December 28, 2012

Sinopsis I Miss You Episode 14 - 2


Sinopsis I Miss You Episode 14 – 2


Keesokan paginya, di rumah Harry semuanya kembali seperti biasanya. Harry memperhatikan Zoe yang sedang membuat juice untuk sarapan. Zoe tak menyadari kalau Harry sudah lama memandanginya dari belakang dan setelah tahu, ia mengajak Harry untuk segera sarapan.



Tapi pagi ini Harry merajuk ingin makan nasi untuk sarapan, membuat Zoe heran karena ia tahu kalau Harry hanya makan roti saat sarapan. Tapi Harry tetap ingin makan nasi. Maka dengan ceria Zoe pun mengiyakan. Walau sebagai gantinya, Harry harus membuat sarapan besok pagi. Ia pun mulai menyiapkan nasi untuk ditanak.


“Zoe, I love you,” ucap Harry tiba-tiba, membuat Zoe terhenyak kaget. Dan Harry pun menyadarinya sehingga ia pun menambahkan. “Aku hanya ingin mengucapkannya saja.”


Walaupun tak nyaman, tapi Zoe mengabaikan dan pura-pura marah, “Setelah ini jangan bicara lagi denganku, karena aku harus fokus dalam menanak nasi.”


Harry pun mengerti kalau ini adalah tanda kalau Zoe ingin dia makan roti saja. Ia pun menarik kursi dan berkata kalau ia mau kok makan roti. Zoe tersenyum dan Harry bersyukur karena Zoe sudah kembali seperti Zoe yang dulu.


“Jika aku seperti ini, apakah kita dapat bersama-sama?” tanya Zoe tiba-tiba. “Tentunya tidak sekarang, tapi saat kita bertiga sudah tenang semua. Dan juga, ayo bersama-sama kita cari orang yang telah mengancammu. Kita tak bisa melarikan diri terus seperti ini.”


“Zoe..,” sela Harry.

“Kita bertiga menjadi teman.. aku sedikit tak percaya diri dengan itu, tapi aku akan mencobanya,” ujar Soo Yeon memaksakan senyumnya.


Harry tak menyangka Zoe akan menerima tawarannya. Ia tersenyum dan hanya menjawab, “Kalau memang itu yang kau mau..” Harry hendak memulai sarapannya, tapi masih ada yang ingin disampaikan oleh Zoe.

Zoe juga akan bekerja di Belluz mulai hari ini. Ia ingin bekerja lagi. Dan lagi-lagi Harry menjawab dengan tersenyum, “Kalau memang itu yang kau mau.”


Dan seperti kata Zoe, ia pun mulai bekerja di butik Belluz. Yang pertama kali yang ia lakukan adalah membenahi display butik. Mi Ran yang datang belakangan, langsung menyambut Zoe dengan hangat. Ia sudah mempersiapkan ruangan kerja untuk Zoe yang akan selesai pada sore hari nanti. Melihat betapa antusiasnya Zoe, Mi Ran bertanya mengapa Zoe melakukan hal ini, padahal sebelumnya Zoe selalu menolaknya?


Dengan santai, Zoe hanya menjawab kalau ia tiba-tiba ingin bekerja saja, kalau tidak ia bisa gila jika hanya berdiam diri saja. Dan saat ditanya tentang permintaan gaji yang menurut Mi Ran terlalu kecil untuk ukuran desainer sekelas Zoe, Zoe hanya menjawab kalau nominal gaji itu hanya untuk sebelum pembukaan butik.


Ia juga ingin membuat Mi Ran merasa sungkan padanya (karena telah memberikan gaji yang kecil) sehingga Mi ran membiarkannya saat ia bekerja, “Aku benci saat ada orang yang ikut campur saat aku bekerja.”


Handphone Zoe berbunyi dan Mi Ran pun kepo pada orang yang menelepon handphone Zoe. Tapi Zoe segera menyadari ke-kepo-an Mi Ran karena Zoe langsung mendekap handphonenya dan berkata. “Aku juga lebih benci saat ada orang yang ikut campur urusan pribadiku,” dan ia pun menyingkir pergi.


Note: Ahh.. akhirnya bisa juga menggunakan kata kepo di dalam sinopsis. Maaf .. baru beberapa minggu ini tahu arti kata kepo (ada yang belum tahu? Kekeke.. arti kepo adalah ingin tahu) dan ingin mencoba menuliskannya dalam sebuah kalimat. :p


Ternyata yang menelepon Zoe adalah Jung Woo yang sedang memakai baju sambil menebak-nebak, “Ia akan menjawab.. Ia tak mau menjawab..” Dan betapa kagetnya Jung Woo saat mendengar suara Soo Yeon menyapa ‘halo..’ dari speaker phone.


Jung Woo buru-buru mengambil handphonenya dan menyapa Soo Yeon. Tapi suara yang di handphone mengatakan kalau ia bukanlah Soo Yeon, dan itu membuat Jung Woo panik dan melihat nomor di handphone-nya lagi dan bersikeras, “Kau kan Soo Yeon.”


“Aku.. Zoe Lou,” jawab Soo Yeon keras kepala juga.


Tapi kata-kata itu membuat Jung Woo lega, “Kau menakutiku. Kupikir kau telah mengganti nomor telepon tanpa memberitahukanku,” dan ia pun membalas Soo Yeon dengan menakuti-nakuti pula, “Kau tak tahu kan, kalau aku telah memasukkanmu ke dalam daftar orang yang dicari di bandara?”

Mata Soo Yeon melebar, terkejut, “Apa?”

“Sekedar berjaga-jaga, kalau kau pergi ke Perancis tanpa memberitahukanku. Dan aku memasukkanmu sebagai pembajak. Jadi jangan pernah berpikir untuk melarikan diri, atau kau nanti dipermalukan di bandara,” ancam Jung Woo.


Namun ancaman Jung Woo itu malah membuat Soo Yeon terkekeh geli. Senyumnya semakin melebar saat Jung Woo berkata, “Zoe Lou, walau namamu tak secantik nama Soo Yeon, aku suka mendengar suaramu yang sangat ceria.”

Aww… so sweeeett…


Soo Yeon memberitahukan kalau ia sekarang bekerja di Belluz. Walau mulanya Jung Woo terkejut, tapi Jung Woo menyukainya karena berarti ia dapat menemui Soo Yeon kapan saja.

Eihh.. jangan-jangan itu juga alasan Soo Yeon bekerja di butik ibu tiri Jung Woo? Aihh.. so sweeett..


Setelah itu Soo Yeon pun menutup telepon, dan Jung Woo bertanya-tanya sendiri, apakah telah terjadi sesuatu lagi pada Soo Yeon?


Ia berteriak frustasi dan melampiaskan rasa frustasinya itu ke tembok. Pada tembok ia mencurakan perasaannya, “Ahh.. Aku sekarang khawatir saat ia ceria ataupun menangis,” dan ia memeluk tembok itu, “Aku benar-benar gila kalau seperti ini.”

Tanpa sengaja, ia menoleh ke samping, dan sudah ada atasannya dan kedua rekannya yang melihat Jung Woo dengan tatapan Kau ini sudah benar-benar gila, ya?


