December 27, 2012

Sinopsis I Miss You Episode 14 - 1


Sinopsis I Miss You Episode 14 – 1


Menyadari kalau pria bertopi hitam itu sudah hilang, Jung Woo turun dari atap gedung dengan gontai. Detektif Joo yang baru saja naik, bertemu Jung Woo dan bertanya apakah Jung Woo menemukan pelakunya. Jung Woo hanya menjawab pendek kalau orang itu sudah hilang, membuat Detektif Joo juga ikut kesal.


Jung Woo menunjukkan foto keluarganya yang terselip di jas Sang Chul. Sepertinya penjahat itu melempar tubuh Sang Chul dari atas agar ia bisa menemukannya. Dari mayat Sang Chul yang sudah kaku, membuktikan kalau Sang Chul bukan baru saja meninggal.


“Lalu.. pelakunya mengejarmu dengan melemparkan mayat itu?” tebak Detektif Joo. Jung Woo hanya diam dan menghela nafas panjang. Namun mendadak Jung Woo berteriak hingga membuat Detektif Joo kaget. Detektif Joo mengikuti arah pandang Jung Woo ke luar rumah sakit. Ternyata salju turun.


Mereka berteriak panik karena semua sidik jari dan jejak ban akan hilang tertutup salju. Buru-buru Jung Woo meminta seniornya untuk mengamankan TKP dari lorong hingga atap gedung rumah sakit, karena pelakunya melempar mayat Sang Chul dari sana. Ia juga meminta agar seniornya melarang orang naik ke TKP. Tanpa menunggu jawaban, Jung Woo langsung lari, kembali ke atap.


Harry melihat post it yang tertempel di lemari es yang bertuliskan pesan Soo Yeon, yang mengatakan kalau ia akan pergi sebentar karena ingin mengucapkan selamat tinggal pada Detektif Kim dan berharap saat ia datang, Harry sudah tak marah lagi padanya.


Membaca nama itu, ia teringat pada kejadian 14 tahun yang lalu, saat ia meletakkan kaleng di bawah mobil Detektif Kim. Ia mendesah tak percaya dan dengan kesal ia meremas post it itu sebelum membuangnya ke lantai.


Betapa frustasinya Jung Woo melihat atap sudah tertutup salju yang mulai menebal. Dari atap, ia melihat mayat Sang Deuk sedang dibungkus oleh pihak forensik dan ia pun mulai mengambil foto di seluruh bagian atap. Hingga di sebuah pojok, ia menemukan sebuah sleeping bag hijau.


Bingo! Walau sekecil apapun, tiap kejahatan pasti ada jejaknya.


Jung Woo buru-buru membawa sleeping bag itu ke bawah dan memberikannya pada bagian forensik. Detektif Joo  dan orang forensik setuju dengan dugaan kalau sleeping bag itu dipakai untuk membawa mayat Sang Chul ke atap gedung, sehingga dapat dipastikan kalau Sang Chul meninggal tak wajar.

Jung Woo memberitahukan ciri-ciri pelaku : topi hitam, baju hitam, menggunakan sepatu lari, perawakan kurus, tinggi sekitar 180 cm, dan rambutnya yang tidak dicat, tak pendek juga tak panjang.


Terlihat salah satu orang forensik mengambil sehelai rambut dari pagar.


Jung Woo menjelaskan pada orang forensik, kemana saja ia mengejar pelaku itu. Jung Woo menduga kalau orang itu sepertinya mengenal rumah sakit ini dengan baik. Orang forensik itu meminta Jung Woo untuk segera mempersiapkan surat penggeledahan dengan segera. Sebelum pergi, Jung Woo memberikan foto yang ia dapat dari balik jas Sang Chul.


Dengan diberikannya foto itu, kemungkinan Jung Woo tak diperbolehkan mengusut kasus ini cukup besar. Detektif Joo memberitahukan kekhawatiran ini pada Jung Woo. 

Tapi Jung Woo malah tak khawatir. Ia sudah sering mendengar ucapan atasan mereka yang menyuruhnya untuk tak mengurusi sebuah kasus, “Tapi apakah aku tetap menurutinya?”


Detektif Joo membenarkan. Jung Woo pun merangkul bahu seniornya dan berkata, “Aku kan memiliki hyung. Istri, tak ada rahasia di antara kita, kan? Kau harus memberitahukan apa yang terjadi dalam penyelidikan itu.”


Lagi-lagi Detektif Joo membenarkan kalau tak ada rahasia di antara mereka. Dan ia pun melirik pada Jung Woo untuk bertanya, “Apa hubunganmu dengan Zoe?”

Ha. Mendengar pertanyaan itu, Jung Woo langsung mengeluh nggak nyambung, “Ahh.. kenapa juga harus turun salju? Aku tak suka salju.”


Tae Joon kaget saat diberitahu dokter di RS Jaekyung yang mengabarkan kalau Sang Chul mati. Ia buru-buru menyuruh Sekretaris Yoon yang baru saja masuk untuk keluar.

Dokter itu mengatakan kalau sekarang rumah sakitnya sedang diselidiki oleh polisi. Tae Joon langsung menyuruhnya untuk menghapus nama Kang Hyun Joo dari daftar pasien yang dirawat inap.

Note : Untuk menjebak Hyung Joon yang kemungkinan akan datang pukul 5 sore, pada hari itu, Tae Joon mengosongkan kamar 302 (kamar bekas Hyun Joo 14 tahun yang lalu) dan memasukkan nama Hyun Joo di kamar itu.


