December 28, 2013

Sinopsis My Love From Another Star Episode 4 - 1

Prolog My Love From Another Star Episode 4 - 1


Dari kotak telepon umum, Min Joon melihat layar plasma yang menampilkan Song Yi yang menghadiri pernikahan selebriti Park Joong Ha dengan memakai sepatu peraknya yang persis seperti dalam mimpi.



Ia menceritakan hal itu pada pengacara Jang yang bertanya, “Apa kau ingin berkata kalau ia sengaja pergi ke kapal dengan menggunakan sepatu itu?” Min Joon mengiyakan dan Pengacara Jang bertanya dengan nada tinggi, “Dan kau masih di sini?!”


Min Joon menatap temannya yang segera sadar kalau reaksinya sedikit berlebihan dan dengan suara lebih pelan ia bertanya apakah Min Joon tak apa-apa jika ia tak pergi? Min Joon menjawab, “Aku sudah hidup selama 400 tahun. Banyak yang telah terjadi, dan sebagian sangat susah untuk dilupakan.”


400 tahun yang lalu, Min Joon mengantarkan Yi Hwa ke rumah orang tuanya. Ibu dan ayahnya terkejut sekaligus gembira melihatnya. Ibunya menangis dan memeluknya. Ayahnya bertanya apakah Yi Hwa terluka?


Yi Hwa menggeleng namun menceritakan kalau ia memang akan dibunuh oleh keluarga mendiang suaminya agar ia menjadi ‘wanita yang mulia. Yi Hwa memperkenalkan Min Joon sebagai orang yang telah menyelamatkannya dan membawanya pulang ke rumah.


Ayah Yi Hwa menjamu Min Joon sebagai rasa terima kasihnya  pada Min Joon yang telah menyelamatkan Yi Hwa. Ia mempersilakan Min Joon untuk makan dan istirahat selama Min Joon berada di rumahnya.


Ia meninggalkan Min Joon dengan hidangan yang tersaji di meja. Min Joon yang sedari tadi melirik kiri kanan, memperhatikan kamar itu, sekarang memusatkan perhatian pada makanan yang di depannya. Untung Ayah Yi Hwa tak ada di ruangan, karena Min Joon makan tak menggunakan sumpit, hanya menggunakan tangannya, mencomoti satu per satu makanan yang sepertinya terasa lezat baginya.



Yi Hwa terbangun karena lehernya dicekik seseorang. Ia membuka mata dan melihat ibunya yang mencekik lehernya. Ia mencoba melepaskan diri, tapi tangan ibu Yi Hwa sangat kuat mencekiknya.


“Hidup dengan berlaku nista itu tak lebih baik daripada mati secara bersih. Itu yang selalu kuajarkan padanya. Kau telah menodai tubuhnya dan mengotori kehormatan keluarga ini dengan tindakan yang memalukan. Kau tahu itu, tapi kenapa kau malah kembali ke rumah ini?” ibunya menangis, berteriak marah.


Yi Hwa menggelengkan kepalanya, menangis dan memohon, “Tolong selamatkan aku! Selamatkan aku!”


Ayah Yi Hwa mendengar semua tangisan Yi Hwa dan ucapan istrinya itu dari luar. Ia nampak berperang dengan dirinya sendiri, sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar itu.


Mengetahui suaminya sudah pergi, ibu Yi Hwa melepaskan cekikannya dan menyuruh Yi Hwa untuk pergi melarikan diri, “Jika ayahmu datang, kau dan aku bisa mati di tangannya. Kukatakan padanya jika ada yang membunuh anak kita, aku yang akan akan melakukannya. Jadi pergilah sekarang!”


Yi Hwa tak segera pergi, hanya terus menangis, shock. Ibu meletakkan sekantung uang di tangannya dan berpesan, “Hiduplah diam-diam seperti kau itu sudah mati.” Yi Hwa memohon ibunya, tapi ibu juga menangis menyesali Yi Hwa yang membawa pria asing ke rumah mereka, “Bagi ayahmu, kehormatan keluarga jauh lebih penting daripada nyawa anaknya sendiri. Apa kau benar-benar tak tahu mengetahuinya?”


Ucapan ibunya membuat Yi Hwa tersadar dan bertanya panik, “Ibu! Bagaimana dengan orang itu? Apa yang terjadi dengan orang itu?”


