rotator and add

May 24, 2013

Sinopsis Gu Family Book Episode 14 - 1

Sinopsis Gu Family Book Episode 14 – 1


Walau terkejut, Biksu So Jung senang melihat kedatangan teman lamanya itu dan berkomentar kalau Wol Ryung tak berubah sedikitpun. Wol Ryung menjawab kalau temannya itu sudah kelihatan menua.

Biksu So Jung tersenyum dan berkata kalau tak ada manusia yang dapat menipu waktu. Wol Ryung heran dengan sikap manusia yang tak dapat hidup 100 tahun tapi bertingkah seakan-akan bisa hidup selama 1000 tahun, “Benar-benar menyedihkan



Melihat wujud Wol Ryung sekarang, Biksu So Jung bertanya bagaimana Wol Ryung bisa hidup kembali. Apa mungkin Wol Ryung sekarang sudah menjadi Iblis seribu tahun?


Wol Ryung malah balik bertanya. Di hutan, ia bertemu seseorang yang berpenampakan aneh. Bukan manusia bukan pula gumiho, seperti gabungan antara keduanya, “Dan ia memakai gelangmu. Siapakah dia?”


Sementara Kang Chi berlari untuk menepati janji pertemuannya, Yeo Wool berjongkok dan menggerutu, menduga kalau Kang Chi mungkin lupa akan janji mereka. Dan ia senang melihat Kang Chi datang.


Ia segera berdiri menyambutnya. Tapi Kang Chi tak mengenali Yeo Wool, hanya melewatinya malah tak sengaja menyenggolnya. Jubah Yeo Wool terlepas.


Kang Chi menoleh dan buru-buru meminta maaf pada gadis yang ditabraknya. Ia pun berbalik lagi, namun langkahnya terhenti saat gadis itu memanggilnya, “Kang Chi-ya.”


Ia berbalik dan melihat gadis itu sekali lagi. Dari ujung rambut ke ujung kaki dan bertanya, “Dam Yeo Wool, itu kau?”


Yeo Wool salah tingkah dan mengangguk. Kang Chi terus memandangi Yeo Wool, terpana melihatnya.


Di Penginapan 100 tahun, Soo Ryun memainkan tarian 5 Tamburnya di hadapan tamu wanita Jepang itu. Chung Jo tersenyum bangga melihat pertunjukkan Soo Ryun itu.


Masih terkesima, Kang Chi mendekati Yeo Wool yang terus tersenyum dan mulai bertanya, “Kau..” tapi berhenti dan ia menatap Yeo Wool dari atas ke bawah lagi, “Kenapa kau kelihatan seperti ini?”


Gubrak! Senyum Yeo Wool hilang, tak menyangka pada reaksi Kang Chi, “Kadang aku berdandan seperti ini. Kenapa? Apa tampak aneh?”


Tatapan Kang Chi tetap tak lepas dari wajah Yeo Wool. Ia terus dan terus memandang, dan kemudian mengangguk, “Euhh..”


“Aneh dimananya?”

“Hanya..” Kang Chi masih tetap terkesima, “Semuanya..”

Haduhhh… Kayanya otak dan mulut Kang Chi nggak sinkron, deh..


Sekarang ganti Yeo Wool yang ternganga mendengar jawaban Kang Chi. Dan ia langsung pergi dengan kesal. Kang Chi buru-buru mengejarnya. Ia masih belum mengerti kenapa Yeo Wool meninggalkannya, yang segera dijawab ketus oleh Yeo Wool, “Katamu aku kelihatan aneh. Kau pasti tak ingin kelihatan bersama si aneh ini.”


“Bukan itu maksudku,” Kang Chi mencoba meng-undo ucapannya tadi. Yeo Wool pun berbalik, membuat Kang Chi membeku karena sekarang wajah Yeo Wool sangat dekat dengannya dan bertanya, “ Kalau begitu katakan padaku, dimana anehnya?”

Kang Chi terbata-bata menjawabnya, “Itu..” dan Yeo Wool juga tak membantunya, malah terus bertanya, “Itu apa?”

“Itu..” Kang Chi kembali memandangi Yeo Wool, “Karena ini tak seperti dirimu. Kau kelihatan seperti orang lain dan ini mengejutkanku. Itu sebenarnya maksudku.”

“Tapi ini juga aku,” cetus Yeo Wool.


“Iya.. Aku mengerti. Jangan marah,” bujuk Kang Chi.


Kemarahan Yeo Wool pun surut tapi ia tetap menggerutu sendiri, “Hhh.. aku tak tahu apa yang harus kulakukan dengan dirimu.” Yeo Wool pun beranjak pergi.


Kang Chi terbelalak melihat Yeo Wool yang tetap akan meninggalkannya. Ia pun menahan gadis itu dengan mengambil sejumput kain di bahunya dan bertanya kemana Yeo Wool akan pergi. LOL, dikit amat megang baju Yeo Wool? Bukannya biasanya Yeo Wool malah di-smack down?


