April 19, 2014

Three Days Episode 12 - 2

Three Days Episode 12 – 2


Kita kembali sesaat setelah bom mobil Bo Won meledak, 72 jam sebelumnya. Waktu menunjukkan 11 Maret 20:30 saat siaran berita mengabarkan adanya 4 bis yang menjadi target pengeboman  walau berhasil digagalkan.



Dan kita melihat pria bertato yang sudah babak belur digiring keluar dari mobil polisi, sedangkan Yohan yang akhirnya sadar juga dibawa oleh polisi.


Jaksa Choi pun bergerak cepat. Bersama timnya, ia pergi ke penthouse Kim Do Jin. Mulanya para pengawal Kim Do Jin menghadangnya tapi ia memiliki surat penggeledahan untuk penyelidikan insiden Yangjinri. Surat itu membuat para pengawal tak berkutik dan membiarkan tim Jaksa Choi masuk ruangan. 


Kim Do Jin yang sedang mengutak-atik mainannya hanya diam saja saat Jaksa Choi masuk dan menyita semua dokumen dan komputer yang ada di sana. Begitu pula saat Jaksa Choi juga memerintahkan penahanannya yang diduga sebagai tersangka utama kasus Yangjinri, karena kedua teroris yang ditangkap adalah pegawai Jaesin.


Tae Kyung dan Bo Won memberi kesaksian kalau pria bertato yang sedang diinterogasi itu adalah pria yang menyalakan bom dengan menggunakan handphone sebagai detonatornya. Bom itu dicuri dari beberapa tempat dan mereka meyakini kalau Kim Do Jin yang merencanakan semua ini karena pria bertato itu adalah suruhan Kim Do Jin.


Tapi saat diinterogasi, Kim Do Jin mengaku tak tahu akan aktivitas para karyawannya. Kalau ia tahu, ia sudah pasti melaporkan hal ini pada yang berwajib. “Apakah saya harus bertanggung jawab atas tindakan semua pegawai saya?”


Dengan arogan Kim Do Jin berkata kalau ia yang memegang perekonomian Korea dan saham Jaesin akan jatuh jika ia terus diinterogasi. “Apakah Anda mau bertanggung jawab akan hal itu? Panggil saya kembali saat Anda memiliki bukti yang kuat.”


Tae Kyung dan Bo Won berpapasan dengan Kim Do Jin yang dikawal para bodyguard. Tanpa ba bi bu, Tae Kyung langsung memukul Kim Do Jin. Para bodyguard langsung mencekal Tae Kyung, tapi Kim Do Jin menyuruh mereka melepaskannya.  Dengan marah Tae Kyung berkata, “Untung kau ada di kantor polisi. Jika tidak, aku pasti sudah mengerjaimu.”


Tapi Kim Do Jin pun juga mengancam Tae Kyung. Ia akan menarik kembali ucapan tak akan membunuh Tae Kyung. Tak hanya Tae Kyung, tapi Bo Won, Presiden Lee dan Lee Cha Young. Semua orang yang menghalangi jalannya akan mati. “Semuanya. Dan itu akan dimulai besok pagi.”


Ancaman itu membuat Tae Kyung semakin waspada. Ia menelepon Jaksa Choi untuk memastikan kalau Cha Young cukup mendapat penjagaan. Jaksa Choi memastikan hal itu karena ia sudah memeriksannya. Tapi Tae Kyung minta penambahan personil karena ia khawatir.


Penjagaan di sekitar Cha Young sudah  memadai. Bagaimana dengan Bo Won? Bo Won akan pulang ke Seojori.

Tak sengaja ada sebuah mobil yang hampir menyerempet Bo Won, jika Bo Won tak segera ditarik oleh Tae Kyung. Tae Kyung menyadari kalau penjagaan untuk Bo Won sangat minim.


Maka ia membawa Bo Won pulang ke apartemennya. Bo Won merasa canggung karena berada di rumah seorang pria. Berdalih kalau masih ada bis yang akan berangkat di Seojori, Bo Won berkata kalau ia akan pulang saja.