Orang itu, Min Joon, sekarang terbaring dan terikat di gudang, terlalu lemah untuk bisa bangkit. Tapi hal itu adalah suatu hal yang luar biasa. Ayah Yi Hwa yang masuk ke dalam gudang itu mendapat laporan dari pelayannya kalau pria itu tidak mati walau sudah mengkonsumsi bubur beracun. Seharusnya pria itu sudah mati, tapi pelayan itu tak tahu kenapa pria asing itu masih hidup. Bahkan apoteker pun tak tahu sebabnya.


Dalam kondisi yang belum pulih sepenuhnya, Min joon melihat pesawat yang membawanya ke bumi, sekarang meninggalkannya.


“Sakit yang kupikir tak kan pernah hilang, hilang dengan berjalannya waktu,” ujar Min Joon masih dengan tatapan menerawang.


Pengacara Jang mengaku tak mengerti hal itu karena ia tak pernah hidup selama itu. Tapi dalam hidupnya, ia mendapat sebuah pelajaran yaitu orang hidup dan mencintai seolah-olah tak ada hari esok. Ia terkekeh sendiri dengan tingkah manusia yang kekanak-kanakkan itu. “Tapi.. walaupun masa depan itu penting, tapi bukankah masa sekarang juga sama pentingnya?”


Pada Min Joon, Pengacara Jang bertanya sekali lagi, “Dan apakah kau percaya kalau kau akan merasa baik-baik saja  jika sesuatu hal yang buruk terjadi pada orang itu?”

Kapal yang digunakan sebagai tempat pernikahan Noh Sae Yeon itu sudah mulai bergerak.


Di apartemen, tak sengaja Min Joon menonton acara Song Yi yang memperlihatkan Song Yi sebagai aktris cilik, yang menjadi terkenal karena iklan coklatnya dan akting yang hebat.

Min Joon melihat Song Yi kecil yang berakting di drama sageuk juga menjadi karakter anak-anak dalam drama yang sepertinya mirip dengan Autumn Love Story-nya Song Hye Kyo.  Song Yi membuat drama yang ia perankan selalu menjadi hits dan hingga saat Song Yi dewasa, ia dijuliki sebagai satu-satunya dewi nasional.


Dan Min Joon melihat tayangan yang kita lihat di epilog episode 2. Song Yi ditanya mengenai cinta pertamanya dan sambil tersipu Song Yi menjawab kalau ia belum punya seseorang yang bisa ia sebut sebagai cinta pertamanya.


Saat Song Yi mendeskripsikan pria yang pernah menyelamatkan saat ia hampir mengalami kecelakaan, sebagai pria yang tinggi dan walau misterius, terlihat berkepribadian hangat dan menyenangkan. Min Joon langsung teringat kejadian saat ia menyelamatkan gadis yang mirip dengan foto di dompet Song Yi.


Min Joon bersedekap dan berpikir.  Ia pun mematikan televisi dan beranjak pergi.

60 jam setelahnya…


Min Joon seperti biasa, berangkat dengan menggunakan sepedanya. Di pinggir sunga, ia menghentikan sepedanya saat melihat kerumunan orang dan polisi yang menyelidiki semuanya. Peristiwa hilangnya aktirs Chun Song Yi telah mmembuat seluruh Korea Selatang tak beristirahat selama 3 hari, mencari di sekitaran sungai Han hingga ke universitas Seo Gang.


Dan sekarang, polisi telah menemukan sebuah mayat. Kita tak melihat siapa mayat itu, tapi mayat itu memakai sepatu perak di kakinya.

My Love From Another Star Episode 4


Para wartawan langsung mengerubuti salah satu polisi yang keluar, bertanya apakah polisi sudah mengidentifikasikan mayat itu.


Di dalam, polisi yang tadi dikejar-kejar itu menolak untuk menangani kasus ini, karena terlihat jelas kalau ini adalah kasus bunuh diri semata. Aktris yang mati ini selalu minum obat penenang. Dan aktris itu juga pernah men-twit beberapa saat yang lalu : Apa yang harus kulakukan kalau susah sekali untuk hidup. Si korban juga benar-benar mabuk saat itu.

“Jadi jawaban akan keluar dengan mudahnya. Seorang aktris top tak dapat mengatasi depresinya, dan bunuh diri karena alkohol,” kata si polisi menarik kesimpulan. Ia menggerutu, heran mengapa kasus seperti ini harus muncul di area pengawasannya. Handphonenya berbunyi dan mengetahui kalau itu dari wartawan, ia berkata pada rekannya, “Aku tak dapat bekerja karena para wartawan ini. Kita harus segera menutup kasus ini.”


