October 16, 2013

Sinopsis King's Family Episode 3

Sinopsis King’s Family Episode 3


Min Jung membanting piring jjajangmyun karena marah melihat perlakuan Soo Bak pada ayahnya. Ayah yang sudah setahun tak mengunjunginya, ini juga pertama kalinya setelah kematian ibunya dan sekarang saat ia datang, Soo Bak hanya menyajikan mie yang biasa-biasa saja? Padahal barusan mereka makan malam di restoran mewah.


Soo Bak menjawab kalau tak ada makanan di rumah dan ia tak bisa memasak. Pembantu pun juga sudah dipecat. Tangisnya pecah saat Min Jung bertanya apakah Soo Bak tak mau berusaha sedikitpun?



Ayah keluar kamar dan memunguti jjajangmyun, mencoba meredakan suasana. Tapi Min Jung meminta ayahnya untuk tak melakukan hal itu. 


Min Jung masuk kamar dan kembali menyuruh Soo Bak untuk bersikap pantas pada ayahnya. Bagaimanapun juga ini adalah rumahnya dan ayahnya akan tinggal bersama dengan mereka.
  


Soo Bak tak mau menerima ayah Min Jung untuk tinggal di rumah mereka. Hal ini membuat amarah Min Jung meluap. Ia sudah melakukan semuanya untuk keluarga Soo Bak, tapi Soo Bak tak mau menerima ayahnya. Soo Bak bersikeras kalau ia telah mengirim uang bulanan dan hari raya.


Suara mereka bertengkar sangat keras hingga terdengar oleh ayah dari ruang makan. Min Jung sangat marah, akhirnya pergi ke pinggir sungai dan berteriak sekencang-kencangnya.


Seo Dal menonton TV bersama nenek dan Don, sementara ibu mengasuh anak Soo Bak. Dae Bak pulang dan bertanya apa mimpi Don dan Seo Dal? Seo Dal menjawab menjadi orang kaya, sedangkan Don tak punya. 

Dae Bak kaget mendengar Don tak memiliki impian sementara Seo Dal punya walau mimpinya mustahil, “Kupikir impian paman menjadi orang tua yang kesepian.” Dae Bak pun naik ke atas meninggalkan Don yang kesal.


Seo Dal benar-benar sudah gatal untuk memberitahukan rahasia yang sudah ia simpan sejak kemarin. Akhirnya sebelum pergi, ia membisikkan rahasia itu pada Don, membuat Don sangat kaget. 


Hal ini membuat Don kasihan pada kakak iparnya dan berniat membantunya untuk mencuci piring. Namun nenek melihatnya dan malah memarahi menantunya karena membuat Don bekerja.




Soo Bak pulang ke rumah dan melaporkan pada ibu tentang ayah Min Jung yang akan tinggal di rumahnya. Bukannya membujuk Soo Bak agar menerima ayah mertuanya, ibu malah menyalahkan besannya yang mau saja dibawa ke rumah Soo Bak, “Hidup bersama mertua itu sangatlah berat.”

Soo Bak tahu itu, dan meminta ibunya untuk merahasiakan hal ini pada ayah karena ayah pasti akan memarahinya.  

Gwang Bak mempersiapkan bahan untuk menginterview Sang nam besok dengan senyum-senyum, teringat akan makan malam mereka sebelumnya.


Sementara itu Sang Nam pergi hingga ke luar kota untuk mencari wanita yang ia cari. Tapi ternyata yang dicari sudah pergi. Sepertinya pergi dengan tergesa-gesa karena masih banyak barang yang tertinggal dan kamarnya pun berantakan.


Seo Dal sepertinya sangat bahagia dengan bangkrutnya Min Jung. Hal ini membuatnya merasa setara dengan Min Jung.


Sepanjang malam, Min Jung menjelajah ke pelosok kota untuk mengidentifikasi semua nomor-nomor rumah agar memudahkan dalam pengiriman barang. Ia melakukannya sepanjang malam, tak kenal lelah.


