September 16, 2013

Sinopsis Good Doctor Episode 9 - 2

Sinopsis Good Doctor Episode 9 – 2


Dari luar kamar, Shi On memandang Eun Ok dengan sedih. Yoon Seo menjejerinya dan berkata kalau ia sudah mendengar tentang masalah wali Eun Ok. Shi On khawatir jika Eun Ok pergi ke panti asuhan, anak-anak lainnya akan membencinya karena Eun Ok tak dapat bicara ataupun bermain, “Seperti aku.”

“Apakah kau pikir semua orang itu membencimu?” tanya Yoon Seo.



“Sebelumnya saya tak tahu bagaimana rasanya benar-benar marah itu, tapi sekarang saya pikir saya tahu. Saya marah karena orang-orang membenci saya. Tapi, seperti orang bodoh, saya bahkan tak dapat menunjukkan rasa marah itu.”


“Siapa bilang kau itu bodoh? Semua orang membencimu?” Dengan jarinya, Yoon Seo menghitung, “Perawat Nam, Perawat Jo, dr. Han, In Hye dan aku. Bagaimana dengan kami? Apa kami ini tak kau anggap? Orang-orang membencimu bukan karena kau itu bodoh. Kau  menjadi bodoh karena kau pikir semua orang akan membencimu.”


Shi On mengangguk perlahan, mencoba memahami ucapan Yoon Seo. Tapi Yoon Seo malah memegang kedua pipi Shi On dan memaksanya mengangguk-angguk dengan lebih keras.


Sambil makan, Yoon Seo mengatakan akan mencegah keputusan Do Han yang memindahnya ke bagian Patologi Klinis, bagaimana pun caranya. Mendapat dukungan dari Yoon Seo, Shi On berkata, “Anda bisa makan kimbab sapinya. Saya yang akan makan kimbap sayurannya.”

Yoon Seo penasaran, apa Shi On tak bosan dengan hanya makan kimbap setiap hari? Shi On mengaku dia sebenarnya bosan makan kimbap segitiga. Tapi rasanya senang makan kimbap segitiga itu, “Jika kita mulai makan di ujungnya, rasanya seperti kita makan puncak gunung.”

Yoon Seo tersenyum, memuji Shi On yang memiliki selera yang unik.


Malamnya, Do Han keluar makan bersama Wapresdir Kang. Wapresdir Kang menginginkan Shi On untuk tetap berada di rumah sakit namun menjadi dokter patologi klinis. Sebenarnya ia sudah mendengar kalau Do Han merekomendasikan Shi On sebagai dokter patologi klinis, dan ia kagum akan kejelian Do Han.


Wapresdir Kang memuji karakter Shi On yang ia anggap menarik. Walau autis savant, Shi On berhasil menjadi dokter, “Benar-benar dramatis sekali.”


Saat Wapresdir Kang mengatakan hal itu, Do Han mengernyit tak suka, apalagi saat Wapresdir Kang mengatakan kalau media pasti menunjukkan minat yang besar dengan Shi On, bahkan bisa menjadi berita internasional. Ia bertanya apakah Wapresdir Kang ingin menggunakan Shi On sebagai alat marketing untuk rumah sakit? “Dokter itu bukanlah selebriti.”


“Profesor Kim, dunia ini sudah berubah. Dokter seharusnya juga bisa di atas pentas. Dan itu tak mengubah kenyataan kalau merekalah yang menyembuhkan pasien.”


Kata-kata Wapresdir Kang itu membuat Do Han tak tenang. Di tepi sungai Han, ia mengingat-ingat betapa Shi On memberi diagnosa yang cerdas dan tepat di saat yang kritis dengan suaranya yang gagap.


Yoon Seo menceritakan kalau ia disuruh oleh Do Han untuk memimpin operasi lagi. Shi On diam, tapi dalam hati memberi selamat pada Yoon Seo. Begitu pula saat Yoon Seo berkata kalau ia sebenarnya khawatir tak dapat mengatasi ketakutannya. Shi On memandangi Yoon Seo dan berkata dalam hati, “Anda pasti bisa mengatasinya dan tak perlu takut. Aku mempercayai Anda.”

Yoon Seo menoleh dan tersenyum, “Terima kasih.” Shi On menoleh kaget dan berkata kalau ia tak berkata apapun Senyum Yoon Seo semakin lebar, “Tapi aku tahu semuanya. Semua yang kau katakan.”


