September 14, 2013

Sinopsis Good Doctor Episode 9 - 1

Sinopsis Good Doctor Episode 9 – 1


Para dokter dan Ibu Kyu Hyunmembujuk Kyu Hyun untuk turun dari pinggir gedung, tapi Kyu Hyun tak mau dan malah berteriak, “Jangan mendekat!”


Semua berteriak ngeri saat Kyu Hyun hampir hilang keseimbangan. Ibu Kyu Hyun kembali membujuk putranya, tapi Kyu Hyun tak mau karena ia nanti akan dioperasi, dan jika ia dioperasi, ia tak akan bisa menyanyi lagi, “Aku telah mendengar semuanya!”



Shi On maju dan bertanya apakah Kyu Hyun tak takut mati. Kyu Hyun menjawab kalau ia tak takut mati, walau saat ia hampir hilang keseimbangan lagi, Kyu Hyun menatap bawah dan terpaku.


Shi On mengaku kalau ia takut mati karena ia nanti akan sendirian. Kelinci dan kakaknya sudah ada di surga, dan ia mungkin tak dapat mengikuti mereka, karena ia telah melukai perasaan banyak orang. Jadi walau orang-orang membencinya dan memangginya bodoh, ia tetap ingin hidup. Setidaknya ia dapat berada dengan mereka.


“Tapi kau disukai banyak orang, dan aku iri denganmu. Jadi janganlah mati. Jika kau mati, orang-orang yang menyayangimu akan sangat sedih karena mereka tak dapat melihatmu lagi.”

Shi On: “Aku masih hidup walaupun semua orang membenciku. Kau tak boleh mati. Kau punya ayah dan ibu, sedangkan aku sudah tak memiliki mereka.”

Perlahan Shi On maju dan berkata kalau ia sangat takut berdiri di atas ketinggian, “Cepat, cepat turunlah. Aku mulai pusing. Cepat, cepat..”


Sampai di depan Kyu Hyun, Shi On mengulurkan tangan dan setelah sedikit ragu, Kyu Hyun meraih tangan Shi On dan menggenggamnya erat.


Semua berseru lega saat Shi On meraih Kyu Hyun dalam pelukannya dan menurunkannya. Ibu Kyu Hyun berlari dan menangis lega saat memeluk putranya.

Melihat semua sudah terkendali, Do Han menyuruh Yoon Seo untuk membawa Kyu Hyun ke UGD dan menghilangkan bisulnya. Do Han menerima telepon dan dari raut wajahnya, terlihat kalau apa yang didengarnya bukan hal yang menyenangkan.


Hal itu ternyata adalah kelanjutan kasus orang BPOM yang datang untuk menginterogasi RS USW tentang penggunaan obat terlarang Heta Vizen. Siapa yang memakai obat itu? Semua mata tertuju pada dr. Go selaku kepala bagian bedah anak.


Dr. Go teringat ucapan kakak iparnya yang memintanya untuk mengakui pemakaian obat itu, dan tak lupa menambahkan kalau dr. Choi juga tahu tentang hal itu, “Siapa yang peduli dengan ijin praktekmu? Aku akan memberimu posisi di yayasan.”

Dr. Go ragu, namun ia akhirnya menjawab, “Heta Vizen.. Saya tak pernah menggunakannya.”


Dr. Choi dan Do Han memandang dr. Go yang berbohong untuk menyelamatkan karirnya. Orang POM pun bertanya pada Do Han, apakah ia yang melakukannya? Do Han menjawab tidak. Maka pertanyaan itu pun akhirnya tertuju pada dr. Choi.


Dr. Choi menghela nafas dan akan menjawab. Tapi mendadak muncul Wapresdir Kang yang berkata kalau POM harus membawa bukti-bukti kalau terjadi penggunaan Heta Vizen di rumah sakitnya sebelum menginterogasi, “Jika kalian masih tetap melanjutkan hal ini, kami juga tak akan tinggal diam dan akan mengambil tindakan.”