LOL, buru-buru Jung Woo melepaskan diri dari tembok dan berkata dengan tenang, “Aku dikeluarkan dari penyelidikan ini, kan? Tentu saja, karena ada foto keluargaku. Silahkan kalau mau rapat,” Jung Woo pun mengemasi baju-bajunya. 


Jung Woo mendapat pesan dari Detektif Joo yang menyuruhnya datang ke ruang interogasi. Right now. Maka ia pamit dengan memberi semangat pada ketiga orang yang ada di hadapannya, “Pastikan untuk menangkapnya. Fighting!”


Ketiganya bingung melihat reaksi Jung Woo yang kalem, tak seperti biasanya, “Kalau kau ingin marah, marah saja,” saran atasan Jung Woo khawatir. Rekan-rekannya juga khawatir, “Iya. Kalau kau seperti ini, malah tampak semakin menakutkan.”


Tapi Jung Woo tetap cool karena ia telah memutuskan untuk tak mencari gara-gara lagi sekarang karena setelah ia memiliki teman, ia telah menjadi orang yang lebih baik. Jung Woo pun langsung pergi dengan mengucapkan fighting berkali-kali pada mereka, membuat mereka bertiga bingung dengan sikap Jung Woo.


Ha! Tak mencari gara-gara? Jung Woo? Nggak mungkin. Karena sesuai permintaannya pada Detektif Joo, ia sekarang berdua dengan Detektif Joo yang memberitahukan hasil otopsi Sang Chul.

Berdasarkan hasil otopsi, ternyata Sang Chul mati tenggelam karena paru-parunya penuh dengan air. Dan yang ditenggelamkan bukan seluruh badannya tapi hanya kepalanya saja, karena ada bekas cengkeraman tangan di rambut Sang Chul.


Dan ditengah-tengah keseriusan itu, Detektif Joo masih sempat mengasihani rambut Sang Chul yang dicengkeram, “Dasar orang jahat. Padahal rambut Sang Chul kan sudah sedikit.” LOL.


Jung Woo menemukan garis merah antara kematian dua kakak beradik itu, yaitu terbunuh karena air. Detektif Joo akhirnya menyadari itu juga, karena Sang Deuk mati juga ada handuk basah di wajahnya.


Detektif Joo juga memberitahu kalau pihak forensik menduga kalau mayat Sang Chul sudah ada di atap selama lebih dari satu hari, karena seluruh tubuhnya sudah membeku (karena salju).


Betapa kagetnya Jung Woo mendengar itu, karena itu berarti pelaku itu benar-benar menunggu kedatangannya dan baru melemparkan mayat Sang Chul. Detektif Joo juga setuju akan keanehan ini, dan menduga kalau pelaku itu juga tahu kalau Jung Woo akan datang ke RS Jaekyung. Detektif Joon ingat kalau Jung Woo pernah mengatakan hal ini di rumah Harry, dihadapan Harry dan Zoe.

Jung Woo pun langsung teringat kalau sebenarnya nama rumah sakit jiwa itu muncul saat Harry bertanya pada Mi Ran tentang rumah sakit itu. Tapi ia berusaha mengenyahkan pikiran yang tak masuk akal itu.


Detektif Joo merasa kalau Jung Woo menyembunyikan sesuatu dan meminta Jung Woo untuk memberitahukan padanya. Tapi Jung Woo mengatakan kalau ia hanya kesal karena seharusnya ia bisa menangkap pelaku itu saat di rumah sakit. Ia pun meminta Detektif Joo untuk segera pergi rapat, karena yang lain telah menunggunya.


Dan saat sendiri, ia teringat pada apa yang ia tuliskan di catatannya saat menginterogasi Bibi Choi. Semua kecurigaannya. Nasi, handuk basah, dan handphone. “Tenggelam. Menyiksa dengan air, handuk basah.”


Bibi Choi tak menyangka akan dikunjungi oleh Jung Woo secepat ini. Tapi ia sangat senang melihat kedatangan Jung Woo, karena ia sudah merasa bosan dan ingin membersihkan semua tempat. 


Jung Woo berjanji untuk membawakan buku saat ia datang lagi karena kedatangannya kali ini sebenarnya tak direncanakan. Kali ini ia datang berkaitan dengan kematian Kang Sang Chul, saudara Kang Sang Deuk, orang yang dibunuh oleh Bibi Choi.


Jung Woo menunjukkan foto keluarganya dan sambil bercanda ia berkata kalau anak yang paling tampan itu adalah dirinya. Namun kembali serius, ia melanjutkan kalau foto keluarga itu ada di saku jas Sang Chul saat mati dan ia menduga kalau pelakunya menaruh foto itu agar ia bisa melihatnya, “Dan aku ingin tahu apakah Bibi mengetahui tentang hal ini.”


Tentu saja Bibi Choi tak tahu menahu tentang hal ini. Tapi Jung Woo mengatakan kecurigaannya kalau sebenarnya Bibi Choi belum mengatakan hal yang sebenarnya, “Aku tak yakin akan pernyataan bibi tentang handuk basah dan handphone. Bibi juga berkata kalau bibi hanya makan nasi hangat setelah membunuh. Tapi nasi di magic jar masih utuh. Kenapa bibi tak memakannya?”

Bibi Choi tergeragap, tak tahu bagaimana menjawabnya. Jung Woo mengatakan kalau ia tak memberitahukan kecurigaan ini di dalam laporan penyelidikan. Tapi ia yakin kalau pelaku yang menggungakan handuk basah dan mengambil handphone itu bukanlah bibi Choi, “Pasti ada orang lain.”

Lagi-lagi Bibi Choi menjawab karena ia ingin membunuh Sang Deuk dengan lebih cepat. Ia pura-pura marah dan beranjak pergi. Tapi Jung Woo menahannya, memintanya untuk memahaminya,


“Penjahat itu melemparkan kakak Sang Deuk, si Sang Chul di depan mataku dan mungkin aku adalah target selanjutnya. Bibi, kau harus memberitahukan padaku. Bantu aku untuk menangkap pembunuhnya. Jika pembunuh kedua orang itu adalah orang yang saja, maka ia adalah pembunuh berantai. Karena kejahatan lain, mungkin akan terjadi. Kau tahu maksudku, kan?”


Bibi Choi termenung mendengar perkataan Jung Woo. Tentu saja Bibi Choi tahu maksud Jung Woo tentang bagaimana cara kerja pembunuh berantai, karena ia pun juga adalah pembunuh berantai.


Jung Woo sudah ada di dalam mobil, saat ia teringat ucapan Bibi Choi yang akhirnya mengatakan kalau mungkin saja Lee Soo Yeon yang menjadi pelakunya dan pertanyaan Bibi Choi padanya adalah, “Apakah kau sanggup memborgol tangan Soo Yeon kalau ternyata ia adalah pelakunya?”


Dan pada saat itu, Jung Woo menjawab kalau ia akan mengambil tangan Soo Yeon dan membawanya pergi, “Karena sebelum aku menjadi detektif, aku adalah seorang pria.”


Bibi Choi mendesah dan bercerita kalau ia tak melihat wajah orang itu. Tapi ia mendengar langkah kakinya, “Duk duktuk.. Duk duktuk.. Duk duktuk.. Dan aku mendengar suara sepatu Soo Yeon yang sama dengan suara itu.”