Sementara itu Soo Bak menginap di rumah orang tuanya. Kata-kata Min Jung tentang tugasnya untuk merawat ayah mertuanya, membuat ia tak bisa tidur sepanjang malam.


Ayah tak bisa tidur dan pada ibu ia berkata kalau hidupnya sangat beruntung jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Bukan hanya masalah uang. Ia beruntung karena masih bekerja di usianya yang sudah tua dan tak memiliki kangguru dan ikan salmon.

Kangguru adalah sebutan anak yang sudah dewasa tapi masih belum menikah dan tinggal dengan orang tuanya. Sedangkan ikan salmon adalah anak yang sudah menikah tapi kembali tinggal di rumah orang tuanya. Ia merasa beruntung tak memiliki ikan salmon.

Ibu meminta agar ayah tak buru-buru senang, karena mungkin saja Ho Bak akan melakukannya karena Seo Dal yang tak memiliki pekerjaan. Tapi ia tak akan membiarkan Ho Bak pindah ke rumah lagi. Tapi ayah yakin kalau Ho Bak tak akan melakukan hal itu karena Ho Bak memiliki kemampuan. Ayah berharap agar panjang umur agar bisa melihat Dae Bak dewasa.

Ibu kembali meminta ayah tak khawatir karena Soo Bak berjanji akan membesarkan Dae Bak, karena Soo Bak kan kaya. Ayah kemudian mengembalikan kata-kata ibu. Kalau begitu kenapa ibu kejam pada Don, padahal Don adalah adik kandungnya sendiri? Ibu menggerutu kalau ia tahu pasti akhir percakapan mereka selalu kembali mengkritiki dirinya. Ia memilih kembali tidur.


Subuh, Ayah Sang Nam mencari anaknya. Ia menelepon Tuan Park, tapi Tuan Park berkata kalau Sang Nam tak ada di proyek. Ia bertanya pada ibu Mi Ho, dan dijawab kalau Sang Nam minum-minum dan menginap di rumah temannya. Ayah merasa janggal karena Sang Nam tak pernah melewatkan pekerjaan walau ia minum-minum.

Ayah sedikit curiga kalau ibu Mi Ho menyembunyikan sesuatu, “Apakah kau masih berhubungan dengannya?”  Ibu Mi Ho membantah, bahkan keberadaannya pun ia tak tahu. Ayah tak mempermasalahkan jika ibu Mi Ho sudah menemukannya, asal jangan pernah memberitahu keberadaan wanita itu pada Sang Nam.

Ibu Mi Ho bertanya bagaimana kalau Sang Nam secara tak sengaja menemukannya? Ayah tetap melarang, “Ia adalah kakakmu, jadi kau bisa menemuinya, tapi anakku tak boleh. Aku tak ingin ia terluka lagi. Lukanya baru saja sembuh. Kau mengerti, kan?”

Ibu Mi Ho mengangguk. Ayah menambahkan kalau ia tak akan memaafkan ibu Mi Ho jika memperburuk kondisi ini.


MinJung berkeliling hingga subuh dan buru-buru pulang karena tahu ayahnya pasti sudah bangun. Tapi ternyata ayah sudah pergi lebih pagi lagi dan hanya meninggalkan sepucuk surat.  

Dalam suratnya ayah menulis kalau ia akan pulang ke rumah dan Min Jung tak perlu mengkhawatirkannya. Ia hanya kangen pada Min Jung sehingga ia menuruti permintaan Min Suk. Ayah juga yang akan mengadakan peringatan kematian ibu mereka selama ia masih hidup. Ia tak akan membiarkan Soo Bak yang melakukannya. Min Jung menangis kecewa.


Tapi ia tetap bekerja seolah ia tak memiliki masalah. Bersama para pegawainya, ia mengambil dan mengantar barang. Tak ada waktu untuk makan hingga selalu memakan kimbab di perjalanan.


Selesai bekerja, ia mengunjungi rumah Wang yang segera disambut ibu dengan berlebihan. Ibu senang mendengar ayah Min Jung sudah pergi karena Soo Bak-nya tak bisa menjaga mertuanya sekarang. Min Jung berkata kalau ia sedang dalam kondisi tak mungkin menerima ayahnya. Ibu menyetujui hal itu.