Namun terlambat. Sebelum dokter itu pergi ke bagian administrasi, Jung Woo sudah ada di sana. Jung Woo telah meminta daftar nama pasien yang dirawat dalam satu bulan terakhir. Ia cukup heran melihat daftar nama pasien yang sangat sedikit.

Suster menjelaskan kalau pasien yang dirawat adalah pasien jangka panjang (karena ini adalah pasien di Rumah Sakit Jiwa) dan jika ia mencetak daftar nama dalam setahun pun maka yang muncul akan sama seperti di daftar. Jung Woo pun berterima kasih dan pergi.


Dan seperti yang dikhawatirkan dokter itu, ternyata Suster yang tak tahu menahu itu belum mencoret nama Kang Hyun Joo dari daftar.


Membaca daftar itu, membuat Jung Woo heran karena ada satu kamar di daftar itu yang dikosongkan. Kamar 302. Tapi di depan kamar itu, tertulis nama pasien yang dirawat : Kang Hyun Joo. 


Karena itu ia mencoba membuka kamar itu, tapi dihentikan oleh dokter antek dari Tae Joon. Dokter itu mengatakan kalau kamar itu sudah kosong karena pasiennya pulang lebih awal. Jung Woo berkata kalau di daftar tak tertulis identitas pasien, nomor kontak, nama penjamin dan alasan pulang. Dokter itu beralasan karena pasien itu baru masuk tadi pagi.

Waah.. dokter yang ini nggak pintar cari alasan, nih..


Maka Jung Woo meminta form isian yang ditulis oleh pasien (yang biasanya harus diisi oleh pasien sebelum masuk atau keluar). Dengan enggan, dokter itu mengiyakan dan mau tak mau ia harus pergi mencari dokumen (yang tak ada itu).


Dan Jung Woo pun masuk ke dalam ruang itu yang ternyata memang sudah kosong.


Hanya di tembok, ada gambar ibu dan anak yang bergandengan. Jung Woo tersenyum melihat betapa tangan si anak memegang erat tangan ibunya, “Aih, lucunya.” Dan ia pun memotret gambar di dinding itu.


Soo Yeon pulang dengan membawa belanjaan. Ia mencari Harry yang tak terlihat di lantai bawah. Tapi karena post it itu sudah hilang, ia tahu kalau Harry sudah membaca pesannya. Ia naik ke lantai atas dan mematikan player yang memutar musik klasik dengan keras.


Ia menyapa Harry dan bertanya apakah Harry masih marah padanya? “Jangan marah lagi. Aku membelikan salmon kesukaanmu dan akan memasaknya.” Tapi Harry tetap diam dan tetap tak mau menatapnya, dan akhirnya Soo Yeon bertanya, “Apa yang harus kuperbuat agar kau tak marah?”

Dan dalam bahasa Perancis, Harry menjawab, “Berikan aku sebuah ciuman.”


Tentu saja Soo Yeon kaget mendengar permintaan itu. Dan ia semakin kaget lagi karena Harry berbalik dan langsung menarik tangannya. 


Dan wajah Harry pun mendekati Soo Yeon, ingin menciumnya. Tapi Soo Yeon reflek memalingkan muka, menolaknya.


Menyadari penolakan itu, Harry langsung menarik Soo Yeon ke dinding sehingga Soo Yeon terjepit antara tembok dan Harry, membuat Soo Yeon ketakutan dan bertanya, “Kenapa.. kau seperti ini"


“Apakah ini yang kau maksud dengan berada di sisiku?” tanya Harry geram.

“Jangan seperti ini,” pinta Soo Yeon yang mencoba menurunkan tangannya yang di tembok, yang dicengkeram oleh Harry. “Sakit.”


Tapi Harry malah semakin mencengkeram tangan Soo Yeon dan ingin menciumnya lagi, sehingga Soo Yeon menjerit kecil dan memalingkan mukanya, kembali menolak.


Menyadari penolakan yang kedua kalinya itu, Harry mendesah kesal. Ia melepaskan Soo Yeon dengan menariknya dari tembok.


Yang membuat Soo Yeon terlempar ke samping.


Yang membuat tangan Soo Yeon terantuk besi pagar. Soo Yeon mengernyit kesakitan dan memegangi tangannya.


Tapi Harry tak menyadarinya karena marah, “Apakah ini yang kau sebut dengan berada di sisiku?” Soo Yeon tak menjawab dan Harry pun melanjutkan, “Baiklah. Tetaplah disisiku walah hanya sepert ini.”


Ia pun mengambil buku dan beranjak pergi. Tapi langkahnya terhenti saat Soo Yeon berkata, “Jangan ulangi hal ini lagi.”

Harry menoleh dan menyadari betapa terlukanya Soo Yeon. Masih memegangi tangan kirinya, Soo Yeon melanjutkan, “Kali ini aku akan membiarkannya. Tapi jika ini adalah satu-satunya cara untuk berbaikan denganmu, aku tak yakin apa aku bisa tahan menanggungnya.” Soo Yeon pun berjalan melewati Harry.


“Berhenti,” perintah Harry. Dan Soo Yeon pun mematuhinya. “Datanglah kemari. Kemarilah, Zoe,” perintahnya sekali lagi. Tapi kali ini Soo Yeon tak mematuhinya.


Soo Yeon tetap berjalan dan berkata kalau ia akan keluar jalan-jalan sebentar. Ia pun mengambil tas dan pergi, tak mempedulikan Harry yang berteriak menyuruhnya berhenti dan datang padanya.


