September 29, 2013

Sinopsis Good Doctor Episode 13 - 1

Sinopsis Good Doctor Episode 13 – 1


Mendengar bentakan pria itu, seketikan itu juga Shi On limbung. Ingatan akan bentakan yang sama mengalir deras masuk ke dalam ingatannya. Ia yang meringkuk di dalam pelukan ibunya ditendang dan diinjak oleh ayahnya. Semakin pria itu berteriak, semakin banyak kenangan buruk yang masuk ke dalam ingatannya.



Terengah-engah, tak kuat menahan serbuan kenangan yang menyakitkan itu, Shi On pun terjatuh. Do Han dan Yoon Seo langsung menghampiri Shi On, dan Do Han berseru panik, memintanya untuk bangun. Teriakan Do Han yang terdengar kejam, sekarang terdengar sangat lembut jika dibanding teraikan ayah Do Han yang kasar dan keji.


Shi On tak sadarkan diri. Do Han segera memeriksa mata Shi On, sementara Yoon Seo terus memanggil-manggil namanya, khawatir.Tapi Shi On tak mendengarnya, karena bawah sadarnya membawanya kembali ke masa kecilnya.


Shi On kecil bersembunyi di ruang gelap dan mendengar orang tuanya bertengkar. Tangannya bergerak liar, mengetuk-ngetuk dadanya saat mendengar bentakan Ayah pada ibunya. Ayah tak mau Shi On pergi keluar rumah karena merasa Shi On selalu mempermalukan keluarga mereka. Ibu mencoba mencegah Ayah tapi sia-sia.

Gerakan tangannya semakin cepat saat mendengar langkah ayah yang menuju ke ruangannya sambil mengumpat, akan mematahkan kaki Shi On sehingga Shi On tak dapat keluar rumah. Ia semakin ketakutan, langkah itu semakin mendekat, dan pintu kamarnya terbuka, menyilaukannya.


Saat itu pula Shi On bangun karena silau oleh lampu ruangan. Ia langsung bertanya dimana ayahnya? Saat Yoon Seo memberitahu kalau ayahnya ada di luar kamar, ia langsung meringkuk gemetar.


Do Han memandang Shi On yang tak pernah setakut ini sebelumnya. Kedua tangannya memainkan kuku, namun pandangannya liar dan kosong. Do Han keluar ruangan dengan geram.


Di luar ia menemukan ayah Shi On sedang mengorok tidur. Ia membangunkan ayah Shi On dan ayah Shi On langsung bangun dan bertanya, “Apakah si jahanam itu sudah sadar?”


Tanpa menunggu jawaban, ayah beranjak masuk ke ruangan Shi On, tapi Do Han menghalanginya.  Do Han meminta ayah Shi On untuk mengunjungi Shi On di lain waktu saat kondisi Shi On sudah agak lebih baik. Tapi si ayah tak mau. Memang siapa Do Han berani melarangnya untuk menemui Shi On?

Do Han menjawab kalau Shi On adalah muridnya. Si ayah berkata kalau guru tetaplah guru, “Kenapa kau ikut campur dalam urusan orang tua dan anak? Aku ingin menemuinya. Minggir!”

Belum sempat ayah menerobos maju, terdengar suara seorang wanita, “Dengarkan ucapan Profesor!!”


Do Han bingung melihat ayah Shi On melotot marah pada wanita berseragam kantin. Ia semakin kaget melihat betapa marahnya ayah Shi On pada wanita itu, bahkan hampir memukulnya, jika ia tak mencegahnya. Ia memegangi ayah Shi On yang terus menerus berteriak beringas,”Aku tahu akhirnya pasti seperti ini. Aku tahu! Lepaskan aku!!”


Yoon Seo datang dan memanggil ibu pada wanita itu,membuat Do Han kaget. Untung ada satpam yang datang dan menarik ayah Shi On pergi dari tempat itu. Tapi ayah Shi On terus berteriak kesetanan, “Apa .. Apa kau pikir aku tak akan mampu menangkapmu?! Kau pikir aku tak bisa menemukanmu?!”


