December 28, 2012

Sinopsis I Miss You Episode 15 - 1



Chajatta.. kenapa kata ini sering muncul, ya di drama ini? Apakah ada maksud tertentu karena Chajatta adalah lagu JYJ dari Sungkyunkwan Scandal? Atau karena saya saja yang sudah kangen pada SKKS dan pertanda saya harus me-rerun drama itu, ya?

Sinopsis I Miss You Episode 15 – 1



Handphone Jung Woo terjatuh, dan lampu layarnya seketika itu pula redup, sehingga Harry tak dapat melihat foto itu. Ia tak mempedulikan tatapan marah Jung Woo ataupun Zoe yang terjatuh. Matanya tertuju pada handphone itu.


Jung Woo ingin marah pada pada Harry yang tiba-tiba bersikap kasar padanya. Tapi ia mendengar erangan Soo Yeon, dan Jung Woo pun membantunya berdiri.


Soo Yeo kaget melihat tangan Jung Woo yang berdarah. Tanpa berani menatap Harry, Soo Yeon meminta Jung Woo tetap diam, dan ia pergi untuk mengambil kotak P3K.


Setelah Soo Yeon pergi, kedua pria itu saling menatap tajam. Harry berdiri terlebih dahulu dan dengan keras ia berkata, “Kenapa tak kau hentikan saja pertunjukkan cinta pertamamu  dan cepat keluar dari sini!” ia membungkuk, pura-pura mengambilkan handphone Jung Woo untuk melihat foto yang dikirim Ah Reum.


Tapi Jung Woo lebih cepat. Ia menyambar handphonenya dan segera bangkit. Mereka saling berhadapan, dan Jung Woo juga tak bersikap ramah lagi saat berbicara dengan Harry, “Kalau kau ingin menyalahkan kelakuanmu ini karena kau mabuk, maka hentikan saja sekarang. Atau jika kau ingin melanjutkan pertengkaran ini, suruh Soo Yeon untuk pergi terlebih dahulu.”

Harry tersenyum sinis, “Soo Yeon?”


“Benar, So Yeon,” jawab Jung Woo. “Cinta pertama? Ini bukan cinta pertama. Karena dulu aku melarikan diri seperti pengecut, cinta itu .. aku belum memulainya. Karena itulah aku mencarinya. Untuk mencintainya dengan benar.”


“Kau sudah terlambat,” jawab Harry tajam, “Jangan membuatku marah dan hentikanlah sekarang juga. Menyingkirlah kau dari Zoe”


Jung Woo menyambar sweater Harry, mencengkeramnya, “Aku dapat lebih dekat padanya,” jawabnya, yang malah membuat Harry tertawa. “Berhentilah membuat gara-gara!”


Harry mendengar suara pintu kamar terbuka, yang berarti sebentar lagi Soo Yeon akan datang. Maka ia tersenyum sinis dan melepaskan tongkatnya.


Sedetik kemudian, Soo Yeon muncul dan terbelalak melihat posisi Harry yang terancam oleh Jung Woo. Ia buru-buru memegang lengan Jung Woo, mencoba melepaskan cengkeramannya pada sweater Harry, “Jung Woo-ya.. kenapa kau seperti ini?” tanya Soo Yeon panik.

“Lee Soo Yeon!” sela Jung Woo marah.


“Zoe,” panggil Harry tenang, “Tolong katakan pada orang ini untuk meninggalkan rumah kita.”

Tapi Zoe tak bergeming, membuat Harry memanggil namanya sekali lagi. Tapi Soo Yeon tetap diam. Harry menoleh pada Soo Yeon yang pucat dan menatapnya tajam, “Zoe!”


“Tidak,” air mata kembali menggenang di mata Soo Yeon, “Sekarang, aku benci dengan Lee Soo Yeon ataupun Zoe!” dan ia pun meninggalkan kedua pria itu menuju lift.


Harry panik dan langsung melepas cengkeraman Jung Woo di sweaternya, memanggil-manggil Zoe. Tapi Zoe tak menghiraukannya, malah masuk ke dalam lift. Tanpa tongkat, tertatih-tatih Harry mengejar Zoe, “Jangan pergi! Kau tahu aku tak dapat mengejarmu! Zoe!’ namun pintu lift sudah tertutup.


Jung Woo pun mengambil mantelnya dan sebelum pergi, ia berkata pelan, “Tak peduli alasan apapun yang kau berikan padaku, aku akan mengambil Soo Yeon dari sisimu. Jadi, aku merasa menyesal, tapi hanya sampai saat ini saja. Jangan menungguinya. Aku tak akan membiarkannya kembali kemari.”

Dan Jung Woo pun masuk lift, meninggalkan Harry yang kali ini tampak terpukul akan kepergian Zoe.


Jung Woo mencari Soo Yeon ke tempat-tempat yang mungkin didatangi Soo Yeon. Tapi ia tak menemukannya. Bahkan di kedai minum tempat biasanya Soo Yeon minum.


