February 13, 2013

Sinopsis My Daughter Seo Young Episode 44

Sinopsis My Daughter Seo Young Episode 44

Sinopsis Sayangku Seo Young

Di mobil yang membawanya ke kantor polisi, ibu mencoba bertanya alasan  teman pesulapnya itu untuk menjebaknya. Tapi tak seperti sikap biasanya yang ramah, pesulap itu tetap terus membisu, walau ibu sudah bertanya hingga menangis.



Ibupun menelepon suaminya, orang pertama yang bisa membantunya keluar dari kesalahpahaman ini. Dan tentu saja ayah kaget mendengarnya dan menyuruh ibu untuk menjaga ucapannya.


Woo Jae mengajak Seo Young makan di rumah makan tempat mereka biasa makan. Namun belum sempat mereka makan, Seo Young mendapat telepon dari ayah mertuanya. Seo Young yang heran melihat ayah mertuanya itu menelepon, bangkit menjauhi Woo Jae dan menerima teleponnya. Ayah meminta agar Seo Young tak memberitahukan siapapun dan menyuruhnya segera datang ke kantor polisi


Ternyata ayah mertuanya meminta Seo Young untuk tak mengatakan apapun dan segera ke kantor polisi. Seo Young kaget mendengar permintaan ayah mertuanya yang tiba-tiba, dan ke kantor polisi pula. Tapi ia menutupi hal itu dari Woo Jae. Ia berkata pada Woo Jae kalau ia ada urusan dan meminta Woo Jae untuk makan sendiri.



Tentu saja Woo Jae heran melihat Seo Young yang tergesa-gesa. Namun keheranannya terlupakan karena ia mendapat panggilan telepon juga. Dari ibu.


Di kantor polisi, wanita yang mengaku istri pesulap itu menunjukkan bukti-bukti perselingkuhan di handphonenya, yang menunjukkan Ji Sun (ibu Woo Jae) masuk ke hotel bersama suaminya. 


Ji Sun terkejut dan tak dapat membela diri. Untung suaminya, Ki Bum datang dan meminta polisi menunggu pengacara mereka yang akan segera datang untuk pemeriksaan.


Ki Bum segera menarik istrinya menjauh. Ji Sun bersikeras kalau ia dijebak namun betapa kagetnya ia mendengar reaksi pertama Ki Bum adalah menanyakan apakah Ji Sun mengatakan kalau dirinya adalah istri pemilik Winners? Tidak kan? Melihat ibu diam saja, ayah menuduh ibu sudah mengatakannya.


Aishh.. nih orang..


Ji Sun benar-benar tak percaya mendengar pertanyaan suaminya itu. Ia kembali dikejutkan saat melihat kedatangan Seo Young, mantan menantunya. Ji Sun benar-benar shock dan apalagi bertanya mengapa suaminya memanggil Seo Young?


Ughh.. sepertinya Ki Bum tak mau menggunakan pengacara keluarga mereka (yang juga pengacara perusahaan) karena takut ketahuan dan hal ini bisa menjadi skandal. 


Seo Young yang mengerti perasaan ibu mertuanya ini hanya bisa menunduk diam, tak tahu harus berkata apa. 


Woo Jae datang dan kaget melihat Seo Young sudah ada di sini, dan bertanya apakah telepon yang tadi diterima itu adalah dari ayahnya? Ki Bum segera menyadari kalau mereka berdua sebelumnya sedang di tempat yang sama saat ia menghubungi Seo Young.


Seo Young menggantikan ibu untuk menjalani pemeriksaan dan istri pesulap itu masih bersikeras kalau Ji Sun melakukan perzinahan dengan suaminya di hotel, walau menurut polisi tak ada bukti-bukti yang memberatkan ibu kecuali pengakuan si pesulap yang mengakui telah melakukan perzinahan. Tentu saja hal ini menmbuat Seo Young curiga.


Selesai pemeriksaan, Woo Jae menggertak suami istri itu, namun Ki Bum menyuruh Woo Jae untuk membawa ibunya pergi. Pada istri pesulap itu, Ki Bum meminta agar wanita itu menunggu kabar dari mereka dan tak melakukan apapun.


