk tetap berada di sisi Chae Young Shin.”


Ahjumma speechless mendengarnya. Ia tak sempat berkata apapun karena Jung Hoo sudah memutuskan hubungan. Ia langsng menghubungi Young Jae dan berkata. “Yang tua dan yang muda sama saja. Sekarang tali kekang muridmu sudah lepas. Apa yang akan kau lakukan?”


Hampir pukul 16.00, Kim Moon Shik mendatangi Tetua, kali ini di rumah pribadinya. Tetua mengundangnya untuk menonton pencalonan Kim Eui Chan lewat televisi.


Trio Someday News mencari celah untuk menyelinap dan melihat ada seorang staf berjalan sendirian. Mereka langsung mengekor staf itu, bertindak sebagai bawahan staf tersebut. Tak ada yang menghentikan mereka karena konferensi pers sudah mulai. Kim Eui Chan mulai memaparkan misinya dan sesi tanya jawab pun dibuka.


Di studio, Moon Ho menelepon Min Jae yang sedang sibuk di mobil studio. Ia minta waktu sebentar sebelum orang lain tahu, tapi yang akan dikatakan ini adalah rahasia. Min Jae pun keluar dari mobil.


Seorang wartawan bertanya dan Kim Eui chan menjawab. Jung Soo mengangguk pada Young Shin, memberi isyarat untuk bersiap. Tapi Young Shin tiba-tiba mengalami demam panggung. Ia memejamkan mata, teringat instruksi Moon Ho yang memintanya untuk mencoba bertanya pada Kim Eui Chan tentang Yeon Hee dan Hwang di depan seluruh kamera dan mikrofon.

Ia pun mengangguk, siap. Jung Hoo mulai mengarahkan kamera kepadanya. Saat kesempatan kedua diberikan, Young Shin bertanya dengan lantang, “Anggota Senat Kim Eui Chan, apakah benar Anda mengenal Ju Yeon Hee?”


Situasi sedikit ricuh, tapi bisa terkendali karena penanya kedua memberikan pertanyaan.


Young Shin panik karena kesempatannya akan lepas. Ia teringat bagaimana Moon Ho menyuruhnya melempar sepatu untuk menarik perhatiannya. Dia tak mau melempar sepatu, maka ia pun membuka jasnya dan dengan gaun merah, ia maju berhadapan langsung dengan Kim Eui Chan dan kembali bertanya tentang Hwang yang mengenalkan Yeon Hee pada Kim Eui Chan.


Kim Eui Chan menolak menjawab, tapi Young Shin membeberkan kalau perusahaan konstruksi Hwang menang tender yang saat itu dipimpin oleh Kim Eui Chan. Petugas keamanan maju untuk menangkap Young Shin, Jung Hoo dan Jong Soo. Mereka pun berkelit.


Moon Ho minta maaf pada Min Jae karena ia membutuhkan waktu 30 detik. Min Jae segera sadar dan langsung kembali ke mobil, melihat kericuhan di ruang konpres. Ia segera menyuruh staf untuk mengganti ke liputan kegiatan sosial Kim Eui Chan, tapi sudah terlambat. Ia melihat Young Shin memberitakan kalau liputan selanjutnya dikembalikan pada Kim Moon Ho yang ada di studio.


Tetua mematikan televisi dan tertawa. Ia memuji Young Shin sebagai reporter yang cantik. Kim Moon Shik minta maaf dan berkata akan memulai prosedur untuk menangkal pemberitaan itu. Tapi berita itu sudah menyebar karena dilaporkan langsung secara nasional. Kalau mereka mencelakakan reporter wanita itu, maka berita kecelakaan itu akan menjadi headline news.  Jelas ini adalah peringatan Moon Ho untuk mereka, jangan sentuh gadis itu.

Sekretaris menunjukkan siaran langsung Someday News dengan Moon Ho yang menjadi pembawa berita, mengungkapkan adanya 14 pemakai sindikat pelacuran berkedok manajemen artis dan senator berinisial K diduga satu dari 14 pemakai itu. Kamera berpindah pada interview Young Shin dengan Yeon Hee yang direkam sebelumnya.


Sekretaris melaporkan kalau mereka sudah melakukan prosedur pencegahan, tapi hal itu sulit dilakukan karena portal hiburan sekarang meliput kasus itu dengan Kim Moon Ho yang menjadi bintang utama.


