March 15, 2014

Three Days Episode 3 - 2

Three Days Episode 3 – 2


Tae Kyung minta maaf pada Bo Won yang sudah pingsan. Ia kemudian mengambil kertas yang ia print serta jaket dan topi milik salah satu polisi. Dengan seragam yang sama dengan mereka yang mencarinya, ia dengan mudah meloloskan diri.


Atasan Bo Won mencemoohnya yang dapat dilumpuhkan dengan hanya sekali pukul. Sambil memegang lehernya yang tadi ditotok oleh Tae Kyung, Bo Won berkilah kalau saat itu ia sedang tak waspada.



Cha Young mendatangi kantor polisi tempat Tae Kyung dilaporkan muncul. Ia ingin bertemu  dan bicara empat mata dengan Bo Won, polisi yang menangkapnya.


Dari laporan Tae Kyung yang mengemudi sambil mabuk, Cha Young tahu kalau Bo Won sedang berbohong. Bo Won menatap mata Cha Young dan menjawab, “Aku tak sedang berbohong.”

Tapi Cha Young yakin kalau Bo Won berbohong karena Tae Kyung tak pernah minum saat menyetir. Bo Won pura-pura tak mengerti tentang hal itu karena sepengetahuannya, Tae Kyung bisa minum. Cha Young tahu kalau pembicaraan mereka tak akan ada akhirnya dan meminta Bo Won untuk menghentikan semua omong kosong itu. “Agen Han. Mengapa ia datang kemari?”


Bo Won malah balik bertanya tentang Tae Kyung yang sekarang menjadi buronan, membuat Cha Young mendesah kalau Bo Won ini keterlaluan. Bo Won akhirnya berkata kalau Cha Young seharusnya tahu, kalau ingin mengetahui tentang suatu hal, Cha Young harus memberitahu suatu hal juga padanya sebagai imbalan. Ia mencondongkan tubuhnya dan bertanya, “Tembakan di villa Cheongsoo. Apa itu benar?”


Cha Young memasang wajah datar. Ia tak perlu menjawab pertanyaan itu karena salah satu anak buahnya melapor kalau semua hal yang diminta Cha Young sudah didapat. Ia pun berdiri dan memberikan kartu namanya pada Bo Won, memintanya untuk menghubungi  jika ada yang ingin diutarakan.


Langkah Cha Young berhenti karena Bo Won ikut berdiri dan berkata, “Katanya ia dijebak oleh seseorang yang membantu penembakan Presiden.” Cha Young pura-pura tak mengerti tentang apa yang sedang diucapkan Bo Won.


Bo Won tersenyum dan menyindir, “Kurasa mereka tak mengajarkan bagaimana caranya berbohong yang benar.” Bo Won mempersilakan Cha Young pergi karena ia akan pergi juga, dan tanpa menunggu jawaban, ia pergi meninggalkan Cha Young. Tapi dari pertemuan ini, ia tahu kalau Tae Kyung mengatakan yang sebenarnya.


Atasan Bo Won masuk ke dalam mobil dinasnya, sepertinya ia akan pulang.  Betapa kagetnya ia melihat Bo Won yang tiba-tiba muncul dari kursi belakang dan mengancamnya, “Anda pasti membutuhkan biaya besar untuk kelahiran anak Anda, kan? Bagaimana jika saya melaporkan Anda yang telah merubah laporan?”


Atasan Bo Won tak habis pikir mengapa Bo Won terus memaksanya. Tapi ia pun akhirnya menceritakan kalau ia diperintahkan untuk menutup kasus Han Ki Joon sebagai kasus kecelakaan, yang ia tak tahu dari mana perintah itu berasal.


Bo Won bertanya tentang amplop putih milik korban yang hilang. Atasannya berkata kalau ada beberapa orang yang datang dari Kepolisian Pusat, walau ia tak yakin kalau orang-orang itu adalah dari Kepolisian Pusat.  Tapi orang-orang itu tak hanya mengambil barang milik Han Ki Joon saja.


“Pada malam Han meninggal, ada sebuah kasus kebakaran rumah di daerahku bertugas. Mereka juga mengambil barang-barang dari kasus itu juga,” suara atasan Bo Won hampir berbisik, penuh nada kekhawatiran. Bo Won kaget mendengarnya.


Tae Kyung yang sekarang memakai baju polisi, mencari baju bekas di tempat pembuangan. Ia menemukan jaket dan sepatu yang bisa dipakai. Maka ia memakai barang- barang bekas itu dan membakar jaket polisi yang tadi dipakainya.


