October 29, 2013

Sinopsis Good Doctor Episode 19 - 1

Sinopsis Good Doctor Episode 19 -1


Yoon Seo mengaku ia agak aneh belakangan ini. Ia tak suka jika Shi On dekat dengan wanita lain. Dan ia merasa kesal saat Shi On memintanya untuk mencomblangkan Shi On,”Mulai sekarang, aku tak suka kalau kau tergantung padaku. Mulai sekarang aku.. aku..”

Yoon Seo tak tahu bagaimana mengatakannya, maka ia maju selangkah dan memeluk Shi On.



Shi On terkejut, namun walau sedikit ragu, ia membalas pelukan Yoon Seo. Yoon Seo tersenyum karena Shi On mempererat pelukannya dan berkata kalau pembuluh darahnya  terasa panas seperti pipa dalam heater dan dadanya terasa seperti ada orang yang menabuh genderang.


Yoon Seo menyentuh pipi Shi On dan berkata kalau ia pun merasakan hal yang sama sekarang. Dengan suara terbata-bata, Shi On berkata kalau ia tak tahu harus melakukan apa sekarang. Yoon Seo menjawab kalau Shi On tak perlu melakukan apapun.


Mereka berjalan pulang, dan Yoon Seo berkata kalau ia kedinginan. Dengan polosnya, Shi On meminta Yoon Seo berhati-hati agar tak kena flu. Yoon Seo berkata kalau ia akan berhati-hati, tapi tangannya terasa dingin. Shi On segera menangkap maksud Yoon Seo, “Ah… aku akan membelikanmu sarung tangan besok.”

Bwahaha.. bener-bener polos.


Akhirnya Yoon Seo mengulurkan tangannya, dan akhirnya Shi On benar-benar mengerti. Ia meraih tangan Yoon Seo dan menggenggamnya . Yoon Seo heran melihat cara Shi On menggenggam tangannya dengan jari jemari terjalin satu sama lain. Ia bertanya apakah Shi On ini sebenarnya playboy dan sering menggenggam gadis lain?


Shi On menggeleng dan menjelaskan kalau begitulah cara gurunya menuntun anak-anak autis karena mereka sering bergerak tiba-tiba. Begitu pula dengan dr. Choi yang menggandenganya sejak ia kecil dulu. Yoon Seo berkata kalau sekarang bukan ia yang menggandeng tangan Shi On, tapi Shi On yang menggandeng tangannya.


Di depan apartemen mereka, Shi On, yang rupanya masih tercengang dengan status baru mereka, bertanya apa mungkin Yoon Seo tak akan menyesali hubungan mereka? Yoon Seo menjawab kalau ia tak akan menyesalinya. Hal ini tak terjadi setelah mereka minum-minum, kan?


Tapi Shi On memberi Yoon Seo kesempatan sekali lagi. Jika Yoon Seo menyesali keputusannya, maka Yoon Seo bisa memberi tanda dengan mengikat rambutnya besok saat berangkat kerja.  Walau Yoon Seo berkata kalau ia tak akan menyesal, ia meminta Yoon Seo untuk melakukannya.


Di rumah sakit, Shi On senyum-senyum karena masih bisa merasakan jantungnya yang berdebar-debar. Sementara itu Yoon Seo tertidur dengan pertanyaan di kepala : Aku tak akan menyesalinya, kan?


Keesokan paginya, Shi On menggoyang-goyangkan kakinya. Ia sangat gugup dan harap-harap cemas menantikan Yoon Seo. Ia mendengar Yoon Seo datang dan menyapanya. Shi On menjawab sapaanya, tapi tak langsung menatap wajah Yoon Seo. Perlahan-lahan ia memandangi Yoon Seo dari bawah, dan akhirnya ke wajah Yoon Seo.


Hatinya mencelos saat melihat Yoon Seo mengikat rambutnya. Ia hanya berkata ‘ohh’ dengan kecewa. Yoon Seo tersenyum melihat wajah Shi On yang patah hati dan menyuruh Shi On untuk melihat keluar, “Di luar sangat berangin, dan aku harus mengikat rambutku jika tidak rambutku akan berantakan.”


Shi On tersenyum riang dan berkata, “Angin jahat.” Ia pun pergi ke ruang perawatan dengan gembira, bahkan sempat melakukan lompatan gembira saat berjalan.