Ki Bum menemui Seo Young yang menduga kalau pasangan suami istri itu telah menipu ibu. Tapi Ki Bum yang lebih mementingkan citra perusahaannya tak mendengarkan kata-kata Seo Young dan meminta untuk mendiskusikan kompensasi yang sesuai pasangan suami istri itu dan ia pun juga akan membayar Seo Young lebih banyak untuk jasanya ini.


Seo Young hanya diam, tak berkata apapun. 


Di rumah, Woo Jae mengantarkan ibu untuk beristirahat. Tapi ibu meminta Woo Jae untuk meninggalkannya karena ia ingin bicara dengan suaminya (dan ia memanggil suaminya dengan Kang Ki Bum-ssi, bukan yeobo seperti biasanya).


Setelah berdua, ibu mengungkapkan kemarahannya karena suaminya memanggil mantan menantu yang seharusnya mereka tak berhubungan lagi dengannya. Ibu menganggap ayah tak memiliki perasaan. Walau Seo Young telah bersalah, tak seharusnya suaminya memanggil Seo Young dan mempergunakannya. Ibu berkata kalau ia tak bersalah. 


Tapi suaminya itu malah berkata kalau sudah saatnya ibu berhenti kecentilan. Ibu benar-benar shock mendengar kata-kata suaminya yang mengisyaratkan kalau ia memang bersalah dan tak percaya padanya.


Di luar, Woo Jae masih bisa mendengarkan pertengkaran orang tuanya.


Begitu juga Seo Young yang masih memikirkan sikap ayah mertuanya menghadapi kasus ini. Dan ia juga teringat akan ibu mertuanya yang menyuruh Woo Jae untuk memberikan semua barang-barang ini. Dan semua ini seakan-akan mereka ingin memutus hubugann kekeluargaan dengannya.


Semalaman, ibu memandangi suaminya yang tertidur lelap. Dan ia telah mengambil keputusan.


Esoknya, ia memanggil suami dan anak-anaknya untuk berkumpul di ruang keluarga. Dan ia mengumumkan kalau ia, Cha Ji Sun akan berpisah selamanya dengan kang Ki Bum. Dan ia memberitahukan alasannya, "Karena aku telah berselingkuh."

Tentu saja Mi Kyung dan Sung Jae marah pada ayahnya karena ayah percaya pada hal yang belum tentu kebenarannya. Tapi Ibu sudah memutuskan hal itu walau ayah marah karena ibu tak pernah mendiskusikan semua padanya.


Selama ini ia dapat gampang ditipu (oleh Sekretaris Yoon, Seo Young bahkan juga si pesulap yang baru saja ia kenal), karena ia mencari orang yang memberikan perhatian padanya yang tak pernah didapatkan dari suaminya. Pernikahan mereka telah diatur dan bukan karena cinta dan ia selalu merasa kesepian. Jika ia meneruskan hidup seperti ini, maka selamanya ia akan gampang ditipu. 


Ibu meletakkan surat cerai di meja, membuat kaget suami dan anak-anaknya. Bahkan sebelum pergi ia memberi ultimatum agar suaminya menandatangani surat perceraian itu dalam waktu seminggu. Jika ayah memperlambatnya, maka ibu akan menuntutnya ke pengadilan.


Seperti Seo Young, ibu sudah menyiapkan koper dan membawanya pergi keluar rumah, meninggalkan mereka yang kaget tak percaya.


Sung Jae yang mengejar ibu dan meminta ibu untuk mengajaknya. Tapi ibu harus pergi sendiri agar ayah Sung Jae tak menganggap tindakannya ini main-main. Sung Jae pun mengerti, tapi ia bertanya kemana ibu pergi? 


Ibu menjawab kalau ia akan ke hotel. Sung Jae mengeluh kalau ibu pasti tak akan tahan hidup sendiri di hotel. Maka Sung Jae mengusulkan agar ibu pergi ke rumah temannya Gang Sun (ibu Ho Jung). Ibu tentu tak mau, karena tak enak dengan suami temannya itu. Tapi Sung Jae memberitahukan kalau Min Suk (ayah Ho Jung) telah pergi dari rumah.

Pada keluarganya, Sung Jae mengatakan kalau ibu tak mau memberitahukan kemana ibu pergi karena ibu tak mau ayah mencarinya. Ayah pun tak peduli dan malah megnajak Woo jae untuk segera pergi ke kantor.