Tak sengaja, ia melihat Soo Yeon berjalan di trotoar seberang jalan tempatnya berdiri, termenung dan melamun. Jung Woo menarik nafas lega dan segera menyeberang jalan, mengejarnya.

Ia segera melepaskan mantelnya dan memakaikannya pada Soo Yeon yang tak memakai mantel sama sekali, “Akhirnya aku menemukanmu,” kata Jung Woo lega. “Ayo kita pulang, Soo Yeon.”


“Sudah kukatakan kalau aku tak menyukai Lee Soo Yeon maupun Zoe,” Soo Yeon melepas mantel Jung Woo marah dan melemparkan pada Jung Woo, “Jadi hentikanlah sekarang juga!”


Jung Woo mengejar Soo Yeon dan menghentikannya lagi, “Hentikan apa? Apa yang telah aku lakukan untuk menghentikannya? Bukankah aku pernah berkata kalau aku akan membawamu pulang saat kau menangis sekali lagi, kan?” Jung Woo memakaikan mantel itu lagi pada Soo Yeon, “Ayo kita pulang!”


“Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Haruskah aku mengatakannya lagi?” sergah Soo Yeon marah.


“Lee Soo Yeon, jujurlah padaku,” pinta Jung Woo. Tapi nadanya semakin keras karena baginya keengganan Soo Yeon seperti tak masuk akal. Apakah alasan sebenarnya Soo Yeon tak bisa kembali menjadi Soo Yeon lagi?

“Apakah kau belum bisa memaafkanku? Kau menangis seperti ini karena kau ingin membuatku khawatir? “Han Jung Woo, berandalan itu! Matilah karena khawatir!” Apakah kau sengaja melakukannya? Dan saat aku sudah tak tahan dan hanya memperlihatkan punggungku seperti saat aku berumur 15 tahun, kau akan berkata “Aku tahu kau akan seperti ini”. Apakah kau ingin menertawaiku? Jangan diam saja. Katakan padaku.”

Jung Woo semakin kalap dan mengatakan dugaannya yang lainnya, “Ataukah alasan sebenarnya karena kau mencintai Harry? Itu tak benar. Tanggung jawab? Kalau begitu jangan pernah goyah. Kau juga menyukaiku!”


“HAN JUNG WOO!!” jerit Soo Yeon sehingga membuat Jung Woo diam. Ia yang sedari tadi sibuk dengan perasaannya dan tak melihat perasaan Soo Yeon, tertegun karena akhirnya melihat wajah Soo Yeon yang pucat dan menyedihkan dengan nafas yang pendek-pendek karena menahan isak tangisnya.


Soo Yeon terisak dan memukuli dada Jung Woo berkali-kali, “Jahat. Kau tahu apa? Kau tahu apa?! Saat kau tak ada di sana, rasanya aku ingin mati saja. Karena kau tak ada di sana, saat itu aku benar-benar ingin mati.”


Baru sekarang Soo Yeon mengatakan perasaannya. Dan baru sekarang Jung Woo memahami perasaan Soo Yeon. Melihat wajah yang sebelumnya tersenyum dan tersipu malu, sekarang histeris dan menangis, Jung Woo hanya bisa memeluk gadis itu.


“Apa yang harus aku lakukan?” jerit Soo Yeon bertanya, “Kau menyuruhku untuk melakukan apa?!”


“Aku yang salah.. Semuanya aku yang salah,” kata Jung Woo menyesal.


Tapi tangisan Soo Yeon tak mereda, malah semakin menjadi dan berkali-kali terucap kata ‘jahat’ dari mulut Soo Yeon. 


Jung Woo tak ingin membantahnya, “Kau benar. Aku benar-benar jahat. Karena itu janganlah menangis. Jangan menangis, ya?” bujuknya, “Kumohon janganlah menangis..”


Sementara itu Harry duduk di rumah sendirian, menunggu kedatangan Zoe. Tapi lift di depannya tak kunjung terbuka.


Dengan taksi, Soo Yeon pergi ke butik Bellez, dan Jung Woo mengikuti di belakangnya. Tapi Jung Woo menyuruh taksi untuk menunggu sebentar. Jelas ia tak menginginkan Soo Yeon untuk tidur di dalam butik dan menginginkannya pulang ke rumah ibunya.


Soo Yeon menyuruh Jung Woo untuk pergi karena ia tak bisa pulang ke rumah ibunya, “Aku bahkan tak dapat mengatakan maaf dan menyesal pada Eun Joo.  Aku akan menjaga diriku sendiri. Jadi pergilah sekarang.”



Jung Woo memegang tangan Soo Yeon, menahannya untuk tak masuk, “Kau tak boleh masuk ke sana padahal kau punya rumah. Berbeda denganku, aku tak punya rumah sama sekali. Aku telah diusir dari semua tempat,” dan ia pun memiliki ide bagus, “Kalau begitu, ke hotel saja.”