Wapresdir Kang menemui Do Han untuk bertanya dua hal padanya. Satu, apakah Do Han dapat bertahan di lingkungan yang kurang baik seperti sekarang ini? Do Han menjawab kalau pemahaman mereka tentang lingkungan itu sangat berbeda. Di departemen manapun, yang paling penting dalam lingkungan itu adalah dokternya. Hal lainnya adalah nomer dua.

Wapresdir Kang mengangguk dan memberikan pertanyaan kedua.  Sebelumnya Do Han pernah berkata kalau yang dilakukan dokter adalah memberi masa depan atau kebahagiaan untuk anak-anak. Apakah Do Han tak berpikir dokter di negara lain (yang rumah sakitnya mengambil profit) tak berpikiran seperti itu?


Do Han tersenyum dan berkata kalau para dokter itu juga akan berpikiran seperti itu, tapi ada perbedaannya. “Jaminan masa depan dan kebahagiaan dari para dokter itu untuk anak-anak yang terpilih. Sedangkan jaminan yang kami lakukan, tak ada kata ‘terpilih’.


Yoon Seo berjalan dan salah satu dokter, yang sepertinya adalah teman lama, menyapanya. Teman itu mengetahui dari ibu Yoon Seo kalau Yoon Seo pergi ke matseon untuk menemui calon yang dipilihkan ibunya. Yoon Seo kesal mendengar hal itu tapi teman Yoon Seo berkata kalau ibu Yoon Seo meneleponnya setiap dua hari sekali untuk mencari tahu perkembangan Yoon Seo.


Shi On mengunjungi ayahnya, tapi walau sudah terbaring lemah, ayah masih tetap mengeluarkan kata-kata pedas. Ia menuduh Shi On pasti senang melihat dirinya seperti ini. Shi On menjawab ia tak suka, tapi ayahnya malah menuduh Shi On sudah pintar bohong sekarang, “Persis seperti ibunya.”


Ibu menghela nafas dan berkata kalau yang dikatakan ayah itu tak benar. Tapi ayah malah mengatai mereka. Dan ia berkata kalau alangkah senangnya jika Si Deok masih ada di sini karena Si Deok pasti akan menjaganya.


Uhh.. ayah ini benar-benar tahu bagaiamana membuat Shi On merasa bersalah. Ibu mencoba mengingatkan ayah, tapi ayah malah membentaknya dan meratapi nasibnya yang sial. Do Han yang kebetulan lewat, mendengar pembicaraan mereka.


Dr. Go termangu di mejanya. Ia teringat pada percakapan yang ia lakukan dengan kakak iparnya, Direktur Lee. Ancaman kakak iparnya yang melarangnya untuk ke rumah kakaknya itu ternyata tak serius. Yang serius adalah tawaran  Direktur Lee untuk bekerja sama dengannya dan jika berhasil, bukan hanya jabatan kepala rumah sakit cabang, tapi posisi direktur yang menggantikan dr. Choi. Dr. Go diminta untuk mendata siapa saja karyawan rumah sakit yang tak setuju dengan niat investor baru.

Dan di hadapan layar komputernya, dr. Go membuka file yang berisi nama-nama staf rumah sakit.

Jangan, dr. Go! Don’t go to hell lagi..!


Dr. Choi bertemu dengan Chae Kyung karena ia telah diberitahu oleh Presdir Lee tentang bantuan Chae Kyung baru-baru ini. Chae Kyung berkata kalau masalah itu muncul disebabkan olehnya, karena itu ia pula yang harus menyelesaikan.


Dengan bijak dr. Choi berkata kalau ia sudah seharusnya Chae Kyung tak berharap Chae Kyung dapat menyelesaikan semuanya. Mulai sekarang ia tak akan meminta Chae Kyung untuk akrab dan mengerti Presidir Lee lagi. Tapi ia hanya meminta agar Chae Kyung tak mengindari ibu tirinya.


Do Han mengadakan meeting internal. Ia memberitahukan kalau dan ia akan mengajukan argument untuk kasus In Hye pada rapat medis besok. Yoon Seo bertanya apakah Do Han sudah memiliki alasan kuat mengapa harus bedah anak yang mengoperasi In Hye?


Do Han mengiyakan, kurang lebih begitu. Ia akan mengangkat masalah anastomosis pembuluh darah dan fistula usus halus. Yoon Seo membenarkan. Dan menurutnya, bagian bedah anak jauh lebih berpengalaman dengan operasi fistula usus halus.


