December 17, 2012

Sinopsis I Miss You Episode 12



Saya pernah ungkapkan hal ini di twitter, tapi saya lupa apakah saya pernah mengatakan ini atau tidak di blog. Menurut saya, drama I Miss You ini bukan untuk konsumsi anak-anak. Dan saya tidak sedang membicarakan tentang adegan romantisnya.

Drama ini adalah drama yang cukup berat, karena drama ini mengulas kasus pembunuhan, penculikan dan pemerkosaan. Jadi alangkah baiknya jika ada dari kalian yang belum cukup umur, di bawah 17 tahun, lebih baik tidak mengikuti drama ini.

Masih banyak drama korea yang ringan dan menghibur yang juga sedang tayang seperti I Miss You seperti Cheongdamdong Alice, King of Drama atau bahkan School 2013 yang mengambil setting tentang sekolah (ya iyalah dari judulnya saja ada school-nya).

Saya masih belum bisa menebak akhir drama ini, untuk amannya, untuk anak-anak di bawah usia 17 tahun, akan lebih baik jika tak menonton drama ini.

Sinopsis I Miss You Episode 12


Soo Yeon membiarkan Jung Woo memeluknya dan ia pun menutup mata, merasakan Jung Woo semakin erat memeluknya.


Jung Woo menantikan jawaban dari Soo Yeon, tapi Soo Yeon tak mengucapkan sepatah katapun. Dan ia teringat ucapan ibu Soo Yeon beberapa saat yang lalu, “Ia tak ingin menjadi Soo Yeon. Ia tak ingin hidup sebagai Soo Yeon!”


Jung Woo menyadari mungkin sulit bagi Soo Yeon untuk mengakui semuanya, maka Jung Woo-lah yang melepaskan Soo Yeon, “Pergilah sekarang.” Mendengar kata-kata itu, Soo Yeon mencoba menatapnya. Tapi Jung Woo memintanya untuk tak menatap wajahnya, seakan tak ingin Soo Yeon melihatnya menangis.


Soo Yeon pun pergi walau ragu meninggalkan Jung Woo dan langkahnya terhenti karena Jung Woo berkata kalau ia tak menangis karena sedih, tapi karena angin yang mengenai matanya. Ia, yang berusaha keras untuk melupakan kejadian itu, tak menyangka kalau Jung Woo juga masih terluka dengan kejadian itu.


Seperti yang diajarkan Jung Woo padanya, ia pun berbalik dan menyihir Jung Woo untuk melupakan kejadian buruk itu.


Jung Woo menggenggam tangannya. Tangan yang dulu pernah terlepas dari genggaman Soo Yeon, dan sekarang pun juga melepaskannya. Ia tak berani menoleh pada Soo Yeon, walau mobil Soo Yeon sudah berlalu pergi.


Di mobil pun, Soo Yeon masih tetap menangis.


Jung Woo kembali ke ruang pemeriksaan, atasannya masih belum bisa mengorek keterangan dari Bibi Choi. Jung Woo meminta atasannya beristirahat, ia yang akan menanganinya.


Tanpa mempedulikan pertanyaan Bibi Choi yang menanyakan apakah ia sudah makan, Jung Woo langsung bertanya, “Mengapa kau membunuh Kang Sang Deuk?”


Di lift, Soo Yeon menenangkan diri dan membersihkan sisa air mata di wajahnya sebelum bertemu dengan Hyung Joon. Tapi Hyung Joon tak terlihat. Ia pun melihat ke kamar tidur, dan melihat kalau Hyung Joon meringkuk di dalam selimut. Ia kaget melihat Hyung Joon demam, apalagi saat diperiksa, suhunya sampai 40 derajat.


Ia mengajak Hyung Joon ke rumah sakit, tapi Hyung Joon berkata sudah ada dokter yang kemari dan ia juga sudah minum obat. Hyung Joon sekarang merasa sangat sakit dan ingin melupakan banyak hal maka ia meminta, “Aku ingin tidur nyenyak. Bisakah kau menyihir dengan tangan ajaibmu? Sssaaahh..”


Soo Yeon terpaku, teringat pada orang yang mengajarkannya, “Itu.. bukan milikku. Aku pulang setelah menemuinya. Maafkan aku, Harry.”

Hyung Joon menggenggam tangan Soo Yeon dan menangis, “Zoe.. kupikir kau tak akan kembali. Aku sangat takut.”


Soo Yeon mengatai Hyung Joon bodoh, “Aku harus kemana lagi kalau tak kembali ke sini? Tapi Hyung Joon memeluk Soo Yeon dan semakin menangis di pangkuan Soo Yeon. Soo Yeon memintanya agar jangan menangis, “Nanti demammu akan bertambah tinggi. Kakimu tak boleh terkena infeksi lagi. Aku akan segera mengambilkan kompres es.”


Tapi Hyung Joon memeluk Soo Yeon lebih erat lagi, dan memintanya untuk tak pergi, “Kau tak boleh kemana-mana..”


Jung Woo kaget mendengar Bibi Choi sudah membunuh tiga orang, “Termasuk Kang Sang Deuk.. kau sudah membunuh tiga orang?”


“Siapa yang membunuh siapa?” kata Bibi Choi tanpa ekspresi, “Aku hanya membersihkan sampah. Kau kan tahu seberapa bersihnya kalau aku membersihkan? Jika saja aku tak tertangkap, aku akan membunuh lebih banyak lagi. Pria-pria seperti itu harus dipenjara selamanya. Apa masalahnya? Lebih baik kalau pria itu mati.”


Kata-kata Soo Yeon saat di ruang pemeriksaan terngiang kembali di telinga Jung Woo, ‘Apa masalahnya? Baguslah kalau dia mati. Kenapa kau ribut untuk menemukan pelakunya? Bukankah lebih baik kalau ia mati?’


Bibi Choi berkata kalau ia mendengar kalau pembunuh Bora sudah kembali ke Seoul. Ia bertanya pada Jung Woo, kenapa Jung Woo harus menyelamatkan bajingan seperti itu? Ia juga tahu kalau pembunuh Bora yang lain akan keluar penjara sebulan lagi, “Karena aku telah membunuh Sang Deuk untukmu, bunuhlah mereka untuk menggantikanku. Menantuku, kau akan membalas dendam untukku, kan?”


Jung Woo tak mau karena menurutnya balas dendam bukan seperti itu, “Jika kau membunuh mereka, apakah mereka menyadari kesalahan mereka? Aku akan membuat menyesal dan membuat mereka berlutut di hadapanmu, memohon meminta maaf padamu. Karena itulah aku menyelamatkan pria itu.”