Soo Yeon terbelalak mendengar ide Jung Woo, dan ia buru-buru masuk ke dalam butik. Jung Woo pun tersadar akan arti tersirat dari kata-katanya. Padahal ia tak berniat seperti itu.



Ia langsung berteriak, “Bukan aku! Hanya kau saja! Aku akan tidur di kantor poli..”

Tapi Soo Yeon sudah masuk ke dalam butik, meninggalkan Jung Woo. LOL.



Soo Yeon sudah masuk ke ruang kerjanya. Tapi Jung Woo sepertinya tebal muka, dan ikut masuk ke dalam ruangan, mengeluhkan dinginnya suhu luar ruangan. Mencoba bersikap dingin, Soo Yeon berkata kalau ia sudah lelah dan ingin tidur. Ia menyuruh Jung Woo untuk segera pergi.



Tapi Jung Woo keras kepala, malah mendahului Soo Yeon masuk ke dalam ruangan, dan membaringkan tubuhnya di kursi panjang, “Aku akan tidur. Jangan bangunkan aku,” katanya dan langsung memejamkan mata.


Soo Yeon hanya menatap Jung Woo, diam.


Jung Woo melirik ke arah Soo Yeon yang tak bergeming dari tempatnya, dan ia memejamkan mata kembali.



Soo Yeon tetap menatap Jung Woo, diam.


Jung Woo kembali melirik Soo Yeon, dan ia pun mendesah keras dan memiringkan tubuhnya untuk tidur, “Aduh.. dinginnya,” ucapnya seakan meminta belas kasihan.



Soo Yeon masih tetap menatap Jung Woo, diam.


Akhirnya Jung Woo tak tahan lagi. Ia bangkit dan duduk dengan kesal, “Aishh.. Kau benar-benar pelit. Lee Soo Yeon, semakin aku melihatmu, kau itu semakin negatif. Kenapa kau berpikiran negatif terus?”


Dan dengan itu Jung Woo keluar dari kamar, walaupun sempat terlintas senyum kecil dan ia pun meninggalkan Soo Yeon sendiri.

Ha. Ternyata diam itu adalah emas. Si tebal muka saja kalah dengan emas itu.



Setelah sendiri, Soo Yeon tak segera tidur, malah duduk di tempat Jung Woo tadi berbaring. Terdengar bunyi SMS masuk, tapi Soo Yeon tak segera membukanya. Ia menenangkan diri dulu, baru membuka SMS itu.



Dari Harry : Jika kau meninggalkanku, kau akan dalam bahaya. Kembalilah, Zoe.”



Harry masih duduk di tempat yang sama, menunggu kedatangan Zoe.



Sedangkan Jung Woo ternyata tiduran di sofa di lantai satu, memandangi foto ‘tantenya’, dan bergumam, “Apakah kita memang mirip?”


Iapun menelepon Ibu Soo Yeon. Ibu yang sedang ada di kamar bersama Eun Joo, mendengar suara handphonenya berbunyi. Ia buru-buru men-silent dan pura-pura sakit perut, menggunakan alasan itu untuk pergi ke luar kamar. Eun Joo hanya terdiam mendengar akting Ibu.



Di dalam kamar lainnya, ibu bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Jung Woo? Dimana Jung Woo sekarang? Tapi Jung Woo memang sengaja tak mau memberitahukan pada ibu. Ia senang mendengarkan suara ibu yang khawatir, melarangnya untuk tidur di kantor polisi dan menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah, “Dulu, kau tak pernah melawan perintahku. Tapi kenapa kau sekarang seperti ini?”


Mendengar ibu khawatir, Jung Woo malah semakin menggoda ibu dengan mengatakan kalau ia sekarang kedinginan. Ibu yang semakin khawatir, berniat untuk membawakan selimut tambahan untuk Jung Woo. Jung Woo malah pura-pura batuk, sehingga Ibu memutuskan untuk pergi ke kantor polisi sekarang.


Akhirnya Jung Woo mengatakan kalau ia sedang tak berada di kantor polisi, karena ia sedang mengawasi seseorang. Ibu malah cemas karena ia tahu kalau Jung Woo terkena flu, pasti sembuhnya akan lama, “Kemarilah!”



Jung Woo terkejut mendengar kata-kata ibu karena berarti ibu sudah memperbolehkan ia pulang. Tapi ia tak mau pulang sekarang, “Aku akan membawa Soo Yeon bersamaku. Setidaknya ia harus menepati janjinya untuk pulang ke rumah.”


Ibu menyuruh Jung Wo untuk menutup telepon saja karena Jung Woo tak pernah mau mendengarkan kata-katanya. Ia juga sedih jika memikirkan mereka berdua. Bagaimana bisa Jung Woo dan Soo Yeon mengembalikan 14 tahun yang hilang itu?



