October 25, 2014

Cantabile Tomorrow Episode 4 - 1

Lesson 4


Maestro Franz menganggap Yoo Jin gagal memimpin orchestra S Maka ia mengusir Yoo Jin keluar dan mencopot jabatan asisten conductor orchestra. 



Terkesima melihat performance orchestra S yang jauh berbeda dengan saat ia pimpin, tapi Yoo Jin menolak perintah Maestra Franz dan tetap bersikukuh, “Anda berkata sendiri kalau Anda memberikan orchestra ini untuk saya sampai besok. Jadihingga esok, ini adalah orchestra saya.”

Maestro Franz sedikit tercengang dengan keberanian Yoo Jin menyebut orchestra ini adalah orkestraya, tapi Maestro Franz menuruti permintaan Yoo Jin. Ia akan menemui Yoo Jin lagi besok.


Dengan langkah berat, Yoo Jin maju lagi dan meminta mereka mulai latihan lagi. “Ini latihan terakhir.”


Dan sekali lagi Yoo Jin merasakan perbedaan performance orchestra yang ia pimpin dengan Maestro Franz. Lagu yang bagi Beethoven merupakan caranya mengikuti revolusi, sekarang terdengar sangat berbeda. Kenapa bisa? Suara timpani yang tadinya terlalu bersemangat sekarang menurun, clarinet tak memiliki energi sedangkan biola terdengar muram. Semuanya terdengar muram.


Yoo Jin menyadari kalau yang ia lakukan selama ini hanya mengekstrak suara, dan mengabaikan rasa yang membuat suara tersebut. Setelah lagu usai, Yoo Jin memberikan review perbaikan pada teman-temannya. Yoo Jin pun mengakhiri sesi latihan mereka, “Besok, aku mempercayakan performance terakhir ini pada kalian.”


Terlihat murung saat mengemasi barang-barangnya, Soo Man merasa tak enak, “Maaf.. karena penampilan kami jelek.”

Yoo Jin  menghela nafas, “Ini bukan salah kalian. Masalahnya adalah.. aku.”


Nae Il dapat merasakan kesedihan Yoo Jin. Ia pun beranjak untuk mengikuti sunbae-nya. Tapi Il Rak menghentikannya dan menggelengkan kepala.


Sepanjang malam, Yoo Jin terus mempelajari partitur musiknya, memberi tanda di sana sini. Sementara Nae Il menjahit sesuatu.


Dekan Mina meminta Prof. Do dan Prof. Ahn, masing-masing menangani salah satu orchestra. Prof Do menolak menangani yang terbuang, maka dengan senang hati, Prof. Ahn menawarkan untuk menangani mereka. Tapi Prof. Do masih menolak untuk menangani orchestra A, karena ia sibuk dengan persiapan festival.

Dekan Mina pun memberitahukan rencana yang masih off the record.  Orkestra yang kalah akan dibubarkan. Maka Prof. Do pun menyanggupi permintaan itu.


Tapi rencana rahasia itu menyebar di orchestra A karena salah satu anggotanya adalah keponakan direktur sekolah mereka. Para anggota orchestra A berinisiatif untuk segera berlatih walau tanpa ada bimbingan professor.


Pagi itu, dengan memegang tongkat, Yoo Jin bersiap untuk memulai performance mereka. Saking gugup atau antusiasnya, tongkat Yoo Jin terlepas di ayunan pertama. Otomatis semua berhenti.  


Untungnya salah satu violinis mengambilkan tongkat itu dan Yoo Jin menerimanya. Maestro Franz hanya diam melihat hal itu.


Belum juga Yoo Jin mengayunkan tongkatnya, tiba-tiba terdengar suara dari pintu, “Orabang, fighting!”


Semua menoleh, dan ternyata Nae Il yang sekarang memakai kostum anjing, bernyanyi untuk menyemangati Yoo Jin. Semua tertawa melihat ulah Nae Il, bahkan salah satu anggota mengatakan kalau Nae Il memang mascot mereka.


Mereka pun kembali bersiap dan Yoo Jin kembali mengayunkan tongkatnya. Tapi Maestro Franz menghentikannya, “Cha Yoo Jin, kau didiskualifikasi!”


Semua terkejut. Belum juga mulai. Nae Il yang pertama protes keras. Tapi Maestro Franz berkata kalau Yoo Jin mengambil tongkat yang ia jatuhkan. “Jika ini konser yang sebenarnya, karena conductor membungkuk untuk mengambil tongkat, pertunjukkan langsung akan berhenti. Itulah yang akan terjadi.”


