December 11, 2013

Sinopsis King's Family Episode 6

Sebelumnya : Sinopsis King's Family / Wang Family episode 5

Sinopsis King’s Family Episode 6


Gwang Bak shock mendengar Sang Nam ternyata sudah membaca bagaimana tulisan Gwang Bak telah mengubahnya menjadi benar-benar bajingan di artikel majalah itu. Gwang Bak mencoba menjelaskan pada Sang Nam. Ia minta diberi waktu 10 eh.. 5 menit saja untuk menjelaskan semuanya. “Aku akan mengakui semuanya.”



Tapi Sang Nam tak mau mendengar alasan Gwang Bak dan meninggalkannya. Gwang Bak tak menyerah. Ia mengejar Sang Nam dan menjelaskan kalau yang mengubah artikel itu adalah editornya. Ia tak sempat mencegahnya karena sudah naik cetak.


Sang Nam tetap tak mau percaya. Gwang Bak hendak mengejar, tapi di saat genting seperti ini ibu meneleponnya, meminta ia menidurkan putri Soo Bak. Gwang Bak frustasi namun tetap menggonggong sebentar dan kemudian menutup telepon.


Ia akhirnya mengejar Sang Nam lagi dan berjanji kalau ia akan membawakan buktinya. Ibu meneleponnya kembali, dan Gwang Bak pun menggonggong-gonggong terus sambil berjalan pergi.


Tapi sayang bukti itu tak ada. Gara-gara Dae Bak yang mengambil print-out artikelnya dan tak sengaja menjatuhkan laptop Gwang Bak, laptop itu mati dengan sukses. Gwang Bak menjerit frustasi.


Tak disangka Seo Dal menikmati pekerjaannya. Ia bisa bertemu banyak wanita cantik, bahkan bisa menenangkan seorang salah satu tamu yang menangis meraung-raung di kamarnya.

Ia pulang ke rumah membawa banyak baju, mainan dan roti tart untuk perayaan hari pertamanya ia bekerja. Tapi Ho Bak mengambil belanjaan Seo Dal dan mengatakan kalau ia akan mengembalikan barang-barang yang baru saja dibeli Seo Dal tapi mereka akan tetap memakan tart-nya.


Akhirnya keluarga kecil itu merayakan lagu selamat ulang tahun dengan lirik yang diganti. Mereka benar-benar bahagia.


Berbeda dengan di rumah So Bak. Min Jung menemukan So Bak yang termenung. Ia bercerita kalau sejak kecil ia hanyalah anak dengan kemampuan rata-rata, berbeda dengan Ho Bak yang selalu meraih banyak piala. Hanya ibunya yang menyayanginya, 


“Aku hanyalah anak biasa-biasa saja yang tak pantas mendapat perhatian lebih. Tapi saat bertemu denganmu, kehidupankku berubah. Orang-orang mulai mengerumuniku. Berkat dirimu, aku menjadi Cinderella. Tapi lonceng sudah berbunyi, dan aku menjadi miskin lagi.”

Oh my.. jadi yang Cinderella adalah Soo Bak? Bukannya Ho Bak? Ughh..


Soo Bak menangis dan mengatakan kalau ia tak kuat menghadapi semua ini. Kata ayahnya, Tuhan hanya memberi cobaan yang manusia dapat tahan menghadapinya. “Tapi aku tak dapat menahannya. Jadi kenapa Tuhan memberi cobaan seperti ini? Bagaimana aku dapat menghadapinya?” Soo Bak menangis tersedu-sedu, membuat Min Jung merasa sangat iba dan bersalah.


Maka ia pun memutuskan untuk tak mengirim Soo Bak dan anak-anak ke rumah ayahnya, “Mari kita tinggal di Seoul. Marilah kita menyewa apartemen satu kamar atau apalah. Dan sebagai gantinya, beri aku waktu 3 tahun. Aku akan mengembalikanmu ke sini dalam 3 tahun.”