Tapi Do Han berkata kalau semuanya tergantung hasil rapat besok dan meminta semua residen untuk tidak keceplosan bicara sebelum itu.


In Hye sibuk menulis di buku hariannya. Jin Wook yang sedang memeriksa pasien lain, tertarik dengan aktivitas In Hye dan bertanya apa yang sedang In Hye lakukan. In Hye menjawab kalau ia sedang menulis semua kenangan indah yang telah terjadi dan ternyata kenangan itu sangat banyak.


Jin Wook yakin kalau banyak juga kenangan yang tak diingat oleh In Hye. In Hye berharap ia dapat menulis semuanya di buku harian, “Dengan begitu, jika terjadi sesuatu padaku.. rasa sedih kakak akan berkurang setelah membacanya.”


Jin Wook meminta In Hye untuk tak mengatakan hal seperti itu. Tapi In Hye berkata kalau ia tahu betapa sulitnya operasi  transplantasi usus halus dan prosedurnya beresiko tinggi. Karena itulah ia berharap kalau para dokter bedah anak yang dapat melakukannya, dengan begitu ia lebih tenang menghadapi apapun yang akan terjadi.


Ucapan In Hye itu diberitahukan pada In Young. Jin Wook menduga kalau ingatan saat In Hye tak sadarkan diri pasti membuatnya trauma. Jin Wook meminta maaf, karena tak bisa berbuat apa-apa. Seperti yang In Hye katakan, kalau bagian bedah anak yang melakukan operasi ia akan berkurang rasa takutnya.  


Jin Wook pun tahu betapa takutnya In Young karena jadwal operasi semakin dekat. In Young mengakui kalau ia sedikit cemas, tapi ia merasa sekarang tangan dokter menjadi dingin (dokter juga cemas akan operasi itu)


Perlahan, Jin Wook pun menggenggam kedua tangan In Young dan berkata kalau tangan para dokter itu sebenarnya lebih hangat dari yang dipikirkan. In Young sedikit kaget karena tangannya digenggam oleh Jin Wook. Tapi Jin Wook hanya menggenggam tangannya sesaat, dan langsung melepaskannya kembali.


Presdir Jeong tak menyangka kalau banyak yang menolak keinginannya dan ia bermaksud untuk memberhentikan orang-orang itu dan mempekerjakan orang-orang baru yang memliki kemampuan yang sama.

Wapresdir Kang mengingatkan kalau orang baru yang akan masuk tak akan bisa menyamai kemampuan dokter yang lama. Tapi Presdir Jeong berkata kalau tak akan banyak bedanya dari satu dokter ke dokter lain. Wapresdir Kang mengatakan perbedaan itu bukan dari kemampuan, tapi nilai-nilai lainnya.


Maka Presdir Jeong pun bertanya apa usulnya? Wapresdir Kang mengusulkan kalau  investasi yang dilakukan Presdir Jeong dikembalikan lagi menjadi investasi public (hanya suntikan dana dan bukan akuisisi). Wapresdir Kang mengibaratkan kalau yang mereka lakukan itu bukanlah mengganti ban yang tak akan cocok, melainkan menambal dan memompa ban yang kempes.

Tapi Presdir Jeong tak suka dengan ide itu. “Hei, Kang Hyun Tae. Pasien-pasien anak itu adalah harapan kita, Tapi jenis harapan yang berbeda.”


Pulang kerja, Yoon Seo menunjukkan pada Shi On tentang aplikasi terbaru yang ia pasang di handphone-nya, yang bisa mencatat berapa lama mereka telah pacaran. Hehehe.. padahal baru sehari juga. Ia menyuruh Shi On untuk mendownload aplikasi itu.


Tentu saja Shi On menolak. Seperti hari pertama ia datang, ia menunjuk ke kepalanya dan berkata kalau ia mengingat semuanya. Ia bahkan bisa ingat berapa hari saat ia melihat Yoon Seo pertama kalinya. Yoon Seo kesal dengan sok pintarnya Shi On dan berkata kalau ia tetap akan memasang app itu.

Yoon Seo ingin mereka merayakan 1 hari mereka. Shi On langsung membuka mulut mengatakan kebun binatang, tapi Yoon Seo langsung memotongnya, apapun selain kebun binatang dan warnet. Shi On berpikir sebentar, kemudian berkata.


