July 9, 2013

Itazura na Kiss Love in Tokyo : Spoiler Episode 14


Naoki baka! Baka! Baka! Baka!!

Spoiler Itazura na Kiss – Love in Tokyo Episode 14


Sinopsis Itazura na Kiss Episode 14

Direktur Oizumi datang ke kantor Naoki, ingin mengenalkan cucunya pada Naoki dan menjodohkan mereka. Di luar dugaan, Naoki memberitahukan rencana Direktur Oizumi pada kedua orang tuanya di rumah sakit dan mengatakan kalau ia ingin melakukan rencana perjodohan itu. Ia mengajak ibunya untuk mengikuti acara perkenalan ini.

Orang tua Naoki tak setuju. Papa Irie marah dan menganggap Naoki meremehkan kemampuannya yang sudah membesarkan perusahaannya. Mama Irie mengatakan kalau Naoki harus menikah dengan orang yang ia cintai.

“Aku menyukainya,” kata Naoki, “Aku sudah menyukai gadis itu saat melihat fotonya.”


Tak hanya orang tua Naoki yang terkejut. Tapi juga Kotoko, Yuki dan Papa Aihara yang mendengar dari balik pintu.


Kotoko sangat sedih dan menceritakan hal ini pada teman-temannya. Sepeninggal Kotoko, Jinko dan Satomi dibuat bengong oleh Kinchan yang juga mengungkapkan kekecewaannya karena selama ini Kotoko sudah berusaha keras untuk Naoki malah sekarang Naoki mau melakukan perjodohan. Bahkan mereka sempat berkomentar, “Kinchan, kedengarannya kau seperti ingin mereka berdua jadian.”

Kinchan membantah bukan itu yang dia maksud, “Aku hanya ingin melihat Kotoko tersenyum.”

Aww..

Kotoko masih tak percaya kalau Naoki mau dijodohkan. Ia teringat saat Naoki mengungkapkan kegalauannya akan perusahaan dan impiannya menjadi dokter.  Saat itu ia merasa mereka berdua sudah lebih dekat. Tapi ternyata tidak.


Karena memikirkan Naoki, Kotoko tak sengaja  memecahkan mangkuk  hingga jarinya terluka. Mama Irie melihat hal ini dan sambil mengobati jari Kotoko, Mama Irie mengatakan kalau ia tak percaya putranya mengatakan hal yang sebenarnya.


“Walau aku akui kalau aku ingin Naoki mengambil alih perusahaan Pandai, tapi setiap aku melihatnya, aku merasa kalau bukan ini yang Naoki ingin lakukan. Kurasa Naoki merasa bertanggung jawab atas ayahnya yang sakit parah dan ia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan perusahaan.”

Duh.. memang ibu yang paling ngerti anak-anaknya, deh..


Karena itu.. ibu berencana akan melakukan ‘sesuatu’ di acara perkenalan itu.


Kabar perjodohan itu sampai juga ke telinga Matsumoto Yuko.  Yuko kaget mendengar gadis yang dijodohkan adalah cucu dari Direktur Oizumi, yang terkenal di dunia bisnis. Dan ia mendengar kalau cucunya itu benar-benar seorang Putri, yang bersekolah di sekolah elit. Ia tak suka ada gadis yang muncul dan langsung merebut Naoki dari mereka.

Kotoko keceplosan kalau Mama Irie akan melakukan sesuatu untuk mengacaukan perkenalan ini.  Setelah mengorek informasi dari Kotoko yang polos, Yuko pun berkata, “Kali ini aku akan bergabung denganmu.”


Di hari perkenalan itu, Naoki dan Mama Irie mendatangi tempat pertemuan dengan Direktur Oizumi yang sudah menunggu mereka.


Begitu pula Kotoko dan Yuko yang mengendap-endap  menjadi tukang kebun. Tukang kebun yang bersenjatakan teropong.


Tapi mereka terkejut melihat betapa cantiknya gadis yang dijodohkan itu, Sohoko. Gadis itu ternyata adalah gadis yang hampir terjatuh di depan lift, jika saja Naoki tak buru-buru menangkapnya.