Malam-malam Sang Nam yang masih bekerja, mendapat SMS dari Gwang Bak yang meminta maaf karena file-nya hilang. Sang Nam tak membalas SMS itu, merasa dugaannya memang benar. Sang Nam pun membalas dengan kasar, menyuruh Gwang Bak pergi ke neraka saja karena sudah menipunya sebanyak dua kali.


Gwang Bak menelepon Sang Nam lagi, tapi Sang Nam sudah marah dan malah menutup teleponnya.


Ayah Mi Ho meminta Ibu Mi Ho untuk mencari pasangan hidup, tapi Ibu Mi Ho berkata kalau ia sudah merasa tenang dengan hidup seperti ini. Walau saat menemani Mi Ho tidur, ia teringat saat ia dan Mi Ho berjalan-jalan dan melihat sebuah anak yang bersama ayah ibunya.


Mi Ho menatap keluarga itu dengan iri dan bertanya, “Ibu, apakah tak ada toko yang menjual ayah? Aku harap kita bisa pergi ke toko itu dan membeli seorang ayah.”


Ayah Sang Nam menemui putranya yang sedang merasa galau di pub. Sang Nam bertanya pada ayahnya apakah wanita memang tak menyukai tekhnisi? Ayah bertanya kalau lingkungan yang membentuk pola pikir seperti itu. Apakah Sang Nam tak menceritakan kalau sebenarnya Sang Nam bukanlah pekerja, tapi pemilik perusahaan?

Sang Nam menggeleng. Ia tak mau memberitahukan hal itu, “Aku tak bisa menyukai perempuan yang menyukaiku karena aku memiliki perusahaan.”

Ayahnya bertanya apakah Sang Nam menyukai wartawan itu? Sang Nam menjawab kalau gadis itu bukanlah tipenya.


Gwang Bak yang sedang stress, tiba-tiba teringat dimana ia pernah melihat Sang Nam sebelumnya. Saat musim salju, ia harus parkir parallel. Tapi ia tak bisa. Tak ada orang yang menolongnya, hanya seorang pengemudi truk yang turun dan mengarahkan Gwang Bak hingga ia bisa parkir dengan sukses.


Gwang Bak berterima kasih dan pria itu memberikan kartu namanya. Tapi kartu nama itu terlepas karena tertiup angin yang semakin kencang. Tapi Gwang Bak akhirnya ingat wajah pria itu. Pria itu adalah Sang Nam.

Ia pun mengirimkan voice message dan menceritakan dimana mereka pernah bertemu sebelumnya. Gwang Bak yakin ada sesuatu yang spesial di antara mereka dan meminta Sang Nam untuk meneleponnya kembali. Tapi Sang Nam tak menggubris permintaannya.


Soo Bak dan Min Jung mencari apartemen dua kamar, tapi hanya rumah petak satu kamar yang mampu mereka sewa. Sebaliknya. Ho Bak yang juga mencari apartemen, akhirnya mendapatkan apartemen 2 kamar yang dijual dengan harga di bawah pasar karena pemilik sebelumnya akan pindah di rumah yang lebih besar. Pemilik itu menyebut apartemennya sebagai apartemen yang membawa keberuntungan.


Ho Bak pun menandatangani perjanjian jual beli apartemen tersebut. Tak sengaja ia bertemu dengan Soo Bak dan Min Jung yang juga sudah menandatangani perjanjian sewa rumah petak tersebut dan Ho Bak pun mengajak mereka makan siang.


Melihat Ho Bak mentraktir mereka makan, sesuatu yang jarang terjadi, Soo Bak langsung menduga kalau Ho Bak baru saja membeli apartemen, seperti kata ibu mereka. Ho Bak berkata kalau ia baru melihat-lihat saja.