Dan sampailah kita ke tukang ramal. Hahaha.. dokter juga percaya pada ramal-meramal.  Tapi tukang ramal itu yahud juga. Ia dapat menyebutkan kalau Shi On selalu dilindungi oleh roh binatang, sehingga Shi On selalu dijaga dan dilindungi agar selalu bersih tak tercemar. Shi On merasa ucapan tukang ramal itu benar.


Sedangkan untuk Yoon Seo, sambil tertawa peramal itu mengatakan kalau Yoon Seo memiliki dua roh, yaitu roh alcohol dan roh api. Shi On bertepuk tangan dan berkata kalau ucapan peramal itu benar.

Hahaha.. Pemabuk dan sifat judes?

Yoon Seo langsung bertanya apakah karena sifatnya buruk? Peramal itu menggeleng, roh api bukan untuk membakar, tapi untuk menghangatkan.


Ucapan itu membuat Yoon Seo senang. Sambil menggengam tangan Shi On, Yoon Seo bertanya bagaimana dengan hubungan mereka? Peramal itu mengatakan semua baik bahkan tak ada satupun kesukaran yang menghadang.


Namun peramal itu mengatakan kalau dalam hubungan mereka, hanya terdapat satu jembatan jiwa. Biasanya, sepasang kekasih memiliki beberapa jembatan jiwa, jadi jika putus, dapat menyatu kembali. Namun Yoon Soo dan Shi On hanya memiliki satu.  Yang artinya, jika mereka putus, maka tak akan kesempatan untuk menyatu lagi.


Tentu saja Yoon Seo kesal mendengarnya. Sepanjang jalan, ia ngomel-ngomel mengenai peramal yang bicara aneh itu. Tapi Shi On berkata kalau Yoon Seo sendiri yang berkata kalau wanita itu adalah peramal yang bagus. Yoon Seo langsung ngeles dan berkata kalau kemampuan peramal itu sudah menurun jauh.


Mereka melihat ada stan promosi yang memberikan banyak hadiah jika bisa menyelesaikan rubik 4 x 4 dalam 2 menit. Yoon Seo ingin mendapat hadiah perebus telur elektrik. Maka Shi On pun bertanya apakah ia dapat memperoleh perebus telur itu jika ia dapat menyelesaikan dalam waktu 10 detik.


Yoon Seo berbisik menyuruh Shi On untuk menambah waktu sedikit lagi, tapi Shi On percaya diri. Ia malah menambahkan kalau ia akan melakukannya dengan mata tertutup, membuat Yoon Seo kaget.


Takut kehilangan perebus elektriknya , saya rasa. Hehe.. Shi On membolak-balik rubik itu dulu, kemudian memejamkan mata.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. 10!


Shi On meletakkan rubik yang sudah sewarna. Yoon Seo bertepuk tangan dan menunjukkan mesin perebus telur itu dengan bangga.


Mereka menikmati telur rebus dari mesin baru itu di rumah Yoon Seo. Yoon Seo berkata kalau kemampuan Shi On bisa juga digunakan untuk hal seperti ini. Ternyata hal ini bukan pertama kalinya bagi Shi On. Ia pernah memenangkan sekotak mie instan karena memecahkan puzzle labirin saat di taman hiburan.


Yoon Seo memuji kalau ia bangga pada Shi On. Shi On mengusap rambutnya dan berkata kalau hal itu tak ada apa-apanya, membuat Yoon Seo geli dan bercanda kalau Shi On sudah mulai sok.

Kemudian Yoon Seo bertanya, bagaimana jika mereka membuka status mereka kepada teman-teman mereka. Melihat Shi On diam, Yoon Seo mengira kalau Shi On khawatir kalau ia akan diejek. Ia meminta Shi On untuk tak mengkhawatirkan hal itu. Ia tak apa-apa.


Shi On meminta Yoon Seo untuk menunggu sebentar lagi. Yoon Seo sedikit cemberut dan bertanya, “Sebentar lagi itu kapan?”


Para residen mengantarkan Do Han yang akan mengikuti rapat medis seakan mengantar komandan ke medan perang, meminta Do Han menghajar dr. Kim agar tak berkutik. Do Han tersenyum berkata kalau yang dia lakukan bukanlah adu tinju, tapi diskusi masalah medis. Ia menyuruh anak buahnya untuk tak cemas dan kembali bekerja.