“Sekarang kan Festival Lampion.  Aku harus membeli lampion untuk membuat harapan,” kata Yeo Wool sambil mengedikkan bahunya. Pegangan Kang Chi yang sejumput itu langsung lepas, dan Yeo Wool pun meninggalkan Kang Chi yang kebingungan.


Yeo Wool dan Kang Chi tersenyum melihat lampion yang baru saja digantungkan. Yeo Wool bertanya pendapat Kang Chi tentang lampion itu. Kang Chi sangat menyukainya, tapi bertanya mana lampion Yeo Wool?

“Aku baru saja menggantungkannya,” jawab Yeo Wool, membuat Kang Chi menoleh lagi pada lampion yang ia kira adalah miliknya karena harapan yang tertulis itu adalah harapannya. Tapi Yeo Wool mengatakan kalau itu adalah lampionnya dan itu adalah harapannya, “Menemukan buku keluarga Gu dengan cepat dan membuatmu menjadi manusia seutuhnya. Itulah harapanku.”


Kang Chi terpana mendengar jawaban Yeo Wool. Tanpa menoleh, Yeo Wool berkata pada Kang Chi, “Berhenti menatapku seperti itu. Kau membuat wajahku memerah.”


Kang Chi tersipu malu dan mengangguk. Dan kali ini Yeo Wool tersenyum padanya, membuat Kang Chi semakin salah tingkah. Mereka pun memandangi lampion itu bersama-sama dan kadang saling mencuri pandang. Aww.. so cute.


Tapi ada yang mengawasi mereka dari kejauhan.  Wol Ryung. Dan Kang Chi dapat merasakan kalau ia sedang diawasi. Namun saat ia menoleh ke arah Wol Ryung berdiri, Wol Ryung telah menghilang.


Soo Ryun mempertunjukkan tariannya dengan sangat mengesankan. Semua orang bertepuk tangan, puas. Tapi tidak dengan wanita itu. Dalam bahasa Jepang, ia berkomentar kalau pertunjukan itu sangatlah mengecewakan. Soo Ryun jelas sudah berumur dan tak mampu lagi menunjukkan tarian sebagus tariannya dulu.


Tak seorang pun mengerti ucapan wanita itu dalam bahasa Jepang, bahkan Jo Gwan Woong pun juga tak mengerti bahasa Jepang. Wanita itu beranjak pergi, namun (entah Soo Ryun mengerti bahasa Jepang atau melihat dari bahasa tubuh wanita itu) Soo Ryun (dalam bahasa Korea) meminta maaf atas tariannya tak mampu menyenangkan hati wanita itu.


Jo Gwan Woong bertanya apakah tarian Soo Ryun tak sesuai dengan keinginan tamunya? Asisten wanita itu menjelaskan apa yang dikatakan nyonyanya kalau tarian Soo Ryun sangatlah memalukan.  Semua orang terkejut.


Wol Sun yang berada di samping Jo Gwan Woong tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Soo Ryun, “Sebagai kepala gisaeng mendapat kritikan pedas seperti itu, pasti tak ada yang lebih memalukan daripada ini. Bukan begitu, Tuan?”


Chung Jo yang tak terima Soo Ryun dikritik seperti itu. Ia langsung maju ke depan dan bertanya pada tamu Jepang itu untuk menjelaskan bagian mana dari pertunjukan Soo Ryun yang memalukan, “Walau sudah 10 tahun tak menari lagi, tarian yang dipertontonkan ini sangatlah anggun dan lebih gemulai daripada seekor burung. Jadi di bagian mana Anda merasa tak puas?”


Semua terdiam mendengar pertanyaan tajam Chung Jo. Soo Ryun meminta maaf atas kelancangan muridnya yang masih baru dan belum sempurna.


Tapi tamu itu memberi jawaban yang mengagetkan. Dalam bahasa Korea yang fasih, tamu itu mengatakan kalau tarian Soo Ryun tak memiliki emosi dan si penari tak memberikan seluruh hatinya untuk pertunjukan tadi. Dan ia pun beranjak pergi.

Jo Gwan Woong juga ikut meninggalkan tempat setelah menghina Soo Ryun yang ia anggap merusak malam ini. Wol Sun senang mendengarnya. Tapi tidak dengan Chung Jo.


Jo Gwan Woong menemui tamu itu yang akan kembali ke ruangannya, dan meminta maaf karena ketidakpuasan ini. Tapi ia juga mengomentari kefasihan bahasa Korea wanita itu. Asisten wanita itu yang memberi jawaban kalau Nyonya dan mendiang Tuannya mempelajari bahasa Korea bersama-sama dan bahkan ia juga mengajarkan bahasa itu.


Namun Jo Gwan Woong masih tetap berkomentar kalau dari kefasihan wanita itu, membuat orang menyangka kalau tamunya ini adalah asli orang Korea. Dari balik topi cadarnya, wanita Jepang itu hanya diam dan berlalu pergi.

Jo Gwan Woong terus memandangi wanita itu hingga rombongan itu pergi.


