May 31, 2013

Sinopsis Gu Family Book Episode 16 - 1

Sinopsis Gu Family Book Episode 16 – 1


Kang Chi kaget mendengar pria itu menyebutkan namanya, “Wol Ryung” dan juga bertanya apakan dia adalah anaknya Seo Hwa.  Kang Chi menjawab kalau itulah yang dikatakan Biksu itu  padanya. Dan ia merasa kalau Biksu So Jung telah bercerita banyak tentangnya karena Wol Ryung juga tahu kalau ia sedang mencari Buku Keluarga Gu.



Namun yang tak ia duga adalah tebakan Wol Ryung yang bertanya alasan Kang Chi mencari Buku Keluarga Gu, “Apakah karena Dam Yeo Wol? Jika memang karenanya, lupakan saja. Aku akan mengampunimu jika kau berhenti berkeinginan menjadi manusia dan tetap menjadi gumiho.”


Kang Chi merasa ucapan Wol Ryung tak masuk akal. Memang siapa diri Wol Ryung yang bisa menyuruhnya untuk menghentikan keinginannya menjadi manusia? Tanpa ekspresi Wol Ryung menjawab kalau Kang Chi tahu betul siapa dirinya sebenarnya.

Tapi Kang Chi tak peduli siapa Wol Ryung sebenarnya, dan bahkan jika ia tahu pun ia tak akan mengakui hal itu, “Jadi pergilah dariku. Kembalilah ke tempat asalmu dan jangan pernah kembali lagi!”


Tanpa ia duga lagi, Wol Ryung melesat menghampirinya, mendorongnya ke dinding dan mencekik lehernya. Kang Chi mencoba menahan tangan Wol Ryung dengan mencengkeram pergelangan tangannya, tapi sia-sia. Ia tetap tersengal-sengal mencari nafas, dan Wol Ryung pun juga tak peduli,

“Percayalah padaku. Mempercayai manusia hanya akan berakhir pada pengkhianatan. Mereka tak pernah akan menerimamu dan mempercayaimu. Mereka akan mengucilkanmu karena berbeda dan akan melukaimu. Ini adalah peringatan dariku. Tinggalkan dunia manusia secepatnya.”

“Kau ingin aku pergi dan tinggal di hutan sendiri menjadi monster sepertimu?” terengah-engah Kang Chi bertanya.. Ia mencengkeram tangan Wol Ryung masih mencoba melepaskannya. Tapi tetap sia-sia. 

“Tak pernah mati, tak pernah sakit, tak pernah tahu kapan hidup abadi ini akan berakhir, sendiri tanpa dapat menemui orang yang aku cintai? Kau ingin aku hidup sendirian seperti itu?” Kang Chi meneteskan air mata, “Maaf. Tapi aku tak bisa. Impianku adalah hidup seperti manusia.”


Mendadak muncul Guru Gong Dal yang memuji jawaban Kang Chi, “Kau benar-benar adalah muridku.” Guru Gong Dal pun menebak kalau Wol Ryung adalah pelaku pembunuhan di dalam hutan dan menyuruhnya untuk segera melepaskan Kang Chi.


Kang Chi panik melihat keberanian Guru Gong Dal dan meminta gurunya untuk tak mendekati mereka. Tapi terlambat karena sekarang Wol Ryung melepaskannya dan menyerang Guru Gong Dal. Namun walau sudah lepas dari cengkeraman Wol Ryung, tubuh Kang Chi masih merasa lemas.


Guru Gong Dal sempat memberikan perlawanan. Tapi hanya beberapa jurus saja karena Wol Ryung dengan mudah melumpuhkannya dan sekarang ia mencekik Guru Gong Dal. Jauh lebih keras dan mengerikan karena sekarang mata Wol Ryung memerah.


Kang Chi berteriak melihat gurunya berkelojotan karena cekikan Wol Ryung. Yeo Wool mendengar teriakan itu. Begitu pula Guru Dam dan Gon. Namun sayang Yeo Wool tak bisa keluar kamar karena Gonita melarangnya pergi, apapun yang terjadi.


Kang Chi langsung melepas gelangnya. Walau wujudnya tak menjadi gumiho, tapi matanya menghijau. Wol Ryung melihat perubahan wujud Kang Chi dan ia pun menyuruh Kang Chi untuk melepaskan keinginannya menjadi manusia, “Jika tdak aku akan menghancurkan semua yang berhubungan denganmu.”


Nyawa Guru Gong Dal sudah hampir di ujung saat Kang Chi menyerang Wol Ryung. Tapi ia hanya meneyrang angin karena Wol Ryung telah lenyap. Kang Chi mencoba membangunkan gurunya, tapi Guru Gong Dal sudah hampir tak bernafas karena bekas cengkeraman tangan Wol Ryung sudah meninggalkan luka di lehernya,


Masih tetap dengan mata gumihonya, tanpa pikir panjang Kang Chi mengambil batu dan dengan sisi batu yang tajam, ia mengoyak tangannya sehingga mengucurkan darah. Buru-buru ia tempelkan tangannya pada leher Guru Gong Dal.


Hingga ia merasakan sebuah pedang mengarah ke arahnya. Oleh Guru Dam yang menyuruhnya menyingkir dari tubuh Guru Gong Dal.


Ternyata tak hanya Guru Dam, tapi juga Gon dan sebagian murid Moo Hyung Do telah mengepungnya dengan pedang terhunus. Kang Chi pun mengangkat tangannya, dan dalam sekejap darahnya berubah menjadi cahaya kebiruan, menyembuhkan luka itu. Namun tak ada yang menyadari perbuatan Kang Chi karena Guru Gong Dal masih pingsan.


Beberapa murid langsung membopong Guru Gong Dal pergi dan Sung memungut gelang Kang Chi yang tergeletak di tanah. Guru Dam tetap menghunuskan pedang ke arah Kang Chi, tak menggubris tatapan memohon Kang Chi.


