July 8, 2014

Siapa OTP Pilihanmu Untuk Indonesia?


OTP = One True Pairing. 

Menurut urbandictionary, OTP adalah your favorite relationship in a fandom. It is that fans prefer over all of others. Contoh OTP adalah yang pasangan yang muncul di drama-drama yang sering kita tonton. Dae Gu dan Soo Sun adalah OTP yang tak terbantahkan di You're All Surrounded. Hampir semua dari kita pasti berpihak pada OTP itu, tak ada yang shipping ke Ji Gook - Soo Sun.

Tapi kalau pernah nonton Tamra The Island, pasti ingat ada Team Park Gyu dan Team Williaaaammm.. Dan lebih cadas lagi saat Reply 1994 tayang, dimana mereka yang masuk dalam Team Chilbong dan Team Trash berseteru hingga terjadi shipping war. 

Itu drama korea. Nah.. di Indonesia, sekarang ini juga ada drama yang lagi seru-serunya. Drama politik, pemilihan Capres 2014.  


Kalo ditanya, siapa sih yang pantas bersama Na Jung? Walau team Chil Bong dan Team Trash (juga team Binggrae dan team Haitai) berseteru merasa paling pantas bersanding dengan Na Jung, perseteruan itu sia-sia. Endingnya sudah jelas, karena scriptwriter-nya sudah memutuskan dari awal kalau Trash Oppa-lah yang menjadi pilihan Na Jung. 

Tapi kalau ditanya, siapa sih yang pantas memimpin Indonesia? Hmm.. Scriptwriternya di sini bukanlah satu orang atau satu tim penulis naskah, tapi sebagian dari 240 juta orang yang memiliki hak pilih. 

Jadi, sudahkah kalian shipping ke salah satu OTP? Kalau sudah, syukurlah. Kalau belum, saya coba share pendapat saya. *Kalau nggak suka dengan postingan ini, saya jangan di-unshare, di-unfollow atau di-block, yah.. :)



Memilih OTP untuk Indonesia berbeda dengan memilih OTP di sebuah drama. Jangan memilih dia tampan atau tidak. Kisah hidupnya mengharukan atau tidak. Ini bukan ajang Indonesian Idol atau kontes-kontes lain yang memancing emosi penonton untuk mem-vote lewat SMS atau telepon. Mari kita pilih secara rasional. 

Besok setelah matahari terbenam, semua drama yang terjadi sebulan terakhir ini akan menjadi masa lalu. Saya aja sudah lupa isu-isu apa yang menerpa kedua capres itu di awal-awal kampanye. Yang saya paling ingat adalah apa yang terjadi di seminggu terakhir ini. Semakin keras isu itu berembus, semakin tertanam ke otak saya. Tapi apakah saya akan berubah pilihan? Insyaallah tidak. 

Sekarang ini, kecil kemungkinan pemilih F akan memilih D. Hihihi... itu bukan untuk Dee dan Fanny ya.. Isu-isu itu ditujukan untuk meraup suara swingvoters. Suara yang belum menentukan pilihan. 

Nah, jika kita belum menentukan pilihan apa yang harus kita lakukan? Yang pertama kita lakukan adalah tutup portal-portal berita yang memberitakan isu-isu tersebut, twit-twit yang membuat kita ragu, share-share di fb yang kadang buat kita eneg liatnya.

Sekarang, anggap saja kita sedang akan merekrut seorang karyawan. Sebagai calon atasan, apa yang akan kita lakukan? 

1. Pasang iklan dengan job requirement yang kita perlukan. 

Pasang iklan sudah dilakukan oleh KPU. Di sini KPU adalah HRD-nya. Tapi hak kita untuk membuat job requirement yang kita butuhkan, dan job requirement adalah kita yang menentukan. Tiap orang memiliki requirement yang berbeda-beda. 

Contohnya saya. Saya memiliki beberapa requirement. Sebagai ibu, saya butuh kepastian pendidikan untuk anak saya. Sebagai pengurus rumah tangga, saya juga butuh kepastian harga-harga kebutuhan pokok di pasar. Masa iya harga bawang pernah 20 ribu/kg tapi juga pernah 100 ribu/kg? Sebagai blogger, saya butuh kepastian streaming tanpa buffering dan download drama tanpa gagal. 