Sohoko, yang tak menyangka kalau pria yang akan dikenalkan padanya adalah Naoki, malu-malu bertanya apakah Naoki masih mengingatnya? Naoki menjawab, “Aku tak pernah melupakan gadis secantik dirimu.”

Ihh… ketauan banget deh Naoki bohong. Mana pernah Naoki ngomong semanis ini?


Mama Irie pun juga selalu berkata manis, tapi kata-kata manisnya selalu menjatuhkan Naoki.  Saat Sohoko merendah, mengatakan kalau hobinya adalah hobi yang membosankan seperti memasak dan menjahit, Mama Irie mengatakan kalau itu memang membosankan.

Saat Direktur Oizumi memuji cucunya yang anggun seperti wanita Jepang jaman dulu, Mama Irie mengartikan, “Wow, wanita Jepang tradisional jaman dulu? Sangat tua sekali.”

Bwahaha.. Naoki kesal bukan main mendengar ibunya menjelek-jelekkan Sohoko. Tapi tidak itu saja, Mama Irie juga menjelek-jelekkan Naoki dengan mengatakan kalau Naoki itu jahat kalau orang yang diajari tak mengerti juga (saat Sohoko merendah saat mengatakan kalau ia tak pintar tenis).

Selain mengatakan kalau Naoki itu sangat populer di antara para gadis namun juga ‘pemalu’. Saking pemalunya, Naoki pernah menolak surat cinta seorang gadis di depan orang banyak. Bahkan Mama Irie juga mengatakan kalau Naoki pernah tinggal bersama dengan seorang gadis di rumah mereka. Sohoko pun juga merasa kalau Mama Irie sangat menyukai gadis yang tinggal di rumah Naoki.


Naoki merasa cukup mendengar ibunya dengan sengaja menjelek-jelekkan dirinya dan Sohoko. Ia pun mengajak Sohoko jalan-jalan dan melirik tajam pada ibunya yang mengatakan ingin ikut. Mama Irie pun mengurungkan niatnya.


Maka sekarang gantian Kotoko yang melancarkan serangannya. Pertama dengan menyalakan alat penyiram otomatis ke arah Sohoko, sehingga kimono Sohoko akan basah dan Sohoko harus pulang ke rumah. Yuko berkomentar kalau cara Kotoko ini simple sekali. Tapi menurut Kotoko, yang paling simple itu yang berhasil.
Heheh.. atau jangan-jangan Kotoko nggak tau cara yang lebih advanced, ya?


Namun dengan cara yang sederhana saja, tak berhasil. Sprinkler itu tak mau menyala saat Kotoko menekan alat itu. Setelah Naoki dan Sohoko lewat, mereka,  yang penasaran, memeriksa sprinkler itu dan tiba-tiba alat itu menyemprotkan air ke muka mereka.


Teriakan mereka terdengar, sampai Sohoko khawatir. Tapi Naoki menenangkannya, mengatakan kalau itu hanya suara para tukang kebun.

Strategi pertama gagal, maka dijalankanlah strategi kedua. Yaitu melemparkan sekotak ulat hijau. Yuko berkata kalau cara Kotoko itu kekanak-kanakan sekali, tapi ia tetap mengikuti strategi itu.


Dilemparkanlah ulat-ulat itu. Dan seperti dugaan Kotoko, Sohoko ketakutan. Tapi yang diluar dugaannya, Naoki malah memeluk Sohoko dan mengambil ulat itu dari kimono Sohoko. Dan melemparkannya ke arah Kotoko lagi.


Ihh… Naoki usil banget, sih.. Jelas saja Kotoko dan Yuko ketakutan. Mereka pun menjerit panik dan akhirnya tercebur ke kolam.

Sohoko kembali khawatir mendengar teriakan itu. Tapi Naoki kembali menenangkannya, mengatakan kalau ada tukang kebun yang sedang membersihkan kolam.