Shi On melongo kagum. Yoon Seo menyandarkan kepalanya di bahu Shi On dan meminta Shi On untuk berada di ruang operasi saat ia melakukan operasi pertamanya,”Jika aku berada di saat-saat yang sulit, kau harus berkata, ‘Ada masalah. Cepat, cepat..’ Begitu, ya.. Oke?”


Bukan jawaban yang Yoon Seo didapat, melainkan cegukan yang didengarnya. Yoon Seo khawatir karena cegukan Shi On tetap belum sembuh juga dan mengajak Shi On agar ke rumah sakit besok untuk diperiksa., “Coba buka bajumu sehingga aku dapat memeriksamu sekarang.”


Shi On menolak walau malah tambah cegukan lagi. Ia beringsut menjauh dari Yoon Seo yang sekarang ingin membuka bajunya. Yoon Seo malah tambah semangat menggoda Shi On. Ia menunjuk ke atas, “Eh.. di atas itu ada apa?” Saat Shi On mendongak, ia mencoba menarik baju Shi On, walau tetap gagal.

Hihihi.. Yoon Seo usil juga.


Yoon Seo melihat Kyu Hyun menghibur Eun Ok dengan menyanyi. Saat duduk berdua, Kyu Hyun menceritakan kalau ia kasihan melihat Eun Ok yang sudah yatim piatu dan tak bisa berbicara, “Tapi anehnya, aku merasa lebih baik jika aku melihatnya. Ia sudah mengalami saat-saat yang sulit, tapi ia tetap tersenyum jika melihatku.”


Yoon Seo mengatakan kalau ibu Kyu Hyun juga sering tersenyum padanya. Kyu Hyun menggeleng. Ibunya hanya tersenyum padanya saat ia memenangkan sebuah penghargaan, “Aku lupa kapan terakhir kali ia tersenyum padaku.”


Yoon Seo menyentuh bahu Kyu Hyun dan berkata kalau ia senang mendengar suara Kyu Hyun dan ingin terus mendengar Kyu Hyun menyanyi. Tapi yang ia lebih inginkan lagi adalah mendengar suara tawa Kyu Hyun. “Aku tak tahu apa yang bisa membuatmu bahagia. Tapi satu hal yang pasti. Kau hanya bisa tertawa jika kau sudah sehat.”


Mata Kyu Hyun berkaca-kaca saat Yoon Seo mengatakan kalau ibunya pasti juga bahagia jika mendengar suara tawa Kyu Hyun, “Mungkin jauh lebih bahagia daripada saat mendengarmu menyanyi.” Yoon Seo menghapus air mata Kyu Kyun, memintanya agar tak menangis. Ia merangkul Kyu Hyun yang menangis dan menguatkannya, “Semua akan baik-baik saja.”


Chae Kyung berterima kasih  pada orang yang ia telepon akan dokumen yang telah ia terima. Ia juga berjanji kalau ia akan menurunkan orang-orang itu satu per satu.


Dan meeting mendadak pun dilakukan di ruangan Presdir Lee. Kali ini targetnya adalah Direktur Lee. Chae Kyung menuduh Direktur Lee yang melaporkan kasus Heta Vizen ke BPOM.

Direktur Lee pura-pura tak tahu apa yang Chae Kyung bicarakan. Tapi Chae Kyung punya buktinya. Ia memiliki daftar panggilan telepon yang dilakukan Direktur Lee minggu lalu, dan beberapa di antaranya adalah nomor telepon direct BPOM. Ia menyalahkan Direktur Lee yang menggunakan dr. Go, “ Jika Anda ingin menggunakan seseorang, seharusnya Anda menggunakan orang yang tak memiliki hubungan dengan Anda.”

Dengan mempertimbangkan hubungan baik Direktur Lee dengan suaminya, Presdir Lee memintanya untuk menyelesaikan masalah ini dengan diam-diam. Direktur Lee menantang bagaimana jika ia tak mau diam?

Chae Kyung pun menjawab kalau hal itu tak masalah, karena tak ada catatan penggunaan Heta Vizen di rumah sakit mereka, “Dan sebenarnya adik ipar Andalah yang nantinya akan bertanggung jawab.”


Tertangkap basah, Direktur Lee berkata kalau ia tak akan diam saja dan tunggu saja balasan darinya. Di luar ia menelepon dr. Go dan memarahinya yang tak becus mengurusi masalah ini.


Dr. Go mencoba membujuk kakak iparnya, tapi Direktur Lee menyuruh adik iparnya jaga diri sendiri karena ia tak akan peduli pada apa yang terjadi pada dr. Go. Ia menutup telepon sebelum memberi semprotan yang terakhir, “Dan jangan pernah lagi menginjakkan kaki di rumahku lagi.”