Jung Woo sudah sampai di depan butik Bellez dan melihat Soo Yeon yang masih sibuk membenahi pajangan di butik. Ia teringat langkah kaki yang digambarkan Bibi Choi dan kata-kata Bibi Choi kalau langkah kaki itu terdengan feminin. Ia juga teringat alasan Bibi Choi tak mau mengatakan hal ini karena ia mencurigai Lee Soo Yeon.


Soo Yeon mendapat SMS dari Jung Woo yang berisi : Zoe Lou, kau sangat keren!! Lihatlah keluar jendela kalau kau sedang memikirkan seorang teman.


Soo Yeon pun langsung melongok ke arah luar dan melihat Jung Woo yang melambaikan tangannya. Soo Yeon tersipu dan walau sedikit ragu,  ia mengangkat tangan dan melambaikan tangannya juga, balas menyapa.


Jung Woo tersenyum melihat betapa canggungnya Soo Yeon. Dengan tangannya, Jung Woo mengisyaratkan agar Soo Yeon keluar menemuinya. Tapi Soo Yeon melihat kiri dan kanan terlebih dahulu, sebelum menggeleng pelan dan tangannya mengisyaratkan agar Jung Woo pergi.


Aww.. bisa nggak sih mereka nggak cute seperti ini jika bertemu? Apalagi saat Jung Woo pun mengangguk paham dan melambaikan tangannya lagi membuat Soo Yeon malu-malu membalas lambaian tangannya.

Jung Woo bergumam, berjanji pada Soo Yeon kalau ia akan menangkap pelaku yang sebenarnya.


Jung Woo melambaikan tangannya sekali lagi, yang juga dibalas oleh Soo Yeon. Ia pun menjalankan mobilnya pergi, dan Soo Yeon sepertinya tak ingin berpisah karena ia buru-buru maju mendekati jendela hanya untuk melihat mobil Jung Woo lebih lama lagi.


Eun Joo datang ke kantor polisi untuk membawakan baju bersih untuk Jung Woo, walaupun ia sepertinya masih kesal karena ia tak ingin bertemu dengan Jung Woo. Ia juga bertanya pada Detektif Joo, ingin tahu alasan Jung Woo meninggalkan rumah.

Detektif Joo juga tak tahu alasan sebenarnya. Tapi ia menduga kepergian Jung Woo karena seorang gadis. Eun Joo kaget mendengar dugaan Detektif Joo dan bertanya gadis yang mana? Detektif Joo menceritakan tentang Zoe yang pernah dilihat oleh Eun Joo, yang menurut Jung Woo adalah Soo Yeon.

Sebenarnya Detekif Joo ingin mencegah Jung Woo untuk mendekati Zoe karena Zoe sudah punya pacar. Apalagi Jung Woo dan Zoe berpegangan tangan dan bertukar kode lampu jalan, rumah dan 280 langkah.


Tentu saja Eun Joo kaget mendengar kata-kata itu, karena ia pun tahu kata-kata itu adalah yang ia baca dari buku harian Soo Yeon.


Tak hanya Eun Joo yang kaget, Detektif Joo pun kaget. Jika Zoe adalah Soo Yeon, mengapa sidik jarinya tak cocok dengan Soo Yeon? Melihat Eun Joo bingung, Detektif Joo menjelaskan ketika Zoe ditahan sebagai tersangka pembunuh Sang Deuk, mereka telah memeriksa sidik jari Zoe. Dan sidik jari itu tak cocok dengan sidik jari Soo yeon.


Jung Woo pergi ke kantor ayahnya, namun ayahnya tak ada di sana. Pada Sekretaris Yoon, ia berkata kalau ia akan menunggu ayahnya. Tapi Sekretaris Yoon yang sedari tadi mengikutinya, malah menyuruhnya untuk segera pergi. Tentu saja Jung Woo tak mau, “Aku akan menunggunya. Aku ini anaknya.”


Tapi Sekretaris Yoon meminta Jung Woo untuk menunggu di luar saja. Tentu saja hal ini membuat Jung Woo kesal. Ia mengeluarkan kartu identitasnya dan menunjukkan ke muka Sekretaris Yoon, “Aku ini polisi.”


Dan Sekretaris Yoon pun tak bisa berbuat apa-apa melihat kartu Jung Woo, membuat Jung Woo semakin kesal dan ia pun menggerutu, “Ternyata menjadi polisi lebih baik dibandingkan menjadi anaknya. Hebat!”


Ternyata Tae Joon mendatangi RS Jaekyung walau dokter sekutunya memintanya untuk segera pergi, karena sewaktu-waktu polisi bisa datang kemari. Tapi Tae Joon tak peduli dan malah meminta sekutunya itu untuk pergi.


Setelah sendiri, ia melihat-lihat ruangan dan terkejut menyadari ada sebuah gambar yang tergambar di tembok. Gambar yang pernah ia lihat di tembok tempat Hyung Joon tinggal, 14 tahun yang lalu.


Ahh.. ternyata bukan Tae Joon yang membuat gambar itu di kamar 302. Saya pikir Tae Joon yang melakukannya untuk menarik perhatian Hyung Joon yang dicurigai akan datang untuk mencari ibunya.

Tae Joon geram melihat gambar itu dan pada Hyung Joon.


Dan yang berikutnya terjadi adalah Hyun Joo (ibu Hyung Joon) dibawa pergi oleh Tae Joon.


Jung Woo menunggu di dalam ruang kerja ayahnya sementara Sekretaris Yoon tetap berada di sisinya. Harry muncul dan kaget melihat Jung Woo, begitu pula Jung Woo.


Sekretaris Yoon berkata kalau atasannya sedang tak ada di rumah. Harry menjawab kalau ia sudah memiliki janji dengan Tae Joon, dan meminta Sekretaris Yoon untuk menjadwal ulang pertemuannya nanti dan menghubunginya untuk memberitahu jadwal barunya. Dan ia pun langsung pergi.

Jung Woo buru-buru bangkit dan berkata kalau Sekretaris Yoon tak perlu menghubunginya, karena toh ia akan akan datang kemari. 


Jung Woo mengejar Harry dan sambil menjajari langkahnya, ia bertanya mengapa Harry tetap ingin bekerja sama dengan ayahnya padahal Harry sendirilah yang meminta investigasi dilakukan pada bank ayahnya. Harry menjawab kalau bisnis adalah bisnis. Ia telah melakukan perjanjian itu sebelum laporan pemalsuan nama rekening muncul.


Jung Woo menyarankan Harry untuk keluar dari perjanjian selagi sempat. Tapi Harry menganggap perjanjian itu masih menguntungkan karena ia tak akan mau melakukan sebuah bisnis jika ada masalah.


Saat berjalan di parkiran yang sepi, dan mereka tak lagi bercakap-cakap, ia mendengar derap langkah Harry yang mirip dengan derap langkah yang digambarkan Bibi Choi. Duk duktuk.. duk duktuk..


Harry pun menyadari kalau Jung Woo memperhatikan kakinya yang pincang. Dengan dingin ia bertanya apakah Jung Woo belum pernah melihat orang cacat?