Ibu Shi On menunduk dan bergumam pelan, meminta maaf atas kejadian ini, dan berbalik pergi.


Di dalam ruangan, Shi On meringkuk semakin gemetar. Suara teriakan ayahnya terdengar dari dalam. Akhirnya ia tak tahan dan mencopot selang infus dari tangannya, dan pergi.


Do Han bertanya mengapa Yoon Seo tak pernah menceritakan hal ini padanya. Yoon Seo menjawab kalau ia sudah berjanji pada ibu Shi On yang sungguh-sungguh memintanya merahasiakan pada siapapun. Do Han tampak kesal dengan kejadian ini.


Melihat Shi On yang pingsan, Yoon Seo merasa trauma yang dialami Shi On jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Tapi Do Han berkata kalau Shi On tak bisa terus menerus seperti ini. Cepat atau lambat Shi On harus menemui ayahnya. Dan mereka juga tak bisa menyembunyikan ibunya juga.


Di koridor yang sepi, Shi On duduk sendiri. Walau sudah tak ada suara yang mengganggunya, ia masih gugup dan gemetar.


Di taman, ayah mencengkeram pundak ibu, menuduhnya hidup enak bersama Shi On sementara bersembunyi darinya. Ayah tak percaya membantah hal itu, tapi ayah tak percaya, “Kau sekarang bahkan bisa berteriak sambil menatap mataku.”


“Shi On bahkan tak mengenalku. Ia tak mengenali wajahku,”  kata ibu. Ayah membentaknya, tak percaya, “Aku saja dikenalnya! Bagaimana mungkin ia tak mengenalimu?! Beraninya kau berbohong padaku!”


Ibu memohon ayah untuk tak muncul di hadapan Shi On lagi. Ia akan memberikan ayah uang asal ayah mau pergi. Tentu saja ayah tak mau. Ia kesini bukan untuk mendapatkan uang. Ia sudah mencari ibu sepanjang hidupnya. Ibu pun berkata kalau begitu ia akan menemani ayah, “Ayo kita mati bersama. Setidaknya demi Shi On.”


Ayah sangat marah mendengarnya. Tangannya sudah terangkat untuk menampar ibu. Tapi tiba-tiba ia merasa seperti tercekik dan batuk-batuk hebat hingga ayah jatuh terduduk. Dan ia pun memuntahkan darah.


Dr. Choi bertanya pada Wapresdir Kang, siapa yang membuat gonjang-ganjing di rumah sakit ini? Wapresdir Kang menjawab kalau ia sebelumnya sudah memperingatkan dr. Choi, kalau sesuatu yang besar akan terjadi jika dr. Choi menolak tawarannya. Dr. Choi marah dan meminta Wapresdir Kang untuk meninggalkan rumah sakit sekarang juga.

Wapresdir Kang menyanggupi permintaan dr. Choi, “Tapi saya akan kembali beberapa hari ini. Karena.. saya nanti yang akan memimpin rumah sakit ini.” Dr. Choi terbelalak mendengar hal itu, dan Wapresdir Kang berkata kalau jadwal negosiasi akan menyusul nanti, “Saya minta Anda  memikirkan kembali untuk yang terakhir kalinya.”


Yoon Seo teringat betapa ibu Shi On berkali-kali meminta maaf dan berharap agar Yoon Seo menenangkan anaknya. Ia akan membawa ayah Shi On ke rumahnya terlebih dahulu.

Masih terus menggoyangkan kaki, Shi On diberitahu oleh Yoon Seo kalau ayahnya telah pergi. Yoon Seo bertanya Shi On terluka dan ketakutan? Shi On menggeleng, ia hanya merasa naik mesin waktu dan kembali saat ia berusia 7 tahun.

Yoon Seo berkata kalau ia akan menghalangi ayahnya agar tak menemui Shi On. Dengan hati-hati ia bertanya apakah karena Shi On mengingat wajah ayahnya, sekarang Shi On dapat mengenali wajah ibunya?


