October 26, 2014

Cantabile Tomorrow Episode 4 - 2


Sedikit lagi.. sedikit lagi.. Dalam hati ayah berharap. Keduanya terus memainkan czardas sirama, semakin cepat.. semakin cepat..



Dan tiba-tiba jari manis Il Rak terpeleset. Ia kehilangan satu beat, yang mematikan permainannya. Menghentikan duet itu, dan menjadikan Shi Won menjadi pemenang duel ini.


Ayah menghela nafas melihat kekalahan putranya. Shi Won menghentak, mengakhiri Czardas dengan senyum tersungging di bibir. Anak-anak S jelas kecewa dengan hasil ini, kalau saja jari Il Rak tak terpeleset, maka hasilnya akan lain.

Tapi Seung Oh membantah. “Jari seorang violinis terpeleset itu bukan hanya sebuah kesalahan, tapi juga menunjukkan levelnya,” cemoohnya.


Soo Min membesarkan hati Il Rak. Shi Won akan belajar ke Wina, maka Il Rak tak perlu merasa malu.

Anak-anak A pun pergi, meninggalkan Il Rak yang kecewa dengan hasilnya. Dalam hati ayah memuji penampilan putranya, walau air matanya sendiri hampir turun.


Walau sebenarnya, seperti yang diucapkan oleh Seung Oh, Shi Won kali ini mengeluarkan semua kemampuannya untuk menghadapi Il Rak. Sambil tersenyum Shi Won menjawab kalau ia harus melakukan itu, karena Il Rak sangat mahir untuk ukuran pemain biola elektrik.


Nae Il belanja mie instan tapi uangnya tak cukup. Hmm.. tanggal tua? Terdengar suara perut berbunyi. Perut Nae Il, kah? Ternyata bukan. Nae Il menoleh pada asal suara itu dan kaget, “Mini Min He?”


Nae Il pun berbaik hati, mengajak Min He ke rumah dan membongkar gudang besar makanannya. Gudang itu adalah lemari es yang isinya kosong melompong. Nae Il minta maaf karena upahnya baru akan ia terima 2 hari lagi. Dengan muram, Min Hee menenangkan Nae Il. Nae Il sudah berbaik hati padanya dan itu sudah cukup.


Tapi Nae Il ternyata masih menyimpan kacang almond kiriman ibunya. Ia segera membuka stoples, namun hanya ada dua biji almond. Ia menyuruh Min Hee untuk memakan semuanya.


Saat Min Hee memakannya, ia mencium bau masakan lain. Penciumannya sangat tajam dan ia bisa membaui. Ada steak, sup.. Min Hee pun melacak jejak bau itu.


Bau itu ternyata bersumber dari kamar Yoo JIn. Min Hee langsung mencomot spaghetti dengan tangannya. Ia segera minta maaf saat menyadari ketaksopanannya. “Kenapa sopan santunku selalu hilang saat di depan makanan, ya?”

Sambil mengunyah, Nae Il malah mengatakan kalau hal itu wajar, “Kau itu normal selama kau tak kehilangan nafsu makan.”


“Ini tidak normal,” sanggah Yoo Jin sambil memberikan sendok pada dua gadis itu.

Kedua gadis itu langsung menyerbu masakan Yoo Jin. Min Hee langsung memuji masakan Yoo Jin dan bertanya apakah Nae Il selalu makan seperti ini. Nae Il mengiyakan tapi memberi kritikan pada Yoo Jin, “Makanan instan? Orabang, akhir-akhir ini kau berusaha tak cukup keras.”

“Kalau kau mulai pilih-pilih, keluar saja,” jawab Yoo Jin pedas.


Tapi Nae Il mengatakan masakan instan tak masalah, yang penting dibuat dengan cinta. Dan Nae Il pun menyorongkan separuh hati yang digabung dengan separuh hati dari Min Hee. Haha..