Saat Shi On akan keluar ruang jaga, mendadak Kil Nam menghentikannya dan memperbaiki kerah jasnya sambil menasihati kalau Shi On harus rapi jika akan menemui pasien. Shi On kaget karena Kil Nam memperlakukannya dengan ramah. Sedangkan Jin Wook tersenyum melihat temannya yang mulai memperhatikan Shi On sebagai juniornya.


Ibu Kyu Hyun kesal mendengar anaknya bersikukuh tak akan pergi dari rumah sakit jika ia belum sembuh. Mereka harus bersiap-siap mulai hari ini karena minggu depan mereka akan berangkat ke Jerman. Tapi Kyu Hyun malah berkata, “Aku tak mau pergi ke Jerman. Aku mau dioperasi.”

Ibu Kyu Hyun kaget mendengar ucapan Kyu Hyun yang mengatakan kalau ia tak bahagia walaupun pergi ke Jerman. Ia ingin bahagia walaupaun ia tak dapat bernyanyi lagi, “Aku ingin pergi ke sekolah dan memiliki teman. Aku juga ingin makan apapun yang aku inginkan.”


“Diam! Aku melakukan semua ini untukmu!” bentak ibu Kyu Hyun.

“Tolong dengarkan permintaan Kyu Hyun,” sela Shi On. Tapi ibu Kyu Hyun meminta Shi On untuk tak ikut campur dan langsung membereskan barang-barang Kyu Hyun walau Kyu Hyun terus menolak pergi.


Ibu dan anak itu terus berdebat. Satu menyuruh pergi, dan satunya menolak pergi, membuat Shi On panik dan berkata, “Biarkan ia tinggal di sini. Walaupun ia menjalani operasi, ia tetap akan bisa bernyany..”

Shi On menghentikan ucapannya. Begitu pula ibu dan anak itu berhenti bertengkar dan menoleh pada Shi On. Buru-buru Shi On pergi.


Saat di luar, Shi On menepuk-nepuk wajahnya kesal. Ia teringat pada ucapan Do Han yang mengatakan kalau dokter itu bukanlah dewa dan Shi On tak boleh memberikan harapan semu. Shi On menggeleng-gelengkan kepalanya dan memarahi dirinya sendiri, “Aku tak boleh mengatakannya. Tak boleh. Tak boleh..”


Di luar, Shi On kembali mendekati ibu Kyu Hyun yang kesal melihatnya (‘Apakah dokter di sini memang melelahkan seperti ini?’) dan ia bercerita tentang anjing yang ia miliki saat ia kecil dulu. Saat musim dingin, anjingnya selalu berlari di halaman. Mulanya ia berpikir kalau si anjing melompat-lompat karena ia menyukai salju, tapi ternyata ia salah.


Ibu Kyu Hyun menoleh, tertarik pada cerita Shi On. Shi On meneruskan, “Anjing itu melompat karena kakinya kedinginan. Begitu pula dengan Kyu Hyun. Anda merasa Kyu Hyun menyanyi karena ia menyukainya. Tapi Kyu Hyun sebenarnya kedingingan. Karena itulah ia bernyanyi lebih keras.”


“Anak-anak itu sangatlah baik. Walaupun mereka tak ingin melakukan, mereka memaksa diri mereka sendiri untuk melakukan apa yang orang minta padanya. Tapi melakukan sesuatu karena terpaksa tidaklah bagus.”

Ibu Kyu Hyun terdiam mendengarnya. Shi On juga tak menyukai jika ibunya seperti itu, tapi jika itu membuat ibunya bisa terus selalu bersamanya, ia mau melakukan apa yang ibu paksakan padanya.


Ucapan Shi On membuat ibunya menanyai Kyu Hyun dengan lebih tenang. Kyu Hyun mengakui kalau sebenarnya ia tak ingin membuat ibunya sedih. Karena itulah ia ingin dioperasi. Ia ingin bisa tertawa lepas seperti di taman bermain saat ia kecil dulu, “Aku tak membenci ibu. Aku hanya marah karena ibu tak mengerti perasaanku. Maafkan aku, Bu.”


Ibu menghela nafas dan bertanya mengapa Kyu Hyun harus minta maaf? Ia membelai rambut Kyu Hyun dan memeluknya.


Di luar, Yoon Seo dan Shi On melihat kejadian itu dengan lega. Shi On membuat satu permintaan pada Yoon Seo, “Dapatkah Anda yang melakukan operasinya Kyu Hyun?”