Dan saat di mobil, Soo Yeon baru bisa mengeluarkan perasaannya. Ia menangis, menyadari perlakuan Harry yang jauh berbeda dengan yang selama ini Harry tunjukkan. Apalagi saat ia baru menyadari kalau pergelangan tangannya lebam.


Alarm Jung Woo berbunyi, dan bukannya mematikan, Jung Woo malah mendengarkan lagu itu dengan sepenuh hati, membuat seniornya kesal karena memikirkan kasus tadi siang, “Kok kau masih sempat mendengarkannya di saat seperti ini. Aku saja sudah merasa kacau (karena kesal) karena hari sudah malam.”


Masih belum mematikan alarm, Jung Woo juga menyetujui pendapat seniornya itu. Ia juga merasa kacau jika malam tiba, “Hatiku juga berdebar-debar karenanya.”

Err .. apa mereka bicara hal yang sama? Kayanya nggak deh.


Jung Woo memejamkan mata, dan mengingat ciumannya dengan Soo Yeon dulu.
Ha, dasar..

Dan ia tertawa, membuat Detektif Joo itu bingung dan mengatai juniornya gila. Tapi ia merasa pantas kalau Jung Woo gila, karena kedua orang yang mengetahui jejak Soo Yeon sudah meninggal, padahal Soo Yeon belum ditemukan.


Jung Woo, bukannya memberitahukan kalau ia telah menemukan Soo Yeon, malah mengingatkan kalau hasil otopsi Sang Chul akan keluar besok pagi dan ia (yang pasti akan dikeluarkan dari tim penyelidik) meminta agar Detektif Joo memberitahukan hasil otopsi itu padanya.


Detektif Joo meminta agar Jung Woo tak ikut menyelidiki, karena ia memiliki firasat buruk dengan hal ini. Tapi Jung Woo tak mau, karena ia yakin ada hubungan antara  kematian Detektif Kim,  kematian Sang Chul dan laporan palsu atas kematian Soo Yeon yang dilakukan Sang Deuk.

Detektif Joo berkata kalau yang ingin dituju oleh pelaku itu sepertinya adalah Jung Woo dan ia mencemaskan Jung Woo, karena pelaku itu jauh lebih gila daripada Jung Woo. Tapi Jung Woo tak takut kalau pelaku itu sekarang mencobanya sekali lagi.


Di depan kantor polisi, Jung Woo tiba-tiba berteriak, “Stopp!!” membuat Detektif Joo mengerem mendadak. Seniornya itu kesal karena Jung Woo lagi-lagi mengagetkannya. Ternyata Jung Woo ingin meminjam mobil untuk pergi mendinginkan kepalanya dan meminta seniornya itu untuk turun.


Ternyata Jung Woo pergi ke restoran ibu Soo Yeon dan membuat ibu kaget karena kedatangannya yang tiba-tiba. Ia semakin kaget karena Jung Woo selain memesan makan, juga memesan soju.


Ibu merebut gelas dan memukul kepala Jung Woo, melarangnya minum. Tapi Jung Woo malah merebut gelas itu kembali dan meminumnya. Ibu kesal dan saat Jung Woo menuangkan soju lagi ke gelas, ibu menyambar dan meminumnya sendiri.

Jung Woo bengong melihat ibu yang memarahinya khawatir karena setelah Jung Woo keluar dari rumah, Jung Woo malah minum-minum seperti ini dan malah tidur di kantor polisi. 


Dengan nada polos, Jung Woo bertanya, “Apa kau menguntitku? Kenapa kau malah menyelidiku? Aku sudah memiliki pacar baru,” dan Jung Woo berbisik saat mengatakan namanya, “yaitu Lee Soo Yeon. Ia sangat cantik. Ia mirip dengan ibu.”

Ibu hanya diam mendengar ucapan itu. Jung Woo juga mengatakan kalau ia sekarang sudah tak apa-apa karena ia sudah bahagia telah menemukan Soo Yeon, “Janganlah sedih karenaku. Bagaimana jika kau menemui Soo Yeon? Akan lebih baik lagi jika kau membawanya pulang ke rumah.”


Mendengar permintaan Jung Woo, ibu malah menangis, membuat Jung Woo khawatir. Ia meraih tangan ibu dan menggenggamnya, “Soo Yeon juga mengatakan tak apa-apa. Jika kenangan buruk itu menghampirinya lagi, kita harus membuatnya merasa lebih baik. Apa yang harus kulakukan jika cintaku ini menangis?”

Ibu mencoba menahan air matanya dan menggenggam tangan Jung Woo. Ia meminta maaf karena semua ini (yang terjadi pada Soo Yeon dan Jung Woo) adalah kesalahannya. 


Maka Jung Woo pun meminta ibu melakukan satu hal untuknya, “Tolong beritahu Soo Yeon mengenai ayahnya. Memang sekarang tak penting, apakah Soo Yeon itu anak seorang pembunuh ataukah bukan. Tapi bagi Soo Yeon, kenyataan itu merupakan beban berat bagi Soo Yeon.”



Menyadari kebenaran ucapan Jung Woo, Ibu tersenyum dan menyanggupi permintan Jung Woo. Tapi ia tak menyadari kalau putrinya datang ke restoran itu.


Tapi Jung Woo melihatnya. Ia melihat Soo Yeon yang terpaku di depan restoran dan melihat mereka berdua, buru-buru pergi keluar. Jung Woo pun buru-buru pamit pada ibu Soo Yeon, dan mengikuti kemana Soo Yeon pergi.


