rotator and add

January 4, 2013

Sinopsis I Miss You Episode 16 - 2


Sinopsis I Miss You Episode 16 – 2


Setelah ayahnya pergi, Jung Woo mulai membongkar ruang kerja ayahnya. Ia membuka-buka semua dokumen yang ada di lemari ayahnya dan menemukan dokumen Zoe dan Harry Borrison yang pernah diberikan Sekretaris Yoon pada ayahnya.



Ia juga melihat ada sebuah lemari yang terkunci. Sepertinya sebuah safety box. Ia memotret lemari itu dan mengirimkan gambar itu pada Detektif Joo dan bertanya bagaimana cara membuka kotak itu.


Di tempat kerjanya, Soo Yeon menyimpan USB itu ke dalam sepatu yang terpajang di rak dekat tempat tidurnya.


Mendadak tasnya yang berisi benang wol terjatuh. Ia segera mengejar gulungan benang itu, namun gulungan itu berhenti saat mengenai sepasang kaki.


Jung Woo.


Soo Yeon terkejut melihat kedatangan Jung Woo. Apalagi Jung Woo langsung memegang pipinya, dan bertanya darimana Soo Yeon pergi karena wajah Soo Yeon amat sangat dingin.


“Tanganmu bahkan lebih dingin lagi,” jawab Soo Yeon, “Aku pergi untuk membeli beberapa benang. Aku ingin merajut untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang lain.”


Ahh.. jadi Jung Woo menempelkan tangan ke pipi untuk menghangatkan tangan, ya. Mata Jung Woo melebar mendengar kalimat Soo Yeon yang terakhir.


“Pikiran yang lain?” tanya Jung Woo tiba-tiba dan langsung mengecup bibir Soo Yeon, sehingga Soo Yeon terkejut. Jung Woo menebak pikiran Soo Yeon yang lain itu, “Ddukbokki?” ia pun mengecup Soo Yeon lagi, “Sundae?” dan mengecup bibir Soo Yeon lagi, “Soda?” kali ini ia mencium Soo Yeon dan tersenyum menatapnya, “Aku membawa semuanya untukmu.”


Aww.. Soo Yeon terpana menerima ciuman itu, tak menyadari kalau Jung Woo telah mengacungkan buku hariannya dan berkata, “Kita akan menggunakan ini bersama-sama mulai sekarang, jadi aku akan memintamu untuk menyimpannya.”


Soo Yeon kembali terpana dan tersenyum melihat kembali buku hariannya, “Kau benar-benar menyimpannya?”


Tapi senyumnya hilang saat mendengar Jung Woo mengutip tulisan di buku hariannya, “Tik! Hanya satu lingkaran yang muncul, ‘Aku menyukainya. Tetes hujan yang memberitahukanku. Tetes hujan yang memberitahukanku kalau aku menyukaimu.”


“Berikan padaku,” pinta Soo Yeon sambil merebut buku harian itu dari tangan Jung Woo. Tapi tak mudah, karena Jung Woo langsung lari kabur dari jangkauan Soo Yeon, sehingga Soo Yeon harus mengejarnya untuk mengambil buku harian yang jauh di atasnya.


“Han Jung Woo! Berikan padaku!” Soo Yeon semakin panik karena Jung Woo terus menghindar dan menggodanya dengan menyebutkan semua kata-kata yang ia tulis di buku itu. Jika kau berharap tanpa putus asa, harapanmu akan menjadi kenyataan. Mengharaplah dengan melempar kerikil di genangan air.


“Kupikir aku akan gila. Walau kau ada di sampingku, aku selalu memikirkanmu,” ujar Jung Woo kembali menirukan kata-kata di buku hariannya. Soo Yeon terus mengejar Jung Woo.



Tapi kali ini ia tak menghindar lagi, malah menangkap Soo Yeon dan berkata lembut saat memeluknya, “Soo Yeon, berkat buku harian itu, aku mampu bertahan selama ini. Tetaplah mencintaiku seperti itu.”


Dan Soo Yeon menjawab permintaan Jung Woo dengan menyentuh pundak Jung Woo lembut dan membalas pelukannya. Merasakan pelukan itu, Jung Woo semakin mempererat pelukannya.


Ternyata kepergian Tae Joon dari rumah adalah ide dari Harry. Atas perintah Harry, Sekretaris Yoon mengatur pertemuan antara investor Jepang yang hendak menemui Tae Joon untuk urusan investasi di Kamboja. Harry menyuruh Sekretaris Yoon untuk menahan Tae Joon di sana.


Kepergian Tae Joon berarti rumah menjadi kosong dan Harry dapat leluasa mastanuk ke rumah itu. Di halaman rumah, Harry menatap rumah Tae Joon dengan berbinar-binar dan berkata

“Zoe, aku datang untuk menemui ibuku.”


Menemani Soo Yeon makan ddukbogi, Jung Woo menggulung benang wol  dan menceritakan kekesalannya karena gagal menangkap penjahat, bahkan sampai dua kali.