Jung Woo tersenyum dan menggeleng, membantahnya. Ia ingin tahu mengapa tongkat Harry menimbulkan suara, padahal biasanya tongkat seperti itu beralaskan karet sehingga tak mengeluarkan bunyi.


Harry mengacungkan tongkatnya ke depan wajah Jung Woo dan menjawab kalau Soo Yeonlah yang membuat tongkat ini dan menyuruh Jung Woo untuk bertanya sendiri pada Soo Yeon, “Kau kuberi kesempatan sekali lagi untuk bertemu dengannya.”


Seakan terpana mendengar kata-kata Harry yang akan memberinya satu kesempatan lagi, ia berkata pada Harry kalau ia tak dapat mengucapkan terima kasih karenanya, “Karena jika Soo Yeon berkata tidak (untuk tak menemuiku), maka ucapanmu hanyalah sia-sia saja.”

Ia pun berkata kalau ada satu hal yang ia suka dari Harry, “Kau selalu mengatakan hal ini : Apapun yang Soo Yeon mau. Jika itu hanya kata-kata belaka, maka aku akan sangat marah. Kau tak tahu kan kalau aku juga menakutkan saat aku marah?”

Jung Woo pun mengajak  Harry untuk minum bersama. Namun Harry bertanya balik, apakah nanti Jung Woo akan marah jika ia tak minum? Seakan menyindir Harry, Jung Woo menjawab kalau ia adalah pria. Tak mungkin pria marah hanya karena urusan ditolak minum.

Dan Jung Woo pun tersenyum ceria, membuat Harry kesal walau ia berusaha menutupinya dengan senyum.


Di rumah Tae Joon terjadi kehebohan. Mi Ran kesal karena Tae Joon membawa wanita itu, Hyun Joo ke dalam rumah. Tapi Tae Joon bersikeras dan malah menyuruh Mi Ran untuk mengusir semua orang dari rumah, karena ia tak ingin ada gosip yang menyebar di luaran. Mi Ran tentu saja tak mau karena berarti urusan domestik, harus ia kerjakan sendiri.


Tapi Tae Joon mengatakan kalau Hyung Joon baru saja membunuh orang dan ia tak tahu apa yang dilakukan oleh Hyung Joon lagi. Maka akan lebih baik jika Hyun Joo berada di dekat mereka, “Jika Hyung Joon tahu kalau ibunya ada pada kita, ia tak akan bisa berbuat seenaknya.”


Di ruang tengah, Ah Reum menatap Hyun Joo dan heran mengapa wajahnya mirip, apalagi senyum Hyun Joo sangat mirip sekali.


Di mobil Harry, karena Jung Woo tak menyetir, ia memiliki waktu untuk melihat-lihat tongkat Harry. Ia membaca tulisan di tongkat itu, dan langsung tahu artinya. Hyung Joon bertanya apakah Jung Woo bisa berbahasa Perancis? Jung Woo merendah dan menjawab kalau kosakatanya hanya cukup untuk membeli roti di Perancis.


Hyung Joon berkomentar kalau sepertinya Jung Woo memiliki banyak kelebihan kecuali untuk minum. Jung Woo mengatakan kalau ia lebih pintar lagi dalam menginterogasi. Dan iapun bertanya pada Harry, kapan pertama kalinya Harry bertemu dengan Soo Yeon.


Harry malah bertanya mengapa Jung Woo menanyakan itu terus padanya, bukankah bertemu Soo Yeon sudah cukup bagi Jung Woo? Jung Woo menjawab kalau ia memang telah menemukan Soo Yeon, tapi Harry lah yang masih bersikeras kalau Soo Yeon itu adalah Zoe.


Tiba-tiba Ah Reum menelepon dan mengatakan kalau Tante Jung Woo datang ke rumah. Ia tahu karena Tante Jung Woo itu mirip dengan Jung Woo dan sangat cantik.

Jung Woo mulanya menganggap semua yang dikatakan Ah Reum omong kosong tapi Ah Reum berkata kalau katanya Tante itu adalah adik kandung dari ibu Jung Woo. Tentu saja hal ini membuat Jung Woo terkejut.


Harry mulai curiga pada pembicaraan Jung Woo saat Jung Woo bertanya pada Ah Reum, “Tante yang mana?” dan “Wajahnya seperti orang yang tak normal?” Ia pun mulai menduga-duga, menghubungkan pada ibunya sendiri.


Soo Yeon terkejut melihat kedatangan Harry dan Jung Woo bersama-sama. Harry berkata pendek, menjelaskan kalau Jung Woo mengajaknya minum Dan Harry sepertinya ingin segera masuk karena ia juga berkata kalau ia akan berganti baju dan akan membiarkan Jung Woo dan Zoe bercakap-cakap.


Jung Woo sedikit heran dengan perilaku Harry yang tiba-tiba berubah. Namun ia tak menampakkan keheranannya pada Soo Yeon yang bertanya apa yang sedang Jung Woo lakukan di sini. Ia malah menjawab kalau ia takut Soo Yeon akan meninggalkannya lagi jika ia ingin mengajak Soo Yeon minum, maka ia langsung masuk saja ke dalam rumah .


Soo Yeon tahu kalau Jung Woo membual karena Jung  Woo tak dapat minum dengan baik. Tapi Jung Woo tak khawatir, karena kalau ia mabuk maka ia akan tidur di kamar Soo Yeon saja. Dan dengan jahil, ia melirik ke atas, mencari-cari, “Kamarmu itu..”


“Han Jung Woo!” seru Soo Yeon, refleks memukul perut Jung Woo membuat Jung Woo mengaduh kesakitan.


Tapi Jung Woo hanya berpura-pura, walaupun ia tetap berkata, “Maka dari itu, lihatlah kepadaku saja. Awasi aku hingga aku tak dapat mabuk.”


Soo Yeon menunduk, lagi-lagi tersipu. Tapi kali ini Jung Woo berkata lebih serius dan menyentuh pundak Soo Yeon, “Pergi dan lihatlah Harry. Kelihatannya ia seperti cemas akan sesuatu.”


Dugaan Jung Woo benar, karena di dalam kamar Harry menatap foto ibunya dan teringat ucapan Jung Woo di telepon. Ia menghubungi teman chattingnya dan bertanya apakah sesuatu terjadi di rumah Tae Joon? Ia menyuruh temannya untuk mendatangi rumah Tae Joon karena ia mendengar Tae Joon membawa tante Jung Woo ke dalam rumah. Ia ingin memeriksa apakah wanita yang datang itu adalah ibunya.


Soo Yeon mengetuk pintu kamar Harry dan Harry memasang wajah senyumnya lagi dan berkata kalau ia lama di dalam kamar karena mencari sweater yang tak ketemu. Soo Yeon pun masuk dan mencarinya. Seakan ingin membuat Jung Woo marah dan menunjukkan kalau Zoe adalah miliknya, Harry menutup pintu dengan menghempaskannya cukup keras sehingga terdengar oleh Jung Woo.


Tapi Jung Woo tak marah. Ia hanya sedikit menggerutu mengingat temperamen. Sambil menunggu pemilik rumah keluar, ia bermain bilyar sendirian. Dan ia pun bertanya-tanya, apa ia perlu taruhan dengan Harry melalui bilyar?