Di rapat, Do Han mengangkat topik tentang prosedur operasi In Hye, hal yang terduga oleh dr. Kim. Do Han memberikan argument kalau prosedur operasi yang akan dilakukan dr. Kim beresiko tinggi dan tak ada cara untuk mengamati usus halus yang dicangkok pasca operasi. Dr. Kim terkejut dan mau tak mau mengakui hal itu.


Do Han pun mengajukan prosedur lain transplantasi usus halus dan hal yang mengagetkan adalah dr. Go bicara dan mendukung pendapat Do Han dengan memberikan argumentasinya juga. Do Han menoleh ke atasannya dan tersenyum berterima kasih.


Sambutan Presdir Lee dan Chae Kyung tak hangat saat Wapresdir Kang menemui mereka. Chae Kyung berkata kalau mereka akan menemukan cara untuk membayar hutang Rumah Sakit. Tapi Wapresdir Kang tak mempedulikan sambutan yang dingin itu. Ia bertanya apakah Presdir Lee tak berniat untuk mempertahankan rumah sakit ini? Jika mau, ia meminta Presdir Lee untuk mendengarkan baik-baik apa yang akan ia ucapkan.


Para residen menunggu kedatangan Do Han dengan cemas. Saat Do Han muncul dengan wajah suram, para residen itu menyadari apa hasilnya. Yoon Seo menghibur Do Han, berkata kalau Do Han sudah berbuat yang terbaik.


Do Han menghela nafas dan bertanya, “Oke, kan?” Para residen memandang Do Han tak mengerti. Maka Do Han pun menjelaskan, “Kita yang akan mengoperasi In Hye.”


Para residen pun bersorak kegirangan. Yoon Seo memukul lengan Do Han dan mengomel kenapa juga Do Han harus berakting seperti itu? Do Han tersenyum dan menjawab kalau akting seperti ini jauh lebih cocok daripada akting menjadi Kapten Hook.


Shi On memuji bosnya kalau Do Han ini penuh dengan jiwa acting. Do Han mengangguk dan pada residen lain, ia mengancam mereka agar tak meremehkan kemampuan aktingnya lagi, “Jika kalian meremehkan kemampuanku, kalian semua akan mati.”


Para residen hanya tertawa-tawa, tapi langsung memasang wajah sopan saat dr. Go muncul. Dengan canggung, dr. Go bertanya apakah mereka tidak sibuk? Jika tidak, ia ingin mengajak mereka untuk makan di luar.


Do Han langsung mengiyakan ajakan itu, membuat para residen heran. Mereka pun langsung mengiyakan saat Do Han menanyakan hal yang sama pada anak buahnya.


Yay!! Bahkan Shi On menambahkan kalau ia sekarang sedang pengen makan dagiing sapi yang dipotong kotak-kotak. Dr. Go pura-pura marah, menyuruh Shi  On untuk membelinya sendiri. Melihat Shi On cemberut, dr. Go pun tersenyum. Aww… hyung jahat, ih..


Do Han menemui ayah Shi On yang langsung mengenalinya. Do Han meminta ayah untuk memperlakukan Shi On sebagai orang dewasa, bukan seperti anak 8 tahun.


Ia mengingatkan kalau Shi On adalah dokter di rumah sakit ini dan ayah harus menghargai Shi On seperti orang dewasa agar Shi On bisa menghargai ayah dengan cara yang sama.

Ayah marah mendengarnya. Ia menyuruh Do han keluar dari kamarnya. Dengan suara serak, ayah bertanya mengapa dokter seperti Do Han harus ikut campur akan urusan kelaurganya. Do Han tak marah diperlakukan seperti itu dan berkata, “Jika kakak Shi On masih hidup, ia pun juga akan mengatakan hal yang sama pada Anda.”


Ayah tercenung mendengar kata-kata Do Han.


Yoon Seo memikirkan percakapan semalam yang ia berencana untuk membuka hubungan mereka ke publik. Ia tampak tersipu-sipu mengingatnya.


Para dokter itu akhirnya makan di luar. Dr. Go menyuruh mereka semua memesan makanan yang disukai, “Kecuali untuk Park Shi On.” Aww.. semua tertawa mendengarnya. Dengan lebih serius, dr. Go meminta maaf karena selama ini ia tak menjalankan tugasnya sebagai kepala bagian dengan baik. Do Han pun meminta maaf karena mereka semua juga tak memperlakukan dr. Go dengan semestinya. Kata-kata itu membuat dr. Go tersipu.