Tapi tidak bagi jaksa yang menangani kasus ini. Ia ingin tahu semua yang bisa ia temukan sekarang. Muncul seorang pria membawa tiga kopi dan menyapa si polisi itu dengan panggilan Detektif Park.


Ia ingin memperkenalkan diri, tapi Detektif Park meminta jaksa itu untuk langsun menutup kasus ini. Keluarga korban tak menginginkan otopsi dan menurut pihak forensik, tak ada tanda perlawanan dari si korban atau korban mengalami pemukulan.


Dengan wajah polos, jaksa tersebut bertanya apakah itu yang dikatakan Detektif Park itu adalah yang terjadi? Detektif Park meyakinkan rekan barunya itu. Ia sudah akan menceritakan pendapatnya dari pengalamannya bertugas, tapi jaksa itu malah mengusulkan hal lain, “Apakah sebaiknya kita memeriksa CCTV?”


Detektif Park menjawab kalau ia kurang lebih sudah memeriksanya. Tapi jaksa itu tak mau kurang lebih. Mereka harus benar-benar memeriksa CCTV itu.  Melihat keteguhan itu, Detektif Park pun akhirnya mau melakukannya. 


Mereka mulai memeriksa CCTV dimulai dari ruang makan. Dan pada pukul 19.35, Song Yi muncul dengan gemetar kedinginan dan duduk semeja dengan Hwi Kyung dan Se Mi. Hwi Kyung buru-buru menutupi tubuh Song Yi dengan mantelnya, “Siapa juga yang menyuruhmu untuk memakai sesuatu yang sangat terbuka? Pakailah lengan panjang dan turtlenecks hingga ke leher.”\


Song Yi bertanya tentang aturan yang melarang para manajer untuk ikut. Se Mi menjelaskan kalau pihak pengantin khawatir kalau foto-foto pernikahan ini akan tersebar. Song Yi mengeluh karena penganti terlalu membesar-besarkan.


Hwi Kyung pun nyamber, “Benar. Nanti kita tak perlu besar-besaran dan lakukan semua ini dengan diam-diam seperti di gereja. Jadi nuansanya akan lebih terasa.”


Song Yi menyetujuinya, “Lakukanlah seperti itu. Nanti aku akan datang untuk menghadiri pernikahanmu dan membawa banyak uang.” LOL.


Song Yi melihat Jae Kyung muncul dan menyapanya. Mereka sepertinya memang kenal dekat, karena Se Mi pun juga menyapa kakak Hwi Kyung. Kebetulan bertemu dengan Jae Kyung, Song Yi pun bertanya apakah Jae Kyung punya pacar? Jae Kyung tak menjawab malah balik bertanya, mengapa?


"Han Yoo Ra pernah berkata kalau ia akan menikahi seorang pria dari SC Group. Dan hanya ada dua anak laki-laki di keluarga kalian. Kau dan Hwi Kyung,” Song Yi menjelasikan. Hwi Kyung langsung berkata kalau yang pasti bukan dia karena ia tak mengenal Han Yoo Ra.


Jae Kyung menjelaskan kalau ia mengenal Han Yoo Ra hanya karena Han Yoo Ra adalah model tetap untuk Department Store SC Group. Song Yi merasa senang karena dugaannya benar. Dengan suara keras ia bertanya, “Bagaimana mungkin ia bisa berbohong dnegan mudahnya?”

Para tamu berbisik-bisik mendengarnya. Se Mi mengingatkan Song Yi untuk memelankan suaranya, “Hei.. orang-orang melihat kita. Ada gosip kalau hubunganmu tak begitu baik dengan Han Yoo Ra.”


Tapi Song Yi tak peduli karena itu memang kenyataan. Ia melepas jaketnya yang segera diterima oleh Hwi Kyung dan berkata kalau ia ingin pergi untuk menemui mempelai.

Jae Kyung hanya tersenyum, tapi senyumnya terlihat basa-basi.


Pukul 19.41, Song Yi muncul di ruang mempelai wanita, Noh Seo Young. Song Yi menyapa Seo Young yang ia panggil dengan eonni, dan memuji kecantikannya sekaligus bertanya, “Dengan kesibukanmu mengurus pernikahan, kapan kau masih bisa menyempatkan diri ke rumah sakit? Bagian itu benar-benar bagus. Aku harus menirunya.”

Seo Young tersenyum sambil menyentuh rahangnya. “Aku memang merubahnya sedikit. Apakah kelihatan bagus?”