Wol Ryung kembali ke goa dan menarik lengan bajunya. Cengkeraman tangan Kang Chi ternyata bisa melukainya. Dan lukanya tetap seperti itu, tak sembuh dengan sendirinya.


Sementara itu, wanita Jepang itu menebak alasan Tae Soo kemari adalah karena Tae Soo penasaran pada dirinya. Dan ia senang Tae Soo kemari karena iapun juga penasaran akan diri Tae Soo. Perlahan ia pun membuka topi cadarnya dan tersenyum memandang Tae Soo.


Ia pun menawarkan teh dan kesempatan baginya dan Tae Soo untuk saling memberi pertanyaan. Tae Soo pun bertanya apakah wanita Jepang itu adalah wanita asli Jepang? Wanita Jepang itu tersenyum dan membenarkan dugaan Tae Soo. Ia pun bertanya apakah Tae Soo memihak Jo Gwan Woong?


Tae Soo berkata kalau tindakannya ini hanyalah demi untuk melindungi adiknya. Wanita itu mengangguk maklum. Ketika Tae Soo bertanya tentang apa hubungan wanita itu dengan Jo Gwan Woong, wanita itu menjawab kalau hubungannya adalah saling tukar informasi dan uang sesuai apa yang mereka butuhkan.

Tapi saat Tae Seo bertanya bagaimana cara penggunaannya, wanita itu menolak menjawab karena sekarang adalah gilirannya untuk bertanya. Dan ia pun melemparkan pertanyaan terakhir (yang berarti tak ada kesempatan lagi bagi Tae Soo untuk bertanya),

“Apakah kau ingin merebut penginapan ini kembali? Jika kau mau, aku dapat melakukannya untukmu.”


Keesokan paginya, Gon menemui Yeo Wool. Ia menceritakan kalau semalam Kang Chi telah menyerang Guru Gong Dal dan Gon menduga kalau hal itu terjadi karena Kang Chi semakin susah untuk mengendalikan diri. Sekarang Guru Gong Dal masih belum sadarkan diri dan Kang Chi dijaga ketat.


Yeo Wool kaget mendengarnya dan bersikeras untuk memeriksanya sendiri. Tapi Gon melarangnya pergi.
Yeo Wool tetap memaksa karena yakin kalau Kang Chi tak akan tega melakukan ini, sehingga Gon pun berkata keras, 

“Guru Gong Dal sudah terluka parah! Dan saat itu Kang Chi berada disebelah beliau dengan wujud aslinya. Apakah aku perlu menceritakan lebih banyak lagi?”
Yeo Wool terpaku mendengar cerita Gon.


Ternyata benar. Kang Chi sekarang bersimpuh di aula dan dijaga oleh tak hanya satu atau dua murid, tapi 9 murid yang bersenjata tombak. Salah satu murid (yang dulu pernah diceramahi oleh Yeo Wool) berkata kalau ia sudah menduga kalau hal ini akan terjadi dan sekarang korbannya adalah Guru Gong Dal.


Tapi Sung meragukan kalau Kang Chi adalah pelakunya. Murid itu pun berkata kalau bukti mengarah pada Kang Chi. Perbuatan itu bukan perbuatan manusia.


Sebagian murid menghadap Guru Dam dan mengungkapkan kekhawatiran mereka akan jatuhnya korban lagi setelah teman mereka yang tewas dan Guru Gong Dal.


Mereka dikejutkan oleh kedatangan Lee Soon Shin yang mendadak datang ke Moo Hyung Do karena dikabari tentang kejadian semalam.


Rupanya Kang Chi tak tahan berdiam di aula terus. Tanpa memedulikan kepungan itu, ia berdiri dan melangkah keluar. Para murid langsung mengejar dan menahannya dengan tombak yang teracung ke arahnya. Tapi Kang Chi tak peduli. Ia ingin menemui guru mereka. Tombak semakin teracung mendekati tubuhnya, maka ia pun menggertak mereka dengan menggenggam tombak itu.


Murid-murid itu pun ketakutan. Tombak masih teracung, tapi mereka gemetar untuk menghadapi Kang Chi. Kang Chi tahu tak sulit baginya untuk mengalahkan mereka, tapi terngiang kata-kata yang pernah diucapkan Yeo Wool, “Kang Chi-ya, Jangan lakukan hal itu. Mereka juga perlu waktu untuk menerimamu. Kau tahu itu, kan?”

Whoaa.. bahkan ingatan akan ucapan Yeo Wool pun bisa menjaga emosi Kang Chi, karena ucapan Yeo Wool-lah yang menghentikan niat Kang Chi untuk berkelahi.


Untung Kang Chi dapat mengingat ucapan Yeo Wool karena Yeo Wool sendiri sekarang masih tertahan di ruangannya di hadapan Gonita yang menyuruhnya untuk duduk tegak dan tak menggigiti kukunya. Yeo Wool hanya bisa menuruti perintah itu dan menatap bunga ungunya dengan cemas.


Sementara itu Kang Chi merasa disidang oleh Lee Soon Shin yang bertanya apa yang dilakukan Kang Chi malam tadi, karena walau Kang Chi mengatakan tak melakukannya tapi semua bukti mengarah padanya. Jika bukan Kang Chi maka Lee Soon Shin pun bertanya siapa pelakunya?


Kang Chi langsung teringat ucapan Wol Ryung yang mengatakan kalau manusia tak akan pernah mempercayai mereka (gumiho) dan akan mengucilkan  mereka. Ia pun bertanya setengah menuduh, “ Anda juga tak mempercayai saya? Karena saya bukan manusia, dan saya berbeda dari mereka, jadi Anda mencurigai saya?”