Ternyata Eun Joo mencuri dengar apa yang ibu katakan pada Jung Woo di telepon.



Perlahan-lahan Jung Woo pergi ke ruang kerja Soo Yeon dan mengendap-endap masuk ke dalam. Ia membuka tirai ruang tidur, dan melihat Soo Yeon sudah tertidur pulas. Setelah menyelimuti Soo Yeon, ia tertarik pada penjepit yang digunakan Soo Yeon untuk menjepit kertas-kertas desainnya.



Jepit itu mirip dengan jepit jemuran yang dulu pernah ia selipkan di rambut Soo Yeon 14 tahun yang lalu. Dan sekarang pun ia juga ingin menyelipkan jepit itu ke rambut Soo Yeon lagi.


Ia melepaskan jepit itu dan perlahan-lahan  ia selipkan jepit itu ke rambut Soo Yeon. Tersenyum melihat jepit itu bertengger di rambut Soo Yeon, ia merapikan rambut Soo Yeon, membelainya, “Maafkan aku.”



Ia menatap Soo Yeon lembut dan menggenggam tangan Soo Yeon  yang lebam. “Soo Yeon ah.. tak akan pernah lagi, walaupun aku harus mati, aku tak akan melarikan diri sendiri.”



Seakan masih ingin menenangkan Soo Yeon, Jung Woo menepuk-nepuk bahu Soo Yeon perlahan dan berkata, “Soo Yeon yang berusia 29 tahun, tetaplah menjadi style-ku.”



Dan iapun ikut tertidur.



Namun Soo Yeon rupanya bangun dan menyelimuti Jung Woo tanpa membangunkannya. Ia juga menempelkan band aid ke tangannya yang terluka. Tersenyum melihat Jung Woo yang tertidur pulas, ia meraba jepit yang tadi belum ada di rambutnya, tahu siapa pelaku yang menyelipkan jepit itu.


Dengan Jung Woo yang tertidur di ruangan yang sama, Soo Yeon mulai bekerja, mendesain, memindahkan ide yang ada di benaknya dalam sebuah kertas.


Harry masih menunggu di tempat yang sama, menunggu kepulangan Zoe.



Keesokan paginya, Ah Reum datang ke ruang kerja Soo Yeon yang sudah kosong. Ia menemukan kertas-kertas desain Soo Yeon dan langsung menyukai salah satu desain itu. Ia pun mencari Soo Yeon ke ruang tidur.


Betapa kagetnya Ah Reum, bukanya menemukan Soo Yeon, ia malah melihat oppa-nya tertidur di samping tempat tidur.



Tapi karena Jung Woo masih tidur, ia yang dari dulu ingin bersama kakaknya, langsung menyandarkan kepalanya ke punggung Jung Woo.


Jung Woo pun tersenyum merasakan ada kepala  yang menyandar ke bahunya. Dan Oh My God! So pervert. Apakah Jung Woo berpikir yang ada di belakangnya adalah Soo Yeon? LOL. Dan ternyata memang benar karena Jung Woo bergumam gembira, “Soo Yeon-ah..”


Ah Reum mengerutkan kening mendengar oppa-nya menyebut nama yang bukan namanya. Ia semakin bingung mendengar Jung Woo berkata, “Aku hanya akan menghitung sampai tiga..”



Jung Woo pun meraih tubuh gadis di belakangnya dan berkata, “.. tiga!” dan ia membalikkan tubuh gadis itu.

.. dan matanya terbelalak, tak percaya. Adiknya sendiri. LOL. 

Apalagi Ah Reum melotot padanya, “Apa yang sedang kau lakukan?”

Bwahahaha… Jung Woo speechless, tak tahu jawaban apa yang harus ia berikan pada adiknya.



Belum sempat ia menjawab, ia melihat sepasang kaki di hadapannya, dan ia tersentak kaget. Soo Yeon ada di hadapannya dengan dua mug di tangan.



LOL.. LOL.. LOL..


Sontak Jung Woo langsung mendorong Ah Reum ke samping, membuat Ah Reum terjatuh. Jung Woo pun langsung melakukan pembelaan, “Dia adikku. Han Ah Reum.. Han Jung Woo..” kata Jung Woo gugup. Namun ia tersenyum sedikit lega, karena ia berhasil menjelaskan kesalahpahaman pada Soo Yeon.



Tapi Jung Woo tak bisa secepat itu merasa lega karena Ah Reum masih memborbardirnya dengan pertanyaan, “Oppa! Berikan alasan padaku. Kenapa kau tidur di sini?”


“Ohh?” Jung Woo segera memutar otak untuk memperpanjang waktu agar ia bisa berpikir, “Kau juga kenapa ada di sini?”

Ah Reum berkata kalau ia disuruh ibu untuk mengambil desain Zoe. Soo Yeon berkata kalau ia akan segera mengirimkannya lewat e-mail. Soo Yeon pun langsung mengambil kameranya dan memotret semua desain yang ia buat.