Soo Ryun menemui Jo Gwan Woong untuk meminta maaf. Tapi Jo Gwan Woong menyuruh Soo Ryun untuk meminta maaf secara langsung pada tamunya, atas ketidakpuasan tadi dan aksi Chung Jo.


Chung Jo berjalan-jalan keluar, menikmati festival lampion dengan ditemani oleh pelayan Chunhwagwan. Dan tanpa terasa, ingatannya kembali pada festival lampion tahun lalu, dimana ia bergembira bersama Kang Chi dan Tae Soo.


Saat melihat lampion harapan Tae Soo terpasang, Kang Chi dan Chung Jo langsung mengoloknya yang membuat harapan yang sama terus menerus dari tahun ke tahun. Tapi memang itulah harapan Tae Soo, “Aku berdoa untuk kesehatan orang tuaku dan ..”


“… kesuksesan Penginapan 100 tahun!” potong Kang Chi dan Chung Jo bersamaan. Mereka pun berdua terbahak-bahak saat mengatakannya. “Bagaimana mungkin tiap tahun kau menulis harapan yang bahkan kata per katanya pun tetap sama?” olok Kang Chi.


Walau tersipu, tapi Tae Soo mengatakan kalau hanya itulah memang harapannya. Maka Kang Chi pun menyuruh agar Tae Soo menambahkan satu harapan lagi di lampionnya, “Kumohon agar aku dapat bertemu dengan gadis cantik dan menikahinya. Titik.”


Chung Jo menyela dan mengatakan kala ia sudah menuliskan harapan itu di lampionnya, “Bagaimana mungkin aku membiarkan kakakku satu-satunya menghabiskan hidupnya sendirian saja?”


Tae Soo kesal karena mereka terus mengolok-oloknya dan mengejar mereka. Kang Chi pun tertangkap dan ia pura-pura mencekiknya. Sambil tertawa-tawa, Chung Jo memukuli punggung kakaknya.


Betapa bahagia masa-masa itu. Chung Jo hanya dapat menatap lampion yang bergelantungan dengan penuh kenangan.


Dan kenangan itu seakan menjadi kenyataan, saat Chung Jo melihat Kang Chi berjalan ke arahnya dan tertegun saat melihatnya. Chung Jo pun tercekat, tak mampu menyapa.


Beberapa orang yang berada di antara mereka, pergi, dan saat itulah Chung Jo melihat kalau Kang Chi tak sendiri. Ada Yeo Wool yang berdandan cantik dan memakai hanbok yang akhirnya juga melihat Chung Jo.


Perlahan Kang Chi menyapa, tapi Chung Jo berbalik pergi. Hanya saja ia tak melihat depan sehingga menabrak seorang pria. Buru-buru ia minta maaf, tapi orang yang mabuk itu melihat kalau ia ditabrak seorang gisaeng cantik dan mulai menggodanya.


Pria itu hendak menyentuh Chung Jo, tapi Kang Chi menahan tangannya dan mengusir pria itu pergi. Dan Kang Chi pun mengantar Chung Jo pulang, meninggalkan Yeo Wool.


Mereka berjalan, tak mengeluarkan sepatah katapun. Hanya sesampainya di depan Chunhwagwan, Kang Chi bertanya apakah Chung Jo masih takut padanya? “Maafkan aku yang tak memberitahu sebelumnya. Aku tak tahu bagaimana mengatakannya sehingga aku menundanya terus.”


“Apakah ia tahu?” tanya Chung Jo. Tak mendapat jawaban, ia pun menjelaskan maksudnya, “Gadiis yang bersamamu sebelumnya, Dam Yeo Wool. Apakah ia tahu tentang wujudmu yang sebenrnya?”


Kang Chi mengiyakan dan Chung Jo merasa sedih mendengarnya. Tapi saat ia berbalik, ia memasang wajah gisaeng terbaiknya dan berterima kasih atas bantuan Kang Chi “Jika kau mengunjungi Chunhwagwan, aku akan membalas kebaikanmu ini dengan minuman.”


“Chung jo-ya.. apa yang kau..”

“Seorang gisaeng sedang menawarimu minum, kenapa kau tak menerimanya?” tanya Chung Jo menyela.

“Jangan berkata seperti itu,” hardik Kang Chi. “Apapun yang kau pakai, dimanapun kau tinggal, bagiku… Kau tetap menjadi Park Chung Jo. Jadi jangan berpura-pura menjadi seseorang yang lain dan jangan pernah berkata seperti itu lagi.”


“Jadi apa kau ingin mengatakan seorang gisaeng harus menjalani hidupnya, berpura-pura dengan tak menjadi gisaeng?” balas Chung Jo. “Sama seperti seorang monster yang berpura-pura tak menjadi monster dan hidup sebagai manusia? Aku ingin tahu mana yang lebih berat: Menerima takdir dan hidup sebagai takdir itu atau mengingkari takdir itu seumur hidupmu.”