Ia juga kesal karena penjahat itu bahkan sempat menyandera Ah Reum agar bisa lolos, “Kalau ia tertangkap, ia akan aku pukuli sampai mati. Lima pukulan godzilla!”


Soo Yeon heran mendengar penjahat itu sampai mendatangi rumah Jung Woo. Dan Jung Woo pun menceritakan kalau ada beberapa kasus pembunuhan yang semuanya berkaitan dengan kejadian yang mereka alami 14 tahun yang lalu, “Aku tak begitu yakin akan alasan pembunuhan itu. Aku juga ingin membunuh Kang Sang Deuk dan Kang Sang Chul. Tapi, Soo Yeon, kau pun juga tahu kan kalau seseorang tak boleh membunuh orang lain?”


Soo Yeon terdiam, mendengarkan kelanjutan cerita Jung Woo. Jung Woo menduga kalau penjahat itu menyimpan dendam pada keluarganya, “Karena itu ia datang ke rumah. Ia seakan bergerak di sekitarku.”


“Kau mungkin juga dalam bahaya,” ujar Soo Yeon khawatir. Tapi Jung Woo menenangkan kalau ia adalah si kelinci gila dari bagian reserse kriminal, jadi Soo Yeon tak perlu khawatir.


Namun kekhawatiran Soo Yeon menjadi berlipat-lipat saat Jung Woo menunjukkan foto di handphnenya dan mengatakan kalau ternyata tante yang pernah ia ceritakan bukanlah tantenya.


Wanita yang menurut Jung Woo lebih cantik, tapi bukan kecantikan wajah wanita itu yang dilihat Soo Yeon, melainkan kemiripan foto wanita itu dengan foto wanita yang disebutkan Harry sebagai ibunya yang sudah meninggal.

Soo Yeon langsung mengerti mengapa Harry tiba-tiba memukul tangan Jung Woo saat Jung Woo akan menunjukkan foto tantenya. Ia juga menyadari apa maksud Harry yang ingin menjadikan anak penjahat yang membuat kakinya pincang sama seperti dirinya. Ia tahu siapa penjahat itu, dan ia tahu siapa putra penjahat itu.


Handphone yang ia pegang terjatuh, membuat Jung Woo cemas dan segera menghampiri Soo Yeon. Tapi Soo Yeon tak dapat menceritakan semua ini, karena jika ia menceritakan tentang Harry, maka mungkin akan membahayakan Harry. Ia hanya bisa meminta, “Kuharap kau tak melakukan apa yang sedang kau lakukan sekarang.”


Jung Woo tersenyum mendengar Soo Yeon yang mengkhawatirkannya. Maka untuk menenangkannya, Jung Woo mengajak Soo Yeon untuk menemui Detektif Choi, yang sudah dianggap ayah oleh almarhum Detektif Kim, “Aku tak ingin pergi sendiri. Karena malu, aku bahkan tak berani menemuinya hingga sekarang.”


Tapi Soo Yeon berkata kalau ia merasa lebih malu lagi. Karena dialah, Detektif Kim tewas, “Katamu ia mendapat kecelakaan saat mengikutiku.”


Jung Woo menatap wajah Soo Yeon yang tertunduk. Ia dapat merasakan kalau Soo Yeon menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi Soo Yeon membantahnya. Dan untung bagi Soo Yeon karena Mi Ran meneleponnya.


Ia buru-buru pergi ke kamar tidurnya untuk menerima telepon itu di bawah tatapan curiga Jung Woo. 


Ternyata Mi Ran berterima kasih karena berkat Soo Yeon, Harry mau membantunya. Soo Yeon terkejut mendengar Harry sekarang berada di rumah Mi Ran (yang berarti ada di rumah tempat ibu Harry tinggal).


Ia meminta Mi Ran untuk memberikan handphonenya pada Harry, tapi Harry tak mau. Dan Mi Ran pun yang menduga kalau Soo Yeon sedang bertengkar dengan Harry, menutup teleponnya.


Soo Yeon semakin cemas dan mencoba menghubungi handphone Harry. Tapi Harry tak mau mengangkatnya. Soo Yeon kembali menelepon Mi Ran, tapi Mi Ran menuruti perintah Harry untuk tak mengangkatnya dan memeriksa dokumen kredit yang ia bawakan untuk Mi Ran.


Harry mengalihkan perhatian Mi Ran pada maksud tujuannya ia datang kemari. Apakah Mi Ran yakin kalau uang yang ia pinjamkan untuk pembukaan butik nanti? Mi Ran mengatakan cukup.

Tapi yang membuatnya tak enak adalah karena ia kembali meminjam uang, padahal uang yang dipinjam Sekdir Nam belum kembali. Ia lebih suka jika Hyung Joon berinvestasi di butiknya daripada meminjamkan uang (mungkin tanpa bunga)  seperti ini.


Harry mengatakan kalau yang ia lakukan ini hanyalah formalitas, jadi ia meminta Mi Ran untuk tak merasa terbebani. Ia juga menyadari kalau Tae Joon belum mengembalikan uang yang dipinjam darinya.


