March 13, 2014

Three Days Episode 3 - 1

Three Days Episode 3 – 1


Truk yang melaju kencang itu tak memperlambat saat melihat ada mobil dan orang di pinggir jalan, malah mempercepat lajunya. Tae Kyung segera menarik Bo Won ke pinggir. Mereka selamat dan truk hanya menabrak belakang mobil. 


Melihat logo lingkaran yang sama, Bo Won langsung memberitahu Tae Kyung kalau truk itu adalah truk yang menewaskan ayah Tae Kyung.



Tae Kyung segera menarik Bo Won untuk masuk ke mobil. Di belakang, truk itu berputar dan melaju dengan kencang, kembali hendak menabrak mobil. Tae Kyung mencoba menyalakan mobil, tapi gagal. Berkali-kali tapi mobil itu tetap tak mau dinyalakan, sementara truk terus melaju.

Akhirnya mobil itu menyala dan Tae Kyung melarikan sekencang-kencangnya.


Tapi mobil yang sudah ditabrak itu tak bisa ngebut dengan kekuatan penuh, sehingga truk bisa menyeruduk mobil Tae Kyung, sama seperti yang truk itu lakukan pada mobil ayahnya. Namun Tae Kyung berhasil mengendalikan mobil dan tetap terus melaju.

Truk itu sekarang menjajari mobil Tae Kyung dan memepetnya. Tapi Tae Kyung masih bisa menahan mobilnya untuk tetap di jalan.


Hingga jalan yang mereka lewati berpisah jalur di terowongan. Truk itu tak mengikuti mobil mereka lagi. Saat keluar terowongan, tak ada kendaraan yang membuntutui mereka.


Tak terduga ada sinar menyilaukan dari samping. Tak sempat berkelit, mobil mereka tertabrak oleh truk yang muncul dari samping. Untungnya mobil mereka bisa terlepas dari tabrakan itu dan Tae Kyung berhasil mengendalikannya. Bo Won yang duduk di sisi mobil yang tertabrak juga tak apa-apa.


Tae Kyung berpikir cepat, truk yang sekarang di belakang mereka terus akan mengejar jika tak dihentikan. Maka ia menunggu truk itu maju dengan kecepatan penuh, setelah itu ia pun mundur dengan kecepatan penuh juga dan berkata pada Bo Won, “Pegangan erat-erat!”


Kedua kendaraan itu akan bertabrakan dalam satu titik. Namun Tae Kyung memutar mobilnya 270 derajat dan langsung menghentikan tepat di depan truk yang melaju kencang.


Truk itu menabrak bagian belakang mobil yang membuatnya meloncat jungkir balik dan jatuh terguling.


Bo Won segera memeriksa nadi supir yang tak sadarkan diri dan menyatakan kalau supir itu telah tewas. Tae Kyung tak terima. Ia ingin agar supir itu bisa hidup kembali, “Aku ingin bertanya mengapa ia membunuh ayahku!”


Bo Won melihat ada yang menetes dari atas. Rupanya tangki bensin bocor dan mulai timbul percikan api. Bo Won memperingatkan Tae Kyung kalau mereka harus segera pergi. Tapi percikan api sudah mengenai bensin. Api segera menjalar cepat ke seluruh truk dan sebentar lagi truk akan meledak.


Mereka segera berlari dan hanya dalam hitungan detik, truk itu meledak.

5 Maret, 21.55 – 1 jam 55 menit setelah penembakan


Mayat yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi. Yoon Jae melaporkan kalau sosok itu dikenal oleh para tentara yang bertugas di markas tentara terdekat dan sering datang ke Wisma Cheongsoo sebagai tukang kebun. Chief Shin heran, bagaimana semua ini bisa terjadi?


Direktur Kim menduga kalau Kepala Pengawal yang bertugas pasti sudah menukar Presiden karena tak mungkin mereka tak mengenali presiden pengganti itu. Apalagi CP Moon juga menambahkan kalau sebelumnya juga ada mobil yang masuk tanpa pengenal setelah Presiden datang, yang berarti tukang kebun itu dibawa masuk dengan mobil itu.