Hmm.. berarti pria itu belum mati, ya..


Jung Woo sebenarnya berniat untuk membiarkan Sang Deuk hidup untuk membuat Sang Deuk menyesal  juga, tapi Bibi Choi telah menghancurkan rencananya, “Ia mati tanpa penyesalan.”

Bibi Choi bertanya apakah Jung Woo membencinya? Jung Woo mengiyakan karena Kang Sang Deuk tahu siapa yang menyuruh untuk menculiknya waktu ia kecil. Sang Deuk juga tahu siapa yang bertanggung jawab atas pernyataan kalau Soo Yeon telah meninggal, “Bajingan itu telah mati karena kau membunuhnya. Alasan mengapa aku menahan diri selama 14 tahun ini langsung punah dalam sekejap.”

Bagi Jung Woo, Bibi Choi sekarang adalah penjahat. Ia akan bersimpati akan kematian Bora setelah pemeriksaan usai, dan ia minta Bibi Choi menjawab bagaimana Bibi Choi membunuh Sang Deuk, “Dari awal hingga akhir, ceritakan semuanya. Bagaimana kau bisa masuk ke dalam rumahnya?”


Maka Bibi Choi pun menceritakan kalau ia masuk setelah Sang Deuk membukakan pintu untuknya. Dengan alat penyengatnya, ia membuat Sang Deuk pingsan dan ia mengunci pintu apartemen dari dalam. Ia kemudian memakai sepatu Sang Deuk untuk masuk ke dalam rumah.


Jung Woo bertanya apakah Bibi Choi melakukan semuanya sendiri? Bagaimana ia kuat menyeret tubuh Sang Deuk ke kamar mandi? Bibi Choi mengatakan kalau ia kuat menyeret dengan memikirkan putrinya, Bora.


Jung Woo bertanya lagi tentang nasi yang masak di apartemen itu. Apakah Bibi Choi yang membuatnya? Bibi Choi menjawab kalau ia tak pernah makan nasi hangat setelah kematian putrinya. Dan ia makan nasi hangat setelah ia membunuh para bajingan itu.


Saat itu, Bibi Choi kemudian memasukkan dry ice ke dalam mulut Sang Deuk dan melakban mulutnya dan berkata, “Bajingan sepertimu tak pantas memohon untuk selamat. Nama anakku adalah Choi Bora dan aku adalah ibunya. Pergilah ke neraka. Aku nanti akan mengikutimu. Dan di sana aku akan membunuhmu lagi.”


Jung Woo menyodorkan foto Sang Deuk yang tewas dan berkata kalau dry ice sudah cukup untuk membunuh Sang Deuk, tapi mengapa Bibi Choi menutupi muka Sang Deuk dengan handuk basah?


Bibi Choi membuka mata, teringat kejadian selanjutnya. Saat ia sedang mengemasi kotak dry ice, ia mendengar suara langkah kaki di luar pintu dan mendengar suara pintu dibuka.


Ia buru-buru bersembunyi di dalam lemari. Ia terkejut dan cemas saat melihat lampu dinyalakan.

Kejadian terakhir itu tak terucap dari mulutnya, tak ia ceritakan, membuat Jung Woo bertanya lagi karena Bibi Choi hanya terdiam.


Bibi Choi teringat suara detak sepatu orang yang datang itu seperti suara hak tinggi Soo Yeon saat Soo Yeon mengikutinya ke dalam kantor polisi. Bukannya menceritakan hal ini, ia malah bertanya pada Jung Woo, “Gadis itu.. kau menyukainya, kan? Gadis yang mulanya ditahan karena pembunuhan Kang Sang Deuk.”


Tapi Jung Woo meminta Bibi Choi untuk tak membelokkan topik pembicaraan mereka. Maka Bibi Choi menjawab kalau ia melakukan itu untuk mempercepat kematian Sang Deuk.

Jung Woo kembali menuliskan handuk basah di buku catatannya dan ingin bertanya lagi. Tapi Bibi Choi mengaku ia telah mengantuk karena tak tidur sejak kemarin dan meminta waktu untuk tidur dan makan.

Hmm.. apakah Bibi Choi ingin melindungi orang yang ia duga sebagai pembunuh? Eihh.. disebut apa kalau orang itu membunuh orang yang akan mati? Pembunuh mayat?


Tak mempedulikan permintaan Bibi Choi, Jung Woo bertanya, mengapa Bibi Choi mengambil handphone itu dari tempat kejadian? Bibi Choi bingung ditanyai itu, tapi ia buru-buru menjawab kalau ia membereskan semua barang yang ada di tempat kejadian, dan mungkin handphone itu juga ikut terbuang. Ia kemudian menggerutu, “Tak disangka interogasi lebih berat daripada membunuh.”


Bibi Choi berkata kalau ia sudah menjawab semua pertanyaan Jung Woo, dan ia menyesali kalau ia telah membunuh. Ia tak akan melakukannya lagi . Oleh karena itu, “Sekarang beri aku makanan.”


Jung Woo hanya menatap Bibi Choi yang menggerutu, dan tatapannya seperti meragukan kesaksian Bibi Choi.


Soo Yeon menemani Hyung Joon hingga keesokan harinya. Hyung Joon bangun terlebih dulu dan menyentuh pipi Soo Yeon yang tertidur di sisi tempat tidurnya. Ia menatap Soo Yeon dan berkata, “Soo Yeon ah, walau kau ada di sisiku, aku takut kalau kau kembali ragu. Jangan pernah ragu lagi.”


Sementara itu teman online Hyung Joon menulis, “Harry, Harry. Apakah kau di sana? Apakah kau sudah mendapatkan laporan keuangan rahasia itu? Haruskah kita mulai sekarang?”


Dan yang terjadi selanjutnya adalah kekacauan di bank milik Tae Joon karena banyak nasabah dan wartawan yang datang, bertanya apakah pihak bank akan merampok uang mereka?


Di rumah Tae Joon, pengacara dan Sekretaris Park keluar masuk ruangan Tae Joon membuat Mi Ran cemas. Ia mendengar kalau Sekdir Nam telah menghilang. Tapi Ah Reum (aihh.. dari kemarin-kemarin Ah Reum pakai wig, ya? Lebih cantikan sekarang dengan rambut panjang) mengatakan kalau ibunya cemas saat mereka akan bangkrut, tapi tak pernah cemas saat dulu putranya (Jung Woo) akan mati.