“Kau kelihatan sangat muda sehingga Suzy pun akan datang dan ingin berteman denganmu,” puji Song Yi dengan bercanda, membuat semua yang hadir tertawa.

LOL. Jadi kalau di Korea, kalau memuji cantik itu kayak gitu, ya?


“Halo.. Seo Young aa..”


Mood Song Yi langsung drop saat mendengar suara menyapa Seo Young. Siapa lagi kalau bukan Yoo Ra. Tak menoleh pada Song Yi, Yoo Ra meminta Seo Young untuk melempar buket untuknya. Seo Young terbelalak dan bertanya apakah Yoo Ra mempunya seseorang yang spesial? “Apakah kau akan menikah?”


Yoo Ra hanya tersenyum rahasia dan bertanya, “Kau akan membuat kembang api tengah malam nanti, kan? Nantikan saja. Akan ada pengumuman yang mengejutkan saat itu.”

Song Yi kesal melihat Yoo Ra dan menyindir, “Apakah kau akan mengadakan sebuah acara di pernikahan orang lain?”

Yoo Ra akhirnya berbalik menghadap Song Yi dan menilai penampilan Song Yi dari ujung rambut sampai ujung kaki dan balik menyindir, “Kau bahkan sekarng juga meniru sepatu orang lain juga?”


Song Yi marah melihat sepatu mereka sama dan ia akan mulai adu mulut jika saja Seo Young tak turun tangan dan meminta mereka berdua untuk berfoto bersamanya.


Maka dari adu mulut pun berubah menjadi adu pose. Pose siapa yang lebih baik. Dan ya ampun.. gayanya itu loh..  Seo Young saja sampai bengong melihat kelakuan kedua temannya itu.


Pukul 21.28, mempelai wanita melempar buket bunga ke arah Yoo Ra yang segera menangkapnya dan melemparkan senyuman rahasia pada Jae Kyung. Dan Song Yi melihat hal tersebut.


Song Yi kembali ke meja makan dan bertanya apakah ada yang melihat Han Yoo Ra. Hwi Kyung tak melihatnya dan bertanya mengapa. Song Yi menjawab, “Aku tadi bertemu dengannya di toilet dan ia meninggalkan tasnya.”
Se Mi bertanya khawatir apakah Song Yi dan Yoo Ra bertengkar lagi. Sambil memasukkan tas Yoo Ra ke dalam tasnya, Song Yi menjawab kalau ia bukanlah orang yang selalu berkelahi setiap hari.


Pukul 00.01, kembang api bertebaran di langit. Para tamu menikmati pemandangan yang mengesankan itu, termasuk Se Mi. Ia melihat seorang sutradara dan menyapanya. Ia tahu kalau sutradara itu akan menggarap film baru dan berharap sutradara itu meneleponnya jika ada peran yang cocok untuknya.

Sutradara itu tersenyum penuh arti dan menjawab kalau ia akan menghubungi Se Mi lagi, “Nanti kau harus datang dan minum denganku, ya.”

“Apa?” tanya Se Mi bingung.

“Kau kan tadi menyuruhku untuk meneleponmu. Aku akan meneleponmu nanti, jadi datanglah, ya.” Eww.. sutradara kaya gini nih yang harusnya lenyap aja.


Se Mi bingung harus menjawab apa. Tapi ada suara yang muncul, “Apakah film itu yang nantinya akan tenggelam?”


Hwi Kyung muncul dan memeluk bahu Se Mi, “Kau hanya bisa melakukannya jika ada orang yang mau investasi di filmmu. Sutradara Park Yoo Kon. Filmmu hanya bisa dibuat jika S&C Entertainment mau berinvestasi di dalamnya. Kalau mereka tak mau berinvestasi, maka kau tak akan bisa melalukannya.”

Sutradara Park itu marah dan bertanya siapa Hwi Kyung. Hwi Kyung pun memperkenalkan diri sebagai anak kedua dari grup S&C, “Kakakku ingin berinvestasi, tapi karena ia tak punya jiwa seni, maka ia selalu bertanya padaku untuk menanyakan apakah film atau drama itu menarik atau tidak. Dan aku membaca skenarionya, benar-benar membosankan. Jadi kukatakan padanya untuk tidak menginvestasi.”


Sutradara itu kesal bukan main, namun tak berani cari gara-gara. Ia pun memilih pergi. Se Mi heran melihat Hwi Kyung. Apa yang baru saja Hwi kyung lakukan?