Lee Soon Shin hanya bertanya siapa pelakunya. Tapi Kang Chi menganggap kalau Lee Soon Shi memang tak mempercayainya. Lee Soon Shin pun menjawab kalau rasa percaya itu tak langsung  muncul dalam satu hari seperti jatuh dari langit, “Kepercayaan itu adalah hal yang harus dibangun melalui sebuah hubungan. Jika orang-orang itu tak mempercayaimu, berarti kau tak membangun hubungan dengan lebih baik. Jangan salahkan orang lain.”

“Jadi semua ini adalah salah saya?”

“Kaulah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam hidupmu,” tandas Lee Soon Shin.

“Tak peduli apa yang telah saya lakukan, tak seorangpun mau mengakuinya…”


“Jika apa yang kau lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain, itu adalah munafik, Kang Chi-ya!” potong Lee Soon Shin keras membuat Kang Chi tertegun.

Damn.. this old man is so wise..

Kang Chi pun mengatakan kalau bukan ia pelakunya. Lee Soon Shin menatap Kang Chi, dan berkata kalau kadar kepercayaan akan seseorang itu sebesar hubungan antar kedua orang itu, “Jika kau ingin dipercaya, pertama-tama belajarlah untuk bergaul dengan mereka.”


Kembali Kang Chi tertegun, karena kata-kata Laksamana Lee Soon Shin mirip dengan ucapan Guru Gong Dal, “Kau ingin tetap bersama Yeo Wool? Pertama-tama bergaullah dengan murid yang lainnya juga.”


Kang Chi keluar ruangan dan di hadapannya sudah menunggu seluruh penghungi Moo Hyung Do. Ia pun berjalan menghampiri Guru Dam dan memintanya untuk memberikan kesempatan satu kali lagi. Ia masih memiliki waktu 2 hari lagi, “Jika saya tak dapat menjaga sisa lonceng dalam 2 hari ini, saya akan pergi dari tempat ini secara suka rela. Apakah Guru mengijinkannya?”


Guru Dam memandang Kang Chi, ragu. Namun tak lama,Lee Soon Shin keluar dari aula dan berdiri di belakang Kang Chi.


Gonita menjahit sambil terkantuk-kantuk. Dan tak lama pun ia pulas dalam duduknya. Yeo Wool pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini karena begitu Gonita membuka mata, tangan-kaki-dan mulutnya sudah terikat kain.


Tak hanya itu, sekarang Yeo Wool pun sudah tak berhanbok lagi. Gonita mendelik dan (mencoba) berteriak-teriak minta untuk dilepaskan. Tapi Yeo Wool hanya tersenyum bersalah dan minta maaf, “Saya hanya pergi sebentar saja. Anggap saja Guru sekarang sedang beristirahat.”


Gonita semakin mendelik dan meraung. LOL, raungannya mirip Kang Chi si gumiho. Yeo Wool kembali minta maaf, tapi langsung meloncat jendela tanpa mempedulikan teriakan Gonita.


Sepeninggal Yeo Wool, Gonita mencoba berdiri dan berjalan ke arah pintu. Tapi susah sekali berjalan dengan kaki tangan terikat. Tak ayal Gonita terjatuh dan akhirnya ia menyerah.


Ia pun mengguling-gulingkan badannya untuk sampai ke depan pintu. Bwahahaha… Dengan kakinya ia menggedor-gedor pintu. Tapi pengawal di depan yang mendengarnya mungkin menganggap itu adalah gedoran nona mudanya, makanya ia cuek saja.


Tak ditanggapi, Gonita kali ini tak menyerah. Dengan jempol kakinya yang tertutup kain, ia mencungkil pintu sedikit demi sedikit hingga terbuka lebar, membuat pengawal di depan terbelalak kaget. Bwahahaha..


Kang Chi yang sedang mendalami esensi sapu, kaget tapi senang melihat kedatangan Yeo Wool yang langsung menariknya ke dapur. Yeo Wool mengatakan ia hanya dapat kabur sebentar dan harus segera kembali. Ia hanya ingin mengetahui apakah Kang Chi baik-baik saja?


“Bagaimana kondisi Guru Gong Dal sekarang? Kenapa juga kau ada di sana? Semua orang pasti mengiramu yang mencelakai Guru Gong Dal, bukan? Apakah ayah marah padamu? Marah sekali, ya?”


Kang Chi hanya tersenyum menatap Yeo Wool yang sibuk mengkhawatirkannya. Bukannya menjawab sejuta pertanyaan Yeo Wool, ia malah bertanya kondisi pergelangan kaki Yeo Wool yang terkilir. Yeo Wool sedikit kaget ditanyai seperti itu dan menjawab kalau ia sudah sembuh. Tapi menurut Kang Chi jika kaki sudah pernah terkilir, akan mudah terkilir lagi, “Jangan lari-lari dulu dan hati-hati. Oke?”


Yeo Wool mengangguk patuh tapi, “Oy. Apa kau sadar kalau kau itu semakin cerewet akhir-akhir ini?”


Kang Chi tertawa dan meminta Yeo Wool untuk berhenti bergurau. Tapi ada satu hal lagi yang Kang Chi belum tahu, “Kau ini.. juga semakin kelihatan seperti laki-laki akhir-akhir ini.”


Kang Chi tersenyum dan kali ini menjawab lebih perlahan dan lebih menggoda, “Jadi.. apa itu membuatmu bahagia?”


“Kelihatannya seperti apa?” tantang Yeo Wool dan semakin mendongakkan kepalanya menatap Kang Chi.


“Coba kita lihat,” jawab Kang Chi yang semakin menunduk mengamati wajah Yeo Wool, “Kedua matamu menunjukkan kalau kau sekarang hampir mati karena bahagia.”


Yeo Wool mengedikkan kepalanya. Matanya membulat saat menggoda kalau Kang Chi cocok untuk jadi penyair. Yeo Wool tak menyadari, tapi Kang Chi terpesona melihat Yeo Wool. Saat tersadar, ia pun berdehem canggung dan menjauhkan dirinya.