Mi Ran mengakui kalau kondisi keluarganya sedang dalam kondisi sulit, bahkan Jung Woo pun juga keluar dari keolisian, “Kau adalah benar-benar teman Jung Woo, kan?”

Harry membenarkan walau mengatakan kalau Jung Woo membuatnya gugup setiap waktu karena ia tak tahu kemana Jung Woo akan pergi. Walau begitu, Harry mengatakan kalau Jung Woo adalah teman yang mengasyikkan.


Jung Woo semakin tak dapat menutupi kecurigaannya saat selesai berbicara di telepon, Soo Yeon langsung membereskan makanan yang belum habis ia makan. Ia juga menyuruh Jung Woo untuk segera pergi menemui Detektif Choi.


Jung Woo langsung berjalan menghampiri Soo Yeon. Bukannya mengatakan kecurigaan, Jung Woo malah meletakkan handphone ke tangan Soo Yeon, “Segeralah angkat. Kalau kau tak mengangkat dalam 3 deringan, aku akan membawa surat penahanan untukmu.”


Soo Yeon tersenyum mendengar gurauan Jung Woo dan meminta agar Jung Woo berhenti mencemaskannya. Ia berharap agar Jung Woo pulang dari tempat detektif Choi dengan membawa kabar baik. Jung Woo tersenyum dan berkata kalau ia tak mendapat kabar baik, maka ia akan membuatnya.  


Jung Woo merangkul bahu Soo Yeon dan mengerti perasaan Soo Yeon yang sedang mencemaskan Harry. Soo Yeon tak perlu membohonginya dan memendamnya sendirian. Soo Yeon dapat menceritakannya padanya. Walau ia merasa ingin menghajar Harry karena mengganggu pikirannya, ia dapat pergi minum dan tahan dipukul (seperti yang Harry lakukan padanya)


Soo Yeon merasa bersalah jika Jung Woo merasa seperti itu. Tapi Jung Woo meminta agar Soo Yeon tak merasa bersalah, karena rasa cintanya jauh melebihi perasaan bersalah Soo Yeon, “Aku akan segera kembali. Tunggulah aku,” bisiknya lembut.


Mendengar hal itu, Soo Yeon langsung memeluk Jung Woo, mengagetkannya. Dalam hati Soo Yeon meminta,

“Jung Woo ya, tak peduli apapun yang aku lakukan, tak peduli kemanapun aku pergi, pastikan kalau kau selalu mencariku, ya?”

Jung Woo mendatangi tempat bilyar yang dulu pernah ia datangi 14 tahun yang lalu dan kaget melihat tempat itu sepi dan banyak dokumen yang berserakan.


Kakek Choi juga kaget melihat Jung Woo, dan tak mengenalinya. Apalagi Kakek Choi pun memukul kepalanya karena berbicara dengan non formal padanya. Jung Woo meminta maaf dan dengan bahasa jeonmal, ia menceritakan dirinya dan detektif Kim untuk menyegarkan ingatan Kakek Choi. Tapi kakek Choi malah mengusirnya, “Keluar kau. Dasar si kelinci gila!”


Jung Woo terbelalak mendengar panggilan itu, yang berarti kakek Choi sudah tahu siapa dirinya. Ia juga terbelalak melihat tumpukan koran yang ada di sana. Semuanya adalah informasi tentang kejadian 14 tahun yang lalu.


Kakek Choi berkata kalau ia melakukan penyelidikan ini karena iseng. Tapi Jung Woo bertanya apakah Kakek Choi juga pergi ke RSJ Jaekyung karena iseng? Bagaimana Kakek Choi tahu kalau kejadian 14 tahun yang lalu ada hubungannya dengan RSJ Jaekyung?


Jung Woo seakan mendapatkan mata kuliah Pengantar Menjadi Detektif, karena Kakek Choi menjelaskan kalau gudang tempat Jung Woo dan Soo Yeon diculik dan tebing tempat Detektif Kim jatuh,  berada di wilayah yang sama dengan RSJ Jaekyung. Wilayah Suseong,

“Dengan mengejar bukti yang hanya di depanmu, kau tahu sudah berapa bukti yang kau lewatkan? Pertama-tama, kau harus memahami jalur yang ditempuh si pelaku.”

Kakek Choi memberitahu kalau pelaku juga bersembunyi di tempat yang sama dengan tempat tinggal Soo Yeon yang terakhir dan cukup terkejut karena Jung Woo tahu kalau tempat tinggal Soo Yeon terakhir adalah di dekat pabrik batu bara. 

Jung Woo menjelaskan kalau ia tahu karena kata-kata Detektif Kim saat meneleponnya (‘Serbuk batu bara membuat tenggorokanku gatal’). Ia telah memeriksa tempat di sekitar situ namun pabrik itu sudah tak ada. Sementara Kakek Choi tahu tentang pabrik batubara karena ditemukan serbuk itu di mobil Detektif Kim.