Sekarang Hwi Kyung yang kesal pada Se Mi. Ia memeluk Se Mi lebih erat dan bertanya balik mengapa juga Se Mi mengajak bicara sutradara itu, “Ia itu seperti mafia. Jangan berhubungan dengan pria seperti itu. Mengerti?”


Se Mi salah tingkah dengan pelukan Hwi Kyung. Ia meminta Hwi Kyung untuk melepaskannya. Hwi Kyung pun menuruti tapi ia mengacak-acak rambut Se Mi dan memberi nasihat, “Selain aku, semua pria adalah serigala. Kalau kau punya pacar, kau harus ceritakan padaku dulu. Setelah aku melihatnya dan setuju, kau baru boleh pacaran dengannya.”

“Memang kau pikir siapa dirimu?” tanya Se Mi.


“Aku..” Hwi Kyung berpikir mencari jawaban dan kemudian tersenyum riang, “.. adalah calon suami sahabat baikmu. Tapi ngomong-ngomong mana sahabat baikmu itu?”

Se Mi menjadi lesu mendengar jawaban Hwi Kyung dan berkata kalau Song Yi pergi mencari minum. Hwi Kyung kesal mendengarnya dan bertanya-tanya apakah Song Yi ini dewa mabuk atau semacamnya.


Se Mi akhirnya melihat Song Yi yang sedang mabuk dan hendak menuruni tangga. Ia hendak berteriak mengingatkan Song Yi tapi perahu bergoyang, membuat para penumpang berteriak panik. Hwi Kyung segera menangkap tubuh Se Mi agar tidak jatuh.

Pukul  00.07, perahu tergoncang sangat keras.


Se Mi gugup karena Hwi Kyung lagi-lagi menyentuhnya. Setelah ia berdiri lagi, ia melihat ke arah Song Yi, tapi ia tak menemukan gadis itu di sana. Ia bingung dan bertanya, “Kemana Song Yi pergi?”

“Katamu dia tadi pergi cari minum.”


“Ia tadi ada di sana beberapa saat yag lalu,” jawab Se Mi bingung masih mencari-cari sosok Song Yi.


Pukul 01.26, kapal berlabuh dan para tamu mulai turun. Para manajer bingung melihat kapal berlabuh lebih cepat satu jam dari rencana. Se Mi muncul dan mereka bertanya apa yang sedang terjadi.


Se Mi menjawab kalau Song Yi menghilang dari kapal. Dan begitu pula dengan Yoo Ra. Sekarang orang-orang sedang mencari mereka. Kedua manajer artis itu sangat khawatir mendengarnya.  


Pukul 01.31, Hwi Kyung mencari ke setiap kamar di dalam kapal tersebut. Akhirnya ia menemukan Song Yi yang tertidur pulas di dalam kamar.


Pukul 01.42, Hwi Kyung memapah Song Yi yang masih mabuk untuk keluar kamar.


Detektif Park mengatakan kalau Song Yi adalah orang terakhir yang turun dari kapal. Pada saat itu, Han Yoo Ra belum ditemukan. Jaksa Yoo, nama lengkapnya Yoo Seok, bertanya kapan waktu kematian Yoo Ra.


Detektif Park membuka catatannya dan berkata Yoo Ra terlihat terakhir kali bersama dengan Chun Song Yi dan katanya mereka bertengkar. Menurut saksi saat itu terjadi sekitar pukul 23.30 dan orang-orang menyadari Yoo Ra menghilang sekitar pukul 12.30, “Jadi kejadian itu pasti terjadi di antara waktu tersebut.”


Handphone Detektif Park berbunyi lagi dan melihat siapa peneleponnya, ia mengeluh. Lagi-lagi wartawan yang mencari keterangan apakah Han Yoo Ra menjadi seperti ini karena Chun Song Yi. Jaksa Yoo heran, bagaimana mungkin kematian Han Yoo Ra karena Chun Song Yi?

Detektif Park pun tak tahu. Ia tahu kalau hubungan keduanya tak begitu baik. Tapi begitulah menurut gosip.


Dan menurut dosen Do Min Joon, semakin buruk sebuah gosip, maka semakin kuat gosip tersebut. Jika jaman dulu gosip menyebar ke seluruh kota dan dimulai di sumur bersama, sekarang gosip berawal dari kafe, pub, vending machine, rest area, blog internet dan yang lainnya. “Dimanapun orang berkeliaran dan beristirahat, gosip itu mulai bermula. Hingga bisa membunuh seseorang.”