Kata-kata Wapresdir Kang cukup membuat orang BPOM itu mundur dan tak terduga, dr. Go menghela nafas lega.


Sementara Yoon Seo dan Jin Wook membersihkan bisul di leher Kyu Hyun Shi On memberitahu pada ibu Kyu Hyun kalau Kyu Hyun tak menggunakan MP3 playernya untuk mendengarkan musik karena tak ada satupun lagu di player itu, “Kyu Hyun menggunakan earphone-nya sebagai penyumbat telinga. Saya juga yakin ia tak ingin mendengarkan musik juga.”


Ibu Kyu Hyun menganggap ucapan Shi On tak masuk akal, tapi Shi On bersikeras kalau pendapatnya benar karena saat ia kecil dulu juga melakukannya karena tak ingin mendengar ejekan teman-temannya. Ibu Kyu Hyun masih tetap tak percaya dan tetap bersikeras kalau ia tak akan mengijinkan anaknya untuk dioperasi. Mendengar hal ini, Shi On bergumam pelan, “Ini tak bagus.. tak bagus..”


Walau rumah sakit selamat dari penyelidikan BPOM, tapi dr. Choi merasa bertanggung jawab akan hal ini.

Note : seharusnya kasus Heta Vizen ini harus dilaporkan kepada komite etik kedokteran, yang menyebabkan dr. Go dipecat. Tapi saat itu Wapresdir Kang (yang masih bergabung menjadi trio jahat) menggunakan kasus Shi On sebagai pengganti agar dr. Choi tutup mulut akan penggunaan Heta Vizen. Dr. Choi yang tak ingin Shi On dikeluarkan, akhirnya menyetujui tawaran itu. Dan itulah yang membuat dr. Choi menyalahkan diri sendiri yang ia nilai sudah tak mengindahkan hati nuraninya sendiri.


Do Han mencoba menghibur gurunya kalau semua ini bukanlah kesalahannya, dan yang dr. Choi lakukan adalah untuk Park Shi On. Tapi dr. Choi mengatakan kalau ia bisa mempertahankan Shi On dengan cara lain dan meminta Do Han untuk tak meniru tindakannya.


Yoon Seo geram mendengar ibu Kyu Hyun masih tak menyetujui operasi. Perawat Nam dan Perawat Jo setuju. Perawat Jo merasa ibu Kyu Hyun sudah terobsesi dengan paduan suara di Jerman itu, “Dan dia masih menyebut dirinya sebagai ibu. Mungkin memang ada Sim Bong yang menjual anaknya hanya untuk 300 karung beras.”


Note : Dari legenda Sim Cheong dan Sim Bong adalah ayahnya. Sim Cheong ingin agar ayahnya bisa melihat kembali, menukar nyawanya, untuk dipersembahkan pada dewa laut yang marah, dengan 300 karung beras. 300 karung beras itu untuk persembahan pada Budha agar mata ayahnya yang buta bisa sembuh. Sebenarnya Sim Bong tidak menjual anaknya, sih, tapi Perawat Jo mengatakan kalau mungkin ada orang seperti Sim Bong yang menjual anaknya : ibunya Kyu Hyun.


Tapi ada suara yang menyela, “300 karung itu bukan jumlah yang kecil.” Semua menoleh pada Shi On yang menjelaskan berapa harga 300  karung sebenarnya. 300 karung x 144 kg = 43.200 kg = 43,2 ton dan jika dikonversikan pada harga per 20 kg (40 ribu Won), maka harga 300 karung adalah 86,4 juta won.


Dan seperti itulah reaksi mereka. Yoon Seo akhirnya hanya senyum-senyum sedangkan Perawat Nam hanya memejamkan mata sambil menggeleng-gelengkan kepala mendengar penjelasan Shi On yang nggak nyambung banget. 


Perawat Jo pun akhirnya berkata, “Kalau di pasar, karung beras yang 20 kg dihargai 18 ribu won.


LOL, bukannya menjelaskan pada Shi On apa yang sebenarnya mereka bicarakan, Perawat Jo malah membahas harga beras. Hihihi..nggak nyambung.