Soo Bak sangat frustasi dengan kondisinya sehingga ia mencela semuanya. Ia kelihatan tak suka melihat Ho Bak tahu apa yang disuka dan yang tak disuka suaminya (Ho Bak sudah bekerja di rumah Soo Bak bertahun-tahun), Ho Bak mencela suaminya yang mempunyai nafsu makan padahal katanya badannya semakin mengurus.

Min Jung berkata kalau ia memutuskan kalau Soo Bak dan anak-anaknya akan tetap tinggal di Seoul dan akan tinggal di apartemen sewaan. Ho Bak langsung menyatakan kegembirannya dan memuji Min Jung. Soo Bak langsung berkata sinis, “Menyewa apartemen itu bagus? Bisakah kau bicara dengan lebih hati-hati lagi?”

Ho Bak diam dan membiarkan kakaknya marah-marah karena tahu suasanya hatinya pasti sedang tidak baik. 


Tapi Soo Bak benar-benar tak dapat mengendalikan dirinya, karena saat Min Jung mengatakan kalau hari ini mereka akan pindah ke apartemen barunya, Soo Bak menjerit, “Itu bukan apartemen! Itu hanya sebuah kamar!” dan ia pun lari meninggalkan adik dan suaminya.


Soo Bak dan Min Jung mulai pindah rumah. Tapi Soo Bak benar-benar tak suka  dan sudah enggan pindah. Dia pun ketakutan saat melihat ada tikus yang berkeliaran. Akhirnya ibu dan Ho Bak yang membereskan rumah itu, sementara Soo Bak duduk ketakutan pada tikus dan kecoa yang mungkin muncul.

Yeaah.. right. Cinderella kok ya takut sama tikus. Bukankah tikus adalah sahabat Cinderella?


.Ibu benar-benar mengasihani Soo Bak dan mulai menyalahkan Ho Bak yang tak mau meminjamkan uang padahal Soo Bak sudah memberinya pekerjaan rumah tangga selama ini. Ho Bak hanya diam saja dan terus mengepel lantai rumah Soo Bak. Bahkan ia memukul kecoa dengan tangan kosong. Whoaa.. !


Soo Bak mengeluh tentang kamar mandi yang ada adalah kamar mandi umum, yang harus dibersihkan secara giliran oleh para penghuninya. Ibu langung menyuruh Ho Bak yang membersihkan jika saatnya Soo Bak mendapat giliran.



Mi Ho dan Dae Bak menggantikan ibu untuk menemani anak-anak Soo Bak. Dengan mahirnya, Mii Ho mengganti popok dan membuat susu. Ia mengatakan pada Dae Bak kalau ia adalah calon istri yang sangat baik. Untunglah putri Soo Bak tak ikutan manja dan menikmati kehidupannya di rumah kakeknya. Ia malah ikut bermain dengan Dae Bak dan Mi Ho dengan ikut-ikutan Dae Bak yang menaruh popok bekas ke samping neneknya yang tidur.


Seluruh keluarga Wang minus nenek menghadiri syukuran rumah baru Soo Bak. Tapi hanya Se Dal saja yang sangat gembira bahkan memimpin lagu Saengil Chukae Hamnida. Ibu menyindir Se Dal yang nampak paling gembira. Se Dal tak malu dan menutupi kegembiraannya. Ho Bak buru-buru menjelaskan kalau kegembiraan Se Dal tak ada hubungannya dengan kepindahan ini, tapi karena Se Dal sudah mendapat pekerjaan baru.

Ibu berkata kalau Se Dal pasti akan keluar dari pekerjaannya dengan segera, tapi Se Dal berkata kalau kali ini, berbeda. Ia telah berjanji pada Ho Bak kalau kali ini ia tak akan berhenti kerja.

Ayah menasehati Min Jung kalau karena mereka sudah jatuh ke yang paling bawah, maka saatnya mereka akan naik lagi. Min Jung membenarkan dan ia berkata kalau ia akan tinggal di tempat ini hanya 3 tahun. Tapi Soo Bak langsung menangis karena ia harus tinggal di sini selama itu dan ibu mengasihani nasib Soo Bak yang ia besarkan seperti putri itu.