Para mahasiswa berkumpul di kantin, mojok di vending machine dan menggosip kalau Han Yoo Ra sudah muak dengan Song Yi dan bunuh diri karena depresinya semakin memburuk. Salah satu mahasiswa menambahkan kalau ia mendnegar kalau Song Yi sering mengganggu Yoo Ra.


Di kafe, para dosen menggosipkan video Song Yi yang ada diupload di Youtube. Video itu tentang adu mulut Yoo Ra dan Song Yi di salon. Tapi video itu telah diedit sehingga hanya ada kata-kata pedas Song Yi yang menghina drama Yoo Ra yang 4%.


Di warnet, Yoon Jae menonton berita tentang jasad Yoo Ra yang ditemukan di sungai dan wartawan mengasumsikan kalau kematian ini disebabkan oleh perseteruan Yoo Ra dengan Miss C.


Manajer Yoo Ra yang diwawancarai pun juga membenarkan kalau kondisi depresi Yoo Ra diperburuk oleh Chun Song Yi, “Siapa yang tak marah jika dihina dan direndahkan oleh orang yang lebih muda? Bahkan di hari kematiannya, ia berkata kalau semua ini karena ******.”

Yoon Jae menonton wawancara itu dengan marah Ia menendang tempat sampah, membuat para murid wanita yang datang berseru  kagum. *aihh.. alay banget nih para cewek-cewek.*


Di kafe manga, kedua pengangguran itu juga menggosipkan Song Yi yang benar-benar jahat. Tapi Hae In langsung membela Song Yi. Song Yi memang jahat, tapi bukan jahat seperti itu, karena ia benar-benar mengenalnya. Tapi kedua pengangguran itu menertawakan Hae In, tak percaya.


Presdir Ahn juga frustasi dengan adanya kasus ini. Ia mencoba mencegah gosip tersebar tapi tak bisa. Wartawan Choi yang biasanya dekat dengannya juga tak mau menerima teleponnya. Ia menyuruh Manajer Song Yi yang bernana Bom untuk segera pergi ke rumah Song Yi dan melindunginya.


Bom pun segera pergi ke apartemen Song Yi. Tapi di depan apartemen ternyata sudah penuh dengan wartawan. Ia pun menelepon Song Yi dan memintanya untuk turun ke tempat parkir.


Song Yi baru saja bangun dan bertanya apakah syutingnya dijadwal ulang? Bom bertanya apakah Song Yo belum melihat berita? “Mayat Han Yoo Ra-ssi ditemukan.”


Song Yi benar-benar bangun dari tidurnya, “Ia mati?” Bom membenarkan dan Song Yi semakin terbelalak, “Bagaimana bisa? Apakah kecelakaan? Apa yang terjadi?”

Bom mengaku tak tahu. Tapi yang pertama harus Song Yi lakukan adalah keluar dari rumah segera karena reporter akan segera naik ke atas.


Song Yi pun terburu-buru keluar. Ia akan menekan tombol lift, tapi Bom melarangnya karena papra wartawan itu juga naik lift. Ia menyuruh Song Yi untuk keluar lewat pintu darurat.


Song Yi berlari menuju pintu darurat, tapi Bom kembali melarangnya. Ia melihat ada beberapa yang pergi melalu pintu darurat. Ia menyuruh Song Yi untuk masuk ke dalam apartemennya lagi. Song Yi bergegas untuk masuk. Tapi ia segera tersadar, ‘Hei! Kenapa aku harus melarikan diri?”


Bom tak ada waktu untuk  menjelaskan, dan meminta Song Yi untuk menuruti ucapannya saja. Song Yi pun buru-buru memencet passwordnya. Tapi saking paniknya, ia tak tahu berapa kode passwordnya itu. Ia bertanya pada Bom. Tapi Bom tak tahu karena Song Yi baru saja menggantinya.


“Jadi aku mengubahnya ke nomor berapa?!!” teriak Song Yi tambah panik.


Ia mencoba terus, tapi tetap gagal. Pintu itu tak mau terbuka. Ia berlari ke lift, menatap horror pada angka di lift yang angkanya semakin membesar mendekati angka 23. Ia mondar-mandir kebingungan.


Terdengar suara pintu terbuka. Song Yi melihat Min Joon membuka pintu. Ia pun buru-buru mendorong Min Joon agar masuk ke dalam rumah. Bersamanya.