Masih teringat akan percakapannya dengan dr. Choi, Do Han meminta Yoon Seo untuk memanggil Shi On. Yoon Seo yang menduga kalau Shi On akan dikeluarkan, meminta Do Han untuk membatalkannya, “Anda juga melihat sebelumnya kalau dr. Park sekarang sedang belajar untuk mengendalikan kegugupannya.”


Do Han juga tahu kalau Shi On sudah berhasil mengendalikan kegugupannya saat terakhir Kyu Hyun sesak nafas, tapi itu hanya sekali saja sementara dokter bedah akan mengalami banyak situasi kritis yang membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, “Sampai kapan kita bisa menunggunya? Setahun? Dua tahun?”


Yoon Seo juga tak tahu, tapi setidaknya ada harapan. Menurut Do Han tidak. Keputusannya sudah bulat dan ia akan mentransfer Shi On ke bagian lain.


Setelah kasus BPOM yang gagal, dr. Go sangat bingung dan panik. Jawabannya yang tak mengakui penggunaan Heta Vizen itu pasti membuat kakak iparnya marah. Maka saat kakak iparnya menelepon, ia tak berani menerimanya.


Mendadak Shi On muncul dan membawa es lilin dempet. Ia membaginya menjadi dua dan menawarkannya pada dr. Go. Tentu saja dr. Go menolaknya. Ia bahkan refleks mengangkat tangannya untuk memukul kepala Shi On.


Tapi saat tangan itu terangkat, Shi On melihat tangan itu dan berseru, “Whoaah.. kapalan dan goresan..”, membuat dr. Go menghentikan niatnya dan bertanya bingung, “Apa?”


Shi On menjelaskan kalau tangan dr. Go penuh kapalan dan goresan, “Saya sangat iri pada tangan yang bisa kapalan dan tergores, karena tangan itu pasti sudah sering mengoperasi. Tangan anda jauh lebih banyak kapalan dan goresan,  jika dibandingkan dengan Prof. Kim atau dr. Cha. Saya juga ingin tangan saya seperti itu. Itulah impian saya.”


Dr. Go menurunkan tangannya dan namun mengangkat tangannya lagi, seperti hendak memukul dan menyuruh Shi On diam dan pergi. Dengan sigap, Shi On menaruh satu es lilin itu ke tangan dr. Go, “Selamat menikmati,”  dan kabur.


Dr. Go memandangi es lilin di tangannya itu. Ia akhirnya menjilati es itu karena es itu mulai lumer di tangannya sambil memandangi sosok Shi On yang menjauh


Wapresdir Kang berbicara dengan pria misterius, memberitahukan dugaannya kalau Direktur Lee yang mungkin berada di belakang penyelidikan BPOM karena ia sendiri telah menghancurkan data transaksi Heta Vizen. Ia tersenyum mendengar kata-kata pria misterius itu dan berterima kasih.


Kil Nam duduk termenung dan membuat Il Kyu penasaran dan bertanya. Rupanya Kil Nam terus memikirkan ucapan Shi On di atap gedung dan ia merasa tak enak karenanya, “Aku tak pernah benar-benar membencinya, tapi ia pasti berpikir seperti itu.”


Sun Joo pun juga berpikiran seperti itu. Kil Nam mengakui kalau Shi On sering menimbulkan masalah, tapi Shi On bukan anak nakal. Il Kyu menghela nafas dan berkata kalau orang yang sering menimbulkan masalah itu yah anak nakal, membuat Kil Nam bertanya balik, “Kayak kamu juga nggak sering buat masalah.”


Wapresdir Kang menemui dr. Choi untuk meminta dr Choi membatalkan pengunduran dirinya. Tapi dr. Choi sudah mantap. Ia merasa bersalah akan kasus ini, dan ia akan bertanggung jawab sepenuhnya. Wapresdr Kang mencoba menggunakan cara lain dengan mengatakan kalau Shi On dan murid-muridnya yang lain pasti akan merasa sedih dan kecewa.