Nae Il memohon kalau yang sekarang kan masih latihan. Tapi Yoo Jin yang menyadari kesalahannya menghentikan Nae Il, “Aku tak seharusnya berhenti, aku harus melanjutkan walau aku harus memimpin dengan tanganku saja. Saya minta maaf.”

Maka Maestro Franz pun mengumumkan hasilnya. Yoo Jin dipecat dari jabatan asisten konduktor. Tapi kalau Yoo Jin masih ingin tetap berada di dalam orchestra S, Yoo Jin bisa menjadi asistennya. “Kurasa aku punya banyak kerjaan untukmu, karena baby dan kau adalah satu paket.”

Nae Il yang marah dan meminta Yoo Jin untuk tak menerima tawaran itu. Tapi Yoo Jin mengagetkan semua yang ada di ruang latihan karena menerima jabatan menjadi asisten.


Nae Il mengejar Yoo Jin yang keluar gedung latihan dan mencoba memeluknya. Yoo Jin langsung menolak, “Kau kan tahu aku alergi pada bulu.” Nae Il menjawab kalau sekarang ia akan berubah menjadi Seol Nae Il. Yoo Jin pun menjawab pedas, “Apalagi. Aku lebih alergi pada Seol Nae Il.”


Yoo Jin meninggalkan Nae Il yang tak terduga diam dan tak mengikutinya. Mungkin menyadari kalau dirinya telah membuat gadis itu sedih, Yoo Jin berbalik dan menatap Nae Il.


Wajah Nae Il langsung ceria. Ia berlari menyusul Yoo Jin dan memegang ujung jas Yoo Jin, “Kalau begitu, begini saja. Aku  akan memegang yang ini saja.”


Yoo Jin tersenyum kecil dan kembali berjalan. Walau kemudian, kembali melepaskan diri karena Nae Il lagi-lagi mencoba memeluknya, “Aku ini benar-benar alergi pada bulu.” Ha.. padahal kan sekarang Nae Il sudah menjadi Seol Nae Il.


Ibu Yoo Jin minta Dekan Mi Na untuk menghentikan siksaan Maestro Franz. Ia mendapat laporan dari banyak orang/mata-mata, kalau Yoo Jin berlari ke sana kemari untuk membawakan sandwich. Dekan Mina menenangkan temannya kalau Yoo Jin baik-baik saja. Ia bahkan pernah duet, menemani permainan biola. “Kita tak mungkin membayangkan hal-hal seperti itu  sebelumnya.”

Ibu Yoo Jin terkesima.  Ia pernah mendengar kalau Yoo Jin mengiringi permainan biola, tapi ia belum pernah mendengar Yoo Jin duet. Dengan siapa? 


Dekan Mina sudah akan menceritakan semuanya, tapi ia segera sadar. “Kau.. menginterogasi layaknya seorang ibu dengan menjebakku,” tuduhnya pada ibu Yoo Jin yang memasang wajah polos. “Aku tak akan memberikan informasi yang lain lagi. Menyerahlah.”

Tapi bagi Ibu Yoo Jin tentu gampang mencari informasi siapa pasangan duet anaknya itu.


Maestro Franz jalan-jalan dengan Dekan Mina dan hendak mengungkapkan sesuatu. Tapi tiba-tiba, Yoo Jin muncul dari balik tiang, mengingatkannya kalau sekarang sudah saatnya latihan Orkestra S. Haha.. bukan main kesalnya Maestro Franz.


Lah.. sapa suruh jadiin Yoo Jin sebagai asisten. Tau sendiri orang seperti apa si Yoo Jin. Acara jalan-jalan ini kan yang ngurus juga Yoo Jin.

Dekan Mina meminta Maestro Franz untuk kembali untuk melatih anak-anak. Tapi Maestro Franz berkata bijak, “Belajar sendiri itu penting.”

Yoo Jin pun berargumen, “Para siswa memiliki tekad kuat. Mereka telah menunggu Anda, jadi sebaiknya Anda pergi.” Kata-kata itu membuat Dekan Mina merasa perlu untuk membatalkan acara jalan-jalan ini, dan minta maaf telah menyia-nyiakan waktu Maestro.


Ia tetap pergi walau Maestro Franz terus membujuknya, “Kau boleh menyia-nyiakan waktu sebanyak kau mau, Mi Na.”