Se Dal mengatakan kalau dulu ia dan Ho Bak pada awalnya tinggal di tempat yang lebih kecil daripada tempat ini dan mereka sedikit demi sedikit merangkak naik. Dan seakan mengamini hal itu, saat ada kecoak, Ho Bak dengan cueknya memukul kecoa itu hingga mati, membuat yang lainnya terbelalak jijik melihat Ho Bak yang berani menyentuh kecoa.

Se Dal menjelaskan kalau di rumah mereka yang dulu, Ho Bak berani memukul dengan tangan kosong pada kecoa. Bahkan pada tikus. Eww..


Ibu masih saja merasa kasihan pada Soo Bak yang harus tinggal di rumah penuh dengan kecoak dan tikus. Uhh..mom.. kemana aja waktu Ho Bak juga tinggal di rumah yang seperti itu? Ayah mengatakan kalau ibu memanjakan Soo Bak hingga dia menjadi manja dan cengeng.

Jika ibu kesal pada nenek yang katanya memanjakan Don, tapi menurut ayah, sebenarnya ibu juga memanjakan Soo Bak sama seperti nenek memanjakan Don. Ibu kesal dan menolak kalau Soo Bak disamakan dengan Don.


Ayah dan nenek tak sengaja, sama-sama menengok Dae Bak yang sudah tidur. Nenek bersyukur atas adanya Daebak, karena jika tidak, tak ada yang meneruskan nama keluarga mereka dan pasti Anggeum (ibu) sangat memuja Dae Bak.

Ayah berkata kalau orang tua tak seharusnya memuja anaknya, tapi seharusnya mencintai mereka namun juga tegas pada mereka. Nenek pun menyetujui pendapat anaknya, “Jika kau mencintai anak-anakmu, kau harus tegas.”

Well noted by me, grandma.

Nenek tahu kalau ayah pasti kecewa dengan Soo Bak. Memang hati orang tua akan hancur jika anak mereka mendapat masalah seperti itu. Tapi nenek mengingatkan ayah agar tak bodoh dengan memberikan uang simpanan untuk pensiunnya pada mereka atau pada istrinya.


Ucapan nenek beralasan, karena nenek pasti takut karena menantunya akan memberikan uang itu pada Soo Bak. Ibu saja bahkan menelepon Ho Bak malam-malam untuk mengata-katai Ho Bak yang bisa tidur nyenyak padahal Soo Bak menderita di rumahnya, “Aku saja merasa sangat sedih melihatnya seperti itu dan kau malah tidur? Kau benar-benar tak punya hati!”


Soo Bak mendapat masalah saat ia kebelet buang air besar. Kamar mandinya bau sekali (atau mungkin masih ada kotorannya) memubuatnya jijik dan berlari pulang ke rumah. Tapi di tengah jalan ia bertemu dengan ibu Se Dal yang mengajaknya ngobrol lama sekali. Ia yang tak mau mengatakan kalau ia kebelet b.a.b, hanya meringis dan tersenyum bergantian, mencoba menghentikan ucapan ibu Se Dal.


Ia benar-benar kebelet hingga berkeringat dingin, Ia pun akhirnya bisa melepaskan diri dari ibu Se Dal. Tapi terlambat.


Ibu marah-marah sambil mencuci celana Soo Bak. Bukan marah kepada Soo Bak, tapi marah kepada ibu Se Dal karena membuat ia harus mencuci celana anaknya.


Duhh.. emang si Soo Bak gak bisa cuci celananya sendiri, ya? Tapi mungkin tidak, karena di kamar Soo Bak menangis karena hal itu.