Pencarian Presiden masih belum mendapatkan hasil. Di villa, Chief Ham masih belum mengerti, mungkin saja Jenderal Yang tahu tentang kode-kode Paspampres, tapi bagaimana Presiden bisa mengenali kode-kode itu?


Tae Kyung melihat bukti-bukti yang ditemukan di mobil ayahnya. Ada satu yang menarik perhatiannya. Kertas yang ada tulisan tangannya, berisi kode-kode keamanan. Bagaimana mungkin ayahnya memiliki kertas itu?


Ingatannya kembali pada sebuah malam, 3 bulan yang lalu, saat ia mengawal Presiden di kereta kepresidenan. Seseorang bertanya padanya via walkie talkie, “9008 1 7 9 2?”

Tae Kyung tak langsung menjawab, tapi mencari dulu arti 9008 di secarik kertas yang ia bawa. Arti kode itu adalah Apakah semua aman di depan? Ia pun menjawab, “9008 1 7 010” yang artinya Semua tak ada masalah.


Ahh.. jadi kertas itu adalah kertas contekan.


Malam semakin larut, tapi Presiden masih terus membaca buku. Tae Kyung tetidur sambil berdiri. Saat bangun, ia kaget karena Presiden menghilang. Tae Kyung panik karena kehilangan presiden.


Tapi rupanya Presiden ada di balik lemari dan muncul mengagetkannya. Ia tak marah melihat Tae Kyung tertidur karena menurutnya wajar karena Tae Kyung sudah berjaga selama 5 jam dalam cuaca dingin.


Ia sekarang membaca sebuah kertas dan membaca, “1250 – tempat acara, 28 – pejalan kaki, 75 - kendaraan, 2005 – dijadwalkan,” Tae Kyung terbelalak melihat kertas itu dan merogoh di seluruh sakunya. Kertas contekannya hilang. Tapi Presiden terus memperhatikan kertas itu dan berkata, “Wahh.. ada lebih dari 90 kode.”


Presiden mengatakan kalau tadi Tae Kyung menjatuhkan kertas ini saat tertidur, dan ia merasa asyik saja membacanya, “Ini adalah bahasa walkie talkie yang dibunakan oleh paspampres, kan?” Ia menatap Tae Kyung penuh makna, “Tapi.. bukankah kau seharusnya mengingat semua ini?”


Tae Kyung terbata-bata tak bisa menjawab, apalagi saat Presiden bertanya lagi, “Jadi ini semacam kertas contekan, ya?” Terdengar suara gemerisik di belakang, membuat Tae Kyung semakin panik dan Presiden tahu alasannya dan berkata lagi, “Jika atasanmu tahu kau menggunakan ini, kau ada dalam masalah besar.”


Sambil memasukkan ke dalam saku bajunya, Presiden berkata kalau ia akan menyimpankan kertas itu dan akan menyimpan rahasia ini sebagai rahasia mereka berdua. Tae Kyung speechless, tak tahu harus berkata apa apalagi saat melihat senyum geli di wajah Presiden.


Namun kertas contekan yang disimpan Presiden itu, terakhir kali ada di mobil ayahnya. Kode rahasia yang digunakan paspampres selalu berubah. “Dan itu berarti jika Jenderal Yang menggunakan kode ini untuk menyampaikan pesan pada Presiden, maka pesan yang disampaikan pada Presiden pun juga berubah,” Tae Kyung menarik kesimpulan.


Di villa, terdengar bunyi telepon dari saluran khusus Blue House yang hanya digunakan untuk kepentingan darurat. Sampai sekarang Blue House belum mengetahui tentang hilangnya Presiden. Jadi mengapa Blue House menelepon mereka? Chief Ham berpandang-pandangan dengan para chief lain.


Chief Ham memberi isyarat pada CP Moon untuk mengangkat telepon. CP Moon menerima telepon dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh Blue House dan langsung melaporkan, “Saya sudah menemukan dimana Presiden berada.”


Berdasarkan kertas contekan itu, 1250 adalah tempat acara yang dimaksud, yang berarti bukan tempat kejadian saat ini (villa Choongsoo) tapi tempat kejadian saat ia mengawal presiden di kereta, yaitu stasiun Cheongju.


Dan kita melihat rencana apa yang disiapkan oleh kelompok rahasia Presiden. Jenderal Yang menjelaskan rencana mereka di Stasiun Cheongju. “Anda akan naik kereta terakhir dari Busan yang menuju Seoul. Saya akan memberitahu nomor kursi Anda melalui Penasihat Han (Ki Joon). Apakah Anda masih memiliki daftar kode rahasia itu?”