Ia melihat Soo Yeon memilih syal merah dan mengalungkan ke lehernya sendiri. Tapi bukan syal itu yang dilihatnya, tapi air mata yang mengalir di pipi Soo Yeon. Ia bergumam heran, “Ia menangis lagi.”


Soo Yeon membeli minuman kaleng hangat.


Begitu pula Jung Woo. Dengan syal tergantung di lehernya juga. Astaga.. ternyata Jung Woo beli sendiri ya syal-nya.. LOL.


Sedih rasanya melihat Soo Yeon malam ini. Setelah Harry memperlakukannya seperti itu, ia pergi ke restoran, ingin menemui ibunya sendiri. Tapi ibu kandungnya yang dulu memintanya untuk pergi karena ibunya tak bisa meninggalkan Jung Woo, sekarang bersama dengan Jung Woo.


Maka ia hanya bisa menatap iri melihat orang tua muda yang berfoto dengan anaknya, menyadari kalau kegembiraan seperti itu mungkin tak akan ia dapatkan lagi.


Jung Woo memperhatikan kesedihan itu dan menjejeri Soo Yeon. Namun di saat berada di sisi Soo Yeon, ia berkata ceria, “Ohh.. dinginnya!”


Soo Yeon kaget melihat Jung Woo yang sudah ada di sisinya, lengkap dengan syal yang sama pula dengannya dan menyapanya, “Apakah kau tak kedinginan?”

“Jung Woo-ya..”


Jung Woo memeluk bahu Soo Yeon sok akrab, tak mempedulikan kekagetan Soo Yeon, “Hari ini, penjahat yang akan aku tangkap, lepas di depan mataku. Teman, hiburlah diriku, ya..”


Seperti yang ia lakukan pada ibu Soo Yeon dulu, ia menceritakan kejadiannya hari ini pada Soo Yeon. Sambil membawa Soo Yeon berjalan-jalan, ia membuat Soo yeon tersenyum dengan ceritanya yang berapi-api.


Setelah ceritanya selesai, bukannya mengomentari cerita itu, Soo Yeon malah bertanya, “Sejak kapan kau mengikutiku?”


Jung Woo pun merajuk mendengar pertanyaan itu, “Apa itu jadi masalah sekarang? Aku kehilangan penjahat itu di depan mataku,” Soo Yeon pun merasa tak enak hati karena pertanyaannya. Jung Woo pun menenangkannya, “Tak apa-apa. Tak masalah. Aku hanya perlu menangkapnya lagi. Dan saat ia tertangkap nanti, ia akan mendapat dua pukulan sekaligus.”


Jung Woo pun melepaskan pelukannya dan bak petinju ia meludah dan berkata, “Minggir kau!”. Tentu saja Soo Yeon kaget diusir seperti itu. Tapi tentu saja bukan Soo Yeon yang diusir, karena Jung Woo sedang mempraktekkan ajaran rahasia Detektif Kim dan ia bertanya, “Apa kau tak ingat?”


Mendengar kata Detektif Kim, Soo Yeon berkata kalau ia tadi siang pergi ke makam Detektif Kim. Jung Woo menjawab kalau seharusnya Soo Yeon mengajaknya. Tapi menurut Soo Yeon, ia ingin mengingat kenangannya dulu, dan ia akan memberitahu Jung Woo kalau ia teringat sesuatu.


Jung Woo berkata lega, karena rasanya senang juga memiliki seorang teman. Ia meraih tangan Soo Yeon, dan Soo Yeon refleks berteriak kesakitan karena tangan yang di pegang Jung Woo itu adalah tangannya yang tadi terantuk pagar.


Jung Woo langsung berhenti dan memeriksa tangan Soo Yeon, walau Soo Yeon bersikeras menyembunyikannya. Ia melihat lebam merah itu dan tanpa ditanya, Soo Yeon langsung menjelaskan kalau tangannya terantuk sesuatu.


Walau tak percaya akan ucapan Soo Yeon, Jung Woo membiarkannya. Dengan hati-hati, ia menggenggam tangan Soo Yeon dan memasukkannya ke dalam saku jasnya agar tangan itu hangat, dan mengajak Soo Yeon untuk minum soju.


Tapi Soo Yeon melepaskan tangan Jung Woo dan berkata kalau ia harus pergi dan ia memanggil taksi. Jung Woo mencoba menghentikannya dengan mengatakan kalau ia sedang bersedih, “Sebagai teman, apakah kau tak mau menyemangatiku?”


Soo Yeon berkata kalau lain kali ia akan mentraktir Jung Woo. Ia akan pergi memanggil taksi lagi, tapi kali ini Jung Woo menghentikannya lagi. Tapi kali ini Jung Woo akan mengantarnya. Ia melepaskan syal dari lehernya dan mengalungkan syal itu ke leher dan wajah Soo Yeon, berkata kalau hari ini sangat dingin.


Soo Yeon terpaku diam merasakan kehangatan syal itu. Ia menuruti Jung Woo yang membawanya ke dalam taksi yang baru saja ia dapatkan.


Di dalam taksi, Jung Woo berkata kalau ia akan tidur sebentar dan minta dibangunkan saat sampai di rumah Soo Yeon.


Melihat Jung Woo sudah tertidur, Soo Yeon menggunakan kesempatan itu untuk mengeluarkan perasaannya. Ia menarik lengan kaosnya, menutup kedua pergelangan tangannya. Bersembunyi ke dalam syal Jung Woo yang menutupi mukanya, iapun terisak pelan, menangis.


Dan Jung Woo mendengarnya. Tanpa menoleh pada gadis itu, Jung Woo mendengarkan kesedihannya.