Kang Chi tertegun mendengar jawaban Chung Jo yang langsung masuk ke Chunhwagwan.


Tak diketahui oleh Kang Chi, Chung Jo menahan tangis di balik pintu.


Menjelang pagi, Kang Chi kembali ke tempat semula dengan gontai. Tak disangka-sangka, Yeo Wool ternyata masih berdiri di tempat yang sama walau sekarang sudah berganti baju seperti biasanya.


Astaga.. Yeo Wool menunggui Kang Chi dari tadi malam? Kang Chi-yaa… don’t break her heart, please.


Yeo Wool akhirnya melihat Kang Chi dan memasang senyumnya saat menghampiri, “Apakah ia sudah kembali dengan selamat?” Kang Chi mengangguk dan berkata kalau Yeo Wool telah kembali menjadi Yeo Wool yang sebelumnya.


Kang Chi mengajak Yeo Wool pergi, tapi Yeo Wool menghentikannya dan berkata kalau Chung Jo masih tetap orang terpenting bagi Kang Chi, “Yang tak akan pernah tergantikan dari pikiranmu. Iya, kan?”


Kang Chi tak tahu bagaimana menjawabnya, dan Yeo Wool pun minta maaf karena membuat Kang Chi canggung. Ia pun berbalik pergi.


Kang Chi tertegun melihat Yeo Wool yang berjalan menjauh darinya. Ia buru-buru mengejar Yeo Wool dan menarik tangannya. Yeo Wool berbalik, menunggu Kang Chi berbicara. Tapi Kang Chi hanya memandang Yeo Wool, matanya menyiratkan banyak hal, Dan akhirnya mulutnya berkata, “.. aku lapar.”


Gubrak! Beneran deh.. Kang Chi. Mata laparmu tuh bukan seperti itu. Mata laparmu tuh saat disiksa oleh Guru Gong Dal.


Kang Chi pun sepertinya juga terkejut pada apa yang keluar dari mulutnya. Ia pun buru-buru berkata kalau mereka sudah terjaga semalaman, dan mungkin enak kalau sekarang makan sup. Yeo Wool hanya tertawa mendengar penjelasan Kang Chi.


Gon marah mendengar laporan Sung yang mengatakan kalau Kang Chi dan Yeo Wool tak di tempat. Semakin marah saat mendengar kalau mereka pergi semalaman. Gon menggeram kalau ia akan mencari Kang Chi untuk membunuhnya. Tapi Guru Gong Dal langsung menghalanginya dan menyuruh Sung untuk memegangi Gon.


Gon meminta mereka untuk melepaskannya agar ia bisa membunuh Kang Chi. Tapi Guru Gong Dal mengingatkannya kalau Guru Dam mengetahuinya, maka tak hanya Kang Chi, Yeo Wool pun bisa mati.


Dan orang itu pun muncul. Mereka pun saling melepaskan diri dan Guru Gong Dal berkata kalau ia dan Gong hanya sedang berolah raga “Ya, kan Gon?”


Gon menunduk dan mengiyakan. LOL, Gon ini sepertinya polos banget dan tak bisa berbohong. Karena saat Guru Dam menanyainya tentang keberadaan Yeo Wool, Gon hanya bisa, “Eeee… Eeee…”


“Aku menyuruhnya pergi untuk suatu urusan,” Guru Gong Dal yang menjawabnya,  Guru Dam pun bertanya  tentang keberadaan Kang Chi dan Guru Gong Dal menjawab kalau ia menyuruh mereka berdua pergi, “Betul, kan, Gon?”


Gon kembali menunduk dan mengiyakan walau mendongkol. Haha… mukanya itu loh.. Untung Guru Dam percaya dan berlalu pergi.


Mendadak seorang murid terburu-buru datang dan memberitahukan kalau salah satu murid ditemukan tewas
Semua ternganga melihat mayat gosong yang tergantung di atas pohon. Guru Dam bertanya pada Guru Gong Dal, kemana sebenarnya Kang Chi dan Yeo Wool. Kali ini Guru Gong Dal tak bisa menjawab.


Keduanya ternyata sedang sarapan dan Kang Chi bahkan menghabiskan sup milik Yeo Wool karena Yeo Wool merasa tak bisa makan banyak saat sarapan.


Tiba-tiba terdengar suara dari meja sebelah yang membatalkan pesanan sup mereka karena, “Rasanya nafsu makanku hilang karena sampah itu.”

Pria yang bersuara itu seperti preman dan Yeo Wool tahu apa yang dimaksud dengan kata-kata itu, maka ia pun bertanya, “Apa yang kau maksud dengan sampah? Apa yang kau maksud sampah itu, kami?”


Pria itu membenarkan karena Kang Chi adalah pembunuh berarti Kang Chi adalah sampah.  Yeo Wool menggebrak meja dan mendatangi kedua pria itu, “Siapa yang kau maksud dengan pembunuh?!”


