July 8, 2013

Gu Family Book : Fanfiction - Ridha Yunita

Fanfiction Kang Chi The Beginning (Gu Family Book) - Ridha Yunita

Dimulai saat yeo wool terkena tembak oleh senapan ninja seo.Kang chi terbelalak melihat orang yang dicintainya mengorbankan diri untuk menyelamatkannya. Yeo wool ambruk.

Kang chi benar-benar marah. Matanya menghijau. Ia meraung sekeras-kerasnya. Ia menghajar ninja seo hingga tewas. Jo Gwan Woong sampai merinding dibuatnya. Guru Dam menyuruh Kang Chi menghentikan semuanya dan membawa Yeo Wool ke Mo Hyung Do. Kang Chi pun segera membawa Yeo Wool ke sana.

Sesampainya di Mo Hyung Do, Guru Gong segera mengobati Yeo Wool dengan obat-obatan yang dia punya. Kang Chi bertanya apakah Yeo Wool bisa sembuh. Guru Gong berkata bahwa Yeo Wool mungkin tidak akan membuka matanya lagi. 

Kang chi tak percaya. Ia pergi menemui So Jung untuk minta bantuan. So jung berkata “Tidak ada yang bisa kulakukan. Inilah akibatnya karena kau tidak menuruti ucapanku”.

Kang chi makin frustasi. Ia merenung di pinggir sungai. Ia mengingat semua kenangannya bersama Yeo wool. Tiba-tiba mata Kang Chi melebar.


Ia segera berlari menuju hutan. Ia mencari Taman Cahaya Bulan. Namun ia tak menemukannya karena taman itu telah ditutup Wol ryung. Kang Chi putus asa.

Ia terduduk lemas ditanah. Ia menangis berteriak “ Ayah! Bantu aku.. aku tahu kau bisa mendengarku. Aku benar-benar butuh bantuanmu. Saat ini Yeo Wool terluka parah. Ia akan mati ayah.. aku ingin menyembuhkannya dengan darahku. Tapi tak bisa. Ayah.. aku tahu kau bisa mendengarku. Tolong bantu aku ayah.. inilah permintaan pertama dan terakhir anakmu!”

Karena tak ada respon, ia pun kembali ke Mo Hyung Do. Di dalam goa, Wol Ryung berbaring di samping Seo Hwa. Matanya terbuka.

Kang chi menangis di hadapan yeo wool yang masih tak sadarkan diri. Ia menggenggam erat tangan Yeo Wool erat, “Apa yang harus kulakukan agar bisa membuatmu bangun, Yeo Wool-ah?” Angin berhembus di dalam kamar itu. Tapi Kang Chi menghiraukannya. Ia menunduk sambil menangis.

“Kau harus mundur,” kata seseorang yang membuatnya terkejut.

Wol Ryung.

Wol ryung berjalan mendekat. Kangchi masih tak percaya. “Ayah !”

Wol ryung tersenyum. Ia lalu menyayat tangannya dan mengucurkan darahnya pada luka yeo wool. Tiba-tiba butiran cahaya biru bermunculan mengerubungi luka Yeo Wool. Kang chi terharu dengan apa yang dilakukan ayahnya. Ia memeluk ayahnya. Suasana begitu haru. Tapi segera berakhir karena seseorang mengagetkan mereka.

Yeo Wool. Kang chi sangat senang melihat Yeo Wool bangun, lukanya pun sudah hilang. Yeo wool berterima kasih pada Wol ryung. Wol Ryung hanya tersenyum, “Baiklah. Aku rasa tugasku disini sudah selesai. Jadi.. sampai jumpa dan berjanjilah kalian akan hidup bahagia,” kata Wol Ryung. Ia pun menghilang menjadi butiran cahaya biru.

“Ayah! Ayah!” teriak Kang Chi, membuat semua orang di luar penasaran dan masuk. Mereka kaget karena melihat yeo wool sembuh. Kang chi pun menceritakan apa yang terjadi. Semua tersenyum lega dan berterimakasih pada Kang Chi karena ayahnya sudah menyelamatkan Yeo Wool.

Keesokan harinya semua berkumpul untuk melepas kepergian Kang Chi mencari buku keluarga gu.

Kang chi pun berangkat. Narasi Kang Chi “Yeowool-ah. Tunggulah aku. Saat aku sudah menjadi manusia seutuhnya, aku akan menjemputmu dan kita akan hidup bahagia selamanya”.

Yeo wool menatap kepergian Kang Chi. Narasi yeo wool “Aku akan menunggumu, Kang Chi. Dan saat kau kembali nanti, aku akan membuatkan mu nasi terenak yang belum pernah kau rasakan sebelumnya”

So jung melihat perpisahan ini dari atas atap. Narasi so jung, “TAKDIR? Awalnya aku takut takdir itu akan menjadi kenyataan karena aku tidak mau kehilangan seseorang dari mereka. Tapi setelah kejadian ini, aku sadar. Tak ada yang perlu kau takutkan di dunia ini. Kau hanya perlu menghadapinya sesuai hati nurani mu.Seperti yeo wool. Dan dia telah membuktikan hal itu.”