Sampai di depan rumah, Soo Yeon melepaskan syal Jung Woo dan berniat mengembalikannya. Tapi Jung Woo hanya memandangnya, membuat Soo Yeon salah tingkah, dan akhirnya berkata, “Benar juga. Sejujurnya, syal ini tak cocok untukmu. Nanti aku akan memberimu yang lebih bagus lagi.”


Tapi bukan itu yang dimaksud oleh Jung Woo. Seakan tahu asal kesedihan Soo Yeon, Jung Woo bertanya bisakah Soo Yeon untuk tak pergi?


“Jung Woo ya..,” kata Soo Yeon memperingatkan.

“Soo Yeon ah..” sela Jung Woo. “Apakah kau harus pergi? Apa benar ini adalah yang kau inginkan?”


Soo Yeon mengangguk ragu. Tapi itu sudah cukup bagi Jung Woo. Ia  tersenyum dan berkata kalau ia akan melepaskan Soo Yeon, “Jangan berpikir kalau aku akan menunggumu selamanya. Jika ia membuatmu menangis sekali lagi.. aku tak akan menunggumu untuk kembali. Aku akan datang untuk membawamu pergi bersamaku.”


Di lift, masih menggenggam syal Jung Woo, Soo Yeon teringat kata-kata terakhir Jung Woo. Dan dengan itu ia keluar lift untuk masuk rumah.


Betapa kagetnya ia melihat Harry sedang duduk di sofa dengan soju dan makanan yang hanya ada di kedai minum. Harry sepertinya ingin berdamai karena ia berkata kalau ia sudah menerima hukumannya selama 3 jam ini, “Karena ini juga pertama kalinya bagiku, aku tak tahu bagaimana caranya untuk membuatmu merasa lebih baik.”


Soo Yeon duduk dan berkata kalau ingin menyampaikan sesuatu. “Aku ingin menemui ibu dan Jung Woo. Jika bisa, aku juga ingin membantu mencari pembunuh Detektif Kim.”


Harry tertawa dan itu membuat Soo Yeon tersinggung, “Apa yang kukatakan tadi itu lucu?”

“Maafkan aku,” jawab Harry. “Tapi kudengar Han Jung Woo adalah detektif yang kompeten. Kalau ia saja tak bisa mencari pelakunya selama 14 tahun ini, apalagi bagaimana kau bisa membantunya?”


“Apa nama tempat yang kita diami sebelum kita meninggalkan Korea?” tanya Soo Yeon dingin. “Kata Jung Woo, Detektif Kim meneleponnya saat ia menemukanku di sana. Saat itu aku sedang tak bisa berpikir, jadi aku tak dapat mengingatnya. Tapi mungkin kau mengetahui tempat itu.”


Harry menjawab dengan menceritakan kejadian 14 tahun yang lalu. Saat itu juga tak bisa berpikir, karena ia yang berusia 12 tahun, harus melarikan diri dari kejaran orang yang ingin membunuhnya. Hal yang ia ingat adalah kata-kata dari seorang gadis yang khawatir padanya, yang bertanya apakah ia baik-baik saja dan apakah ia terluka. Kata-kata itu dari Soo Yeon. Maka ia memutuskan untuk menyelamatkan Soo Yeon. Ia akan melindungi Soo Yeon, “Dan hatiku masih sama seperti yang dulu.”


Harry mengambil laptopnya dan menunjukkan foto ibunya pada Soo Yeon. Soo Yeon kaget, bukankah katanya ibu Harry sudah meninggal?


Harry menjelaskan kalau orang yang telah membunuh ibunya, sekarang ingin mencoba membunuhnya, “Aku tak tahu siapa, juga tak tahu alasannya. Tapi karena itulah dulu aku harus melarikan diri dan mengganti identitasku. Tante berkata, kalau pembunuh itu tahu kalau akulah yang membawamu pergi. Dan apakah kau tahu apa artinya?”

“Jika kau kembali menjadi Lee Soo Yeon, aku akan kembali menjadi Kang Hyung Joon. Dan orang itu akan menemukanku.”

Menyadari bahaya yang akan dihadapi Harry, membuat Soo Yeon khawatir, “Kenapa kau tak memberitahu padaku kalau orang itu masih mencarimu?”


Harry mengatakan kalau ia sudah melakukannya. Ia pernah meminta Soo Yeon untuk tak melupakan kalau ia adalah Zoe. “Aku tahu kalau kau tak mencintaiku. Tapi aku tak dapat melepaskanmu, karena hingga detik terakhir, aku akan tetap melindungimu.”


Mendengar kata-kata terakhir Harry, Soo Yeon menggenggam syal Jung Woo lebih erat lagi.


Harry berkata kalau ia menyukai Han Jung Woo. Jung Woo pernah menyelamatkannya dari kobaran api. Jung Woo juga yang menemukan kalung yang sekarang dipakai oleh Soo Yeon, “Zoe, jika saja kau tak goyah, kita bertiga dapat berteman baik.


Jung Woo memandangi foto-foto mayat Sang Chul, tapi ia tak dapat berkonsentrasi. Ia malah teringat pada tangan Soo Yeon yang lebam. Dan ia juga teringat kata-kata Soo Yeon yang membenarkan kalau ia tak akan pernah kembali.


Dan rupanya kata-kata Jung Woo juga terngiang di benak Soo Yeon. Soo Yeon menatap dirinya sendiri di kaca, seakan bertanya siapakah gadis yang berdiri di depannya?