Kakek Choi berkata kalau semuanya sudah terbakar, bahkan gudang tempat Jung Woo disekap pun juga terbakar. Jung Woo berkata kalau semua itu adalah tindakan ayahnya, “Tentunya kakek juga mengetahui hal ini, kan? Karena itu Kakek tak mencariku, kan?”


Kakek Choi terkejut mendengar kata-kata Jung Woo. Tapi Jung Woo berkata kalau ia sudah tahu kalau ayahnya terlibat dalam kejadian ini, dan ia sudah siap dan meminta Kakek Choi untuk menceritakan semuanya.


Harry ditinggal sendiri, karena Mi Ran mengurusi Hyun Joo yang sepertinya keluar kamar. Ia sangat geram mendengar percakapan Mi Ran yang memarahi ibunya. Ah Reum yang disalahkan karena tak mengawasi Hyun Joo juga ikut kesal dan bertanya pada ibunya, mengapa wanita itu tak dibawa ke rumah sakit jiwa saja jika ibunya tak sanggup menanganinya?


Harry hanya bisa mencengkeram tongkatnya dan menatap marah pada orang-orang yang ribut di balik pintu.


Tapi begitu pintu terbuka, ia menampakkan muka manisnya dan berkata pada Mi Ran kalau ia telah meminta pengacaranya untuk mengirim dokumen via fax. Mi Ran diminta untuk merubah tenggat waktu untuk hutang yang ditinggalkan Sekdir Nam dengan tulisan tangannya sebelum ditandangani. 


Mi Ran yang tak paham akan masalah hukum meminta agar mereka lakukan seadanya saja. Tapi Harry berkata kalau mereka harus melakukan dengan benar dan mengulang prosedur yang harus Mi Ran lakukan. Mi Ran membuka draft dokumen dan Harry menggunakan kesempatan itu untuk keluar kamar.


Saat diluar, ia melihat kamar di sebelah, dan setelah sesaat ragu, ia membuka kamar itu.


Soo Yeon ternyata pergi ke rumah Jung Woo. Sepanjang perjalanan ia terus menelepon Harry tapi tak berhasil. Sesampainya di depan gerbang, ia ditahan oleh para satpam yang mendapat perintah untuk tak membiarkan orang lain masuk. Tapi Soo Yeon tetap memaksa masuk.


Dan Harry pun melihat ibunya. Ibunya yang duduk di tempat tidur sambil membuat kerajinan dari plastik. Ia terpaku melihat ibunya, tongkat yang ia pegang terjatuh, membuat ibunya kaget.


Saat menoleh, Hyun Joo kaget melihat seorang pria muda berjalan tertatih-tatih menghampirinya, dan berkata sambil menangis, “Ibu, apakah ini ibu?”


Hyun Joo mulai memanggil nama Han Tae Joon dengan lirih, tapi ia diam saat Harry berkata sambil menangis seakan memohon, “Ibu.. ini aku, Joon. Hyung Joon. Satu-satunya yang paling ibu cintai di dunia ini.”


“Bayi..” gumam Hyun Joo. Dan ia teringat saat ia memanggil Bayi.. Bayi.. Joon.. Bayi..dan melihat saat Hyung Joon diseret oleh Perawat Hye Mi masuk ke dalam mobil.


Hyung Joon mencoba memeluk ibunya, tapi ibunya menjauh dan malah menyuruhnya memanggil Han Tae Joon. Dari luar terdengar suara Soo Yeon yang mencari Harry. Dan terdengar pintu terbuka.


Soo Yeon masuk, dan saat itu juga ibunya berteriak-teriak, “Panggilkan Han Tae Joon.. Panggil Han Tae Joon!! Kenapa kau tak panggil Han Tae Joon!! Han Tae Joon!!”


Hyung Joon terkejut melihat ibunya tak mengenalinya malah mencari Han Tae Joon. Soo Yeon yang melihat wanita yang hanya pernah ia lihat di foto, dan melihat Harry yang shock, segera memeluk Hyung Joon dan menutup telinganya.


Mi Ran masuk dan segera menenangkan Hyun Joo. Tapi Hyun Joo sudah histeris dan berteriak memanggil Han Tae Joon.


Walau dipeluk Soo Yeon, Hyung Joon tetap ingin menatap ibunya, berharap ibunya mengenalinya. Tapi ibunya tetap berteriak dan tak mengenalinya, membuat tangis Hyung Joon semakin keras. Soo Yeon mencoba menenangkannya, tapi Hyung Joon tak dapat menahan diri. Ia terus menangis.


(Seakan malu) Mi Ran menutupi Hyun Joo dengan selimut dan meminta Soo Yeon untuk membawa Harry pergi.


Walau begitu ia sempat melihat Harry yang menangis tersedu-sedu yang ditenangkan oleh Soo Yeon  yang berkata, “Jangan dengarkan.. jangan dengarkan.. semuanya baik-baik saja..”