Tetua terbahak-bahak dan memuji Kim Moon Ho yang sangat pintar. Ia pun menoleh pada Kim Moon Shik dan berkata, “Aku ingin membuang Kim Eui Chan. Posisi itu.. apa kau ingin mengisinya?”


Pada penonton, Moon Ho berjanji akan menyiarkan berita yang tak dapat diabaikan dan Someday News akan mengudara jika ada kasus yang akan diungkap. “Dengan janji ini, kami akhiri siaran perdana Someday News.”


Jung Hoo menonton akhir siaran itu dan menghela nafas lega. Tapi tidak dengan semua karyawan Someday News. Jung Hoo terheran-heran melihat Young Shin dan Jong Soo terpaku menatap layar laptop.


Semua karyawan Someday News terkesima menatap Moon Ho yang menunduk, bahkan juga redaktur Jang cs yang ada di ruang studio. Semua terpana melihat betapa mengagumkannya Kim Moon Ho membawakan beritanya dan mereka melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri.

Yang lebih mencengangkan, berita mereka menjadi 10 top search detik ini juga, bahkan Kim Moon Ho menempati urutan pertama dan traffic pengunjung website mereka membludak.


Young Shin mendapat telepon dari Moon Ho yang memuji performance-nya. Jung Hoo nampak murung saat melihat Young Shin membelakanginya, tersipu-sipu saat bicara dengan Moon Ho. Jong Soo yang melihat ekspresi kedua rekannya yang beda 180 derajat, bisa menyimpulkan Park Bong Soo ada hati dengan Young Shin.


Ia pun memberi tahu 2 kemungkinan. Hubungan Moon Ho dan Young Shin adalah hubungan atasan dan bawahan, atau hubungan antara pria dan wanita. Dan Jong Soo memberi saran, “Jika yang kedua, aku akan menyerah saat ini juga. Tapi jika yang pertama, maka aku terus mengejarnya.”


Young Shin berterima kasih dan minta maaf karena sempat berburuk sangka pada Moon Ho. Setelah telepon ditutup, Moon Ho terlihat sedikit lega dan berkata, “Terima kasih, Ji Ahn.”


Sejak di parkiran, Jung Hoo menyadari kalau mereka dikuntit oleh polisi, sesuai laporan Ahjumma. Maka saat mobil mereka tertutupi oleh truk container, Jung Hoo menyuruh Jong Soo untuk berbelok ke jalan kecil dan buru-buru mengajak Young Shin untuk turun. Tanpa menjelaskan lebih lanjut pada Jong Soo yang kebingungan, ia menyuruh Jong Soo untuk segera pergi.


Jung Hoo melihat mobil polisi yang menguntit mereka, sudah lewat untuk membuntuti mobil mereka. Pada Young Shin ia menjelaskan kalau ia ingin minum-minum berdua saja untuk merayakan keberhasilan mereka. Young Shin mengira aksi Jung Hoo tadi karena tak ingin mengajak Jong Soo, maka ia pun menyetujui ajakan Jung Hoo.


Jung Hoo mengajaknya ke sebuah gedung dan mengajaknya naik ke atas. Young Shin menolak dengan alasan minuman yang paling enak itu adanya di bar-bar bawah tanah. Tapi Jung Hoo berkata kalau ia suka berada di ketinggian karena bisa melihat-lihat pemandangan di bawahnya dan tempat rahasianya letaknya di atas.


Tertarik mendengar kata rahasia, Young Shin pun memberanikan diri masuk lift. Tapi trauma itu muncul lagi. Young Shin mengepalkan tangan, menekan rasa takut yang menyerangnya. Perlahan Jung Hoo mundur dan menjajari gadis itu, menyentuh jemarinya. Young Shin langsung menyambar tangan Jung Hoo dan menggenggamnya erat.


Jung Hoo kaget dengan reaksi Young Shin. Ia menatap Young Shin yang memejamkan matanya erat-erat. Perlahan, ia mencondongkan tubuhnya, ingin mengecup kening gadis itu. Tapi lift berdenting. Jung Hoo buru-buru menarik badannya.