Soo Yeon menuliskan namanya. Lee Soo Yeon. Hanya sesaat, karena ia kemudian teringat ucapan Harry: Jika kau kembali menjadi Lee Soo Yeon, aku akan kembali menjadi Kang Hyung Joon. Dan orang itu akan menemukanku. Dan karena itulah ia menghapus nama itu. 

Komentar :


Whoaa.. Hyung Joon benar-benar pintar bicara. Ia bisa menimpakan semuanya ke pundak Soo Yeon.

Ia menimpakan kesalahan kalau nyawanya akan terancam jika  Soo Yeon ingin kembali pada ibu dan Jung Woo, dan penyelidikan akan pembunuh Detektif Kim.

Ia menimpakan kesalahan kalau nyawanya juga akan terancam jika Soo Yeon ingin kembali menjadi Soo Yeon, karena itu akan membuatnya menjadi Hyung Joon kembali. 

Ia menimpakan kesalahan kalau sebenarnya mereka bertiga (Harry-Zoe-Jung Woo) bisa berteman, tapi karena Soo Yeon yang goyahlah maka semuanya tak akan terjadi.

Dan secara tersirat, Hyung Joon juga mengatakan pembelaan dirinya kalau ia membunuh Detektif Kim, karena untuk menyelamatkan dan melindungi Soo Yeon. 

Itulah yang menyebabkan Soo Yeon kembali gamang. Akankah ia kembali menjadi Soo Yeon dan berkumpul dengan ibunya (yang berarti juga kembali pada Jung Woo)? Ataukah ia tetap tinggal di sini sebagai Zoe untuk melindungi Harry yang telah melindunginya selama ini?

Dengan ia menghapus namanya di cermin, ia telah memutuskan  jawabannya. 


Andai saja ada CCTV yang terpasang di kamar mandi ini, Harry tentu dapat melihat keputusan Soo Yeon, dan harusnya ia langsung membawa pulang Soo Yeon yang telah menjadi Zoe. Melupakan niat balas dendamnya dan live happily ever after di Perancis.

Namun rupanya Harry, yang menjadi prioritas utama Soo Yeon, belum menempatkan  Zoe sebagai prioritas utamanya. 

Too bad, Harry.. Too bad.. Just thiiss close, you will get your happy ending. 

48 comments :

  1. yeaaayy.. Thx Sinopsisnya.. :D

    ReplyDelete
  2. Ah g jd komen yg pertama kalah cpt nich.wah harry selemnyaaaaa.....Apry

    ReplyDelete
  3. Harry menakutkan..

    ReplyDelete
  4. Ah g jd komen yg pertama kalah cpt nich.wah harry selemnyaaaaa.....Apry

    ReplyDelete
  5. masih pnsaran sma pmbunuh ke dua sang deuk n sang chul,,,apa itu harry ya???soalnya suara tongkat nya hampir sama dgn langkah kaki pmbunuh kedua itu,,,
    trus nanti endingnya gimana,,,??
    masih misteri nie

    ReplyDelete
  6. Yeayyy akhir nya keluarrr :)

    harry why are you so nasty?? :(
    what because your past is so painful or simply because you just selfishness?

    ReplyDelete
  7. mungkin zoe tak mau kembali menjadi lee seo yoon atau tetep memutuskan jadi zoe, tapi yg namanya cinta walaupun ganti nama ampe ribuan kali, kalau hati udah ama Jung Woo ya bakalan cinta jung wookan...
    dari awal ak malah penasaran ama ibu kandungnya jung woo n pasti ntar ada kejutan deh di ep selanjutnya, kalau boleh ngayal dikit nih mungkinkah ibunya jung woo sama dengan ibunya kyung joon? soalnya tae joon kayaknya g tega bunuh ibunya kyung joon walaupun sebenarnya tae joon jahat hehehehehe
    wah jadi tambah galau...
    mb dee fighting!!!!


    -fatikyun-

    ReplyDelete
  8. Wah.. Harry...
    Aq harap harry sama zoe bisa satu..
    Dan mereka bertaman bertiga..
    AAAA Yoo seung ho {}

    ReplyDelete
  9. iya q jg pny pndpt kyaknya harry sm joong wo sm2 anaknya hyun joo,,,q gk rela lht harry jdi jahat...hiiikss mgkinkh endinge nti ky yg diepis0d 1 harry nembak joong wo??oh n0 harry knp km bgtu pdhl q ntn drama ini c0z ada yoo seung ho,

    ReplyDelete
  10. Seberapa jahatnya harry, tapi mukanya tetep aja unyu gitu :3
    Senyumnya sama mimik wajahnya ga pantes jd org jahat ._.

    ReplyDelete
  11. “Aku kan memiliki hyung.
    Istri, tak ada rahasia di antara kita,
    kan? LoL. Apa ini maksudnya???
    Serba salah kalau mau comment soal harry dy punya segalanya (seharusnya) Ganteng, tajir, punya Zoe (maybe), pinter, dll tp gara" dendam mungkín dy bakalan kehilangan sgalanya.
    Wat mbäk dee semangat ya nulis sinopsisnya añd thanks a lot.
    ^SarahCoffee^

    ReplyDelete
  12. akkkkhhh q malah makin sebal ma hary klw jahat bget...
    klow kesalahan hary diarahkan soo yeon pasti hary ingin soo yeon berada disisinya (membuat perasaan bersalah kalau zoe ingin menjadi soo yeon) tidak ingin membiarkan pergi kembali ke sisi jung woo.


    jung woo mirip stalker aja ngikutin
    soo yeon. Bli syal merah dan minuman yang sama
    love pasangan ini.. :)

    ReplyDelete
  13. Dan Harry sama sekali ga minta maaf ya, setelah ditolak kiss 2x
    Trus ngedorong sampe jatuh....itu KDRT....ga bisa diterima...
    Puuuiiihhhhhh beraaatttt....
    Tp SY msh menahan diri...bagus jg dia langsung ngambil sikap ga nerima......
    aaaawwwww YSH kamu berani banget
    ngambil peran jahat bin kasar bin nyebelin kaya gini.....