Presiden mengangguk dan berkata pada anggota kelompoknya yang lain, Komandan Kim Ki Bum – Mantan Komandan Infantri, apakah dokumen itu sudah siap pada saat pertemuan itu? Komandan Kim menjawab kalau mereka tinggal menunggu data dari luar negeri.

Anggota yang lain, Kim Woo Hyung, berkata setelah dokumen itu lengkap, ia akan berikan melalui Penasihat Han. Presiden mengangguk dan berkata kalau ia akan menemui mereka pada 5 Maret.


Chief Shin bertanya apa maksud CP Moon. Mengapa Presiden ada di Stasiun Cheongju? CP Moon menjawab kalau Komandan Pasukan yang tewas pada pukul 6 sore tadi telah memperintahkan tim 3 yang sedang tak bertugas untuk menemani Presiden di stasiun Cheongju. Komandan itu memerintahkan regu 3 untuk bersiaga di jalur 4 di kereta terakhir.


Direktur Kim menyuruh CP Moon untuk mengerahkan satuannya ke stasiun Cheongju sekarang dan berkata kalau setidaknya mereka sekarang bisa merasa lega karena keberadaan Presiden sudah diketahui. “Saya tak tahu mengapa ia pergi ke Cheongju, tapi karena itu, ia dapat terhindar dari pembunuhan.”


Mulut Chief Ham menyunggingkan senyum, walau matanya tidak, “Ya. Benar-benar melegakan.”


Dengan memakai baju orang biasa, Tae Kyung masuk ke dalam Stasiun Cheongju. Begitu pula dengan rombongan paspampres dari Villa Choongsoo yang berpencar menjadi dua kelompok.


Tae Kyung berjalan ke arah jalur kereta yang menuju ke Seoul, sama seperti yang dilakukan Presiden 3 bulan yang lalu. Dan dugaannya benar. Ia melihat tim paspampres sudah berjaga di bawah.


Hatinya mencelos saat ada yang menepuk bahunya, “Han Tae Kyung!” Ia berbalik dan melihat salah satu rekannya bertanya dengan bingung, “Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah kau sedang mengurusi pemakaman?”


Sedikit ragu Tae Kyung bertanya pada rekannya, apakah rekannya tak mengetahui apa yang terjadi di Villa Cheongsoo? Rekannya malah heran, apa Tae Kyung juga sudah bertugas di villa dan apa yang sebenarnya terjadi di sana sampai mereka bisa kehilangan VIP?

Dari ucapan rekannya itu, Tae Kyung menyimpulkan kalau rekannya itu tak tahu tentang masalah dirinya. Ia pun bersikap normal dan bertanya apa yang sedang dilakukan seluruh regu 3 di stasiun ini.”Kupikir kalian sedang tak bertugas.”

Rekannya mengiyakan tapi mereka dipanggil kembali untuk bersiaga menunggu kedatangan VIP di jalur 4 yang katanya akan naik kereta terakhir. Dan katanya Regu dari villa juga mengarah kemari. Dengan polos rekan itu bertanya, “Apakah kau datang dengan Agen Hwang?”

Tae Kyung mendongak dan melihat tim dari vila yang bergegas menuruni escalator. Tim dari villa telah datang. Ia harus segera pergi, maka ia pun menjawab, “Ya. Aku datang bersamanya. Itu dia sudah datang,” Tae Kyung menganggukkan kepala ke arah escalator, membuat rekannya itu menoleh.


Dan saat itu juga Tae Kyung menghilang.


Rekannya tak sempat berpikir panjang melihat Tae Kyung menghilang karena ia melihat Hwang Yoon Jae berlari menemui Komandan Regu 3 dan bertanya dimanakan VIP sekarang. Komandan Regu 3 menjawab kalau VIP belum datang dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi di villa Mansion.


Yoon Jae menjawab kalau ada orang yang ingin membunuh VIP. Tentu saja hal ini mengagetkan seluruh regu. Tapi Yoon Jae berkata kalau tak ada waktu untuk bercerita lebih detail. Pada komandan regu 3, Yoon Jae berbisik, “Diduga kalau Han Tae Kyung adalah salah satu antek dari pembunuhan itu.”


Komandan Regu 3 kaget. Yoon Jae berkata kalau sekarang mereka tak dapat menemukan VIP, dan petunjuk yang mereka dapatkan hanyalah VIP akan ada di stasiun ini. Tapi Komandan Regu 3 berkata kalau instruksi yang mereka dapatkan hanyalah Kereta terakhir di Jalur 4.

Tak yang bisa mereka lakukan, kecuali menunggu kereta yang dimaksud itu.