Hasilnya, Kotoko bersin-bersin sesampainya di rumah. Tapi Mama Irie menenangkan, kalau usaha mereka pasti membuahkan hasil. Ia berhasil menampilkan citra calon ibu mertua yang jahat, dan Sohoko pasti tak akan mau menjadi menantunya.

Telepon pun berdering, dan mereka menguping Naoki yang menerima telepon. Betapa kagetnya mereka mendengar Naoki berkata kalau Sohoko masih ingin melanjutkan perjodohan ini.  Mereka lebih kaget lagi saat Naoki mengatakan sekali lagi, “Aku menyukainya. Jadi kumohon, ibu jangan melakukan hal seperti itu lagi.”


Naoki pun menatap Kotoko dan berkata, “Kau juga.”

Kotoko tersenyum, memasang wajah polos, “Hah? Apa?”

“Kelihatan jelas sekali,” kata Naoki tajam. Kotoko pun menjawab lirih, “Maafkan aku,” tapi Naoki sudah pergi meninggalkan mereka.

Mama Irie tak percaya kalau Naoki benar-benar serius. Dan Kotoko pun semakin patah hati mendapat teguran dan menghadapi kenyataan ini.

Ia pun memberitahu Yuko kalau perjodohan ini masih tetap berlanjut. Bahkan Naoki dan Sohoko sudah berkencan beberapa kali dalam seminggu sehingga Naoki selalu pulang malam, membuat Mama Irie semakin kesal.  Yuko mengaku kalah, karena saingannya sekarang adalah cucu Direktur Oizumi.


“Tapi jika aku harus menyerah akan Naoki, aku berharap aku menyerah padamu,” kata Yuko tiba-tiba, membuat Kotoko kaget. Yuko pun melanjutkan, “Karena jika gadis itu adalah dirimu, pada akhirnya Naoki akan menyesalinya. Ia akan berpikir, ‘Aku seharusnya memilihi Matsumoto Yuko saat itu..’”

LOL. Bahkan Kotoko pun bingung, apakah Yuko sedang menghinanya?

Yuko mengakui usaha Kotoko yang kadang tak ada gunanya, tapi Kotoko konsisten melakukannya, “Aku juga tahu kalau ia pernah menciummu.”

“Tapi.. itu..,” Kotoko tak tahu bagaimana menjelaskan ciuman saat kelulusan itu.


Namun dengan nada tulus, Yuko mengatakan, “Aku akan mendukungmu.”

Damn.. kenapa saya juga lebih suka kalau Yuko yang jadi saingan Kotoko saja, ya?


Kotoko pulang dan tak sengaja mendengar percakapan Naoki dengan Sohoko di telepon yang membicarakan kencan mereka besok. Naoki pun melihat Kotoko. Dengan canggung, Kotoko menyapa Naoki dan bertanya apakah Naoki akan kencan dengan Sohoko? “Aku hanya ingin tahu. Maaf, tapi ini memang bukan urusanku, ya?”

“Kami akan pergi ke Omotesando. Ada pertunjukan perdana dari seorang seniman yang didukung oleh Direktur Oizumi,” kata Naoki menjelaskan.

“Oh.. Aku mengerti.”


“Apakah kau akan mengikutiku lagi?” tanya Naoki tiba-tiba, mengagetkan Kotoko. “Apakah kau akan berpura-pura lagi menjadi tukang bersih-bersih di pesta itu?”

Kotoko tertawa mendengar kata-kata Naoki.


Namun tawa itu menghilang setelah Naoki pergi. Kentara sekali kalau Kotoko terluka mendengar kata-kata Naoki.


Dan mungkinkah Naoki juga terluka setelah mengucapkan kata-kata itu?


Kotoko tak memiliki semangat setelahnya. Dan teman-temannya melihat hal itu. Kotoko bahkan tak selera makan makanan yang khusus dibuat Kinchan untuknya. Mereka mencoba membesarkan hati Kotoko kalau akan lebih baik bagi Kotoko jika Naoki yang tak punya hati itu menikahi orang lain.

“Aku tahu kalau ini mungkin hanya imajinasiku saja. Tapi akhir-akhir ini aku merasa kalau jarak kami sudah lebih dekat,” kata Kotoko pelan.

