July 8, 2013

Gu Family Book : Fanfiction - Maymi Emilia


Fanfiction Kang Chi, The Beginning (Gu Family Book) - Maymi Emilia


422 tahun kemudian..

Seorang pria masuk dengan tergesa-gesa ke sebuah penthouse mewah. Ia tanpa ragu menggedor-gedor pintu kamar si pemilik. “YA! Choi Kang Chi! Apa kau akan menghindar lagi kali ini?! Cepat buka!” seru pria itu.

“Hyung...tolonglah ya? Sekali ini saja, gantikan aku lagi!” pinta Kang Chi, ia masih belum mau membukakan pintu.

“YA! Ini sudah ke 4 kalinya! Aku benar-benar tidak bisa melakukannya lagi! Kau membuatku terlihat seperti pria jahat di depan wanita-wanita itu!” seru pria itu.

“Yeon Seok-ah..,” sapa seseorang yang membuat Yeon Seok a.k.a Tae Seo terkejut. “A..anyyeong bibi dan.. paman? Kalian datang bersama? Paman, apa urusanmfu di Jepang sudah selesai?” tanya Yeon Seok heran.

“Eo... bagaimana kabarmu Yeon Seok-ah?” tanya papi Choi Jin Hyuk a.k.a Wol Ryung.

Belum sempat Yeon Seok menjawab, Kang Chi tiba-tiba keluar dari kamar. “Abeoji... eomoni... kapan kalian datang?” tanya Kang Chi dengan wajah lucunya.

Mami Seo Hwa (tetep aku panggil Seo Hwa aja ya...) tersenyum melihat putranya, tapi senyumnya hilang saat ia mengingat perkataan Yeon Seok tadi. “Kang Chi-ya... apa benar kau meminta Yeon Seok menggantikanmu di acara perjodohan?” tanya Seo Hwa tajam.

“Apa? Ee..itu..,” Kang Chi bingung menjawabnya.

“Kang Chi-ya... kau ingat Gonita kan? Ibu akan langsung menjodohkanmu dengannya jika kau menghindari lagi acara malam ini,” ancam Seo Hwa sambil tersenyum. Wol Ryung menambahkan,

“Bagaimana kalau kita langsung nikahkan saja dia?”

Kang Chi bergidik ngeri mendengar perkataan orang tuanya itu, ia pun langsung bergegas ke kamarnya dan mengambil kunci mobil. “Aku akan pergi. Di kafe biasakan? Aku menyayangimu.” dan...cup! Kang Chi memberi kecupan kecil dipipi ibunya. “Dah..,” ucapnya sambil berlalu pergi.

Seo Hwa tersenyum geli melihat kelakuan putranya.

“Aigoo... lihat itu. Begitu senangnya kah kau karena dicium oleh puteramu?” sindir Wol Ryung.

“Omo yeobo... apa kau cemburu? Lagipula dia adalah putramu juga, putra kita. Walaupun dia lahir bukan lewat rahimku, aku selalu percaya kalau ada ikatan khusus diantara kami,” ujar Seo Hwa pelan.

“Aku juga merasa seperti itu. Kau benar istriku, dia adalah putra kita. Choi Kang Chi,”ujar Wol Ryung pelan.

Kang Chi melangkah menuju mobilnya, langkahnya terhenti saat suara yang tidak asing lagi terdengar meneriakkan namanya. “Kang Chi Oppa!” seru gadis itu sambil berlari menghampiri Kang Chi.

“Chung Jo-ya,” sapa Kang Chi.

“Aigoo... kau memanggilku seperti itu lagi. Sudah berapa kali kukatakan, namaku Yoo Bi!” seru gadis itu kesal.

“Ah, mianhe.. kurasa aku semakin tua, aku jadi sering lupa. Hehe..,” kata Kang Chi sambil terkekeh pelan.

“Kau bahkan tidak lebih tua dari Oppa ku..,” gerutu Yoo Bi. “Tapi Oppa... kau mau kemana?” sambung Yoo Bi heran.

“Aku akan pergi ke acara perjodohan.”

“Mwo?! Haha... Oppa, apa kau sudah melupakan gadis itu? Kau bilang kau tidak mau menikah karena hatimu hanya untuk gadis itu. Kau berubah pikiran sekarang?” tanya Yoo Bi.