Tae Kyung mulai menganalisa apa yang sebenarnya terjadi. Ada kendaraan tanpa tanda pengenal keluar dari villa. Salah satu regu secara rahasia diminta untuk bertugas.  Dan sekarang regu dari Villa Cheongsoo juga tiba di stasiun.


Dari fakta-fakta itu, Tae Kyung menyimpulkan, “Presiden masih hidup.”


Bo Won mendatangi lokasi kebakaran yang diceritakan atasannya sebelumnya.


Atasannya telah memberikan identitas kedua korban, yaitu Kim Ki Bum –Komandan Divisi bintang 2- dan Kim Woo Hyung –Mantan Menteri Keuangan. Keduanya bukan orang biasa, mereka adalah mantan pegawai eselon tinggi. Dan keduanya diketahui telah tinggal di rumah itu selama 2 bulan, tak pernah ada kunjungan dari luar. Mereka hanya pergi ke toko untuk membeli kebutuhan pokok pada malam hari.

Bo Won bertanya apa penyebab kebakaran itu? Atasannya menjawab, sama seperti kasus Han Ki Joon, kebakaran rumah itu disebut sebagai kecelakaan.


Bo Won pun masuk ke dalam rumah yang gelap itu. Ia dapat membayangkan dan menduga apa yang sebenarnya terjadi.


Dan kita kembali ke kejadian kemarin malam, saat Han Ki Joon mendatangi kedua rekannya di rumah itu. Kim Woo Hyung meminta Han Ki Joon untuk mencoba menyelundupkan dokumen itu dan harus ekstra hati-hati. Han Ki Joon merasa khawatir dengan pergerakan lawan mereka.


Kita kembali ke Bo Won yang menduga kalau para pegawai eselon tinggi itu tak berkumpul di sini untuk senang-senang. Sesuatu yang rahasia pasti terjadi di sini. Dan ia bisa menduga kalau dokumen rahasia 98 itu diberikan oleh Kim Ki Bum pada Han Ki Joon yang langsung meninggalkan rumah itu.


Ia menduga kalau sesaat setelah mobil Han Ki Joon pergi, salah satu orang dari truk Jaeshin turun untuk melakukan pembakaran rumah yang kemudian disebut dengan kecelakaan. Dan truk Jaeshin itu pergi mengikuti mobil Han Ki Joon yang akhirnya menewaskannya dan juga disebut sebagai kecelakaan.


“Dokumen rahasia 98,” Bo Won menarik kesimpulan. Semua ini karena dokumen itu.


Cha Young melaporkan kalau ia kehilangan jejak Tae Kyung karena berdasarkan CCTV, Tae Kyung menyamar sebagai polisi untuk meloloskan diri. Tapi ia tak dapat mengenyahkan kecurigaannya pada Chief Ham, apalagi jika teringat ucapan polwan Bo Won yang megnatakan kalau Tae Kyung dijebak oleh orang dalam yang membantu pembunuhan Presiden.


Maka ia pun menyelinap masuk ke ruangan Chief Ham untuk mencari informasi yang menguatkan dugaannya.


Sementara di stasiun, seluruh anggota Paspampres mulai mencari sosok Presiden saat kereta itu tiba, baik di luar maupun dalam kereta. Saat kereta akan berangkat, mereka memutuskan untuk naik dan mencari VIP.


Begitu pula Tae Kyung yang naik kereta di saat-saat terakhir kereta akan berangkat. Tapi sangat sulit menemukan Presiden di antara penumpang dalam gerbong kereta yang berderet-deret itu. Ia pun menbaca kembali kertas contekannya, menemukan angka 1252 dan 2005. Tapi tak ada kode 1007.


Tae Kyung melihat di setiap sisi kursi penumpang ada nomor penumpang. Ia pun melihat di daftar kursi dan menemukan angka tersebut. 1007 berarti gerbong 10 kursi no 7, yang berarti pesan Jenderal Yang itu adalah kursi yang akan diduduki Presiden.


Chief Shin dan Direktur Kim sedang membahas kemungkinan Presiden yang mungkin tak ada di kereta. Chief Shin merasa ada yang aneh. Jika Presiden pergi dengan inisiatif sendiri, ia pasti sudah menelepon sekarang. Chief Shin merasa mereka tak boleh menghilangkan kemungkinan Presiden sekarang diserang ataupun diculik.

Dan kemudian mereka menyadari kalau Chief Ham sekarang tak ada bersama mereka. Kemana Chief Ham?


Chief Ham ternyata berjalan kembali ke ruangannya. Cha Young mendengar langkah kaki orang datang, dan ia pun segera bersembunyi di bawah meja.