Kinchan diam mendengar kata-kata Kotoko. Ia teringat saat ia mengintip di malam natal lalu. Hanya ia yang tahu tatapan sayang Naoki pada Kotoko saat Kotoko make a wish.


Jinko pun mengatakan kalau ia juga berpikir kalau Kotoko dan Naoki akan jadian. Satomi meminta Jinko untuk tak mengatakan hal itu, karena malah semakin melukai Kotoko. Naoki sudah bersama dengan Sohoko, dan perjodohan bukan sesuatu hal yang dianggap remeh, ”Karena pernikahan seperti itu adalah antara dua keluarga. Kau tak bisa mengatakan, “Aku tak menyukainya lagi’ dan langsung menghentikannya.”

Jinko menghela nafas dan menyadari kalau Naoki tentu sudah memahami tentang hal ini dan adalah keputusannya yang tetap melanjutkan perjodohan ini.


Kotoko dan Mama Irie menunggu Naoki yang tak kunjung pulang. Pada Mama Irie, ia mengatakan kalau ia akan keluar membeli minuman di toko. Mama Irie hanya bisa menghela nafas, menyadari kalau Kotoko tetap tak bisa melupakan Naoki.


Di jalan, Kotoko mendengar suara orang yang ia kenal. Ternyata Kinchan sedang bicara dengan Naoki. Ia pun segera bersembunyi di belakang pohon dan mendengarkan.


“Sebenarnya bagaimana perasaanmu pada Kotoko?”

“Itu bukan urusanmu.”

“Itu urusanku. Selama ini kau selalu tak menolak perasaannya. Kotoko adalah orang yang paling berharga untukku. Dan kau malah mempermainkan perasaannya. Bagaimana mungkin aku hanya diam saja?”

“Jadi apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan merebut Kotoko darimu,” kata Kinchan, tapi ia segera mengoreksi kata-katanya sendiri, “Tidak. Aku akan melindunginya.”

Kotoko tertegun mendengarnya.

Melihat Naoki hanya terdiam, Kinchan melanjutkan kata-katanya, kali ini lebih lantang, “Jadi mulai sekarang jangan ganggu kami. Kau pasti mengerti karena kau juga punya gadis yang ingin kau nikahi. Jika gadis itu sangat kau hargai, begitu pula Kotoko bagiku. Aku tak tahan melihat penderitaan Kotoko.”

Naoki tetap terdiam, membuat Kinchan tak sabar dan bertanya keras, “Apa jawabanmu?”

Naoki tetap diam. Kotoko memejamkan mata, berharap Naoki mengatakan hal yang selalu dikatakan Kotoko mencintaiku. Kata-kata itu cukup bagi Kotoko.

Setelah beberapa saat, Naoki pun menjawab, “Sesukamulah.. ,” dan ia pun berbalik pergi.


Kotoko tertegun, tak menyangka akan jawaban Naoki.

Kinchan pun berteriak, “Oke.. kalau kau menyuruhku seperti itu. Jangan ikut campur lagi. Mengerti? Ini janji di antara pria!”



Naoki tetap berjalan, tak menghentikan langkahnya sedikitpun. Hanya tinggal Kotoko yang tetap berdiri di balik pohon, merosot, duduk menangis dan dalam hati bertanya, Apakah sekarang saatnya untuk berhenti? Saatnya menyerah?


Naoki lagi-lagi berbaring di kamarnya yang gelap. Tak tidur dan juga tak ganti baju.


Yuki masuk kamar dan bertanya apakah Naoki serius untuk menikahi Sohoko? Naoki menjawab kalau hal itu mungkin akan terjadi. Dan Yuki pun bertanya, “Apakah kau mencintainya?”


Naoki bangkit dan bertanya mengapa Yuki tiba-tiba bertanya hal seperti ini. Yuki pun mengatakan kalau ia tahu jika Naoki mencintai Kotoko, karena ia melihat Naoki mencium Kotoko saat di rumah sakit dulu.