Kang Chi mencoba menenangkan Yeo Wool, tapi Yeo Wool tak mau. Mereka harus mengkoreksi pendapat orang-orang ini dan sampai kapan Kang Chi akan menerima tuduhan ini? Kang Chi memberitahu kalau Tuan Park meninggal karena ia tak dapat melindungi Tuan Park, “Jadi walau mereka menyumpahiku, aku akan menerimanya.”


Pria itu buka mulut,  menyuruh Yeo Wool berhati-hati karena Kang Chi bisa berbalik menyerangnya juga. Yeo Wool langsung mengganjarnya dengan tendangan ke wajah. Cool..


Pria itu marah dan menyerang Yeo Wool. Tapi kali ini Kang Chi yang menahan tinjunya, “Kami mengerti maksudmu, jadi jangan cari masalah lagi.”


Pria itu masih ingin mencari gara-gara lagi, tapi mendadak muncul suara, “Siapa yang pagi-pagi sudah membuat keributan?” Para pelanggan lainnya langsung kabur karena  yang datang adalah si preman Bong Chul yang pura-pura kaget melihat Kang Chi.


Bong Chul pun bertanya lagi mengapa pagi-pagi sudah membuat keributan? Anak buah Kang Chi membentak Kang Chi yang tak menjawab. Tapi Bong Chul malah memukul anak buahnya, “Bodoh!”


Ia menatap Kang Chi dan bersuara manis, “Aku tak menanyai mereka,” dan suaranya mengertak saat menghadap pria itu, “Tapi menanyainya. Kalian, preman kacangan. Kenapa kau menganggu Kang Chi-ku?”

Jiaahhh.. Kang Chi-ku?


Pria itu bengong melihat perlakukan Bong Chul yang berubah, begitu pula dengan anak buah Bong Chul. Apalagi saat Bong Chul mengusir mereka dengan keras dan menyapa Kang Chi dengan lembut, “Wahh.. apakah kamu sudah sarapan?” tanya Bong Chul sambil mengelus perut Kang Chi.

Bwahaha.. Bong Chul yang baru ini sama ngerinya dengan Bong Chul yang lama.

Kang Chi buru-buru menepis tangan Bong Chul dan anak buah Bong Chul juga bertanya, mengingatkan bosnya kalau yang mereka hadapi sekarang adalah Choi Kang Chi.


Lagi-lagi anak buah itu mendapat pukulan, “Kenapa menyebutnya Choi Kang Chi? Mulai sekarang kau harus memanggilnya dengan sebutan Kang Chi-nim atau aku akan memotongmu.”


Kang Chi pun juga merasa tak enak dengan perlakuan Bong Chul, ia bertanya mengapa Bong Chul seperti ini? Kembali Bong Chul menjawab dengan lembut kalau Kang Chi tak perlu malu. Ia adalah orang yang mengenal balas budi.


Yeo Wool menyenggol Kang Chi, bertanya apa maksudnya? Kang Chi tak menjawab, malah menyuruh Bong Chul untuk menutup mulut. Dan Bong Chul pun menyetujuinya.


“Tentu saja. Jika kau memintanya, aku akan menutup mulutku, Penyelamat hidupku,” kata Bong Chul manis, “Jika kau menghadapi masalah, panggil saja diriku. Tak peduli apa yang terjadi, aku akan datang dan menyelesaikannya,” janji Bong Chul dan ia  menyegel janji itu dengan mengedipkan matanya.


Bwahahaha… tak hanya satu kali tapi dua kali. Tak hanya Kang Chi dan Yeo Wool yang bergidik, anak buahnya pun juga ngeri melihat bosnya yang kecentilan.

LOL LOL LOL LOL… Astaga.. dulu sudah mengira kalau Bong Chul akan memihak Kang Chi, tapi nggak mengira akan secentil ini keberpihakannya.


Kang Chi dan Yeo Wool pergi diantar oleh para preman itu dan Yeo Wool menyelamati Kang Chi yang sekarang mempunyai orang kuat yang menjaganya.


Di tengah jalan, mereka menemukan Gon yang ternyata sedang mencari-cari mereka. Buru-buru Yeo Wool menyembunyikan bungkusan hanbok ke belakang. Ia kaget saat diberitahu kalau ayahnya sedang mencarinya, “Apakah aku ketahuan? Apakah Kang Chi juga ketahuan?” tanyanya panik.


“Tak mungkin..” kata Kang Chi menenangkan, tapi ia pun bertanya dengan khawatir, “Apakah kami ketahuan?” Ha.. siapa suruh ngajak anak gadis pulang pagi?


Walaupun Gon kesal, tapi ada hal yang lebih penting yang harus mereka tahu, yaitu salah satu murid telah meninggal.


Kang Chi menuju ruang tempat mayat dibaringkan untuk melihatnya. Tapi murid-murid tak mau Kang Chi mendekati mayat temannya  dan malah bertanya kemana Kang Chi pergi semalam tadi.  Tae Soo mengingatkan mereka untuk menghormati orang yang sedang berduka.  Tapi murid-murid itu tak peduli dan tetap bertanya apa yang Kang Chi lakukan semalam tadi. Kang Chi tak bisa menjawab.