    JW......jagain SY terus yaaaa......jangan sampe dia
    Dijahatin Harry lagi.....

    ReplyDelete
  14. ah masak sih jun wo anaknya hyun jo klo benar trus apa donk hubungan jun woo ma harry kakak adik trus hubungan harri ma taejoon juga kakak adik.. ah jadi ribet mikirnya...
    yg jadi jahat terlalu ganteng sih jdi susah benci harry.. seandainya yg jahat biasa2 aja hemmm lgsung gak ada yg belain.. klo cwe mau cantik kek mau jelek kek gak ada yg peduli.. kayak aq nie yg belain yo seung ho..berharap dia gak mati atau di penjara..

    ReplyDelete
  15. o.0!
    Ga nyangka
    trnyata sifat asli harry jeleg jg...

    ReplyDelete
  16. Gila harry knpa jd begini ya serem amat-,- aaaaa tp ttp paling suka sm harry hehehe ttp ngarep deh harry bsa sm soo yeon, dan mrka bertiga bsa jd temenan gtu, tp kyk ny ini ngarep kejauhan deh ya kyk ny ga mungkin hahaha :|
    Tp btw thanks ya mba dee sinopsis ny smangat terus!^^

    *yuyun

    ReplyDelete
  17. Kasian SY ya..
    Kenapa sih bikin ceritanya kayak gini..ga tega
    Jadi takut nonton episode berikutnya..
    Kenapa ga buat JW sm SY seneng2 gitu Pak PD Nim..
    Awas kau penulis..kalau buat sad ending..aku pukul dua kali(ambil ancang2 tinju ala JW..cuih)
    he..he

    ReplyDelete
  18. salam kenal bogoshippers smua..makasih mb dee buat sinopsisnya, setelah nonton rooftop prince sy jadi ngefans berat sama yoochun,so pas dy maen drama lagi ga bakal nglewatin dech..hehehe
    Oh iya nich sy ada pertanyaan,klo tdak salah kan harry mencantumkan nama michele kim/suster hye mi sebagai salah satu orang yg dy benci, tpi bukannya suster hyemi lah yg merawat haary n zoe dari kecil ya?? makasih mb dee ^^

    ReplyDelete
  19. Soo yeon krn akting na nangis mulu,jd jelek. Tp gpp aq tetap ngefans koq. Makasih y mba sinop na.

    ReplyDelete
  20. Love u mba dee muach mksh dh bkin sinopsisnya

    ReplyDelete
  21. Kya nya ada cinta segitiga antara ibu harry sama bapanya jung woo trus kakenya jungwoo degh *prediksi ndda

    ReplyDelete
  22. ceritanya makin keren aja ini drama

    tp tetep mengharapakan happy ending hoho


    makasih mba dee sinopsisnya cpt sekali :))

    ReplyDelete
  23. Wkyu sooyeon dgr kta2 harry yg trakhir, trus dia mempererat gnggamanny wktu megang syal jung woo....itu brarti hti sooyeon udh k jung woo kn? Pngin sooyeon n jung woo aj, soalny ksihan sooyeon klo akhrny dia sma harry.
    Mending harry sma ah reum aj, atw sma eun joo? Ksihan prsiny dikit. Atw harry sma aq aj?:D *LOL*

    ReplyDelete
  24. salah soe yoen lah kalau ga cinta ama harry knp diam aja....,,aku mersakan sakitnya hati hyun joon dia jelas marah...andaikata tau kali soyoen ciuman ama jung wo betapa sakitnya... ga tau berterimakasih bnget soe yon...tapi bilang ke jungwo mau menikah dngn haarry tapi ciuman ama jungwo..emng soeyon nya aja yg plin plan

    ReplyDelete
  25. soe yoen plin plan dan muna

    ReplyDelete
  26. Mba Dee...ditunggu part2 nya

    ReplyDelete
  27. Aku sangat menantikan kelanjutan sinopsisnya...........!

    ReplyDelete
  28. Tq sinop nya mbaa...... semangat ya nerusin part 2. Hehheehe....

    ReplyDelete
  29. aduch,,,,blog KUTUDRAMA ini memang cetar membahana badai dech,,,,baru kmarin malem tayang sinopsis ya udah ada!!! ok lanjutkan mbak dee....

    ReplyDelete
  30. wahhh ada provokator nihh disiniii,, pake ngata2ii plin plan n munak,, ckckckc

    ReplyDelete
  31. Semakin yakin pelaku pembunuhan itu adala Harry.... oooooo Harry knp kau lakukan itu??? Harusnya lupakan balas dendam mu dan hidup lah dengan damai.. #maunya.. hehe
    Dan ada kemungkinan jg ibu Jung woo dan Harry adalah Kim hyun joo. Seandainya bener, jung woo dan harry adik-kakak sekaligus paman-ponakan. Hmmm #bingung.

    Mbaaa...... lanjutkan sinopsisnya yaaa... #ga sabar

    ReplyDelete
  32. Menurut aku SY ga muna.....mereka ga pacaran
    Cuma tinggal sama2 dr kecil
    Harry selalu bilang cinta n minta tunangan
    Tp SY ga pernah mengiyakan.....
    Dan walaupun bilang ke JW mereka (Zoe-Harry) nantinya akan menikah....
    Tp ga pernah bilang ke Harry SY siap nikah ma dia....