Maka Direktur Kim menarik kesimpulan, “Dan Presiden saat itu bertukar posisi dengan si tukang kebun. Dan ia keluar dari wisma dengan kendaraan bernomor 8911. Hanya itu satu-satunya kemungkinan. Presiden pasti telah memberi instruksi pada tim pengawalnya sendiri. Beliau pasti berinisiatif keluar sendiri.”


Dengan nada tinggi, Chief Shin mengatakan kalaupun Presiden memang memberi instruksi sendiri, seharusnya Presiden juga mengatakan hal itu, setidaknya pada Kepala Paspampres atau Kepala Sekretaris Kepresidenan.


Yoon Jae menduga kalau Presiden sudah mengetahui rencana penembakan itu berdasarkan pesan dari Jenderal Yang, karena itu Preside keluar dari wisma. Chief Shin langsung menyela tajam, “Apakah kau ingin mengatakan kalau Presiden mengorbankan nyawa warga yang tak bersalah untuk menyelamatkan nyawanya?”


CP Moon langsung membantah dugaan itu. Jika Presiden tahu mengenai rencana penembakan, ia pasti sudah memberitahukan ke badan intelijen karena ini adalah urusan mereka dan bukan urusan Kepala Pengawal.

Chief Shin tak ingin berdebat tentang hal ini. Mereka sekarang tak tahu dimana keberadaan Presiden. Dan yang  paling penting sekarang adalah menemukannya secepat mungkin.  Ia menyuruh mereka untuk memanggil tentara dan polisi untuk membantu dan menemukan mobil bernopol 8911.


Chief Ham langsung menolak rencana ini. Pihak luar tak boleh tahu sampai mereka mengetahui siapa dan mengapa ini terjadi.

“Keselamatan Presiden adalah keselamatan negara ini. Kita tak dapat memutuskan sendiri,” tegas Chief Shin.

Tapi Chief Ham berkilah kalau yang ia lakukan juga demi keselamatan Presiden. “Si pelaku yang mencoba membunuh Presiden masih belum tahu kalau Presiden masih hidup. Bahkan kita pun juga terkecoh. Tapi jika mereka tahu kalau Presiden masih hidup dan tak seorangpun, termasuk pasukan pengamanan Presiden, kondisi ini akan semakin membahayakan Presiden.”

Chief Shin tahu kalau percuma mereka menyembunyikan hal ini karena terdengar bunyi tembakan dan terjadi mati lampu total. Blue House, NIS dan CIA pasti juga sudah mengetahui tentang hal ini. Tapi Chief Ham menjawab kalau mereka bisa membuat alasan kalau itu hanyalah false alarm. Presiden berlibur selama 4 hari dan jika mereka diam dan menutupi hal ini, maka tak seorang pun akan tahu. “Presiden masih hidup dan kita harus menemukannya lebih dulu.”


Chief Shin pun memberi ultimatum, “Jika sesuatu terjadi ..”


Chief Ham meneguk ludah, “Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya.”

Chief Shin terdiam, namun akhirnya setuju. Ia kemudian memberi instruksi untuk meminta bantuan polisi dan tentara untuk mencari kendaraan bernopol 8911 dengan alasan rahasia. Tak ada orang yang tahu kalau Presiden telah menghilang.


Instruksi pun mulai disebar. Dan tentara pun mulai bergerak. Chief Ham diam di dalam ruangannya yang gelap.


Tae Kyung mengingat semua yang terjadi. Dari ayahnya yang tewas dengan membawa Dokumen Rahasia 98, Jenderal Yang yang memperingatkan kalau Presiden akan meninggal pada 5 Maret, dan ucapan Chief Ham yang berkata kalau Presiden tak pantas mereka lindungi.


Namun yang paling penting adalah pertanyaannya yang tak dijawab oleh Chief Ham, “Apakah Anda memerintahkan pembunuhan pada ayah saya? Dokumen Rahasia 98. Apakah Anda membunuh ayah saya untuk itu?”

