November 4, 2013

Sinopsis Good Doctor Episode 19 - 2

Sinopsis Good Doctor Episode 19 – 2


Dalam perjalanan pulang, Yoon Seo bertanya apakah Shi On marah karena memberitahu teman-teman mereka tanpa bertanya lebih dulu? Shi On menggeleng. Yoon Seo bertanya lagi, “Apa karena kau khawatir?”
Kali ini Shi On diam. Yoon Seo menghentikannya dan berkata permberitahuan itu adalah sesuatu yang harus tetap mereka lakukan. Hubungan itu tak perlu disembunyikan. Shi On mengangguk, ia mengerti maksud Yoon Seo. Saat Yoon Seo berkata kalau ia lega kalau hubungan mereka itu akhirnya terungakap, Shi On pun juga mengiyakan.
Sudah saatnya Shi On untuk kembali ke rumah sakit. Keduanya merasa enggan untuk berpisah. Shi On akhirnya meraih kedua tangan Yoon Seo dan meletakkan di dadanya, dan menghangatkan tangan Yoon Seo, sebelum ia akhirnya pergi meninggalkannya.
Di kamar tidur residen, Jin Wook memuji Shi On yang hebat bisa mendapatkan hati Yoon Seo dan meminta agar Shi On tak melepaskannya. Shi On menjawab kalau ia tak akan melepaskannya. Tapi kenapa wajahnya muram sekali?
Chae Kyung senang sekali mendengar berita Shi On pacaran dengan Yoon Seo, tapi heran melihat wajah Do Han yang kelihatan tak senang. Do Han berkata ia khawatir pada keduanya. Chae Kyung meminta agar setidaknya Do Han memberi restu pada mereka karena Do Han-lah orang yang paling berarti bagi keduanya.

Chae Kyung juga mengatakan sesuatu yang ia lupa beritahukan sebelumnya. Tentang Wapresdir Kang.
Topik Yoon Seo – Shi On rupanya jadi pembicaraan hangat di antara para residen bedah anak. Sun Joo dan Kil Nam merasa khawatir dengan gosip dari para staf rumah sakit lainnya, yang pasti tak enak didengar. Tak disangka Il Kyu menegur mereka, “Hei, apa mereka berdua itu bodoh? Apa mereka tak berpikir tentang hal itu sebelum mereka memutuskan pacaran?”
Ha.. Jin Wook dan Kil Nam sampai bengong melihat teman yang biasanya sinis itu membela Shi On.
Inilah yang dikhawatirkan para residen bedah anak. Para suster bergosip, merasa heran bagaimana mungkin Yoon Seo bisa jatuh cinta pada Shi On. Untung Kepala Perawat Nam menegur mereka, membuat mereka buru-buru pergi bertugas.
Gosip seperti itu tak akan mengganggu, dan baru akan mengganggu jika gosip itu terdengar oleh korbannya. Dan sialnya, Shi On mendengar pembicaraan residen bedah yang dulu pernah mem-bully-nya. Mereka menghina Yoon Seo yang selama ini bergaya sok di depan mereka, ternyata pacarnya hanya pria seperti Shi On.

Shi On terlihat pucat setelah mendengarnya. Sepertinya semua kekhawatiran yang selama ini hanya ada di benaknya, akhirnya muncul juga.

Shi On-ah.. apa ini yang membuatmu muram semalaman?
Shi On berjalan gontai. Do Han yang berpapasan dengannya langsung memarahinya dan bertanya mengapa Shi On tampak sangat lesu? Shi On tak memberitahu alasannya, tapi ia berjanji tak akan bersikap seperti ini di hadapan para pasien.
“Bukan pada pasien, “ Do Han memotong ucapan Shi On. “Orang yang tak bersemangat seperti ini, bagaimana ia bisa mencintai dan menjaga orang lain? Kau harus lebih kuat tiga kali lipat, dan bukannya menangis seperti bayi. Mengerti?!”

Shi On mengangguk-angguk, dan kali ini wajahnya lebih bersemangat dibanding sebelumnya.  Aww… hyung…
Setelah operasi, Yoon Seo ingin mendengar pendapat Do Han tentang ia berpacaran dengan Shi On. Do han menjawab kalau ia tak bisa berkomentar tentang hubungan pria dan wanita. Tapi ia memuji Yoon Seo yang ternyata jauh lebih bijaksana dari semua orang yang pernah ia kenal.