Jung Woo mengambil kesempatan ini untuk keluar dari kamar tidur dan mengambil sebuah desain yang ada meja, memuji hasil kerja Soo Yeon. 



Tapi Ah Reum tak semudah itu menyerah. Ia terus bertanya, mengapa Jung Woo tidur di kamar ini? Jung Woo melirik Soo Yeon yang pura-pura sibuk memotret dan menjawab kalau ia sedang menyelidiki sebuah kasus, “Itu kan sudah jelas. Kenapa kau menanyakan hal yang sudah jelas sekali?”



Pada Soo Yeon ia berkata dengan sopan, “Semuanya sudah terpecahkan, kan?” Haha.. #kode nya terlihat jelas sekali nih. Jung Woo melirik Ah Reum dan melanjutkan #kode-nya, “Jika sesuatu terjadi lagi, teleponlah aku pada saat itu juga. Jika kau mengulur-ulur kasusnya, pasti kasus itu akan semakin parah.”
Dan ia pun bersiap kabur.

Tapi adiknya jauh lebih cepat, karena Ah Reum langsung menahan bahu Jung Woo, “Lalu kenapa memanggil Soo Yeon? Siapa itu Soo Yeon?”



Jung Woo bengong, tak tahu akan menjawab apa. Soo Yeon langsung menundukkan kepala, tak mau ikut campur. Maka Jung Woo pun tertawa kaku dan menjawab kalau ia hanya bermimpi, “Kenapa kau kemari? Ceritakan padaku tentang Tante.”



Dan Jung Woo pun menyeret adiknya untuk keluar dari ruangan. Namun sebelumnya ia sempat mengedipkan mata pada Soo Yeon.



Aww.. dan Soo Yeon pun tersenyum kecil.

Komentar :


Ha. No cliffhanger. Tapi semua keromantisan ada di bagian ini. Hahay.. Andai saja, waktu bisa berhenti di sini. Andai saja tadi Ah Reum tak datang. Apa yang akan terjadi jika Soo Yeon membawakan minuman untuk Jung Woo yang masih tertidur? Hehehe.. *abaikan*  

Hampir seluruh adegan di episode ini sangatlah aww… so cute, so funny, so sweet, so touching. Tapi menurut saya, yang paling romantis dari seluruh adegan ini adalah saat Soo Yeon bekerja dengan tenang setelah tahu kalau ada Jung Woo di sisinya, walaupun saat itu Jung Woo hanya menemaninya dengan tidur.


Ia dengan lancarnya menuangkan ide-ide di kertas, hingga dalam semalam satu set desain berhasil ia selesaikan. Bahkan Ah Reum pun terkagum-kagum akan hasil karya Soo Yeon.


Saat orang yang kita sayangi ada di ruangan yang sama, walaupun dia sedang tertidur, tapi kehadiranya cukup membuat kita tenang. Mungkin Jung Woo mendengkur saat ia tertidur. Tapi mungkin suara itulah yang paling menenangkan Soo Yeon saat ia bekarja.

55 comments :

  1. thanks to m' dee untk sinopsis yg super kilat. smga mbak dee sll diberi kmudhan dlm sgla hal. amien

    ratna

    ReplyDelete
  2. makin penasaran dg kelanjutan ceritanya.

    ReplyDelete
  3. Thanks mba dee ;) *yuyun

    ReplyDelete
  4. Salam kenal mb dee..
    Tetap semangat menulis sinopsisnya ya..

    ^_^

    ReplyDelete
  5. Rambut kepang SY bikin wajahnya terLihat Lebih cute.. :D

    ReplyDelete
  6. betul sekali comment mba dee, saat orang yg kita sayangi ada di samping qta rasanya cukup membuat qta tenang, eps 14 n 14 lumayan byk scene sweet nya LSY sm HJW... mudah2an aja di eps2 berikutnya mash byk lg scene sweet merka

    Klo SW nya berbaik hati hahaha :D

    terima kasih mba dee buat sinop nya,, semangat yach :D

    ReplyDelete
  7. pertamax ahahaha ;D
    super LOL adlh adegan jung woo ah reum
    sumpah ngakak

    entah mengapa aku sgt suka hubungn ibu soo yoen dg jung woo
    dan jung woo - soo yoen sukses ngebuat senyum2 sendiri
    makasih mba

    ReplyDelete
  8. Poor Harry.
    Thanks sinopsisnya mbak dee.