Kang Chi memberitahukan kondisi guru Gong Dal yang sudah membaik. Saat ditanya tentang kondisinya sendiri, Kang Chi hanya tersenyum tipis, “Masih ada harapan. Walau semua senior ingin mengusirku, tapi aku masih punya 5 lonceng yang tersisa.”


Yeo Wol terkejut mendengar Kang Chi sudah mendapat ujian lonceng, “Sejak kapan?” Dan matanya semakin membulat (namun kali ini tak menggoda), mendelik kesal pada Kang Chi yang menjawab sejak kemarin, “Dan kau hanya punya 5 lonceng yang tersisa?”


Dengan percaya diri Kang Chi menenangkan Yeo Wool kalau ia masih punya 5 lonceng, “Dan jika aku dapat menjaganya selama 2 hari ini, Guru bilang aku boleh tetap tinggal di sini.”

Ting..!

“Sekarang kau hanya punya sisa 4.”


Bwahahaha… Yeo Wool kaget melihat Gon yang muncul tiba-tiba. Tapi kekesalan Kang Chi sudah di ubun-ubun, “Aku tak tahu kalau kau ini benar-benar tak tahu malu.”


“Kau yang begitu karena memanggil seorang nona untuk menyelinap keluar dan menemuimu,” balas Gon tak mau kalah.


“Kang Chi tak memanggilku keluar, aku sendiri yang menyelinap kabur,” bela Yeo Wool membuat Kang Chi melipat tangannya menang dan berkata kalau sebegitu tinggi rasa peduli Yeo Wool kepadanya.


Haha.. sakit kepala kayanya si Gon akhir-akhir ini. Gon meminta Yeo Wool untuk segera kembali dan ia akan berpura-pura tak melihat Yeo Wool sekarang. Yeo Wool mencoba menawar waktunya di luar ini sebentaaaarrr… saja.


“Tidak,” seru seseorang yang membuat Yeo Wool terlompat kaget dan menyebut namanya, “Nyonya Yeo Joo..”

Haa… Gonita-nim ini ternyata bernama Nyonya Yeo Joo. Enaknya dipanggil Gonita or Nyonya Yeo Joo, ya? Vote-vote-vote..


Nyonya Yeo Joo ini ternyata bisa buat Yeo Wool mengkeret dan langsung kembali ke ruangannya. Nyonya Yeo Joo mengancam akan melaporkan hal ini pada  Guru Dam jika hal ini terjadi lagi. Kali ini Yeo Wool bertanya bermanis pada Nyonya Yeo Joo, mau buat apa mereka hari ini? Ahh... baju..


Guru Dam khawatir masalah Kang Chi akan menyulitkan Lee Soon Shin. Apalagi sekarang Jo Gwan Woong menyebarkan isu tentang Kang Chi ke telinga masyarakat desa yang dapat menyudutkan posisi Lee Soon Shin. Ia meminta agar Lee Soon Shin memberikan perintah berkaitan dengan hal ini.


Lee Soon Shin berkata kalau dengan bantuan Empat Guru sudah cukup dengan Tae Soo menyusup menjadi antek Jo Gwan Woong, sehingga mereka akan dapat informasi tentang apa rencana Jo Gwan Woong  dan tujuan rombongan Jepang kemari. Jadi untuk masalah Kang Chi, ia akan menanganiny sendiri. Dan ia akan bertemu muka dengan Jo Gwan Woong sendiri.


Rencana itu disampaikan kepada Kepala Polisi yang kemudian menyampaikan pada Jo GwanWoong agar bisa menentukan tempat pertemuan. Jo Gwan Woong pun jual mahal dan mengatakan kalau ia bersedia ditemui di penginapannya. Kepala Polisi terbelalak mendengarnya. Lee Soon Shin adalah seorang laksamana yang tak bisa disuruh-suruh datang tapi Jo Gwan Woong maunya begitu.


Kepala Polisi pun menyampaikan tanggapan Jo Gwan Woong, tapi Lee Soon Shin tak mempermasalahkannya dan akan datang jam 5 sore.


Guru Gong Dal siuman saat Sung sedang merawatnya. Masih dengan mata terpejam, Guru Gong Dal membisikkan sesuatu ke telinga Sung.


Di dapur Kang Chi masih memegang sapu Guru Gong Dal dan tetap belum memahami isi sapu yang dibicarakan oleh Guru Gong Dal. Muncullah Sung yang langsung diminta Kang Chi untuk merebut sapu itu dari tangannya.


Dan dengan mudah Sung merebut sapu itu dari tangan Kang Chi. Dua kali. 


Ha. Sung pun bertanya apakah Kang Chi ingin tahu bagaimana ia bisa merebutnya? Kang Chi pun memohon Sung untuk mengajarkan bagaimana caranya dan Sung pun menjelaskan, “Yang paling penting adalah isinya.”


LOL. Kang Chi menatap Sung tak percaya, “Isi lagi? Bukan isinya. Ajarilah aku jurus.”

Sung pun meminta Kang Chi untuk berpikir jika ada sapu yang bergerak, siapa isi yang ada di belakang sapu tersebut? Dengan penuh keheranan Kang Chi bertanya, “Memangnya ada siapa?”


“Tentu saja itu kau,” jawab Sung langsung. Kang Chi semakin heran mendengar penjelasan Sung yang mengatakan kalau ia adalah isi dari sapu itu karena ialah yang mengendalikan sapu itu, “Aku tak melihat sapu itu, tapi melihat gerakanmu.”


Kang Chi tertawa, ia mengerti maksud Sung. Kali ini ia meminta Sung untuk memegangnya dan ia akan merebutnya. Kali ini ia yakin bisa merebut sapu itu.


Sung pun memegang sapu itu dan memberi aba-aba, “Mulai!” Kang Chi pun fokus dan mencoba merebut sapu itu.

Ia melongo melihat ia gagal merebutnya. Ha.