Min Jung sebenarnya sudah membuat kalimat pembuka untuk menjelaskan kondisi perusahaannya yang bangkrut. Tapi ibu mendahului kalau ia tadi siang melihat seorang pria pengantar barang yang mirip dengan Min Jung. Ia tertawa mengejek membicarakan pria itu dan tak tahu bagaimana jika Soo Baknya menikah dengan pria seperti itu.


Maka Min Jung pun mengurungkan niatnya untuk membicarakan masalahnya. Don, yang mengantarkan Min Jung keluar rumah,  berkata kalau ia sudah tahu rahasia Min Jung. Ia mengerti alasan Min Jung belum memberitahukan kebangkrutannya tadi  dan  membesarkan hati Min Jung, dengan berkata kalau ia mengagumi Min Jung yang tak mudah menyerah.




Ho Bak pulang ke rumah untuk membicarakan masalah pesta ulang tahun ibu. Ia memutuskan kalau ia yang akan membayari pesta itu, dan Soo Bak tak perlu melakukannya. Tapi karena keuangannya mepet, ia meminta ibu untuk merayakannya dengan makan malam di Restoran Cina. Don yang ‘secara kebetulan’ ada di dapur untuk minum, juga mendukung keputusan Ho Bak.


Ibu dan Soo Bak tak mau dan bertanya apa alasan Ho Bak melakukan hal ini. Don meminta agar Soo Bak menuruti apa kata adiknya. Ho Bak menyuruh Don untuk tak ikut campur karena tak tahu masalahnya. Tapi sayangnya Don tahu dan berkata kalau situasi Soo Bak sedang tak memungkinkan untuk membiayai pesta ulang tahun ibu.



Ho Bak terbelalak, menyadari suaminya pasti telah memberitahu pamannya. Begitupun Soo Bak dan menuntut Don untuk memberitahu situasi apa yang pamannya maksud? Ia menahan Ho Bak yang menyeret Don pergi dan meminta mereka memberitahu apa yang tak ia ketahui.


Sepertinya Don memang sangat kesal dengan Soo Bak yang selalu meremehkan Ho Bak dan pada Ho Bak ia berkata kalau ia akan mengatakannya sekarang. Pada Soo Bak ia berkata, “Min Jungmu tersayang itu telah bangkrut dan kehilangan perusahaannya. Jadi bagaimana mungkin kau bisa membiayai hotel atau kapal pesiar?”


Soo Bak shock.


Min Jung yang sedang mengantar barang melihat seorang pria seumuran dengannya sedang mengajak ayahnya jalan-jalan dan ia merasa iri melihatnya. Ia ditelepon oleh Soo Bak yang histeris bertanya apakah perusahaannya sudah bangkrut dan menyuruhnya  pulang sekarang juga.  

Ia menghela nafas karena rahasianya akhirnya ketahuan juga. Ia pun mengatakan kalau sekarang ia sedang sibuk dan akan pulang nanti malam.



Tapi Soo Bak menuduh Min Jung yang bangkrut berarti tak punya pekerjaan. Maka ia menelepon terus-terusan, membuat Min Jung tak konsentrasi dalam membawa tumpukan barang dan naik tangga, hingga salah satu barang jatuh dan pecah. Ternyata kiriman yang jatuh adalah cangkir porselen dan membuat si penerima marah besar.


Ho Bak meminta ijin pada Seo Dal agar mengijinkannya untuk membiayai perayaan ulang tahun ibunya. Seo Dal pun memberitahu hal ini pada ibunya. Walau ibu mertuanya cerewet dan sedikit nyinyir, tapi ia tak mempermasalahkan hal itu. Ia tahu apa yang terjadi dengan Soo Bak. Ho Bak berjanji akan melakukan hal yang sama saat ibu mertuanya berulang tahun yang ke-60.


Ho Bak pun pamit pergi karena ayahnya sudah mengetahui tentang kabar kebangkrutan Min Jung. Berlawanan dengan sebelumnya yang malas-malasan jika pergi ke rumah mertuanya, ia bersemangat untuk pergi, “Aku tak boleh melewatkan pertunjukkan ini.”