Profesor kesal pada Yoo Jin dan berkata ia akan menyusul nanti. Yoo Jin menunggu Maestro Franz di lobi, tapi setelah sekian lama, tetap belum datang juga.


Yang cemas bukan hanya Yoo Jin, tapi Il Rak cs. Mereka khawatir Maestro Franz tak jadi mengajar. Soo Min pun meminta Yoo Jin yang mengajar mereka. Il Rak pun membenarkan. Kemampuan anak-anak Orkestra S mengalami banyak peningkatan berkat saran dari Yoo Jin.


Yoo Jin akhirnya menyanggupi permintaan itu setelah yang lain ikut memohon. Kembali ke ruang latihan, begitu banyak yang bertanya, membuat Il Rak mengusulkan, “Yoo Jin, bagaimana jika kau yang memimpin?”


Yoo Jin tak sempat menolak karena semuanya sudah kembali ke kursi masing-masing dan Nae Il ikut meminta Yoo Jin untuk berdiri di podium. Maka Yoo Jin pun bersiap dan mulai memberi instruksi,”Ingat, dimulai dari allegro dulu di awal.”


“Ohh.. bukankah itu tempat conductor berdiri, asisten?” seru Maestro Franz yang tiba-tiba muncul.

Semua terkesiap kaget. Yoo Jin buru-buru turun dari podium. Tapi Maestro Franz sudah bertanya lagi, kali ini pada seluruh anggota orchestra, “Apa yang kalian lakukan, membiarkan asisten berdiri di podiumku?” Yoo Jin meminta maaf, tapi Maestro Franz menyuruhnya diam, karena sekarang adalah gilirannya bicara.

“Ini semua karena Anda, Milch. Kenapa Anda selalu menyalahkan orabang?” jerit Nae Il.

Maestro Franz meminta Nae Il tenang dan melanjutkan ucapannya, “Asisten, kau dipecat sekarang!”


Nae Il berkata kalau Milch tak adil. Dulu asisten konduktor, turun menjadi asisten, dan sekarang dipecat. Maestro Franz pun membenarkan hal itu dan menyuruh Yoo Jin menjadi conductor menggantikannya. “Dan mulai saat ini, aku mengundurkan diri dari Orkestra S Von Stressemann.”

Semua bertambah kaget mendengarnya. Tapi Maestro Franz meminta mereka untuk tak mengkhawatirkannya dan melanjutkan latihan dengan conductor yang baru. “Aku mendoakan yang terbaik bagi kalian.”


Maestro Franz pun meninggalkan ruangan. Semuanya terdiam, tak percaya. Tapi kemudian terdengar gemerisik di antara para anggota. Rupanya mereka bersiap-siap pergi juga. Karena Maestro Franz sudah mengundurkan diri, maka orchestra ini juga bubar.


Il Rak yang protes mengetahui niat teman-temannya.”Kita ini S Orkestra. Apa kalian pernah menjadi anggota orchestra? Kecuali Soo Min.. ini adalah pertama kalinya untuk kita semua tergabung dalam sebuah orchestra. Karena itu kita harus berbuat yang terbaik. Dimana lagi kita bisa bermain dalam sebuah orchestra?”


Semua menunduk, sebenarnya membenarkan walau tetap ragu akan kelangsungannya. Seakan membaca pikiran mereka, Nae Il pun maju dan menyemangati mereka. “Kita dapat melakukan semuanya selama kita memiliki Orabang!”


Il Rak pun mengamini. Soo Min pun tergerak bersemangat, “Selama kita memiliki Yang Mahakuasa Cha, pasti tak ada masalah!”

Yoo Jin berkata kalau ia tak pernah menyetujui hal ini. Tapi satu per satu anggota menambahkan kalau Yoo Jinlah yang selama ini mengajari mereka, dan bukannya Maestro Franz. Walau kepribadian Yoo Jin menjengkelkan, tapi conducting Yoo Jin bagus.

Maka Il Rak pun mengumumkan hasil akhirnya, “Conductor baru kita, Cha Yoo Jin!”


Sementara itu, karena menunggu Maestro Franz yang tak kunjung datang di orchestra A, Prof. Do selaku penanggung jawab orchestra A menunjuk Han Seung Oh yang menjadi conductor. Tiba-tiba terdengar bunyi SMS dari beberapa handphone.  Prof. Do marah mengetahui anak-anak tak mematikan handphone saat latihan.


Tapi pesan-pesan SMS itu seragam dan mengagetkan. Maestro Franz mengundurkan diri dari orchestra S karena Cha Yoo Jin tertangkap basah menjadi conductor saat latihan.