Ia menatap pada onggokan truk yang masih mengobarkan api. Pembunuh yang bernasib sama dengan ayahnya, namun ia tetap tak mengetahui alasan pembunuhan ayahnya.


Maka Tae Kyung pun beranjak pergi. Ia akan mencari teman supir truk itu. Tapi Bo Won mencegahnya. Ia memberitahu hal yang belum diketahui oleh Tae Kyung. Supir truk dan temannya adalah orang yang memasang bom EMP. “Aku melihat ledakan itu. Tak hanya mati total. Mobil, handphone, walkie talkie, semua barang elektronik terbakar. Aku pernah mendengar ada bom seperti itu. Gelombang kejut EMP. Benar, kan? Apa yang mereka rencanakan dengan menggunakan senjata itu?”


Tae Kyung diam, tak ingin memberitahu kejadian di  Wisma Choongsoo. Ia berkata kalau hal itu tak penting, karena baginya yang penting adalah siapa yang membunuh ayahnya dan apa alasannya. “Jika aku mengetahui hal itu, semuanya akan terkuak dengan sendirinya.”


Bo Won bertanya apakah ledakan itu berhubungan dengan tembakan yang terdengar dari Wisma Choongsoo. Tae Kyung tak menjawab, maka Bo Won mengajak Tae Kyung untuk ke kantor polisi karena mereka harus memberitahu polisi dan meminta bantuan.

Tapi Tae Kyung mencegahnya. Yang dimiliki Bo Won hanyalah kesaksian tanpa bukti. “Jangan bergerak tanpa bukti yang kuat. Kau bisa dijebak.”


Cha Young menemui Chief Kim yang baru saja mengotopsi mayat tukang kebun. Secara sambil lalu ia berkata kalau si penembak itu adalah penembak yang jitu karena berhasil membunuh tiga orang dengan tembakan yang mengarah ke vital. Chief Kim tak ingin basa-basi dan bertanya apa sebenarnya maksud Cha Young.


Cha Young pun berkata ia mendengar kalau Chief Ham adalah penembak jitu saat masih tugas di lapangan, yang bahkan tak perlu menggunakan teropong untuk membidik target di jarak 300 meter, dan walau sekarang sudah tak dilapangan lagi sejak menjadi chief, catatan latihan tembaknya sangat mengesankan jika dibanding dengan agen-agen muda. 


Chief Kim tahu apa maksud Cha Young. Ia minta agar Cha Young berhenti. Tapi Cha Young berkata kalau ia yang menyelidiki tentang Tae Kyung dan ia menyimpulkan, “Kurasa bukan Agen Han yang menembak Chief Ham.”


Chief Kim berdiri dan menggertak Cha Young, “Apa kau sadar apa yang sedang kau katakan? Jika Chief Ham berbohong, maka itu berarti Kepala Paspampres yang bertanggung jawab atas keselamatan Presiden terlibat dalam rencana pembunuhan Presiden.”


“Tapi bagaimana jika itu benar?” tanya Cha Young balik. “Presiden berada dalam bahaya karena orang dalam. Kita harus memberitahu Blue House.”

Chief Kim mematung.

“Anda yang merawat luka Chief Ham. Saya ingin tahu bagaimana pendapat Anda,” kata Cha Young. Chief Kim duduk tanpa menjawab, maka Cha Young pun mendesak, “Chief Kim.”


“Luka itu memiliki luka bakar,” akhirnya Chief Kim membuka mulutnya. “Jenis luka bakar yang kau dapatkan saat peluru panas ditembakkan.”


Wajah Cha Young memucat, “Berarti pistol bersinggungan dengan kulit saat peluru ditembakkan?” Wajahnya semakin memucat saat mendengar penjelasan Chief Kim kalau luka bakar itu biasanya terlihat pada orang yang bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya, yang berarti Chief Ham bisa saja menembak lengannya sendiri.