Mi Ho menghadang teman sekelas yang sebelumnya melambaikan tangan pada Dae Bak dan memberikan kartu kuning padanya. Ia menyuruh gadis itu untuk menjauhi Dae Bak atau ia akan memberikan kartu merah padanya.

Haha.. cute… calon Gu Jun Pyo juga nih anak..


Akhirnya kita melihat sedikit keseharian anak keempat dari Wang Bak. Ia pergi kantor pos dan mengirimkan sebuah dokumen.


Ibu Mi Ho pergi ke salon ibu Se Dal. Sepertinya ia adalah langganan salon itu. Ibu dan adik Se Dal tahu kalau Ibu Mi Ho tinggal bersama kakak iparnya (yang berarti tahu kalau keluarga Mi Ho kaya). Tapi untuk pertama kalinya mereka melihat Sang Nam yang ingin menjemput Ibu Mi Ho.

Dan dari senyum mereka, mereka pasti menginginkan Sang Nam.


Baru beberapa hari bekerja, Se Dal sudah membeli mobil baru. Tentu saja Ho Bak marah-marah dan mengusir Se Dal dan menyuruhnya mengembalikan mobil itu. Ibu dan adik Se Dal muncul dan membela keputusan Se Dal.


Di depan pintu, mereka berusaha meluluhkan hati Ho Bak. Sementara ibu Se Dal marah-marah merasa Se Dal berhak membeli mobil karena sudah bekerja, Se Dal dan adiknya menari, seakan merapal mantra agar Ho Bak membuka pintu. Haha.. kakak beradik sama-sama gilanya.


Ho Bak pun membuka pintu, namun tak kalah ganas berteriak, “Ibu!!!” dan ketiganya langsung buru-buru kabur. LOL.


Di pasar, Min Jung melihat ada toko yang menjual tempat pup (yang pernah dipakai Park Yu di Tamra The Island). Ia membelikan itu untuk Soo Bak karena tahu Soo Bak tak bisa menggunakan toilet umum dan terlalu jauh rumah mereka dari rumah keluarga Hwang.

Tapi Soo Bak menolak mentah-mentah. Ia merasa dipermalukan saat ia menahannya tadi siang. Dan sekarang Min Jung memintanya b.a.b dengan menggunakan wadah itu? Ia benar-benar tak mau. Min Jung memintanya untuk bersabar selama 3 tahun ini saja. Dan Soo Bak langsung berteriak, “Bagaimana mungkin aku tidak buang air besar selama 3 tahun?”


Min Jung memintanya untuk menggunakan wadah itu. Wadah itu dijual di pasar, berarti ada orang yang memakainya juga. Dan hal ini bukanlah hal yang memalukan. Soo Bak menangis, berteriak dan melempar wadah itu, “Stop! Aku ini pernah ada di kontes Miss Korea!”

Aishh..


Rupanya adik Se Dal bergerak cepat. Ia meminta ibu Mi Ho untuk mengenalkan Sang Nam padanya. Ibu Mi Ho meminta Sang Nam untuk setidaknya pergi bertemu dengan adik Se Dal sekali saja. Sang Nam pun menyetujui.

Sepertinya Sang Nam sangat sakit hati dengan cinta pertamanya. Ibu Mi Ho meminta Sang Nam untuk melupakannya dan memulai lembaran baru. Sang Nam terlihat sedih mendengar bibinya mengungkit kembali masalah itu, namun tersenyum dan berjanji akan melakukannya. Ia pun meminta bibinya juga menikah lagi, tapi bibinya tersenyum dan berkata kalau ia sekarang sudah merasa bahagia.


Sang Nam dan ayahnya nge-gym bareng. Muncul SMS dari Gwang Bak : Aku akan masuk neraka. Sang Nam pun mengacuhkannya.


Ternyata di kamar, Gwang Bak makan kimchi sambil minum soju. Plus menyumpahi Sang Nam yang tak membalas SMS-nya. Ia pun mematikan handphone-nya kesal.


