April 25, 2014

Spoiler Three Days Episode 13

Three Days Episode 13


Tae Kyung melihat sniper itu dan memperingatkan teman-temannya. Presiden langsung dilindungi dan meninggalkan stadium, meninggalkan Tae Kyung yang mengarahkan pistol ke kepala Kim Do Jin. Agen PSS lain mencari sniper itu, ternyata sudah menghilang. Tae Kyung tak memiliki alasan untuk menembak Kim Do Jin karena tak ada bukti kalau Do Jin akan membunuh Presiden.



Kim Do Jin dengan polos bertanya tentang kabar Agen Lee dan Bo Won. Tae Kyung pun sadar kalau Kim Do Jin mengincar mereka berdua.


Dan benar saja. Bo Won dan Cha Young berhasil dibuat tak sadarkan diri. Asisten itu membenturkan kepala Bo Won dan Cha Young dicekik hingga pingsan.


Tae Kyung segera menuju rumah sakit. Tapi yang menyelamatkan  lebih dulu adalah Presiden yang memutuskan untuk ke rumah sakit berserta seluruh agen PSS yang mengawalnya. Presiden memiliki firasat kalau Cha Young dalam bahaya.


Ternyata yang dibawa oleh para polisi penculik itu hanyalah Bo Won. Kalau begitu dimana Cha Young? Dari CCTV, diketahui kalau Cha Young yang tak sadarkan diri dibawa lari oleh asisten Jaksa Choi.


Presiden ingin membuat perhitungan dengan Kim Do Jin dengan menemuinya. Tapi Tae Kyung dan Direktur Kim mencegahnya, karena hal itu akan membahayakan nyawa Presiden. Presiden pun bertanya pada Jaksa Choi tentang kelanjutan penahanan Kim Do Jin. Ternyata Kim Do Jin tak dapat ditahan karena tak cukup bukti.


Ia pun menelepon orang Falcon dan memintanya untuk menghentikan semuanya. Orang Falcon itu bersedia asal Korea Selatan mau mengimpor lagi senjata-senjata Falcon. Yang Falcon butuhkan adalah uang. Presiden tentu saja tak mau.


Di meja kepresidenan, ia mengingat semua orang yang mati demi dirinya. Dari teman-temannya seperti Han Ki Joon, agen PSS: agen Ham dan agen Hwang, sekretaris Shin yang tewas dengan dokumen rahasia 98 di tangan, bahkan agen Lee Cha Young yang sempat koma dan sekarang diculik entah dimana. Ia tak bisa diam saja. Ia akan berbuat sesuatu.


Tae Kyung membawa Bo Won kembali ke rumahnya dan memintanya untuk tidak keluar sama sekali. Ini demi keselamatan Bo Won.


Setelah yakin Bo Won aman, Tae Kyung menemui Kim Do Jin, minta agar Cha Young diserahkan. Kim Do Jin bersedia asal Tae Kyung, sebagai agen PSS yang paling dipercaya Presiden, membawa Presiden keluar istana untuk dibunuh oleh orang-orangnya. Cari alasan, misalnya mengajak Presiden ke bioskop atau pergi ke vila seperti dulu di Choongsongdae. Tapi Tae Kyung tak mau. Ia percaya kalau Cha Young juga bersedia mati demi Presiden.


Di tempat parkir gedung Jaesin, ia melihat mobil salah satu anak buah Kim Do Jin dan mengamati apa saja yang dapat ia lihat. Ada stiker hijau 899 dan voucher dari pompa bensin Gyongsu. Menduga kalau hal itu bisa membawanya ke tempat Cha Young, Tae Kyung pun ke area Gyong-su.


Ia menemukan pompa bensin tersebut, yang di dekatnya ada sebuah apartemen yang mobil-mobilnya ditempeli stiker 899. Sepertinya itu adalah stiker penghuni gedung apartemen tersebut. Tae Kyung pun menyelidiki apartemen itu dan melihat ada sebuah apartemen yang eksklusif dengan ditutup pintu besi, Tae Kyung pun mendobrak pintu itu dan masuk ke dalam apartemen.


Bukan Cha Young yang ditemukan, melainkan hal yang lebih besar lagi. Markas tempat anak buah Jaesin merencanakan semuanya. Sejak dari kematian ayahnya, hingga kejadian terakhir. Ia melaporkan hal ini pada Jaksa Choi yang langsung menuju ke TKP.


Lantas dimanakah Cha Young? Cha Young ternyata ada di kamar sebelah ruang di apartemen Kim Do Jin. Kim Do Jin sepertinya hendak membunuh Cha Young, yang tak ada gunanya lagi terus ditahan, dengan pisau. Mendadak ada telepon dan Kim Do Jin pun keluar. 

Cha Young mencoba meraih pisau yang ditinggalkan Kim Do Jin. 


Kim Do Jin mendapat telepon lagi, kali ini dari Presiden. Presiden memintanya untuk bertemu. Ia bersedia mundur dari jabatan Presiden. Kim Do Jin pun menyarankan agar mereka bertemu di City Max Theater. Ia pun pergi menuju tempat itu.