Mi Ran mengancam Ah Reum untuk tak memberitahu tentang  dana rahasia yang ia peroleh pada Jung Woo yang polisi, tapi Ah Reum malah bertanya sinis ada ibunya, “Apakah ibu sekarang takut karena merasa bersalah?”


Untuk menanggulangi kekacauan itu, Tae Joon menyuruh pengacaranya untuk menghapus rekening dan meredam para wartawan. Sekretaris Park menduga kalau Sekdir Nam-lah yang membocorkan informasi itu untuk mengambil waktu untuk melarikan diri. Diketahui kalau Sekdir Nam telah mengungsikan keluarganya  3 hari yang lalu, dan sudha mempersiapkan pelariannya ini sejak dulu.


Tae Joon segera menyuruh sekretarisnya untuk mengirim orang ke New Zealand. Dan betapa kaget dan geramnya Tae Joon saat Sekretaris Park juga memberitahu kalau uang 20 milyar won yang sedianya untuk mereka investasikan di proyek Harry Borrison juga lenyap. Sekretaris Park menduga kalau Sekdir Nam berada di balik hilangnya uang itu yang tersimpan di lima rekening yang mereka miliki.


Sementara itu Detektif Joon datang ke kantor dengan senyum lebar dan perasaannya sangat bahagia. Sebabnya? Karena ayahnya melihatnya di TV, sedang memimpin penangkapan bibi Choi, “Seluruh keluarga bahkan keluarga jauhpun sangat senang sekali.”


Atasannya tak tersenyum mendengar kebahagiaan Detektif Joon. Ia berkata kalau kepala polisi mendapat hukuman dan Jung Woo juga tak mendapat kenaikan gaji di tahun depan karena ia tak menjaga komputernya dengan baik, “Jadi jangan berlebihan. Tetaplah tenang.”


Detektif Joon memegang dadanya, seperti sakit mendengar kata-kata atasannya. Tersinggung? Tidak. Ia mengkhawatirkan Jung Woo. Ia melihat kotak di meja Jung Woo, dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.


Ibu sedang mengemasi barang-barang Jung Woo saat Eun Joo datang memberitahu kalau Detektif Joon ingin bicara dengan ibu. Dan Eun Joo kaget melihat kamar Jung Woo sudah hampir kosong dan bertanya, akan kemana lagi Jung Woo harus pergi kalau ia pergi dari rumah ini?

Ibu berkata kalau Jung Woo memiliki rumah dan orang tua yang pasti merindukannnya. Setelah pelaku itu tertangkap, maka ia harus mengembalikan Jung Woo pada mereka.


Eun Joo pun bertanya, bagaimana dengan dirinya? “Jung Woo belum boleh pergi. Jung Woo ada di rumah ini juga untuk menggantikan ayah. Ia juga berjanji akan menemukan pelaku pembunuhan ayah. Aku tak memperbolehkan ia pergi.”


Ibu memohon pada Eun Joo, kalau ia yang akan menggantikan Jung Woo, “Aku akan melakukan yang terbaik sebagai pengganti ayahmu. Lepaskanlah Jung Woo. Jangan biarkan ia menunggu Soo Yeon yang tak pernah kembali. Ini demi kebaikan Jung Woo. Demi Jung Woo.”


Detektif Joon melongok ke ruang pemeriksaan dan ternyata Jung Woo masih duduk di tempat yang kemarin, masih memeriksa Bibi Choi. Perlahan, ia pun menutup pintu.


Bibi Choi meminta Jung Woo untuk menyampaikan permintaan maafnya pada ibu Soo Yeon, karena saat memesan dry ice, ia menggunakan namanya, “Juga, jagalah komputermu. Dan jangan terlalu mempercayai orang.”


Jung Woo terdiam, kemudian mengisyaratkan kalau interogasinya sudah selesai, ia berkata, “Sekarang bibi sudah boleh menangis,” wajah Jung Woo melembut dan berkata, “Aku tak dapat meringankan hukuman, karena itu sudah diluar wewenangku. Tapi, jika Bora sedikit lebih kuat, dan ia masih ada di sisimu, siapa tahu mungkin aku dapat menjadi menantumu?”


Bibi Choi menunduk, memintanya untuk tak berbicara seperti itu. Ia tahu kalau Jung Woo masih teringat pada Soo Yeon, “Bagaimana dengan Lee Soo Yeon?”
“Aku tahu. Apakah kita harus melakukannya bersama-sama? Bibi akan melepaskan Bora, dan aku..,” Jung Woo terdiam sejenak,”Dan aku akan melepaskan Soo Yeon.”


Jung Woo menengadahkan wajahnya, mencegah air matanya turun, pura-pura bercanda kalau yang malah menangis padahal tadi ia menyuruh Bibi Choi untuk menangis, “Dan ini adalah rahasia kita berdua. Sebagai detektif yang tak mengetahui kejadian Bora lebih awal, maafkanlah aku.”


Bibi Choi menangis mendengar permintaan maaf Jung Woo, “Kalau saja aku mengenal orang sepertimu, apakah semua ini akan terjadi? Sepertinya tidak.”


Jung Woo menunduk, menyembunyikan tangisnya. Bibi Choi memintanya untuk tank menangis untuknya. Jung Woo juga meminta agar Bibi Choi melupakan sekarang, “Demi Bora juga demi Bibi. Kumohon lupakanlah semua.”


Bibi Choi menggenggam tangan Jung Woo dan bertanya apakah Jung Woo tahu mengapa ia membiarkan Jung Woo hidup? “Walau Lee Soo Yeon memiliki masa lalu yang memilukan, kau masih tetap menunggu dan mencintainya. Dan aku merasa bersyukur karenanya,” ia menepuk-nepuk tangan Jung Woo, “Tetaplah seperti itu dan jangan pernah berubah.”


Jung Woo minum soju dengan Detektif Joon. Tapi yang biasanya Jung Woo mabuk duluan, walau ia sudah minum 3 gelas soju, tapi ia belum mabuk malah Detektif Joon yang lebih dulu mabuk, dan Jung Woo memutuskan, “Besok aku akan minum 4 gelas, dan lusa 5 gelas. Kemampuanku akan semakin baik jika aku mencoba untuk terus minum, kan?”


