March 10, 2014

Review : King's Family


Saya tak akan meneruskan recap King’s Family karena jujur saya kecewa dengan berbagai karakter yang sangat ‘aneh’. Berbeda dengan Ojakkyo Brothers yang memberikan banyak kehangatan, menurut saya King’s Family malah membuat sakit kepala.

Saya baru merecap drama ini sampai episode 7. Dan saya tak ingin sakit kepala berkepanjangan dengan membuat recap-nya.

Saya tak akan menceritakan secara mendetail, tapi saya akan menceritakan apa yang membuat saya jambak-jambak rambut sendiri saat menonton.

King's Family / Wang Family Episode 8 - 50



Setelah miskin, Soo Bak masih tetap menganggap dirinya kaya. Ia tak mau membantu Min Jung untuk bekerja, bahkan rumahnya pun berantakan dan dia boros. Bahkan dia membeli kereta dorong bayi untuk ia dorong-dorong di mall, tanpa bayi tentunya. Hal itu membuat satpam mal mencurigai ia adalah pencuri karena ia jalan-jalan dengan kereta bayi itu berjam-jam tanpa membeli apapun.  

Saat itu saya masih memaklumi Soo Bak karena mungkin Soo Bak shock dan stress. Tapi setelah itu, ia malah semakin menjadi-jadi.


Ia bertemu dengan mantan pacarnya yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda jika Soo Bak  menanamkan investasi padanya. Tak punya uang, Soo Bak pun mengambil atau mencuri surat rumah keluarganya. Ia pun berselingkuh dengan mantan pacarnya itu. Ia pun meminta cerai pada Min Jung.

Namun ternyata mantan pacarnya itu adalah penipu dan rumah keluarga Wang lenyap saat itu juga, membuat seisi keluarga harus pindah ke rumah sewa.

Pada saat itu saya sudah tak merasa kasihan pada Soo Bak yang kabur dari rumah karena malu dan merasa bersalah.


Dan saya benar-benar menyalahkan Ibu karena kelakuan Soo Bak. Ia selalu pilih kasih dan memanjakan Soo Bak. Ia selalu mengutamakan Soo Bak. Dan apa yang lebih parah dari Ibu tiri yang jahat? Ibu kandung yang memperlakukan anaknya sendiri seperti ibu tiri yang jahat.


Ibu berpura-pura baik pada Ho Bak agar Ho Bak  mau memberikan uang tabungannya untuk menyewakan apartemen untuk Soo Bak dan Min Joon. Ho Bak mulanya mau, tapi ia (untungnya!) ia mengurungkan niatnya untuk memberikan uang itu pada Soo Bak dan ia membeli apartemen untuk keluarganya.


Tentu saja ibu luar biasa marah dan mengata-katai Ho Bak yang katanya tak tahu balas budi dan tak tahu malu. Untung ayah mengetahui hal ini. Ia pun marah pada ibu karena Ho Bak berhak menggunakan uang itu karena itu adalah uangnya. Ho Bak menabung sedikit demi sedikit selama 15 tahun untuk membayar uang muka apartemen yang dibeli, dan itu bukanlah uang milik Ibu.

Saat itu ibu masih tetap tak merasa bersalah. Ia tetap memperlakukan Soo Bak yang mencuri surat rumah, lebih baik daripada Ho Bak yang selalu membantunya.


Ho Bak digambarkan sebagai orang yang sangat permisif, bahkan saat ketahuan Se Dal berselingkuh dengan bosnya (wanita yang selalu memanggil Se Dal), ia masih meminta Se Dal untuk kembali. Dan setelah Se Dal habis manis sepah dibuang oleh bosnya, kembali dan Ho Bak pun menerimanya.

Walau Se Dal masih tetap sombong dan suka aneh-aneh, tapi ya sudahlah.. karakter Se Dal masih bisa ditolerir karena Se Dal akhirnya menjadi bapak rumah tangga sementara Ho Bak bekerja. Se Dal pun gantian cemburu melihat Ho Bak yang dikira banyak pria yang menyukainya. Setelah mengobrol dengan teman-temannya, yaitu ibu-ibu tetangga sebelah, ia pun memutuskan untuk memiliki anak ketiga.
Dan Ho Bak pun hamil.


Gwang Bak akhirnya menikah dengan Sang Nam sementara Yeong Dal secara mengejutkan menikah dengan Don dan hamil pula.

Yeong Dal menikmati hari di keluarga Wang dengan menyenangkan, walau harus tidur berdempet-dempetan dengan anggota keluarga lain setelah pindah ke rumah sewa. Tapi Yeong Dal benar-benar setia pada keluarga barunya, bahkan tak mau pindah walau dipaksa oleh ibunya.