Chief Kim mengingatkan kalau luka seperti itu juga bisa muncul jika kedua orang itu berkelahi dan terjadi tembakan dalam jarak dekat. Tapi, dari ekspresi Cha Young, ia nampak tak yakin dengan cara itu.


Sementara Chief Ham di ruangannya masih tak percaya kalau sosok yang ia tembak di tepi danau itu bukan Presiden. Ia melihat wajah Presiden dengan jelas sebelum menembaknya.


Ia pun membuka koper isi handphone dan menghubungi petugas Jaeshin yang masih hidup. Orang itu memberitahu kalau saksi peledakan EMP masih hidup. 


Tapi Chief Ham menyuruhnya untuk melupakan saksi itu. “Target masih hidup. Kita harus menemukan kendaraan bernomor 8911 sebelum Paspampres menemukannya. Dan habisi target itu.”


Chief Kim berkata kalau tak ada orang yang akan mempercayai mereka tanpa adanya bukti yang kuat. Cha Young menyetujui hal itu. Karena itulah ia akan mencari buktinya.


Apa yang dilakukan oleh Bo Won untuk Tae Kyung yang ingin mencari tahu pembunuh ayahnya? Ia pergi ke toko, membeli soju dan menyuruh Tae Kyung untuk meminumnya. Walau terlihat enggan, Tae Kyung mengikuti saran Bo Won. Ia pun makan telur rebus  juga. 


Bo Won kembali dan melaporkan pada petugas depan kalau ia baru saja menangkap pengendara mobil yang mabuk dan akan menyerahkan ke atasan mereka. Pengemudi mabuk itu tak lain dan tak bukan adalah Tae Kyung. Ahh.. itu rupanya fungsi soju yang harus ditenggak Tae Kyung. Kenapa nggak dicipratkan ke badan saja, ya?


Maka mereka berdua berjalan melewati koridor yang sepi. Tae Kyung menoleh ke seluruh penjuru, membuat Bo Won geli melihat kebiasaan pekerjaan Tae Kyung walau tak sedang bertugas. Tae Kyung menjelaskan kalau itu adalah prosedur, memperhatikan seluruh pintu keluar.


Di kantor yang sepi orang tapi ramai bunyi telepon, atasan Bo Won sibuk mengangkat telepon yang berdering di sana-sini. Ledakan EMP itu benar-benar membuat seluruh petugas tak berada di tempat.


Bo Won menarik Tae Kyung dengan cukup kasar dan mendudukkannya di kursi. Akting Tae Kyung pun tak kalah hebat. Ia langsung tertelungkup tidur.


Atasan Bo Won mengeluh kalau malam ini mereka sangat sibuk. Ada 20 kecelakaan yang terjadi. Sambil menatap Tae Kyung, ia bertanya apa yang terjadi dengan orang itu. Bo Won menjelaskan kalau ia menemukan orang itu mengemudi saat mabuk di daerah Seojori.

Bo Won dan atasannya mencoba membangunkan si pemabuk itu, tapi tak bisa karena orang itu sudah tertidur. Bo Won pun mengajak atasannya untuk minum kopi. Ia yang akan traktir. Tanpa menunggu jawaban, ia menarik atasannya untuk pergi.


Si pemabuk pun duduk dengan tegak, menjadi Tae Kyung yang sekarang berputar menghadap komputer atasan Bo Won dan melepaskan borgolnya dan melepaskan borgolnya. Seperti ucapan Bo Won, komputer atasan itu menggunakan password. Tapi menurut Bo Won, karena atasannya sangat pelupa, maka ia selalu menulis passwordnya di buku catatan yang ada di laci.

Tae Kyung menemukan buku itu dan password yang dimaksud. Ia segera membuka komputer dan mencari kasus ayahnya.


Walau Bo Won mentraktir kopi, tapi atasannya terlihat enggan untuk mangkir dari kerjaan. Masih banyak yang harus ia kerjakan malam ini. Bo Won berusaha memperlama mereka berada di tempat itu, dengan berbagai alasan. Tapi sia-sia.