Ia menatap Detektif Joon dan berkata, “Semuanya akan menjadi lebih baik jika kita terus mencoba.” Detektif Joon yang mabuk mengiyakan, dan terus mengiyakan saat Jung Woo berkata, “Melupakan juga, akan lebih bagus kalau aku terus mencoba, kan? Tak sekalipun aku pernah memikirkan  ‘aku harus melupakannya.’ “


Soo Yeon memegang sepatu ibu yang tersimpan di dalam lemari dan tersenyum melihatnya. Namun saat melihat tempat ia dulu menggantungkan jaket Jung Woo, ia teringat pada Jung Woo. Namun ia kembali menggeleng-gelengkan kepalanya, menolak pikiran yang muncul dalam benaknya.


Jung Woo berkata kalau Soo Yeon memintanya untuk tak menunggunya. Walau Jung Woo tak mendengarnya, tapi ia merasa kalau Soo Yeon mengatakan hal itu saat ia memeluknya, “Aku paling menyukai Lee Soo Yeon. Tapi Soo Yeon membenci Lee Soo Yeon. Apa yang harus kulakukan?”


Dan ia bermain ‘hujan.. tak hujan.. hujan.. tak hujan..’ dengan tangan menyentuh gelas berisi soju, sambil berkata ‘Datang.. tak datang.. datang.. tak datang..’ Dan voila.. handphonenya berbunyi. Kaget sekaligus berharap ia mengambil handphonenya.


Tapi ternyata yang menelepon adalah Harry Borrison. Ha.. close enough..


Harry menelepon untuk meminta Jung Woo datang ke rumah. Jung Woo berkata kalau ia sedang minum dan di luar tugas dan menjanjikan untuk datang di lain hari. Tapi Hyung Joon tetap meminta Jung Woo datang karena kondisinya tak memungkinkan untuk pergi. Ia ingin membicarakan tentang laporan otopsi tantenya.


Maka Jung Woo pun datang ke rumah, mengagetkan Soo Yeon. Dan Soo Yeon lebih kaget lagi karena Jung Woo bersikap biasa dan cenderung mengacuhkannya.


Ia tak dapat menahan komentarnya setelah Jung Woo melewatinya, “Apakah kau baru saja minum? Bukankah kau tak kuat minum?” tanya Soo Yeon khawatir.


“Aku juga berpikir seperti itu, tapi ternyata setelah minum aku baik-baik saja,” kata Jung Woo dan ia meneruskan, “Apa yang tak dapat kulakukan? Aku pasti bisa jika aku terus mencoba. Bagimana kalau lain kali kita minum bersama saat aku sudah kuat minum?”


Soo Yeon memandangi Jung Woo dari belakang, menyadari apa yang sedang dibicarakan Jung Woo bukanlah tentang minum tapi tentang melepaskannya.


Jung Woo duduk di samping Hyung Joon dan bertanya tentang masalah otopsi Michelle Kim. Tapi Hyung Joon malah berkata kalau ia sebenarnya juga ingat kalau ada 280 langkah dari rumah Soo Yeon ke lampu jalan itu. Jung Woo heran mendengar Hyung Joon memiliki ingatan yang sama.


Hyung Joon mengulurkan tangan, meminta Jung Woo untuk membantunya berdiri. Hyung Joon mengajaknya minum lagi, tapi Jung Woo menolaknya karena ia sudah cukup minum untuk hari ini. Laptop Hyung Joon tiba-tiba berbunyi dan Hyung Joon meminta Jung Woo untuk mengambilkan laptopnya.


Dan Hyung Joon sepertinya senang membaca apa yang  tertulis di laptop itu, membuat Jung Woo bertanya, “Sepertinya ada sesuatu yang baik yang terjadi.” Hyung Joon hanya diam tapi tampak senang.


Di mobil, Sekretaris Park  berkata kalau mungkin akan terjadi masalah akan investasi mereka untuk Shiosa. Dan Tae Joon berkata geram kalau Sekdir Nam benar-benar memilih waktu yang tepat sebelum penandangatanan kontrak dengan Shiosa.


Jung Woo sedang memindahkan es saat Soo Yeon datang dengan berdandan rapi untuk pergi. Soo Yeon mengatakan kalau ia yang akan melakukannya. Tapi Jung Woo menolaknya . Tanpa menatap wajah Soo Yeon ia hanya minta tisu karena ia tak menemukannya.


Soo Yeon pun mengitari meja dan menunduk, mengambilkan tissue yang ada di lemari depan Jung Woo. Saat itulah Jung Woo menatap Soo Yeon yang tertunduk, walau hanya beberapa saat.


Ia kembali mengalihkan matanya saat Soo Yeon berdiri dan berjalan ke arahnya, dan mengangsurkan tisu itu padanya.


Namun saat ia menerima tisu itu, tak sengaja ia melihat tas yang dibawa Soo Yeon. Ada sepatu ibu di dalamnya. Ia menatap Soo Yeon yang memandanginya dan berkata, “Semoga kunjunganmu nanti menyenangkan.”


Soo Yeon menunduk melihat tas yang ia pegang dan menyadari kalau Jung Woo tahu kemana tujuannya pergi.  Ia menatap Jung Woo yang pergi ke teras, menyadari betapa kalemnya Jung Woo sekarang saat menghadapinya dan iapun pergi. Namun sebelum masuk ke lift ia sempat melirik Jung Woo kembali.


Jung Woo tersenyum dan berkata kalau cintanya pasti akan bertemu dengan Soo Yeon. Dan ia memasang wajah tersenyum saat melihat Hyung Joon menatapnya dari teras, “Apa yang ingin kau tunjukkan padaku?”


Di teras, Hyung Joon bertanya bagaimana pendapat Jung Woo tentang Han Tae Joon. Ia tahu kalau Tae Joon adalah ayah Jung Woo dan ada dugaan kalau Bank Sangil (bank milik Tae Joon) ada hubungannya dengan kematian tantenya. Dugaan itu bukan dugaannya tapi dari Craig, pengacaranya.


Jung Woo mengakui kalau ia memang anak Tae Joon tapi ia tak memiliki hubungan dengan Bank Sangil. Maka Hyung Joon pun memberikan sebuah dokumen pada Jung Woo.


Jung Woo membaca dokumen yang menyatakan tentang pinjaman uang untuk Mi Ran dari Michelle Kim, dengan Harry Borrison sebagai penjaminnya. Tersenyum seakan menantangnya, Hyung Joon bertanya apakah susah bagi Jung Woo untuk menyelidiknya? “Kau mengenal nama-nama yang disebutkan, kan?”


Jung Woo membaca sekali lagi dan berkata kalau hanya satu nama yang mendapat perhatiannya, yaitu Harry Borrison, “Jika terjadi sesuatu padamu, akan terasa berat bagi Zoe.”