Tapi Tae Kyung meminta Bo Won untuk sementara tinggal di rumahnya. “Aku tak merasa tenang jika aku tak melihatmu.”

Aww.. Melihat Bo Won menjadi canggung, Tae Kyung bertanya apakah Bo Won merasa tak nyaman dengan pengaturan seperti ini? Bo Won menggeleng.


Tapi tetap saja mereka merasa canggung, apalagi saat Bo Won hendak masuk ke kamar Tae Kyung.


Tae Kyung yang ada di dalam kamar dan memeriksa jendela dan pintu juga merasakan hal yang sama. Bo Won berkata seharusnya Tae Kyung tak perlu meminjamkannya baju karena bajunya masih bisa dipakai. Sebaliknya, Tae Kyung berkata kalau Bo Won tak mungkin memakai baju yang penuh debu seharian.


Pertanyaan berikutnya adalah jika Bo Won memakai kamar Tae Kyung, lantas Tae Kyung tidur di mana? Tae Kyung menjawab ia akan tidur di sofa luar. Bo Won pun mengangguk-angguk, walau tetap canggung.


Tae Kyung pun keluar kamar dan menutup pintu. Belum juga tertutup, pintu terbuka lagi, mengagetkan Bo Won. Tae Kyung menatap Bo Won lama, membuat Bo Won salah tingkah dan bertanya, “Kenapa?”

 “Ada pedang kayu di sebelah tempat tidur,” kata Tae Kyung. “Hanya untuk berjaga-jaga. Selamat malam.”
Setelah Tae Kyung menutup pintu, Bo Won mencari pedang yang dimaksud dan tersenyum.


Tengah malam, Tae Kyung terbangun karena mendengar suara angin. Ia menutup jendela dan kembali memeriksa ke dalam kamarnya. Ia merasa tenang melihat Bo Won tidur di tempat tidurnya dengan memeluk pedang kayu.


Ia mengambil fotonya bersama teman-teman PSS-nya dan membuka pigura yang membungkus foto itu. Di balik foto itu tertulis : Berikan aku pengetahuan dan keberanian agar aku dapat menyelesaikan tugas-tugasku. Jika tubuh dan jiwaku dapat digunakan untuk kepentingan yang lebih baik, maka biarkanlah sebuah jiwa lain  bisa terus hidup karenanya.


Dan ingatannya kembali pada ancaman Kim Do Jin yang akan membunuh semua orang, salah satunya adalah Presiden.

Melihat ekspresi Tae Kyung saat itu, kok feeling saya jadi nggak enak, ya?


Pria berjas hitam menghadap Kim Do Jin yang menawarkan sekoper uang dan menyuruhnya untuk loyal padanya dan bukan pada Falcon. Pria itu mempertimbangkannya dan kemudian mengangguk, setuju.


Tak disangka-sangka, hal pertama yang dilakukan Kim Do Jin setelah itu adalah meninjunya dan berteriak,”Mulai sekarang, kau harus menekan tombol jika kusuruh! Pasang jika kusuruh! Dan bunuh jika kusuruh!”

Pria itu menunduk dan mengangguk patuh.


Chief Byun pulang ke rumah. Belum sampai ia mencapa gerbang, ada seseorang yang membekapnya. Saat ia sadar, ia sudah berada di gudang dengan tangan terikat dan berlutut di hadapan Kim Do Jin.


Mulanya ia kesal melihat Kim Do Jin memperlakukannya seperti ini. Tapi begitu ia melihat Min Hyun Ki yang tergeletak, entah masih bernyawa atau tidak, Chief Byun mulai panik. Mengapa Kim Do Jin memperlakukan mereka seperti ini? Bukankah mereka berada di pihak yang sama?


Kim Do Jin tertawa mendengarnya. “Kita berada di pihak yang sama, karena itu kau tahu benar apa yang telah aku lakukan.”