Di markas anak buah Kim Do Jin, Tae Kyung menemukan denah City Max Theater dan menyadari kalau ada sesuatu yang akan terjadi di sana. Ia segera menelepon Direktur Kim, tapi handphone tak diangkat, maka ia meninggalkan pesan dan melaporkan temuannya.


Ia buru-buru kembali ke Blue House. Ternyata Presiden telah pergi untuk kepentingan pribadi dengan para agen PSS. Hanya Bo Won yang menunggunya di ruangan. Bo Won? Bukankah ia telah meminta Bo Won untuk tak meninggalkan rumahnya?


Ternyata kedatangan Bo Won adalah karena tadi di rumah ia kedatangan seorang tamu. Presiden Lee Dong Hwi.


Presiden berkata kalau Tae Kyung hanya tahu bagaimana melindungi orang di sekitarnya, tanpa memikirkan dirinya sendiri. Presiden meminta Bo Won untuk menjaga Tae Kyung.

Aneh? Jelas. Merasakan firasat yang tidak baik? Tentu saja.


Dan semuanya jelas saat Bo Won memberikan titipan Presiden untuk disampaikan pada Tae Kyung. Sebuah flash disc yang isinya adalah Presiden mengakui kalau ia bersalah dan akan mundur dari jabatannya. Tae Kyung langsung menyimpulkan kalau ini adalah pesan terakhir karena Presiden berniat untuk mengorbankan diri.


Tae Kyung mengingat kalau dalam catatan di denah City Max Theater yang tertulis Plan A 20.00, ia menduga Presiden pergi ke sana. Ia segera melarikan mobilnya menuju City Max Theater.


Cha Young berhasil melepaskan diri dari lakban yang mengikatnya. Sekuat tenaga, ia merangkak keluar ruangan. 


Dengan dikawal para agen PSS, Presiden memasuki salah satu teater. Waktu menunjukkan beberapa menit sebelum pukul 20.00 saat Presiden berdiri untuk ke toilet. Agar tidak mencolok, Direktur Kim mengawal Presiden ke toilet.

Bo Won kembali ke rumah Tae Kyung dan mendapat telepon dari Cha Young. Ia segera menghubungi Jaksa Choi dan meminta bantuannya. Mereka pergi ke apartemen Kim Do Jin. Hanya ada satu petugas di  penthouse yang dengan mudah dilumpuhkan oleh polisi yang dibawa Jaksa Choi.


Mereka menemukan Cha Young yang lemah tapi masih cukup sadar dan memberitahukan apa yang tadi ia dengar. Kim Do Jin berbicara dengan salah seorang di Blue House. Bo Won dan Jaksa Choi terkejut karena hal itu membuktikan kalau masih ada mata-mata di sekitar Presiden.

Siapa orangnya?


Di toilet, Presiden menunggu jam 8 malam. Menurut Kim Do Jin, saat itulah alarm kebakaran berbunyi.
Benar. Jam 8 tepat terdengar bunyi alarm, membuat panik para pengunjung dan juga para agen PSS yang ada di dalam teater. Mereka segera berlari mencari di toilet. Tapi ternyata Presiden sudah tak ada. Para agen semakin panik karena kehilangan Presiden.


Mereka berpencar mencari Presiden. Dua dari mereka bertemu dengan Tae Kyung yang memberitahukan rencana yang dilihatnya di markas Jaesin. Presiden disuruh berjalan melewat Exit N-3. Mereka pun segera berpencar menuju Exit N-3.


Tae Kyung yang menemukan Presiden lebih dulu. Presiden berdiri di ruang terbuka cukup jauh dari Tae Kyung, dengan sniper yang mengarahkan senapannya ke kepala Presiden.


Sementara Kim Do Jin menyaksikan semua ini dan tersenyum.

Komentar :

Sepertinya mata-mata yang ada di agen PSS itu adalah Direktur Kim. Direktur Kim mendengarkan voice message dari Tae Kyung, tapi mengabaikannya. Direktur Kim yang menemani Presiden di toilet, dan kemudian ia berkata pada anak buahnya kalau ia kehilangan Presiden. Sepertinya dia adalah mata-matanya.

Tapi kenapa tak diungkap di episode ini, ya? Biasanya begitu terlihat mencurigakan, mata-mata itu biasanya langsung mati atau ketahuan. Tapi yang ini tidak. Mungkinkah bukan Direktur Kim?


5 comments :

  1. Omo...tmbh seru mbak Dee...g sabar sinop lgkapx...smangat ya mbak,gomawo...
    Yakin dech klo TK bs slametin presiden...

    ReplyDelete
  2. Wooowwww.... seru..!!!! Makin deg2an tp slalu semangat nungguin crita slnjutnya.mksih byk y mba bwt sinopnya.ditunggu loh lanjutannya

    ReplyDelete
  3. Ad yg tau ga cari sinopsis drakor yg judulnya history of salaryman?
    Mbk dee... Makasi y sinopsisnya makin seru aj. Udah ga sbr pgn tau episode trkhrnya.. kira2 tae kyung sm sapa y...? Aq suka kl sm Bo Won..

    ReplyDelete
  4. Uwaaahh mba dee makasih spoilernyaaa hihi jjang! Ditunggu sinopnya mba fany mba irfa mba dee semangat!

    ReplyDelete
  5. Thank mbak....ditunggu sinopsis nya lagi....

    ReplyDelete