Tapi dr. Choi malah mengatakan kalau yang ia lakukan ini adalah pembelajaran terakhir yang dapat ia berikan pada mereka, “Ambil kembali proposal Anda dan segera tinggalkan rumah sakit ini. Setelah Anda mengundurkan diri, saya juga akan mengundurkan diri.”


Yoon Seo cemas melihat Shi On yang dipanggil Do Han. Wajar saja, karena di dalam, Do Han menyuruh Shi On untuk pindah ke departemen patologi klinis setelah urusan Kyu Hyun selesai. Ia memberikan surat referensi yang bisa diberikan pada kepala bagian patologi klinis.


Shi On hanya memandang amplop itu, dan setelah didesak Do Han untuk mengambil, Shi On berseru, “Saya tak mau menerimanya. Saya akan menjadi dokter bedah anak dan saya tak akan pindah departemen.”


Do Han mencoba menahan emosinya, bertanya apakah Shi On ini sedang membangkang? Shi On menggeleng. Ia bukan membangkang, tapi ia sedang membicarakan impiannya. Tapi menurut Do Han  menjadi dokter bedah itu adalah impian yang mustahil untuk Shi On dan lebih realistis jika Shi On mengambil patologi klinis.


Shi On tak tahu apakah realistis atau tidak, tapi ia akan menjadi dokter bedah. Mendengar itu, Do Han langsung membentaknya, “Apa kau tak mengerti apa yang aku ucapkan?!”


“Saya tahu Anda tak menyukai saya,” ujar Shi On, “Dan saya tak peduli kalau Anda jadi lebih membenci saya. Mohon ijinkan saya tetap di sini.”


Bentakan Do Han semakin keras, membuat Shi On bergerak-gerak panik.Yoon Seo buru-buru masuk dan melihat Do Han mencoba menahan kesabarannya, namun suaranya masih tinggi saat mengatakan kalau ia memberikan pilihan ini untuk kebaikan Shi On sendiri. Yoon Seo mencoba menenangkan Do Han dan memintanya untuk berbicara dengan Shi On lagi nanti.


Yoon Seo pun segera membawa Shi On pergi dan menenangkannya. Yoon Seo berkata kalau Do Han melakukan hal ini bukan karena Do Han membencinya, tapi tepat seperti itulah pikiran Shi On.


Shi On meninggalkan Yoon Seo dan berjalan cepat di sepanjang koridor rumah sakit. Namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara musik Chopin mengalun lembut dari speaker rumah sakit.


Ia tersenyum melihat orang-orang di sekitarnya tersenyum penuh sayang pada keluarganya. Seorang nenek pada suaminya. Seorang ibu tersenyum melihat putrinya berdansa dengan ayahnya. Namun walau tersenyum, ia juga merasa sedih dengan apa yang selama ini ia alami.


Walaupun begitu, ia sedih tak sendiri. Di depannya, ada seorang ibu muda yang hamil tua, sedang duduk dan menangis terisak-isak.


Dr. Choi mulai mempersiapkan untuk mengundurkan diri. Surat pengunduran diri sudah ia buat. Dan pada Shi On, secara implisit ia mengatakan dengan cara meminta Shi On untuk tetap bertahan di rumah sakit ini walau mungkin ia sudah ada di sekitar Shi On lagi.

Tentu saja Shi On bingung dengan ucapan dr. Choi yang aneh dan berkata kalau dr. Choi tak ada, ia akan merasa sangat sangat sedih. Dr. Choi mengatakan kalau Shi On sudah sangat dewasa sehingga tak membutuhkan dirinya lagi.


Tapi Shi On menggelengkan kepalanya dan mengatakan ia masih muda. Shi On seperti anak anjing yang kehilangan induknya  walau dr. Choi mencoba membesarkan hatinya dengan mengatakan kalau Shi On sudah dewasa dari cara ia menangani pasiennya. Ia terus menjentik-jentikkan kukunya, tindakan yang selalu ia lakukan saat ia panik dan cemas.