Young Shin membuka mata dan menyadari kalau selama ini ia terus menggenggam tangan juniornya. Malu, Young Shin melepaskan tangan Jung Hoo, pura-pura tak mengacuhkan kontak fisik yang baru saja mereka lakukan.


Moon Shik keluar dari rumah Tetua dan teringat pertama kali ia masuk ke rumah Tetua, babak belur digiring oleh pengawal, menemui Tetua. Saat itu Tetua meminta Moon Shik muda untuk tak marah pada dunia, karena akan membuatnya menangis. Lebih baik Moon Shik menutup mata dan membuka mata lagi dengan perspektif baru. Itu yang namanya tumbuh berkembang.


“Menipu dunia,  memberi kesaksian palsu, dan mengkhianati teman. Apakah itu yang namanya tumbuh berkembang?” tanya Moon Shik geram.


Tapi memang begitulah caranya. Tetua tahu, Moon Shik mengkhawatirkan kondisi gadis itu, dan gadis itu akan mendapat perawatan terbaik di negara ini jika Moon Shik hidup dan tumbuh berkembang. Moon Shik juga dapat menggapai semuanya, baik itu menebus dosa ataupun cinta.


Jung Hoo mendapat masalah saat akan membuka pintu atap gedung. Biasanya ia membuka pintu dengan cara Healer, tapi dengan adanya Young Shin, cara itu tak bisa ia lakukan. Ia mengaku menaruh kuncinya di tas yang tertinggal di mobil.


Young Shin mendorong juniornya itu minggir dan mencabut sebuah jepit dari rambutnya. Dengan beberapa kali putaran, jepit rambut itu berhasil membuka kunci pintu. Young Shi menarik handle pintu, namun segera sadar tindakan melanggar hukumnya ini dan berkata, “Awas kalau kau menceritakan hal ini. Kau akan mati.”


Jung Hoo terpana dan mengangguk. Aww.. match  your skill, right?


Young Shin berseru girang melihat tenda yang lengkap dengan kursi dan perapian. Bahkan soju pun ada. Duduk di sofa, ia meminta satu kaleng soju. Tapi Jung Hoo memberitahukan peringatan ayah Young Shin saat pertama kali bertemu. Jangan biarkan Young Shin minum apalagi kalau ia sudah menyebut-nyebut dinosaurus (kemampuan minumku sudah meningkat) dan jangan biarkan ia membuka kaleng sendiri karena tangannya sering terluka (cuman kadang-kadang..)


Jung Hoo pun membukakan kaleng dan memberikan padanya. Young Shin tersenyum dan mengajak Jung Hoo untuk duduk di sampingnya. Ia juga menyuruh juniornya untuk ganti bicara tentang kehidupannya. Jung pun bertanya, “Bagaimana denganku? Apakah aku bisa?”


“Hah?” Young Shin menatap Jung Hoo, tak mengerti.

Tanpa gagap, Jung Hoo melanjutkan, “Daripada menunggu seseorang yang tak datang, kenapa kau tak mempertimbangkan aku?”


Young Shin terpana, walau kemudian menganggap Jung Hoo sedang bercanda. Tapi Jung Hoo kembali menawarkan, “Kalau kau mau, aku dapat hidup seperti yang kau inginkan.” Young Shin kembali menoleh pada Jung Hoo yang berkata, “Selama aku bisa, aku akan berada di sampingmu dengan baik.”


“Apa kau baru saja menembakku?” tanya Young Shin. Jung Hoo mengangguk. “Apa perasaanmu tulus?” Jung Hoo kembali mengangguk dan tersenyum. Ia pun meletakkan kaleng soju dan menghadap Jung Hoo.

“Tunggu..,” cegah Jung Hoo. “Kau harus berpikir masak-masak sebelum menjawab.’


Tapi Young Shin beralasan kalau ia tak perlu berpikir masak-masak karena ia tak bisa menerima Bong Soo sekarang. “Ruang di hatiku sudah penuh oleh seseorang.”

“Apa karena dia?”


Young Shin mengangguk,”Ya, karena dia. Maaf.” Ia menatap Jung Hoo khawatir. Tapi Jung Hoo malah nyengir dan mengangguk paham. Young Shin heran melihatnya, “Hanya segitu?” Jung Hoo mengangguk dan berkata kalau ia menyerah. Young Shin lega mendengarnya.