Shi On kembali menggeleng walau mengakui kalau ada sekelebat bayangan ibunya di benaknya. Tapi ia berharap tak ingat pada wajah ibunya, “Karena aku tak ingin mengingat wajah ibu yang terluka karena dipukuli ayah berkali-kali.”


Yoon Seo perlahan menyentuh bahu Shi On dan menepuk-nepuk bahunya, menenangkannya. Kaki Shi On berhenti bergoyang dan Shi On terdiam. Namun perlahan Shi On beringsut menjauh dari tangan dan berkata kalau ia nanti akan turun ke bawah, tapi saat ini ia butuh waktu untuk sendirian saja.

Yoon Seo mengerti dan meninggalkan Shi On sendiri, tapi ia masih tetap khawatir.


Pada teman-temannya, Yoon Seo mengingatkan mereka agar memperlakukan Shi On seperti biasa.  Itu yang dibutuhkan Shi On sekarang. Temannya mengerti dan saat Shi On datang, Jin Wook mengingatkan Shi On kalau ada rapat internal dan Kil Nam meminta Shi On untuk mengambil hasil rontgen dan membawanya ke ruang rapat.


Shi On pun mengiyakan. Dan seperti tak menghadapi masalah besar, ia mulai bekerja. Yoon Seo masih tetap merasa khawatir pada Shi On.


Namun masalah sebenarnya terjadi saat rapat. Saat mereka berdiskusi tentang sebuah kasus seorang pasien, dan seperti biasa Do Han bertanya Shi On untuk menjelaskan cara pembedahan pasien tersebut, Shi On hanya terdiam. Yoon Seo mulai merasa aneh dan merasa khawatir. Saat Do Han menyuruhnya untuk yang kedua kali, Shi On hanya menggeleng, “Sa.. saya tak tahu. Tak ada.. yang terlintas di pikiran saya.”


Semua langsung waspada dan khawatir. Do Han pun menyuruhnya untuk mengira-ngira di mana letak yang harus dioperasi. Shi On menutup mata dan membayangkan organ-organ itu seperti biasa. Dua kali ia mencoba dan dua kali ia gagal. Ia membuka mata dan menggeleng, “Saya tak dapat melihatnya. Saya tak dapat membayangkan di otak saya.”


Baik Do Han maupun Yoon Seo sama-sama khawatir akan nasib Shi On yang kehilangan kejeniusannya. Kalau hal ini terus berlangsung, Shi On tak mungkin bisa bertahan di sini karena hanya itulah satu-satunya keahlian yang Shi On miliki.


Dr. Go masuk ke ruang para residen dan, tak ada hujan tak ada angin, mengajak mereka untuk makan bersama di luar dengan alasan membangun teamwork. Mmmhh..  Semua residen langsung memberi alasan kiri dan kanan, yang menolak ajakan dr. Go. Bahkan Il Kyu pun juga termasuk yang menolaknya.


Dr. Go menatap Shi On yang tak menjawab apapun, tapi ia hanya menghela nafas dan meminta mereka untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Aww… kesian juga melihat wajah kecewa dr. Go.


Yoon Seo heran kenapa dr. Go tiba-tiba mengajak mereka makan? Jin Woo mengkoreksi kalau bukan tiba-tiba tapi malah pertama kalinya dr. Go melakukan hal ini.


Chae Kyung berpapasan dengan Wapresdir Kang dan menyapanya. Chae Kyung akhirnya mengerti alasan Wapresdir Kang yang overqualified mau masuk ke dalam rumah sakit ini adalah untuk akuisisi rumah sakit. Namun sedikit menyindir, Chae Kyung menyinggung tentang kegagalan Wapresdir Kang untuk membujuk Do Han dan dr. Choi agar mau bergabung.

Walau begitu, Chae Kyung mengharapkan pertemuan mereka kembali walau Wapresdir Kang sudah mengundurkan diri dari rumah sakit, “Karena Anda yang menjadi kunci dalam negosiasi ini, kan?”