Dr. Choi bukannya tak melihat hal itu. Biasanya ia selalu menggenggam tangan Shi On, tapi kali ini ia mencoba menahan diri dan berkata perlahan, “Tak penting apakah aku akan tetap tinggal atau tidak. Tapi, seperti kau yang menjadi temanku, aku ingin kau menjadi teman dari anak-anak yang sakit itu.”


Shi On berjanji akan melakukan itu, tapi ia juga tetap meminta dr. Choi untuk tak meninggalkannya. Mata dr. Choi berkaca-kaca mendengar permintaan Shi On.


Shi On mengganti perban Kyu Hyun dan bertanya apakah Kyu Hyun masih marah karena tak akan bisa bernyanyi lagi? Kyu Hyun menjawab kalau ia tak marah, tapi ia tetap ingin mati, “Apakah kau tahu? Sejak aku berumur 4 tahun, yang aku lakukan hanyalah menyanyi bahkan saat aku belum bisa bicara,”


Kyu Hyun hampir menangis dan suaranya bergetar saat melanjutkan, “Aku tak pergi bersekolah, tak pernah bermain dengan teman-teman, bahkan aku tak pernah bermain game. Jika aku tak bisa menyanyi, maka aku bukan siapa-siapa.”


Shi On berkata kalau ia dapat memahami perasaan Kyu Hyun karena ia juga mungkin tak bisa menjadi dokter. Kyu Hyun menoleh dan bertanya mengapa. Shi On menjelaskan kalau ia berbeda, dalam artian bodoh dan tak dapat memahami apa yang orang ucapkan, “Aku sering membuat masalah.”


Kyu Hyun berkata kalu Shi On masih tetap memiliki harapan, “Bahkan jika orang-orang menyuruhmu untuk tak dapat menjadi dokter, kau masih dapat terus berusaha, hingga kau akhirnya menjadi dokter. Tapi aku tidak. Aku bahkan tak bisa berusaha jika aku dioperasi.”


Ibu Kyu Hyun masih menolak anaknya dioperasi walau diberitahu kalau kondisi Kyu Hyun lebih buruk dri yang kelihatan dari luar. Walau benjolan sudah diangkat, tapi di dalam masih ada infeksi. Tak hanya itu, Kyu Hyun juga membutuhkan istirahat secara psikologis dan ditangani oleh para ahli karena sebelumnya ia mencoba untuk bunuh diri.


Tapi Ibu Kyu Hyun tetap bersikukuh akan membawa putranya ke Jerman minggu depan. Lagi pula banyak rumah sakit bagus di Jerman. Kyu Hyun akan dirawat di sana. Dan ia yang akan memberikan putranya istirahat secara psikologis. Ia pun meninggalkan mereka. Do Han yang biasanya tenang, kali ini juga frustasi menghadapi ibu pasien.


Yoon Seo mengejar ibu Kyu Hyun dan mengatakan dugaannya, “Anda tak akan membiarkan putra Anda dioperasi, bahkan saat di Jerman, kan? Dan anda mengatakan kalau akan memberi Kyu Hyun waktu untuk beristirahat secara psikologis; bagaimana Anda melakukannya jika prioritas Anda bukanlah kesehatannya?”

Ibu Kyu Hyun pun mengatakan dugaannya kalau Yoon Seo pasti belum menikah, karena setiap keluarga memiliki cara yang berbeda untuk mencintai anak-anak mereka. Dan saat Yoon Seo mengancam kalau anaknya tak bisa keluar rumah sakit tanpa ijin dokter, ibu Kyu Hyun mengatakan ia bisa melakukannya.


Yoon Seo kesal dan hampir mengejar Ibu Kyu Hyun lagi, jika handphonenya tidak berbunyi. Ada anak berusia 5 tahun yang terluka karena kecelakaan mobil. 

Yoon Seo segera bersiap. Operasi pun segera dilakukan.


Namun kondisi anak itu semakin kritis karena tekanan darahnya semakin menurun dan stok transfusi darahnya menipis. Do Han tetap tenang memberi perintah dan terus bertindak, tapi tidak dengan Yoon Seo.