Jung Woo terpaku mendengar suara langkah Harry. Dan diikuti pula oleh langkah Soo Yeon yang memakai sepatu berhak tinggi. Ia mendengar perbedaan di antara kedua langkah itu.


Harry memecah keheningan dengan mengajaknya bertaruh karena melihat Jung Woo juga mahir bermain bilyar. Tapi Soo Yeon malah mengajak minum soju saja dan ia akan menyiapkan makanan kecil karena soju enak diminum saat perut kosong.

Jung Woo mengusap perutnya yang tadi dipukul oleh Soo Yeon, membuat Soo Yeon tersenyum. Harry yang tak mengerti ada guyonan rahasia di antara Soo Yeon dan Jung Woo hanya berkata kalau Soo Yeon sekarang adalah maniak soju. 



Jung Woo memperhatikan langkah Soo Yeon dan Harry yang menjauhinya. Dan ia bisa memastikan kalau langkah Soo Yeon tidak Duk duktuk.. Duk duktuk..  seperti yang digambarkan Bibi Choi. Dan ia pun memanggil Soo Yeon dang mengacungkan jempolnya, “Zoe.. Sepatumu cantik. Nilainya 100 dari 100!”


Soo Yeon tersenyum mendengar pujian itu, tapi tidak dengan Harry.  


Duduk semeja bertiga, Jung Woo sudah minum hingga gelas keempat. Dan degan bangga ia berkata pada Soo Yeon kalau ia telah minum 4 gelas. Soo Yeon menyuruh Jung Woo untuk minum perlahan-lahan saja, karena apa bagusnya pintar minum?



Jung Woo menjawab kalau itu adalah hal yang bagus. Ia teringat pada ibu Soo Yeon saat berkata, “Saat cintaku minum-minum sendirian, aku merasa sangat sedih.”


Soo Yeon melirik Harry yang tentu saja tak tahu siapa sebenarnya Cintaku yang dimaksud oleh Jung Woo. Jung Woo ingin menunjukkan pada Soo Yeon apa yang ia dapatkan tadi siang. Lagi-lagi Soo Yeon melirik Harry, cemas kalau Harry akan marah.


Dan Jung Woo pun menyadarinya. Sebelum menunjukkan gambar di handphone itu pada Soo Yeon, ia menunjukkan pada Harry terlebih dahulu. Tapi hanya sepersekian detik, dan kemudian menunjukkan gambar itu dengan lebih lamaaaa sekali pada Soo Yeon. LOL.

“Lucu, kan?” kata Jung Woo.


Soo Yeon pun juga mengakui gambar itu lucu, apalagi anak itu menggenggam erat tangan ibunya. Jung Woo pun menambahkan kalau ibunya bahkan memakai kalung di lehernya. Kalung itu yang membuat Soo Yeon mengerutkan kening, karena kalung itu persis yang ia kenakan sekarang, yaitu kalung pemberian Harry.



Tanpa sadar ia meraba bandul yang ada di dadanya dan melirik Harry. Tapi wajah Harry tak mencerminkan satu ekspresi apapun. Bahkan saat Jung Woo kembali menunjukkan gambar itu padanya.



Harry malah mengambil laptopnya dan bertanya pada teman itu, apakah ia sudah dapat menemukan wanita yang ada di rumah Jung Woo. Teman itu bertanya, jika wanita itu adalah ibu Hyung Joon, maka apa yang harus ia lakukan?” Harry tak menjawab.

Jung Woo melihat ekspresi wajah Harry yang tak wajar dan bertanya apakah ada masalah, tapi Harry masih menjawab kalau ia baik –baik saja. Jung Woo dan Soo Yeon hanya berpandangan, dan memilih membiarkan Harry sendiri.



Harry menulis kalau Ibunya ada di tangan Tae Joon, dan Jung Woo ada dalam pandangannya, “Periksa kondisi ibu dan aku akan membuat semuanya merasa sama.”



Lagi-lagi Jung Woo mendapat telepon dari Ah Reum yang menghubungi karena akan mengirim foto Tantenya. Harry yang penasaran, bertanya pada Jung Woo, “Kenapa wajahmu seperti itu?”



Jung Woo berkata kalau adiknya akan mengirimkan foto tantenya. Dan iapun menceritakan kalau sebenarnya ibunya telah meninggal sejak ia kecil, “Dan sepertinya sejak kedatangan ibu tiriku, semua foto ibu disingkirkan. Jadi aku tak memiliki satu fotopun dan aku tak tahu bagaimana wajah ibuku.”



Pada Soo Yeon, ia berkata kalau menurut Ah Reum, tantenya itu mirip dengannya, membuat Soo Yeon tersenyum. Tapi buru-buru senyum itu ia hapus dari wajahnya, takut kalau Harry marah.

Terdengar suara SMS masuk ke handphone Jung Woo.



Tapi Harry tak memikirkan tentang Soo Yeon dan Jung Woo. Ia memikirkan kalau ia kemarin pernah menunjukkan foto ibunya pada Soo Yeon. Jika benar tante itu adalah ibunya, dan Jung Woo menunjukkan foto itu pada Soo Yeon, maka semua rahasianya akan terbongkar.



Jung Woo melihat foto Tantenya dan tersenyum karena tantenya itu memang cantik. Hyung Joon akan mengulurkan tangan, ingin melihat foto itu, tapi Jung Woo malah bergeser. Jung Woo bergeser untuk duduk bersebelahan dengan Soo Yeon di lantai, ingin menunjukkan pada Soo Yeon.


Hyung Joon menatap tangan Jung Woo yang sudah terulur, hingga foto di handphone itu akan terlihat.



Tanpa pikir panjang, Hyung Joon meraih tongkatnya dan memukulkan tongkat itu ke tangan Jung Woo, hingga handphone itu terlepas.

Tangan Jung Woo yang terpukul pun langsung jatuh, menimpa Soo Yeon yang ikutan terjatuh. Buru-buru Jung Woo menjatuhkan diri dan tangan satunya menahan kepala Soo Yeon agar tak terbentur lantai.


“Jung Woo ya..” erang Soo Yeon kesakitan.



Jung Woo menatap Harry marah dan tak percaya.

Komentar :



Whoaa… sepertinya tiap akhir episode selalu saya akhiri dengan kata itu, deh. Benar-benar nggak kreatif. Tapi mau bagaimana lagi? Sisi gelap Harry ternyata benar-benar gelap. 

Daaan.., pertanyaan yang muncul adalah, “Siapa sebenarnya Kang Hyun Joo?” Benarkah ia hanya ibu dari Hyung Joon, kah? Ataukah juga ibu dari Jung Woo juga? That would be twisted and sick. 

Adakah keluarga seperti itu? Jika itu pertanyaannya, maka jawabannya ada. Tapi jika pertanyaannya adalah : Wajarkah jika ada keluarga seperti itu? Tentu saja jawabannya tidak.

Jadi apa yang ada di drama ini, biarkan tetap menjadi drama saja. Janganlah terlalu banyak dipikirkan, dan diresapi.

Okay..