Hehe.. Betapa kagetnya Gang Sun melihat temannya tersenyum lebar di kamera CCTV di depan pintu rumahnya, Ia semakin kaget melihat Ji Sun membawa koper dan mengatakan kalau Ji Sun akan bercerai dengan suaminya dan daripada pergi ke hotel, Ji Sun sementara akan menginap di rumahnya. 


Sebelum bertemu dengan istri pesulap itu, Seo Young menemui Woo Jae untuk mengetahui apakah ada yang terjadi di perusahaan, sehingga membuat seseorang sakit hati pada ayah atau perusahaan? Whoaa.. sepertinya  Seo Young merasa ada kejanggalan dalam kejadian ini.


Seo Young sibuk dengan handphonenya saat ia kembali ke kantor. Dan ternyata istri pesulap itu telah menunggunya dengan secarik kertas yang berisi no rekening banknya dan jumlah uang yang dituntut sebagai kompensasi (1 milyar won?)


Tapi Seo Young tak gentar, dan bertanya tentang kejadian sebelum istri pesulap itu menangkap basah perzinahan suaminya.  Mulanya wanita itu menjawab dengan percaya diri, namun lama-lama jawaban yang ia berikan tidak sinkron satu sama lain dengan runtutan kejadian yang ada.


Wanita itu menjadi ketakutan, apalagi setelah Seo Young memberitahukan kalau pembicaraan mereka telah ia rekam ke dalam handphonenya yang akan ia gunakan untuk ke pengadilan.


Kang Ki Bum terkejut mendengar berita dari Seo Young kalau yang merencanakan jebakan pada Ji Sun adalah Direktur Ahn, direktur perusahaan rekanan Winners yang ia putuskan hubungan bisnis karena menjual desain perusahaan pada pihak lain.


Seo Young mengulang kembali rekaman pembicaraannya tadi di hadapan Woo Jae dan Direktur Ahn. Direktur Ahn tak bisa mengelak kalau jebakan itu adalah rencananya karena wanita itu telah mengaku.

Direktur Ahn yang sudah tak punya apa-apa, mengeluarkan foto-foto itu. Ia sudah nekad karena perusahaannya bangkrut dan ia masih harus menggaji karyawannya. Maka tak ada cara lain kecuali  ia meminta tebusan 1 milyar 


Woo Jae akhirnya memutuskan kalau mereka tak akan menuntut balik pada Direktur Ahn. Ia memberitahu perkembangan ini pada ayahnya dan bertanya apa yang akan ayah lakukan pada ibu (karena ibu memang tak terbukti bersalah)?


Lee Sam Jae (ayah Sang Woo dan Seo Young) sepertinya sangat cocok dengan pekerjaan barunya menjadi tukang kayu. Ia malah bisa memberikan saran pada pelanggan untuk membuat meja yang lebih bagus. Bahkan bos pemilik bengkel (siapa ya namanya?) terkesan melihat desain Sam Jae. Ayah malu-malu mengaku kalau ia dari dulu bercita-cita menjadi desainer furniture.


Sang Woo mengunjungi kantornya Seo Young dan tak menyangka kalau Yeon Hee ternyata bekerja bersama kakaknya, juga sahabat yang telah membantu Seo Young selama Seo Young mengalami kesusahan. 


Saat Seo Young datang, ia mengundang kakaknya untuk mengunjungi rumahnya saat perayaan tahun baru nanti. Seo Young mulanya tak mau, tapi Sang Woo membujuknya demi mendiang ibu mereka, dan bukan demi ayah, "Dan juga pikirkan juga perasaanku."


Seo Young berjanji akan mempertimbangkannya.

Note: biasanya di acara tahun baru juga menyembahyangi orang tua mereka yang sudah meninggal. 


Ki Bum menelepon istrinya dan memberitahukan kalau kasusnya telah selesai dengan hasil memang Ji Sun tak bersalah. Namun Ji Sun tetap kukuh pada keinginannya untuk bercerai, dan kembali menggertaknya, "Kalau kau tak melakukannya dalam seminggu, kita akan bertemu di pengadilan, dan kau bisa menggunakan Lee Seo Young sebagai pengacaramu."


