July 8, 2013

Gu Family Book : Fanfiction - Rhaa Era

Fanfiction Kang Chi The Beginning (Gu Family Book) - Rhaa Era


Yeowool terbangun, kemudian menghela nafas. lagi-lagi bermimpi tentang dirinya bersama seorang pria, bermimpi tentang dirinya adalah seorang ahli pedang dimasa lalu. kali ini Yeowool bermimpi dirinya tertembak karena melindungi seseorang dan meninggal dalam pelukkan pria yang selalu muncul dalam mimpinya.

"Sebenarnya apa maksud dari mimpi-mimpiku?" gumam Yeowool.

***
Yeowool bertopang dagu di meja kerjanya, melamun memikirkan mimpinya.

"Kopi.., " tegur sebuah suara menyadarkan Yeowool dari lamunannya, secangkir kopi mengepul di meja kerjanya.

"Terimakasih," gadis itu tersenyum pada Chungjo, sahabatnya.

"Ada apa? Sedang melamukan apa? Melamunkan jodoh?" tanya Chungjo sambil menggoda.

Yeowool tertawa pelan, "Tidak. Aku memikirkan mimpiku tadi malam."

"Mimpi? tentang orang yang sama?" selidik Chungjo.

Yeowool mengangguk sambil meminum kopinya.

"Lagi?!" kaget Chungjo. "Kali ini tentang apa?"

"Aku bermimpi tertembak dan meninggal di pelukan pria itu. Pria yang sama," suara Yeowool memelan diakhir kalimatnya, matanya menerawang.

"Ini aneh. Sudah hampir sebulan sejak kepindahanmu ke Seoul dan kau selalu memimpikan tentang orang yang sama. Tidakkah kau pikir kau harus menanyakannya ke psikater?" usul Chungjo.

Yeowool kembali tertawa, "Tidak perlu. Kurasa ini hanyalah mimpi biasa, bunga tidur."

"Jika memang begitu, kenapa kau murung?"

"Itu. . Hanya saja, aku rasanya benar-benar bisa merasakan kesedihan dan rasa kehilangan pria itu. Semua terasa nyata." Jawab Yeowool lirih.

"Mungkinkah pria itu sebenarnya adalah jodohmu?" tebak Chungjo asal.

"Jangan mengada-ada," sanggah Yeowool sambil tersenyum, kemudian kembali menikmati kopinya, dan mata gadis itu kembali menerawang.


***

Disebuah penthouse yang tampak modern, beberapa barang kuno. Guci obat yang mirip guci obat milik Guru Gong Dal. Pedang yang terpajang di dalam kotak kaca dengan tiga bunga seperti pedang Gon. Selempang bergambar bunga anggrek milik Soo Ryun dan kotak kayu yang saya tebak adalah milik Tae Soo. Dan di atas semua itu, ada sebuah pedang berwarna kebiruan.

Di dalam kamar mandi ada seorang pria yang sedang bersantai, berendam di bathtub sambil membaca majalah yang menampilkan seorang pria yang mirip Guru Gong Dal menerima penghargaan atas penemuan obatnya. Kotak obat berwarna kuning yang mirip dengan guci di lemari kaca.Di ibu jarinya, tersemat cincin yang dulu pernah diberikan Guru Gong Dal pada Kang Chi. Dan di dalam lemarinya tergantung rompi merah milik Kang Chi

Dari jendela penthousenya, pria itu menatap bulan sabit dan berkata dalam hati, “Itu adalah bulan sabit yang ke-5221 yang kujalani sendirian.”

Pria itu kemudian memandang pedang Yeo Wool dan berkata dalam hati, “Dan ini adalah tahun ke-422..”

Dan pria itu adalah Kangchi.

Kang Chi turun dan disambut dengan Eok Man yang membawakan mobilnya. Kang Chi menikmati suasana Seoul dan berkata dalam hati, “Kehidupan berlalu dengan cepat. Dan cara manusia hidup pun juga sangat berubah,” ia melewati patung Lee Soon Shin dan tersenyum, “Begitu pula sejarah yang ada.”

Kangchi mendengar dari jauh teriakan orang minta tolong. Kang Chi yang baru saja turun dari mobil, mendesah kesal dan mencoba mengabaikan teriakan itu. Tapi teriakan itu terus bergaung di telinganya. Ternyata yang berteriak adalah Gonita yang sedang ditagih hutang. Bukan hutangnya sendiri, melainkan hutang kakaknya, oleh Ma Bong Chul yang sekarang juga menjadi preman plus rentenir.
Kangchi dengan mudah mengalahkan Bong Chul dan anak buahnya, kemudian menyerahkan kembali tas Gonita yang tadi direbut oleh Bong Chul. Gonita yang malu-malu menerimanya. Namun terdengar teriakan,

“Diam di tempat! Angkat tanganmu!”

Bong Chul pun reflek mengangkat tangannya, tapi sesaat kemudian ia dan anak buahnya kabur dengan merampas tas Gonita. Gonita pun ikut lari mengejarnya, begitu pula Kangchi yang bergegas ikut menegejar.

Tapi suara itu tetap menyuruhnya untuk diam di tempat atau ia akan menembak Kang Chi. Kang Chi yang akhirnya mengangatkat tangannya lagi, walau dengan menghela nafas, berbalik dan berkata,

“Maaf, kau pasti salah sangka. Aku hanya..”

Ucapannya berhenti saat melihat bayangan seorang gadis menghampirinya dengan pistol di tangan. Semakin dekat, wajah itu semakin jelas. Wajah milik seseorang yang ia tunggu selama 5221 bulan.

"Yeowool..." Gumam Kangchi.

Gadis itu terkejut, “Bagaimana .. kau tahu namaku?”