Di gym, Dae Bak menemui idolanya, Sang Nam, dan menceritakan apa saja yang ia lakukan hari ini. Sang Nam memuji Dae Bak yang ia yakin akan menjadi orang paling sukses di keluarganya. Dae Bak pulang dengan gembira.

Namun sebelum pulang, ia memberikan artikel yang sempat ia ambil dari meja Gwang Bak, “Aku menemukannya di meja kakakku. Bacalah. Ia menceritakan hal-hal yang bagus darimu. Tapi jangan jatuh cinta padanya, ya. Ia tidak cantik.”


Sang Nam pun membuka kertas itu dan terkejut walau hanya membaca judulnya saja : Dunia pekerjaanku - Edisi spesial September “Penghasilan Besar, Badan Kekar”


Dan ia pun akhirnya membaca apa yang sebenarnya ditulis oleh Gwang Bak. Apa yang dikatakan Gwang Bak sebelumnya adalah benar. Ia menelepon Gwang Bak, tapi tersambung pada mailbox. Sang Nam pun tak membuang waktu. Ia meninggalkan gym dan berlari menuju rumah Gwang Bak.


Sementara itu Gwang Bak sudah benar-benar mabuk. Sebotol soju sudah habis diminumnya. Dae Bak muncul dan berteriak, menyuruh kakaknya untuk menyalakan handphone. Gwang Bak pun menyalakan handphone dan melihat ada missed call dari Si Buldozer Sombong. Itu nama Sang Nam di handphone Gwang Bak.


Handphonenya berbunyi dan Gwang Bak langsung mengangkatnya. Suara Sang Nam keluar, menyuruhnya pergi ke taman bermain sekarang juga. Gwang Bak yang mabuk mengira Sang Nam sedang mencari masalah dengannya. Ia sudah siap untuk berkelahi.


Berjalan mabuk, Gwang Bak menemui Sang Nam. Sang Nam terkejut melihat kondisi Gwang Bak. Ia hanya mendengarkan ocehan Gwang Bak yang menceramahinya untuk mempercayai orang, “Kau pikir aku menipumu? Untuk apa? Aku bahkan tak peduli denganmu!”


Gwang Bak pun berkata kalau ia sudah dipecat gara-gara artikel itu. Padahal ia akan mentraktir Sang Nam jika ia sudah mendapat uang dari majalah. Ia selalu memikirkan Sang Nam saat pertama kali ia bangun tidur di pagi hari. “Kau yang selalu kupikirkan! Sudah kukakatan kalau kita pernah bertemu sebelumnya. Kau membantuku untuk parkir dengan sekali masuk. Saat itu kau sangat keren sekali. Tapi kenapa kau malah tak membalas SMS-ku? Aku tak sedang main-main, sialan!”


Sang Nam hanya diam menatap Gwang Bak, walau Gwang Bak menepuk-nepuk pipinya. Merasa Sang Nam terus diam dan ia juga sudah cukup banyak bicara, ia pun bertanya, “Tak ada jawaban apapun darimu? Baiklah. Selamat tinggal. Aku akan pergi ke neraka. Kau juga pergilah ke neraka. Sampai jumpa di sana!”


Gwang Bak berbalik pergi. Namun Sang Nam mengejar dan menariknya. Gwang Bak terkejut dan langsung cegukan lagi saat Sang Nam menunduk untuk menciumnya.


Komentar :

Bwahaha.. Itu si Sang Nam cuman ngeliatin, kira-kira apa ya yang ada dalam pikirannya? Mungkin dia sedang mempertimbangkan : Kira-kira aku benar-benar suka nggak ya sama anak gadis yang mabuk dan kacau seperti itu. Dan duh.. itu nafasnya bau kimchi dan soju. Beneran apa aku harus masuk neraka ya kalau jadian sama dia?