Ia mengambil kalengnya lagi dan minum, tak menyadari tatapan riang Jung Hoo padanya. Young Shin berkata kalau tadi ia merasa Jung Hoo sedikit aneh, sepertinya yang ia hadapi tadi benar-benar orang yang berbeda.

“Tentu saja,” jawab Jung Hoo. “Ini pertama kalinya aku menembak dan aku langsung ditolak dalam 3 detik.” Young Shin membujuk Jung Hoo agar tak terlalu sedih karena saingan Jung Hoo itu benar-benar hebat. Jung Hoo pura-pura merajuk, “Berhentilah menggangguku. Aku sudah merasa sedih, kau alah membuatku semakin sedih.”


Young Shin minta maaf, tersenyum dan mereka bersulang. Tapi kemudian melanjutkan, “Jadi.. kapan kau suka padaku? Apa pada pandangan pertama?” Haha..


Detektif Yoon sedang menunggu hasil pencocokan identifikasi KTP dengan foto asli teman-teman Young Shin saat ada kabar kalau Hwang bunuh diri. Untung saja kabar itu datang tepat pada waktunya, karena KTP Park Bong Soo memiliki wajah yang berbeda dari Jung Hoo.


Detektif Yoon mendatangi rumah Hwang dan menemukan surat pengakuan yang diketik Hwang sebelum bunuh diri. Hwang mengaku kalau ialah yang membunuh Go Sung Chul. Racun yang Hwang gunakan untuk bunuh diri adalah racun yang ia gunakan untuk membunuh Go Sung Chul di kereta. Bahkan Hwang juga meninggalkan tiket perjalanan keretanya.


Jung Hoo pulang dan menemukan gurunya ada di rumahnya, tersenyum riang. Ia berbalik dan tak mengacuhkan gurunya.


Sama tak acuhnya seperti saat pertama kali mereka bertemu, saat ia keluar dari penjara anak-anak. Saat itu neneknya sudah meninggal dan ibunya juga sudah memiliki keluarga baru. Young Jae memperkenalkan diri sebagai teman ayahnya dan menawarkannya untuk tinggal bersama tapi Jung Hoo menolak. Neneknya masih memiliki rumah dan ia bisa tinggal di sana.

Tapi menurut Young Jae tidak lagi, karena ia telah menjual rumah si nenek dan mengurus pemakaman nenek dengan menggunakan sebagian uang itu. Jung Hoo meminta sisa uang itu. Young Jae mengeluarkan buku rekening dan dengan tatapan jahil, ia menyuruh Jung Hoo untuk mengambilnya.


Berkali-kali mencoba, tapi usaha merebut buku rekening itu selalu gagal. Dengan mudah Young Jae mengalahkan Jung Hoo. Mereka hidup serumah (di gedung kosong yang sekarang menjadi rumah Jung Hoo) dengan Jung Hoo selalu mencari kesempatan untuk merebut buku itu.


Aktivitas itu menjadi latihan intensif yang diberikan oleh Young Jae pada Jung Hoo. Tahun demi tahun mereka lewati bersama, dengan Jung Hoo semakin ahli berkelahi, menyamai kemampuan Young Jae.


Hingga suatu hari, saat Jung Hoo sedang memasak ramen untuk mereka berdua, Young Jae malah berkemas-kemas dan mengatakan kalau ia akan pergi dan tak akan kembali. Ia memberikan buku rekening itu beserta sebuah nomor telepon seorang wanita tua. Dan Young Jae meninggalkannya begitu saja, di hari ulang tahunnya.


Sekarang Young Jae datang dan bicara santai, seolah tak ada masalah di antara mereka, malah pura-pura bercanda. Tapi Jung Hoo sedang tak ingin bercanda. Maka Young Jae pun serius dan berkata kalau sekarang ia akan menjawab semua pertanyaan Jung Hoo. Ia membuka dompetnya, menunjukkan foto lamanya. “Kudengar dari Detektif Jo, kau ingin tahu tentang foto ini. Tanyalah padaku.”


“Ayahku, kenapa ia bunuh diri?” Young Jae kaget karena Jung Hoo ternyata mengetahui penyebab ayahnya meninggal. Sejak kapan Jung Hoo tahu? Jung Hoo menjawab sejak ia kecil. Tapi ia pura-pura tak tahu karena setiap ibu melihatnya, ibunya menangis terus menerus. “Jadi aku pura-pura tak tahu kalau ia bunuh diri. Aku pura-pura tahu kalau ayah meninggal karena kecelakaan mobil.”