Yoo Jin pun memberi masukan pada Min Hee akan nadanya yang kacau saat berada di contrabass. Untuk memperbaiki kelemahannya, ia meminta Min Hee untuk datang ke latihan kelompok. Nae Il menjelaskan kalau Min Hee sering telat karena harus bekerja part time, Yoo Jin malah menyuruhnya untuk berhenti bekerja.

Tapi itu berarti Min Hee harus berhenti kuliah. Yoo Jin langsung menyambar pedas, “Kalau begitu tak usah kuliah saja. Kalau kau tak bisa datang latihan karena uang sekolah, maka tak ada gunanya sekolah.”


Min Hee menunduk. Nae Il yang protes, “Apanya yang tak ada guna? Fantasy Couple, Campus Couple. Kita ini bertemu di kampus juga, orabang!” Lahh.. pikiran Nae Il pacaran melulu.

Yoo Jin mengatakan kalau lebih baik Min Hee belajar sendiri saja. Tapi Min Hee mengatakan kalau tak ada yang menghargai pemusik yang tidak mengenyam pendidikan.

Hmm.. untuk pemain orchestra, hal ini benar juga, sih..


Tapi Yoo Jin masih terus memojokkan Min Hee, “Kau ini ingin mendapat simpati atau solusi?” Hal ini membuat Min Hee (yang sangat doyan makan) meletakkan sendoknya dan pamit pergi.


Nae Il mencoba menceganya pergi, tapi Min Hee tetap saja pergi. Akhirnya ia menemani Min Hee bekerja, dan ikut bantu-bantu pula. Min Hee memintanya untuk pergi saja. Nae Il pun merogoh saku dan mengeluarkan 2 koin yang cukup untuk membeli onigiri.


Tapi Min Hee yang masih memikirkan ucapan Yoo Jin, mengatakan kalau ia memang sebaiknya drop out kuliah. Yoo Jin benar, ia hanya mencari alasan saja. Nae Il membantah, Yoo Jin yang salah. Kalau Min Hee berhenti kerja, maka otomatis Min Hee pun harus drop out  juga, kan. “Orabang, kau sangat jahat!” geramnya.


Dan si jahat itu meneleponnya. Nae Il langsung marah-marah pada Yoo Jin, dan minta putus pula (kapan jadiannya, ya?). Tapi kekesalannya hilang karena Yoo Jin mencari partitur untuk besok. Nae Il pun mengingat-ingat, “Aku menaruhnya di teras. Kenapa juga aku pergi ke sana?”

Setelah mendengarkan ucapan Yoo Jin beberapa saat, dengan muka bersalah, Nae Il pamit pada Min Hee karena harus mencari partitur Yoo Jin. Tapi Min Hee mencegahnya pergi. Apa Min Hee memang sedang rapuh dan tak ingin sendiri?


Ternyata tidak. Min Hee meminta uang yang tadi dijanjikan Nae Il. Ya ampun.. Nae Il memberikannya dengan berat hati dan pergi dengan mendumel.


Ibu Yoo Jin, si pemilik café, rupanya mendengar percakapan telepon Nae Il tadi dan bertanya apakah itu teman Min Hee? Temannya itu pasti sudah menikah. Min Hee tak menjawab, sibuk dengan pikirannya sendiri. Ibu Yoo Jin gemas melihat pasangan pengantin muda yang imut itu.


Bel rumah Yoo Jin berbunyi. Yoo Jin langsung membuka pintu dan marah-marah pada Nae Il. Ternyata tamunya bukan Nae Il melainkan Il Rak yang mabuk dan Soo Min yang mengagumi apartemen Yang Maha Kuasa Cha.


Yoo Jin heran mendengar panggilan Soo Min untuknya. Soo Min sangat gembira karena Yoo Jin mengingatnya. Yoo Jin geli, “Tentu saja aku ingat kau. Kau adalah satu-satunya anggota S yang bermain dengan baik.”