Shi On tahu kalau Do Han itu bagus. Tapi ia merasa lebih baik jika Yoon Seo yang memimpin operasi. Untuk berbagai alasan ia merasa kalau Yoon Seo akan membantu Kyu Hyun mewujudkan impiannya.

Yoon Seo merasa tak memiliki kemampuan seperti itu tapi Shi On meyakinkan Yoon Seo dengan mengucapkan satu permintaan lainnya. Ia ingin diikutkan dalam operasi itu, sehingga jika ada masalah ia bisa membantu.


Maka Yoon Seo pun menghadap Do Han dan mengajukan permintaan untuk memimpin operasi Kyu Hyun sebagai operasi pertamanya. Do Han mulanya tak setuju karena ia pun belum pernah melakukan operasi seperti ini. Bahkan ini pertama kalinya dilakukan di rumah sakit ini.

Tapi Yoon Seo mengatakan karena alasan itulah maka ia mengajukan diri, “Hal ini menjadi yang pertama kali bagi siapapun yang melakukan.” Do Han tersenyum mendengar jawaban Yoon Seo. Yoon Seo mengajukan diri bukan karena ia ingin mencari tantangan atau apa, tapi ia ingin berusaha sebaik-baiknya untuk melindungi impian Kyu Hyun. “Bagaimanapun khawatirnya Anda pada saya, saya tahu kalau Anda juga mempercayai saya. Jadi, ijinkan saya yang memimpin operasi.”


Do Han masih diam belum bisa memutuskan. Yoon Seo tersenyum dan menceletuk kalau hari ini tumben Do Han lambat dalam berpikir. Do Han tersenyum mendengar godaan Yoon Seo dan bertanya apakah Yoon Seo yakin? Yoon Seo mengangguk.


Dan saat meeting pra-operasi Kyu Hyun, Yoon Seo mengajukan Shi On sebagai asisten utamanya. Do Han langsun menolaknya walau Yoon Seo berkata kalau pemilihan asisten adalah hak dari pemimpin operasi. Tapi Do Han tetap berkata tidak dan meninggalkan rapat.


Yoon Seo berlari mengejar Do Han, namun Shi On menceganya. Ia yang akan bicara pada Do Han.


Shi On masuk ke ruangan Do Han. Sambil memakai jas, bersiap untuk pulang, Do Han sekali lagi mengatakan kalau Shi On akan pindah bagian, jadi tak perlu lagi ikut dalam operasi. Shi On berkata kalau operasi ini adalah kesempatan terakhir Kyu Hyun juga kesempatan terakhirnya. Karena itulah ia ingin bersama dengan Kyu Hyun.

Do Han menghela nafas dan berkata kalau ia akan mengijinkan Shi On untuk hadir di dalam ruang operasi. Tapi Shi On tak mau itu. ia ingin berpartisipasi. Saat Do Han mengungkit tentang kegugupan Shi On yang mungkin muncul saat operasi, Shi On berjanji kalau ia akan langsung meninggalkan ruang operasi saat itu juga.

Do Han langsung memotong, “Kalau begitu, sebaiknya kau tak usah ikut sekalian.”


Mendengar jawaban itu, Shi On bertanya kenapa Do Han tak bisa percaya padanya? “Anda tak membenciku karena aku melakukan kesalahan. Tapi Anda membenciku karena Anda pikir saya akan melakukan kesalahan. Aku janji tak akan melakukan kesalahan. Tak akan pernah.”


Do Han berpikir sesaat, dan kemudian memutuskan, “Pegang janjimu. Jika kau mendapat serangan lagi, kau harus keluar dengan segera.”


Shi On cukup terkejut dengan jawaban Do Han. Berulang kali ia membungkuk dan berterima kasih pada Do Han. Yoon Seo yang sejak tadi menguping, bersorak kegirangan.


Walau tadi Shi On sangat agresif, di taman ia duduk dan tak dapat menyembunyikan tangannya yang gemetar karena gugup. Pada hyung-nya, ia berkata dalam hati, meminta hyung-nya untuk terus membantunya.


Il Kyu mencoba menebarkan kebencian kembali, dengan mengungkit Yoon Seo yang memilih Shi On sebagai asisten utama, dan bukannya Jin Wook. Tapi Jin Wook malah tersenyum dan berkata kalau ia tak keberatan. Il Kyu menunjukkan kalau Shi On itu sangat berbeda dengan Jin Wook, dan segera diiyakan oleh Jin Wook, “Park Shi On mungkin lebih baik daripadaku.”


