April 25, 2014

Spoiler Three Days Episode 14

Spoiler Three Days Episode 14


Walau jauh, Tae Kyung tetap berlari dan menubruk Presiden, melindungi tubuh Presiden dengan tubuhnya. Terdengar suara tembakan bersamaan dengan keduanya yang terjatuh. Kim Do Jin tersenyum melihat Tae Kyung berdiri sementara Presiden masih terkapar.




Tapi senyumnya lenyap saat melihat Presiden juga ikut bangun. Ia menoleh ke sniper-nya dan melihat kalau sniper-nya yang tertembak oleh tim SAT. Kim Do Jin segera melarikan diri, tapi ia tertangkap oleh Direktur Kim.


Presiden segera dilarikan ke Blue House. Tae Kyung yang masih belum puas, bertanya pada Direktur Kim. Mengapa Direktur Kim tak mengacuhkan laporannya. Direktur Kim berkata kalau ini adalah permintaan Presiden. Presiden berniat menghentikan Kim Do Jin melukai orang-orang terdekatnya dan dengan mengorbankan dirinya. Bahkan Presiden sudah memberikan mandate pada Perdana Menteri untuk menjabat sementara hingga Presiden baru terpilih.


Saat itu Direktur Kim bertekad untuk melindungi Presiden dengan sekuat tenaga. Oleh karena itu, ia diam-diam menyuruh tim SAT untuk mem-back up tim PSS, diam-diam masuk ke City Max Theater. Tim SAT berhasil mengidentifikasi sniper dan Kim Do Jin yang memperhatikan dari gedung samping, menjadi bukti kuat untuk menahan Kim Do Jin.


Tapi Kim Do Jin tak mau diinterogasi. Ia meminta mereka memanggil pengacaranya lebih dulu.


Berdasarkan informasi dari Cha Young, Jaksa Choi melacak daftar telepon yang dilakukan Kim Do Jin dan muncul nomor telepon dari Blue House. Tim kejaksaan datang untuk mengidentifikasikan nomor telepon itu yang ternyata dari meja Sekretaris Departemen PSS. Sekretaris itu langsung ditangkap.


Direktur Kim menduga masih ada orang di dalam Blue House dan ia akan segera mengadakan penyelidikan. Tapi Presiden mengatakan tak perlu. Ia tak perlu dilindungi lagi karena besok pada jam 9 pagi, ia akan mengadakan konferensi pers tentang pengunduruan dirinya. Direktur Kim meminta Presiden tak melakukan hal itu karena sekarang Kim Do Jin sudah tertangkap.

“Tapi hal itu tak membuat aku menjadi tak bersalah,” sela Presiden. Ia hanya minta satu hal. Ada sebuah tempat yang ingin ia datangi, tapi ia tak pernah sanggup melakukannya. Tempat itu selalu ada dalam mimpi-mimpinya. “Di tempat itu tak akan ada yang menyambutku, tapi aku ingin pergi walau hanya sekali saja. Aku ingin meminta maaf.”


Tae Kyung menatap wajah Presiden yang letih dan perlahan bertanya, “Apakah itu.. Yang Jinri, Tuan?”


Presiden menatap kedua pengawalnya, “Apakah kalian bersedia menemaniku ke sana?” Direktur Kim menjawab bersedia. Senyum kecil muncul di wajah Presiden, “Ini akan menjadi perjalanan terakhirku dengan PSS.”


Tae Kyung mengunjungi Cha Young yang sedang tertidur di rumah sakit. Ada Bo Won yang menemani Cha Young di sana. Tae Kyung terus menatap Cha Young, teringat semua ucapan Cha Young kepadanya.


Bo Won berniat untuk pulang ke Seojori karena semuanya sudah berakhir. Jabatannya juga segera dipulihkan karena Jaksa Choi berjanji akan memberi kesaksian yang membebaskannya dari semua tuduhan. Tae Kyung mengajaknya makan malam lebih dulu.


Tae Kyung memesan banyak makanan, hingga mereka berada di restoran sampai larut malam. Saat Bo Won benar-benar akan pulang, Tae Kyung bertanya bagaimana Bo Won akan kembali ke Seojori? Mobilnya meledak, bis terakhir juga sudah berangkat, biaya taksi juga mahal. “Bagaimana jika kau menginap di rumahku saja? Aku sedang dinas malam ini, jadi tak akan pulang.”