Walau saya dan Fanny sama-sama Ibu Rumah Tangga, kami bisa memiliki kriteria yang berbeda. Kalau kriteria kami saja bisa beda, apalagi saya dengan orang yang beda pekerjaan, beda usia, beda jaman, atau beda lokasi. 

Oleh karena itu, tentukan dulu kriteria yang kita butuhkan dalam memilih capres.

2. Periksa Curriculum Vitae (CV)-nya

Untuk yang sudah bekerja, tentu tahu kan apa isi CV? Selain data pribadi, ada pengalaman kerja, kemampuan yang dimiliki, achievement apa yang pernah diraih. Nah, kalau belum tahu, sekarang belum terlambat kok untuk mencarinya. Coba kita lihat track record-nya. Apa saja sih yang pernah mereka lakukan?

Saya sedikit kesulitan mencari website yang berimbang dalam menuliskan CV mereka. CMIIW, saya menemukan satu website yang cukup berimbang, yaitu Fakda - http://fakdacapres.com/  

Untuk referensi, lebih baik klik link KPU, jika ada. 

3. Job Referral

Biasanya di akhir CV, terdapat nama job referral. Job Referral adalah rekomendasi yang diberikan oleh seseorang yang pernah bekerja dengan si pelamar. Kalau untuk capres, apa ya mungkin kita bisa ngobrol sama orang yang pernah bekerja dengan mereka? Jika bisa, syukurlah. Tapi jika tidak, menurut saya, rekomendasi ini bisa diberikan oleh siapa saja. Bisa dari orang dekat, bisa dari orang yang kita hormati, atau bahkan dari orang yang baru kita kenal.

Jika Yuni Shara akhirnya memutuskan pilihan setelah mendengar cerita tukang pijitnya, saya sebenarnya sudah memutuskan pilihan jauh-jauh hari saat mengunjungi almarhum Tante yang sakit dua tahun yang lalu. Orang itu adalah supir taksi yang saya sewa selama sehari untuk mengantarkan saya dari bandara hingga ke bandara lagi. Supir taksi itu menceritakan apa yang ia rasakan, betapa kehilangannya ia akan sosok itu. Well, jika capres itu menang, supir taksi itu pasti senang sekali.


Semoga tiga langkah ini dapat membantu untuk memilih. Jangan golput. Kalau kita bisa bersusah payah mengklik sebuah polling beberapa kali setiap hari agar aktor/aktris kita mendapat penghargaan most popular actor di sebuah award (atau cuman saya aja yang pernah mengklik? *Yoochun is the best*), tentu kita bisa berjalan ke TPS untuk memberikan suara kita, kan?

Satu suara sangatlah berarti. Jika suara fandom bisa membuat sebuah drama merubah akhir ceritanya, apalagi suara kita sebagai rakyat Indonesia.


And tomorrow, may the best man wins.. *crossfinger, harap-harap cemas*

8 comments :

  1. suka sm tulisan ini....
    tak kenal maka tak sayang....
    satu suara menentukan 5 thn ke depan....jgn golput yaa kawan

    ReplyDelete
  2. Kalau pilih F pasti pilih D juga hahaha *kalau yang ini Dee dan Fanny*

    Setuju dengan pendapat Dee, jika hanya melihat berita-berita yang semakin simpang siur dan artikel-artikel yang tidak jelas sumbernya maka kita akan tersesat dengan sangat mudah. Baru kali ini aku merasakan pilpres yang benar-benar membuat rakyat bersemangat.
    Biasanya aku termasuk orang yang skeptis, tapi kali ini aku benar-benar rindu adanya perubahan. Let's pray and hope for the best^^

    ReplyDelete
  3. Jd makin mantap nih sma pilihan q... Nice post mba :)

    ReplyDelete
  4. tipe presiden aku seperti presiden di 3 days, orang yang bertanggung jawab, dan mau mengaku salah. dan aku ingin menjadi rakyat seperti tae kyung, selalu menghormati keputusan pak presiden, dan selalu percaya kepadanya

    ReplyDelete
  5. Keren tulisannya. Analoginya jg asik bgt. No tension but inspiring :D

    ReplyDelete
  6. Ayo gunakan hak pilih Anda untuk Indonesia yang lebih baik...

    ReplyDelete
  7. thanks sob untuk postingannya...
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...
    salam kenal yach...
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com
    serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/

    ReplyDelete