Haha.. Seo Dal ini memang perlu dijitak, kok.


Di rumah Wang, semuanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ibu membela Soo Bak yang tak diberitahu Min Jung, bahkan Ho Bak dan Seo Dal malah tahu terlebih dulu.


Soo Bak terus menerus menangis. Alasannya menangis? “Bagaimana dengan perayaan ulang tahun ibu? Aku sudah mem-booking hotel dan mengirimkan undangan!” Duh,.. yang benar aja..


Ayah berkata kalau hal itu bukan hal yang krusial. Ia pun menelepon Min Jung, menyuruhnya ke rumah. 



Berbeda seperti perlakuan ibu tadi pagi, saat Min Jung datang, ibu hanya duduk tak menyambutnya sedikitpun. Padahal yang lain langsung mengerumuni Min Jung untuk menanyakan kabarnya.


Ayah meminta Min Jung untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi Soo Bak langsung langsung menyemprot Min Jung, “Apa yang sudah kau lakukan? Mengapa kau bisa bangkrut? Bagaimana dengan ulang tahun ibuku? Bagaimana aku bisa menghadapi teman-temanku?”


Soo Bak dibentak oleh ayah yang langsung dibela oleh ibu. Kenapa ayah membentak Soo Bak dan bukannya Min Jung? Perasaan Soo Bak sekarang sangat kacau. Ayah mengkoreksi, yang sangat kacau itu Min Jung.

Min Jung menjelaskan kalau ia meluaskan usahanya dan meminjam uang. Tapi bisnisnya gagal dan ia tak dapat membayar pinjaman. Ia masih memiliki hutang dan sekarang sedang menegosiasikan hal ini dengan para kreditur.


Penjelasan itu membuat Soo Bak menangis histeris dan ibu mengasihani putrinya yang malang. Ho Bak dan Gwang Bak segera membawa Soo Bak ke dapur untuk menenangkan diri. Tapi Soo Bak sudah terlalu histeris untuk mendengarkan kata-kata adiknya.


Pada Min Jung, Ibu mengkhawatirkan Soo Bak karena Min Jung sekarang tak muda lagi dan sangat sulit untuk mengatasi kebangkrutan, “Aku ini membesarkan Soo Bak seperti putri!”

Uhh.. ternyata si ibu ini jauh lebih ngeselin daripada Soo Bak. Pantes aja Soo Bak seperti itu. Ibunya memanjakan anaknya banget, sih.


Ayah mengajak Min Jung untuk bicara berdua di kamar. Tapi ibu masuk. Ia juga ingin tahu semuanya. Ayah menasehati Min Jung agar tak patah semangat. Ia percaya pada Min Jung kalau Min Jung bisa bangkit lagi.


Ibu kesal karena ayah terlalu percaya pada Min Jung. Seharusnya ayah mengajarinya, ayah kan wakil kepala sekolah. Ayah mengatakan kalau ibu sudah tak masuk akal, ia tak tahu sama sekali tentang bisnis dan menyuruh ibu pergi saja. Ia bertanya apa yang akan Min Jung lakukan setelah ini?

Min Jung berkata kalau ia akan melakukan apa saja. Ibu mengeluh kenapa Min Jung tak mempersiapkan rencana cadangan? “Kau itu punya istri dan 2 anak..”


Kesal karena istrinya teluh mengeluh, Ayah menyuruh ibu untuk pergi saja. Tapi betapa kagetnya ia saat sadar kalau semua anggota keluarga Wang telah berkumpul di kamarnya. Ia menyuruh semua pergi karena Min Jung butuh dukungan dan penghiburan. Ibu menyergah kalau Min Jung tak membutuhkan hal itu.


Min Jung akhirnya berkata kalau ia sekarang membuat usaha jasa pengiriman barang. Ibu terbelalak,” Jadi kau adalah pria yang kulihat di pasar kemarin! Ya ampun, aku tak percaya. Kau tak mengatakan apapun saat aku tertawa kemarin!”