Harry pergi dari rumah dan langsung memasuki mobil. Soo Yeon mengejarnya dan masuk ke dalam mobil. Ia meminta Harry untuk tenang dan berbicara sebentar dengannya. Tapi Harry yang sudah kalap, tak mau. Ia melarikan mobilnya dengan kencang. Soo Yeon hanya bisa mengawasi Harry dengan khawatir.


Jung Woo mengambil kotak dari rak paling atas dan membongkar isinya. Salah satu isinya adalah plastik berisi kaleng soda yang tergencet separuh. Namun yang menarik perhatiannya adalah sebuah foto.


Foto seorang wanita yang dulu pernah ia lihat. Wanita yang saat ia lihat sudah menjadi mayat.


Michelle Kim.


Ia teringat reaksi Sekdir Nam saat ia menunjukkan foto Michelle Kim. Dan ia juga menyadari sesuatu kalau foto itu terlalu tebal untuk sehelai foto.


Ia mengambil foto itu dari plastik pembungkus, dan melihat foto itu ada dua. Ia melepas foto Michelle Kim dari kertas di bawahnya.


Dan ada foto anak laki-laki di sana. Foto anak laki-laki yang pernah ia selamatkan saat terjadi kebakaran di dekat rumah Soo Yeon. Foto anak laki-laki yang kakinya terluka parah. Dan ia juga teringat saat ia melihat Harry Borison pertama kali dengan kakinya yang ditopang tongkat.


Dan ia menyadari semuanya.


Di tempat yang sepi, Harry menghentikan mobilnya tiba-tiba dan berteriak meluapkan kemarahannya. Soo Yeon bertanya tentang perasaan Harry. Tapi Harry menjerit, “Aku ini Joon! Aku ini Joon. Kang Hyung Joon!!”


Soo Yeon kaget mendengar Hyung Joon yang histeris pada masa lalunya. Perlahan ia mengajak Hyung Joon pulang.


Tapi Hyung Joon malah bertanya, “Kau melihat ibuku, kan? Ia tak mengenaliku,” kata Hyung Joon geram, “Semuanya ini karena Han Tae Joon. Menurutmu apa yang harus aku lakukan?”


Seakan tak kaget, Soo Yeon menjawab kalau lebih baik mereka membicarakan hal ini dirumah. Hyung Joon bertanya apakah Soo Yeon sudah tahu tentang hal ini?


Soo Yeon menjawab kalau ia sudah tahu kalau orang yang melukai kaki Hyung joon, orang yang membuat ibu Hyung Joon disangka sudah mati dan sekarang seperti ini adalah Han Tae Joon, “Dan kau juga sudah mengetahuinya. Kang Hyung Joon, apa karena itu kau datang ke sana untuk menemui ibumu, kan?”


Hyung Joon membantahnya, “Aku tak tahu.” Tapi Soo Yeon tak percaya, “Kau tahu.”

“Lee Soo Yeon!” bentak Hyung Joon. “Kenapa kau melakukan hal ini padaku?”


“Apa yang sebenarnya kau inginkan?” tanya Soo Yeon.

“Kenapa? Apa kau takut kalau aku akan membunuh Han Jung Woo?” bentak Hyung Joon.


Dan tak disangka, mobil Jung Woo datang dan ia keluar dengan menghampiri sisi pintu mobil Hyung Joon. Tanpa ba bi bu, ia langsung membuka pintu mobil Hyung Joon.


Hyung Joon membentak, menyuruh Jung Woo untuk menutup pintu mobilnya.


Tapi Jung Woo dengan tenang berkata, “Temperamennya masih juga belum berubah. Persis seperti 14 tahun yang lalu.”


Soo Yeon terkejut mendengarnya. Begitu pula Hyung Joon. Mereka menoleh pada Jung Woo, yang menyapa seakan bertemu dengan teman lama,

“Lama tak bertemu.. bocah.”

Komentar :

Jadi siapa yang tak bisa move on jika dihadapkan oleh masa lalu?


Setelah bertemu Jung Woo, Zoe kembali menjadi Soo Yeon. Walau Harry mencoba mencegahnya, tapi Zoe ingin kembali menjadi Soo Yeon. Karenaloyalitas pada Harry-lah yang membuat Soo Yeon menolak permintaan ibunya dan Jung Woo untuk kembali menjadi Soo Yeon. 

Soo Yeon tak pernah mencintai Harry. Tapi demi 14 tahun yang telah mereka lalui bersama, Soo Yeon rela kembali menjadi Zoe dan berniat akan kembali ke Perancis bersama Harry.

Bahkan Jung Woo pun bersedia menerima Zoe dan berteman dengan Zoe, bukannya dengan Soo Yeon. Ia menghormati keinginan Soo Yeon yang tetap ingin menjadi Zoe dan berniat hanya untuk berteman. Hanya saat Harry membuat Soo Yeon menangislah, Jung Woo memutuskan untuk meraih Soo Yeon kembali.