Tapi Jung Hoo tak percaya ayahnya bunuh diri. Ayahnya menyayanginya dan ibunya. Dan dengan wajah penuh senyum dikelilingi teman-temannya, tak mungkin ayahnya bunuh diri seperti itu. Jung Hoo menyukai foto itu karena itu ia tak percaya kalau ayahnya bunuh diri. “Tapi itu sebelum aku menemukan foto itu di rumah orang lain. Rumah orang yang mengkambinghitamku sebagai pembunuh.”


Ia ingin tahu alasan ayahnya bunuh diri karena hal itu akan memberinya sebuah alasan. Selama ini ia tak punya alasan untuk hidup. “Dan aku takut, aku akan seperti ayahku. Suatu hari, aku tiba-tiba memutuskan untuk mengakhiri hidupku begitu saja. Apakah itu yang ayahku lakukan? Apakah ayahku memang tak punya alasan untuk hidup?”


Young Jae pun menceritakan kalau Joon Seok adalah reporter dan saat mengusut sebuah kasus, ia menemukan uang. Dan kata orang, Joon Seok membunuh seseorang karena memperebutkan uang itu.



Jung Hoo kaget mendengar kalau ayahnya membunuh orang. Ia tak mendengarkan penjelasan Young Jae selanjutnya yang mengatakan kalau itu yang tertulis di bukti acara pidana. Masih kata orang, Joon Seok bunuh diri karena bersalah di tengah-tengah investigasi.


Tapi Jung Hoo tak mendengarnya. Young Jae mencoba memberitahu kalau itu adalah kata orang, sementara ia tak pernah mempercayainya. Tapi Jung Hoo tetap tak mendengar, hampir gila ia menyimpulkan, “Jadi ayahku adalah pembunuh dan aku .. adalah pencuri.” Young Jae mencoba menenangkannya, tapi malah dibanting oleh Jung Hoo. Jung Hoo menendang dan melempar barang-barang, meluapkan kemarahannya.


Young Jae pun menatap mata Jung Hoo dan berkata serius, “Dengarkan aku. Ayahmu, Seo Joon Seok, bukanlah orang yang mampu membunuh orang. Kau mungkin tak mengenalnya, tapi aku kenal dia.Jika kau mau marah, temukan buktinya terlebih dulu. Temukan.. siapa yang membunuh ayahmu.”


Young Jae berkata kalau ia sudah menyerah dengan kasus itu. Apakah Jung Hoo juga? Apa yang akan Jung Hoo lakukan? Young Jae mengatakan kalau di foto itu ada 5 orang. Tapi sebenarnya, mereka selalu berenam. Orang keenam itu yang memotret mereka. Dia adalah anak yang dianggap adik oleh mereka semua.


Young Shin membuka laptopnya dan menulis email  ke healer@moebius.com, meminta untuk bertemu. Untuk menyewa jasamu, apa yang harus kulakukan? Berapa biaya yang harus kukeluarkan? Akankah email ini sampai padamu, Healer? Aku tak tahu, tapi aku tetap mencoba. Namaku Chae Young Shin, dan aku ingin bertemu denganmu, Healer.


Jung Hoo menyelinap masuk ke rumah Moon Ho, dan menemukan sebuah peti sebagai penyangga kaca meja. Jung Hoo membuka peti itu da nada sebuah koper tua. Dengan  mudah ia membuka koper itu dan menemukan belasan kaset, foto berlima, dan sebuah dokumen yang bertuliskan Healer halaman depan.


Moon Ho baru saja akan meninggalkan ruangan kantornya. Tak sengaja ia menyenggol tas Bong Soo yang ditaruh Jong Soo di mejanya. Ia memungut tas yang berisi baju-baju Bong Soo sebelum memakai baju desainer. Ia memungut barang-barang lain yang terjatuh dari saku jas Bong Soo. Salah satunya adalah handphone yang sudah rusak, patah menjadi dua.


Handphone Young Shin.