Hehehe.. sepertinya nama Lee Seo Young nggak pernah ada matinya di keluarga ini.


Gang Sun yang mendengarnya, kaget, namun tak banyak bertanya. Hanya saja ketabahannya benar-benar diuji karena malam harinya, Ji Sun mengetuk pintu kamar dan berkata kalau ia ingin tidur bersama sahabatnya karena ia tak nyaman tidur sendiri di kamar Ho Jung.


Ayah dan Ho Jung pergi ke pasar untuk belanja bahan-bahan yang akan mereka masak untuk tahun baru nanti. Begitu juga Seo Young yang membeli jam tangan dan jaket. 


Untuk Sang Woo dan Ho Jung, kah? Atau untuk ayah?


Tahun baru tiba, dan ayah ditarik Ho Jung keluar dari kamar, karena ia dan Sang Woo akan memberi hormat pada ayah. Ayah canggung namun terharu melihat putra dan menantunya melakukan ritual itu. Atas permintaan Ho Jung, mereka pun berfoto bersama.


Di luar, Seo Young berdiri di depan gerbang rumah Sang Woo, namun ragu untuk masuk. Ia sudah beranjak, berbalik pergi, namun sapaan Ho Jung menghentikannya.


Ho Jung yang kebetulan keluar rumah untuk membuang sampah, langsung menyapa Seo Young dengan riang. Saking gembiranya melihat kakak ipar yang belum pernah ditemuinya, Ho Jung langsung menarik tangan Seo Young untuk mengikutinya masuk. Seo Young yang kaget mendapat sambutan seperti itu, refleks menarik tangannya.


Ho Jung pun menyadari hal kelancangannya. Ia meminta maaf dan memperkenalkan diri. Ia juga mengatakan kalau Sang Woo dan ayah selalu menceritakan tentang Seo Young dan ia telah menunggu-nunggu kedatangan Seo Young. Dan dengan lebih lembut, ia menggenggam tangan Seo Young dan mengajaknya masuk.


Aww... this little cute and adorable Ho Jung. Thanks God, this family has you..


Sang Woo yang mendengar teriakan Ho Jung memanggilnya, tak dapat menyembunyikan kebahagian dan tersenyum melihat kedatangan kakaknya. 


Sedangkan di rumah, ayah tak berani keluar, dan sangat gugup mendengar kedatangan putrinya. Saat Seo Young masuk ke rumah, ia hanya bisa memandang  putrinya yang menyapanya walau dengan tertunduk. 


Ho Junglah yang memecahkan kecanggungan itu dan mengatakan pada ayah kalau Seo Young membawa hadiah.


Seo Young membantu Ho Jung menyiapkan makanan dan berterima kasih karena Ho Jung repot menyiapkan semuanya. Tapi ia terkejut mendengar Ho Jung berkata  kalau ayahlah yang sibuk menyiapkan semuanya dan Ho Jung hanya mengikuti perintah ayah. Apalagi saat Ho Jung juga menunjukkan buku tabungan ayah dan mengkhawatirkan ayah yang terlalu irit dalam pengeluaran. 


Hal ini tentu mengejutkan Seo Young, karena ayah yang ia kenal dulu berbeda dengan ayah yang sekarang. 


Sang Woo mulai acara sembahyangan disaksikan oleh ayah, Ho Jung dan Seo Young. Setelah selesai, Sang Woo menyuruh Seo Young untuk melakukan sembahyangan. Seo Young menolak dan mengatakan kalau ia tak pantas melakukannya. Ayah tak dapat menutupi kesedihannya. Ia pun masuk kamar. 


Note : istrinya meninggal sendirian saat ia membawa kabur dan mempertaruhkan semua uang jerih payah istrinya di pacuan kuda dan meja judi, padahal uang itu digunakan untuk membiayai kuliah seo young dan sang woo. Dulu, ayah Seo Young benar-benar bukan ayah yang baik.


Di hadapan foto ibunya, Seo Young akhirnya berlutut untuk mendoakan ibunya. Namun di hadapan foto ibunya itu pulalah, Seo Young teringat kebohongannya dan kesalahan yang telah ia perbuat pada keluarganya. 