“Ya! Mana mungkin! Sampai kapanpun aku akan menunggu gadis itu, tidak peduli apapun yang terjadi, aku akan selalu menepati janjiku padanya.” jawab Kang Chi tegas.

“Arraso arraseo.. tapi, kenapa kau pergi sekarang?” sindir Yoo Bi.

“Aku akan menolak wanita yang akan dijodohkan denganku itu secara langsung. Aku tidak mungkin terus merepotkan Oppa mu kan?” jawab Kang Chi.

Yoo Bi tersenyum mendengarnya, “Baiklah, kalau begitu sukses ya!” kata Yoo Bi memberi semangat. Yoo Bi melangkah pergi tapi kemudian ia kembali dan berkata, “Kau akan ke kafe biasakan? Sampaikan salamku pada Sung Joon Oppa ya?”

Kang Chi terkekeh pelan, “YA! Dia itu milik Gonita!”.

“Anii.. dia milikku!”, seru Yoo Bi sambil melangkah pergi. “Aigoo... ia sangat anggun dimasa lalu, ada apa dengan dirinya yang sekarang?” gumam Kang Chi heran.

Kang Chi tiba di kafe milik Sung Joon. Kang Chi tersenyum geli saat melihat Gonita ada disana dan sedang asik merayu Sung Joon, tapi Sung Joon? Stay Cool...*wink*

Kang Chi mengambil posisi duduk di dekat jendela. Kang Chi tersenyum melihat langit malam yang hanya dihiasi sang bulan sabit yang bersinar terang, “Itu yang ke-5221, Yeo Wool-ah..”, gumamnya.

Senyuman di wajahnya tiba-tiba saja hilang, raut wajahnya berubah menjadi sedih, matanya menerawang entah kemana, “Aku sangat merindukanmu sekarang..”, ujarnya lirih. Ia memejamkan matanya, mencoba menguatkan hatinya, tapi entah kenapa kerinduan yang ia rasakan saat ini begitu menyakitkan hingga ia meneteskan air mata.

Angin bertiup kencang seperti merasakan kesedihan Kang Chi. Angin itu mampu bertiup hingga membuat hati seorang wanita terhenyak merasakan sakit tiba-tiba. Wanita itu akan masuk ke kafe, namun ia mengurungkan niatnya saat ia merasakan hal yang aneh didadanya, “Ada apa ini? Kenapa rasanya sakit sekali?”, ujarnya lirih sambil memegangi dadanya.

Wanita itu menghela nafas panjang sebelum melangkah masuk. Namun saat ia akan masuk, Gonita berteriak, “Pencuri!”. Wanita itu bingung dan terkejut, seorang pria berlari keluar kafe dan tanpa sengaja menabraknya. Pria itu terus berlari, dan insting polisi milik wanita itu *oke, aku mulai capek menulis “wanita itu” mari kita panggil saja namanya yang tak lain adalah Yeo Wool* mulai bekerja, ia mengejar pencopet itu.

Kang Chi yang melihat adegan pencopetan itupun ikut mengejar si pencopet. Gonita hanya bisa menangis sedih kehilangan tasnya, sedangkan Sung Joon? Stay Cool....hehe

Kang Chi yang menggunakan kekuatan gumihonya berhasil mengejar pencopet itu, namun saat ia akan menangkapnya, ia kalah cepat dengan seseorang. Yeo Wool menyerang pencopet itu dengan tendangan berputarnya. 

Pencopet itu jatuh tersungkur, ia pun segera pergi dan meninggalkan tas milik Gonita. Yeo Wool tersenyum menang, ia mengambil tas Gonita, namun ia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya. Yeo Wool menoleh dan akhirnya matanya beradu pandang dengan mata pria yang selama ini begitu merindukannya.

“Yeo Wool-ah...”, tanpa sadar Kang Chi memanggil namanya.

Yeo Wool terkejut, “Bagaimana kau tau namaku?”, tanyanya bingung.