Min Jung dan Soo Bak pulang ke rumah. Hal yang pertama kali Soo Bak katakan adalah ia malu karena Min Jung bekerja jadi pengantar barang. Apa kata teman-temannya nanti?


Min Jung meminta istrinya mengerti. Ia akan memulai bisnisnya lagi, seperti kaya ayah: ia masih kuat dan muda. Yang ia butuhkan adalah kehadiran Soo Bak di sisinya. 


Ia maju untuk memeluk istrinya. Tapi Soo Bak malah menepis tangannya bahkan mendorong Min Jung hingga terjatuh.


“Tak mau, tak mau, tak mau! Aku ini menikahi pengsuha bukannya pria pengirim barang. Aku ini adalah kontestan Miss Korea.. jadi bagaimana mungkin..” Soo Bak kehilangan kata-kata karena marah. Ia menarik nafas dan meminta Min jung untuk menjual rumah mereka dan mendirikan restoran. “Aku yang akan mengelolanya, jadi kau tak usah ikut campur. Aku ini cantik, jadi aku pasti akan mengundang banyak konsumen.”

Min Jung mencoba memberitahu tentang rumah ini, tapi Soo Bak memotong ucapannya. Ia meminta agar Min Jung meluluskan idenya. Min Jung mengatakan kalau tidaklah mudah mengelola restoran begitu pula dengan mencari uang.


“Jadi apa yang kau ingin aku lakukan?” tanya Soo Bak frustasi.


Min Jung tak menjawab, dan memilih pergi, membuat Soo Bak semakin frustasi, “Jangan pergi begitu saja. Kenapa kau selalu pergi tanpa berkata apapun? Apa kau ingin membuatku gila?”


Min Jung pun berbalik dan berkata, “Apakah kau benar-benar istriku? Bagaimana kau bisa begitu kejamnya? Bagaimana mungkin kata pertama yang keluar dari mulutmu adalah kau merasa malu?


Tak bisakah kau merasa khawatir padaku? Tak bisakah kau bertanya apakah aku baik-baik saja? Atau kau akan tetap berada di sisiku, apapun yang terjadi? Aku telah menjual tanah orang tuaku dan aku sekarang kehilanganya. Apakah kau bisa membayangkan perasaanku sekarang?”


“Aku sekarang butuh tempat untuk berpegang agar bisa mulai dari awal lagi, tapi aku tak memiliki apapun untuk menjadi pegangan,” Min Jung tak kuat lagi dan menangis. Ia memukul-mukul dadanya, “Akulah yang ingin mati. Aku sudah ada di pinggir sungai dan punya pikiran untuk melompat ke sungai. Tapi karena aku memikirkanmu dan anak-anak, aku tak dapat melakukannya! Apakah kau tahu?”


Soo Bak tak bisa menjawab. Ia kalut, sedih dan frustasi. Akhirnya ia jatuh terduduk dan menangis memanggil-manggil ibunya.


Dae Bak menceritakan kondisi keluarganya yang kacau pada Mi Ho. Mi Ho, sok dewasa, dengan mengatakan kalau ia mengerti perasaan Soo Bak karena wanita dan uang itu tak dapat dipisahkan. Ia juga suka uang. Tapi ia lebih menyukai Dae Bak sekarang, “Jadi kau harus belajar giat, ya.. Jika aku besar nanti aku tak mau bekerja dan akan menjadi ibu rumah tangga saja.”

Mi Ho sudah berangan-angan jika Dae Bak menikahinya nanti. Dae Bak merasa Mi Ho membuat dirinya sesak nafas. Untung ibu Mi Ho muncul dan memanggilnya.

Hmm.. kalau Dae Bak kesel sama Mi Ho, kenapa selama ini ia masih mau bermain dengan Mi Ho, ya?


Gwang Bak menemui Sang Nam di lokasi proyek dan foto-foto sebelum wawancara. Dan sepertinya yang menyukai sesi foto-foto itu tak hanya Gwang Bak tapi juga Sang Nam. Gwang Bak bahkan sempat membenahi kerah Sang Nam yang tak pas.