Tapi ia tak menyerah. Ia kembali berkonsentrasi. Kali ini ia berhasil menangkap sapu itu di udara pada gerakan kedua. Namun hanya sementara karena pertahanan Kang Chi terbuka dan Sung dengan mudah memukul perut Kang Chi, sehingga pegangan Kang Chi pada sapu itu terlepas.


Sung mengarahkan sapu itu hingga hampir menyentuh lonceng di pinggang Kang Chi dan berkata, “Jika sapu ini adalah pedang Gon, ia pasti sudah menebas lonceng itu.” Haha.


Kang Chi melongo menatap sapu itu, kemudian pada lonceng di pinggangnya dan ia berbisik pelan, “Apa mungkin.. kau adalah satu dari Empat Guru itu?” Bwahahaha…


Tentu saja Sung membantahnya. Kemampuannya itu tak ada apa-apanya dari Gon yang adalah terbaik di Joseon setelah Guru Dam. Kang Chi terduduk tak percaya mendengar kata-kata Sung. Sung menyemangatinya untuk tak menyerah, “Laksamana Lee berusaha keras untuk tetap melindungimu bahkan sampai membahayakan dirinya sendiri. Jadi kau tak boleh menyerah di sini.”


Kang Chi kaget mendengar hal ini. Ia pun bertanya pada Gon apakah muncul rumor jelek tentang dirinya dan Jo Gwan Woong menggunakan rumor itu untuk menyudutkan Lee Soon Shin? Gon membenarkan dan Kang Chi bertanya mengapa Gon tak memberitahukannya? Jika ia tahu, ia akan dapat mencegahnya untuk menyebar.


Tapi Gon tak yakin Kang Chi bisa melakukannya, “Kau saja tak dapat meyakinkan teman-temanmu di sini, bagaimana mungkin kau bisa meyakinkan orang-orang di des asana? Berhentilah membuat masalah dan pikirkan saja cara untuk menjaga lonceng-lonceng itu.”


Kang Chi berkata kalau ia memiiki sebuah rencana untuk mematahkan gossip itu dan  membantu Lee Soon Shi, “Jaidi apakah kau mau membantuku?”


Para murid langsung menyuarakan ketidaksetujuannya. Mereka tak percaya pada Kang Chi. Kang Chi pun melepaskan sabuk loncengnya dan berjanji kalau tindakannya nanti akan membayahakan Lee Soon Shin, ia akan keluar dari Moo Hyung Do, tak peduli bagaimana hasil ujian loncengnya, “Aku tak akan pernah kembali dan menampakkan wajahku lagi di sini.”

“Termasuk pada Yeo Wool-ssi?” tanya Gon serius.


“Ya, termasuk dengannya,” jawab Kang Chi yakin. “Waktu sudah mendekati jam lima. Apakah kau ingin melihat Laksamana Lee dalam masalah atau maukah kau menolongku? Apa keputusanmu?”


Para murid menatap Gon menanti keputusannya.

Komentar :

Heheh.. saya memotong sinopsis ini nggak enak banget. Nanggung, ya. Tapi saya bantu jawab, deh. Gon setuju kok, jadi jangan khawatir. :))


Percakapan Lee Soon Shin dengan Kang Chi sangatlah mengena. Menurut saya, ada tiga yang ingin diajarkan oleh Lee Soon Shin.

Pertama adalah bagaimana membangun sebuah kepercayaan.


Kang Chi gagal memperoleh kepercayaan dari murid-murd Moo Hyung Do karena Kang Chi tak pernah bergaul dengan mereka. Kecuali dengan Sung.

Saat di aula, Sung-lah yang mempertanyakan apakah Kang Chi benar-benar bersalah? Kang Chi sering mengobrol dengan Sung (karena mereka sama-sama berkeliaran di dapur) maka Sung pun mengerti bagaimana Kang Chi sehari-hari. Kadar kepercayaan pada Kang Chi jauh lebih besar daripada murid-murid Moo Hyung Do lainnya.

Tapi kadar kepercayaan itu belum cukup besar untuk bisa percaya sepenuhnya pada Kang Chi. Apalagi ada bukti yang jelas memberatkan Kang Chi.


Kadar kepercayaannya tak sebesar Yeo Wool yang mengenal Kang Chi lebih lama. Sehari-hari pun Kang Chi selalu bersama dengan Yeo Wool, sehingga Yeo Wool dapat melihat betapa kerasnya Kang Chi berjuang untuk menjadi manusia. Maka walau sudah ada bukti yang memberatkan, Yeo Wool tetap tak percaya kalau Kang Chi bersalah.

Saat Kang Chi meminta Guru Dam untuk memberikan kesempatan sekali lagi, Guru Dam mulanya ragu. Tapi yang kita dengar selanjutnya adalah ucapan Kang Chi di dapur pada Yeo Wool kalau Guru Dam mau memberinya kesempatan sekali lagi.

Jadi apakah Guru Dam percaya pada Kang Chi? Tidak juga. Ia tetap meragukan Kang Chi. Tapi keraguannya ini dapat ia atasi karena ia percaya pada Lee Soon Shin.


Lee Soon Shin keluar dari aula dan berdiri di belakang Kang Chi, mengisyaratkan kalau ia mempercayai Kang Chi. Maka Guru Dam pun memberi kesempatan Kang Chi untuk menjaga sabuknya karena ia percaya pada Lee Soon Shin. Dan para murid Moo Hyung Do juga memberi kesempatan pada Kang Chi karena percaya pada Guru Dam.


Kepercayaan Guru Dam dan para murid itu sangat lemah karena mereka bukan percaya pada Kang Chi, tapi percaya pada orang yang mempercayai Kang Chi. Dan sewaktu-waktu kepercayaan itu bisa musnah jika mereka melihat ‘ulah’ Kang Chi lagi.


Itulah mengapa Lee Soon Shin mengatakan, “Kadar kepercayaan akan seseorang itu sebesar hubungan antar kedua orang itu. Jika kau ingin dipercaya, pertama-tama belajarlah untuk bergaul dengan mereka.”