Untungnya petugas yang ada di depan menemui mereka dengan tergesa-gesa untuk melapor, yang berarti semakin banyak waktu untuk Tae Kyung. Tapi tak untung, karena petugas itu datang dengan membawa selebaran yang baru saja ia terima, tentang buronan yang sangat dicari dan orang itu mirip dengan pengemudi yang baru saja ditangkap oleh Bo Won.  “Dia buronan dari wisma Choongsu.”


Bo Won terkejut, menyadari Tae Kyung adalah orang yang berbeda dari yang ia sangka. Atasan Bo Won menyuruh si petugas bawahannya untuk mengumpulkan polisi sebanyak mungkin, sementara Bo Won bingung, harus melakukan apa.


Ia coba menahan atasannya, bertanya apa atasannya yakin. Tapi ia tak bisa berdalih karena wajah buronan itu sama dengan Tae Kyung. Ia akhirnya mengikuti langkah atasannya yang sudah menarik pistolnya.


Sementara Tae Kyung sudah membuka file laporan kasus ayahnya dan mulai mencetak laporan itu. Ia mendengar suara gemerisik di luar dan mulai waspada. Tapi printer belum selesai mencetak seluruh laporan, padahal ia tahu bahaya sudah ada di balik pintu.


Bantuan datang dan mereka pun menyerbu masuk ke dalam kantor. Tak terlihat sosok Tae Kyung. Tapi salah satu pintu menuju ke luar kantor terbuka, berarti buronan itu sudah kabur. Para polisi itu berpencar untuk mengejar Tae Kyung, meninggalkan Bo Won sendirian.


Pintu gerbang ditutup, sehingga buronan tak mungkin bisa melarikan diri. Tae Kyung terperangkap.


Bo Won bingung, apakah Tae Kyung benar seperti yang ada di selebaran buron itu? Ia juga mengira-ngira kemana Tae Kyung pergi. Ia teringat ucapan pria itu yang memperhatikan pintu keluar adalah prosedur dasar. Ia pun berjalan mengelilingi ruangan dan mencari.

Mendadak ada orang yang menarik dan membekap mulutnya agar tak berteriak.


“Bukan aku pelakunya,” Tae Kyung membela diri. “Seseorang dari Pengamanan Presiden membantu kedua orang itu untuk meledakkan dan mereka menjebak, menimpakan kesalahan padaku!”


Tapi Bo Won terus memberontak, berusaha melepaskan diri. Akhirnya Tae Kyung pun berkata, “Mereka menembak Presiden.”


Bo Won terpaku dan perlahan Tae Kyung melepaskan tangannya. Bo Won bertanya kalau itu tak mungkin, tapi Tae Kyung berkata dengan nada serius kalau itulah yang terjadi. Bo Won pun bertanya siapa pelaku semua ini.


Tae Kyung tak akan mengatakan karena ia belum punya bukti yang kuat dan sampai ia menemukan bukti itu, tak ada orang yang akan mempercayainya.


Bo Won sudah ingin bertanya lagi, tapi mendadak ia tak sadarkan diri.

Tae Kyung melumpuhkannya hingga pingsan.


Komentar :

Karena saya melihat semua kejadian, saya lupa kalau yang Bo Won ketahui adalah kecelakaan ayah Tae Kyung yang ia duga bukan kecelakaan biasa dan ledakan EMP yang ia tahu pelakunya adalah supir truk bule itu. Ia tak mengira kalau dua kejadian itu adalah hal yang berhubungan erat.

Dan ia tak menyangka kalau ledakan EMP yang ia alami berhubungan dengan penembakan presiden dan mungkin juga kasus pembunuhan ayah Han Tae Kyung.


Sedangkan Presiden Lee Dong Hwi, dimanakah dia? Kenapa sampai sekarang ia belum muncul? Apakah Presiden memang sudah tahu tentang rencana penembakan itu, hingga ia menyusupkan orang untuk menjadi pemeran penggantinya?