Sang Nam juga antusias saat menjawab pertanyaan-pertanyaan Gwang Bak. Saat ditanya alasan Sang Nam memilih pekerjaan 3D, sementara banyak orang yang menghindari pekerjaan di lapangan seperti ini dan bekerja kantoran, Sang Nam menjawab,


“Bagi seorang pria, jenis pekerjaan ini cukup bagus. Jika kau sehat, maka tak ada batasan umur untuk pekerjaan ini dan pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang selalu dicari. Jika semua orang bekerja kantoran, maka apa jadinya negara kita ini? Kita sebagai orang muda harus mengubah cara berpikir kita, sehingga masyarakat memandang pekerja lapangan tak sebelah mata lagi.”


Gwang Bak jelas terkesan dengan wawancaranya dengan Sang Nam. Ia serius mendengarkan saat Sang Nam menceritakan tentang dirinya yang diminta untuk menyelamatkan orang yang tertimbun reruntuhan. Ia juga bertanya apakah Sang Nam sudah menikah (belum) dan apa punya pacar (tak punya di musim gugur 2013 ini).


Jawaban Sang Nam benar-benar terdengar seperti playboy. Namun Gwang Bak merasa ia pernah melihat Sang Nam sebelumnya dan bertanya dimana SD atau SMP Sang Nam. Ia merasa aneh karena sekolah mereka sama.


Interview selesai dan Sang Nam pun mengantarkan Gwang Bak untuk keluar dari lokasi proyek dengan menggunakan truknya. Gwang Bak tak canggung sama sekali naik truk itu, bahkan tertawa-tawa saat terguncang-guncang karena jalanan yang tak rata.


Apapun masalah kesehatan yang mengganggu prostat ayah Sang Nam, akhirnya sembuh juga. Dokter mengatakan kalau ayah Sang Nam tak tertabrak-tabrak, pasti luka itu akan cepat sembuh. Ia pun pergi ke kafe dan bertabrakan lagi untuk kesekian kalinya dengan Gwang Bak. Tentu saja ia marah-marah.


Gwang Bak merasa tak mengenalnya, membuat ayah Sang Nam semakin kesal. Ia sudah berhati-hati saat jalan namun Gwang Bak terus menabraknya. Gwang Bak meminta maaf tapi ayah Sang Nam tak mau dan meminta Gwang Bak untuk membayarnya untuk biaya dokter.

Hihihi.. kayanya ayah Sang Nam ini gondok banget sama Gwang Bak. Masa iya dia yang kaya banget minta uang receh pada Gwang Bak. 


Gwang Bak tak mau dan menganggap pria itu mengada-ada. Tak ada bukti, tak ada saksi. Tapi ayah Sang Nam memaksanya ikut ke dokter. Ketakutan, secepat mungkin Gwang Bak mengemasi barang-barangnya. 


Ia menuduh ayah Sang Nam menipu untuk memperoleh uang dan mengancamnya akan melaporkan ke polisi.


Ayah Sang Nam pulang dengan marah-marah. Ia menceritakan tentang gadis yang tak sopan yang ia temui tadi pada Sang Nam dan berharap Sang Nam tak akan menikahi gadis seperti itu, “Jangan pernah kau membawa gadis yang suka membantah untuk kau perkenalkan padaku.”

Hahaha.. Gwang Bak, malang benar nasibmu, Nak..

Ayah Sang Nam bersumpah akan membalas dendam pada gadis itu. Sambil senyum-senyum, Sang Nam dan bibi berkata kalau mereka kasihan sekali pada gadis itu.



Gadis yang sedang mereka bicarakan sekarang sedang memandangi foto-foto Sang Nam, terlihat jelas kalau ia suka pada Sang Nam. Ia pun mengirim SMS ke Sang Nam, menyuruhnya menelepon dirinya dan ia akan memberikan uang 50 sen.