Shi On menambahkan kalau dilihat-lihat, dr. Go itu mirip dengan Lee Byung Hyun. LOL, walau agak mirip sih, dikit. Dikiiiii..iitt banget. Dr. Go pun menggerutu, mengeluh kalau Shi On ini selalu membuat tak nyaman.


Walau sedetik kemudian, ia menutup matanya dan dengan suara lebih dalam ia berkata, “Katakan padaku, apakah kau memang benar-benar ingin membunuhku?” dan pada yang lain ia bertanya, “Sudah mirip belum?”

Bwahaha.. dokter-dokter ini sebenernya aktor, ya? Tadi Do Han, sekarang dr. Go.  

Semuanya geli melihat kelakuan dr. Go. Shi On berkata jujur kalau dr. Go memang mirip separuh dengan Lee Byung Hun, membuat dr. Go benar-benar kesal.


Wkwkwk.. itu usaha sepenuh hati, loh. Akhirnya Do Han yang memarahi Do Han, “Hey, Park Shi On, Kenapa kau bicara tak sopan pada dr. Go?” Shi On buru-buru minta maaf. 


Do Han melirik (perawakan) dr. Go, tapi akhirnya tawanya pecah juga. Dokter lain yang sedari tadi berusaha menahan tawa, akhirnya ikut pecah dan tawa mereka menjadi riuh. Hanya dr. Go dan Shi On yang kebingungan.


Yoon Seo melihat situasi yang sudah cair, memasukkan sendok ke dalam botol kosong dan menghentakkannya ke meja. Ia meminta perhatian semuanya, karena ada yang ingin ia bicarakan. Ia berdiri dan berkata, “Aku.. aku sudah punya pacar!”


Semua bertepuk tangan. Tapi Shi On memalingkan wajahnya. Kil Nam memuji Yoon Seo yang akhirnya melepas status ‘jomblo sejak lahir’-nya dan Sun Joo bertanya siapa orang itu.


Yoon Seo menarik nafas dan berkata, “Park Shi On.”


Semua terdiam. Namun dr. Go memecahkan keheningan dengan tertawa dan meminta Yoon Seo untuk serius menjawab siapa pacar Yoon Seo sebenarnya. Senyum dr. Go perlahan sirna saat Yoon Seo mengatakan dengan lebih pelan kalau pacarnya benar-benar Park Shi On. Ia akhirnya kesal karena Il Kyu juga meragukan ucapannya, “Pacarku benar-benar Park Shi On!”

Semua mata langsung memandang Park Shi On, masih belum percaya. Kil Nam bertanya, “Benarkah itu?”


Park Shi On mengangguk namun raut kecewa tampak di wajahnya. Ia menolehkan wajahnya dan meminum soju lagi. (gerakan minum formal yang biasanya dilakukan orang yang lebih muda di hadapan yang tua, tapi pasti saat itu bukan itu niat Shi On memalingkan wajahnya).


Teman-teman mereka pun bertepuk tangan tapi tidak seramai sebelumnya. Yoon Seo menatap Shi On yang duduk terdiam.

Komentar :


Entah kenapa saya tak suka dengan sikap Yoon Seo di episode ini. Lebih tepatnya dua sikap Yoon Seo pada Shi On. Saat Shi On meminta Yoon Seo untuk mengikat rambutnya sebagai jawaban kalau Yoon Seo menyesali keputusannya. Yang dilakukan Yoon Seo adalah mengikat rambutnya dengan alasan diluar sangat berangin sekali.

Hey, girl.. bukannya kalian berdua sedang ada di dalam ruangan? Apa nggak bisa ke toilet sebentar untuk menyisir dan menguraikan rambut? Pada akhirnya memang Shi On tahu kalau Yoon Seo tak menyesal. Tapi itu berarti ia tak mendengar permintaan Shi On, kan?


Kedua kalinya adalah saat Yoon Seo juga tak mendengarkan permintaan Shi On yang ingin menunda go public-nya mereka. Mungkin Yoon Seo ingin menunjukkan kalau ia tak keberatan dengan hal ini. Tapi dengan Shi On sudah sebagai pacar, apa Yoon Seo tak bisa menghormati permintaannya? Hubungan mereka juga baru berapa hari? Seminggu? Dua minggu? Sebulan?