Aww… Soo Min semakin termehek-mehek pada Yoo Jin. Tapi ia langsung mendelik melihat Nae Il tiba-tiba muncul di apartemen Yoo JIn. Nae Il pun mendelik melihat stalker-nya orabang yang pasti mendobrak masuk ke rumah orang.

Yoo Jin bingung melihat ulah mereka berdua, maka ia pun berteriak, “Diam semua!” Nae Il pun menyingkir untuk mencari partitur yang hilang. Yoo Jin bertanya pada Il Rak yang membawakan daging untuknya. Il Rak menjawab kalau daging itu adalah biaya lesnya.


Il Rak menggenggam tangan Yoo Jin, memohon, “Sahabat, err.. maksudku Guru. Ajari aku. Hanya kaulah satu-satunya yang dapat aku percayai sekarang. Kau lebih baik daripada Jung Shi Won. Benar, kan?”

Yoo Jin menghela nafas.


Sementara di dapur terjadi duel masak. Soo Min yang pintar masak, dan Nae Il yang bahkan memotong pun tidak beraturan. Soo Min menyebutnya Nae Il itu hambar, membuat Nae Il marah.


Yoo Jin yang masuk dapur untuk mengambil air, hanya bisa memandangi mereka, tapi tetap cuek. Yang lebih penting sekarang adalah Il Rak yang sepertinya kehilangan kepercayaan diri dan sekarang mabuk.

Il Rak merasa tak pantas menjadi concertmaster. Bahkan ia yang tadi minta diajari sekarang tak butuh les-les lagi. “Apa juga gunanya belajar?Aku tetap tak akan bisa juga.”


Yoo Jin membantah hal itu. Yoo Jin tak jelek sebagai concertmaster. Il Rak tersenyum dipuji seperti itu dan bertanya apa kelebihannya. Yoo Jin pun menjawab setelah berpikir sesaat, “Kau.. bisa membuat para anggota merasa nyaman.” Il Rak bertanya apa lagi, dan Yoo Jin pun menjawab setelah mencari sekian lama, “O ya.. kepribadianmu sangat menyenangkan.”


Jawaban itu malah membuat Il Rak kesal, “Jadi aku benar-benar tak memilik skill yang baik. Padahal aku ingin bermain dengan baik juga. Tapi tangan-tangan ini tak menurut padaku.”

“Kalau begitu berhenti saja menjadi concertmaster!”

“Nggak mau!” seru Il Rak. “Ini adalah orchestra pertamaku. Aku tak bisa berhenti. Aku tak mau berhenti. Aku ini concertmaster dan ini adalah orkestraku.” Suara Il Rak semakin terdengar mabuk. Ia memegang kedua tangan Yoo Jin, “Aku ingin menyeimbangkan dirimu dan para anggota, karena itu adalah tugas concertmaster.” Dan Il Rak pun menangis di pangkuan Yoo Jin.


Yoo Jin memikirkan ucapan Il Rak yang menyebut orchestra ini adalah orkestranya. Mirip dengan saat ia dipecat dari asisten konduktor. Ia juga mengatakan kalau ini adalah orkestranya.  Maka ia pun menyuruh Il Rak untuk mencuci wajah dan segera bersiap untuk belajar malam ini.

Tapi Il Rak sudah keburu mabuk dan menolak untuk belajar malam ini. Belajarnya mulai besok saja. Tak mendengar omelan Yoo Jin, Il Rak pun membaringkan tubuhnya di sofa.


Yoo Jin sakit kepala melihat temannya tiduran di sofa. Belum lagi Soo Min dan Nae Il yang menyuruhnya mencoba sup kimchi tahu yang mereka buat.


Il Rak menunjukkan kaos bertuliskan S pink menyala untuk meningkatkan performance mereka, dan meminta Yoo Jin untuk memakainya juga. Tapi Yoo Jin tak mau. Menampilkan performance yang baik itu dengan cara mengekspresikan pada nada-nada yang dihasilkan. “Jangan aneh-aneh.”