Saat Harry dihadapkan pada masa lalunya, reaksi yang ditunjukkan sama dengan Soo Yeon. Ia bukanlah Harry. Tapi ia adalah Hyung Joon. Kang Hyung Joon. Dan saat menjadi Kang Hyung Joon, seperti yang dikatakan oleh Jung Woo, temperamennya tak pernah berubah.


Ia adalah Kang Hyung Joon yang pemarah. Ia adalah Kang Hyung Joon yang pernah menaruh kaleng di bawah rem mobil Detektif Kim. 
 

48 comments:

  1. keduax!! kang hyung jun move on dong, bagi hartanya, damai aja damai ah,. heheheheh

    ReplyDelete
  2. Kereeeeenn..HJ keren banget disini, aktingnyaa..omg!! >.< gregetan ngeliat JW ngecup SY berulang2, aiiiisssshhh...pokoknya akting HJ keeen bgt disini...saluut!!

    Semangat terus mba dee
    Chika

    ReplyDelete
  3. saat jung wo hanya mengenakan kemeja hitam dengan lengan yg tergulung ALAMAAAAAAKKK,,, ganteng abis,,, melted bgt,, ampe g bs move on,,

    hmm ampe ep 16 ini status hub seu yeon n jungwo itu apa?? TTM atau pacaran?? cz di ep ini jung wo mencium su yeon 4x,,, 4x sodara sodara,,,4x,,

    akting ysh pas ketemu ibunyaa mengharukaann sangatt,, nangis lgi,,nangis lagi,,,

    ayooo mb go ke ep 17,,, ud tak sabar

    ReplyDelete
  4. bner akting HJ kren bgt dsni,

    mba' dee ep 17 nya lnjjutin mba dee, aku dah nton d viki, tpi blom lengkap klo blom bca sinopsis nya, ama kmentar mba dee.. ,

    mba' dee Fighting

    ReplyDelete
  5. Makasih banget mba dee..udah nunggu2 nih dr siang :p
    Tp sebenernya si hyung joon pincang beneran ga sih ??

    ReplyDelete
  6. Seruuuuu episode 17 sprtix menegangkn
    Kykx hyun joo itu ibu jung woo,,, hj salah sangka klo itu ibux
    Mngkn hyun joo pcr tae joon dan anakx ya jw
    Mngkn hyun joo wktu dulu tamak dan nikah dgn ayahx pcr sendiri,,,
    Mngkn suster itu yg sbnrx ibu hj,,klo liat dr sikapx di awal episode
    Mngkn pmbunuh san duk itu eun joo,,,, mngkn lho yaaa
    Ahhhhh penasaran semoga trjwb smw nnt

    Hihihihi
    Idadedabes

    ReplyDelete
  7. Pengen nangis liat Harry dan pengen banget jadi Zoe
    Mbak dee semangat ya dan tengkyu banget untuk sinopsisnya.

    ReplyDelete
  8. aq telat hikss gr2 tdi bolak balik bk tp blm ada tmbhan...eh keasyikan ntn tv...aq bingung m0 bilg apa yg jlz aq ngefans yoo seung ho entah itu dia brperan jdi kang hyun jun yg jhat,atau ye0 Un diwarrior baek dongsoo atau sbg baekho op,,pokoke q suka..n wat yoonchun q jg gk benci kok c0z q srg bgt n0nt0n drama2nya...

    -hyun jun ksian c0z ktny endinge dia bkal mati...
    -jung wo dia ktny jg nti tertembak n k0ma
    -soo yeon jdi depresi

    ReplyDelete
  9. Ooooh det. Choi yg di tempat bilyar... baru inget.. maap pikun x))))

    Horee.. tinggal 4 episod.. ㅠㅠ

    ReplyDelete
  10. mendekati momen momen terakhir jung woo-soo yeon...
    still hoping it will be happy ending...

    ReplyDelete
  11. y.. ampun semua pemain harus dapet piala oscar nih sampe SW nya.. yoo seung ho daebak actingnya.. nangis pun tetep keren.. yoochun oppa bagi penghargaan donk.. ga kebanyakan tuh.. eoni eunhee dazzling bangeed
    ^_^ mangdewi

    ReplyDelete
  12. byk yg penasarn kira2 kaki hyun jun bner2 pincang ato hny pura pura??menurutqu c memang pincang tp hyun msh bs berjalan walo gk bs brjalan n0rmal ky 0rg yg sehat,,c0z kl diinget diep 8 ktika hyun jun lht jung wo membawa sooyeon,si hyun jun mencoba mengejar mereka tp tiba2 kakinya sakit n hyun jun terjatuh...brarti kan memang gk n0rmal,,n gra2 akting jalan dg t0ngkat yoo seung ho sering mengeluh sakit pingga..wah kasihan bgt

    ReplyDelete
  13. serius.....,,
    aku makin jatuh hati ma YSH pada ep 16 ini,, doi meraninnya hebat banget. aku jadi terhayut dalam kesedihannya,,
    meskipun jahatnya gak ketulungan,, pi aku gak bisa benci ma dia. tapi ntar di ep 17 bakal kelihatan siapa hyung joon yang sebenarnya,,
    aku harap jangan sad ending ya buwat hyung joon,, plis.
    masak dia uda menderita sekian lama masih juga menderita di akhir hayatnya. hyung joon jangan ampe mati dech,, gak rela.

    mkch mbk dee,, daebakk.