    ReplyDelete
  9. Dan lagi! gatau utk keberapakalinya aku kasian sm harry T_T hiks hiks makin keliatan psycho ny :'( sadarlah harry sadarlah *muterin tangan* *nyihir harry ala JW* hehe. Eps ini tingkat ketegangan dan kesedihan ny dikit bgt, smga happy ending deh dan harry ga berakhir di pencaja / mati :| *yuyun

    ReplyDelete
  10. astagaaaaaaaaa tnyata modem saya selemot itu
    hahaha mohon maaf
    jd malu X|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda kurang beruntung..
      Ahahahaha.. :P

      Delete
  11. soe yoen tdk pernah mengerti kegundahan dan persaan haryy...egois

    ReplyDelete
  12. untuk anonymous diatas.. saya tergelitik untuk komen
    gpp yaaaa

    manusia cenderung mengutamakan diri sndr itu wajar
    tapi menurut saya, soo yoen sdh berusaha memahami dan mengerti harry, buktinya dia ud nolak jung woo (jdnya cm temen aja) dan akan ttp sama harry

    sayangnya harry krg memahami soo yeon
    walau katanya semua sesuai kemauan soo yeon
    tp yg kutangkap harry lah yg mempengaruhi kemauan soo yeon shg jadi spt itu

    maaf kalo krg berkenan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saiia paham koq..??
      Hhaha..

      Delete
  13. tapi aku tetep suka harry...begitu berjasa nya pada soeyoen di banding jungwo..

    tapi sayang karakter harry di buat jahat .LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih cute Harry d banding Jung Woo..?? :D

      SY keciL menoLong Hyung Joon keciL dan akhirnya Hyung Joon merasa sangat membutuhkan SY jd muncuLah keegoisan tingkat tinggi Hyung Joon yg hanya ingin memiLiki SY sepenuhnya.. :D

      Delete
  14. Menurut saya seringnya penggunaan kata chajatta itu karena menggambarkan keinginan HJW yang sangat sangat besar untuk menemukan LSY yg hilang sejak 14 thn lalu....

    salam
    xoxo

    ReplyDelete
  15. Awesome dah pokoknya,
    Thanks mba dee *_~

    ReplyDelete
  16. hahaa...lucu banget ngliat ekspresi HJW pas tidur, apalagi dg mulut yg sedikit terbuka. Ngiler ga ya? ROFL

    karakter HJW sukses meluluhkan hati setiap perempuan, espc: para ahjumma.

    Aya

    ReplyDelete
  17. selain adegan2 sweetnya HJW n LSY yg bikin merinding. ada dialog yg bikin merinding jg.
    Pertama, saat di depan Belluz SY berkata, dia bahkan tak bisa mengucap maaf dan perasaan menyesal kpd EUn Joo atas kematian DK. dia hanya bisa akan pulang ke rumah kalau dia berhasil menemukan siapa pembunuh detektif Kim. Dan mendengar itu HJW berkata untuk membantu SY menemukannya.

    lalu saat SY tidur. JW sempat berkata maaf dan dia jg berjanji tidak akan menguulanginya lagi. Bahkan jika dia mati dia tak akan meninggalkan SY di belakang. hiks hiks... jd feeling seperti analisanya Mba Dee klo di ending JW bisa saja mati. tp sebelumnya JW bisa membawa pulang SY pulang ke rumah dan pembunuh DK jg sudah tertangkap. SEperti kata2nya saat diculik dulu.
    "ayo kita pulang ke rumah"
    dan akhirnya SY bisa berkumpul lgi dg ibunya dan jg EJ.

    hiks hiks.. tp semoga saja SW bisa memunculkan ending yg lebih mengejutkan, yg kita tak menyangkanya tp jg melegakan. Amien...

    ReplyDelete
  18. yeaaa Soo Yeon walaupun model rambutnya di rubah jadi kepang 2.. Posisi cliffhanger nya tetap utuh ^^ .. Pantes jung woo nya mebara bara .just this my opinion: dengan cliffhanger ini simbol untuk mereka
    ya bisa dikata #kode mereka ^^
    >>)vicool0808):>

    ReplyDelete
  19. dikuncir dua jd inget eun hye pas pertama dtg ke istana di Goong (lupa nama karakternya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drakor Goong sdg tayang d AnTv tiap senin - jumat jam 20.30 :D

      Delete
  20. bner ep 13 14 so sweet.. ,
    mdha2n aja happy ending, aku g' ska drma yg sad ending.. ,

    junggwoo bner2 bsa bkin klpek2 deh.. , tidurnya manis bgt.. ,

    ReplyDelete
  21. Kayanya rambut soo yeon yg keriting patut di coba :)

    Go Yoochun
    upss maaf Han Jung Woo mksud nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warna rambutnya SY bikin pucat wajahnya, coba kLw agak ada semu2 merah d pewarnaan rambutnya pasti bikin Lebih cerah wajahnya.. :D

      Delete
  22. kerenn mbaa dee...
    huhuuuhuuu...
    rasanya so sweet bgt yah..
    jd ingat diri sendiri deh..
    hehehe..bisa ngrasa tenang dan bahagia jika misua menemani mskipun dia tidur mendengkur..xixixii