Ucapan Do Han itu menimbulkan senyum lebar di wajah Yoon Seo.

Benar juga kata Chae Kyung, dukungan dari Do Han merupakan amunisi yang besar bagi Shi On dan Yoon Seo.
Tiba saatnya pertunjukkan Peter Pan! Para pasien cilik duduk di depan sementara para staf berada di belakang, bertepuk tangan dan memanggil Peter Pan (Shi On) untuk keluar.
Peter Pan, Wendy (Yoon Seo) dan kedua adiknya , Shawn dan Michael (Jin Wook & Il Kyu), ‘terbang’ dan menyapa para penonton. Tak disangka, muncul Kapten Hook (Do Han) yang muncul dengan terbahak-bahak dan mengancam akan menangkap para penghuni Neverland.
Tapi Wendy meminta agar Peter Panlah yang menangkap Kapten Hook! Peter Pan menyanggupi dan berteriak memanggil Tinker Bell.
Para penonton tertawa saat Tinker Bell muncul dari lantai 2 dengan rambut merah dan jenggot lebat. LOL. Perawat Jo! Shawn heran melihat Tinker Bell yang berjalan kaki dan bukannya terbang. Tinker Bell tertawa (sok) imut dan berkata kalau ia tadi kebanyakan makan kaki babi dan jadinya sekarang kegendutan. Kapten Hook pun memutuskan akan menganti nama Tinker Bell menjadi Fatty Bell.
Hampir terjadi pertempuran yang seru antara Kapten Hook dan Fatty Bell, jika tak muncul Ariel si putri duyung (dr. Go). LOL, putri duyung atau suster ngesot, ya? Ariel ternyata datang untuk mencari obat yang bisa membuatnya menjadi manusia.

Dengan ramah, Peter Pan menjelaskan kalau putri duyung harus pergi naik bis kota ke toko dan berhenti di halte yang ke-72.000. Putri Duyung pun minta maaf dan kembali ke balik layar. Haha.. figuran yang salah film.
Cerita pun hampir usai dengan Peter Pan mengantar Wendy hingga di rumahnya, di dunia nyata. Wendy tak ingin Peter Pan meninggalkannya dan ia tetap ingin tinggal di Neverland. Walau para penonton cilik juga ikut memohon, Peter Pan tak bisa membawa Wendy ke Neverland, karena Wendy masih tumbuh dan menjadi dewasa. Maka Peter Pan pun pergi meninggalkan Wendy yang berteriak memanggilnya. Tamat.
Semua penonton bertepuk tangan, dan para pemain dan kru keluar bersama-sama. Namun pertunjukkan langsung selesai saat Perawat Nam memberitahukan kalau ada panggilan dari UGD. Ada anak yang jatuh dari prosotan dan mengalami perdarahan hebat di anus dan organ reproduksi.
Kapten Hook pun bergegas ke UGD diikuti oleh tim Neverland. Mereka pun dengan cekatan langsung menjadi dokter kembali, membuat dr. Choi yang mengikuti mereka, mengawasi dengan penuh rasa bangga.
Presdir Lee heran mengapa dr. Choi terlihat sangat senang. Dr. Choi menjawab kalau ia mungkin kurang beruntung karena tak banyak orang yang membantunya, tapi ia merasa sangat beruntung karena memiliki banyak murid-murid yang baik.

Presdir Lee mengakui kalau para dokter bedah anak itu memang cukup unik. Dan dengan bercanda Presdir Lee menambahkan, “Bahkan  lebih unik daripada Anda.”
Para perawat membereskan panggung dan atributnya. Perawat Nam beberapa kali mencuri pandang pada Perawat Jo, antara takut dan penasaran. Akhirnya mereka berbicara empat mata, dan Perawat Nam bertanya apakah Perawat Jo benar-benar sudah melupakan kehidupan lamanya? Tentu saja! Perawat Jo bahkan tak ingat kapan terakhir kali ia menggunakan tinjunya.