Sang Nam tersenyum dan tak perlu waktu lama untuk menelepon Gwang Bak. Tak lama kemudian mereka ngobrol dengan asyiknya. Tentang ibu Sang Nam yang Gwang Bak kira sudah meninggal tapi ternyata masih hidup, tentang Gwang bak yang menyebut dirinya yang paling cantik diantara saudara-saudaranya (Sang Nam: berarti saudara-saudaramu jelek semua), tentang kakak Gwang Bak yang sedang tertimpa masalah.


Mereka keasyikan ngobrol hingga tak sadar telah menelepon selama satu setengah jam. Ayah Sang Nam mengintip anaknya yang tertawa-tawa sambil menelepon dan ia tersenyum melihatnya.


Saat makan siang, ayah bertanya apakah Sang Nam mempunyai pacar? Ibu Mi Ho terkejut namun senang mendengar kabar itu. Tapi Sang Nam berkata kalau ia belum punya. Ayah menyebutkan tentang apa yang ia lihat kemarin malam, namun Sang Nam berkilah kalau ia sedang bicara tentang masalah pekerjaan saja.

Ayah senang karena ia sudah lama tak melihat Sang Nam seperti itu. Ibu Mi Ho juga berharap agar Sang Nam segera memiliki pacar lagi.


Adegan berikutnya membuat saya khawatir. Dengan lagu mellow dan hujan turun dengan derasnya, terlihat ibu Mi Ho dan Min Jung berlindung di sebuah toko. Mereka berdiri berjauhan tak melihat satu sama lainnya, namun ekspresi mereka sama. Termenung seolah mengenang sesuatu.

Setelah hujan berhenti, mereka pun pergi berlawanan arah.

Apakah mereka saling mengenang?


Ho Bak mengunjungi ibunya. Namun ibu tak senang sama sekali. Ia sedang membuat susu untuk anak-anak Soo Bak yang dititipkan padanya. Ibu menyalahkan Ho Bak yang saat itu memberitahu semua orang tentang kebangkrutan Min Jung, dan tak memberitahu Soo Bak secara langsung. Ho Bak tak berniat mengatakan hal itu. Ia hanya ingin membicarakan tentang hari ulang tahunnya.

Ibu berkata kalau Ho Bak tak perlu membiayai perayaan ulang tahunnya. Ia hanya khawatir pada Soo Bak, “Anak itu tak mau makan dan aku mengerti sekali kenapa. Dunianya sekarang runtuh.”


Ho Bak pun menemui Soo Bak di rumahnya. Ia membuatkan bubur dan membawakan ke kamar kakaknya. Tapi Soo Bak tak mau makan. Ia malah bertanya mengapa Ho Bak tak memberitahukannya lebih dulu? Apakah Min Jung dan Ho Bak merencanakan sesuatu?


Ho Bak kesal dituduh sana sini oleh keluarganya. Ibu marah karena ia memberitahu, sekarang Soo Bak marah karena tak diberitahu. Ia minta maaf dan meminta Soo Bak agar segera makan.


Tapi Soo Bak melempar sendok yang diberikan padanya, “Kau pasti sangat menikmatinya, kan? Kau bahagia kan melihatku seperti ini?”

Ho Bak menahan sabar, menyadari kalau tekanan ini terasa berat bagi Soo Bak. Ia minta Soo Bak untuk tenang dan tak berpikir macam-macam. Tapi Soo Bak marah dan melempar mangkok bubur yang dibuatkan untuknya, “Aku tak butuh dikasihani. Keluar sekarang juga!”


Ho Bak menahan air matanya dan memunguti mangkok yang berceceran. Ia minta Soo Bak untuk tak memperlakukannya seperti ini. Ia tak mendoakan Min Jung untuk bangkrut. Tapi ia sudah tak tahan lagi jika Soo Bak terus memperlakukannya seperti ini.


“Apa yang kau tak tahan?” tanya Soo Bak dingin.


“Aku selalu disisihkan!” seru Ho Bak. “Sejak aku kecil, aku sudah menahan semua ini. Ibu hanya menyayangimu. Ia selalu berkata ‘Soo Bak ini, Soo Bak itu! Aku sudah tak tahan, kak. Apakah kau tahu kalau ini sangat berat untukku? Kau selalu disayangi. Tapi apa kau tahu bagaimana aku tumbuh dewasa dengan selalu dibenci?”