    ReplyDelete
  23. sukaaaaak bgt ma ep ini,,, yg bener2 menyentuhh pas adegan di pinggir jalan,, daebak bgt,, utk adegan inii mereka harus take berulang selama 4 jam,, klo aer mata mereka dikumpulinn gitu bs dapat brp liter yaaaa???

    chajatta,,, setiap aku dengar kalimat ini pikirankuu lgsg tertuju ke skks n jyj,, kita sama mb dee,,

    yg lebih ngenes saat jungwo ngmg saat su yeon tdur di butik dia smpet blg meski aku mati aku tidak akan melarikan dirii,, haduhhh akuu lgsg speechles,, hopeless,,blablalales,,, buatku kata2 itu merupakan kode dri ending drama ini,,,
    klo endingnyaa sad berartii 3 dari 4 dramanyaa yoochun sad ending smua (rtp,, q anggap sad cz lee gak g bersatu dgn prkha,, bru2 ini yoochun mengintepretasi endx rtp klo yg ditemui park ha di namsan tower itu tae yong,, n lee gak ud g bs lgi ketemu parkha lgi),, berartiii yoochun spesialisss sad ending yaaa mbak,, hiksss,,
    penasaran utk drama ke5 dia,, pasti sad ending lagi,, akuu pengen di drama berikutnya kekasihkuu si yoochun ngambil peran kayak harry,, mb dee setuju g??? aku malah kepinginnn bgt mb,,

    adegan ahreum jungwo tak ulang berkali2 tetep masi bikin ketawa ngakak,,, sumpahh koplak abiss,,

    mb dee,, saran ,,, gmn klo mbak juga posting bts2 drama inii,,, pasti tar komen2nyaa tambah seruu n ngakak,, kayak bts terakhir lucuu bgt yoochun pas latihan adegan ma PD-nim,, akuuu shipper mrka b2 mb,, lucuuu,,,

    -OENI-

    ReplyDelete
  24. jung wo bobok kok ngegemesinn bgt sihhh,, bibirnyaaa itu klo lgi monyong lucuu abiss,, ginii ini klo dianugerahi tampang baby face,, imutnyaa g nguatinnnn

    -OENI-

    ReplyDelete
  25. senyam senyum bacanya... ga sabar ma kelanjutanna.. Harry kasian.. menunggu itu bosan
    thx mba
    ^_^ Mangdewi

    ReplyDelete
  26. So sweet...... Berada d samping ☺яåήĞ yg yg kt sayangi pasti memberi ketenangan....

    ReplyDelete
  27. kalu menurut saya keadaan ini tuh seperti panen raya sebelum BADAI BESAR datang seperti di kebanyakan drama" bergenre sama,,,,just opini ^_^

    ReplyDelete
  28. suka banget ma ep ne,, jung woo ma soyeon kelihatan romantis di balik kelucuan jung woo. akhirnya soyeon benar-benar membuka hatinya untuk jung woo. tapi kalo di ingat-ingat sedih juga lihat hyung joon oppa nunggu soyeon semalaman. hatiku ikut sedih melihat hyung joon,, lebih baik kamu ma aku aja deh. hehehe agak ngarep dikit,,
    sebenernya pingin banget ke korea,, kan siapa tahu nanti pas pulang ke indonesia aku bisa bawa pulang yoo seung ho. hahaha
    maapz ya aku sedikit menghayal,, di tunggu part 2-nya mbk dee. gomawayo

    ReplyDelete
  29. hyun joon ksian bgt,,gk tau knp wlo hyun joon jhat tp tetep ja q gk bs benci sm hyun joon yoo seung ho,,,dia trlalu manis utkqu benci bahkan sdikit sebel aja gk bs,,,jahatnya hyun joon itu ada alasanya cz ms lalunya terlalu menyakitkan..n dia sgt takud sendirian.

    ReplyDelete
  30. mungkin banyak bgt fans YSH...makanya bnyak yg menyayangkan perannya yg antagonis... coba dliat dari sisi drama aja,kita sebagai penonton, bukan fans... kan lain ceritanya...
    .... eeemmmm btw... kalo yang antagonisnya YC gmana....

    soalnya rada gimannna gitu bacanya...
    kan emang perannya nuntut seorang aktor menjiwai perannya yg antagonis
    mian...kalo ada yg sewot bacanya

    ReplyDelete
  31. wah seru ni.pnasarn sm yg bunuh sang deuk.sp ya?