Saat memandang foto ibu, Seo Young seperti mendengar suara lembut ibu,"Akhirnya kau datang juga, Seo Young-ie.."


Seo Young tak dapat menahan air matanya. Sebelum Sang Woo ataupun Ho Jung mendekatinya, ia buru-buru meninggalkan rumah tanpa satu kata terucap. 


Sang Woo bergegas mengejar kakaknya, namun dicegah ayahnya. Ayah yang tahu perasaan Seo Young, meminta Sang Woo untuk membiarkan Seo Young pergi. 


Min Suk (ayah Ho Jung) memasak makanan tahun baru untuk teman sekamarnya (para anggota boyband). Tapi mereka minta maaf karena mereka akan pergi, membuat Min Suk kecewa. 


Tak disangka-sangka, ada yang mengetuk pintu. Ternyata Sung Jae! Aww... manisnya Sung Jae yang datang menemani sahabat ayahnya ini di hari raya.


Min Suk tentu saja heran melihat Sung Jae yang datang di hari raya ini. Mengapa Sung Jae tak merayakan bersama keluarganya? Sung Jae pun menceritakan kekisruhan yang terjadi di keluarganya dan ibunya yang minta cerai dari ayahnya. 


Min Suk hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ulah sahabatnya Ki Bum yang lebih mementingkan perusahaan daripada istrinya. Walau kasihan, Min Suk merasa Ki Bum harus merasakan kesepian yang ia buat sendiri. 


Woo Jae juga tak setuju kalau orang tuanya bercerai. Ia menemui ayahnya meminta ayahnya untuk meminta maaf. Ayah berkilah kalau ia sudah minta maaf, tapi ibu Woo Jae sendiri yang tak mau kembali. Woo Jae meminta ayahnya untuk memahami ibunya, tapi ayahnya tetap keras kepala. Ayah mengatakan kalau ia tak akan membujuk semua orang yang telah pergi dari rumah ini.


Seo Young pulang ke apartemennya dengan muram. Namun betapa terkejutnya ia melihat Woo Jae berdiri di depan gedung apartemennya, juga dengan muram. Mulanya Seo Young tak ingin berbicara pada Woo Jae, tapi Woo Jae mengatakan kalau ibunya pergi dan memutuskan bercerai dengan ayahnya, 

"Aku benar-benar kecewa pada ayah dan aku memutuskan untuk pergi. Tapi aku tak tahu kemana harus pergi. Sekarang tahun baru dan aku tak punya orang yang bisa kuajak bicara mengenai ibu. Temanilah, Lee Seo Young."


Seo Young melihat betapa muramnya Woo Jae sekarang ini dan untuk pertama kalinya ia mengajak Woo Jae untuk makan.


Mendengar ajakan Seo Young itu, mata Woo Jae sekilas berbinar dan meminta Seo Young untuk berjalan-jalan dulu sebelum makan. 


Woo Jae bertanya pada Seo Young tentang masalah ibunya, karena ia merasa Seo Young mengenal ibunya jauh lebih baik dari dirinya. Seo Young berkata kalau yang membujuk ibunya untuk kembali harusnya ayah dan bukan Woo Jae. Jika ayah bisa sedikit saja berubah, ibu tentu akan sangat bahagia. 


Mengingat sifat ayahnya, Woo Jae ragu kalau ayahnya yang otoriter bisa merubah sikapnya. Ayahnya tak mungkin bisa berubah.


Mendengar kata-kata itu, Seo Young kembali teringat pada kata-katanya dulu yang seperti Woo Jae. Saat ia memutuskan hubungan dengan ayahnya ia mengatakan kalau ayah tak akan pernah berubah. Tapi yang baru saja dilihatnya di rumah Sang Woo sangat berbeda. Saat ia melihat buku tabungan ayahnya, ia tahu kalau ayahnya telah berubah. 


Maka ia pun berkata pada Woo Jae, "Jangan pernah katakan tak mungkin. Kupikir di dunia ini tak ada yang namanya tak mungkin."


Di pinggir jalan, Seo Young melihat penjual biskuit karamel dan papan yang mengajak untuk membuat bintang dari gula karamel itu. Ia tak menyangka kalau jajanan itu masih ada. 


Woo Jae pun memanggil Seo Young dan bertanya apakah Seo Young mau ia memetik bintang untuknya?