Chief Byun semakin panik dan membujuk Kim Do Jin. Mereka bisa menyalahkan Presiden untuk kasus Yangjinri. Kim Do Jin menyetujui hal itu. “Lee Dong Hee pasti akan mati. Hanya saja kalian berdua yang mati lebih dulu.” Pada anak buahnya yang baru ia berkata, “Bunuh dia.”


Kim Do Jin tersenyum dan meninggalkan Chief Byun yang berteriak memohon padanya. Tapi sia-sia, karena setelah itu suaranya melemah karena dibekap oleh anak buah Kim Do Jin.


Tahu agen PSS yang sering ditelepon Tae Kyung? Karena saya tak tahu namanya, maka saya menyebutnya si keren.


Si Keren ternyata adalah teman serumah Tae Kyung yang baru saja pulang dari tugas. Karena pintu tak terkunci, ia tahu kalau Tae Kyung di rumah. Reflek ia pun membuka kamar Tae Kyung sambil bicara pada Tae Kyung. Betapa terkejutnya ia karena bukan Tae Kyung yang ada di ranjang, malah seorang gadis yang masih terlelap di sana.


Ia segera minta maaf pada Tae Kyung yang muncul dari kamar lain dan bertanya siapa gadis itu. Begitu Tae Kyung memberitahu kalau gadis itu adalah Bo Won, si keren langsung memicingkan matanya, “Apa hubungan antara kalian berdua?”


Tae Kyung langsung membantah kalau mereka memiliki hubungan khusus. Ia meminta temannya itu untuk menjaga Bo Won selama ia pergi sambil tak lupa memberi penekanan khusus, “Aku akan membunuhmu kalau kau melakukan tindakan bodoh.”

Haha.. ada yang khawatir campur cemburu, kah?


Presiden kaget mendengar kabar Chief Byun yang bunuh diri, sementara Min Hyung Ki belum diketahui keberadaanya. Ia tahu kalau ini Chief Byun bukan orang yang seperti itu dan yakin kalau ini adalah ulah Kim Do Jin. Kepada Jaksa Choi, ia meminta agar Kim Do Jin segera ditangkap. “Dia itu seperti bom yang berjalan.”


Tapi Jaksa Choi tak memiliki alasan lagi untuk menahan Kim Do Jin karena ia telah menyita semua dokumen di kantor Kim Do Jin. Asisten Jaksa Choi muncul dan melaporkan kalau Min Hyung Ki telah ditemukan di pinggir jalan tol.


Tae Kyung sedang di dalam mobil saat ia melihat berita di layar besar yang memberitakan tentang Chief Byun yang ditemukan gantung diri. Ia sadar kalau ancaman Kim Do Jin sudah dimulai.

Direktur Kim melaporkan kalau Min Hyung Ki telah ditemukan tak bernyawa di dalam mobil yang ada di jalan raya. Min Hyung Ki juga menyertakan surat wasiat yang menyatakan kalau ia tak bersalah dalam kasus Yangjinri dan semua ini hanyalah jebakan. Presiden tercenung mendengar kabar itu.

Dan Kim Do Jin mendapat telepon dari Presiden yang meminta untuk bertemu.


Presiden sedang bersiap-siap saat Tae Kyung menghadapnya. Tae Kyung sudah bisa menebak kalau Presiden akan menemui Kim Do Jin. Ia tahu apa yang ingin dikatakan oleh Presiden. “Tapi lebih baik saya yang menyampaikan pesan Anda. Hal ini sangat berbahaya.”


Presdien tersenyum kecil, “Apakah ini juga membahayakan dirimu?” Tae Kyung diam. Presiden berkata kalau Kim Do Jin menggunakan bom yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan kecil untuk menyembunyikan identitasnya. Tapi jika Kim Do Jin mau, Kim Do Jin bisa menggunakan senjata yang lebih besar yaitu dari perusahaannya sendiri, Force One. “Karena itulah aku harus menghentikannya sendiri.”