Soo Yeon mengunjungi restoran tempat ibu bekerja dan melihat ibu ditegur koki karena tak konsentrasi saat bekerja. Saat duduk, tak disangka Soo Yeon mengajak ibu untuk minum soju bersama, membuat ibu tersedak karena Soo Yeon mengajak minum di siang bolong seperti sekarang ini. Soo Yeon tersenyum dan berkata kalau ibu sekarang tampak seperti ibunya yang dulu.


\Seperti ingin dipuji oleh ibunya, ia menunjukkan kuku tangannya yang telah dihias cantik. Tapi ibu pura-pura tak peduli dan berkata kalau ia sudah melarang Soo Yeon untuk datang, tapi mengapa Soo Yeon sekarang datang? 


Soo Yeon bertanya apakah ibu tak merindukannya? Mereka sudah tak bertemu lama, maka ia ingin menemui ibu. Saat dulu ibu tak  mencarinya, ia benci dan sakit hati. Karena itu ia ingin menjadi sukses dan muncul di depan ibu, “Pada saat itu aku ingin menemui ibu. Namun setiap aku membuat baju, aku selalu ingin saat aku mendesain baju, setiap saat aku ingin menemui ibu, yang pernah mengatakan kalau aku lebih cantik daripada Eun Joo. Aku merindukan ibu.”

Soo Yeon berkata kalau ia sekarang adalah desainer yang bahkan sering mengadakan fashion show tunggal. Namun ibu berkata kalau Soo Yeon seharusnya berpura-pura tak mengenalnya dan melanjutkan hidupnya. Ia tak pernah sekalipun bersikap seperti ibu yang baik, 


“Apakah kau ingin  membalasku? Dan kau kembali karena kau tak dapat melakukannya? Maka sekarang lakukanlah,” kata ibu sambil memberikan kepalanya pada Soo Yeon seperti minta dipukul, “Sumpahi aku atau jambak rambutku. Lakukan apa yang kau ingin lakukan.”


“Hatiku tak tenang, Bu,” tangis Soo Yeon. “Perasaanku lebih tenang saat aku membenci semuanya. Tapi sekarang air mataku tak bisa berhenti. Rasanya aku ingin mati, Bu.”


Ibu meraih tangan Soo Yeon berharap, “Apakah kau akan kembali? Apa kau mau pulang?”


Soo Yeon tak menjawab hanya berkata kalau ia akan tinggal di Korea sampai Harry selesai dengan pekerjaannya, “Dapakah aku terus menemui ibu? Mari kita rahasiakan pada yang lainnya. Dan hanya kita berdua yang saling bertemu, Bu.”

Ibu melepaskan genggamannya, “Aku tak mau.”

“Ibu..”


“Soo Yeon ah.. Mungkin kau akan merasa sedih mendengar ini. Tapi sekarang aku paling menyukai Jung Woo. Jika kau tak mau kembali, maka janganlah muncul di depan kami. Di depan Jung Woo dan aku. Kupikir akan lebih mudah jika kita tak saling bertemu.”


Ibu pun meninggalkan Soo Yeon yang masih menangis. Bahkan di mobil pun, ia masih teringat pada ibu. Ia melihat sepatu yang tak jadi ia berikan pada ibu dan berkata kalau ia seharusnya membelikan sepatu pada ibunya.


Handphonenya berbunyi, ternyata dari Hyung Joon. Hyung Joon saat itu duduk di ruang tengah, sedangkan Jung Woo masih di teras mendengar pertanyaan Hyung Joon yang menyadari kalau suara Soo Yeon seperti habis menangis.


Hyung Joon bertanya kapan Soo Yeon akan kembali karena ada sesuatu yang ingin ia katakan. Soo Yeon menjawab kalau masih ada urusan yang harus ia kerjakan.


Jung Woo pun pamit untuk pergi. Namun ia mendapat SMS dari Sekdir Nam. Dan kita tahu apa terusan SMS yang Sekdir Nam tulis dulu: Aku harus pergi walau tak tega membiarkanmu seperti sekarang. Aku minta maaf karena yang aku lakukan selama ini karena kesetiaanku pada Han Tae Joon yang memperlakukanku seperti anjing peliharaan. Janganlah mencari Soo Yeon lagi, karena pada akhirnya kau akan terluka lagi.


Hyung Joon sepertinya tertarik dengan apa yang dibaca Jung Woo. Saat Jung Woo akan pergi, Hyung Joon berkata kalau ia akan memberikan buku rekening Sangil dimana tantenya melakukan transaksi.


Di luar gerbang, Jung Woo menelepon seniornya untuk menyelidiki rekening Michelle Kim, karena sepertinya ada transaksi judi di dalamnya.


Detektif Joon yang sedang membeli kue terkejut mendengar informasi Jung Woo. Apalagi saat Jung Woo memberitahukan kalau sepertinya Michelle Kim meminjamkan uang dan meninggal tanpa mendapatkan uang itu kembali, sehingga mungkin kematian itu adalah sebuah pembunuhan.


Saat itu Jung Woo berpapasan dengan mobil ayahnya. Ayahnya tak menyapanya, hanya melihatnya sekilas.


Hyung Joon melihat interaksi itu dari CCTV di ruang rahasianya. Dan ia membuka pintu setelah Tae Joon menelepon memberitahukan kedatangannya. Ia tersenyum dan memencet tombol untuk membuka gerbang, berkata, “Han Tae Joon, selamat datang di Surga.”


Di ruang tamu, Hyung Joon, yang duduk dengan kompres di kakinya, menemui Tae Joon yang meminta sedikit waktu agar ia dapat mengumpulkan dana untuk investasi di Shiosa. Tapi menurut Hyung Joon hal itu tak mungkin, karena walau ia berhubungan baik dengan Shiosa, bisnis tetaplah bisnis.


Ia pun menyarankan untuk menalangi sementara uang 20 milyar won itu dan bertanya apakah Tae Joon bisa mengumpulkan uang tersebut dalam seminggu (untuk membayarnya kembali)? Tanpa senyum Tae Joon berterima kasih pada Hyung Joon.


Dan seperti menegaskan hubungan mereka sekarang. Hyung Joon meminta Tae Joon untuk mengambilkan tongkat yang sebenarnya bisa ia ambil sendiri. Tae Joon mengambilkan tongkat itu dan berkata kalau ia akan membayar kebaikan Hyung Joon.