    So.....hubungan mereka bukan pacaran bukan tunangan
    Hanya Harry aja yg udah cuci otak SY
    Bahwa SY ga punya siapa2....cuma Harry yg bisa ngelindungin dia
    Kalo cowo udah kasar sama kita, jangan dianggap biasa...itu bahaya...
    Kasus KDRT di Indo banyak, tp banyak yg ga terungkap
    Karna sicewe merasa takut lapor or takut sendiri
    Bukan kekerasan fisik aja, tp secara verbal jg....
    Nah....kaya Harry ini dari awal selalu pake kata2 buat nyakitin SY....

    YSH main bagus kan........? Psikopat yg imut ^^
    Maaf kepanjangan komennya

    ReplyDelete
  33. mwo??? CCTV dikamar mandi?? yang bener aja dee,, yang ada zoe gag mandi sepanjang hari wkwkwkwkwk
    makin hari makin dibuat penasaran sama aktingnya YSH, kecil kecil cabe rawit dia,, bener2 ga bisa dipandang sebelah mata hmmmm... chunnie-ah,,, be carefull :)

    vivi

    ReplyDelete
  34. ga sabar nunggu selanjutnya.....jadi kepikiran nih siapa yang jd pembunuh yah???aaakkkkhhh....ga sabar.....


    ivhoe

    ReplyDelete
  35. KLw aq dari awaL ngLiat Hyung Joon hobby nya ngcek rekaman CCTV dimana pun dan kapan pun maLah berpikiran Hyung Joon memasang kamera CCTV d kamarnya Soo Yeon.. :D

    ReplyDelete
  36. APAAAAHHH JW manggil Joo sonbae dengan sebutan yeobo? XDD
    Aisshhh.. hahahahahahaha.. x)))))))))

    Andaikan hidupku direkam cctv, jadi dia bisa tau kalo sebenernya aku......(sometext missing)

    ReplyDelete
  37. harry kenapa kamu jadi jhat. aq suka bnget ma kamu yang dulu. tpi meskipun jahat,, aq tetep ska ma harry. tetep pingin harry ma SY aja,, selalu n selamanya.
    mkch y mbk dee sinop nya,, d tunggu part 2-nya.

    yayan

    ReplyDelete
  38. Tapi emang bener sih kalo si zoe balik jadi LSY berarti harry ketauan jd hyoon joon dong jadi gak semuanya boong harry gak mau kehilangan soo yoon karna abis ibunya meninggal yg bisa syg sm dia cm LSY! Tp masih penasaran yg bunuh michael kim siapa masa harry juga? Masih byk misteri nih

    ReplyDelete
  39. waahh, abis ntn eps 14 nii.. kynya jungwoo dah mulai curiga sama harry yahhh.. dari soal ungkit2 tentang RS dan hentakan sepatu.. udh mulai satu per satu terkuak nii kayanyaa.. jd ga sabarrr pingin ntn lanjutannya hihi...
    o iyh, yg waktu jungwoo tunggu papanya dan dijagain sama sekretaris Yoon, ga lama khan harry datang tuhh, kayanya harry datang buat ketemu sama sekretaris Yoon deh, bukan han tae joon.. abis lgsg masuk masuk n rd kaku. pendapatku loohh hehehe..
    terus yg chatting sama harry juga pasti sekretaris Yoon yah, yg disuru cek ke rmh taejoon.. Jadi kl gitu mata2nya udh 100% bisa dipastikan sekretaris Yoon hehhe..

    gomawo mba dee buat update sinop yg super fast hehehhe...

    Lingwei

    ReplyDelete
  40. jadi pensararan ama kelanjutannya nih

    ReplyDelete
  41. jadi pensararan ama kelanjutannya nih

    ReplyDelete
  42. harry sungguh menakutkan ..
    penasaran lanjutannyh ..
    gumawo unnie :D

    ReplyDelete
  43. kalau seandainya harry melupakan kejadian masa kecilnya begitu aja dan memilih live happily aver after mungkin drama ini g akan lanjut!!!

    kita bruntung peran jahatnya ganteng kyak harry sama sekertaris tae joo!! masih bisa ada yang bisa dilihat,,,

    so...nikmatin aja drama ini!!! ok...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup itu piLihan, jd sama aja dengan d cerita2 drakor, semua kejadian akan ada beberapa piLihan, piLihan yg diambiL ituLah yg harus dihadapi.. :D
      Wajah2 cute peran antagonisnya adaLah u/ menipu penonton sehingga wLw pun bukti sdh ada d depan mata sebagai penonton tidak akan mudah percaya dan tidak akan mudah membenci para karakter antagonis tsb krna sudah terhipnotis dengan wajah2 cute ituuuuhhhh.. ^^v

      Dari awaL sudah bisa menebak psycho nya Harry tp tetap ajah Lebih suka ngLiat Harry menyeLesaikan baLas dendamnya dan pengen Liat sampe batas mana Harry bisa mempertahankan dan meLindungi Zoe tersayangnya.. :D

      Delete
  44. aku kok jd ngeri liat yoo seung ho di drama ini ya? ihhh serem......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoo Seung Ho tidak menyeramkan koq maLahan wajahnya cute and imut banget..
      Hahahahhaa.. :P

      Delete
  45. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  46. yoo seung ho unyu unyu bgt pdhal srg bgt brperan anthagonis

    ReplyDelete