Kang Chi tidak menjawab, ia berjalan mendekati Yeo Wool. Namun Yeo Wool-nya justru melangkah mundur, bukan karena takut, tapi karena ia tiba-tiba merasakan rasa sakit itu lagi. Dari sorot matanya, Kang Chi terlihat terluka karena Yeo Wool tidak mengingatnya dan malah menjauhinya, namun seketika ia sadar akan janjinya dulu, “Ketika kita bertemu lagi, maka saat itu, aku yang akan pertama mengenalmu. Dan saat itu, maka aku akan jadi yang pertama mencintaimu.” Kang Chi tersenyum mengingatnya.

Belum sempat ia mengatakan sesuatu, Gonita dan Sung Joon muncul. Gonita berterimakasih pada Yeo Wool, sedangkan Sung Joon? Masih stay cool...

Gonita dan Sung Joon pun pergi dari tempat itu setelah mengambil tas milik Gonita.

Kang Chi memperhatikan tempatnya sekarang berada, dibawah pohon sakura yang diterangi oleh cahaya bulan sabit. Kang Chi terdiam lama sebelum akhirnya tersenyum tipis dan melangkah pergi, ia melangkah dengan pelan dan mulai berhitung, “Satu...dua...ti...”

“Ya! Kau mau kemana? Kenapa tidak kau jawab pertanyaanku?!” seru Yeo Wool.

Kang Chi tersenyum dan berbalik, ia berpikir sejenak dan berkata, “Temui aku besok disini. Jika kau tidak datang, maka aku akan menikahi gadis lain.”, katanya seraya tersenyum. “M...Mwo?”, Yeo Wool merasa bingung dengan sikap pria aneh didepannya itu.

Keesokan malamnya, Yeo Wool yang penasaran ternyata datang untuk menemui Kang Chi. Tapi ia tidak sendiri, ia membawa Park Soo Ha!...*YEAH* Soo Ha kesal karena dipaksa untuk ikut dengan Yeo Wool.

“YA... Sudah kubilang, aku akan membantumu supaya bisa dekat dengan Pengacara Jjang! Kalau perlu akan kukirim Pengacara Cha itu ke pulau komodo agar ia jauh dari Pengacara Jjang! Jadi bantu aku ya?”

Soo Ha mengangguk, “ Tapi kau janji ya. Janji?”, katanya.

Yeo Wool mengangguk, “Aku janji” *ini sebenarnya cerita apasih?*. Yeo Wool celingak celinguk mencari Kang Chi, dilihatnya Kang Chi sedang bersandar disalah satu pohon sakura. Kang Chi memegang erat setangkai bunga ungu yang terasa tidak asing bagi Yeo Wool. Kang Chi memandangi bunga itu, lalu ia tersenyum. Tanpa sadar, Yeo Wool yang memperhatikan dari jauh, ikut tersenyum melihatnya.

“Ya... Apa yang kau lakukan?”, tegur Soo Ha. Yeo Wool pun segera sadar, ia pun menyuruh Soo Ha beraksi. Soo Ha pun berjalan mendekati Kang Chi, dan duduk tak jauh darinya. Ia berusaha mendengar pikiran Kang Chi. Ia mengernyitkan keningnya bingung. Ia pun duduk lebih dekat dan semakin dekat.

Kang Chi memperhatikan Soo Ha dengan heran dan akhirnya bertanya apa yang sedang dilakukannya. Tanpa menjawab, Soo Ha memasang wajah coolnya dan pergi dari sana. Kang Chi merasa bingung namun kemudian ia kembali memperhatikan bunga ungunya dan sesekali melihat sekeliling mencari sosok Yeo Wool yang tak kunjung datang.

Soo Ha melaporkan pada Yeo Wool kalau ia tidak mendengar apapun. Yeo Wool tidak percaya, tapi Soo Ha sungguh-sungguh, “Aku tidak mendengar apapun dari pikirannya. Bahkan saat seseorang tidak sedang berpikir pun aku bisa mendengarnya, tapi kali ini sungguh tidak ada apapun. Kurasa dia bukan manusia..”

Yeo Wool menghardik Soo Ha, “Ya! Omong kosong apa itu?! Bagaimana mungkin dia bukan manusia... Huh, kau menyebalkan. Aku akan berpikir ulang untuk menyomblangkan kau dan Pengacara Jjang! Pergi sana!”. Soo Ha pun pergi sambil menggerutu kesal.