Jawaban itu bukan hanya mengagetkan Il Kyu, tapi juga yang lainnya. Jin Wook pun bertanya siapa yang membantu kasus Hyun Woo, Sung Woo dan Dong Soo sehingga berhasil? Dan siapa yang bisa membuat Eun Ok bicara?

Il Kyu tak menjawab, maka Jin Wook pun berkata lagi, “Memang benar dr. Park banyak membuat masalah. Dan kita melupakan kalau karena itulah ia bisa membantu anak-anak itu. Tidak. Kita tak mau mengakuinya. Kita hanya peduli dengan perasaan kita sendiri.”


Semuanya terdiam mendengar ucapan Jin Wook.


Yoon Seo dan Shi On lembur untuk mempelajari kasus Kyu Hyun. Yoon Seo bertanya apakah Shi On yakin kalau nantinya Kyu Hyun masih tetap bisa bernyanyi? Mulanya Shi On mengatakan iya, tapi ia cepat-cepat mengkoreksinya dengan mengatakan mungkin.

Yoon Seo bertanya apakah Shi On memberitahukan hal ini pada Kyu Hyun? Shi On mengatakan tidak. Yoon Seo merasa Shi On yang sekarang berbeda dengan Shi On dulu saat menemui orang tua Dong Soo dan Seung Ho. Shi On pun berkata kalau ia mengingat ucapan Do Han yang mengatakan kalau dokter bukanlah dewa dan tak seharusnya mengatakan harapan semu.


Yoon Seo tersenyum dan mengatakan kalau akhir-akhir ini ia bahagia melihat perkembangan Shi On. Ia pun menawarkan mie instan yang sedang ia makan, sebagai ungkapan bahagianya.


Tapi senyumnya sedikit kecut melihat Shi On menerima tawarannya dan mengambil banyaaakk sekali jatah mie-nya. Hihihi… tapi saat Shi On menoleh melihatnya, ia memasang senyumnya lagi dan menyuruh Shi On agar terus makan.


Sendirian, Shi On mengamati ruang operasi, mengingat semua letak peralatan dan perlengkapan operasi.


Hari H untuk operasi Kyu Hyun tiba. Do Han masih duduk di depan laptopnya, mempelajari kasus Kyu Hyun, mencari cara untuk mengangkat fistula tanpa melukai pita suaranya. Yoon Seo datang dan bertanya apakah Do Han tak percaya padanya, sehingga masih tetap melihat diagnosa Kyu Hyun? Do Han tersenyum dan berkata, “Memang iya. Terus kenapa?”

“Saya akan melakukannya dengan baik, jadi jangan menyerang saya terus,”ujar Yoon Seo.


Do Han tersenyum dan saat Yoon Seo berbalik pergi, Do Han memanggil Yoon Seo dan mengucapkan semoga berhasil di operasi pertamanya ini.

Aww..


Orang tua Kyu Hyun sudah datang untuk menyemangati Kyu Hyun, begitu pula Eun Ok yang diantar oleh Shi On. Dan kata Shi On, ada yang ingin dikatakan oleh Eun Ok.


Terbata-bata, Eun Ok berkata, “Kuat.. ya.. op..ppa..” Kyu Hyun tersenyum dan mengusap rambut Eun Ok. Eun Ok mengisyaratkan, meminta Kyu Hyun menyanyi, tapi Kyu Hyun sedang tak boleh bersuara keras.


Mendadak Kyu Hyun mempunyai ide dan berbisik pada Shi On. Sejurus kemudian, kita melihat Kyu Hyun ada di ruang siaran radio rumah sakit dan menyanyikan lagu yang membuatnya terkenal, Ave Maria.


Dan Kyu Hyun pun menyanyi. Suaranya yang bening, menyanyikan lagu Ave Maria. Semua tersenyum mendengar suara Kyu Hyun. Mata Eun Ok berbinar-binar mendengar suara itu dari speaker kamarnya. Do Han mendengarkan nyanyian Kyu Hyun dan terus berpikir, mungkin memikirkan cara untuk menyelamatkan suara itu.


Orang tua Kyu Hyun berpegangan tangan, saling menguatkan. Mereka teringat ucapan Kyu Hyun, “Ibu, jika aku bisa sehat kembali setelah operasi, kumohon kabulkanlah permintaankku.”


Di studio, Kyu Hyun menangis, karena mungkin nyanyian itu adalah nyanyian terakhirnya.