“Kalau begitu, biarkan saya yang mendampingi Anda. Jika diperbolehkan, saya ingin kembali menjadi agen PSS lagi” tegas Tae Kyung yakin.

Presiden berkata kalau ia akan segera mengundurkan diri dari kepresidenan dalam waktu dekat. Ia tak layak untuk dllindungi oleh PSS. Tapi Tae Kyung meminta agar ia dapat mendampingi Presiden sampai Presiden mengundurkan diri.


“Dulu Anda pernah meminta saya untuk melindungi Anda. Sekarang biarkan saya melindungi dengan berada di sisi Anda.”

Presiden memandang Tae Kyung, mempertimbangkan sungguh-sungguh permintaannya.


Direktur Kim juga sedang bersiap-siap saat Tae Kyung masuk menemuinya. Direktur Kim memandang Tae Kyung, sedikit kesal. “Aku baru saja menerima telepon dari VIP.  Hei, kau meminta pekerjaanmu lagi ini melalui koneksi, kan?” Tae Kyung merasa tak enak, hingga Direktur Kim melanjutkan, “Bukankah seharusnya kau meminta kepadaku terlebih dulu?”


Tae Kyung minta maaf. Direktur Kim menyerahkan tanda pengenal dan pin Tae Kyung dan memintanya untuk segera bersiap karena mereka tak punya banyak waktu lagi.


Teman-teman PSS yang juga sedang bersiap-siap terkejut melihat kedatangan Tae Kyung yang sudah berseragam sama seperti mereka. Mereka saling berpandang-pandangan hingga salah satu dari mereka nyengir sambil melemparkan pistol pada Tae Kyung dan berkata, “Cutimu enak?”


Lega rasanya melihat semua teman-teman tersenyum pada Tae Kyung dan memberikan tepukan di bahu dengan bersahabat. Sebelum pergi, mereka menyuruh Tae Kyung untuk segera mengambil pistol.

Tae Kyung pun bersiap. Pistol telah dikokang, alat komunikasi dipasang dan tanpa pengenal dipakai. Sebelum Tae Kyung meninggalkan ruangan, ia menoleh dan memperhatikan ruangan PSS-nya. Ruangan yang beberapa hari telah ia tinggalkan. Dan sekarang ia telah kembali.


Si keren mengantarkan Bo Won ke rumah sakit. Saat di depan lift, ia bertanya apakah Bo Won yakin akan ke atas (ke ruangan Cha Young) sendirian? Bisa-bisa Tae Kyung akan membunuhnya nanti jika tahu. Bo Won tersenyum geli dan berkata kalau di ruangan Cha Young banyak polisi yang bertugas. Si keren pun membiarkan Bo Won untuk pergi sendiri.

Duh.. kayaknya malah ada kenapa-napa, nih..


Suasana semakin mencekam saat kita melihat Cha Young sedang berbicara dengan seseorang yang hanya nampak punggungnya saja. Cha Young menceritakan apa yang ia ketahui tentang dinamit. Dan yang ia ketahui, Kim Do Jin dan almarhum Chief Shin berhubungan dengan terror bom di bis.


Bo Won naik ke lantai kamar perawatan Cha Young. Ia menunjukkan tanda pengenal pada polisi yang bertugas dan setelah pemeriksaan identitas selesai, ia pun masuk ke dalam ruangan.


Di dalam ia melihat Cha Young yang kemudian memperkenalkan pria yang sedang bersamanya. Bo Won tersenyum sopan pada pria itu. Tapi Cha Young heran bukankah Jaksa Choi harusnya hanya menyelidiki tentang insiden Yangjinri saja.


Pria itu ternyata adalah asisten Jaksa Choi yang menjelaskan kalau ia diminta oleh Jaksa Choi untuk menyelidiki hal ini.