Penglihatan Yoon Seo menjadi kabur. Ingatan saat-saat terakhir hidup Min Hee kembali lagi dalam ingatannya dan tangannya gemetar saat Do Han menyuruhnya untuk mengikat jahitan. Do Han melihatnya. Dan ia terus mengawasi Yoon Seo yang beberapa kali mengerjapkan mata dan akhirnya berhasil mengikat jahitan.


Jin Wook mengatakan kalau tekanan darah anak itu kembali naik dan tanda-tanda vitalnya kembali. Operasi sudah berhasil dilakukan dan Do Han menyuruh Yoon Seo untuk menyelesaikan sisanya. Bukannya keluar ruangan, ia tetap mengawasi Yoon Seo.


Yae Eun dan teman-temannya sedang karaoke. Di luar, Kyu Hyun duduk mengawasi mereka. 


Shi On mendekatinya dan bertanya mengapa Kyu Hyun duduk di sini. Tak disangka, Kyu Hyun menjawab kalau ibunya tak tahu kalau ia ada di sini. Ibunya juga tak tahu impiannya yang sebenarnya, “Impianku bukan untuk menjadi bagian dari paduan suara yang terkenal. Seperti dokter yang menyembuhkan orang sakit, aku juga ingin menyembuhkan hati orang dengan laguku.”


Shi On mengatakan kalau impian Kyu Hyun sangatlah keren. Kyu Hyun mengatakan kalau ia tak ingin memakai seragam bagus dan bernyanyi di gedung opera. Ia ingin menyanyi untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan nyanyiannya.


Maka Shi On pun membawa Kyu Hyun ke ruangan Eun Ok. Eun Ok yang sedang menonton Kyu Hyun di youtube, kaget melihat anak yang sama muncul di ruangannya. Shi On menjelaskan kalau Eun Ok mendengarkan suara Kyu Hyun untuk mengingat ibunya yang sudah ada di surga.


Eun Ok membuka mulut, namun hanya keluar suara ‘anggg.. anggg..’ membuat Kyu Hyun heran dan bertanya apakah Eun Ok benar-benar tak bisa bicara. Shi On mengiyakan, dan mengatakan kalau beberapa saat yang lalu, sikap Eun Ok malah seperti anjing, “Melihat ekspresinya sekarang, kelihatan kalau dia lebih menyukaimu daripada dia menyukaiku.”


Dengan tatapan berbinar-binar, Eun Ok mengulurkan tangannya, dan Shi On pun membawa tangan Kyu Hyun  untuk menggenggam Eun Ok. Eun Ok tersenyum dan Shi On meminta Eun Ok untuk menyebut ‘oppa’.


Mata Kyu Hyun membesar saat melihat Eun Ok berusaha mengeluarkan suara yang sama dengan ucapan Shi On. Perlahan-lahan, Eun Ok berkata, “Eo.. Aaa..oo..ppaa..”


Berhasil. Shi On memuji Eun Ok dan membelai rambutnya. Perawat Jo memanggilnya dan di luar sudah menunggu Perawat Nam untuk memberitahukan kalau Bibi Eun Ok menyerahkan Eun Ok ke badan sosial, dan Eun Ok sekarang benar-benar menjadi anak yatim piatu.


Mereka bertiga benar-benar bingung untuk mengatasi masalah ini, tak menyadari kalau Kyu Hyun mendengar pembicaraan mereka dari dalam.


Do Han mengamati Yoon Seo yang termenung saat mencuci tangan. Walau ia menjawab tak apa-apa saat ditanyai Do Han, tapi kentara sekali kalau ia masih memikirkan kejadian di ruang operasi.


Do Han menemukan Yoon Seo yang duduk termenung di taman dan berkata, “Kau tahu, kan, apa yang paling aku benci? Kesalahan, beralasan.. dan juga berbohong.”


Yoon Seo berkata kalau ia tak membohongi Do Han, tapi Do Han mengatakan dengan Yoon Seo duduk sendirian di sana, berarti Yoon Seo sedang berbohong. Yoon Seo mendesah kesal dan sedikit bernada keras ia bertanya, “Tak bisakah Anda membiarkannya sekali ini saja?”