Persiapan operasi pun dimulai. Yoon Seo dan Shi On saling toss, saling menguatkan. Di dalam ruang operasi, semua staf sudah siap. Saat operasi hendak dimulai, Do Han masuk, mengejutkan mereka. Tapi Do Han berkata kalau kedatangannya hanya sebagai pengamat.


Maka operasi pun dimulai.  Shi On mulai diserang kegugupan, dan ia berjuang untuk melawannya. Yoon Seo melihat kegugupun Shi On lagi. Ia pun memegang tangan Shi On, sehingga tangan itu berhenti gemetar dan Shi On kembali tenang.


Ternyata operasi berjalan lancar. Proses pengangkatan fistula mulai dilakukan. Dalam hati, Shi On berjanji untuk membuat impian Kyu Hyun jadi nyata. 


Dan saat melihat ke dalam daerah yang dioperasi, Shi On dapat melihat bentuk organ-organ di dalam tenggorokan Kyu Hyun secara 3 dimensi, dan ia pun berseru, “Tunggu dulu!”


Sontak Yoon Seo berhenti dan semua mata menatap Shi On yang berkata, “Kyu Hyun masih dapat bernyanyi. Kita dapat membuat impian Kyu Hyun menjadi kenyataan.”


Komentar:


Yoon Seo akan menjadi sosok yang paling penting dalam hidup Shi On. Tapi pertanyaannya, sebagai apa?

Dulu Shi On selalu didukung oleh hyung-nya. Setelah hyung meninggal, muncul sosok dr. Choi yang mirip seperti hyung-nya, menguatkannya. Dr. Choi selalu menggenggam tangan Shi On sehingga Shi On tenang dan tak panik lagi. Tapi pertemuan terakhirnya di ruang kerja dr. Choi, menandakan kalau dr. Choi hendak melepas ketergantungan Shi On padanya.


Tapi Shi On masih belum bisa dilepaskan begitu saja. Saat operasi, kita melihat bagaimana ia berjuang untuk mengatasi kegugupannya, dan baru berhasil setelah Yoon Seo menggenggam tangannya.

Berarti SW-nim memang menempatkan Yoon Seo sebagai orang yang penting bagi hidup Shi On. Tapi kembali lagi ke pertanyaan semula. Sebagai apa? Sebagai kakak pengganti hyung-nya, kah? Ataukah sebagai pendamping hidupnya?

Seperti yang saya katakan sebelumnya, sangat sulit bagi Yoon Seo untuk menyukai Shi On sebagai laki-laki, jika Shi On masih seperti ini. Sebagaimanapun kuatnya wanita, kadang wanita butuh dilindungi. Dan Shi On belum bisa seperti itu.

Ada dua kemungkinan yang terjadi. 


Pertama, Yoon Seo akan jadian dengan Do Han, dan mereka akan memiliki adik yaitu Shi On. 


Kedua, Shi On akan berusaha menjadi dewasa demi Yoon Seo. Shi On adalah orang yang teguh pendirian cenderung keras kepala. Ia ingin menjadi dokter bedah anak, maka ia akan berusaha bagaimanapun caranya. Dan jika ia ingin jadi orang terpenting di hidup Yoon Seo, maka ia akan berusaha menghilangkan sifat kanak-kanaknya, bagaimanapun caranya.


Btw, keempat pasien cilik ini seperti krucil-nya Doraemon, ya? Ada Suneo, Nobita, Shizuka dan Giant. Doraemonnya siapa, ya? Perawat Jo?

15 comments :

  1. asiiik aku yg pertama..mksh sinopnya mba dee..aku penasran si gyu hyun bisa nyanyi apa lg g ya..

    ReplyDelete
  2. Makin penasaran banget...hmmm..semoga kyu hun B!sǻ nyanyi Ļǻƍȉ, krna hasil operasinya lancar trus shi on nya gak jadi dipindahin deh..ngarep.com...thanx mbak Ɓυ̲̣ɑ̤̈̊τ̩ sinopsis nya...semangat ya..

    ReplyDelete
  3. Yah mngkin nnti shi on bsa blajar mmahami kadaanx kali kak...
    Krna dia sblumx blum mrasakan cnta dr lwan jnisx jdi dia ga tau hrus brubuat ap. N mngkin prlhan-lhn bsa brubh. Ato yeon seo yg akhrx ska tipe pria yg ap adx ato pling ga yeon seo akhrx bsa nrima kadaan shi on.