Naoki tak menjawab pertanyaan adiknya malah berkata, “Suatu saat aku akan mengenalkan Sohoko padamu. Ia cantik dan pandai memasak.” Naoki membelai kepala Yuki, “Aku yakin kalau kau pasti menyukainya. Ia sangat cocok untukku. Kuyakin semuanya pasti akan baik-baik saja.”

Yuki menatap kakaknya khawatir.


Keesokan harinya, walau tak bersemangat, Kotoko pergi ke kampus. Sudah ada Kinchan yang menunggunya dan memberitahukan menu spesial kantin hari ini dan ia juga berjanji untuk memberi porsi ekstra. Kotoko hanya tersenyum lemah dan berterima kasih.

Kinchan sepertinya serius dengan niatnya kemarin, karena ia mengajak Kotoko untuk nonton film hari Minggu ini, “Apakah kau mau pergi denganku? Aku mendapat tiket dari pelanggan restoran. Kau bisa mengajak Jinko..”

“Tentu saja.”

“Hah? Kau mau?”

“Iya. Aku mau. Kita pergi berdua saja,” jawab Kotoko.

Kinchan masih tak percaya, “Uhmm.. maksudnya.. ini kencan.. Apa kau yakin?”

Kotoko tersenyum kecil dan mengatakan kalau Kinchan telah membantunya selama ini saat Papa Irie masuk rumah sakit, dan ia ingin membalas kebaikan Kinchan dengan menerima ajakan Kinchan.


Sepeninggal Kotoko, Kinchan mengepalkan tangan, bahagia.

Asisten Naoki memberitahu Naoki kalau Papa Irie sudah diperbolehkan pulang dan rencananya akan diadakan pertemuan resmi antar kedua keluarga setelah Papa Irie keluar dari rumah sakit. Naoki berterima kasih pada asisten itu, tapi asisten itu yang malah berterima kasih pada Naoki, “Direktur Oizumi menjanjikan kita dukungan finansial yang sangat besar. Jadi perusahaan kita sekarang aman.”


Kotoko berjalan di dalam kampus, dan tak seperti biasanya, ia mengambil jalan lain yang lebih sepi. Dan ia berkata dalam hati, “Aku dan Irie-kun mulai berjalan menjalani sendiri kehidupan kami..


.. Dan semakin jauh jalan hidup itu, aku bertanya-tanya, masa depan seperti apa yang menunggu kami?”

Komentar :

Kalau boleh menjawab pertanyaan Kotoko yang terakhir, Kotoko dan Naoki akan menjalani masa depannya dengan baik.


Naoki pasti akan menjalani kehidupannya tanpa keluhan bersama Sohoko. She is a perfect girl after all. Seperti yang dikatakannya pada Yuki, Sohoko itu gadis cantik, pintar memasak dan sangat cocok untuk Naoki. Papa Irie pun tak perlu pusing memikirkan kelangsungan perusahannya. Naoki akan mewarisi perusahaannya yang akan didukung oleh keluarga besan.

Mereka berdua sangat cocok sekali. Seperti sepasang kembang api yang indah. Beneran, deh..

Begitu pula Kotoko dan Kinchan. Melihat preview episoe 15, Kotoko akan senang saat kencan dengan Kinchan. Ia mengalami kencan yang menyenangkan, yang mungkin tak pernah bisa ia dapatkan saat bersama Naoki.


Jika mereka menikah, mereka akan saling mendukung. Dan Papa Aihara pasti juga senang mendapatkan menantu yang bisa menjadi chef yang menggantikannya. Mereka berdua sangat bersemangat, seperti sepasang api yang menyala.


Kehidupan pernikahan Naoki nanti pasti akan baik-baik saja. Menilik sifat Naoki, ia pasti bisa menahan semuanya. Kata-kata witing tresno jalaran saka kulino itu benar-benar manjur. Cinta ada karena biasa. Cinta Naoki pada Sohoko nanti pasti akan tumbuh.  Begitu pula dengan Kotoko jika ia menikah nanti. Kotoko juga pasti akan bahagia.