Komentar :

Yang saya suka dari drama ini adalah semua karater di sini tak ada yang bodoh atau pasif. Young Shin yang lelah menunggu Healer yang tak kunjung muncul, memberanikan diri untuk mengirim email, minta untuk bertemu.  Saat Jung Hoo masih mencari alasan untuk bertemu, Young Shin sudah menyodorkan alasan itu. Karena ia ingin ketemu. Go girl..


Dan baru sekarang ada cowok yang tak patah hati saat ditolak oleh cewek. Ya iyalah.. Bong Soo ditolak karena ada Healer di hati Young Shin. Bagi Jung Hoo, yang penting Young Shin menolaknya bukan karena masih suka dengan Moon Ho. Karena itulah Jung Hoo senyum-senyum.

Tapi apakah Jung Hoo masih bisa tersenyum saat tahu ayahnya menjadi tersangka karena membunuh ayah Young Shin? Drama ini ada cinta segitiganya. Bukan antara Moon Ho-Young Shin-Jung Hoo, tapi Jung Hoo- Young Shin-Healer.

Saya masih tak percaya kalau Moon Ho mencintai Young Shin. Menurut saya, wanita pertama Moon Ho adalah Myung Hee.


Wajar jika Moon Ho kecil naksir Myung Hee. Ia menyayangi Myung Hee yang cantik, pintar, riang dan penuh perhatian.  Pada Min Jae yang melamarnya, Moon Ho berkata kalau selalu ada wanita pertama yang ada di hatinya. Tapi itu bukan cinta, melainkan sayang. Cinta platonis, tanpa nafsu.


Namun rasa cinta itu juga ditambah dengan rasa bersalah. Di episode 6, saat Min Jae bertanya apa yang dilakukan Moon Ho saat hutang pada wanita itu terbayar, Moon Ho menjawab, “Aku akan pergi ke Alaska atau Afrika. Tempat yang sangat dingin atau panas sekali, karena selama ini aku hidup dalam kehangatan.”


Moon Ho merasa bersalah karena peristiwa tahun 1992 itu mencabut kehangatan keluarga yang seharusnya Young Shin rasakan dan membuatnya hidup dengan kemewahan dan kehangatan dari Myung Hee dan Moon Shik. Setelah mengembalikan Young Shin ke tempatnya, ia akan menghukum dirinya dengan meninggalkan kehangatan itu, ke Alaska atau Afrika.


Tapi untuk itu, ia harus menjaga Young Shin. Ia menyadari kalau Young Shin menyukai Healer. Tapi Healer yang ia kenal adalah pencuri bayaran yang rela berganti kubu, selama bayarannya cocok. Tanpa moral dan kesetiaan. Itulah pria yang disukai Young Shin. 

Ia tak ingin Young Shin terluka. Oleh karena itu ia minta agar Healer tak melakukan kontak personal dengan gadis itu. Ia tak bisa mempercayakan Young Shin pada pencuri bayaran seperti Healer.


Lain halnya jika dengan Bong Soo. Ia sempat menjebak Bong Soo yang tak ingin pergi saat disuruh mencari bar tempat mangkal Hwang. Saya merasa, saat itu Moon Ho tahu kalau Bong Soo suka pada Young Shin. Ha, Jong Soo saja bisa menebak, apalagi Moon Ho yang pintar.



Jadi apa yang akan terjadi saat Moon Ho melihat Bong Soo membawa handphone rusak Young Shin? 

Selanjutnya : Sinopsis Healer Episode 11

3 comments :

  1. Mb deee udh come back ya..seneng liat mb dee udh mulai nulis sinopsis lg.

    mb helaer nya lanjutin smp sls ya mb
    gara2 liat sinopsis nya mb dee jd suka sm ni drama

    Healer keren..penasaran kpn yong shin tau kl bong soo tu healer ya..ni smp brp ep 16 atau 20.hehe :D

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. udah baca cuman belum lengkap tanpa coment pertama mau ngucapin selamat datang lagi bua mbak dee di dunia kdrama yg mana semua hayalanmu akan terwujud wkwkwk,rencana nya mau download eps 9 tapi karna mbak dee udh ngepost sinop nya ngak jadi download dan cuma baca disini aja dan kuota ku akhirnya aman..hahaha cuma itu aja
    Tetap semangat buat nulis sinopsis ya mbak dee dan saya menantikan duet maut mu lagi dengan mbak fanny :)

    ReplyDelete