    Hahaha NGARANG.COM ~(*+﹏+*)~

    ReplyDelete
  4. Bagus banget sinopnyaaa,, pingn baca, baca, baca lagi,, :) semangat yaa,, buat sinopsisnyaa :)

    ReplyDelete
  5. mbak..maaf sebelumnya...mian..mian banget kalo koment saya akan sangat menyinggungkan...tapii menurut saya sinopsis good doctor yg mbak buat kali ini benar-benar lambat, saya tahu buat sinopsis hanyalah kegiatan sampngan mbak dan mbak juga punya kesibukan penting lainnya. tapii,,,tanpa spoiler dan sangat lama keluar, padahal good doctor udah sampai episode 12 kan ? bahkan rabu besok memasuki episode 13...tpi sinopsnya masii episode 9...saya gag tw apa permalasahannya, hanya saja duet mbak dengan mbak irfa kali ini kurang memuaskan. maaf saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya. dan mian jika sangat menyinggung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak papa, Yoshie. Thanks atas masukannya.

      Pada saat setelah lebaran, penulisan sinopsis sempat terganggu karena saya tak memiliki pembantu sampai kira2 dua minggu terakhir ini. Saya pernah nulis komentar ttg hal ini.Coba cek di kolom komentar di postingan sinopsis/update sinopsis sebelum2nya. Kami berdua sebenarnya sudah posting minimal 2 episode setiap minggunya, seperti biasa kami posting sinopsis.

      Namun untuk mempercepatnya, kami agak kesusahan karerna ini adalah drama medis, dimana banyak istilah medis yang kami kurang tahu, padahal itu mempengaruhi alur cerita. Mian juga, tapi untuk kata small intestine saja, saya harus buka google translate agar tahu kalau itu artinya usus halus. Apalagi untuk kata-kata lainnya.

      Contoh lainnya, kasus Yae Eun dulu. Saya pikir Yae Eun gagal ginjal sehingga ayahnya harus mendonorkan ginjalnya, sehingga ayahnya kemudian meninggal karena satu ginjalnya yg tersisa rusak. tapi ternyata liver itu terjemahan untuk kata hati, dan hati hanya satu. Saya sampai sekarang nggak ngerti, gimana hati yang satu itu dan tentunya sudah besar (karena ayahnya sudah dewasa) ditransplantasikan ke tubuh yae Eun yang saat itu masih balita. Untuk itu saja, saya harus ngegoogle banyak tempat dan tentunya tak cukup 5 - 10 menit mencarinya.

      Sebenarnya kita bisa kok buat cepet. Hari senin depan sudah tayang episode 15. Jadi minggu depan saya akan mulai buat sinopsis episode 15.

      Tapi jadinya sinopsis episode 10 - 14 nanti akan singkat aja, (episode 10 awal mungkin nggak termasuk karena irfa sudah buat). Sinopsisnya nggak akan sedetil sebelumnya, mungkin mirip dengan spoiler saja.

      Dan jika ada yang ingin saya menulis spoiler dan sinopsis, mungkin nggak bisa, krn jadinya pembuatan sinopsis akan lebih lambat lagi. Saya sendiri punya kecenderungan, kalau sdh menonton episode setelahnya, misalnya episode 12, padahal saya belum buat episode 11, maka saya akan lama nulis episode 11-nya.

      Kalau ada minimal 9 orang saja yang setuju dengan tawaran ini, maka kita akan buat seperti itu. :)

      Delete
    2. haduuuhhh... ga aph2 mba dee.. lama juga yang penting detail

      kalo memang mau cepet ya saya tinggal liat di good drama ajah... tapi yang sama cari dari sinopsis itu ke-detail-an nya... dan bisa menjelaskan apa apa yang kurang saya pahami waktu nonton dramanya..

      jadi aku sihh ga masalah... yang penting detail.. cos lumayan aku jadi bisa tau n paham sedikit lah jadi nya dunia medis itu... coz istilah2 yang di pake.. asing buat aku..

      jadi wajar kalo Mba Dee dan Kawan-kawan sesama penulis sinopsis (apa sih disebutnya?) aga telat .. supaya gag asal nulis gag salah juga nulis nya jadi pemahan dan pemikiran yang di tulis dan dibaca banyak orang biar gag salah juga.. gtu..

      buat mbak dee dan kawan kawan nulis nya jangan singkat,, biarin ajahh ngalirr...

      pokonya semangat lah buat penulis...
      gomawo pisannnnnnnnnnnnnn...