Hyung joon pun menjawab kalau di masa yang akan datang, ia akan meminta bantuan pada Tae Joon. Dan ia tak ingin Tae Joon melupakan janji ini.


Detektif Joon . meletakkan salah satu kantong yang ia beli dari toko kue ke atas meja Jung Woo, beserta pesan : Istri, aku ada di sini, jadi bergembiralah..^.^



Detektif Ahn dan Detektif Park datang dan begitu melihat makanan langsung mereka serbu. Namun Detektif Joon hanya memberikan salah satu kantong itu untuk mereka makan dan melarang mereka untuk menyentuh bungkusan milik Jung Woo.


Dan untuk sementara waktu, ia juga melarang mereka untuk  menyebut-nyebut nama Lee Soo Yeon atau kata-kata yang dimulai dengan Ee Soo (Lee sering diucapkan dengan hanya menyebut vokalnya saja) seperti Ee sso shi gae (tusuk gigi).


Detektif Ahn dan Park melongo melihat larangan aneh itu, apalagi Detekif Joon menambah daftar kata yang tak boleh diucapkan adalah yang memiliki kata ‘Ee’, ‘Soo’ ataupun ‘Yeon’,


“Pokoknya kita harus bantu Jung Woo dengan melupakan,” Detektif Joon mengatupkan mulutnya dan melanjutkan, “hii.. huu..heeeuunn…”


LOL, maksudnya Lee Soo Yeon.


Jung Woo mendatangi butik Mi Ran dan diberitahu oleh pegawai butik kalau Mi Ran sedang menemui tamu penting. Jung Woo diminta untuk menunggu di salah satu ruangan di lantai 2.


Tamu penting itu ternyata adalah Zoe yang meminta Mi Ran untuk menurunkan desainnya. Tapi Mi Ran meminta waktu sebentar lagi karena di rumah sedang ada masalah besar, “Uang yang akan digunakan suamiku untuk berinvestasi di proyek Harry dibawa lari oleh orang kepercayaannya.”


Ia juga mengatakan kalau Harry pasti akan mengetahui hal ini. Dan ia menduga kalau Jung Woo akan mencari masalah dengan kejadian ini, karena sejak remaja, sejak ia diculik, Jung Woo masih melakukan hal-hal yang dibenci oleh ayahnya, walau Jung Woo sudah pergi dari rumah.


Jung Woo ternyata disuruh menunggu di ruang desain. Ia memandangi sebuah gaun putih untuk beberapa saat, dan kemudian memainkan kancing yang pernah ia lepaskan dari mantelnya.


Sementara itu Tae Joon mendapat paket yang dikirim oleh Kang Sang Chul, yang berisi sebuah pesan: Bahkan Tuhanpun tak akan mampu untuk menyelamatkanmu. Tunggu saja. Dan ternyata isinya adalah untaian manik-manik yang dironce menjadi sebuah sepeda.


Ia membuka laci dan mengambil roncean manik-manik yang mirip dengan milik ibu Hyung Joon yang dilemparkan padanya di malam kematian ibu Hyung Joon. Tae Joon tertawa dan menduga kalau kiriman itu adalah dari Hyung Joon.


Di ruang rahasia Hyung Joon, Hyung Joon menata roncean manik-manik berbagai bentuk dan tersenyum.


Soo Yeon diantar Mi Ran ke ruang desain Mi Ran untuk menunjukkan sesuatu. Tapi pegawai Mi Ran memanggil bosnya untuk berbicara sebentar, sehingga Mi Ran harus meninggalkan Soo Yeon sendirian.


Soo Yeon melihat-lihat ruangan itu, dan sama seperti Jung Woo tadi, ia tertari dengan gaun putih yang terpajang di sana dan bertanya-tanya darimana Mi Ran mendapatkan gaun itu.


Dan ia melihat dibalik tirai ada sepatu yang menunjukkan ada orang di balik tirai itu.


Perlahan-lahan ia mengintip, dan terpaku, menyadari kalau  ternyata kaki itu milik Jung Woo yang tertidur pulas.


Ia ragu untuk mendekat, tapi menyadari betapa pulasnya Jung Woo, ia mendekat dan diam-diam memandangi wajah Jung Woo. Ia juga melihat kalau Jung Woo memegang kancing yang telah ia kembalikan, tapi tak memasangnya di mantelnya lagi dan berkata dalam hati, “Apa spesialnya kancing ini? Jung Woo ya.. kau benar-benar aneh. Setiap kali aku melihatmu, rasanya sakit.”


Masih dalam tidurnya, Jung Woo bergerak membuat kancing yang ia pegang akan jatuh. Soo Yeon menadah ke bawah tangan Jung Woo, mencegah kancing itu jatuh, tapi ternyata Jung Woo malah menggenggamnya.


Dan ia juga membuka mata. Soo Yeon terkejut, tapi Jung Woo lebih terkejut lagi. Ia memanggil namanya sehingga Soo Yeon buru-buru bangkit. Tapi Jung Woo menarik ujung roknya, “Kenapa kau ada di sini?”


Pertanyaan yang sama saat Jung Woo remaja sadar dari pingsan saat ia diculik. Dan ia yang remaja saat itu menjawab ‘untuk menyelamatkanmu’ namun ia sekarang menjawab dalam hati, “Karena aku merindukanmu.”


Terdengar suara Mi Ran masuk ke dalam ruangan, sehingga Soo Yeon buru-buru berdiri dan dengan cepat menutup tirai kamar, menyembunyikan Jung Woo yang hendak menyusulnya, berdiri di belakang tirai.


Tae Joon mengendarai mobil sendiri pergi ke suatu tempat. Dan di tempat itu ia membuka sebuah kamar yang terkunci.


Di dalam kamar itu ada seorang wanita yang sedang meronce plastik dan tersenyum senang menyambut kedatangan Tae Joon.


Ibu Hyung Joon.


Sedangkan di ruang rahasianya, Hyung Joon mengambil bandul yang diberikan ibunya padanya. Bandul yang bertuliskan Untuk orang yang paling aku cintai – Ibu.


Komentar :


Ternyata ibu Hyung Joon belum mati. Mungkin ada sebagian yang menduga kalau ibu Hyung Joon masih hidup. Jadi secara tekhnis, Tae Joon belum pernah membunuh orang. Sedangkan Hyung Joon sudah membunuh Detektif Kim. 

Sedangkan Michelle Kim/Perawat Hye Mi/Tante Harry? Siapa pembunuhnya?

Dan Sang Deuk, siapakah pembunuhnya?