Tapi Yeo Wool berani mengakui pada ayahnya kalau ia pergi ke Festival Lampion dengan Kang Chi. Guru Dam marah karena sekarang semua sedang mengkhawatirkan langkah Jo Gwan Woong yang ingin menangkap Lee Soon Shin, tapi mereka malah jalan-jalan mendatangi festival lampion?


“Kenapa kau jadi seperti ini ?” tanya ayah Yeo Wool. Ia menghela nafas dan mengatakan kalau Yeo Wool tak pernah menjadi putri yang melakukan hal seperti ini.”Karena itulah aku selalu bisa mempercayaimu. Tapi sekarang..”


“Tapi sekarang Ayah tak dapat mempercayai perasaanku pada Kang Chi?” potong Yeo Wool.

Guru Dam mengatakan kalau sekarang ia benar-benar merasa kecewa pada putrinya, dan Yeo Wool hanya bisa meminta maaf dan ia ingin menjelaskan lagi. Tapi Guru Dam tak mau mendengarnya. Ia pergi meninggalkan putrinya yang mematung di dalam.


Komentar :

Cinta segitiga yang sangat sulit bagi saya untuk memihak. Saat di episode 12, saya merasa inilah akhir cinta Chung Jo dan Kang Chi. Setelah ia dinodai oleh Jo Gwan Woong, saya merasa tak ada harapan lagi bagi mereka berdua.


Tapi melihat Chung Jo bangkit dari akibat kejadian malam itu, saya menjadi kagum padanya. Dalam kondisi terpuruk pun, Chung Jo masih berusaha menjaga martabatnya. Ia tak mau menjadi gisaeng murahan seperti Wol Sun, tapi ia berusaha menjadi gisaeng yang terhormat dengan menjadi Yae gi,

Sering kita menemukan di drama lain second lead character adalah gadis yang jahat, lebih kaya ataupun lebih sukses. Tapi Chung Jo berbeda. Memang masih ada ciri second lead yang melekat, yaitu dia adalah cinta pertama Kang Chi. Tapi karakter damsel in distress, gadis yang perlu diselamatkan oleh prince charming, lebih melekat padanya. Dan Chung Jo pun bukannya tipe gadis yang lemah atau berpura-pura lemah di hadapan Kang Chi. Tapi sebaliknya, dia gadis kuat, yang membuat perasaan cinta pertama Kang Chi itu susah hilang.


Tapi karakter Yeo Wool pun juga mengagumkan. Ia bukan tipe gadis yang clingy dan memaksa Kang Chi untuk mencintainya. Ia hanya ingin melakukan apapun yang ia mampu lakukan tanpa Kang Chi membalas perasaannya. Ia kecewa, jelas. Tapi ia tak pernah memaksa Kang Chi untuk menyukainya.

Dan jika Chung Jo adalah damsel in distress, Yeo Wool bukanlah tipe damsel in distress. Ia tak perlu diselamatkan, malah ia yang menyelamatkan Kang Chi. Ia adalah gelang manusianya Kang Chi. Bersama Yeo Wool, Kang Chi tetap menjadi manusia. Ia mampu menenangkan Kang Chi. Ia menerima Kang Chi apa adanya.

Kita tahu jodoh Kang Chi adalah Yeo Wool, Tapi bagaimanakah nasib Chung Jo? Apakah Chung Jo memang tak bisa melepaskan status gisaengnya? Saya hanya berharap kalau Chung Jo dapat menemukan pria tampan dan menikah dengannya. Titik. *pasang lampion harapan*

Sehingga Kang Chi dan Yeo Wool dapat hidup happily ever after. Setelah Kang Chi menjadi manusia. *pasang lampion harapan kedua*

53 comments:

  1. asyik2 pertamax.... gomawo mbk dee.. ga sia2 bolak balik blog ini akhirnya muncul juga ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. kalau mau main pertamax, sebut nama.. ayooo.. sapa yang mau ngakuin komen pertamax ini? :)) :p

      Delete
    2. kemaren aku pertamax *laporan selesai*

      Delete
  2. adegan flashback Chung Jo yang di festival lampion..
    heheheh.. hair stylistnya kelewat lagi..
    kan KangChi pake poni lempar kan baru kemaren-kemaren..
    harusnya masih belah tengah tuh poninya.. :))

    eniwei,, wolryung :| kau jahat sekalih

    ReplyDelete
  3. Eps 14 part 1 dah keluar...
    Senyum2 sendiri baca sinop nya Mba Dee.. lihat salah tingkah nya Kang Chi.. pas lihat Yeon Wool pake Hanbok.. hhahaha :D

    Makin seru nih drama, Ya ampun Bong Chul knpa jadi centil gitu yah... hmm tapi seneng Bong Chul mau nolong n bantu Kang Chi..

    sedih lihat kebersamaan Tae Soo, Kang Chi N Chung Jo.. pada saat pasang lampion harapan..