Yeo Wool kembali memperhatikan Kang Chi dari jauh. Tatapan penasarannya lambat laun berubah menjadi tatapan kerinduan saat ia melihat senyum Kang Chi. Dadanya tiba-tiba kembali sakit. Dan lagi.... angin kembali bertiup kencang dan bahkan sekarang mampu membuat bunga-bunga sakura beterbangan dari pohonnya dan juga membuat bunga yang sedari tadi digenggam Kang Chi layu seketika.

Kang Chi terkejut, begitu pula Yeo Wool. Namun Kang Chi tak lama tersenyum, tiba-tiba saja matanya berkilat hijau dalam sekejap. Yeo Wool tertegun melihatnya. Namun mata hijau itu kembali hitam dan butiran cahaya biru bermunculan mengelilingi sang bunga dan membuatnya mekar kembali dalam seketika. Yeo Wool terpana melihatnya, tanpa sadar iapun berjalan mendekat ke arah Kang Chi. Kang Chi tersenyum melihat kehadiran Yeo Wool. Yeo Wool duduk disebelah Kang Chi. Ia bertanya bagaimana Kang Chi bisa melakukan hal seperti itu.

Kang Chi terkejut, “Kau melihatnya?” Yeo Wool mengangguk. Kang Chi tersenyum, “Dan kau tidak takut?”

“Apa?” tanya Yeo Wool heran, entah ia heran karena apa, mungkin karena ia sendiri bingung mengapa ia tidak merasa takut. “Entahlah..,” jawabnya ragu.

“Kau masih orang yang sama..,” ujar Kang Chi pelan.Yeo Wool semakin bingung. Kang Chi kembali berubah, namun hanya matanya yang menghijau. Yeo Wool terkejut, namun ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tatapan mata Kang Chi. Mereka berpandangan dalam diam selama beberapa saat. Tiba-tiba Yeo Wool memegang dadanya. Kang Chi terkejut, matanya kembali berubah hitam. “Yeo Wool-ah.. kau tak apa?” tanya Kang Chi khawatir.

Yeo Wool bertanya dengan lirih, “Kau...siapa kau sebenarnya?” Kang Chi tertegun mendengar pertanyaan Yeo Wool. Bibirnya mengukir senyum namun matanya berkaca-kaca, “Kau mengingatku, iya kan?”

Yeo Wool terdiam, dadanya semakin sakit. “Sakit sekali...”, ucapnya lirih.

Kang Chi terhenyak mendengarnya, “Yeo Wool-ah..”

Yeo Wool menatap Kang Chi tajam, “Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau memberikan rasa sakit seperti ini padaku?! Siapa kau sebenarnya?!” Yeo wool berteriak frustasi karena tak kuat menahan sakit di dadanya atau lebih tepatnya...di dalam hatinya.

Kang Chi tidak bisa berkata-kata, ia tidak menyangka jika pertemuannya dengan Yeo Wool, justru menyiksa perasaan kekasihnya itu. Kang Chi pun tersenyum getir, ia tidak mampu menahan kesedihannya, digenggamnya tangan Yeo Wool, dan ia pun menyerahkan sang bunga ungu pada pemiliknya sambil berkata lirih, “Maaf..”

Kang Chi pun pergi meninggalkan Yeo Wool yang menatap bingung bunga ungu ditangannya. Yeo Wool akan membuang bunga ungu itu saat tiba-tiba butiran cahaya biru kembali muncul mengelilingi sang bunga dan pemiliknya. Butiran cahaya biru itu bagaikan kunci memori seluruh kenangan Yeo Wool dan Kang Chi yang selama ini jauh terkubur didalam pintu hati Yeo Wool yang tertutup rapat dan tak pernah tersentuh sekalipun. Namun pada akhirnya, pintu itupun terbuka dan seluruh kenangan itupun keluar dan berputar cepat memenuhi seluruh relung hati dan pikiran wanita itu.

Yeo Wool mengingat semuanya, ia tak kuasa menahan air matanya, ia jatuh terduduk dan memukuli dadanya yang terasa sakit sekali. Yeo Wool pun memanggil nama itu, “Kang Chi-ya...”