Bibi Choi telah mengakui kalau ia yang memasukkan dry ice ke mulut Sang Deuk, tapi ia tak menceritakan pada Jung Woo kalau ada orang kedua yang masuk ke dalam apartemen dan ia menduga pembunuh itu adalah Soo Yeon karena ia mendengar suara sepatu yang mirip dengan high heels Soo Yeon.

Ia tahu betapa Jung Woo mencintai Soo Yeon, maka ia mengatakan kalau yang dilakukan orang kedua itu adalah tindakannya sendiri. Dan ia mulai menjawab sebisanya saat ditanya lebih jauh lagi.

Sepertinya semua petunjuk mengarah pada Soo Yeon, karena sampai sekarang kita belum tahu alasan Soo Yeon ada di ruang parkir gedung apartemen Sang Deuk. Jung Woo pun sempat menyadari kalau kata-kata Bibi Choi tentang pendapatnya membunuh pemerkosa sama dengan kata-kata Soo Yeon. Tapi benarkah demikan?


Jika pembunuh kedua itu adalah Soo Yeon, bagaimana mungkin Soo Yeon bisa membuka pintu apartemen yang jelas-jelas sudah dikunci oleh Bibi Choi?  Belum lagi ia harus mengatasi rasa traumanya yang sangat dalam pada Sang Deuk. Apa mungkin dalam semalam trauma Soo Yeon sudah sembuh?


Jika Soo Yeon memang pembunuhnya, mungkin penjelasan yang masuk akal adalah Soo Yeon berkepribadian ganda, dan alter ego-nya lah yang melakukan hal itu. CMIIW, tapi kasus kepribadian ganda sering terjadi pada orang yang memiliki trauma yang dalam di masa lalu. Contoh yang paling populer adalah Sybill yang memiliki 16 kepribadian berbeda dengan berbagai nama, yang kepribadian itu baru bisa disatukan saat ia berusia 40 tahun. Dan memang trauma yang dialami Sybill sangat hebat sekali.

Menurut saya trauma Soo Yeon pun sangat dalam, sehingga kemungkinan kepribadian ganda itu mungkin saja terjadi. Saat pertama kali Soo Yeon mengatakan hal yang sama dengan bibi Choi di ruang pemeriksaan, sekelebat saya seperti melihat bukan Soo Yeon yang sama dengan Soo Yeon yang biasanya. Seperti banyak komentar yang mengomentari lipstik Soo Yeon, saya pun heran mengapa lipstik Soo Yeon menor sekali. Apakah itu trend 2013? Ataukah itu alter ego Soo Yeon? 


Jadi jika Soo Yeon memang berkepribadian ganda, Alter ego Soo Yeon mungkin dapat melakukan hal itu. Dari memiliki tetrodotoxin, hingga memiliki kunci apartemen Sang Deuk (yang sebenarnya adalah apartemen Sang Chul). Di bawah sadarnya, sebagai si alter ego dapat melakukan itu saat Soo Yeon sedang tertidur atau tak sadar.

Tapi bagaimana dengan jejak kaki Soo Yeon? Kata Bibi Choi ia memakai sepatu Sang Deuk, berarti jika pembunuh kedua itu memakai sepatu hak tinggi seperti milik Soo Yeon, akan ada jejak sepatu Soo Yeon.  Tapi tak ditemukan jejak sepatu itu.

Jadi suara apakah yang didengar oleh Bibi Choi?


Menurut saya adalah suara tongkat Hyung Joon. Hyung Joon memiliki uang banyak untuk mendapatkan kunci ganda apartemen Sang Chul. Hyung Joon juga bisa memalsu sepatu Sang Deuk, sehingga sol sepatunya persis seperti Sang Deuk. Jadi ia sudah memakai sepatu  yang sama dengan sepatu Bibi Choi untuk saat datang di apartemen. Tapi ia tak bisa tak membawa tongkat itu.

Dan bukankah kebetulan jika yang mengirim roncean pada Tae Joon adalah atas nama Sang Chul?

Jadi apakah Soo Yeon? Atau Hyung Joon? Atau ada yang lainnya?


Apakah ada yang menyadari kalau pada kejadian di akhir episode 11 dan awal episode 12, Soo Yeon tak sekalipun mengucapkan satu patah katapun? Saat itu Jung Woo memutuskan untuk melepaskan Soo Yeon, memintanya pergi tanpa menatap wajahnya. Soo Yeon hanya berkata dalam hati kalau ia, yang berusaha keras untuk melupakan kejadian itu, tak menyangka kalau Jung Woo juga masih terluka dengan kejadian itu.

Ingat saat akhir episode 11, saat ibu menjerit pada Jung Woo kalau Soo Yeon tak ingin kembali menjadi Lee Soo Yeon? Pada saat itu Soo Yeon menutup mulut sambil menggelengg-gelengkan kepalanya.


Menurut saya, jika saat itu Soo Yeon mengucapkan sebuah kata, kata itu mungkin akan berentet panjang yang menyebutkan keinginannya, “Tidak. Semua itu tidak benar. Aku ingin kembali menjadi Lee Soo Yeon.” Tapi ia tak bisa melakukan hal itu. Luka di hatinya masih cukup dalam. Juga masih ada Hyung Joon yang akan kesepian jika ia kembali pada ibu dan Jung Woo.


Namun di akhir episode, Soo Yeon mengakui dalam hati, walau ia merasa terluka saat melihat Jung Woo, ia ada di hadapan Jung Woo karena ia merindukannya.

Bogosipeo




Episode 13 akan ditayangkan pada hari Kamis, 21 Desember 2012. Drama ini tak tayang pada hari Rabu nanti karena ada pemilihan presiden.