Sementara Gwang Bak, harus menerima perlakuan yang tak mengenakkan dari mertuanya setelah tahu kalau gadis yang tak sopan itu adalah calon istri Sang Nam. Apalagi ibu Sang Nam muncul dan selalu minta uang padanya alias memeras uang darinya.


Bibi ternyata adalah mantan pacar Min Jung. Dan mereka memulai pacaran kembali setelah Min Jung bercerai. Ya, akhirnya Min Jung bercerai, bukan karena tak tahan pada Soo Bak. Tapi sebaliknya, Soo Bak yang tak tahan terus miskin dan ia sudah balikan dengan mantan pacarnya.


Ironisnya, setelah mereka bercerai, Min Jung ditawari lagi memimpin perusahaan yang dulu dimiliki, yang berarti Min Jung menjadi kaya lagi. Soo Bak yang saat itu sudah tahu kalau ia ditinggal pacarnya yang penipu, berusaha dengan berbagai cara untuk kembali lagi pada Min Jung. Bahkan ia menjadi ibu yang baik dengan membawa-bawa Ae Ji (anak pertamanya), menyuruh Ae Ji berbohong kalau Ae Ji kangen pada Min Jung.

Tapi Min Jung yang mengetahui kalau Soo Bak minta cerai karena sudah balikan dengan mantan pacarnya, tak mau menerima Soo Bak lagi. Soo Bak pun menuduh Min Jung berselingkuh dengan Bibi sebelum mereka bercerai. Haduhhh.. pengen ngegetok kepala Soo Bak ini.


Ibu pun juga membela Soo Bak. Ia menelepon bibi, marah-marah padanya. Dan ia juga meminta pada Min Jung untuk menerima Soo Bak kembali. Ibu dan Soo Bak ini benar-benar Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang.


Akhirnya ibu mendapat ‘hukuman’nya dengan jatuh dan kakinya patah. Apakah ia memperlakukan Ho Bak menjadi lebih baik? Tidak, karena bahkan saat ia sakit, Ho Bak yang sedang hamil, merawat ibu tanpa kenal lelah. 


Ia pun menyalahkan Ho Bak yang tak memberitahukan kalau ayah dipensiun dini dan sekarang menjadi petugas kebersihan. Ia menyalahkan Ho Bak yang memberitahu Min Jung tentang masa lalu Soo Bak. Makian dan kata-kata pedas ia ucapkan untuk anaknya.

Min Jung yang kebetulan datang mendengar hal itu. Ia pun memberitahu alasan sebenarnya perceraian mereka, karena Soo Bak sudah berselingkuh dan minta cerai. Dan ia mengetahui sendiri bukan dari Ho Bak.
Ibu terlihat sangat menyesal. Tapi terlambat, karena Ho Bak yang masih hamil muda dan kecapaian karena mengurus ibu, akhirnya keguguran. Se Dal menangis dan marah pada Ibu.


Ibu pun menangis dan minta maaf  atas semua perlakuannya selama ini.

Bagaimana kisah ini berakhir?


Min Jung mengambil hak asuh kedua anaknya untuk dirawat olehnya dan bibi. Soo Bak yang menyadari kalau ia tak mampu menjadi ibu yang baik, menerima keputusan ini dan menyerahkan kedua anakya.

Tapi Ae Ji yang tak mau tinggal dengan ibu baru, berpura-pura jatuh dari punggung Miho saat bermain kuda-kudaan, yang membuat Min Jung memarahi Miho. Ae Ji juga merebut mainan yang dibelikan Min Jung, padahal Min Jung membelikan dua barang


Siksaan Ae Ji tak berhenti di situ. Ae Ji kabur dari rumah dan pergi ke rumah keluarga Wang dan mengadu pada ibunya kalau Bibi telah menyiksanya.  

Kalau Ae Ji seperti ini terus, ia akan menjadi Ibu dan Soo Bak versi 2.


Sontak Soo Bak menampar Bibi dan marah-marah padanya. Bibi tak kuat dan memutuskan pergi dari rumah itu. Min Jung bingung dan mencari hingga ke rumah ayah Sang Nam. Dari ayah Sang Nam ia baru tahu kalau Mi Ho sebenarnya adalah anak kandungnya.


Min Jung menyalahkan dirinya sendiri dan menyusul bibi, meminta maaf dan memintanya untuk kembali. Tapi bibi terlanjur sakit hati. Ia pun pergi dan tak mau menjawab setiap pesan dari Min Jung. Min Jung mabuk dan menceritakan semuanya pada Soo Bak.


Soo Bak pun menyerahkan kedua anaknya untuk dirawat oleh Bibi, bahkan ia menyebut bibi sebagai Joong Ji omma. Soo Bak yang akhirnya bekerja di perusahaan tas bermerek, mendapat kesempatan untuk belajar ke Italia. Wow..!

Min Jung pun kembali bersama Bibi.