Il Rak kesal dan menyebut Yoo Jin pintar tapi tak fleksibel sama sekali. “Kau harus berani mencoba. Musik itu bisa hidup karena Beethonven juga berani mencoba. Selami jiwa Beethoven dan buat orchestra yang bernuansa rock! Apa ini tidak luar biasa?” tanya Il Rak pada teman-temannya dengan berapi-api.

Tapi teman-temannya hanya bergumam lemah. Nae Il bersorak keras dan menjawab, “Responnya sangat luar biasa.”

“Sudah berapa kali kuucapkan kalau kita sudah tak punya waktu lagi?!” Yoo Jin membentak mereka berdua. “Pikirkan bagaimana dikenal melalui musik.”


Nae Il masih memcoba membujuk Yoo JIn, begitu pula dengan Il Rak. Maka Yoo Jin pun mengancam Il Rak, “Kalau kau masih seperti ini terus, aku akan menyerahkan jabatan concertmaster pada orang lain.” Il Rak langsung mundur teratur.

Yoo Jin menatap satu kursi yang masih kosong. Kursi Min Hee.


Dekan Mina mengintip latihan Orkestra  S. Kekhawatiran terlihat nyata di wajahnya. Walau ia tahu kalau persaingan itu bagus untuk mereka, tapi sangat perih melihat murid-muridnya bersaing seperti ini.

Maestra Franz berkata ketika Mina memutuskan tak bermain piano, ia selalu menyesal karena tak bisa melindungi musik Mina yang sangat ia sukai. Ia meminta Mina untuk menggunakan dirinya sebanyak yang Mina mau.


Yoo Jin terlihat mencari-cari sebuah alamat. Nae Il menghadangnya dan bak reporter ia berkata kalau ia tahu dari Il Rak kalau Yoo Jin sedang mencari Min Hee. Yoo Jin menjawab kalau ia hanya ingin tahu apakah Min Hee akan tetap bergabung di orchestra atau tidak.

Nae Il tahu dimana toko tempat Min Hee bekerja, ia akan mengantar Yoo Jin ke sana. Yoo Jin berkata kalau seharusnya Min Hee bekerja sebagai pemusik di acara perkawinan saja. Nae Il menjawab kalau upah di acara perkawinan itu kecil dan belum tentu setiap saat.


Mereka hampir saja tak menemukan toko Min Hee, jika saja tak melihat gadis itu sedang dimarahi oleh majikannya karena tak mau mengerjakan pekerjaan berat lainnya. Min Hee mengira tugasnya hanya jaga toko, dan kemarin tangannya terkilir karena mengangkat sekotak botol. Pria itu malah memecatnya dan meminta contrabass-nya sebagai ganti uang botol yang dipecahkan Min Hee.


Min Hee tak mau, tapi pria itu malah mengancam akan mengambil jalur hukum. Untung Yoo Jin segera datang dan membela Min Hee. Mengambil barang milik orang lain itu melanggar hukum.


Ia bertanya pada Min Hee apakah gadis itu mendapat upah sebesar UMR dan bagaimana lembur yang harus dilakukan Min Hee. Melihat wajah pria itu yang memucat, Yoo Jin pun bertanya, “Apa perlu kita mencari tahu seberapa baik kau patuh hukum?”


Nae Il melihat Min Hee kembali latihan. Min Hee menjawab kalau ia sekarang mengajar anak SMP, walau ia tak tahu bagaimana orang tua anak itu bisa menghubunginya. Yang penting sekarang, ia tak perlu mengkhawatirkan uang SPP lagi. Ia hanya bekerja part time di café saja.


Nae Il tersenyum dan menemui Yoo Jin. Ia memuji Yoo Jin yang tak hanya otaknya saja yang baik, tapi hatinya lebih baik lagi. Yoo Jin pura-pura tak peduli, dan Nae Il langsung memeluknya.

Yoo Jin langsung melepaskan diri dan mengumumkan latihan akan dimulai. Walau terselip senyum kecil saat Nae Il meninggalkannya.