Dan mendadak terdengar suara di belakang mereka, “Astaga, dan kau pun juga menemukan conductor untuk menggantikanku?”


Yoo Jin menyendiri, muram, memikirkan semua yang baru saja terjadi. Tiba-tiba terdengar suara letupan dan confetti menghujani kepalanya. Nae Il menyanyi, menyelamatinya. Yoo Jin berteriak kesal, “Apa kau pikir situasi ini patut disyukuri?!”


Tapi Nae Il mencoba bersikap positif akan hal ini. Bukannya Yoo Jin selalu ingin memimpin? Yoo Jin mengaku ia tak tahu apa yang ada di pikiran Maestro Franz saat ini.


Dan pikiran itu muncul dengan memekakkan telinga, berupa suara Maestro Franz membahana di seluruh penjuru kampus. Maestro Franz menggunakan radio kampus untuk mengumumkan, “Orkestra A akan tampil regular di pertunjukkan festival musim gugur, begitu pula dengan Orkestra S. Dan penampilan mereka akan ditandingkan. Tim yang kalah akan dibubarkan.”

Semua anggota baik Orkestra A maupun S panik dan buru-buru merencanakan latihan berikutnya.


Nae Il heran mendengar pengumuman. Milch memang orang yang aneh. Apa karena ia adalah pemusik? Yoo Jin menggeram kesal, “Apanya yang pemusik? Dia itu hanyalah aki-aki bangkotan. Aku sudah merasa tak enak saat ia menjadikanku sebagai conductor. Sekarang kau malah mengadu dan membubarkan kami? Seol Nae Il, ayo kita lakukan. Apa kau pikir kau mampu menghancurkan kami?”

Nae Il terkesima mendengarnya, “Orabang benar-benar cool!”


Prof. Ahn mendatangi Yoo Jin. Ia juga mendengar pengumuman tadi, dan khawatir akan posisi conductor yang kosong dalam orchestra S. Yoo Jin menyatakan kalau ia yang akan menjadi conductor orchestra S. Pernyataan ini membuat Prof. Ahn tersenyum lega.


Sementara di dalam orchestra S juga terjadi perdebatan sendiri. Walau Il Rak mengajak mereka berlatih, tapi anggota yang lain masih merasa ragu. Apalagi Soo Min menambahkan kalau semua anggota Orkestra A pernah belajar musik ke luar negeri. 

Yang lain pun menambahkan kalau concertmaster orchestra A bahkan akan belajar di Wina. Il Rak, yang juga menjadi concertmaster, berkedip, terpana mendengar hal itu.


Yoo Jin muncul bersama Nae Il. Melihat semua duduk tanpa ada yang berlatih, ia menyalak, “Apa kalian tak mau berlatih? Cepatlah. Tim yang kalah akan dibubarkan. Kita kurang pengalaman dan keahlian, jadi kita harus mengejarnya dengan terus berlatih. Kita hanya punya waktu 3 minggu hingga tiba saatnya konser.”


Prof. Ahn mengintip latihan mereka. Ia mendengar Yoo Jin akan melipatgandakan waktu latihan mereka hari ini dan menyuruh mereka yang kurang mahir untuk meminta pelajaran tambahan. Prof. Ahn tersenyum lebar melihat Yoo Jin mulai bersiap, meminta setiap bagian alat musik untuk mengambil nada.


Nae Il senang melihat latihan itu. Kalau saja ada bagian piano untuknya, ia akan bermain bersama mereka. Maka ia pun berlatih sendiri.


Prof Do menelepon seseorang, meminta untuk mencarikan murid berbakat untuknya. Ia tak mau lagi meminta saran Prof. Ahn, karena saran terakhir Prof. Ahn adalah lagu kentut. Langkahnya terhenti saat mendengar permainan piano. Permainan itu sangat payah, tapi membuat kakinya mengetuk-ketukkan sepatunya tangan tangannya bergoyang.


Prof Do menyadari kalau yang ini berbeda. Lagu ini memiliki kekuatan untuk menarik perhatian dan hati orang. Siapakah pemainnya? Prof. Do berkelliling ke setiap ruang, mencari si pemain. Jika ia mengajar dan memolesnya, mampukah pemain itu untuk berkembang dan berubah?


Tapi Prof. Do tak menemukan pemain itu hingga Nae Il menyelesaikan permainannya dan berlari keluar karena terlambat masuk kelas. Ia berselisih jalan dengan Prof. Do yang terus mencari pemain itu.