Perawat Nam penasaran, bagaimana bisa Perawat Jo melupakannya. Sepertinya gaya hidup seperti preman itu susah untuk dihilangkan.  Perawat Jo sedikit jengah dan menjelaskan kalau ia memiliki keponakan.
Setelah hyungnim-nya meninggal dunia karena kecelakaan, ia yang membesarkan anak hyungnim-nya. Tapi ternyata anak itu mengidap tumor getah bening yang ganas. Ia sangat menyayangi anak itu. Tapi karena ia sering pergi menggunakan tinjunya (menjadi gangster), ia tak dapat merawat keponakannya itu dan hanya bisa membayar biaya rumah sakitnya saja.
“Lalu .. kemudian ia pergi. Dan ternyata ada surat yang ia tinggalkan untukku.” Perawat Jo memaksakan senyumnya walau suaranya bergetar karena tercekat air mata, “Di situ ia menulis ‘Terima kasih karena selalu bersamaku. Aku mencintai Paman’, sementara aku tak pernah melakukan apapun untuknya. Aku bahkan tak pernah merawatnya.”

Perawat Jo terisak dan berkata kalau pada saat itulah ia memutuskan untuk menjalani hidup seperti sekarang ini, “Pada pasien kecil yang seperti keponakanku, aku akan tinggal di samping mereka dan menjaga mereka. Kupikir dengan cara itulah aku dapat memaafkan diriku sendiri.”
Perawat Nam diam-diam menghapus air matanya.
Shi On mengantarkan pulang Yoon Seo yang sangat kelelahan karena pertunjukkan dan operasi yang harus ia lakukan hari ini. Shi On menyuruh Yoon Seo untuk langsung tidur walaupun Yoon Seo protes kalau ia harus membersihkan wajahnya jika tidak wajahnya besok akan berantakan. Shi On mengatakan kalau Yoon Seo tetap cantik bagaimanapun juga.
Ia menyelimuti Yoon Seo yang sudah hampir ketiduran, namun Yoon Seo menangkap tangannya dan memintanya untuk menemaninya hingga ia tidur. Shii On pun menuruti permintaan Yoon Seo, bahkan mengusap-usap kepala Yoon Seo.
Teman Yoon Seo menemui Yoon Seo karena ia telah mendengar gosip yang menyebar di rumah sakit. Ia menduga kalau Yoon Seo melakukan hal ini karena simpati, tapi Yoon Seo menegaskan kalau ia tak melakukannya karena hal itu. Perasaannya pada Shi On adalah tulus.
Temannya itu menghela nafas. Ia lalu bertanya bagaimana jika ibu Yoon Seo mengetahui hal ini? Apakah ibu mau mengerti?

Kali ini Yoon Seo tak dapat menjawab maka temannya itu meneruskan, “Saat kau meyakinkan ibumu, dalam prosesnya, pasti kau atau dr. Park akan merasa terluka. Jadi jika nanti pada akhirnya akan ada yang terluka, maka kau hanya punya pilihan : Kau mengakhiri hubungan itu setelah beberapa saat pacaran atau akhiri sekarang juga.”
Yoon Seo terlihat gundah dan dengan nada lebih pelan temannya berkata kalau ia tahu mungkin Yoon Seo akan merasa kecewa padanya. Tapi ada kemungkinan yang ia ucapkan tadi bisa terjadi.
Ucapan temannya itu benar-benar mengganggu pikiran Yoon Seo. Ia sedang membuka amplop, tapi tak memperhatikan benar-benar hingga tangannya tergores cutter.
Shi On mengobati luka itu dan berkata kalau tangan Yoon Seo yang cantik tak boleh memiliki bekas luka. Mendengar Shi On memujinya selalu cantik, Yoon Seo berkata kalau Shi On mendapat masalah sangat besar. Cinta membuat Shi On menjadi buta, lima kali lipat.
Shi On melipat kelopak matanya dan menaikkan matanya hingga hanya nampak putihnya saja dan berkata, “Tidak ada apa-apa, tuh.” Yoon Seo tersenyum mendengar candaan Shi On.

Shi On meminta agar Yoon Seo memberitahukan padanya kalau merasa terluka. Tapi Yoon Seo mengatakan kalau ia tak masalah jika hatinya terluka, asal mereka bahagia.
Do Han mengadakan briefing terakhir untuk operasi In Hye. Ia mengatakan walau semua pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan, tapi mereka masih harus mengantisipasi reaksi imun tubuh yang menolak cangkok itu. Dan jika hal itu terjadi, Do Han meminta agar semua tak merasa panik. Mereka pasti bisa mengatasinya nanti.