Seo Young terpana mendengar tawaran Woo Jae yang tak terduga. Tanpa menunggu jawaban, Woo Jae duduk di depan penjual gula-gula itu, dan dengan hati-hati mulai menusuk piringan gula karamel yang didalamnya ada gambar bintang dengan lidi. Tapi setelah ditusuk beberapa saat, lidi itu akan tumpul (oleh gumpalan karamel), sehingga Woo Jae menjilat lidi itu, hingga bersih dari karamel.


Melihat hal itu, Seo Young kembali teringat pada ayahnya yang dulu juga pernah membuat bintang untuknya setelah ia menangis karena temannya berhasil menjawab semua soal ujian dengan benar. Ayahnya pun juga menjilat lidi itu, sama seperti Woo Jae.


Melihat sosok Woo Jae dari belakang, yang tekun melepaskan bintang itu, kembali mengingatkan Seo Young pada sosok ayahnya. 


Agar kesedihannya tak berlarut-larut, ia pun duduk di samping Woo Jae dan mengambil piringan gula-gula itu. 


Tak mengindahkan tatapan protes Woo Jae, ia mengambil piringan gula karamel itu, dan dengan tangan, ia mematahkan satu per satu sisi gula karamel itu, hingga tinggal tersisa bintang. 


Whoaa.. Woo Jae kaget melihat Seo Young melepas bintang itu dengan mudahnya. Tapi kemudian ia menjadi kesal karena sadar kalau Seo Young mengambil biskuit karamel itu darinya. 


Seo Young mengoloknya kalau Woo Jae sangat lama sekali, dan kalau ia biarkan, pasti tak akan selesai, "Apa kau ingin makan malam di sini?" Ha.


Walau begitu, Woo Jae tak dapat menyembunyikan senyumnya melihat senyum Seo Young dan mengatakan kalau mereka sudah mirip seperti teman dekat sekarang. Menyadari hal itu, Seo Young sejenak berpikir dan mengiyakan. Setuju akan pendapat Woo Jae.


Misi menjadi teman : berhasil.


Ho Jung tak dapat menyembunyikan kekagumannya melihat Seo Young yang baru saja ia kenal. Ayah pun sangat bangga pada putrinya, dan mengatakan satu persatu kehebatan Seo Young. 


Sang Woo yang melihat betapa Ho Jung terkesima mendengar kehebatan saudara kembarnya, menyuruh ayahnya untuk mengatakan kehebatannya juga.

Hehe.. ada yang nggak rela disaingi..


Bukannya menuruti permintaan Sang Woo, ayah malah menyuruh Sang Woo dan Ho Jung untuk pergi ke rumah besannya, karena hari ini adalah tahun baru.


Maka Ho Jung pun menelepon ibunya terlebih dahulu, tapi kaget saat ibu mengatakan kalau ada teman ibu, Ji Sun yang menginap. 


Ayah yang baru saja bangun dari tidur siang, memanggil bibi pembantu untuk menyiapkan makan siang. Tapi karena sekarang hari raya, tentu saja  bibi pembantu pulang ke rumah. 


Ia pun membuka pintu kamar anaknya satu persatu. Tapi tentu saja kamar mereka semua kosong. Anak-anaknya semua pergi di hari raya ini. 


Perutnya semakin lapar, maka ia membuka lemari es, mencari apa saja yang bisa dimakan. 


Dan di hari raya yang biasanya selalu ia rayakan bersama keluarga, ia sendirian makan nasi campur (bbibimbap) di rumahnya yang besar. Dan ia teringat pada apa yang dilakukan istrinya saat sendirian di rumah.


Kita sudah tahu dimana Woo Jae dan Sung Jae menghabiskan hari raya ini, lalu dimanakah Mi Kyung? Tentu saja di rumah sakit karena dia mendapat tugas jaga. Tapi ada yang menemaninya, yaitu Seon Woo yang mengujunginya dengan membawa makan siang lengkap, dan berniat minta maaf.


Walaupun kali terakhir mereka bertengkar, tapi yang namanya teman baik, tetap teman baik. Mi Kyung pun berkata kalau ia akhirnya bisa move on dari Sang Woo. Tentu saja hal ini tak membuat heran Seon Woo. Karena Mi Kyung pun dulu dengan mudahnya melupakan cinta  pertamanya.