Yoo Jin mengakhiri latihan dan meminta semuanya untuk berlatih lagi. Setelah Yoo Jin pergi, seluruh anggota S berteriak frustasi karena sudah berlatih sekian lama. Il Rak pun mengajak teman-temannya untuk datang ke restoran ayahnya sebelum berlatih lagi. Ayahnya akan mentraktir makan malam!


Yay! Sambil memotret hidangan yang dikeluarkan ayah Il Rak, Soo Min berkomentar, ia menyadari alasan Maestro Franz menunjuk Il Rak sebagai concertmaster. Ya karena seperti ini. Il Rak menyanggupi untuk menjadi penengah bagi kelangsungan orchestra ini. Tapi mereka masih pesimis, bagaimana mereka bisa mengalahkan orchestra A?


“Ahh.. mereka itu bukan masalah besar,”  jawab Il Rak menenangkan. “Mereka itu hanyalah kutubuku dengan musik dan pemikiran yang membosankan.”

Dee : hey.. saya juga kutu, loh..


“Tentu saja mereka selalu ketinggalan dibelakang kutu-kutu buku juga,” cemooh Seung Oh dari belakang. Ooh.. Anak-anak orchestra A ternyata kalau makan di restoran ayahnya juga. Il Rak terbelalak, kaget karena ucapannya di dengar oleh mereka..

Tapi Il Rak marah saat diejek Seung Oh kalau anak-anak S yang berada di bawah level mereka itu sekarang sedang berusaha keras. Teman Soo Min, Shi Won, ternyata adalah concertmaster di orchestra A. Shi Won meminta mereka berhenti saja. Soo Min, yang notabene adalah teman kedua kelompok ini, serta merta bangkit dan menenangkan Shi Won.


Il Rak bergumam, mengatai Shi Won sombong. Tapi anak A menjawab, “Shi Won ini berbeda dengan anak yang selalu tak lulus setiap saat.” Jadilah perang antar kelompok. Anak S tak terima concertmaster mereka dijelek-jelekkan. Il Rak sudah berbeda dengan Il Rak yang lama, bahkan mereka menantang duel antar concertmaster.


Il Rak sedikit gugup mendengar hal ini, tapi Shi Won tak ingin duel. Cukup satu kata maaf dari anak S terucap, maka perdebatan ini akan berhenti. Dengan tergagap menahan gengsi, Il Rak pun menerima tantangan itu, “Kalau kau takut, kau boleh mundur dari duel!”


Shi Won tersenyum dan menjawab, “Czardas, oke?!”

Ha.. Czardas itu lagu untuk mengiringi tarian Gipsi yang temponya berawal dengan pelan dan berakhir dengan sangat cepat dan dari lembut berakhir kuat. Lagu yang memerlukan kelincahan dan kekuatan tangan yang tepat


Soo Min yang tahu bagaimana kemampuan Shi Won, membujuk Il Rak untuk membatalkan duel ini. Tapi Soo Min tak mau, “Jika kau hanya ingin menggangguk, minggir saja. Aku bukan Il Rak yang lama.”


Teman Shi Won pun juga heran melihat Shi Won yang tak biasanya seperti ini. Tapi Shi Won melakukan ini agar Il Rak tahu kalau ia dan Il Rak itu memiliki level yang berbeda.


Duel pun dimulai. Il Rak memulainya lebih dulu dengan tempo yang pelan. Bagian pertama diulang oleh Shi Won dengan tempo yang sama. Keduanya memiliki kemampuan yang sama.


Bagian kedua masuk ke tempo yang lebih cepat. Il Rak melakukannya dengan baik. Shi Won pun meneruskan lagu itu dengan tempo yang sama dan semakin lama semakin cepat, membuat Il Rak berkedip, sedikit terpana. Tapi ia pun kembali bersiap. Bagian ketiga ini akan mereka mainkan bersama.


Bersama-sama mereka masuk ke bagian Czardas yang temponya semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat…


Ayah Il Rak ,yang diam-diam menyaksikan duel ini, menyemangati anaknya  dalam hati. Jangan sampai jatuh.. jangan sampai jatuh.. sedikit lagi.. sedikit lagi..


Bersambung ke Cantabile Tomorrow Episode 4 - 2


1 comment :

  1. Gumapshimnida bak Dee..he he ...yang kutubuku gak terima dg. I'll rak, nadoo....

    ReplyDelete