Chief Ham masuk ke ruangan dan menelepon seseorang.


Tae Kyung menuju ke gerbong 10. Di belakangnya ada seorang penumpang yang kemudian berhenti untk menerima telepon.  Telepon itu dari Chief Ham yang ingin tahu apakah target sudah ketemu.


Penumpan yang ternyata adalah antek Chief Ham melaporkan kalau ia belum menemukan target, tapi ia menemukan orang lain, yaitu agen yang menjadi buronan dan sepertinya agen itu sedang mencari seseorang dan kemungkinan orang yang dicari itu adalah Presiden.


Cha Young mendengar Chief Ham memberi instruksi untuk menemukan Presiden lebih dulu sebelum Han Tae Kyung ataupun agen paspamres, “Dan kali ini, pastikan untuk benar-benar membunuhnya.”


Cha Young tersentak kaget. Ia menutup mulutnya, mencegah suaranya keluar. Ia mendengar langkah Chief Ham menjauh pergi dan terdengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali. Ia pun buru-buru menyibakkan taplak meja untuk keluar.


Cha Young terbelalak ketakutan melihat Chief Ham ternyata masih di dalam ruangan, sekarang berjongkok menunggunya keluar dari tempat persembunyian.


O oh..


Para agen berpencar untuk mencari Presiden. Sementara Tae Kyung terus berjalan ke gerbong 10, tak menyadari kalau ada seseorang yang mengikuti mereka.


Aish.. dengan berpencar para agen itu pasti ada yang bertemu dengan Tae Kyung. Tapi Tae Kung sudah masuk ke gerbong 10 dan berkata dalam hati, “Presiden ada di gerbong ini.”

Ada seseorang yang duduk di kursi 1007. 


Saat itu adalah 5 Maret, pukul 23.40 – 3 jam 40 menit setelah penembakan.

Komentar / Pertanyaan :

1250 + 2005 = 1007


Ternyata arti kode itu berbeda. Mulanya dengan daftar kode yang baru, artinya adalah Tempat pertemuan – Villa Choongsoo (1250) yang (+) direncanakan (2005) adalah (=) pembunuhan (1007).

Tapi dengan kode 3 bulan yang lalu, menjadi Tempat pertemuan – Stasiun Cheongjoo (1250) yang (+) direncanakan (2005) adalah (=) no kursi (1007).

Yang masih menggelitik saya, mengapa Jenderal Yang sebelum ia mati, berkata pada Tae Kyung kalau Presiden akan mati pada 5 Maret? Darimana Jenderal Yang tahu? Apakah dari orang yang membunuhnya?
Sampai sekarang Presiden masih belum ketemu. Dimanakah dia? Benarkah orang yang duduk di kursi 1007 itu adalah Presiden? Lantas siapa yang tergeletak di hutan di akhir episode 2 itu?


Dari kelima anggota kelompok Presiden, hanya Presiden saja yang masih tersisa. Apa yang diharapkan musuh? Kenapa mereka semua dibunuh? 


Apa sebenarnya isi Dokumen Rahasia 98 itu? Masalah tersebut melibatkan orang-orang yang bergerak di bidang ekonomi dan pertahanan.Sekotor apa rahasia itu, sehingga membuat Presiden cemas jika rahasia itu terkuak?

Dan Cha Young… serem saya lihat Chief Ham jongkok dan diam-diam menunggu Cha Young keluar. Seperti macan yang sedang mengintai musuhnya. Moga-moga Cha Young selamat. Masa ya dia hanya muncul di 4 episode awal saja?




8 comments :

  1. Makin tegang, chunnie blom sempet senyum, hiks..

    ReplyDelete
  2. Makin penasaran.... aemangat mbak dee

    ReplyDelete
  3. Mirip Phantom yah. Penulisnya sma sih. Intinya cma nyari bukti sma kronologi kejadian. Penjahatnya dri awal udah dibongkar. Semoga gak serumit Phantom.
    Fighting eonnideul!!

    ReplyDelete
  4. oommmmooo.. . . .bener" tegang banget udah. . . gag ad yang sedih maupun seneng aplagi ketawa dikitpun juga gag ad yaa. . .
    garing bnget dech. . .
    moga" han tae kyung berhasil dan cha young jg berhasil jgn sampe ketahuan. . .

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. ralat dikit boleh ga mbk, cha young sembunyinya bukan di bawah meja tapi di bawah tempat tidur.. hihihi.. biar match sama sinop mbk fanny di episode selanjutnya mbk.. :D

    ReplyDelete