Hahay… sly and cunning Tae Kyung :p


Tae Kyung berkata kalau ia memiliki kesempatan,  ia ingin bertemu dengan Bo Won lagi. Bo Won tersenyum malu-malu dan berkata, “Segera.”


Pengacara Kim Do Jin datang dengan membawakan handphone milik Do Jin. Kim Do Jin segera menelepon orang Falcon dan berkata kalau sekarang adalah saatnya mereka melakukan rencana terakhir.


CP Mong memberikan briefing pada seluruh anggota tim tentang kunjungan Presiden ke Yangjinri. Karena ada kemungkinan rakyat setempat akan marah melihat kedatangan Presiden, maka kunjungan Presiden kali ini adalah kunjungan rahasia. Polisi setempat pun tak akan diberitahu dan mereka hanya menggunakan 1 bis wisata dan 3 mobil biasa.


Direktur Kim memberitahu kalau Presiden akan mengundurkan diri besok pagi saat konferensi pers dan ini adalah aktivitas terakhir PSS bersama Presiden, “Saya minta kalian melakukan yang terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.”


Sebelum berangkat, Tae Kyung mendapat telepon dari Jaksa Choi kalau Kim Do Jin ternyata pernah menerima telepon lagi sesaat sebelum penembakan di City Max Theater terjadi, dan bukan dari telepon di meja Sekretaris. Jaksa Choi menyebutkan nomor itu, dan Tae Kyung melihat kalau meja itu adalah meja umum milik agen PSS.


Siapa di antara rekan kerjanya yang menjadi pengkhianat?


Ia melaporkan hal ini pada Direktur Kim dan meminta Direktur Kim untuk membatalkan perjalanan ke Yangjinri. Direktur Kim menolak. Ia tak tega membatalkan perjalanan ini karena setelah Presiden mengundurkan diri, Presiden pasti akan ditahan untuk mempertanggungjawabkan kasus Yangjinri.

Maka Tae Kyung minta ijin untuk tinggal di Blue House untuk menyelidiki hal ini. Direktur Kim memperbolehkan. Ia akan melindungi Presiden semaksimal mungkin, dan Tae Kyung tak perlu khawatir.


Tae Kyung minta ijin pada Presiden untuk absen bertugas, namun berjanji akan segera bergabung di Yangjinri. Presiden menjabat tangannya dan berterima kasih.


Tae Kyung memeriksa CCTV di halaman luar kantor mereka. Telepon itu dilakukan pada pukul 20.05. Terlihat kalau Sekretaris PSS pulang sebelumnya, pukul 19.25. Berarti benar dugaan Tae Kyung, bukan sekretaris itu.


Ia pun memeriksa satu per satu ruangan yang ada di dekat ruang agen PSS. Seluruh tim legal pada jam itu sedang keluar makan malam. Dan ruang lainnya tak ada yang pulang malam. Ia pun memeriksa ruang meeting, ruangan yang berada di samping ruang PSS. Saat diperiksa, pada jam itu terjadi rapat eksekutif.


Ia menelepon Direktur Kim untuk bertanya siapa yang menghadiri rapat tersebut. CP Mong yang kebetulan mendengar, berkata kalau ia adalah salah satu dari 3 orang yang hadir dan Chief Lee tiba-tiba keluar ruangan di tengah rapat saat mendengar kalau manajer SAT tak bisa ikut rapat karena harus mengawal Presiden untuk keperluan pribadi (tugas rahasia dari Direktur Kim).


Tae Kyung terkejut mendengar hal ini. Ia buru-buru memeriksa keberadaan Chief Lee yang ternyata sudah menghilang dari Blue House setengah jam yang lalu. Kejaksaan dibantu polisi pun mengejar Chief Lee, sementara Tae Kyung pergi menuju Yangjinri.


Jaksa Choi menemui Kim Do Jin dan bertanya apakah Kim Do Jin sudah siap untuk mengaku? Tapi Kim Do Jin malah bertanya apakah Jaksa Choi sudah siap untuk mati?