Saya dapat membayangkan bagaimana Naoki menjadi suami Sohoko dan bagaimana Kotoko menjadi istri Kinchan.

Everyone is happy. Is .. it?

Mereka mungkin akan berbahagia. Tapi pertanyaannya, sebahagia apa? Sebahagia apa melihat sepasang kembang api yang tak menyala? Sebahagia apa melihat sepasang api yang menyala?

Alangkah bahagianya jika kembang api itu menyala dan berpijar di udara.

18 comments :

  1. aduh pengen liat kotoko sama naoki nikah deh...

    ReplyDelete
  2. kembang api yang menyala?
    kenapa gag langsung bilang aja mba dee lebih setuju naoki & kotoko :)
    naoki as kembang api, kotoko as api yg menyala,,
    betul..betul..betul..
    hayoo ngaku mba dee ^^

    =adhe=

    ReplyDelete
  3. Mba dee, kenapa gak bikin sinopsisnya aja sekalian sih. Hazuki kayaknya ga bisa nerusin sinopsis itakis lit deh mba. Please ya mba bikin sinopsisnya tinggal 2 episode lagi nih.... semangat ya mba dee!!! Fighting!!!

    ReplyDelete
  4. Kpn kluar sinopsis nya mba ??

    ReplyDelete
  5. aduh nonton ittakiss p 14 itu rasanya kayak naik roller coaster,, kadang seneng bgt ketawa2 liat tingkah lucu Kotoko,, tapi kesringannya nylkit liat kisah cintanya,, naoki bakaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  6. gak pa2 dech cm spoiler aja, lumayan jd ada gambaran....
    apalagi kl dee mau bikin sinopnya lebih okeee lg.... hehhehhe

    semangka...semangat kaka

    ReplyDelete
  7. liat episode ini ..
    jadi ngerasa aku yang sakit hatinya ..

    hhe ..

    rasanya nyesek banget ..
    pengalaman pribadi soalnya ..
    hahha ..

    *curcol

    ReplyDelete
  8. Mb dee, tqu so much #hug :)
    -trifena-

    ReplyDelete
  9. hiikks,, mbakk deeee,, akhirnyaa setelah sekian lama bolak balik ne blog menantiii sop iler itakiss akhirnyaa muncul jugagg,,,

    hahahaaa mbak dee gregetann juga rupanyaa,, ho''oh mbakk he is baka,, very very baka,, sebell bgt ma naoki,, tapii ya disatu sisi yaa kasiann jga diaa,, tapii yaa nyebelinn,, tinggal 2 mggu lagi yaahh, huuuuhh,,

    kayaknyaa ne dorama booming bgt yaa mbak??

    -oeni-

    ReplyDelete
  10. Membaca spoilernya aja hati udah kaya diiris2 sembilu. Gmana kalau nontn filmnya, kayaknya nangis jejeritan. Lanjutkan buat sinopsisnya ya

    ReplyDelete
  11. Duhhhh... nyesek mbak liha kotoko d episod ni...mngkin naoki bsa mnahan smwa ny..tp smpai kpan mbak..smakin d than bknk ldakan ny akan mkin bsar t....

    ReplyDelete
  12. Akhir nya kumenemukan mu.eh slh menemukan spoiler itazura na kiss.hehehe...makasih mba dee....biasa cari sinopsis itazura di hazuki..tp sedih bolak balik buka blog hazuki,gk ada update terbaru.dannnnnn akhirnya mba dee update itazura.....
    Gomawo

    ReplyDelete
  13. Kok aku jd pengen nangis liat komen nya dee, pas bnget sama perasaaan naoki ma kotoko. . Mungkin mereka bahagia, tapi sebahagia apa ??


    _latifah

    ReplyDelete
  14. wahhhh akhirnyaaaaaa

    ReplyDelete
  15. Mungkin katoko dan naoki membuat kita smua mngingat kengan indh dan pahit dlm hidup ini sprty melihat diri sendiri.

    ReplyDelete
  16. Knagan indah dlam Cinta yg dsertai rasa pahit.

    ReplyDelete