Dan by the way.. let’s say hooray to Jung Woo! Di episode ini, ia tak mengeluarkan air mata sama sekali. Sepertinya ia sudah merasa tenang dalam hatinya, walau ia hanya berteman dengan Soo Yeon yang tak mau dipanggil Soo Yeon. Ia bahkan menyuruh Soo Yeon untuk menemui Harry, karena ia merasa kecemasan Harry akan sesuatu hal.

Seperti yang ia katakan pada Soo Yeon sebelumnya. Ia akan melepaskan Soo Yeon. Tapi jika ia melihat kalau Harry membuatnya menangis, maka ia tak akan menunggu lagi. Ia akan membawa Soo Yeon untuk kembali.

Too late, Harry.. Too late.. Just thiiss close, you will get your happy ending. 

39 comments :

  1. PERTAMAX.MAKASIH MBA SINOPNYA.TD BLOGNYA AGAK EROR APA YA?APA HPKU YG ERROR.15 YG LALU AKU MAU KOMEN TP KOTAK KOMENNYA G BS KELUAR.MAAF MBA KALAU TERNYATA HPKU YG ERROR.APRY.

    ReplyDelete
  2. yeah, jung woo ceria ^^
    tp tampaknya keceriaannya tak kan lama hiks..
    #horee comment pertama ;p

    ReplyDelete
  3. ngeliat YSH jd harry bner2 ngeselin knpa dia ga jd peran org yg baik aj ,,
    sbnarny mau happy or sad ending mnrt sama aj asalkn bs mengungkap semua yg trjd ,
    smngt trs buat mbag dee , sinopsisnya keren . _anfara

    ReplyDelete
  4. Wah sudah mulai terbongkar sedikit demi sedikit. Detektif itu emang teliti banget ya sama hal2 kecil.
    sepertinya bener kalo teman chatting itu adalah sekertaris yoon soalnya kenapa harry bisa dgn mudahnya nyuruh org lain buat masuk ke rmh tae joon?
    Trus, kalau misalnya jung woo jg anak hyun joo knp hyun joo bisa g tau? padahal kan dia yg melahirkan.

    ReplyDelete
  5. Pertamax mbak dee

    ReplyDelete
  6. kvn

    emang yg chattingan sm harry dan yg di rsj pake baju item itu ya sekretarisnya han tae joon,hmm menarik deh

    ReplyDelete
  7. Detektif Joo masih sempat
    mengasihani rambut Sang Chul yang
    dicengkeram, “Dasar orang jahat.
    Padahal rambut Sang Chul kan sudah
    sedikit.” LOL. Sumpah penasaran banget sama ni orang.
    Pada tembok ia mencurakan
    perasaannya, “Ahh.. Aku sekarang
    khawatir saat ia ceria ataupun
    menangis,” dan ia memeluk tembok
    . Saiä ikhlas lahir batin jd temboknya, hehehe.
    Makin bikin penasaran,
    Siapa temen çhattingnya Harry????
    S€mängät mbäk de€

    ReplyDelete
  8. Tapi kalo hyun joo itu juga ibunya jung woo,knp dulu dia tega menyuruh hye mi untuk menculik jung woo ya?? Apa ada ibu yg tega spt itu??

    Tp kata2 ah reum yg mengatakan hyun joo mirip dg jung woo itu bikin penasaran...

    Aduh mesranya det.joo dan jung woo,slg memanggil 'istri'... Wkwkwkwk
    sptinya jung woo mulai ketularan gak normalnya det.joo deh(liat dia meluk tembok itu.. LOL)

    itu aja komenq,
    jeongmal gomawayo eonni...

    ReplyDelete
  9. temen chat harry emg sek.yoon..di ep.15 bakal keliatan kq..dan nama harry tu bnrx nama asli sek.yoon..bnr"complicated..iyah jadi penasaran ma hub.harry n jun woo
    jung woo emg detektive yg teliti bgt,tp.sayang ndak seberapa bisa berkelahi..
    menurutq harry ndak cocok klo sma SY cz wajah harry msh keliatan lbh muda dr.SY sesuai umur di drma nie..harry emg lbh muda dr SY n JW..apalagi liat perlakuan SY ke harry malah keliatan ndak cocok,cz SY memperlakukan harry kek nonna ke dongsaengx gtu,jadi lbh kek adek kakak gtu hub.mreka..
    semakin nambah episode semakin ngeri liat perubahan sikap harry..
    meski dah liat mpe ep.15,tp.blm lengkap klo ndak baca sinopx mb'dee..semangat mb'dee..hehehehhe

    yoyo ^.^

    ReplyDelete
  10. .mungkinlah dlunya ibu HJ adl istri TJ tp krn suatu hal ibu HJ mnikahi ayh suaminy & ada HJ
    .bukankan sering lhat drakor yg bgtu. perslingkuhn terslubung antra kluarga. jd berimajinasi gra2 ah reum blang tantenya mrip dgn JW. bkal pucing endingny klo tny JW & HJ sdraan. serahka sja pd sw ny aj
    ratna.gita

    ReplyDelete
  11. bner mbak de ep ini jungwoo ngk ngeluarin air mta,, sneng deh liatnya..
    tpi aku mkin ngak ska ma harry, kjhtannya mlai mncul.. ,

    kyanya ibu hyungjoon it ibunya jungwoo jga deh mbak dee, kan mrip kta Ah Reum.. ,
    tpi kq bsa, brarti mrka kakak adek, psing mkrin hububungan jungwoo ma hyungjoon.. ,

    ReplyDelete
  12. Wah ada yg kurang seharusnya 15menit yg lalu saya mau komen g bs.Berkali2 sy klik post a comment tp kotak komennya g bs keluar yg keluar tulisan apalah gitu soalnya pk bhs inggris sy g tau artinya.Apa ya kesimpulan jung woo stlh mengetahui bunyi langkah sepatu seo yeon dan langkah sepatu harry stlh membadingkannya dg bunyi langkah sepatu yg bibi choi dengarkan? Apakah jungwoo sudah dpt menyimpulkan siapa pembunuh ke 2 kang san deuk.Siapakah diantara ke2nya yg membunuhnya?apakah seo yeon atau harry? seandainya kalau bukan mereka ber2 trs siapa? wah semakin menarik untuk di ikuti.Ah jungwoo ya tingkahmu bkn sy mesem2 sendiri wkt tlp2 sm seo yeon ky org lg dimabuk asmara.Apalagi wkt pllk2 tembok samb4l ngomong sendiri bnr2 l ky org gilaaaaa.......!!! *apry* 4

    ReplyDelete
  13. Spoiler 15

    kayanya temen chat nya Harry itu sekretaris Yoon degh soalnya waktu "bibi" nya masuk ke kamar ibu tirinya jung woo dia teriak ngeliat orang ditutupin muka nya kecuali mata(klu di tutup gag bisa liat nanti kesandung,,hahaha)
    dia ngambil karya tangan ibunya Hyung joon dan datang ke rumahnya harry.

    wahh makin penasarannn :)
    di tunggu sinopsis nya :)

    ReplyDelete
  14. saya jg yakin 99% klo Kim Hyun Joo (ibunya Harry) adlh ibunya Jung Woo jg. Fakta ttg JW yg tak pernah melihat wajah ibunya sejak kecil, bahkan selembar foto pun tidak. Itu menjelaskan kalo HTJ sengaja memisahkan JW dg Kim hyun Joo. Tentang alasannya masih jd misteri. Mungkin krn adanya konflik HTJ-KHJ dan ayah HTJ yg jg suami KHJ. ditambah lagi dg ucapan Ah Reum yg mengatakan wajah Bibi JW yg dibawa ke rumah (aka. KHJ) mirip dg JW. Jadi bisa disimpulkan kalo JW dan Harry saudara seibu. Sedangkan ayah dari Harry saya msh ragu siapa..