    ReplyDelete
  14. ep17 mba dee! fightinggggggggggggggggg!

    ReplyDelete
  15. Baru ini drama yg buat aku gak benci sm 2nd lead male yg jahat biasanya empet setengah mati yaaah semoga akhirnya ngejawab semua pertanyaan yg ada di otak ini dan harapan2 yg dihati ini setuju banget acting YSH YEH PYC daebak!! Dan ternyata bukan cuman aku yg ngerasa si JW pake kemeja itu keren sebelomnya JW pasti pake coat aiiih keyeen dan pas adegan Harry nangis itu entah kenapa kegantengan YSH naek 100xlipat ganteng bangeeeet brooo >< -ll-

    ReplyDelete
  16. KEREN BGT SIH HARRY.aktingnya memukauu.lebih kerenan akting kamu harry dr pd jung woo.
    wah hebat ni yong seoung hoo,kereeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    ReplyDelete
  17. Huuuuuuuaaa ga bisa nahan :'( disini saya hanya terjutu pada harry alias hyung joon, disini dia bener2 kasian banget, bener2 ngerasa sakit, dialah yg paling malang :'( scene2 yg lain sampe2 ga masuk ke otak, yg masuk cuma pas harry ketemu ibunya itu pasti nyakitin bgt buat HJ, ga bisa comment buat yg lain ny, di eps ini cma tertuju sm harry hehe, berharap di ending ny nnti harry bahagia deh, abis kasian bgt dia walaupun jahat tp dia paling menderita, pokok ny aku padamu lah harry :p dan yeah makin lama makin bnyk rahasia terbongkar, dan saya takut nnti ga bsa move on dari drama ini stelah IMY tamat-_- btw thanks mba dee sinop ny :D

    ReplyDelete
  18. wahaha gue setuju jung woo pake kemeja item itu kerennya cetarrr membahana. stlh nonton eps 17 gue makin benci liat harry, makin jahat tu org. dan gue makin yakin jung woo bakal mati dan mayat yg ditangisi harry itu adl su yeon sbb jung woo blg klo dia mati dia gak akan mati sendiri.

    ReplyDelete
  19. tuh kan aku udah bilang hyun joong itu penyebab kematian dek.kim...

    jd makin penasaran...

    ReplyDelete
  20. Gak kuat bgt liat episode ini .. sebagai yoopies ;( kebawa bgt emosinya . Daebak buat uri YSH !!!

    ReplyDelete
  21. huaaa..nangis liat hyung joon bertemu ibunya.. aq berharap hyung joon endinganya gak menyedihkan.. poor hyung joon hari2 mu semakin ketahuan siapa drimu.. tapi aq tetap menyukaimu... jun wo aq berharap dia juga bahagia.. klo sad ending di buat tokoh2 nya mati smua.. biar gak ada satu pun yg hidup..

    ReplyDelete
  22. udah nonton yg ep 17 blom mbak dee? lucu banget deh ngeliat adegannya jung woo dan Soo Yeon!
    jung woo nya itu lo bikin orang ketawa abis liat tingkahnya :D
    semangat mba bikin sinopnya!! ^^

    ReplyDelete
  23. Kalu boleh nebak endingnya (versiku)
    1. KJ mati ditembak setelah nembak JW
    2. JW setelah tertembak mengalami koma
    3. LSY menghilang
    4. JW sadar dan mencari LSY, inget g kata2 LSY pas waktu dipeluk JW "jung Woo ya, tak peduli apapun yang aku lakukan, tak peduli kemanapun aku pergi, pastikan kalau kau selalu mencariku"
    5. LSY an JW akhirnya bertemu dan Happly ever after hehehehehe,,,,
    6. Mb Dee Semagat!!!

    ReplyDelete
  24. wahh...banyak yg suka hyung joon...*aq jga sih...
    tpi gak papa jung woo oppa I Still like u...
    n Joong Ki Oppa.. I still love u...*loh koq jd k Joong Ki sih? Eunma Shipper kumat...

    Klo ending sih, q maunya Jung Woo ttp sma Sooyeon n Hyung Joon hdup bhagia ama ibunya...
    tpi klo sad ending jga gpp sih,, asal Sooyeon gak sma Hyung Joon soalx ksihan Sooyeon. Di ep 17 aj, Hyung Joon ngejadiin SY pembunuh Mi Ran...

    Btw, mbak dee, msih ad sesi Q&A gak sih?? q mw nanya, chunnie ada nyanyiin ost IMY gak?? Klo ad, judulnya apa? Klo gak ada.... suruh chunnie nyanyi yha mbak dee *maksa* haha...:)

    ReplyDelete
  25. ya ampunnn... kasian yahh... jadi sama2 akan kembali menjadi namanya masing2 yah ketika ketemu dengan kehidupan masa lalunya...
    sedihh...

    akuu tunggu episode slanjutnya mbak...