Itu pikiran saya sih. Abis mukanya Sang Nam gitu banget saat ngeliat Gwang Bak yang ngoceh nggak karuan. Dan kalau cegukan, bau mulutnya kan langsung tercium saat itu juga. Kimchi dan soju. Ewww....

Err … sekarang King’s Familu udah dua puluhan, ya.. waahhh… bisa ngejar nggak ya.. Pengen nyelesain drama ini. Tapi ketinggalan episode-nya kok banyak banget ya? *Lahh.. malah curhat lagi.*

14 comments :

  1. Ayo semangat mba....
    Pasti kekejar.....
    Kaya mdsy....

    ReplyDelete
  2. Kyaaaaa... akhirnya nyambung jg, lanjut donk mba dee, biar udh 20an aku ttp ngikutin drama ini berbasis sinopsis dr mba dee....
    Penasaran dengan hidup Hoo Bak dan Soo Bak yg mulai kebalik, Gwang Bak yg akhirnya bener2 bs dapat perhatian San Nam lagi... dan smpai sini Ayahnya Sang Nam belum tau kan kalo Gwang Bak yg jd sparing partnernya ...haha...
    Semangat ya mbaa....

    ReplyDelete
  3. Setelah sekian lama menunggu akhirnya di posting juga kelanjutannya...Makin penasaran aja sama aja kelanjutannya...Makasih Mba Dee...

    ReplyDelete
  4. Pelan2 mba...yang penting slsi...kan minggu depan udh ga ada the heirs...hehehe

    ReplyDelete
  5. dah hampir 30 mbak.. tapi lanjutkan mbak.. ga banyak yg buat sinopsis wang family.. padahal ceritanya bagus bgt..

    ReplyDelete
  6. aaaakkkhhhiiiiiiiiiiiiirrrrnnnyyaaaaaa... kluar jg sinopsis wang's family nya! :D ttp semangat ya eonni ;)

    ReplyDelete
  7. Hi Mba Dee,

    Selama ini aku cm jd silent reader nih tp x ini mo coba komentarin drama ini. Bener ya kata Mba Dee drama ini lebih bagus lg klo ditonton krn bnyk hikmah yg bsa diambil dr ni drama. Tp slama ini ak ntn hny dr youtube nah sbnernya klo mau ntn streaming maupun download dr mana sih? Pleaseee... lanjutin ya mba buat sinopsisnya krn blm lengkap ntn klo blm baca jg dr kutudrama :) gomawo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Riva bisa di gooddrama.net ada kok

      Delete
  8. Bisa pastilah,!! Semangan ya mbak dee

    ReplyDelete
  9. Asikk udh ada lanjutannya... Makasiii mba dee.. Walau udh 20eps lebih tapi mba dee bisalah ngejarnya.. Ku akan menanti..^^

    ReplyDelete
  10. Mw πŶª sobak d skip aja.. Bkin emosi jiwa.. Errrr
    Suka sma sangNam n gwangbak
    Lanjut ♈α᪪☺ mba dee
    S̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥♍ªªªηGªª†̥†̥̥ ℓã◦°˚ª˚°◦aђ

    ReplyDelete
  11. aiiiihhh mbak dee.... #secret admire #silentreader

    aku baru baca sinopsis wang family ep 6... eh aku cari2 dpet deh dri ep 1... keren mbak...
    bener kata mbak dee... sedih juga tertawa membacanya.... hehehehehe

    selalu ada pasangan menggembirakan... gwang bak - sang nam... semangat mbak kmi tetep nunggu simopsis dri mbak...

    maaf kepanjangan...

    ReplyDelete
  12. Aaiiishhhh...emanglah si soo bak,, geram liatnya..seharusnya bersyukur pnya suami kyk gitu, ibunya jg, masa plih ksh sm anaknya.. >,<
    Mian mbak dee, hbs kesal sih,,hehee..

    ReplyDelete
  13. Mbak dee sinopsis episode 7nya dong mbak... thank u :)

    ReplyDelete