Wapresdir Kang hanya tersenyum dan berkata kalau yang menjadi kunci dalam negosiasi ini adalah Chae Kyung, karena atas jasa Chae Kyung-lah para donator dan kredit bank menjadi macet sehingga kondisi keuangan rumah sakit seperti sekarang ini.

Chae Kyung menebak kalau Presdir Jeong yang memberitahu Wapresdir Kang akan masalah ini. Wapresdir Kang tersenyum dan menggelengkan kepala, “Saya tak pernah mengatakan nama Presdir Jeong pada Anda.”


Upss.. Chae Kyung tersadar kalau rahasianya terbuka namun Wapresdir Kang mengatakan kalau mereka ada di pihak yang sama, bahkan mengacungkan jempolnya akan tindakan Chae Kyung yang keren.


Chae Kyung berpura-pura tak tahu dan diam saat Presdir Lee mengungkapkan kekhawatirannya akan masalah keuangan rumah sakit. Rapat direksi akan dilakukan besok namun mereka tak memiliki alternative lain selain diakuisisi.

Saat Dr. Choi bertanya apakah Presdir Lee sudah menemukan siapa yang bertanggung jawab akan masalah ini, Presdir Lee belum bisa menemukan orangnya. Ia sedang menyelidiki kemungkinan adalah Wapresdir Kang, tapi ia belum menemukan buktinya.


Chae Kyung berkata kalau ia sudah memperingatkan ibu tirinya itu untuk waspada. Dr. Choi menegur Chae Kyung yang berkata tak sopan. Tapi Chae Kyung mengatakan hal ini karena ia juga merasa frustasi dan kecewa dengan keadaan ini, “Bagaimana mungkin kita bisa diakuisisi tanpa perlawanan sedikitpun?”

Presdir Lee berkata kalau semua ini adalah salahnya. Karena ketidakmampuannya memimpin rumah sakit ini.


Do Han mengkonsultasikan masalah Shi On dengan temannya, seorang psikiater. Temannya itu juga tak bisa memastikan apakah kemampuan Shi On akan kembali atau tidak dan kembali dengan cepat atau tidak. Jika kasus Shi On adalah kasus Disassociative Identitiy Disorder yang sederhana, maka terapi bisa dilakukan.

Tapi dalam kasus Shi On, trauma yang baru saja dialamilah yang memunculkan ingatan yang dipendam Shi On sejak lama, “Sehingga dampak yang terjadi jauh lebih besar daripada yang kelihatan dari luar.”

Do Han bertanya apakah ingatan itu bisa dihilangkan? Temannya menjawab bisa walau kasus itu jarang terjadi, apalagi bagi Shi On yang memiliki savant syndrome. Tak ada jalan keluar yang cepat untuk memunculkan kembali kemampuan Shi On.

Walau begitu, ada yang bisa Do Han lakukan untuk Shi On, “Kau dapat membantunya agar dia menyadari kalau ia sebenarnya dicintai dan diperhatikan. Mendapat perlakukan seperti itu akan memberi kesadaran pada pasien dan lebih cepat menyembuhkan trauma di masa lalu.”


Jika Do Han bercerita pada temannya yang psikiater, Yoon Seo juga menceritakan pada dr. Choi. Dr. Choi sangat shock mendengar Yoon Seo mengenal ibu Shi On. Yoon Seo menjawab sudah beberapa minggu dan ia minta maaf karena tak memberitahu dr. Choi sebelumnya.

Saat mengetahui kalau dr. Choi juga mengenal orang tua Shi On, Yoon Seo meminta agar dr. Choi menangani hal ini. Dr. Choi mengerti dan sebaliknya ia meminta Yoon Seo dan Do Han untuk menjaga Shi On.


Do Han tiba-tiba memanggil Shi On dan bertanya apa yang paling ditakuti oleh Shi On? Apakah ayahnya yang paling Shi On takuti? Shi On menggeleng. Ia paling takut akan kematian pasien. Do Han membenarkan Shi On, lalu bertanya apa yang harus Shi On lakukan agar bisa menghindari kematian pasien?