      sebagai pembaca atau Reader istilah keren nya.. hee
      ambil enak nya ajah atuwh... tinggal baca, menikmati hasil penulis sinopsis nya, cukup jadi silent reader klo ga mau komen, .. koment sesekali lah buat penyemangat para penulis nya..
      alangkah indah nya jika koment itu hal yg positif... :)

      mba gpp mba dee di komen ky gtu brarti perhatian.. spya bisa lbh baik lagi.. tapi buat aku sihh, ga masalah... mau lama ataw cepet tu drama yang pnting dibuat... awal-akhirr... :) *soalnya ada 1 drama yg bikin aku sedih, gag/belum ada lanjutannya sampe skrg... -_- hiks
      tapi,aku sih positif tnkng ajah,, trnyata penulisnya memang ada halangan... gpp, aku kan masih bisa liat drama nya di good drama.. wlopun ttp aku msh brharap itu sinopsis nya bisa di muat lagi...

      jd buat mba dee dan para penulis sinopsis lainnya semangattttttttt...


      maaf ya... kicauan aku kepanjangan..hee

      Delete
    3. maaf ya mbak dee...bukannya menyinggung. saya memberikan koment saya karena saya juga sangat kenal dengan karakter mbak dee...di sinopsis-sinopsis sblmnya mbak dee selalu update..jdiii sebuah tanda tanya besar kan kenapa mbak de seperti ini ?? toh sekarang saya sudah tau alasan keterlambatannya. maafkan saya yang terlanjur suuzan mbak dee. jujur, meskipun saya sudah mengetahui jalan cerita drama ini, saya tetap bolak-balik k blog ini dan mengikutinya karena koment serta curahan pemikiran mbak dee di setiap sinopsis membuat saya tertarik dan memahami setiap detil-detil drama yang kadang bahkan tidak saya sadari. justru saya sangat peduli dengan mbak dee, makanya saya terus bertanya-tanya terhadap keterlambatan ini.
      maafkan saya yang sudah terlalu lancang menyinggungnya...sungguh bukan itu niat yg sebenarnya...
      sekali lagi maaf dan terimakasih...

      Delete
  6. Aq berharapnya shi on ama yeon seo, kira2 cegukanya bakal hilang g y?

    ReplyDelete
  7. sy mah mening sinopsis z teh Dee drpd spoiler doang hehe
    klo mnrt sy jdwl te2h ngposting sinopsis good doctor ud konsisten bgt,,kn ga ad kharusn klo sinopsis it keluar sesuai dg episode yg tayang hehe
    bwt sy sich gmn teh Dee z,selama teh Dee menikmati saat nulis ny,sy ga keberatan mw sinopsis mw spoiler mw cpet ato mwlambat..soalny klo blogger ny ga nikmatin saat nulisny kerasa bgt tulisanny ky ilang feeling gtu,,klo nyanyi mah ga ad soul ny gtu
    jd yg mn z selama teh Dee nikmatin bwt sy ga mslh
    it sich pendapat sy y teh Dee
    ju2r sy bca sinopsis lebih krn suka dg ekspresi tulisan yg dtuangin blogger ny
    maksih sebelumny
    Semangat teh Dee

    ReplyDelete
  8. santai aza mbak.. ngalir aza. yg penting pembaca bisa ikut merasakan emosi filmnya. soalnya ada sinopsis itu dibaca biasa aza. tp klo saya baca sinopsis dr mbak,saya bisa menangis dan tertawa.. makasih ya mbak bt sinopsisnya.. saya selalu tunggu kelanjutannya...

    ReplyDelete
  9. jangan di bikin spoiler, aku justru nunggu komen2 nya mb dee di sinopsis ini....ceritanya jadi lebih hidup n kita bisa mikir dari sudut yang berbeda. kalo mereka yg udah liat filmnya sampe episode 15, aku pikir ngapain juga mesti galau nunggu sinopsis yang terlambat, toh mereka kan udah tau ceritanya.....
    semangat aja mb dee....aku tunggu sinopsis lanjutannya

    ReplyDelete
  10. aduh, maaf mbak .. saya lebih suka dibuat sinopsis nya aja.
    beneran deh,,,
    semangat mbk Dee, saya tunggu kelanjutan sinopsis nya :)

    ReplyDelete
  11. Hahah... broe nyadar dngn adax parody doraemon dngn formasi anggto lengkp !!!!heheheh^^

    ReplyDelete
  12. Aku lebih setuu Yoon Seo - Doo Han. Asalkan Doo Han dilembutin dikit lagi hatinya*eh
    Suka bngt ngeliat 4 anak itu apalagi Ya Eun giginya cutee:3

    ReplyDelete