Saya merasa drama ini memang terlalu lambat. Banyak adegan yang diulang terlalu cepat. Contohnya saja : Tae Kyung mengatakan tentang prosedur dasar adalah memperhatikan seluruh jalan keluar. Belum sepuluh menit, ucapan itu diulang lagi, lengkap pula. Seharusnya saat Bo Won mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, hanya kata-kata Tae Kyung saja yang terdengar, jadi tak terasa lambat.

Tapi itu sih menurut saya aja. *siapa juga yang tanya, ya* 

Bersambung ke bagian 2. Begitu banyak nama staf presiden. Agar tak bingung, maka saya buat postingan tersendiri. 

13 comments :

  1. mgkin alurnya lambat utk mengoptimalkan 3 hari dlm 16 episode mbak dee..he2 #soktau
    lanjut part 2 segera y mbak dee :)

    ReplyDelete
  2. Wah,makin khawatir aj beruntung tae kyung hilang dech. . . Jadi gag ketahuan sama atasan bo woon. . .bener" daebak buat han tae kyung. . . Fighting yaa. . .lanjutin part 2 penasaran posisi presiden dmn yaa_??

    ReplyDelete
  3. alurnya lambat mungkin agar lebih banyak orang yang paham apa yang mau diceritakan drama ini. Kan kecepatan berpikir seseorang berbeda-beda, jadi kasian sama yang agak lambat mikirnya, jadi harus dipelanin alurnya #sotoyy wkwkw

    Oya, soal minum soju, kenapa ga dicipratkan saja?? soalnya sekalian sambil makan dan minum, kan harus dari tadi belom makan minum ㅋㅋㅋ

    hihi *bow* becanda loh~ Tapi baca ini bener2... aahhh enak banget bacanya kayak baca cerita. Fighting~ ditunggu reviewnya tiap episode~

    ReplyDelete
  4. Alur lambat....gpp asal slmat....heeheheeeh
    Biar yg lola kya' aq bs mudeng dgn kasusx mungkin mbak...heheheee
    Lanjuut mbak Dee...

    ReplyDelete
  5. aaaaaa ... bisa gak mbak dee klo paling gak posting nya 1 eps tiap hari ??
    huwwa *gak sabaaarrr .. sangaat*

    ini critanya muter", tokohnya buanyaakk, nama nya susah", jabatannya banyaakk, alur nya maju mundur,, bikin pusing ...... tpi bkin penasaran *,*

    come come dee noona .. Fighting !! ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung waktu yang aku punya ajeng. kadang bisa, seringnya enggak. hehehe.. sori. tapi insyaallah akan terus diposting kok. cuman ya itu, ga bisa janji kapannya.

      Delete
  6. Halo.. makasih mba sinopnya ;)

    Ya nih mungkin krna harus nyeritain 9 hari dalam 16 eps jd pd ngerasa lambat.. tapi.. aku malah ngerasanya cepet ya? Eps 1 udh ketauan siapa yg lempar tepung dst, eps 2 udah ketauan siapa yg nembak sm sikon presiden, eps 3 penjahatnya udah ada yg mati dan eps 4.. hehe selama nnton eps 3 degdegan :D

    Yoochun keren :') dan ini pertama kali liat park ha sun, chemistry nya dapet. Ngerestuin deh :p

    Semangat part 2 ya mba dee ditungguuu~ fightiiiing ^^

    ReplyDelete
  7. sumpah deng.....aku bingung dengan alurnya ,kayak ular melingkar2

    ReplyDelete
  8. Di tunggu postingan selanjutnya .... keren pokoknya.... cz aku udda liat episode 1 2 3hany sebagian...

    ReplyDelete
  9. Ditunggu part 2 nya mba ^^
    Aku udah slesai nntn eps 3-4 tpi mkin bkin bingung.. Ga ngerti >.<

    Oiya, dari eps awal smpai skrg saya koq mncri sosok Kim Do Jin ya?
    Tpi dia cmn muncul di 1 eps awal. Penasaran :-D

    ReplyDelete
  10. hmm... kasihan tae kyung di tuduh sebagai penghianat,,,,

    ReplyDelete