Shi On menjawab kalau ia harus bisa mendiagnosa pasien secara benar dan mengobatinya. Do Han memotong kalau Shi On sekarang tak mampu melakukannya, “Pikirkan lagi. Ketakutan pada ayahmu bisa menyebabkan pasien meninggal karena kemampuanmu lenyap.”

Do Han pun meminta Shi On agar tetap memegang janji yang dulu pernah Shi On buat. Shi On harus lebih baik daripada dirinya, “Cepat atasi masalahmu. Jangan pernah punya pikiran ‘waktu yang akan menyembuhkan segalanya’. Semakin lama kau berpikir seperti itu, semakin sedikit pasien yang dapat kau selamatkan.”

Do Han meninggalkan Shi On yang termenung sendiri.


Tak hanya Do Han dan Yoon Seo, ternyata Jin Wook, Perawat Nam dan Perawat Jo juga khawatir. Mereka berpikir apa yang bisa mereka lakukan untuk Shi On.


In Hye memang sudah akrab dengan semua staf rumah sakit. Bahkan pada Yoon Seo yang sedang memeriksanya , ia berani menanyakan apakah Yoon Seo sudah punya pacar. Yoon Seo menjawab terus terang kalau ia belum punya dan bertanya apakah ada yang ingin dikenalkan In Hye padanya? Jawab In Hye, “Ada sih, anak SMP, mau?”

Yoon Seo tak mau, ia mencari pacar bukannya seorang anak. In Hye pun berganti topic dan mengatakan kalau ia kangen pada Eun Ok. Maka Yoon Seo pun menunjukkan foto-foto Eun Ok yang dikirimkan Kyu Hyun padanya.


In Hye tersenyum melihat foto-foto Eun Ok dan Kyu Hyun.  Namun ia berhenti saat melihat foto setangkai mawar. Ia bertanya tentang mawar di handphone itu. Yoon Seo menjawab malu-malu kalau mawar itu berasal dari Shi On beberapa hari yang lalu. In Hye memandang mawar itu, dan eih… apa saya melihat tatapan sedih di mata In Hye? Atau saya hanya halusinasi saja?


Di depan Shi On, para perawat mulai memberikan pujian pada Shi On. Perawat Jo memuji Shi On yang bisa menemui 5 pasien, padahal yang lain hanya bisa menemui 1 pasien dengan waktu yang sama. Perawat Nam juga memuji Shi On yang tak pernah membuat satu kesalahanpun sekarang ini.

Mendengar hal ini, Shi On hanya mengangguk sopan namun bingung.


Setelah menemui Yoon Seo, dr. Choi tak dapat menghilangkan pikiran mengenai Shi On. Ia teringat saat ia membawa pulang Shi On.


Kejadian itu sepertinya setelah kakak Shi On meninggal. Saat di depan rumah Shi On, dr. Choi mendengar suara orang menangis. Saat ia mengintip dari pintu gerbang yang sedikit terbuka, ternyata ibu Shi On yang menangis. Ia mendekati ibu Shi On, namun ibu Shi On buru-buru menutup pintu. Dr. Choi memejamkan mata, masih merasa resah akan kejadian itu.


Shi On masih terus bekerja. Do Han yang bersiap untuk pulang, menyuruh Shi On segera pulang. Ia memberinya cuti malam ini. Shi On mengatakan ia tak apa-apa. Tapi Do Han tetap menyuruh Shi On pulang, “Pikiranmu tak berfungsi, jadi apa gunanya juga tinggal di rumah sakit.”

Yoon Seo membenarkan. Shi On dapat tidur nyenyak dan kembali ke rumah sakit besok. Do Han bahkan lebih ekstrim. Jika Shi On tak mau pulang, ia menyuruh Yoon Seo untuk menyeret Shi On pulang dan mengambil kartu masuknya.


Di rumah ibu, Ayah melempar meja hidangan yang sudah disiapkan ibu. Ibu hanya memejamkan mata diperlakukan seperti itu. Ia tak ingin melarikan diri lagi. Ayah menyindir, tentu saja ibu sudah tak ingin melarikan diri, “Anakmu sudah bekerja di rumah sakit besar. Kau harus menempel terus padanya. Benar, kan?”