Yang kedua adalah kitalah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Jangan salahkan orang lain. Selain Kang Chi, entah mengapa saya langsung teringat pada Chung Jo


Apa yang terjadi pada Chung Jo adalah karena keputusannya sendiri. Mengapa ia bisa menjalani takdirnya sebagai gisaeng, karena pilihannya. Ia yang memilih untuk melepaskan tangan Kang Chi saat Kang Chi pertama kali muncul di Chunhwagwan untuk menjemputnya. Ia tahu ada bahaya Jo Gwan Woong yang selalu mengancamnya, tapi ia tetap memilih tinggal di Chunhwagwan.

Dan yang bisa ikut merasakan pedihnya perasaan Chung Jo saat ini hanyalah  kelima tambur yang setiap hari dipukuli.

Yang ketiga adalah, “Jika apa yang kau lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain, itu adalah munafik, Kang Chi-ya!”

Aih, kalimat itu benar-benar mengena ke diri saya sendiri, deh.  Pak Lee, kok bisa sih kata-katanya dalem banget? 

Selanjutnya : Sinopsis Gu Family Book Episode 16 - 2

57 comments:

  1. Kepercayaan itu bisa diperoleh jika kita berhubungan baik dgn orang disekeliling kita
    *setuju banget* wise lee son shin

    Ternyata wol ryung itu carr juga ya sama kang chi. Krn dia ga mau kang chi nasibnya sama seperti dia.
    Mungkin itu jg berkaitan dgn kepercayaan dia thd manusia ya mba dee.
    Dia kan baru sebentar berhub dgn manusia dan merasa dikhuanati seo hwa.
    Thanks ya sinopnya mba dee^^

    ReplyDelete
  2. Suka suka....
    Fighting....

    ReplyDelete
  3. makasih ya mba dee buat sinop eps 16-1, suka bget ma cerita GFB..
    di tunggu kelanjutannya mba,, fighting ya mba nulis sinopnya...

    -Rizkia-

    ReplyDelete
  4. Hwaaa... Mau yg ke 2 nya...cepet bgt mb dee sinop nya..salut deh..

    ReplyDelete
  5. Sprtix WR menyukai KC,mkax ngotot g mw KC jd manusia,mgkn tkt kl brakhr sprti dirinya^^ap mgkn nanti WR crt sm KC knp dy bs jd iblis sprti skrg?

    seo hwa nanti ap mgkn msh bs trsnym stlh tw WR jg tlh kmbli Sbgi iblis^^

    mgkn dy akn menyesali kptsn kmbli ktmpt itu yg jg tlh mmbuat WR kmbli!!

    Drama in bikin galau dsetiap minggux^^

    Thank you mbk Dee

    ReplyDelete
  6. Hmm lebih suka dipanggil Gonita deeh!
    Hehe ditunggu part 2 nya.
    :)

    ReplyDelete
  7. Hmm lebih suka dipanggil Gonita deeh!
    Hehe ditunggu part 2 nya.
    :)

    ReplyDelete
  8. Hmm lebih suka dipanggil Gonita deeh!
    Hehe ditunggu part 2 nya.
    :)

    ReplyDelete
  9. Gonita ajaaa lbih enak kdengarannya..hehe

    ReplyDelete
  10. kayaknya wol ryung itu khawatir sma kangchi ,dan nggak pgn kangchi nnti nasibnya kayak wol ryung.
    jd dia blg kyk gt ke kangchi, *aduh ini bapak sama anak sma sma ganteng bgt hihihi *

    guru jahitnya yeowool kita panggil gonita aja mbaak dee , hihihi
    thanks bgt sinopnya cepet bgt dipostingnyaa, semangaaat ^^
    *betiibeb*

    ReplyDelete
    Replies
    1. mksh ya bak sinopsisna,,,,,

      Delete
  11. knp aq lbh suka ama drama saeguk, krn sl"u ada kta" yg bs djadikn pmbelajaran..
    hha aq stuju dh ma mb dee kta"ny pak lee mengena bgt ^^

    ReplyDelete
  12. Margareth ImmanuelMay 31, 2013 at 8:34 AM

    Gonita ^^ Senangnya pagi2 dah baca sinop ini....hehehhe ...FIGHT, FIGHT, FIGHT, Dee Unnie nd Fanny Unnie.. dan seperti biasaa, selalu menunggu update di blog ini ^^ gomawo :) :) :)

    ReplyDelete
  13. Gonita...gonita...gonita....go!!!
    Soalnya udah biasa dgn gonita, gonitawati jg boleh wkwkwk..
    Senyum senyum gimana gitu liat kang chi dan yeo wool, manis banget..tp tetep lucu ketika gon muncul hahaha...
    Lanjut mbak dee, gomawo^^

    ReplyDelete
  14. qumawo mbak dee..muncul jg sinopsisnya..ku semankin sukaaaaa bnget ma nih drama..dl gak terlalu suka sm drama seugeuk tp setelah liat drama ini jd suka karen kesannya lbh k drama fantasi..dari lagunya ceritanya.backsounnya bner2 daebak abiss..apa lagi klo nontonnya mlem2 pke hands free hedeeh cucok dah..plus denger lasr wordnya lee seung gi klepek2dah..bahasa kerennya anak2 skarang semakin cetar membahana wakakak (ahjumma lebay :p)
    ku setuju gonita aja mbak dee lbh gampang d ingat..jiakakak..
    bner kata lee soon shin..klo kita melalukan sst hanya untuk mendapat pengakuan org lain itu muna namanya..dalem abiz..satu pembelajaran lagi..
    dtunggu part 2nya ya mbak dee krn ada kisah romantis lagi kyaknya..tp emang ya sutradara nih buat penonton keobrak abrik hatinya..bkin gigit bntal mulu..
    oh ya mbak klo boleh sekarang ratingx guga medical book brp ya?smg tmbah naik dgn adanya ep 16 ini :D

    ReplyDelete
  15. pggil Gonita aj d mb^^
    Aigoo ni drma emg sllu bkn pnsaran pentn,ditunggu ya mb part 2 ny,udh nggk sbr pgn baca..hihihi
    Wol Ryung tau nggk yaa klo Yeo wool mnerima Kang chi apa adanya nggk kyk Seo hwa,bhkan Yeo wool punya pngaruh yg besar akn diri anaknya itu,
    Smoga Yeo wool nggk diapa2in ma dia..