    ReplyDelete
  15. Bener2 deh kalo baca sinopsisnya Mba Dee, DAEBAK. Tapi sayangnya, saya malah jadi makin kepikiran gara2 drama ini. Soalnya dari awal terlalu banyak rahasia dan teka-teki, ditambah lagi dengan banyaknya pembunuhan. Well, mungkin inti drama ini tentang balas dendam dan semua kejadian sekarang berkaitan erat dg kejadian 14 tahun lalu.

    dan kalo dipikir-pikir lagi, kebanyakan adegan di drama ini seperti kembali ke memori 14 tahun yg lalu, terutama adegan antara JW dan SY.

    Saya rasa karakter SY akan semakin muncul di episode selanjutnya. Dan dia akan mulai action, apalagi setelah tahu sikap temperamen Harry yg selama ini tak kelihatan.
    2 Kejadian:
    -saat Harry mendorong SY terjatuh hingga terbentur dan
    -Harry memukul lengan JW deengan tongkatnya

    Saya kira cukup membuat SY sadar akan sifat Harry, minimal curiga lah ya...
    soalnya SY bukanlah gadis bodoh. Sebenarnya dia sangat pintar. Masih ingat kan kejadian SY kecil saat dibully oleh teman sekelasnya, dilemparin sampah. Saat itu SY sigap mengambil tong sampah. Lalu salah seorang temannya bertaruh yg bisa memasukan sampah ke dlm tong sampah akan dapat 1000 won. Lalu dg PeDenya JW action, dan Yeah JW memang ahli dlm segala hal, masuk.

    ahh... bener jg kata Mba Dee tdk perlu terlalu tegang memikrkan drama ini bakal endingnya seperti apa. Yg jelas semua masalah pasti akan terbongkar. ( Ya iyalah...LOL)

    ReplyDelete
  16. ahhh, aku rela jadi temboknya deh....

    hehhe

    ReplyDelete
  17. air...?? ada apa dengan air ya,, kenapa semua pembunuhan dilakukan dengan perantara air. kalo sudah di perkirakan yang membunuh sang deuk n sang chul itu hyungjoon,, brarti yang membunuh perawat hyemi juga hyungjoon.
    mulai sekarang akan ada banyak misteri yang terungkap. gak mau dech aku lihat hyungjoon di penjara,, masak uyu kayak gitu di penjara.
    tapi dengan banyaknya misteri,, masih bisa senyum-senyum sendiri melihat kekoyolan det.joo dan jung woo. apalagi saat jung woo menggoda soyeon,, lucu banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajah bisa menipu, mungkin itu yg ingin ditunjukkan SW-nim nya.. :D

      Delete
  18. kayaknya jung woo sama harry sodara deh..
    beda ayah..
    ya elahh..qo ada hubungan yg rumit begitu yak..
    doyan sama anak dan bapaknya..hehehe

    ReplyDelete
  19. mnurutq harry sjk kcl memang sdh pny pnkit kjiwaan itu sbbny dy dlu tggl dikmar yg trpisah n ditmbh lg tae jon memisahkanya dg ibunya,,temperament harry smakin buruk,,,harry n joong woo mgkin ank kang hyun joo,,,,harry mbunuh tantenya prwat hye mi cz harry tau dlu hye mi mrawat harry tdk tlus semata2 dmi uang,,pd wktu itukn hyun joon bilg bhwa uang itu bs diambil stlh hyun joon brusia 18th tu sbbnya prwt hye mi membesarkn hyun joon n soo yeon smp bsar,,ak tetep brhrp harry dg soo yeon cz ak pkir yg mbunuh bkn harry sj,murutq analisisq ada 2 kmgkinan pelaku yg mbunuh sang deuk .pelaku 1 eun joo,cz eun joo mbunuh sang deuk dmi menebus kslhn det kim yg dah mbuat ayah soo yeon jdi pembunuh pdhal kan ayah soo yeon tdk mbunuh,skaligus bls dendam ats kmatian ayahnya.

    pelaku 2 adalh harry alias hyun joon cz harry ingin mbls dendam smua org yg trlibat dlm ms lalunya

    ReplyDelete
  20. Jd curiga alasan tokoh Harry/Hyung Joon itu diperankan oleh Yoo Seung Ho. Selain krn memang skill aktingnya, mungkin SW-nim jg menginginkan kita (penonton) tertipu oleh wajah ganteng+cute nya YSH. Yg ternyata memang benar karakter HJ memang benar2 phsikopat. hahaa... maybe

    ReplyDelete
  21. okeyyyy,, mbak dee sepertinyaaa ad yg perluu diperbaiki di sinop ini,,, jung wo yg mw nemui ayahnya dan disambut oleh sekretaris ganteng itu bukan di rumah melainkan dikantor n mb dee menulis dirumah,,
    truss pas dibagian,,,,
    Jung Woo mulanya menganggap semua yang dikatakan Ah Reum omong kosong tapi Ah Reum berkata kalau katanya Tante itu adalah adik kandung dari ibu Hyung Joon (bukan Hyung Joon mbak tapi Jung wo). Tentu saja hal ini membuat Jung Woo terkejut.

    oiaaa Lucu yaa secara teknis jung wo n su yeon berhubungan atas nama PERSAHABATAN,, tpi cara mereka berinteraksi kayak orang pacaran,,, wahh cara jung wo licik jugaaa hehehehe dasar,, pura2 g pacaran tpi aslinya pacaran,,,

    panggilan sayang dri jungwo ke det jo (hanura,, istriku),, ke ibu lsy (aein,,pacarku),, klo ke LSY kira2 apa yaaa mbak dee?? JAGIYA kah?? soalnyaa lsy pernah ngmg jagi ke jungwo,,

    mb dee punya nomer telepon writer nim n pd nim nya drama ini g?? q mau ngancam klo g happy ending mw tak teror teruss mereka (keinget ama tindakan ibu siwon di drama reply1997),, dulu rela malah kepingin klo dramanya sad ending tpi semenjak ada lovey dovey antara merekaa kok q jdi g tegaa harus sad ending,,,

    mian kepanjangan ngerocos mbak,,
    -OENI-

    ReplyDelete
  22. hufff jadi makin penasaran endingnya bagaimnana??

    tetap semangat...

    fighting...fighting

    ReplyDelete
  23. Semangat mba dee! Setiap hari kepo-in blognya mba dee + makasih dapet kejutan juga dari setiap kelanjutan sinopnya

    oiya mau nanya mba, Oppa Yoochun ngisi ost IMY gak?