Yoon Seo mengusulkan untuk memesan immunosuppressant (penekan kekebalan tubuh) untuk persiapan jika hal itu terjadi dan Do Han menyetujuinya. Entah mengapa, Shi On terlihat sedikit cemas.
Ini malam terakhir sebelum operasi In Hye. In Young terus tinggal di kamar In Hye. Walau enggan, namun ia tetap harus kembali ke kamarnya di bagian lain. Sebelum pergi, dengan mata berkaca-kaca,  In Young meminta adiknya untuk tak merasa takut. Semuanya akan baik-baik saja.
Tapi In Hye memang merasa takut dan menangis, membuat In Young hampir tak kuasa menahan air matanya.  In Young menjelaskan kalau organ tubuhnya itu tak dicopot, “Ini seperti membagi kebahagiaan menjadi dua. Kau tahu kan, kalau dibagi, dua bagian itu akan menjadi lebih besar, kan?” In Hye mengangguk walau terus tergugu. “Jadi jangan merasa sedih karenaku, ya?”
In Hye berjanji dan In Young memeluknya, “Aku menyayangimu, adikku satu-satunya.”

“Aku juga menyayangimu, kakakku satu-satunya.”
Jin Wook melihat mereka berpelukan. Pada In Young yang akhirnya kembali ke kamarnya, Jin Wook berkata kalau ia akan menjadi orang yang bebal. Ia akan terus tetap di sisi In Young. Jika In Young merasa tak nyaman, ia meminta In Young untuk bisa menahan ketidaknyamanan itu. “Dan untuk mengganti ketidaknyamanan itu, aku akan berusaha dengan sangat keras untukmu.”

Jin Wook menggenggam In Young yang kali ini menerimanya dengan mata berkaca-kaca.
Shi On dan Yoon Seo mengunjungi In Hye. Yoon Seo meminta In Hye untuk bersabar karena sebentar lagi In Hye bisa makan makanan yang enak. Bahkan Shi On berjanji akan membuat spaghetti yang enak untuk In Hye. Yoon Seo langsung meledek spaghetti Shi On.
In Hye tersenyum melihat keduanya dan berkata kalau Shi On dan Yoon seo sangat pantas bersama, membuat Yoon Seo tersipu. Shi On berterima kasih pada In Hye karena berkat In Hye semua ini bisa terjadi.
Do Han terus mempelajari kasus In Hye hingga larut malam.
Keesokan paginya, In Young dan In Hye dibawa beriringan sebelum akhirnya masuk ke ruang operasi masing-masing. In Hye masuk terlebih dulu ke ruang operasi (untuk ditangani oleh tim Do Han)
In Young, yang akan dioperasi oleh dr. Kim, untuk pertama kalinya mengulurkan tangan pada Jin Wook. Jin Wook menggenggam tangannya dan In Young berkata kalau tangan Jin Wook terasa hangat, “Bukan sebagai dokter, melainkan karenamu. Karena ini adalah tanganmu, Jin Wook-ssi.”
Aww…
Dr. Kim mengoperasi In Hye terlebih dulu. In Hye meminta tim Do Han untuk selalu berada di sisinya dan mereka pun berjanji. Yoon Seo meminta In Hye tidur untuk beberapa jam dan bermimpi indah. Dokter anestesi pun mulai membius In Hye.
Proses pemotongan usus halus In Young berhasil dilakukan, dan organ tersebut segera dibawa ke ruang operasi di sebelahnya. Penuh kehati-hatian dan tak terburu-buru, tim Do Han mulai mempersiapkan operasi In Hye.
Operasi pun dimulai. Sementara Do Han mulai melakukan pencangkokan usus halus ke tubuh In Hye, Shi On mengawasi In Hye dari samping. Dalam hati ia menguatkan In Hye untuk bertahan sebentar lagi karena operasi sudah hampir selesai.
Operasi translantasi usus halus itu pun selesai sudah dan In Hye dipindahkan ke ruang isolasi. Sementara Do Han, Yoon Seo dan Shi On menunggu In Hye untuk sadar, Jin Wook menunggui In Young.
Betapa leganya Jin Wook saat In Young membuka mata. Namun tidak demikian dengan Shi On yang merasa cemas karena In Hye belum kunjung sadar, padahal waktu biusnya sudah habis. Ada panggilan untuk Shi On.
Do Han, Yoon Seo dan Shi On segera berlari menuju ruang isolasi. Perawat melaporkan kalau tekanan darah In Hye turun dan In Hye tak bernafas sendiri (harus dengan bantuan alat). Do Han menyimpulkan kalau In Hye mengalami DIC (Disseminated Intravena Coagulation, dimana terjadi pembentukan bekuan darah kecil yang menyebabkan perdarahan yang berlebihan sehingga mengganggu aliran darah ke organ).
Yoon Seo terlihat cemas karena berarti akan terjadi hemoperitoneum (perdarahan di rongga peritoneum). Shi On menambahkan kalau mereka sekarang tak bisa menghentikan perdarahan itu.
Do Han : “Jika kita tak bisa menghentikan perdarahan.. In Hye mungkin tak akan sadar kembali.”