Ibu memohon agar ayah pergi bersamanya, pergi meninggalkan Seoul. Tapi ayah berteriak tak mau. Ia akan mulai mengambil keuntungan dari Shi On di umurnya yang sudah tua ini. Ibu bertanya apa yang pernah ayah lakukan untuk Shi On?


Ayah memang tak melakukan apa-apa. Tapi ia adalah ayah Shi On, “Aku adalah ayahnya!”

“Katakan itu setelah kau bersikap seperti ayahnya!”

Ayah Shi On marah mendengarnya dan sudah mengangkat gelas untuk dilemparkan pada istrinya. Tapi terdengar suara ketukan pintu. Ibu Shi On segera membuka pintu dan betapa kagetnya ibu Shi On melihat dr. Choi ada di depan rumahnya.


Tapi kekagetan ibu tak sebanding dengan kaget dan marahnya ayah Shi On. Ayah Shi On langsung mengatai dr. Choi bajingan karena hanya berpura-pura baik namun malah berselingkuh dengan istrinya.


Dr. Choi tak menggubris tuduhan itu, dan malah meminta agar ayah Shi On meninggalkan Shi On dan hanya mengawasi anak itu dari jauh. Tapi ayah Shi On tak mau, “Ia anakku!! Aku akan mengawasinya sesukaku! Memang apa hubungannya denganmu?!”


Ayah Shi On berhenti berteriak dan terbatuk-batuk. Ia batuk-batuk hebat hingga terjatuh dan memuntahkan darah. Dr. Choi segera memeriksa ayah Shi On dan dari ekspresinya kelihatan kalau ayah Shi On sudah parah.


Komentar :

Senang sekali rasanya jika bisa mengatakan ini pada si ayah, “Tuh, kan.. batuknya keluar darah. Kebanyakan teriak sih.. Makanya jadi batuk-batuk.” Sayangnya batuk itu bukan karena kebanyakan teriak, tapi karena ada penyakit di tubuh ayah.  Bisa nggak sih mengidap penyakit karena seumur hidup berteriak seperti itu?

30 comments :

  1. Apa tujuannya y c ayah ktmu shi on ....? Bukannya dia benci shi on ....? Dksh uang sm ibu jg dia g mau,
    Atau pngen sakitnya diobatin shi on anaknya y .....?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin juga eonni... shi on kan dokter kan tuh, siapa tau dia pengen shi on yg ngobati ayahnya.tapi
      ya ga gitu juga kali yah. caranya itu salah. aku jadi penasaran kalo shi on uda tau kalo ayahnya itu lagi sakit.. dia bakalan iba ga yaaaa

      Delete
  2. Poor Shi On....
    Ngapain juga babe nya yg udah lama ga ada kabar berita,tiba2 datang merusak suasana....

    ReplyDelete
  3. Poor Shi On....
    Ngapain juga babe nya yg udah lama ga ada kabar berita,tiba2 datang merusak suasana....

    ReplyDelete
  4. entah kenapa stelah baca ending ep ini aku ngrasa ada fkiran jahat yg terlintas " kenapa ayah nya shi on ga mati aja sih? " , ha ha ha
    sebel banget deh, dlu aja di maki2 skrang pngn cari untung, ayah macam apa itu , huh
    lanjut ke episode selanjutnya !! ^_^

    ReplyDelete
  5. lihat shi on pingsan jadi nggak tega....
    tapi aq senang lihat ayahnya shi on muncul, soalnya penasaran dengan wajah ayahnya shi on,
    jadi kasihan dengan ayahnya shi on

    ReplyDelete
  6. shi on kan dokter anak....
    jangan mau obatin ayahnya tuh..
    benci bgt liat ayahnya itu...
    pengen dilenyapkan rasanya...