Ho Bak dan Se Dal memutuskan untuk berusaha membuat anak yang ketiga lagi dan kali ini ibu berkata kalau ia akan membantu merawat anak Ho Bak nanti.


Gwang Bak akhirnya berdamai dengan mertuanya setelah adu minum. Dan ternyata ayah Sang Nam menemukan jodohnya, yaitu ibu Se Dal.


Don akhirnya memiliki pekerjaan sebagai tukang pizza dan berhasil memenangkan lomba kreasi pizza. Ia pun membuka kedai pizza.


Rumah lama keluarga Wang berhasil diperoleh kembali setelah Sang Nam dan Se Dal menemukan mantan pacar Soo Bak yang penipu itu. Untungnya rumah itu belum sempat dilelang sehingga rumah itu masih bisa terselamatkan.


Dan drama ini berakhir 30 tahun kemudian, saat ulang tahun Gwang Bak ke-60. Wow..! Dengan ayah dan ibu masih hidup. Ayah Sang Nam dan ibu Se Dal juga masih hidup.



.. dan nenek yang juga masih hidup. Wow..!

Komentar :


Saya tak bisa tidak membandingkan drama ini dengan Ojakkyo Brothers. Sama-sama memiliki empat anak yang bergender sama. Tapi perlakuan ibu pada anak-anaknya jauh berbeda. Setidaknya di OB, ibu tak pilih kasih.

Dan di OB, ibu menyadari kesalahannya –mengambil surat tanah yang dimiliki Ja Eun- jauh-jauh hari dan mengakui kesalahannya pada Ja Eun. Tak hanya itu saja, ia pun secara perlahan-lahan menyayangi Ja Eun seperti anaknya sendiri.

Tapi perlakuan ibu pada Ho Bak? Sudah, jangan tanya deh..


Banyak sekali karakter yang tak masuk akal, tapi karakter yang paling mengerikan adalah karakter Ang Geum, ibu di drama ini.  

Saya tak menyarankan drama ini untuk ditonton, karena drama 50 episode sangat merugikan waktu yang kita miliki jika kita tak merasa bahagia atau menarik moral of the story dari drama ini.

Walau saya akui, drama ini memang pantas memiilki rating tinggi karena kita penasaran, kapan Soo Bak akan mendapat ganjaran? Kapan Ibu menyadari betapa berharga putri keduanya, dan bukan berhargar dalam arti materi?


Ending 30 tahun kemudian itu sangat hiperbola. Apa mungkin 30 tahun semua orang masih hidup? Kenapa harus 30 tahun? 10 tahun saya rasa masih wajar, tapi 30? Mustahil semua orang itu masih hidup.



Lagi-lagi saya membandingkannya dengan ending Ojakkyo Brothers, yang berkumpul bersama sebelum kepergian Tae Hee dan Ja Eun ke Amerika. Tak ada pertemuan 2 tahun kemudian, tapi saya dapat membayangkan apa yang terjadi 2 tahun kemudian dan berharap saat itu nenek masih hidup untuk menyaksikan semua kebahagiaan itu. 

Selanjutnya saya akan menulis Wonderful Days / Wonderful Season yang dibintangi oleh Lee Seo Jin, Kim Hee Sun dan Taecyeon. Berharap drama ini lebih bagus dari drama sebelumnya.

13 comments :

  1. huaaa... udahan juga akhirnya drama ini. aku jarang nonton. palingan kalau nonton, pas kebetulan di sabtu minggu sore ada d rumah.
    Terus terang, senenet juga liat tokoh ang geum -_- segitunya pilih kasih. aku mah kalo jadi ho bak udah males bantuin ngapa-ngapain. :|

    ReplyDelete
  2. untungnya saya nggak nonton :P

    ReplyDelete
  3. baca awal sinopnya aja udah pusing apalagi mba yaa yg recap. ngga pp kok mba nnga dilanjutin aku dukung drpd bikin pusing2. ceritanya terlalu maksa berbelit2 bgt.

    ReplyDelete
  4. klu aku ngikutin drama ini. lumayan jg kok...namanya jg drama keluarga. yg terjadi jg ttg seputar keluarga Wang...setau sy anaknya ada 5. perempuan 4, laki2 ada 1. ibu jg ga patah kaki tp tulang belakangnya bergeser dan bisa sembuh dg bed rest. Ho Bak jg awalnya ga mau nerima suaminya kembali. tp demi anak2nya, Ho Bak mau nerima. krn anaknya sempat sakit demam tinggi mungkin karena kangen ayahnya. mereka kumpul kembali dgn syarat suaminya itu hrs mau menjadi bapak rmh tangga. So Bak dr dulu memang dimanja ibunya. walau malas belajar dan ga mau bantuin pekerjaan rumah, tp ibunya tetap paling sayang padanya secara dia menganggap anaknya ini cantik dan pernah menjadi finalis Miss korea. sementara sang ayah bukanlah petugas kebersihan, tp satpam yg kadang merangkap antar surat2 kpd penghuni apartmen atau membersihkan WC yg mampet. makna yg sy dpt, walaupun keluarga ini mengalami sangat banyak masalah, tp mereka tetap saling mendukung satu sama lain. yg bersalah mendapatkan hukuman yg mereka terima. walau happy ending, tp sy setuju sm mbak Dee, terlalu jauh bila endingnya smpi 30 tahun sesudahnya. mohon koreksi klu ada yg salah...makasih mbak Dee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soo Bak nggak pernah jadi finalis Miss Korea, tapi hanya masuk ke proses eliminasi aja. Mungkin kalau di Indonesian Idol itu yang masuk ke boothcamp tapi nggak masuk yang 16 orang.