    ReplyDelete
  32. Mba dee kereeeen, aiish...kasian HJ nunggu SY ga pulang2, pnasaran sm reaksiny nnti..
    Bingung sm sms HJ yg "jika kau meninggalkan ku kau dlm bahaya, kembalilah.." kok berasa ngancem yaa...jadi ga suka HJ di episde ini..
    Tapi makin suka sm scene antara SY and JW, sweeeett

    Chika

    ReplyDelete
  33. Mba dee kereeeen, aiish...kasian HJ nunggu SY ga pulang2, pnasaran sm reaksiny nnti..
    Bingung sm sms HJ yg "jika kau meninggalkan ku kau dlm bahaya, kembalilah.." kok berasa ngancem yaa...jadi ga suka HJ di episde ini..
    Tapi makin suka sm scene antara SY and JW, sweeeett

    Chika

    ReplyDelete
  34. terlihat ya su yeon cinta jung woo bukan ke harry, harry benar benar sakit jiwa kalimat dia ke sekrt.park membuat merinding "bawa dia pulang walau kau harus membunuhnya, kalau aku tak bisa memilikinya maka seorangpun tidak" benar benar sakit jiwa ??? oh ya mbak dee sebenarnya pasti ada hubungan apa antar sekrt.park dengan harry ???.... lee su yeon benar benar dalam bahaya ....thank's sinop nya bahasanya kali ini bagus sekali.. saya kasih angka 9 ya...semangat mbak dee yg suka micky.

    ReplyDelete
  35. wahh soo yeon makin berani nggak menuruti perintah harry lagi. yup tinggalkan harry kembalilah pada jung woo. pasti jung woo akan membuatmu bahagia.. setiap ada jung woo, soyeon sering tersenyum...



    ReplyDelete
  36. I MISS YOU , SALAH SATU DRAMA YANG KU SUKA CRITANYA ASIK BANGET, LANJUT TERUSS YA MBA FIGHT !


    PUTRI

    ReplyDelete
  37. rerun SKKS? melihat ke-coolan yoochun yang perdana main drama dan melihat penyimpangan karakter joongki sebelum bermain NG ^^" LOVE IT!!!
    ada project baru mbak? habis IMY, oppa joo won yang bakal gokil habis kayaknya wkwkwkwk
    #abaikan abaikan

    ReplyDelete
  38. mbk dee 15 part 2nya ditunggu hehe .......

    ReplyDelete
  39. uuh mkin ksn makin ga ngerti aq sma sikap'nya harry,klo emang mw blas dendam ga usah bw su yeon sm jung woo knp sih...jd ky tersakiti semuanya ya jung woo so yeon ya terutama ya pst harry lah..emang harry pikir dngn cara ky gitu su yeon bs cinta sm dy ga kan...??justru dngn harry bersikap sepeti itu malah membuat su yeon tambah mencintai jung woo,dan tw sikap harry yg sebenarnya yg ga dy tunjukan slm hidup 14th bersama su yeon..

    maaf jd gregetan saya sama sikap'nya harry..hehehe...mksh sinopnya di tunggu part2 nya..


    _amy_

    ReplyDelete
  40. hyun joon menyedihkan hiiikss yoo seung ho srg bgt dptperan anthagonis tp q tetep suka

    ReplyDelete
  41. AWWWWWWWW so sweat kata yang tepat untuk sinopsis kali ini...


    aku berharap happy ending..
    gamsa hamnida..
    fighting..fighting..

    ReplyDelete
  42. Awww.....so hyun gy rambtnyaaaa....udh ky Oh Hanni aj,aku sm ky mb Dee,coba ah reum g dtg psti adegn rmntsnya jung woo-so hyun bs lbh it,tp ah reum jg lucu kok biarpun dia sdkt kepo(kyaaa mb dee skrg iktan pk istlh kepo jg ya? haha),tp ttep jd pncair suasana... Merty

    ReplyDelete
  43. Setuju ma komentar Mba Dee....
    Hasil desain SY yg penuh ide itu pengaruh jg
    Darimkehadiran JW yg bikin dia tenang n nyaman
    Apalg adegan pelukan dijalan, yg awalnya SY teriak ma JW
    Sampe mukul dadanya.....seperti SY melepaskan beban
    Yg dia tanggung selama ini....

    Tp yg aku msh bingung waktu SY bilang
    "saat kau tak ada disana, rasanya aku ingin mati saja"
    Itu maksudnya pas kejadian 14 thn ygll
    Atau selama SY di rumah Harry ya?
    Yaah...setidaknya SY udah ngutarain perasaannya
    Dan JW tau SY mau sama JW....^^
    Ya eyalah....mereka udh kissing gitu...;-)

    ReplyDelete
  44. tambah penasaran dg kelanjutan ceritanya...

    ReplyDelete
  45. keren bgt drama-nya :)d
    meski blm nonton tapi baca sinop 'a aja udah berasa nonton,,,
    kata2nya enak dan cara nyeritainya jelas dan mudah dipahami,,,:D
    aku izin share ya,,,:)
    gomawo :p

    ReplyDelete
  46. salam kenal m.dee, trims sinopsisnya

    ReplyDelete
  47. bukannya yang episode 15 part 2 nya udah ya???? kok blm ditaruh di link?

    ReplyDelete
  48. episode ini emang so cute so sweet dll. but so bitter and so poor for Harry :((

    ReplyDelete
  49. setelah aku baca sampe episode ini, aku lebih berpihak pada pasangan zoe an harry :)

    ReplyDelete