Yeo Wool bangkit dan berusaha mengejar Kang Chi. Namun ia tak dapat menemukan pria yang sangat dirindukannya itu. Yeo Wool kembali menangis terisak, “Kang Chi-ya..”

Tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluknya dengan erat dari belakang. Tangan itu yang dulu selalu bersamanya namun ia lepaskan, kini kembali memeluknya. “Jangan melakukannya lagi. Jangan pergi lagi meninggalkanku. Jangan berpura-pura tidak mengingatku ketika kau mengingatku..”, ujar Kang Chi lirih.

Yeo Wool terpaku mendengarnya. Digenggamnya lengan Kang Chi yang memeluknya, “Maafkan aku, Kang Chi-ya... Maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama..”

Kang Chi tersenyum, ia membalikkan tubuh Yeo Wool supaya menghadapnya. Yeo Wool menunduk, tidak berani menatap Kang Chi. “Tatap mataku, Yeo Wool-ah..”, pinta Kang Chi.

Yeo Wool mengangkat wajahnya. Ia terpaku melihat wajah Kang Chi yang penuh dengan air mata. Yeo Wool pun merengkuh wajah Kang Chi dengan kedua tangannya, “Jangan menangis Kang Chi-ya...”, ucapnya lirih. “Aku sangat merindukanmu...”, sambungnya.

Kang Chi membelai wajah Yeo Wool dan berkata, “Tidak...aku lebih merindukanmu.” Dengan lebih pelan Kang Chi berujar, “Menikahlah denganku…”

Yeo Wool tersenyum namun ia menjawab, “Aku masih tidak bisa memasak nasi yang enak.”

“Aku yang akan memasaknya untukmu. Menikahlah denganku.”, pintanya lagi.

Yeo Wool tersenyum namun ia masih jual mahal, “Kau mungkin akan menyesal. Aku masih tidak mahir menjahit.”

“Kau tidak perlu menjahit apapun. Menikahlah denganku.”, pinta Kang Chi lagi. Belum sempat Yeo Wool menjawab, kali ini Kang Chi yang berkata, “Aku tidak akan menangis lagi. Aku juga tidak akan membiarkanmu menangis lagi. Kali ini, biarkan aku yang memberimu kenangan yang membahagiakan. Kali ini, biarkan aku yang menjadi senyumanmu. Yeo Wool-ah… aku mencintaimu,” ucapnya sambil tersenyum. Yeo Wool menangis haru, “Kang Chi-ya…”, ia pun memeluk Kang Chi erat, “Aku juga mencintaimu.”

“Dan saat itu...waktuku pun berjalan kembali..”

Kang Chi : “Yeo Wool-ah... haruskah kau memelihara laba-laba itu?!”

Yeo Wool : “Tentu saja Oppa... apa kau lupa kata biksu...eh, maksudku peramal So Jung? Kita harus memeliharanya selama 100 hari agar kau bisa menjadi manusia...”

Kang Chi : “Tapi tetap saja kau tidak harus menaruhnya dikamar kita kan? Bagaimana kalau dia lari ke ranjang kita?”

Yeo Wool : “Laba-laba tidak berlari Oppa.. lagipula, eh, tunggu.. dimana dia? Oppa!”

Kang Chi : “Ke..kenapa?”

Yeo Wool : “I..itu dia di kepalamu..”

Kang Chi : “MWO?! TURUNKAN DIA DARI KEPALAKU!”

^TAMAT^


10 comments :

  1. haha ceritanya lucu...suka suka ^^

    ReplyDelete
  2. Lucu2..... nghibur bgt.

    ReplyDelete
  3. benar2 LSG bgt karakternya, selalu bertingkah gak jelas seakan gk punya dosa tapi gampang nangis. suka suka

    ReplyDelete
  4. Wah ini lucu wkwkwk:D knp jd ada park so haa wkwkwk

    ReplyDelete
  5. daebak.., yang ini super duper lucu.., pgen ktawa trus.., hahaha

    ReplyDelete
  6. gu family book >< i hear your voice.
    keren....

    ReplyDelete
  7. Suka bagian terakhir .. Lucu Kreatif ..

    ReplyDelete