Sepersekian detik setelahnya, pintu lift terbuka dan para wartawan muncul seperti rombongan lebah menemukan  bunga. Mereka memencet bel apartemen Song Yi dan berteriak-teriak memanggil Song Yi keluar.


Song Yi menguping dari belakang pintu. Min Joon hendak bertanya, tapi Song Yi meletakkan telunjuk di bibir Min Joon, menyuruhnya diam. Min Joon menangkap telunjuk Song Yi dan dari wajahnya, tampak ia tak suka.


Dengan berbisik, Song Yi meminta agar Min Joon membiarkannya tinggal di sini sekali ini saja. “Aku akan digigit hingga mati oleh orang-orang itu.”


Sesaat ruangan hening karena Min Joon diam, hanya memandang Song Yi. Namun keheningan itu pecah karena terdengar suara dari Song Yi. Dari perutnya.

Haduhh… masih sempat-sempatnya laper.


Masih berbisik, Song Yi berkata, “Aku minta maaf karena mengucapkan kata-kata ini dalam situasi seperti ini,” Song Yi menatap ruangan di dalam apartemen Min Joon, “.. tapi apakah kau masih punya ramen atau nasi? Aku tak makan banyak kemarin malam, jadi aku sedikit lapar.”

Gubrak!

Komentar :

Duh.. si Song Yi ini, belum juga dikasih ati udah minta ampela, deh. Mungkin Min Joon berpikir, kenapa juga 3 bulan terakhir di bumi ini aku dapat cobaan yang luar biasa?

Note : bagian 2 nggak akan saya upload hari ini, ya.. mau weekend-an dulu.. :))

41 comments:

  1. Aku suka song yi yang g tau malu kyk gt, apa adanya,,:D

    kasian min joon kehidupan tenangnya terusik oleh song yi :P

    ReplyDelete
  2. wkwkwkk.. Song Yi lucuuu.. makasih sinopsisnya. jd yg da dlm pglihatan Min Joon itu Han Yoo Ra. entah bgamana tp aku yakin yg mbunuhnya itu Jae Kyung. semangat trs ya eonni

    ReplyDelete
  3. wah.. cepet apdetannya.. :D makasih ya untuk sinopsisnya.. makasih banyak dan tetap semangat!!

    ReplyDelete
  4. hmm berarti bener yaa mngkin min joon gak bisa balik lagi ke planet nya karna di zaman joseon itu yg dia di racun :(
    sisa 3 bln lagi di bumi apa yg akan terjadi kalo min joon udah jatuh cinta sama song yi :p btw, thankseu yaa mba dee ^^ happy weekend ~~~

    ReplyDelete
  5. Sama mba fransiska sy juga punya filing gitu,​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ..ټ..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ .. Song yi lucu Ƴǡ,sifatx apa adanya.. Kasian min joo ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kenapa ya mbak, ada firasat tentnag yoo ra? apa masih ada hubungannya sama keselamatan song yi juga hehe

      Delete
    2. Menurutku..... Propesor kita hanya memiliki ikatan takdir dengan song yi. Jadi song yi benar-benar akan tenggelam kl gak ada dia. Lagian kita gak tw tuh Yoo Ra matinya kenapa. Bisa aja dia di bunuh lalu di lempar. Bukan kepeleset ky di mimpi.
      Jd menurutku yoo ra gak ada hubungannya sama mimpi.

      Delete
  6. lama2 hwikyung mirip HyunBin face-nya. kkkkk~ #Efek kangen Lht HyunBin ditipi lgi. XDD
    *scene yg hrusnya tegang dibuat jdi santai. XDD

    ReplyDelete
  7. Wahh makin seru aja.. Gk sabar part 2 ny,smgt buat penulisny..

    ReplyDelete
  8. silahkan download versi film/videonya aja

    di http://sadrachkurniawan.blogspot.com/2013/12/download-drama-korea-you-who-came-from.html

    ReplyDelete
  9. waaaaaa kaka.nya hwi kyung psikopat deh ngeri gitu..
    pasti dibalik kematian too ra itu jae kyung .

    ReplyDelete
  10. alien aja suka ama song yi apalagi manusia :D aku juga suka (maksudnya suka karakternya bukan suka cinta -_-) apalagi g maen jun ji hyun ahjumma eh unnie :D kemaren2 baru bisa baca doang belum sempet ngomen xixi ini drama aku tunggu2 dari jaman the heirs. suka ama jun ji hyun ama kim soo hyun, di the thieves ajaa aku fav mereka berdua :D
    yang satu beloon yang satu juga sama beloon ketang :D *bahasayunanikeluar wkkk

    ReplyDelete
  11. Astagoo...lucu bngt mba...^^
    Ma'ksh up date an nya...fighting!