    ReplyDelete
  16. daebak!! makasi banget sinopsisnya mbak dee :)
    ditunggu bagian keduanya ya..semanaat !! \(^0^)/

    ReplyDelete
  17. mbak dee udah gak perlu kasih strepsils lagi ke kang chi yaaa XDDDD

    “Jika apa yang kau lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain, itu adalah munafik, Kang Chi-ya!” << WolRyung HARUSNYA juga denger ini. Biar sadar! ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahjumma gonita ini keren yah :)) selalu dapet peran yang galak. kaya di My Husband Got A Family.. guru galak XDD

      Btw, sempet sebel sama Gon :| rese banget mutusin lonceng se'enaknya,. HAHHAHA

      Delete
  18. waktu denger kang chi ngomong“Jadi pergilah dariku. Kembalilah ke tempat asalmu dan jangan pernah kembali lagi!” kyaknya papa Gu terluka hatinya...jadi nyerang kang chi dech...huwaa kasian papa gu

    ReplyDelete
  19. mbak dee bukannya kang chi itu pakai gelang udah berubah yha jadi kalung ????
    binggung aku jadi nya
    tks yha buat sinopsisnya lanjut part 2 nya...
    = atnis =

    ReplyDelete
  20. aku vote: panggil gonita aja mbak... drama ini bener memberiku banyak nasihat tentang sebuah kepercayaan... semakin mendebarkan dan seruuuuu.... GOMAWO.....^_^

    ReplyDelete
  21. Ralat mb de, Kang Chi melepas kalungnya. "bukan kalung tapi gelang".

    ReplyDelete
  22. panggilannya Gonita aj... hehehe gumaawo sinopsisnya....

    ReplyDelete
  23. °◦°◦°:Ϊўª... Mba dee panggil gonita aja^^.
    Makin greget deh liat kang chi n yeo wool.. Best couple bgt^^..Thanks yah mba dee sinopsis nya..di tunggu yah part 2 nya..ga sabar.com "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮.

    ReplyDelete
  24. gonita emg ud akrab teh,,,tp skali2 pke namany teh spy ga lupa.ntar ky wkt d nice guys yg cma dkenal sbg miss ottoke2 hehe
    part2 ny diantos teh.AJJA

    ReplyDelete
  25. si yeo wool sebenarnya sudah tahu atau belum sih kalau dia gelang manusianya kangchi ?

    ReplyDelete
  26. Gonita.....aduh papa sama anak sama sama ganteng moga aja mereka bisa jadi keluarga yang bahagia,apalagi woll ryung secara ngga langsung dia pun ingin di akui kang c
    hi sebagai papa gumiho ow iya pas yeo woll iket gonita di kamar. aku ngga bisa berhenti ketawa loh mbak liat expresinya gonita

    ReplyDelete
  27. Lee Ahjussi *sok akrab*, Aku padamuu...hehehe.. Itu kata2nya mantap banget, ijin buat di copypaste, keknya bagus utk status bbm or fb wkwkwkwk..
    Dannn...Lanjutkan dgn Gonita mb Dee..
    Daddy Gu... Aigoooo, dibalik keganasan dan kesadisanmu *lebe* sbnrnya dirimu peduli kok sama si Gu Junior..iya khan? Hihi..
    Drama seaguk mmg sesuatu yaa..
    Semangka mb Dee... Tengkyu sinopnya..

    ReplyDelete
  28. gonita aja mb dee,,, hahaha
    lee soon shin ini sperti guru besar, dari keempat guru besar deh.. hehe
    kata2ny selalu mengena di hati. hahahah
    gomawo mb dee sinopsisny,, lanjut part 2 yoo

    ReplyDelete
  29. "Kadar kepercayaan akan seseorang itu sebesar hubungan antara kedua orang itu" waah mantap nih katakata-nya!! Ohya, dipanggil Gonita aja deh mbak :D
    Lanjuut bagian 2-nya ya mbak! ;;)

    ReplyDelete
  30. aq vote untuk gonita ... kasian jg miss ottoke2 yg satu ni. Uda diiket sm yeo wool eh sm duet fandee dgnti nmnya jd gonita mana kita2 pd stuju lgi hahaha

    ReplyDelete
  31. setujuuuu.. gonita aja.. hahahhaa..
    salam kenal mba Dee .. aku suka banget mampir kesini..
    terima kasih utk sinopsisnya ..
    semangka mba...

    ReplyDelete
  32. @all yang ngasih tahu itu gelang : haha.. iya, ternyata salah. pantesan pas baca lagi, kok ngerasa kalimat itu ada yang aneh, tapi aku bener-bener gak tau dimana anehnya. Hihihi.. kacau ya..:))

    Thank you ya udah ngasih tau :))

    ReplyDelete
  33. "Jika apa yg kau lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain itu adalah munafik"
    wahh kata2 bener bisa dijadikan pembelajaran. . Entah kena setiap perbincangan antara lee soon shin ma kang chi kayak nya menyentuh bnget. . . :)

    vote: aku mau gonita . . Ga tau kenapa Pas aja ma dia :D
    mba deefanny daebak buat sinopsisnya. Ditunggu part 2
    _latifah_

    ReplyDelete
  34. Annyeong, aku bulak-balik dari pagi nunggu part 2-nya belum kelar kelar kah? aku udah ga sabar.. kekekeke :-D
    SiNuHa

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya aku vote Gonita aja deh ^^

      Delete
    2. hehe.. aku nggak akan update sampai nanti malam or besok pagi, ya karena seharian ada di luar rumah dan baru juga nyampe. :)

      Delete
  35. Kukira Guru Dam adlh seorang ksatria tapi ternyata mengecewakan. Gon lebih mementingkan cemburu drpd bersikap bijak

    ReplyDelete
  36. mbak dee kok motongnya nanggung sih...hemmm jdi penasaran bangettttttt....hehe

    mbak dee panggil gonita aja...haha lebih asyyieekk deh

    ReplyDelete
  37. gonita aja mbak..... wah papa ndak mau anaknya mengalami hal yang sama. hmmmmm ditunggu part 2 nya ya mbak...