    -tyas

    ReplyDelete
  24. Jadi ceritanya tae joon nikah sama kakak hyun joo. Hyun joo jadi istri muda ayahnya tae joon.
    Tae joon dan hyun joo selingkuh setelah ibunya jung woo wafat. Lahirlah hyung joon. Tapi tae joon ga tau kalo hyung joon sebenernya anak kandungnya..

    Kemudian negara api menyerang. Avatar datang dan mengalahkan raja api. #abaikan x)))))

    ReplyDelete
  25. harry dn jung woo adik kaka, tp bukan anakx Hyun Joo *nebaak asall

    ReplyDelete
  26. And yeah harry u're makes me so sad and worry, ohh harry semakin menyedihkan :'( bener2 ga tega aku liat harry, emg sih dia jahat tp susah utk ngebenci dia bkan hanya karna wajah ny yg lucu dan manis, krna aku ngerasa posisi harry disini bener2 kejepit, ahh dan saya bingung mau ngmng apa lagi-_- susah di jelasin deh klo ngmng ttg harry :D btw style SY knpa jd begitu ya? Lucu sih tp kurang suka liatnya, enakan kyk yg biasanya aja hehe, dan btw mksh mba dee sinopsis ny, smangatt nulis ya!^^ *yuyun

    ReplyDelete
  27. Dan saya makin curiga sm harry klo mmng dia yg bunuh SD & SC, tp selain curiga sm harry saya juga curiga sm eun joo loh disini, emg sih blm ada bukti yg bnr2 nunjukin dia pantes utk dicurigai, tp dgn porsi eun joo yg sangat dikit dan di eps 15 ini dia muncul (ya walau cma bentar juga) tp itu jg nguatin kecurigaan aku terhadap eunjoo (hehe maaf sih klo taunya salah) tp sampai saat ini aku curiganya sm harry & eun joo.
    Dan utk HJ sm JW yg adalah adik kakak aku ngerasa sih bener hehe soalnya bisa aja sih kyk gitu, mungkin kn hyun joo hamil JW trus mungkin ada suatu kejadian yg mungkin taejoon yg membuatnya, seperti mungkin misalnya JW mati pas dilahirkan? Atau mungkin hilang? Dan sebenernya itu ga terjadi dan taejoon lah dalangnya? Itumakanya hyun joo gatau klo JW anaknya dan dia malah nyuruh hyemi nyulik JW krna dia gatau klo sebenernya JW adalah anaknya? Dan utk knpa bsa hyun joo nikah sm bapaknya taejoon itu gatau deh knpa bsa gtu-_-
    Ah makin rumit aja-_- ttp sabar deh nunggu drama ini hehe penasaran bgt sm endingnya

    *yuyun

    ReplyDelete
  28. komen lagii mbak dee,,, masi inget g pas awal ep gitu pas tae joon pergi ketmpat hyun joo,, tae joon blg "kamu g tw gmn perasaanq" dari situ apa mgkn mrka b2 mmang ad hub sebelumnya,, tae joon skt hati krn hyun joo mnkah dgn ayahnya,, trusss knp tae joon membiarkan hyun joo hdup selama 14 thn di parahnya lagi di rsj,, trusss knp hyun joo yg saat ini sakit jiwa mrasa senang mlhat han tae joon sepertii seakan2 ketemu kekasih,,, mohonn dijawab mb dee,,

    -OENI-

    ReplyDelete
  29. hallo mbak dee yang suka micky ..sinopsisnya enak ngikutinya tiap episode ..tak bisa koment karena belum liat ep.14 ini ...sorry yach..

    ReplyDelete
  30. perasaanku mengatakan kalau teman chatting hyun joon itu sekertaris yoon... soalnya wkt dia suruh teman chat-nya ceki apa itu benar itu ibunya, kok teman-nya tau gitu ya? atau dia itu pembantu tae joon??? atau mungkin hantu yg bisa chatting-an trs kerjaanya nguntit gerak gerik tae joon?? siapa teman chatnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekretaris Yoon adaLah kaki tangan Harry dan sepertinya adaLah temen chat nya Harry.. :D

      Delete
  31. kayaknya kakak adik mereka. tapi kalo beneran harry jahat bgt sm kakanya. (ya iyalah dia kn g tau) tp kenapa 14 tahun lalu hyun joo menturuh org utk menculik jung woo kl memang jung woo anaknya?? masa hyun joo ga tau jung woo anaknya? atau dulu waktu jung woo masih bayi, trz dia diculik tae joon dan dijadikan anak biar warisannya ad dapat uang yg diperebutkan tae joon dan hyun joo dari awal?? sebenarnya apa yg terjadi di drama ini???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saksikan dan tontonLah drakor ini hingga episode akhirnya sehingga maksud dan seLuruh misteri dari drama ini dapat terjawab sepenuhnya..
      Hhaha..

      Delete
  32. @oeni : thank you koreksinya. Udah aku perbaiki. Kupikir Jung Woo pergi ke rumah ayahnya, makanya aku heran kenapa juga si harry bisa ke rumahnya, apa jangan2 si harry lagi nyari sesuatu sama si sekr yoon. ternyata.. salah kira. :)
    @all : thank you. dugaan si jung woo adalah anak hyun joo emang sedikit ga masuk akal, ya? Karena masa si hyunjoo tega nyelakain anaknya sendiri sih 14 th yl? *malah bingung sendiri*

    ReplyDelete
  33. Nah, Lo..??
    Mba Dee nya aja tambah kebingungan..??
    Ahaha..

    Ada cinta d baLik hubungan ruwet dan siLsiLah keLuarga Han.. :D

    ReplyDelete
  34. Wah..udah lama jd silent reader..
    krn kalo baca buru2...pgn tau ceritanya..
    kalo mmg Kang Hyun Joo dl pernah ada affair sm ayahnya jung woo dan akhirnya lahir jung woo..
    trus akhirnya malah demen sm bapaknya , bapak anak yg dikandungnya, i agree this would be twisted and siiicck!

    tpi yg inisiatif nyulik jung woo kan hyun joo ya? atau wktu melahirkan jung woo dikirain jung woo mati. pdhl disembunyiin sm Tae Joo, krn dia gak mau menikahi Hyung Joo. dan ternyata Hyung Joo malah nikah sm bapaknya. Doweeng!

    tapi akting para pemainnya yg intenss, aku memaafkan drama ini. this drama can be so greatt.. but the writer choose this path..

    ReplyDelete
  35. mbk dee tak fkir2 kl iya joong wo anakny kang hyun joo n kang hyun joo-nya gk tau mgk c0z dlu wkt hyun joo nglahirin joong wo si han tae joo membuat siasat seolah2 bayi yg dilahirkan hyun joo mati,,,trz hyun joo hamil lg hyun joon...kl bpkny cpa menurutqu han tae joo bknlah ayah kandung joong wo & hyun joon,,he he asal nebak za...*abaikan*

    ReplyDelete
  36. Aq msi pnsaran sm pembunuh sang deuk msak harry sih tp wktu it kn harry lge brtmu dgn tae joon.. N so yonlah yg brtmu dgn sang deuk..
    Truz msak sih jun wo it ankx hyun joo.. Lalu klo iya knpa ia gak knl dgn ankx sndiri.. N sekretaris yoon it emank mata2x sih harry.. Drama ini smakin rumit tp bkin pnsaran..

    ReplyDelete