Note : seperti yang pernah diceritakan pada Sang Woo, cinta pertama Mi Kyung adalah dokter yang menyembuhkannya dan membuat ia ingin masuk kedokteran.


Tak sengaja, Mi Kyung melihat Gyung Ho yang duduk di seberangnya. Ia pun bertanya, siapa nama dokter yang menjadi cinta pertamanya itu. Mi Kyung juga tak ingat, tapi ia ingat marganya, Choi.


Tentu saja Mi Kyung shock mendengarnya.


Mi Kyung pun menemui Gyung Ho dan ragu-ragu, Mi Kyung menanyakan ucapan profesornya yang saat itu berkata kalau ia pernah bertemu dengan Mi Kyung sebelumnya. Gyung Ho pun menjawab kriptik, kalau yang dipikirkan Mi Kyung sekarang mungkin benar. 


Tentu saja hal itu tak mungkin. Mi Kyung menatap profesornya tak percaya, "Jadi profersor adalah oppa..?" dan Mi Kyung pun langsung menutup mulutnya mendengar kata oppa keluar dari mulutnya.

Gyung Ho mengangguk bangga. Tapi ia mendelik mendengar jeritan Mi Kyung yang tak percaya pada kata-katanya, "Tak mungkin! Laki-laki itu sangat hangat, perhatian, dan senyumnya juga mempesona.."

"Haa.. apakah kau ingin mengatakan kalau orang di hadapanmu ini dingin, kejam, dan berkeriput seperti orang tua?"


"Tapi laki-laki itu.." Mi Kyung menggelengkan kepalanya, masih tak percaya, "Apa Anda punya bukti kalau Anda adalah pria itu?"


Gyung Ho mencondongkan badannya mendekati Mi Kyung dan menantangnya, "Kalau aku menunjukkan buktinya, apa kau mau percaya?"


Mi Kyung bengong, tak dapat menjawab pertanyaan profesor yang mungkin adalah oppa itu.


Ho Jung meminta Sang Woo untuk pergi ke rumah Seo Young untuk memberikan makanan yang telah disiapkan ayah, karena tahu Seo Young tadi belum sempat makan dan ayah mertuanya itu telah menyiapkan makanan kesukaan Seo Young.


Sang Woo pun pergi menemui Seo Young yang baru saja pulang. Sambil merebus air untuk membuat   kopi dan Seo Young memuji Ho Jung sebagai istri Sang Woo dan meminta agar Sang Woo berlaku baik pada Ho Jung.


Sang Woo pun mengatakan ia telah menjadi suami yang baik. Dan iapun menunjukkan foto-foto mereka tadi pagi.


Entah sedih atau terharu, tapi Seo Young memandangi foto Sang Woo yang berfoto bersama istri dan ayah mereka. 


Air panas telah mendidih, dan Seo Young beranjak bangkit untuk mematikan kompor dan membuat kopi. Tapi Sang Woo menghentikan dan mengatakan kalau ia yang akan membuatnya. 


Seo Young pun membuka-buka foto di handphone Sang Woo, tersenyum melihat betapa gembiranya mereka bertiga. Ia terus membuka-buka sampai menemukan foto Sang Woo saat jaga di rumah sakit, foto Sang Woo bersama teman-teman sejawatnya. 


Tak sadar Seo Young melewati sebuah foto. Seperti mengenal sosok di foto itu, ia kembali melihat foto yang baru saja dilihatnya.


Dan ia melihat foto Mi Kyung, bekas adik iparnya, yang tersenyum ceria bersama Sang Woo dan ayahnya.


Komentar :


Saya merasa kedatangan Ho Jung merupakan anugerah yang diterima oleh keluarga Lee. Seo Young dengan mudah bisa bergaul dengan Ho Jung. Ho Jung sendiri yang ceria dan tanpa pretensi apapun, tidak ingin men-judge masalah apa yang terjadi pada keluarga baru yang ia miliki ini. Ia sangat gembira dan antusias melihat kakak iparnya itu.


Jadi rasanya ingin menjitak Sang Woo deh yang masih menyimpan foto Mi Kyung. Walau menilik sifat Sang Woo yang cuek, ia pasti memang tak mau repot-repot menghapus foto itu. 