    ReplyDelete
  38. brarti Seo Hwa ndak tau kl anaknya msh hidup ya? kan dulu lgsg diserahkan ke biksu so jung. hmmm kl dia tau anak kandungnya dibesarkan di penginapan 100 hr, apa dia tidak menyesal sudah mengambil alih penginapan dengan paksa ya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. tau donk.. kan pas dikasih ke biksu so jung anak itu masih idup.
      Mungkin taunya, anaknya itu ada sama biksu so jung..

      makanya dia bilang ke pengawalnya: kalau hidup, anak itu mungkin sudah sebesar dia (taeseo). mengibaratkan seaindainya dia hidup sama anaknya

      Delete
  39. about the truth.. aq stuju bgt ama guru Lee,
    kmren aq jg baru diajari dosen buat membangun k'percayaan org lain pada diri kita, dan itu btuh p'juangan...k'percayaan hnya bisa diraih dgn hati yg bersih...
    dan kali ini dpat lagi peljaran baru dari guru Lee

    “Jika apa yang kau lakukan hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain, itu adalah munafik, Kang Chi-ya!”


    makasi mba Dee part 1nya :))
    ditunggu yg k'2..

    ReplyDelete
  40. --Kang chi tersenyum dan kali ini menjawab lebih berlahan dan lebih menggoda,"jadi apa itu membuatmu bahagia?"--awwwwww.... meleleh,knp aku yg degdegkan bacanya?hehe kapan yaa gon sama Kang chi akur? Jiahahaha..Kang chi ge'er dibelain ama Yue wool,poor gon.. Terakhir,Sung cute juga yaa -,- mbk dee makasih sinopsisnya ditunggu bgt part 2..

    ReplyDelete
  41. Kyaknya wolryung blum tau deh klo yeo wol trima diri kang chi apa adanya.. Mkanya wolryung blg klo nnti dia akan dikhianati.. Haha ngak sama sperti dia sma seo hwa..

    Gonita aja de mba dee.. Lbih cocok.haha ^^

    Tetap smgt mba. ^^

    ReplyDelete
  42. itu yg dibisikin sm guru gong ke sung apaan ya? ngasih tau sung kah tentang yeo wol yg mnjdi penangkal berubahnya kang ci atau apa? adak yg bs ksh tau ._.
    itu pas adegan gonita diiket yeo wol lucu bgt...ekspresinya sm tingkahnya itu buat ngakak :D

    ReplyDelete
  43. wih tambah seruu "pengen ktwa bc sinop y
    gonita aja lbh gampang d ingat

    ReplyDelete
  44. Pgn komeen..
    kn waktu episod kemaren biksu so jung bilang k KC utk lari klo g bakal d bunuh sm WR, tp d episod ini justru jelas bgt klo keinginan WR utk ngbunuh KC itu udh berubah, justru WR takut KC bakal kecewa karena d khianatin manusia, trs klo nnt gagal bakal jadi iblis kyk dirinya dan WR g mau KC kyk gitu.
    Yaa tp caraNya itu loo yg salah, klo pkae ngancem bakal ngbunuh orang di sekitar KC, rasa kasih sayang seorang iblis tuh emg kyk gt mungkin y?hahaha.
    Tp kyknya itu juga karna WR g tau klo YW beda sm SH, YW udh tau KC itu manusia stgh gumiho. Jd pgn tau klo reaksi WR gimana saat tau klo YW tuh sebenernya udh tau siapa KC sebenernya.
    Berharap yg nyulik YW tuh WR, tr pas d culik ada percakapan gt sm YW biar WR tau klo YW beda sm SH..
    hahhaha..mian mian komennya puanjaaang bangetttt..

    ReplyDelete
  45. Makin seru aja ni gfb,jd ​Ъќ>:/ sabar next sinopnya apa Ƴα̍Ϟƍ akan terjadi dgn kang chi dan yeo wol, ..ayoo mba dee cemungut..gumawo yah..
    Kayanya enak gonita deh..

    ReplyDelete
  46. kr2 hr ini udh da blm yaa preview eps 17 ny,biasany hr sabtu udh kluar,penasaran ma crt slnjutny..hehe..
    makasii mb ditunggu sgr part 2..

    ReplyDelete
  47. Preview ep 17 blm ada yah? Atau mungkin hari Senin ya? Di Korea tayang hari Senin dan Selasa malam kan? Ohya, kalau mau download video nya di mana ya?
    Ep 16 part 2 nya ditunggu ya ;)

    ReplyDelete
  48. Yang nyulik Tae Seo mungkin .. Heee

    Dia memakai hitam soalnya dia mau kabur dari rumah GW ...
    Heheheh oooooowwww..

    ReplyDelete
  49. kang chi itu ya emang enak dijadiin sasaran fitnah, ya ampun kang chi-ah hati-hati. sangat suka sama guru gong dal dan lee son shin, mereka adalah orang" bijaksana yang hebat. yeeeiii...!!

    ReplyDelete
  50. Apa wanita jepang itu beneran Seo Hwa? aaa.. ganti cast dong?
    nggak relaa.. tetep cocok Lee yeon hee XO

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...