    ReplyDelete
  7. di episode 14 nt bakal seru...
    karena ad keclkaan massal..ba'yk anak2 yang terlka,,daaan
    park shi on akan melakukan operasi pertma,dzruh do han, akibat zmua dkter mlkkuan operasi scra b'zmaan daaaan operasi itu b'hazil.. :D
    kta tnggu zinop lngkap'y dri mba irfa adja yah onnie2.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu di episode 13 sist..
      nanti ada di part 2..
      kalo episode 14 shi on bakalan peluk yoon seo
      ^_^

      Delete
  8. Semoga kemunculan ayahnya merupakan titik balik Shi On jd orang yg normal ya...Autis bs sembuh kan ya...

    ReplyDelete
  9. pembentukan karakter shi on didrama ini tu bagus bgt, makasih mbak sinopsnya

    ReplyDelete
  10. in hae galau melihat mawar shi on ada dhape yoon seo.

    ReplyDelete
  11. selamat ulang tahun wat shi on ( joo won ) yg tepat hari ini sedang merayakan hari jadinya. Gbu

    ReplyDelete
  12. AYAH,, tetap ayah,, seberapa burukpun perlakuan dia terhadap kita.. aq rasa,, shi on akan tetap menolong ayahnya,, dan semoga ayahnya shi on nantinya bakal sadar,, dan mau mengakui kesalahannya selama ini,, dan memberikan kasih sayang yg sesungguhnya di akhir hidupnya..
    Semangat,, ditunggu kelanjutan sinopsissnya ^^

    ReplyDelete
  13. Park shi on yg sabar ya, klo yoen seo ga bisa selalu disampingmu, unnie agnes selalu mendukungmu, selalu disampingmu....gubraaaak

    ReplyDelete
  14. Duhh, makin penasaran, jadi pengen lihay filmnya, baru lihat sampai 8....

    ReplyDelete
  15. Duhh, makin penasaran, jadi pengen lihay filmnya, baru lihat sampai 8....

    ReplyDelete
  16. joo won daebak euy... di baker king kim tak gu, my girlfriend is an agent, ojagyo brother sekarang good doctor. ga bosenin daah pokoknyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bridal mask jg kereeeen bnget...love joo won deh pokokmen... ;)

      Delete
  17. maaf, bisa minta tolong cepat diselesaikan sinopsisnya... saya sudah penasaran..
    sekali lagi maaf, dan terima kasih karena sinopsisnya bagus sekali

    ReplyDelete
  18. di tunggu banget kelanjutan nya..
    sinopsisnya ..penasaran bangettt...
    semangattttttttttttttttt...

    ReplyDelete
  19. udah nonton sedikit2 sih episode kedepannya,,, tapi aku masih tetep nunggu sinopsis nya
    semangat kak dee... ini comment pertamaku, mian selama ini cuma jadi sider aja
    gomawo kak dee

    aku berharap nya sih Park Shi On sama Dr. Cha,,, trus Kim do han sama Chae Kyung aja
    soalnya mereka keliatan cocok koq,,, chae kyung kayanya gak jahat, dy hanya kesepian aja mungkin ^^

    ReplyDelete
  20. Eonnie part 2 nya donk.....
    #sambilkedipkedipmata
    Udah kangen berat sama park shion...

    ReplyDelete
  21. Mbak Dee...kami rindu postingan mbak :D

    ReplyDelete
  22. Makin seru ajh :D
    Dtunggu kelanjutan part 2.a onnie ^^

    ReplyDelete
  23. part 2 nya belum ya? sdh penasaran ini..

    ReplyDelete
  24. Aduhh..maaf.. Part 2 nya belum selesai. Seminggu ini ga buka blog sama sekali, ada urusan mendadak. Sekarang baru ngerjain, semoga hari minggu selesai.

    Kayanya bisa deh.. semoga semoga semoga.

    Btw, udah ada yang posting sinopsis Suspicious Housekeeper loh.. hehe.. Udah baca, ya? Di tempat elok : http://recap-koreandrama.blogspot.com/ dan di tempat anis :http://anishuchie.blogspot.com/

    Untuk yang pengen baca sinopsis Secret, di tempat mumu, ya :
    http://mumuzizi.blogspot.com/2013/10/sinopsis-secret-episode-1-1.html

    ReplyDelete