Bo Won memandangi asisten itu dengan curiga. Bukan karena alasan yang diberikan asisten itu, tapi dari suara pria itu. Suara itu mirip dengan suara pria yang mengatakan kalau Jaksa Choi sedang ada rapat. Suara pria yang mengatakan kalau mereka telah mengirimkan bantuan polisi yang ternyata polisi gadungan yang akan mengambil Cha Young paksa.


Asisten itu menyadari pandangan Cha Young yang aneh, dan bertanya apakah Bo Won sakit? Atau Bo Won perlu duduk? Bo Won memasang senyum dan berkata kalau ia tak apa-apa. Cha Young memandang Bo Won curiga, seakan merasa ada yang tak beres.


Presiden mendapat pengawalan ketat dari PSS, begitu pula dengan Kim Do Jin yang ditemani oleh para pengawalnya. Mereka bertemu di sebuah stadion tertutup.


Presiden bertanya apakah Kim Do Jin ingin agar ia membatalkan Keppres-nya? Dengan sopan, Kim Do Jin berkata kalau ia sangat menghargai jika Presiden melakukan hal itu. Presiden memahami keinginan Kim Do Jin karena ia tahu kalau Kim Do Jin pasti sudah menginvestasikan uangnya jutaan dolar dan jika tujuannya tak tercapai, Kim Do Jin pasti rugi besar. “Bagaimana kalau aku membuat sebuah Keputusan Presiden lagi?”


Kim Do Jin tersentak mendengarnya. Presiden meneruskan, “Aset dari semua rekening fiktif dan illegal yang digunakan untuk menghindari pajak,  akan ditarik 100% oleh pemerintah. Aku yakin kalau kau tak akan menyerah. Tapi aku juga tak mau menyerah.”

“Anda ingin maju hingga akhir?”

“Kau harus mulai menyadari kalau polisi, jaksa.. semua sekutumu telah meninggalkanmu. Kau akan segera ditahan dan diadili.”


Kim Do Jin menoleh pada Presiden Lee, “Anda yang membuatku seperti ini. Mulai sekarang Anda harus bertanggung jawab akan semua yang akan terjadi.”


Saat Cha Young bertanya mengapa Bo Won tampak aneh, Bo Won hanya tertawa kecil dan berkata kalau ia seharusnya membawa oleh-oleh.


Bo Won pun beranjak meninggalkan ruangan. Namun tak disangka, asisten itu malah berkata, “Hei.. Aku sering mendengar suaramu.” Bo Won menoleh dan melihat asisten itu tersenyum mengejek kepadanya.


Sekelompok polisi menghampiri polisi yang berjaga dan berkata kalau sekarang saatnya mereka untuk berganti giliran tugas. Setelah yakin dan memeriksa tanda pengenal polisi, para polisi yang sudah bertugas itu meninggalkan ruangan.

Kedua dari para polisi baru itu adalah orang suruhan Kim Do Jin dan mereka yang berjaga di depan ruangan. Duhh..


Tae Kyung yang berjaga di depan Presiden mendengar Kim Do Jin bertanya, “Siapa yang pertama? Kira-kira, siapa yang pertama akan kubunuh? Mulai sekarang, taka da yang bisa menghentikanku.”


Dan kita melihat ada seorang sniper mengarahkan senapannya ke arah podium, tempat Presiden, Kim Do Jin dan Tae Kyung berdiri.

Komentar :


Jadi siapa yang akan mati?

Yang pasti Presiden dan Tae Kyung tak akan mati hingga 72 jam ke depan, karena kita sudah melihat mereka di jembatan bersama Kim Do Jin.

Apakah Bo Won? Ataukah Cha Young? Btw, Cha Young terlihat pucat sekali. Sepertinya ia masih belum pulih sepenuhnya. Duh.. jangan-jangan..

Kim Do Jin ini kayaknya bener-bener udah gila, deh. Kok dengan entengnya ia membunuh Direktur NIS dan anggota parlemen. Apakah kekuatan uang memang sedasyat itu? Bisa membungkam semua orang sehingga ia bebas dari hukum?