“Jadi kau ingin aku membiarkannya? Bagaimana jika residen lainnya tahu?” tanya Do Han,membuat Yoon Seo sadar kalau ketakutannya tadi diketahui Do Han. Do Han pun bertanya, “Menurutmu, bagaimana saat aku kehilangan pasien pertamaku saat operasi?”


Yoon Seo menjawab kalau Do Han mungkin akan bersikap seperti biasanya, tenang dan rasional. Tapi Do Han mengatakan sebaliknya, “Selama seminggu aku tak dapat makan ataupun minum selain air putih saja.” 


Yoon Seo menoleh kaget, dan Do Han pun mengatakan kalau ia tak tahu alasan badannya seperti itu dan ia juga tak tahu mengapa ia mengatakan hal ini pada Yoon Seo, “Ini pertama kalinya aku mengatakan pada orang lain.”

Aww…


Do Han berkata jika kebiasaan makan Yoon Seo tak terganggu, maka ia akan baik-baik saja, “Kau lebih kuat daripada aku,” kata-kata itu mengundang senyum di wajah Yoon Seo. Dengan lebih serius, Do Han berkata kalau ia tak meminta Yoon Seo untuk melupakan perasaan itu, tapi menghadapinya.


Yoon Seo tersenyum menghadap Do Han, dan dengan gaya tentaranya ia berkata, “Ya, Pak. Saya akan segera memperbaiki kesehatan mental saya.”


“Benarkah? Kalau begitu, minggu depan kau yang akan melakukan operasinya Jung Min.”


“Apa?” tanya Yoon Seo tak percaya dan kesal, “Tadi Anda sangat baik.. Kenapa jadi seperti ini?”


Do Han meminta Yoon Seo untuk berhenti mengeluh. Operasi itu adalah operasi pertamnya dia yang resmi. Dua operasi sebelumnya hanyalah sebagai latihan. Yoon Seo masih mendesah kesal walau Do Han meninggalkannya. Dan Do Han mendengar hal itu. Tetap berjalan pergi ia berseru, “Jika kau tak senang dengan hal itu, maka kau harus segera menjadi professor juga.”

Komentar :


Aww… Selama menonton drama Korea, ini adalah kali kedua saya shipping female lead dengan second lead. Yang pertama adalah karakter Won Bin dan Song Hye Kyo di Autumn in My Heart, dan yang kedua adalah Do Han dengan Yoon Seo.

Bukannya saya tak suka dengan Joo Won. Joo Won adalah aktor favorit saya, kedua setelah Yoo Chun. Dan bukannya Joo Won tak memiliki chemistry dengan Moon Chae Won. Ada chemistry mereka. Namun masih sebagai noona-dongsaeng.

Shi On tak akan mampu merebut hati Yoon Seo jika Shi On masih bersikap sekarang. Ia masih harus dilindungi, bukannya melindungi. Lihat saja cara Yoon Seo membawa Shi On pergi dari ruangan Do Han, masih seperti kakak ke adiknya.

Jadi Joo Won dan Moon Chae Won sama-sama brilian dalam mengungkapkan emosi mereka. Kita tunggu saja, mau dibawa kemana hubungan mereka.


Tapi untuk sementara ini, saya suka jika Yoon Seo jadian dengan Do Han. Chae Kyung? Jadian saja dengan Wapresdir Kang. Kayanya dia masih belum nikah, deh. Sedangkan Shi On? Kok saya malah shipping dia dengan In Hye, ya?

In Hye kayanya sudah SMP, kan? Jadi berapa beda umur mereka? 10 tahun? Hmm.. dengan kelakuan Shi On yang masih anak kecil, In Hye dan Shi On bisa tumbuh bersama secara mental.


Dan ngomong-ngomong dr. Go, saya tak menyangka kalau nanti dr. Go akan tersentuh oleh Shi On. Shi On-lah yang akan menarik dr. Go sehingga tidak go to hell.