Kang Chi tetap diam terpana, dan Yeo Wool pun menurunkan pistolnya dan bertanya lagi, “Bagaimana kau tahu namaku?”

“Apakah kau mengenalku?” tanya Yeo Wool ragu.

Kangchi melangkah mendekati Yeowool yang masih bingung.

"Yeowool-ah.." panggil Kangchi dan berhenti dihadapan Yeowool.

"Kenapa kau tak menjawab? Sebenarnya siapa kau? Kenapa tahu namaku?" tanya Yeeowool lagi.

Bukannya menjawab, Kangchi menarik Yeowool kedalam pelukannya, tak mampu menahan diri karena rasa rindunya.

Yeowool mematung, hatinya mencelos, terasa hangat saat pria itu memeluknya. seakan sudah lama sekali dirinya merindukan pelukkan hangat pria itu.

Namun, akal sehat Yeowool kembali bekerja. Ini tidak benar! pikirnya. Bagaimana mungkin dirinya membiarkan pria asing memeluknya seenaknya.

Yeowool mendorong Kangchi, melepaskan diri dari pelukannya.

PLAKK!!

Sebuah tamparan mendarat dipipi Kangchi.

"Dengar, Tuan! Aku bukan perempuan sembarangan yang bisa kau peluk seenaknya. Apa kau tahu? Perbuatanmu ini bisa disebut pelecehan. Kau bisa masuk penjara. . "

Ucapan Yeowool terhenti saat melihat pria dihadapannya tersenyum padanya. Lembut dan manis.

Hati gadis itu lagi-lagi mencelos, kembali merasa bahwa dirinya juga sangat merindukannya senyuman pria dihadapannya.

Yeowool menggeleng pelan. Ini sungguh tidak benar! Aku pasti sudah gila! pikirnya lagi.

"Aku akan melepaskanmu kali ini. tapi jika aku melihatmu melakukan hal seperti ini lagi pada wanita manapun, aku akan memenjarakanmu!" ujar Yeowool kemudian berbalik pergi meninggalkan Kangchi.

Kangchi masih tersenyum, menatap punggung Yeowool yang semakin menjauh.

"Kau sepertinya tidak berubah." gumam Kangchi.

***
Yeowool masuk kedalam mobilnya dengan tergesa, menghempaskan kepalanya disandaran kursi mobil.

"Ada apa denganku?! Diam saja saat dipeluk oleh pria asing dan melepaskannya hanya karena sebuah senyuman?! Kau seharusnya membanting, menendang dan memenjarakannya, Yeowool bodoh! Aishh!!" teriaknya frustasi kemudian melajukan mobilnya pergi.

Yeowool mengemudikan mobilnya gelisah, entah kenapa hatinya tiba-tiba tak tenang.

Dan tiba-tiba semua mimpinya kembali terbayang, semua kenangan yang terlupakan tergambar jelas bagaikan film yang berputar cepat diingatan Yeowool.

Dan wajah pria dalam mimpinya kini terlihat jelas. Bagaimana senyumnya, tawanya, tingkah cerianya, wajah sedihnya dan pelukkan hangat pria itu, semua tergambar jelas diingatannya.

Ban mobil Yeowool berdecit, gadis itu menepikan mobilnya dan menginjak rem mendadak. Matanya menerawang, memikirkan sesuatu.

"Kangchi-ah. . " Lirihnya.

***

Yeowool keluar tergesa, setengah berlari menuju tempat pertemuannya dengan Kangchi tadi. Namun, Kangchi sudah tak ada disana. Gadis itu menoleh kesana kemari, mencari sosok Kangchi, namun tak menemukannya.

Yeowool hampir menangis saat sebuah suara mengagetkannya.

"Aku tahu kau pasti akan kembali."

Yeowool menoleh dan melihat sosok yang dicarinya.

"Kangchi-ah."

"Kau mengingatku?" tanya Kangchi lembut dan berhenti tepat dighadapan Yeowool.

"Maaf, aku tak mengenalimu." lirih Yeowool.

"Aku menepati janjiku. Jika aku bertemu denganmu lagi, maka saat itu aku akan mengenalimu lebih dulu. Jika aku bertemu denganmu lagi,maka saat itu aku akan mencintaimu lebih dulu.” ujar Kangchi.

Yeowool menangis, Kangchi menangkup wajah Yeowool dengan kedua tangannya dan menghapus air mata gadis yang dirindukannya.

"Sekarang aku akan benar-benar mencari Buku Keluarga Gu, menjadi manusia, menjadi tua dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu." Kangchi tersenyum lembut menatap Yeowool.

Yeowool tersenyum dan memeluk Kangchi.

"Aku merindukannmu, aku memimpikanmu. Maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama. Ini aku, kita bertemu kembali. Aku mencintaimu," lirih Yeowool sambil menangis.

Kangchi mengeratkan pelukkannya.

"Tak masalah jika aku harus menunggu 400 tahun, 500 tahun, 1000 tahun atau bahkan berjuta-juta tahun. Aku akan tetap menunggu hingga kita kembali bertemu. Aku mencintaimu," bisik Kangchi kemudian tersenyum bahagia.

Yeowool ikut tersenyum bahagia dan mengeratkan pelukkannya.

Apapun yang terjadi, aku tidak ingin berpisah lagi denganmu, suara hati Yeowool dan Kangchi bersamaan.

~END~

4 comments :

  1. Two thumbs up
    Keyennn
    Bikin sesek tapi hihi terharuu

    ReplyDelete
  2. Terharu sampe keluar air mata baca ff πýά seandai'a drama'a ending kyk gini "̮ƗƗéƗƗéƗƗê"̮ ƗƗëƗƗëƗƗè"̮ ƗƗéƗƗêƗƗé"̮..

    ReplyDelete