Dan kayaknya setiap episode, ada saja yang mati atau tertembak atau tertabrak. CMIIW, mari kita daftar satu per satu.

Episode 1 : Han Ki Joon. Episode 2 : Dua agen PSS dan satu tukang kebun yang disuruh menyamar menjadi Presiden. Episode 3 : supir bule dari Falcon dan dua orang tim Presiden yaitu Kim Ki Bum dan Kim Woo Hyung diketahui meninggal saat Han Ki Joon tewas.

Episode 4 : agen PSS yang membawa mobil Presiden dan menemaninya naik bis tak diceritakan lagi setelah bis terguling. Mungkin dia mati. Episode 5 : Chief Ham. Episode 6 : Agen Hwang Yoon Jae dan Jenderal Kwon.

Episode 7 : Tak ada yang mati. Syukurlah.. Episode 8 : Tak ada yang mati lagi. Episode 9 : Lee Chul Kyu. Episode 10 : Tak ada yang mati. Tapi Cha Young tertabrak hingga koma. Episode 11 : Chief Shin. Episode 12 : Chief Byun dan Min Hyung Ki.

Berapa orang lagi yang akan mati? Apa mungkinTae Kyung akan mengorbankan dirinya agar Presiden, Cha Young dan Bo Won bisa selamat?

Note : Seperti seluruh acara drama dan variety show di hari Rabu Kamis, penayangan Three Days Episode 13 - 14 juga ditunda minggu ini karena ada tragedi kecelakaan kapal feri di Korea Selatan. Semoga pencaria yang masih dilakukan membawa hasil dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.


9 comments :

  1. Saya berharap diantara mereka berempat tidak ada yg mati terutama taekyung dan bowon. Love story mereka aja masih gaje. Pak produser dan sutradara tolong selamatkan mereka....

    ReplyDelete
  2. akhirx d posting juga....smga g da yg mati ckup kim dojin yg mati....gomawo mbak dee....turut berduka juga buat korban kpl fery....

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Aduhhhhhh kok tegang gitu ya,maksih buat penulis dan sellu sehat

    ReplyDelete
  5. aduuuucchhh. . . .banyak bnget yg matiny. . . .
    tolong dong yg bikin sutradarany jangan ad yg mati kecuali tae kyung,bo won ,cha young and presiden. . . . adduuucchhh. . . .
    bener"tegang dech. . .
    tp ad yg lucu knp kok tmanny tae kyung pake nama si kkeren sich kkk. . . ._???

    ReplyDelete
  6. Jgn sampe antar tae kyung,bowon,cha young dan presiden ada yg mati.apalagi tae kyung dan bowon,msh pingin liat mrka barengan..
    Kim do jin aja yg mati,fix.kkkkk~

    ReplyDelete
  7. Kereeen... kagum sama penulisnya, walau setelah liat akumulasi yg mati.. duh tega juga yah?
    Gaya romantic scene nya penulis juga keren, ga memaksakan, ga disangka, simple and awkward tapi tetep sweet. Ga bosen walau diulang terus :)
    Ah ya mba kayaknya sub yg aku baca agak berbeda sama yg di sinop ini.. yg bagian si keren. Dia bkn temen serumah taekyung krna dia agak bete taekyung manggil dia pagi2 sekali kerumahnya.. trs taekyung keluar dr toilet dan nanya kalau hari ini si keren ga bertugas kan? Ah tapi mungkin intinya sama yaa.. ^^

    Makasih banyak mba dee! Aku suka bulak balik sini cek sinopnya adh keluar apa blm.. semangat mbaa eps2 terakhir ><

    ReplyDelete
  8. setelah aku rewatch, ternyata nama bodyguard keren itu SOng Gyu, namanya disebut pas scene kereta api XD pdhl aku penasaran banget XD

    ReplyDelete
  9. Waahhh keren bagat nich, gumawoo sinopnya mba, di tunggu ya sinop lanjutannya, penasaran bgt kira2 siapa lg nih yg ketembak...

    ReplyDelete