    Gomawo Mba Dee part 2
    Semangat yah... Fighting :D

    Jadi komen paling awal saya... hahah biasanya ketinggalan :)

    ReplyDelete
  4. komen dulu...baru baca sinopnya...biar masuk sepuluh besar...haha
    smangatnya buat mbak dee ma mbak fanny... :(

    ReplyDelete
  5. Kerenkerenkeren..hehe lnjutkan mba dee^^ smgtt! :D

    ReplyDelete
  6. yeyeyeyeyeeyye, makasih mba sinopsinya yeyeyeyeyeyeyeyey8seneng banget ya* iya dong wkwkwkwkwwk nanya sendiri jawab sendiri saking senengnya. SEMANGAT UNTUK EPISODE SELANJUTNYAAAAA!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampe aku ngga nyadar klo typooo wkwkwkwkwk

      Delete
  7. Yiippiiieee ... trims ya Mba Dee
    sinopsisnya kereennn... btw pertamax tuh apaan ya? hiisshhh.... abaikan mba Dee

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah dh keluar...
    Dtunggu sinopsis selanjutnya....
    Semangat....

    ReplyDelete
  9. semangat terus ya mbak dee dan mbak fanny bikin sinopsis nya^^ tapi ngomong ngomong kapan part 2 dipost? thx

    ReplyDelete
  10. Gumawo....
    Kereeennn gk sabar nunggu lanjutanx Cemunguuudhhh mbak Dee :)

    ReplyDelete
  11. Asli langsung ngakak liat bong chul kegenitan kayak gitu, berbanding terbalik 180 drajat.
    Part duanya.....gomawo^^

    ReplyDelete
  12. Aku Curiga Jangan Jangan Yg Jadi pengganti Guru Ke 4 yaitu so ryung adalah Chunjo. Hmhmh mari Berspekulasi.(hehe).. kan Taeso Pengganti ayahnya(tuan Park). Kang chi guru gong dal. dam Yeo wol Guru Dam. Dan Gisaeng So ryung adalah Chunjo.
    Lah Trus Gon Gimana Dong?

    ReplyDelete
  13. hahaha Ketawa abis Liat Ekspresi Gon Waktu behadapan sama Guru gong dal apalagi guru Damm...hoho..
    Ditambah Bong chul yg Berubah Jadi Genit. Hahaha anak Buahnya malah Ngeri liat Bosnya bersikap spti itu.. di part Ini Taeso Belum Nongol Yack?. Geregetan Liat Sikap teman2 seperguruannya kang Chi kok Sifatnya Macam gitu? Apa Ke 4 Guru ga' ngajarin Ya cara berprasangka baik? Guru Dam Juga Membuatku Jengkel.

    ReplyDelete
  14. mkin seru ajj
    haahahahaaaha
    semangat trusss mbak....

    ReplyDelete
  15. Baca sinop nya mb fanny ma mb dee,,tiap malam pasti begadang,,mpe bintit'an,,keren beudddd pokoknya,,ditunggu sinopnya lg Ɣªª mbk" yg cantik

    -putrey anggun-

    ReplyDelete
  16. brsn comment ni gara-gara ngikutin nya udh telat..
    lanjut mb dee part 2 nya di tg ya..

    brsn nyadar jg yg jadi papa kang chi tu yg main di panda & hedgehog.

    papi nya ga jad tua jdnya sama ky anak nya cakep semua.hihii

    semangat mb dee n mb fanny thx u


    ReplyDelete
  17. woahh kerennnnn ^^_<< nggk sbr nunggu part 2nya,,,,
    SEMANGAT YAA MBAK dEE & MBAK fANNY...~~
    itu Bong Chulnya ya ampun knp jd bgtu centil klo ke yeo wool mgkin nggk hrn tpi ini ke kang chi ny,bhahaha...klo stiap dnger bong chul ngomong nada suarany itu emg bkin ngakak...hahaha...

    ReplyDelete
  18. tapi ya juga saya sangat bersimpati pajda chung jo..kasian nasibmu malang bener..semoga chungjo berbahagia

    ReplyDelete
  19. Kalo Kang Chi ama Yeo Wool, Chung Jo ama Gon aja deh..
    Biar happy ending jadinya XD
    tinggal cari jodoh buat Tae Soo *aku aja gmana?* #plaaakkk Hehehehehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tae Soo sama Gob Dan pelayan Chung Jo aja d,kyk Yoon ma Dam pelayanny Seo Hwa..plaakk..hehe
      Hbis nggk da cast cewek yg baik lg,kalo sama Gisaeng Chun ketuaan..bhahaha

      Delete
  20. wahhhhhhh....... yang satu tegar yang satunya lagi kuat,dan sama@ suka sama Kang Chi. ayo Kang Chi pilih yang mana ???????