Seung Oh dan temannya hendak memata-matai latihan orchestra S. Tapi mereka tak perlu susah payah, karena beberapa anggota keluar dan berteriak frustasi, menyumpahi Yoo Jin. Yoo Jin itu benar-benar tak adil dan pasti membencinya. Soo Min yang mengejar teman-temannya dan membujuk mereka, “Tidak. Yang Maha Kuasa Cha itu adil. Ia membenci kita semua.”

Hahaha.. benar-benar bujukan yang mententramkan hati. Nggak ding.


Tapi anak S itu sedikit tentram saat Soo Min memuji permainannya yang sekarang membaik. Satu masalah selesai. Dan muncul yang lain-lainnya. Hampir seluruh anggota S keluar, sama frustasinya, dan salah satunya terlihat menangis. Il Rak pun mengejar untuk membujuk mereka.

Seung Oh tersenyum gembira melihat hal itu.


Akhirnya latihan keras Yoo Jin pun membuahkan hasil. Mereka yang dulunya bersuara seperti sampah, sekarang bisa bagus. Musik mereka benar, mengikuti partitur dan instruksinya. Namun Yoo Jin menyadari sesuatu.

Suara yang muncul terdengar datar. Yoo Jin menghentikan ayunan tongkatnya untuk membuktikan dugaannya. Dan benar saja. Anak-anak terus bermain, serius memperhatikan partitur, tak mendongak sedikit pun pada Yoo Jin yang sudah berhenti bergerak. “Tak ada.. yang memperhatikan konduktor.”


Perlahan-lahan, satu per satu, mereka mulai menyadari kalau Yoo Jin hanya diam. Mereka pun berhenti dan tampak bersalah. Il Rak minta maaf karena tak memperhatikannya. “Kamu sibuk membaca partitur sehingga tak memperhatikanmu.”

Yoo Jin menggelengkan kepala, tersenyum kecil, “Tak apa-apa.”


Malamnya, Yoo Jin terlihat murung dan Nae Il mencoba menghiburnya. Bukankah tadi kata Yoo Jin, ini adalah penampilan orchestra S yang diinginkan Yoo Jin? Yoo Jin membenarkan, tapi rasanya terdengar berbeda.


Nae Il bingung karea baginya semuanya terdengar pas. Berpikir sebentar, ia pun memutuskan untuk bermain piano untuk Yoo Jin. Sesaat kemudian, lagu yang dimainkan Orkestra S muncul dari jari jemari Nae Il. Yoo Jin terkejut mendengar Nae Il bisa mengingatnya.


Nae Il mengatakan kalau lagu ini sedikit rumit tapi cukup asyik. Ia meminta Yoo Jin untuk mendengarkan permainannya, “Mungkin kau bisa tahu di mana masalahnya.” Ia pun kembali bermain dan Yoo Jin pun bertanya, “Kalau kau main sesuka hatimu, bagaimana aku bisa mengetahui letak masalahnya?”


Tapi semakin Yoo Jin mendengar musik Nae Il yang tak serius dan diinterpretasi dengan sesuka hati, membuatnya menyadari. Dan ia akhirnya menyadari, mengapa Maestro Franz memilih anak-anak itu menjadi bagian dalam orchestra S.


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Nae Il masuk apartemen Yoo Jin dan melihat Yoo Jin masih terlelap di sofa. Ia pun mendekat dan berkata, “Orabang, kalau kau tak bangun sekarang, aku akan menangkapmu.”


Nae Il pun menubruk Yoo Jin untuk memeluknya. Tapi Yoo Jin tetap tak bangun walau wajah Nae Il hanya sesenti dari wajahnya. Malah Nae Il yang berdebar-debar melihat wajah Yoo Jin sedekat ini. Ia pun menjauh dan menenangkan jantungnya yang berdebar-debar.