***

Kang Chi pun memulai mencari buku keluarga gu. Saat berjalan di hutan, ia dikagetkan dengan kemunculan So Jung. So Jung berkata kalau kang chi ingin menjadi manusia, maka kang chi harus bertapa selama 100 hari dan tidak boleh melakukan pantangan-pantangan tertentu, sama seperti Wol Ryung dulu. Kang chi pun berkata kalau dia siap bertapa sekarang juga, tapi ia masih bingung memikirkan tempat yang tepat untuk bertapa.

Akhirnya dia memutuskan bertapa di.... perpustakaan So Jung. Awalnya So Jung keberatan, tapi akhirnya ia memperbolehkannya.


7 bulan kemudian...

Gon melihat yeo wool berlatih pedang di halaman. ia ingin mencoba untuk menghentikan yeo wool berlatih, tetapi niatnya urung. Ia melihat Yeo Wool melampiaskan isi hatinya.

"Dasar brengsek.. kau bilang kau akan kembali, tapi sampai sekarang? Omong kosong. kau membuatku belajar memasak nasi, menjahit, dan berpenampilan seperti wanita. Tapi kenapa kau tidak kembali juga? Kau membuatku merasa sia-sia mempelajari semua itu," celoteh yeo wool.

Yeo wool mulai kelelahan dan terjatuh. air matanya menetes. Gon sudah tak tahan lagi. Ia akan menghampiri yeo wool, tapi seseorang menarik tangannya.

"Apa yang akan kau lakukan?" tanya gonita.

"Aku akan menghentikan nona berlatih. Ia terlihat sangat tersiksa," kata Gon. "Jadi kau lebih memperhatikan nona dari pada aku istrimu? Ckckck.. sungguh kejam. Lihatlah, perutku semakin hari semakin membesar, dan kau malah sibuk memperhatikan nona?" celoteh gonita yang ternyata sedang mengandung anak Gon.

Gon hanya bisa menghela nafas mendengar celotehan istrinya. "Baiklah. sekarang, apa yang kau inginkan?" tanya Gon.

Gonita sedikit berpikir, "Bagaimana kalau.... es kelapa sawit?" (wkwkwk :D).

Gon hanya bisa memandang gonita dengan tatapan tak percaya kalau istrinya akan meminta hal yang terlalu absurd.

Gonita pun mengajak gon pergi tidur dan membiarkan Yeo Wool sendiri di halaman. Yeo Wool masih terduduk di tanah dan menangis. "Maaf.. aku terlambat," kata seseorang yang mengagetkan Yeo Wool. Ia merasa familiar dengan suara itu.

Yeo wool pun menoleh ke belakang dan melihatnya. Seseorang yang sangat ia rindukan selama ini. Kang Chi. "Dasar brengsek. Kenapa kau baru kembali? Aku sudah hampir gila karena memikirkanmu!" omel Yeo Wool sambil menangis.

"Maaf," kata Kang Chi sambil tersenyum. Ia pun mendekati Yeo Wool dan memberinya setangkai bunga seperti dulu. tapi kali ini Kang Chi memberinya yang sudah mekar. "Aku tidak bisa lagi membuat bunga yang kuncup menjadi mekar seperti dulu. Aku hanya bisa memberimu yang sudah mekar," kata Kang Chi mengisyaratkan kalu dia memang sudah menjadi manusia seutuhnya.

Kang Chi memberikannya pada Yeo Wool, "Apa kau mau menerimanya dan berjanji tidak akan membuangnya?" tanya Kang Chi penuh harap.

Yeo Wool pun terharu. Ia mengambil bunganya dan memeluk Kang Chi. Kang Chi pun membalas pelukan Yeo Wool.

Narasi Yeo Wool, "Akhirnya, setelah melalui rintangan yang melelahkan, tibalah hari ini. Hari yang aku nanti. Hari yang tidak pernah ada dalam tadir yang telah diramalkan. Oleh karena itu, janganlah percaya pada hal-hal di masa depan yang belum kau lakukan. Itu akan membuatmu merasa terikat dan tidak bisa bergerak bebas. Jadi,lakukanlah apa yang ingin hatimu lakukan."

Mereka berpelukan di bawah sinar bulan yang indah.

~END~

11 comments :

  1. good job :)

    ReplyDelete
  2. Kereeeeen,,,,,ini nih ending story yg aku pengen,,,hehe

    ReplyDelete
  3. gon sm gonita wkwkwk

    ReplyDelete
  4. Whhaaattt es kelapa sawit????
    Hahahahh ada2 aj

    ReplyDelete
  5. wow.., keren.., ini baru ending GFB yang tpat.., mereka hidup berdua tanpa harus ada yang mati...

    Gonita sama Gon???? cocok bgt.., wkwkwk....

    ReplyDelete
  6. setuju banget. mestinya tuh ending seperti ini. dimana buku keluarga gu sudah didapatkan sesuai judulnya gu family book.

    ReplyDelete