    ReplyDelete
  26. warning: Drama IMY hanya utk 18+

    krn beberapa konfliknya akan susah dimengerti bagi yg belum cukup usia. juga adegan intens antara HJW n LSY. hihihi

    ReplyDelete
  27. aku nangis sedih saat harry ga di kenalin ibu nya kasiaan harry malang nian nasibmu...hiks

    ReplyDelete
  28. harry memang menaruh kaleng di mobil detektif kim karena pikiranyang di pikirkan waktu itu bagaimna menyelamtkan diri dr kejaran suruhan han tae joon.....

    ReplyDelete
  29. harry harry i love u deh ....mending liat haary dari pda jungwo lebih gereget get get....liat jungwo wkt nonton ga ada gereget sedikitpun ha ha hs pleas sutradra atau penulis jngn buat haary lebih jahhat lagi donkkkk fans haary mengharapkan ada titik harry yg baik lagi....hehe aminnnnn

    ReplyDelete
  30. Akting Yoo Seung Ho bagus bgt ... untuk episode ini sptnya jadi milik Yoo Seung Ho... ekspresinya itu loh... bikin yg nonton jd terbawa emosi juga. Ayo mba Dee... semangat... I miss U ini mmg menguras emosi kita yah ...

    ReplyDelete
  31. Mba Dee..
    di tunggu ya sinopsis ep 17 nya..
    udah gx sabar niihhh...
    komawoyo eonni.. :D

    ReplyDelete
  32. Makasi mba sinopnya.... ga sabar nunggu ep.17..... semangat mba...

    ReplyDelete
  33. bener"...chunie waktu pke kemeja hitam emg ganteng bgt...really cool..

    ReplyDelete
  34. Mbak dee bikinin sinopsis cheongdamdong alice yaaa..yaaa..yaaa ;)

    ReplyDelete
  35. D ep 16 & 17 akting ysh berhasil bikin penonton ikut ngerasain sakit hatinya harry d tinggal orang2 yg dia sayang (ysh emang daebakkk..... :D).
    Klo d liat2 kynya bad ending deh..
    Buat mba dee thanks sinopsisnya

    ReplyDelete
  36. Di drama ini akting YSH yg paling daebaakkk!! Bisa meranin berbagai peran dg emosi yg memukau. Klo akting jung woo soo flaaat, ga kerasa sedihnya ketika dy nangiis, heran knp bs dy yg dpt pnghargaan
    -____-

    ReplyDelete
  37. Mb anymous
    Yoochun _jungwoo,, mmg pantas dpt reward,,,
    Waktu di episode brp gitu adegan dy nangis ngrbuat para kue imy jg nangis,,brarti mreks kbawa dgn fel jungwoo. Tp di episode2 ini,,,,krn feelx bahagia ktmu lsy jd krasa gitu mngkn tp chemistryx mantappp
    Itu opini saya

    Idadedabes

    ReplyDelete
  38. rum0r yg beredar IMY endinge si hyun jun mati,

    ReplyDelete
  39. o my god....... harry tu mengerikan semakin lama. dia ketika mnjd kang hyun jun ,reaksinya tidak jauh beda dgn lee su yeon, ap dia sdh bisa mngerti perasaan su yeon selama ini??

    ReplyDelete
  40. mbak dee.........sinop emp 17 nya mana ???....

    ReplyDelete
  41. I wonder why ysh failed to win any award, is it because he isn't a lead role?. He's only 19 years old but he can potrays his role soooo damn good. Really ♡ this actor.

    ReplyDelete
  42. I have a second-lead-syndrome all the way. It's just so heartbreaking to see him cry (˘̩̩_˘̩ƪ)

    ReplyDelete
  43. PYC.....daebak...
    JW ingetannya tajem....smart...
    Dia msh inget temperamennya Harry wktu dia tolong
    Pas rumhnya kebakaran...sama kaya wktu Harry
    Merengek krna kakinya sakit n marah waktu dimobil....
    Duuuh....liat JW kok malah ga bs tidur...mikirin PYC yg penuh karisma....huaaaaaahhhhh
    SY....kamu aman deh ma JW..

    ReplyDelete
  44. PYC..selalu penuh karisma..ga bs tidur gara2 lihat tingkahmu sm SY..co cuet..so cute'aku mau gantiin SY..

    ReplyDelete
  45. Ga terlalu suka sama park yoo chun so i'll just vote for yoo seung ho
    \(♥͡▿♥͡)/

    ReplyDelete
  46. seung ho keren banget akting nya....
    i love the way he smile, the way he star and his eyes... amzing... klo yoo chun aku tidak terlalu mendukung...
    dukung seung ho hundread and ten percent..
    makasih buat yg udh bikin sinopsis.a... fighting!

    ReplyDelete