      ayah kayanya bukan satpam deh, tepatnya sih janitor alias OB. oiya. bukan patah kaki. aku juga banyak skipnya sih pas nonton. jadi cmiiw juga.

      dan mungkin aku udah ilfil ama si ibu alias Ang Geum ya.. habis kok ya dia dapat hukumannya kaya gitu. Dia akhirnya minta maaf sama Ho Bak setelah Ho Bak keguguran. Dan itu juga di 4 episode terakhir aja. 46 episode itu dia ngapain? Kalau diperpanjang 10 episode aja, mungkin Ibu akan tetap menyombongkan Soo Bak yang pergi ke Italia untuk belajar dan akan mengecilkan peranan Ho Bak.

      Hehehe.. mungkin kedengarannya aku sinis, tapi emang beneran aku sebel sama si ibu itu. Sudah tahu anaknya salah, tapi malah nyalahin Ho Bak yang dituduh memberi tahu Min Jung tentang aib So Bak. Aishh....

      Makasih juga ya atas masukannya :))

      Delete
  5. Bener mb dee.. Liat drama ini bikin sakit kepala, banyak karakter yg ajaib terutama tokoh Ang Geum.. Aku jg nonton, banyak diskip aja, ngikutin mpe akhir krn suka sama tokoh sang nam n gwang bak. Drama ini gak bisa dibandingin ma ojakyo mb.. *teuteeeup ojakyo drama keluarga terbaik sepanjang masa heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mba tie ....
      ojakgyo drama keluarga terbaik sepanjang masa :D

      Delete
  6. udah tamat ya ?
    baru aja niat mau nanya kabar gwang bak k mba dee....
    hhehe

    whhoah, kyknya klo drama ini sy tonton d TV, udh rusak remote sy pukul2 k kursi saking gemesnya sm ibu dan soo bak,
    hheeuu

    aahhhh..... liat adegan di meja makan itu ..... jd kangen keluarga ojagkyo .......

    drama terpanjang yang prnh sy tonton,
    hhihii

    terima kasih sinopsisnya mba dee....
    udh ga penasaran lg ....
    dan sepertinya baca aja cukup, :p
    nonton kyknya trlalu menguras emosi, XD

    ReplyDelete
  7. Saya emg ga nonton ngarep mba dee aja yg ngerecapin, tp dg ending begini buang wkt jg utk di buat recap komplit....
    Kl Soo Bak di akhir cerita prg belajar ke Italia, itu sih namanya bukan hukuman atas kesalahannya selama ini,,, pulang2 dia bisa makin menjadi2 deeeh..
    Berharap jg Wonderfull Season lebih oke di banding KF....
    Kamsa hamnida mbaa deee....
    Si Ibu juga telat insyafnya...
    30 tahun kemudian juga terlalu lebay...
    Jauh banget dengan OB, di OB hampir tidak ada peran antagonis yang jahat banget kaiak ibu dan Soo Bak.
    karakter dan cerita soal kejelakan perannya jg lebih manusiawi...



    ReplyDelete
  8. anehnya memang drama ini merain rating tinggi daripada drama keluarga seperti Golden Rainbow :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena king's family nggak head to head sama golden rainbow. Golden rainbow tayang jam 21.55 KST, sementara king family jam 19.55 KST. Golden rainbow saingannya kalo sama kbs itu sama jeong do jeon, dan kayanya golden rainbow menang tipis dibanding jeong do jeon.

      Delete
    2. mungkin memang karena gak ada saingannya yang sepadan jam segitu...
      yang saya gak habis pikir, kenapa rating mdsy bahkan juga bisa dikalahin dengan drama ini kalo begitu??? :(
      (hehe beda pendapat nih, saya sendiri masih belum nemu drama keluarga terhangat seperti mdsy :)

      Delete
  9. wiii.. mba dee.. keren deh.. walaupun drama ini bikin sakit kepala, mba dee tetep nulis garis besar drama ini ampe tamat..
    makasih ya mba dee...

    ReplyDelete