Tapi, sikap Yoon Seo ini memang konsisten dengan sifatnya yang cenderung agresif dan terburu-buru.  Dan ini adalah pertama kallinya Yoon Seo mempunyai pacar. 

Hanya saja, jika Yoon Seo terus seperti ini, mungkin ramalan peramal itu akan benar adanya.


Dan saya suka dengan Shi On. Sepertinya, sekarang ia sedang menerima karma dari semua yang telah ia lakukan selama ini. Bukan karma yang buruk, tapi karma yang baik. dr. Go menyukainya, Do Han bahkan menemui ayahnya untuk membelanya. Yoon Seo akhirnya mencintainya, semua teman-temannya memandangnya sebagai kolega yang sepantar, bahkan ia sering dimintai pendapat. Teman-temannya tak lagi memandang rendah dirinya lagi.

Dari awal episode sampai episode ini, saya tak pernah melihat Shi On berbuat buruk. Ia yang memandang segala sesuatunya hitam dan putih, menjalani hidupnya selalu di garis yang putih. Dan karma yang menghampiri Shi On pun karma baik.


Tak ada yang lebih membahagiakan orang tua jika melihat putranya berhasil. Dr. Choi yang mengajarkan semua itu, pasti merasa bahagia saat melihat Shi On sekarang bisa mandiri dan berhasil di lingkungan yang dulu keras padanya.

20 comments :

  1. Makasih, dTnggu sinopsis selanjutnya. Tetep Sέ♍äπƍάτ.." Dan sehat selalu.

    ReplyDelete
  2. Klo menurut q sih.. yoon seo menyesal sedikit.. tpi dia kn yg memutuskan mereka pacaran, jd yh gtu deh....
    Makasi mbak sinopnya... ditunggu part 2 nya yh...

    ReplyDelete
  3. Wah gomawo mb dee, cepet x ini. Hehee
    Berharap besok pagi udh nongol part 2nya...
    (Pdhl udh nonton sampe akhir ^^)

    ReplyDelete
  4. makasih mb dee,
    mkin g sbar nngu klanjutannya..
    Semangat...

    ReplyDelete
  5. wah ga kerasa dah episode 19? tggl 1 setengah episode lg dong :( makasih sinopsisnya mba Dee

    ReplyDelete
  6. Setuju sama pendapat dee..ehm 1 1/2 episode lg nih..º°˚ ‎​‎♏akaςϊïћ ˚°º yah dee

    ReplyDelete
  7. Thanks kak sinopsis nya... Aku ketawa2 di akhir sama dr. Go.. Lucu bgt.. Hehehehe di tunggu part2 nya kak.. Hohohoho

    ReplyDelete
  8. Shi on smpe loncat gtu, hahaa
    Do han sm dokter go jg Ga kalah Lucu =D

    Eh mba Dee, wkt ak nonton eps ini, ak kira shi on blg k yoon seo ; klo kau tdk menyesalinya, bsk bekerja dg mengikat rambutmu

    Ak pikir shi on suka melihat yoon seo mngikat rambutnya,
    Sm sprti wkt prtma mrk ktmu, wkt yoon seo mabuk trs ketiduran d rmhnya shi on kn rambutnya yoon seo jg diikat ..

    Trnyta salah y ?
    Hhihii
    Maklum, nonton Dr kaset Baja*an :p

    ReplyDelete
  9. makasih teh Dee,,soalny sy ga bsa streamingjd sy sangat bgantung dg sinop ny teh Dee + teh Irfa hehe
    ditunggu lanjutanny,,,dkit lg tamat nich

    ReplyDelete
  10. makin penasaran akhirnya gimana..
    jadi takut sama ramalan tentang yoon seo sama shi on..
    semangat ...di tunggu kelanjutan nya...

    ReplyDelete
  11. Semoga Shi on bisa lebih percaya diri ^^
    Semangat Noona,, ditunggu selalu sinopsis selanjutnya..

    ReplyDelete
  12. lanjutannya sangat ku tunggu mba..
    Gomawo..

    ReplyDelete
  13. Kelanjutan sinopnya kapan?? Lagi nunggu :(

    ReplyDelete
  14. fighting
    jangan menyerah terus tulis ni sinopsisi udah tinggal 3 part lg

    ReplyDelete
  15. tiap hari buka blog cuma nungguin good doctor..
    Fighting..

    ReplyDelete
  16. Part 2 ny mana? Udah berapa hari ini nggk d posting :( penasaran!

    ReplyDelete