Ternyata di siang yang terik itu, tak hanya es lilin coklat yang lumer, tapi juga hatinya.


#eaaaaa…

18 comments :

  1. Semangat mba dee.. Di tunggu part 2 nya yahh ^.^

    ReplyDelete
  2. wow, q justru suka kyu wan sama eun ok mereka serasi bangett gitu, walaupun mereka masih anak2 hadeuhh,,,

    eun-kyu couple!!! hehehe...

    ReplyDelete
  3. Cayo mbak dee,,kadang ada kalimat yang kurang mudah dimengerti deh mbak,,tetap semangat ya mbak ngelanjutin synop GD
    Kamsahamnida

    ReplyDelete
  4. Ditunggu part 2 πŷα...
    Idem mba Dee, ªkύ juga suka sama yoo chun n joo won ditambah lg lee seung gi --- ga τά klo ƔάϞƍ terakhir ini Mba Dee suka atau engga? ;)
    ~Niesya~

    ReplyDelete
  5. Semangat y nulis sinopsisnya...
    Ditunggu lanjutannya... \(^_^)/
    ~yudha~

    ReplyDelete
  6. Makasih ya buat sinopsisnya....
    Part 2 nya juga d tunggu soalnya udah gak sabar.
    Hehe

    ReplyDelete
  7. Ayo smangat mba, bxk yng nungguin :)

    ReplyDelete
  8. Iya aku jg mba Dee,
    Untuk prtama kali nya lbh suka liat lead female sm second lead male yoon seo- do han ...
    Pdhl ak nonton/baca drama Ini krn ada joo won ...

    ReplyDelete
  9. Love linenya lmbt ya, sdah sparuh dr epsode kseluruhan tp msh dtar aja. Jd ga sbar nunggu shi on jdi pnjganya yonseo bukn mlah sebaiknya....
    Smgat mbak .

    ReplyDelete
  10. semoga benar dr. Go tersentuh dengan sikap shi on dan mau menyadari dan memperbaiki sikapnya..
    Ditunggu sinopsis selanjutnya noona ^^

    ReplyDelete
  11. Idem deh sm mb Dee..
    Do Han sm Yoon Seo cucokkk... Mrk selalu jd diri sendiri saat lg sama2. Sukaa bangett..
    Shi On sm In Hye aja.. Yeayy..
    Ditunggu lanjutannya mb Dee.. Semangattt..


    ReplyDelete
  12. wkwkwk...
    lumer smuanya...
    kalo bisa yg jahat2 juga lumer tak berbekas (?)
    saya juga rasanya suka yoon seo ma dohan aja deh..
    shi on itu bisa sembuh ga ya di akhir?
    kalo tetep savant nya ada gimana mw jadi ma yoon seo?

    ReplyDelete
  13. emg teh Dee,,kok chemistry antara Do Han dengan Yoon Seo emg lebih bkin greget n sweet bgt dbanding ama shi on
    wajar bgt bwt yoon seo ahirny yg nglindungi shi on,,emg shi on ny kn msh anak2 mentalny hehe jd ga bsa ngimbangin yoon seo

    ReplyDelete
  14. Waah,sama dong mba dee,aq juga suka Yoo chun & joo won, setuju juga sm Niesya...lee seung gi,tambah lagi jang geun seuk,entah kenapa drama2 yg mereka bintangi selalu bagus (menurutku siih)...
    Fighting,mba Dee bikin sinopsisnya dg semangat!

    ReplyDelete
  15. Shi on singing #Mau dibawa kemana hubungan kitaa..:D

    ReplyDelete
  16. Ceileeh Hati nya Dr. Go pun meleleh~

    ReplyDelete
  17. Kalo aku suka bngt sma : Lee Min Ho, Lee Seung Gi, Yoo Seung Ho, Yoo Seung Ho,, aku jg suka sma aktor yg laen tp paling suka sama 4 ini 😊 kalo aku suka drama ini krn eonni Mon Chae Wong,, thanks to sinopsisnya ya mbakk😉

    ReplyDelete