Yang btw, hal itu pernah juga saya alami. Waktu saya harus memakai komputer pacar (jaman dulu banget, deh..) yang baru saja jadian, saya terkejut saat mengetahui kalau passwordnya adalah nama mantannya. Komentarnya setelah dikonfrontasi? Males ngganti. Aisshh... benar-benar tak punya perasaan. 



Dan sepertinya, di episode ini Seo Young akhirnya bisa merasa nyaman bersama dengan Woo Jae. Dia bisa tersenyum lepas kali ini. 

Keinginan Woo Jae akan Seo Young adalah membuat Seo Young bisa tertawa dan tidur dengan nyaman. 

Hal ini rasanya tak terduga. Di saat Woo Jae mendapat masalah dan mencari seseorang yang dapat memberi saran padanya,  ia malah dapat membuat orang itu tersenyum bahagia.


Jadi, ketika Seo Young menemukan foto itu, perasaan apa yang ada di hatinya? Sedih? Menyesal? Menyalahkan diri sendiri? Apakah ini titik balik untuknya agar bisa kembali pada Woo Jae? Atau malah titik balik untuk menjauhi Woo Jae?

21 comments :

  1. Aich...baca lgsg eps. 43 itu '?' besar dech...ampe2 buat bagan biar ngerti...hehehe
    ~Carol~

    ReplyDelete
  2. Mba dee,aq request sinopsis That
    Winter, The Wind Blows yg song hye kyo sama jo in sung,please

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa..plisss mbaa, ya ampun itu dramaaaa, gustiiii..keren bangeeeet!

      Chika

      Delete
  3. Mbak dee ni drama brp eps??.....bagus keliatannya critana

    ReplyDelete
    Replies
    1. bantu jawab hhehe
      50 ep dan baru tayang 44 :)

      Delete
  4. senang banget akhirnya mbak dee bwt sinop drama ini... smg strsnya ya spi drama nya slsi soalnya crtnya bgs... fighting!!!

    ReplyDelete
  5. Mba,slm kenal ya,ak seneng bgt akhirnya mba bwt sinop ini,sampe selesai ya mba,chayo mba dee.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. YEYE!!! SEMANGAT MBAK DEE XD

      Delete
  6. thank u.....sinopsis nya keren bgt!

    ReplyDelete
  7. jangan lupa recap dari episode 1-42 nya ya mb dee.. Penasaran apa aja yang terjadi di masa lalu semua karakternya. banyak yang bilang drama ini bagus, pengen nonton, tapi nunggu tamatnya aja ahhh...
    Semangaaaat!!! ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bagus kok hehe
      cuma nyangkut di seleramu ato gak ^^"

      Delete
  8. akhirnya ada juga yg buat sinopsisnya
    aku ikutin drama ini dari episode 1 di kbs world(tv kabel)
    tapi ngak liat semua episode ada yg bolong2

    semoga dibuat sinopnya dari epi 1
    paling ngak rekap nya deh...

    thanks ya mba

    salam,rika

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih ttv kbs aku lagi macet nih bisa nonton kbs world di mna lagi yah

      Delete
  9. lanjut mbk dee, ,
    *tp epsdny bnyk bgt ya, ,

    ReplyDelete
  10. lanjut dee sinopsisnya, thanks aku suka banget

    ReplyDelete
  11. unnie terus buat sinopsisnya. sukaaaa banget sama drama yang satu ini. episode banyak gak slalu membosankan kok. kayak smile you and ojakgyo brothers.. fighting uniie. kutunggu terus sinopsisnya.

    Michella

    ReplyDelete
    Replies
    1. SETUJU! karena itu juga kan mbak dee buat sinopnya :P

      Delete
  12. semangat mbak dee,,, :P
    terus bikin rekapnya,, hehehehhe

    ReplyDelete
  13. aih, mutusnya kok di situ sih >___<
    nanti malam!!!

    ReplyDelete
  14. tapi sayang chanel kbs world di darah gua macet nih, jadi bisa menonton ini di mna lagi

    ReplyDelete
  15. pliss OP kutu drama di beri saran yah udah galau banget ini drama udah ngpnotis gua

    ReplyDelete