Tapi Soo Bak seakan tak tersentuh. Ia malah mengejar Ho Bak yang pergi ke dapur dan berkata, “Bagaimana denganku? Apa kau tak pernah menyakitiku? Kau juga menyakitiku, tahu?”


Ho Bak heran, bagaimana ia bisa menyakiti Soo Bak. Wajah Soo Bak walau tersenyum tipis tapi terasa sangat dingin.


Komentar :

Uhh.. saya agak serem liat wajah Soo Bak. Walau tersenyum, tapi rasanya beku bangetApa rahasia mereka berdua?


Dan ada apa dengan adegan hujan yang melibatkan ibu Mi Ho dan Min Jung? Apakah mereka memiliki hubungan masa lalu? Dan saya baru ingat kalau tak pernah muncul cerita, siapa ayah Mi Ho sebenarnya.

Waktu episode 1, saya pikir ibu Mi Ho bersuamikan pria yang akhirnya saya tahu kalau itu bukanlah paman Sang Nam melainkan ayah Sang Nam.

Jadi di rumah keluarga Choi itu sebenarnya tinggal 2 keluarga. Ayah Sang Nam dan Sang Nam. Ibu Mi Ho adalah bibi Sang Nam dan adik ipar Ayah Sang Nam. Jadi ibu Sang Nam dan ibu Mi Ho adalah saudara kandung.

Mungkinkah Mi Ho itu adalah anak dari ehm.. Min Jung? Wihh.. nggak bisa bayangin stressnya Soo Bak.

Dan berarti Mi Ho dan Dae Bak adalah paman dan keponakan? Nggak bisa married, dong..


Atau mungkinkah hubungan Mi Ho dan Dae Bak bukan paman dan keponakan. Tapi…

10 comments :

  1. Akhirnya keluar jg episode 3 king's family, makasih,, terus dLanjut yaa sinopsis king's family_nya.

    ReplyDelete
  2. emosiiiiiiiii liat si soobak sama eomma! hih! ngeselin!
    kasihan minjung.. T.T

    ReplyDelete
  3. Tq sinopnya mb dee, ttp semangat ya..drama ini masi panjaaaaang.. Di episod ini beneran deh pengen jitak soo bak..menyebalkan

    Tie

    ReplyDelete
  4. makasih sinopsisnya Mbak Dee.. Aku suka banget drama ini. Ibunya Soo Bak betul2 menjengkelkan, setali tiga uang sama Soo Bak. Berharap akhirnya Hoo Bak bisa hidup bahagia, smg Se Dal segera dapat hidayah dan berhenti jadi pemalas ^^

    ReplyDelete
  5. Yang ngeselin : Soo Bak sm Oemma
    Yang kasihan : Min Jung, Hoo Bak plus Gwang Bak...hehe..
    Yang Baik hati : Mba Dee... kan udah bikin lanjutannya....

    ReplyDelete
  6. Lobak eh soo bak dan ibunya bener2 nyebelin... Udah tau suaminya bangkrut bukannya lebih down to earth malah lebih nyebelin. Makasi mba dee udh buat sinopsisnya.. ^^

    ReplyDelete
  7. iya deh mbak Dee.. aku curiganya gtu.. palagi scene berikut2nya sering diliatin minjung.. miho dan ibunya.. Ga kebayang soo bak bakal gmn..

    ReplyDelete
  8. mbak dee, MDSY mau tayang di bchannel^^
    yuk merapat di kutudrama, ada MDSY, gud doctor, king's family dan heirs
    DAEBAK!

    ReplyDelete
  9. ah suka sama drama ini sayangnya agak kececer karena Heirs ya... mdh2an drama ini tetep ada dlm jadwal recap ya ...makasih sinopsnya.

    ReplyDelete
  10. Iya. King's Family akan tetap aku lanjutin. tapi sementara nungguin good doctor selesai dulu. hehehe..

    ReplyDelete