    ReplyDelete
  12. Lucu bgt song yi ini :D kesian min joon :P
    ngeri ngeri sedaap gitu ya liat jae kyung.....kayanya dia lawan sepadan utk min joon.....tx mba dee, have a nice weekend :)

    ReplyDelete
  13. jae kyung emng ngeri bgd....
    kirain yg mati song yi trnyta sepatu yoo ra sma...asemb!!!

    pnsran nggu part 2 ne
    hadeeh!!!
    tetep smngt mba...

    ReplyDelete
  14. Pnsaran bnget ni mbak dee.....

    Met weeken ja mbak...

    psti jae kyung yg bnu yoo ra...coz yoo ra mo ngumumin hub mreka kn...jgn2 nnti song yi jg d incar jae kyung..

    ReplyDelete
  15. iklan bentar ya...........

    YE YE YE YE YE YE YE !!!
    ada yuchun di SBS, jadi presenter lagi.. :)
    yeorobun..keep smile........

    ReplyDelete
    Replies
    1. ralat...

      SBS AWARD ....makdus aye..........

      Delete
    2. kenapa salah terus nich....nulis MAKSUD aja susahnya......

      Delete
    3. really???
      oh, thanks dear^^
      jadi presenter yang mbacain nominasi? ngarep mbacain siapa ya? haha
      haha padahal dia kan ga main drama sbs tahun ini :P

      Delete
  16. Ngakak liat pose song yi foto sama pengantin.wkwkwkw...min joon tabah kan hati mu sblm plg ke asalmu...tpi klo bsa ajak jg ia song yi nya...biar seru.hahahaha.jae kyung bkn hanya jahat tpi kejam.makasih mba dee

    ReplyDelete
  17. Jangan jangan Yoo ra di bunuh sama kakaknya Hwi kyung.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pikiran yg sama dngn saya.
      Motifnya krna yo ra mengetahui rahasia jae kyung dan terus memaksa untuk melamarnya.

      Delete
  18. Thanks mbak. ditunggu part 2nya. Tapi Happy weekend dulu :)

    ReplyDelete
  19. Seru buanget.bikin aku yg g suka baca anteng baca .sinopsisnya bagus seolah aku lg nonton filmnya

    ReplyDelete
  20. Seru buanget.bikin aku yg g suka baca anteng baca .sinopsisnya bagus seolah aku lg nonton filmnya

    ReplyDelete
  21. Seru buanget.bikin aku yg g suka baca anteng baca .sinopsisnya bagus seolah aku lg nonton filmnya

    ReplyDelete
  22. Gomawo sinopsisnya eonni ^^
    Baru baca hari ini.
    Liat ekspresi diem Min Joo bikin melting ~~
    lope lope deh buat aktingnya Kim Soo Hyun ^^

    ReplyDelete
  23. cer4itanya makn menarik nih, eonni nge pos yg part 2 nya jgn lama" ya, udh kebelet pengen baca hehe...

    ReplyDelete
  24. dear all,
    ternyata hari ini pun aku ga bisa posting yg bagian 2, krn ada sesuatu yg mendesak yg hrs dilakukan. jadi mohon pengertiannya ya.
    akubjg ga bisa janji beaok bisa. tp aku usahain akan posting sblm ep 5 tayang. tq.

    ReplyDelete
  25. Gomawo mbak sinop nya..
    btw...ep terakhir my daughter seo young kpn diposkan mbak, dh kebelet nii..hehee..

    ReplyDelete
  26. silahkan download versi film/videonya aja

    di http://sadrachkurniawan.blogspot.com/2013/12/download-drama-korea-you-who-came-from.html

    ReplyDelete
  27. mbak dee... part 2 nya belum di post lagi yaa :( bolak balik pagi siang sore malem ke blog nya mbak dee, T.T

    di tunggu ya mbak part 2 nya.. critanya nanggung nih ><

    ReplyDelete
  28. Yg udah kepo akut bs liat review nya di blog irfa

    ReplyDelete
  29. song yi alay....tapi lucu cerita awal2nya bikin mesem2 sendiri
    kapan episode selanjutnya di posting?

    ReplyDelete
  30. sebenarnya Min Jun sudah tau sama keadaan SongYI.
    kan dia punya pendengaran super, alien super gitu

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...