    ReplyDelete
  21. makin ngegreget yah d setiap eps'y... hihihihi... :D

    ReplyDelete
  22. Yeo wool cantiiiik (^,~)
    Bong chul kocak + genit abis wkwkwk
    Chung jo keren bisa tetap fight ndak kyk seo hwa
    Poor Gon btw gon polos banget
    Duo fandee gumawo

    ReplyDelete
  23. Yeo wool cantiiiik (^,~)
    Bong chul kocak + genit abis wkwkwk
    Chung jo keren bisa tetap fight ndak kyk seo hwa
    Poor Gon btw gon polos banget
    Duo fandee gumawo

    ReplyDelete
  24. hiiii udah di posting ep 14... mbak dee fighting !!! di tunggu sllu sinop2nya :D

    ReplyDelete
  25. Yeo wool cantiiiik (^,~)
    Bong chul kocak + genit abis wkwkwk
    Chung jo keren bisa tetap fight ndak kyk seo hwa
    Poor Gon btw gon polos banget
    Duo fandee gumawo

    ReplyDelete
  26. Yeo wool cantiiiik (^,~)
    Bong chul kocak + genit abis wkwkwk
    Chung jo keren bisa tetap fight ndak kyk seo hwa
    Poor Gon btw gon polos banget
    Duo fandee gumawo

    ReplyDelete
  27. Terobati kangennya sama papa gumiho, hehehe, asli ngakak episode ini, sinopny lbh jelas drpd nonton
    ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴ Dee n Fanny ♥ u all

    ReplyDelete
  28. Bong chul yg sekarang bukan sma ngeri ma yg dlu mba dee...
    tp lebih ngeri XD LOL.......

    ReplyDelete
  29. Makin keren... Ditunggu episode selanjutnya ya mba. -fofo-

    ReplyDelete
  30. Yeo wool cantik ....
    Mksh snpsis ny mbk fanny.

    ReplyDelete
  31. Smgt mb' de...! Part II'y ∂ï tgu.....!
    Fighting


    Cinta

    ReplyDelete
  32. "Ia kecewa, jelas. Tapi ia tak pernah memaksa Kang Chi untuk menyukainya."

    Kata-katanya dalem mba dee

    ReplyDelete
  33. yeo wool memang gelang manusia nya kang chi, saat ada yeo wool kang chi tak perlu memakai gelang ia tetap manusia...
    btw, papa gu itu bakalan baik ga sih sama kang chi? mama gu juga jadi serem... trus perjodohan tae soo sama yeo wool..hiks...
    mbk dee, mbak fanny ditunggu lanjutan sinopsisnya, meski sudah nonton tetap aja semangat menanti sinopsisnya...fighting...

    ReplyDelete
  34. suka suka pas bagian kangchi terpesona ama yeowool hhihihih
    kayak org stress bacanya , senyum senyum sendiri ;D
    mbak dee gomawoo,
    fightiiiiing terus yaa
    *betiibeb*

    ReplyDelete
  35. Nanti mah mungkin Guru Besar itu,
    Yeo Wol pengganti Guru Dam.
    Kang Chi pengganti Guru Gong Dal.
    Gon.
    Tae Soo pengganti Tuan Park.
    Dan, Chung Jo pengganti Soo Ryun.
    Yang muda2 gitu XD
    HAHAHA #Gaje

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya, Gomawo Sinopsisnya Mba Dee :*
      keren... Fighting! Di tunggu yg selanjutnya.

      Delete
  36. bong chul asli bqn ngakak aj..ga kukuu,gomawo mb de :-)

    ReplyDelete
  37. bong chul asli bqn ngakak aj..ga kukuu,gomawo mb de :-)

    ReplyDelete
  38. ditunggu ep selanjutnya..gomawo

    ReplyDelete
  39. eunie,,,

    gag mau main detektif2an kaya waktu Rooftop Prince??
    penasaran ma cewek jepang yang fasih bahasa korea, curiga ibunya kangchi,,,

    kekekkekekeke
    *pasanglampionharapan

    ReplyDelete
  40. wait for next episodee eonni .. :)

    ReplyDelete
  41. episode 15 kapan keluarnya..... pas Yeo Wool bertemu dengan ayah si Kang Chi apa yg terjadi???? aku Penasarannnnn!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  42. bagus banget...
    mbak ayo lanjut episode selanjutnya...
    kekekekekeke^^
    kira2 dvd nya udah ada apa bl0m y mbak??

    ReplyDelete
  43. cie cie kencan pertama nie yei....!!wkwkwkw
    eh bong chul manis bgt, saking manisnya sampe enek liat sikapnya sama kang chi, lucu sampe geli sendiri. wkwkwkw

    ReplyDelete
  44. KALO BACA KOMENT ADMIN,MENDING ENDINGNYA CHUNG JO SAMA GON AJA

    ReplyDelete
  45. mbak deeeee aku tuh kalo baca sinopnya mbak dee ama mbak fanny mesti ngakak sendiri apalagi di bagian komentar pasti ada seuatu whahaha aku jadi penasaran sama mbak dee wkwkwwkwk *halaahhh

    salam eknal dariku ICA hihihihihih

    ReplyDelete