Sesaat setelah itu, Yoo Jin terbangun dan berteriak kaget melihat Nae Il duduk di sofa tempatnya tidur. Ha.. sejauh itu aja kaget, apalagi kalau Yoo Jin bangun pas wajah Nae Il cuman sesenti, ya..

Ia kaget melihat jam dan segera naik ke kamar untuk bersiap-siap, meninggalkan Nae Il yang masih terpaku.


Juri untuk menilai orchestra sudah ditentukan, dan Prof. Ahn menjadi salah satu jurinya. Prof. Do protes dan meminta Prof Ahn dikeluarkan dari dewan juri. Prof.  Ahn adalah penanggung jawab orchestra S, maka penilaian Prof Ahn bisa saja akan bias.

Maestro Franz muncul dan berkata ia yang akan menggantikan Prof. Ahn.


Yoo Jin sudah siap, dengan rambut rapi dan berjas lengkap. Sebelum masuk gedung, Nae Il memberinya pil agar tetap berenergi karena kemarin Yoo Jin begadang hingga larut malam. Yoo Jin pun menerima dan memakannya.


Memasuki gedung latihan, ia mendengar sebuah lagu. Rupanya Il Rak memperdengarkan lagu dari handphone-nya. Yoo Jin mendekati Il Rak yang langsung mematikan rekaman itu. Yoo Jin meminta mereka untuk tak gugup.

Rupanya rekaman itu adalah lagu dari Orkestra A dan Il Rak mengakui ia baru menyadari kalau Orkestra A itu sangat bagus. Yang lain pun juga cemas dan bertanya apa mungkin Orkestra S bisa menang. “Jika kita kalah, kita akan dibubarkan.”


Nae Il mencoba membesarkan hati mereka, membuat Il Rak kembali membuka-buka partiturnya, mencoba mempelajari dengan cepat.


Yoo Jin turun dari podium. Ia merebut partitur Il Rak dan merobeknya. Semua terpana melihat tindakan Yoo Jin yang tak terduga ini.


Apalagi saat mereka mendapat instruksi dari Yoo Jin, 

“Robek partitur kalian.”

Komentar :

Apakah boleh merobek partitur? Boleh saja. Jika berlatih terus menerus, partitur panjang itu akan menempel di otak, apalagi dengan gemblengan Yoo Jin yang bak diktator itu. Partitur hanya sebagai pengingat, yang sesekali dilirik saat merasa lupa. Tangan kita refleks akan menari saat nada pertama berbunyi.


Anak-anak S ini ibaratnya seperti anak yang tulisan tangannya sangat buruk. Bisa menulis, tapi tulisan itu sulit dibaca. Maka yang harus Yoo Jin lakukan pertama kali adalah memperbaiki cara menulisnya. Menulis huruf a itu dengan membuat perut dulu, baru tarik garis lurus. Menulis g dan j, tongkatnya harus turun melewati garis. Dan semua itu ada panduannya.

Anak harus belajar menulis yang benar, maka satu per satu kesalahan harus diperbaiki. Namun setelah mereka mahir, apa perlu panduan lagi? Tidak, dan tulisan mereka setelah itu tentu akan berbeda dengan sebelum mereka belajar menulis.

Setelah pintar, setiap anak akan berkembang, mereka akan menulis sesuai dengan kepribadian mereka masing-masing. Dan kali ini tugas Yoo Jin sebagai konduktor yang mengatur agar tulisan mereka itu keluar menjadi sebuah cerita yang indah.

#jiaahhh.. lebay amat ngomongnya.. 

5 comments :

  1. Punya perasaan buruk, dengan obat yg neil kasih ke yoo jin

    ReplyDelete
  2. Berbicara mengenai mie, ijinkan saya berbagi informasi.
    Bagi pemilik restoran ataupun rumah makan yang memiliki menu mie, mungkin akan kesulitan mencari tray makanan yang tepat agar kuah dari mie tersebut tidak tembus.

    Untuk mengatasi hal tersebut, ini saya berikan referensi. Klik di sini.

    ReplyDelete