Tak disangka asisten Jaksa Choi juga datang belakangan, membawa surat pemindahan tahanan. O ohh.. Di dalam ternyata ada pria Falcon Jaesin yang menyamar jadi polisi dan membawa Kim Do Jin keluar.. Penjaga penjara dengan mudah percaya dan membiarkan asisten itu membawa Kim Do Jin pergi. Kim Do Jin kabur dan segera menuju ke Yangjinri dengan menggunakan helikopter.


Belakangan, penjaga penjara itu mengetahui kalau Jaksa Choi sudah terkulai di meja, dengan tubuh bersimbah darah.


Jejak Chief Lee dengan mudah terlacak dan ia segera ditahan untuk diinterogasi. Chief Lee mengaku tak tahu apa yang terjadi. Ia berkata kalau ia memang mengikuti rapat eksekutif, tapi bukan dia yang pergi di tengah-tengah rapat, melainkan orang lain.


Presiden tiba di monumen Yangjinri, setelah lokasi tersebut bersih dari wisatawan. Kejadian 16 tahun yang lalu terus terbayang di ingatannya. Langkah kakinya terasa berat, seberat rasa bersalah yang ada di dalam hatinya. Ia meminta diberikan waktu untuk sendiri di depan monument itu. Para agen PSS  pun menjauh. Saat itulah ia menangis.


Rapat eksekutif hanya dihadiri oleh para pimpinan dan pemimpin regu PSS yang bertugas sekarang juga menghadiri rapat kemarin malam. Direktur Kim mendekati pimpinan regu PSS itu dan bertanya apakah Chief Lee memang keluar saat rapat kemarin malam? Pimpinan regu itu menjawab yang keluar rapat adalah CP Mong.


Direktur Kim kaget mendengar CP Mong adalah pengkhianatnya dan menyuruh pimpinan regu itu segera menangkap CP Mong yang ada di dalam bis. Ia juga meminta Presiden untuk segera kembali ke Blue House.


Tapi CP Mong sudah tak ada di bis. CP Mong pergi ke salah satu bagasi mobil dan memasang waktu 5 detik pada sebuah alat. Bom kah?


Lima detik kemudian, alat komunikasi mereka menjerit nyaring dan mati. Direktur Kim segera sadar, “EMP!” Presiden terbelalak kaget mendengar ucapan pengawalnya, “Ada ledakan EMP. Anda harus segera keluar dari sini.”


Mendadak terdengar rentetat tembakan. Para pengawal segera berlari menutupi badan Presiden dari segala sisi.


Ini adalah tugas akhir mereka bersama Presiden.

Komentar :

Dimulai dengan EMP, dan diakhiri oleh EMP.

Episode ini adalah milik Presiden Lee Dong Hwi. Walau senang karena muncul sedikit romance di antara Tae Kyung dan Bo Won, tapi saya lebih tersentuh oleh perasaan Presiden Lee Dong Hwi.


Saya terharu saat ia menatap penuh penghargaan pada para agen PSS yang telah melindunginya di City Max Theater. Mata saya berkaca-kaca saat ia mengepalkan tangannyam gemetar saat mobilnya melintasi perbatasan Yangjinri. Perbatasan itu adalah perbatasan yang juga dilewati oleh pasukan agen Ham yang kemudian terbunuh. Nama-nama anggota pasukan agen Ham tercantum di marmer monument Yangjinri.


Saya akhirnya ikut menangis saat Presiden tersedu-sedu di depan monument Yangjinri, di depan 24 nama korban yang meninggal dalam insiden tersebut. Insiden tersebut terjadi disebabkan olehusulnya yang sembrono. Falcon, tempatnya bekerja, memiliki supply senjata. Bagaimana mereka bisa membuat sebuah pasar? Menciptakan sebuah demand. Korea Selatan adalah pasar yang sangat bagus. Demand itu pun diciptakan dengan hasil yang win-win bagi semuanya.

Walau kemudian usulnya itu akhirnya diputarbalikkan oleh orang lain. Tapi jika ia tidak mengusulkan, mungkin saja hal ini tak akan terjadi. Dan iika ia tak mengusulkan, mungkin saja monster kecil yang akhirnya tumbuh membahayakan yang dipanggil dengan Kim Do Jin itu tak akan muncul.