Komentar :
Ketika semua sudah dipikirkan dan dipilih mana jalan keluar yang terbaik; Ketika semua sudah dilakukan dengan yang terbaik; namun hasil tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Operasi juga sudah tak bisa mungkin dilakukan lagi. (.. atau masih mungkinkah?)

Jadi apa yang harus mereka lakukan?

13 comments :

  1. ya ampunn.. in hye kalo mati gak seru lg lah :(

    ReplyDelete
  2. Kesian in hye.. anak manis gtu hrus menderita segitunya yh.. (*_*)

    ReplyDelete
  3. akhirnya keluar juga sinopsisnya tggl satu episode lagi...
    Fighting mba dee....

    ReplyDelete
  4. Ngga relaaa klw in hye prgi..! :'( aku zlah 1 fans'y in hye di GD ?? :'(
    in hye-yah zdarlah,,cpatlah zmbuh, jngn buat in young eonnie khawatir ,,
    #maksih mbaa dee buat sinop'y.. :D
    lnjutn sinop TH'y yg zmngat mba dee :D fighthing :')

    ReplyDelete
  5. mba Dee... Bukannya wkt itu prnh upload bts yg pertunjukan peterpan ini ....? D bts itu yoon seo bukannya pke baju Peri y ....?
    Tp knp yg jd Peri adalah perawat Jo ? Hihihiii

    Dr.go brhsil mbuat sy ngakak dg perannya sbg duyung itu ...
    Hahhaa

    Episode terakhir episode genap gilirannya mba irfa y ... ?
    Boleh request g mba Dee ... ?
    Bikin ulasan ttg drama ini dan ttg joo won ..
    Sprti ulasan2 drama lain yg mba Dee bkin episode trakhirnya ...

    *jika brkenan :p

    Terima ksh sudh mbuat sinopsis drama ini mba Dee ... :* ({})

    ReplyDelete
  6. akhirnya keluar jg mbak, ud nggu lma, blm puas kl blm baca sinopny mbak walau ud nntn sampe tamat..ayo2 mbak semangat 1 episod lg, tak tgguin hlo mbak, trimakasiii. Gbu

    ReplyDelete
  7. ditunggu kelanjutannya mbak
    terima kasih

    ReplyDelete
  8. selalu berakhir di saat2 yg kyak gini....
    ish..

    ReplyDelete
  9. fighting tinggal 1 episode lagi........gomapta

    ReplyDelete
  10. bukan cuma In Hye yang bikin kawatir
    hubungan shi on dan Yoon Seo juga bikin kawatir..
    mba di tunggu episode terakhir...
    semanattttttttttt

    ReplyDelete
  11. whahahaha gak salah itu Fatty Bell?? trus Ariel ngakak deh pagi2 baca sinopsis ini hehehehe,,,,

    ReplyDelete
  12. walaaah, senin kemaren aku udah dapet dvd bajakan drama ini & indo translate nya enak dibaca. ga ngaco hohoho-_-

    ReplyDelete
  13. Wahaha ikut ngakak baca sinopnya...

    ReplyDelete