Sepertinya ketegaran hati Presiden sudah mulai luruh dengan banyaknya orang yang meninggal karenanya. Hanya orang-orang di sekitarnya saja yang bisa mendukungnya. Dengan dua episode tersisa, saya cukup yakin kalau Direktur Kim adalah orang baik. Direktur Kim, semoga Anda bukan orang jahat dan juga tak akan mati.


Entah kenapa, jabat tangan antara Presiden dengan Tae Kyung seakan menjadi isyarat kalau salah satu dari mereka akan mati. Dan saya lebih cenderung pada Tae Kyung yang mati.

Tapi itu hanya tebakan saya, loh... Padahal tebakan saya hampir selalu salah dalam drama ini. Yang tebakannya selalu tepat itu adalah tebakannya Irfa. Irfaaa…. Siapa lagi yang akan mati?

13 comments :

  1. akhhh 3 days buat galau.
    saya juga ikut sedih. itu jaksa choi mati?

    ReplyDelete
  2. yyaaaa ampuuuuun......
    dua hal yg membuat sy terbelalak d spoiler episode ini ,
    jaksa choi mati,
    dan tebakannya mba dee.....
    tae kyung masa mati ....?

    eh,
    sy kira 20 eps,
    trnyta 16 ya ?
    sisa dua episode lg dunk .....??

    ReplyDelete
  3. Walaupun pengen happy ending tp sad ending lebih pas kali ya.. selain karena scene jabat tangan tadi, taekyung jg pernah liat foto dia sama team pss yg dibelakangnya ada tulisan ttg motivasi jd pss dan supaya dia ga ragu.. duh tambah ga enak perasaan jadinya.. kalo iya taekyung mati.. yoochun seneng dong krna dr jaman i miss you ya pgn sad ending? Hehe ga sabar nunggu eps 15 16 :'(
    Makasih ya mba dee spoilernya ^^

    ReplyDelete
  4. Merinding saat presiden mengucap rasa trmaksh saat d Max Theater,jd trharu,,,dan tak trasa mewek saat trakhir baca...kaget juga jaksa choy mati,KDJ g pntas d pnjara tp d tembak kplax(mian esmosi)....gomawo mbak dee...keep healthy...

    ReplyDelete
  5. seriusan jaksa choi mati? yah makin berkurang donk orang baik yang disekitar VIP

    ReplyDelete
  6. Jgn mati dunk tk..:'( ga sabar nunggu lanjutannya.. mksih mba bwt spoilernya

    ReplyDelete
  7. Yah yah yah? Jaksa choi meninggal? Terus siapa dong yang bakal gantiin dia buat ngurusin kasusnya kim do jin? :"( thank you buat spoilernya mba dee, fighting

    ReplyDelete
  8. ahhh smoga jksa choi g mati.....

    Dan di eps'' slnjutnya g ad yg mati lg....

    ReplyDelete
  9. ahhh smoga jksa choi g mati.....

    Dan di eps'' slnjutnya g ad yg mati lg....

    ReplyDelete
  10. waduh kali ini sy berharap ramalan ending mbak dee salah utk drama ini,,,masa tae kyung harus mati sih ga' rela bgt, baru aja senyum2 dikit krn sweet moment HTK-YBW masa tae kyung harus mati...masih kecewa sm ending God's gift 14 days jd berharap ending 3days lebih menyenangkan dari drma itu :(

    ReplyDelete
  11. Gomawo :) tae kyung pemeran utama gk mngkin matii dong. sngat di tunggu sinopsis selanjutnya, semangat mba{}

    ReplyDelete
  12. kalo menurut saya yang mati justru presiden. Jangan lupakan dong genre romancenya di drama ini. Harus ada romance yang bahagia di antara Tae Kyung dan Bo Woon. *harapannya sih gitu.

    ReplyDelete
  13. wuah!!!! gubrak!!! plese deh.. jng pake mati2 segala i hate sad ending.. hiks2.. klw feeling ku sih tae kyung n bo won pasti selamat.. amiinn...
    mbak fighting yah!!!! nulis nya.. komawo..

    ReplyDelete