53 comments :

  1. huuuuaaa,,, amazing,, lanjutkaann

    gomawo

    ReplyDelete
  2. http://1.bp.blogspot.com/-ZqjT1eAwkZc/UM7kKhCBxlI/AAAAAAAAXww/Pthq-AdJgak/s1600/onewkutudrama.jpg

    Present Perfect Tense! Thank you sooo much for saying "Happy birthday" to my Onew :D
    #lopelopelope #HappyOnewDay

    ReplyDelete
  3. pertanyaan HJW yg mau ditanyakan ke KSD : siapa yang menyuruh untuk menculiknya waktu ia kecil, siapa yang bertanggung jawab atas pernyataan kalau Soo Yeon telah meninggal. Aq pikir jawabanya adlh Han Tae Joon. *sokdetektif :P

    oya mba, ada yg bs njelasin ga maksud dry ice itu -yg bisa membekukan organ dlm tubuh-? apa sama dg es batu yg biasa ada di es teh gt ya? klo iya masih bingung kok bisa es batu bisa ngebunuh org secara sadis gitu;

    wahh epsd 12 bener2 banyak rahasia. makin puyeng mikirnya hahahha

    yuniemha

    ReplyDelete
  4. stlh baca komentar, aku jd penasaran sm sybil, langsung gugling deh.
    Aku jg ngrasa itu seperti bkn suyeon pas diintrogasi sm jungwoo. Tatapan matanya agak serem.
    Msh penasaran jg siapa pembunuh sbnrnya, stlh ayah suyeon dinyatakn slh tangkap stlh eksekusi, dan itu bertepatan keluarnya han tae joon dari penjara.
    Keren ni drama, salut buat artis2 yg pertama kali meranin drama genre ini

    ReplyDelete
  5. @yuniemha : dry ice atau yg biasa disebut biang es beda sama es batu.. suka liat yg jualaan es krim walls keliling? Di dalem tempat esnya itu biasanya ditaro dry es biar es krimnya tetep beku. Imajinasiin aja kalo dry es itu di taro ke mulut. X)))))
    Dan suhu dry ice itu dibawah suhu es batu biasa. Sekitar -79 drajat celcius

    ReplyDelete
  6. Aku penasaran sama koleksi mainan yg dirapihin Harry....
    Mainan yg biasa dibuat Ibunya......kok Harry punya ya?
    Apa dikirm Ibunya? berarti dia tahu donk Ibunya msh hidup?
    Atau dia bikin sendiri? Kok sama banget ya? Knapa jg disimpen di ruang rahasianya?

    Teka-teki handuk merah.....punya siapa tuh?.....

    JW tidurnya cute banget.....<3

    ReplyDelete
  7. dan abang ganteng kita park yoochun memberikan statement "untuk happy ending sepertinyaa sangat sulit,,q lebih memilih drama ini berakhir dengan sad ending"

    prediksii dri awal q yakin drama ini akan memiliki sad ending tapi statement bang uchun bikin q syok,, menangis, n tereak2,,, BUT ITS NOT CONFIRMED BY MBC,, JUST HIS SPECULATE,,,

    ReplyDelete
  8. *mau komen dl
    setuju sama mba dee.,nie drama berat bgt.,kurang cocok untuk remaja.,aku aja suka bingung.,makanya sebelum/selesai nonton harus baca sinopsisnya disini biar kebingungnya terjawab
    *kembali ke sinopsis

    septia

    ReplyDelete
  9. Huuuuuuaaaa gila makin seru aja, makin bnyk pertanyaan2 di drama ini yg pngn saya tau jawaban ny secepatnya hahaha, tp yg paling bkin penasaran siapa yg ngebunuh sang deuk? SY apa HJ? Disini juga saya kaget ternyata ibu HJ msh hidup jd siapa yg chat sm HJ itu ya? Penasaran bgt tp lama nunggu kamis-_- *showeran* hehehe btw mksh ya mba sinopsis ny (y) smangat trus nulis ok

    *Yuyun

    ReplyDelete
  10. Dan apa jgn2 harry tau klo ibu ny msh hidup dan selama ini mrka berhubungan tanpa ada yg tau, dan yg suka chat sm harry itu adalah ibunya, tp bingung jg ibu ny chat lwt apa ya? Kn di kurung gtu, apa ada komp disana? Atau apa? Hahahaha makin mumet. Dan saya galau krna drama ini mikirin ending ny gmna nnti, apakah so yeon akan balik jd so yeon dan balik ke jung woo sm ibunya setelah dia tau klo ayah ny bkan pembunuh atau dia ttp jadi zoe dan balik ke prancis trus selama ny sm harry atau? Ahh gatau deh ini ngarep ny happy ending apa sad :D

    *yuyun

    ReplyDelete
  11. *kembali ke box comment
    aku masih yakin kalo bukan SY yg ngebunuh SD,masih percaya sama omongan dia waktu remaja kalo dia ngga akan membunuh orang.,kan dia dibenci karena dianggap sbg anak pembunuh sampe ngga ada yg mau jadi temen dia,jadi pasti dia benci bgt sama pembunuh,.masa dia jadi orang yang dia benci?
    selalu sedih lihat ibunya SY,.sepertinya dari semua orang dia yg paling sedih,kesini salah,kesana salah,akhirnya semua kesedihan dia telan sendiri
    *ups kok jadi panjang lebar ya

    septia

    ReplyDelete
  12. Drama ini terlalu membingungkan..
    Nikmati aja lah.. :D

    *capek mikir*

    ReplyDelete
  13. Tntng kematian michele kim Ko gw curiga ama harry yaa, mungkin aja tantenya itu dia jadiin umpan bwt ngejerat taejon,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sempat mikir kalo Harry yg bunuh Michelle mengingat karakter dia waktu kecil dan seperti yg pernah mba dee bilang dia pribadi yg rumit.
      Dan seseorang yg chatting sama Harry itu ibunya setelah tau ternyata ibunya msh hidup. Untuk orang yg punya banyak uang kaya Harry rasanya ga terlalu sulit buat nyari informasi tentang ibunya yg katanya udh meninggal.
      Jadi saat keberaadaan Harry udh tak terlacak taejoon dia nyari info2 dan sembunyi2 berhubungan dgn ibunya..

      just my opinion,kkkk~

      Dan walopun Harry disini antagonis tapi sumpah saya falling in love sama dia. KECE BANGET :)

      Delete
  14. Jgn2 spekulasi klu sekretarisnya Tae Joon yg bru itu anak buahnya HJ bener..
    Dia tau keberadaan ibunya HJ.. Makanya ibunya HJ bs ngirim2 roncean manik2nya k HJ lewat sekretaris itu,, trus yg chat sm HJ itu y sekretarisnya TJ itu jg..

    Tetep percaya klu bkn SY yg ngebunuh ada org lain.. But who? Nga tau deh.. Sy rs ada 3org yg brd dilokasi pembunuhan SD.. ibu choi, SY nd si pembunuh yg sebenarnya yg menggunakan kain merah..

    #cuma tebak2kan ajah ..

    Tetep semangat buat mba Dee buat nulis sinopnya

    ReplyDelete
  15. Hadeh..PYC kok jadi culun di ep ini, beda baget dgn SJK yg keren abis di NG. Padahal di SKKS, PYC yg paling saya suka. (NG deui...NG deui..., abaikan).

    Memang drama ini lumayan complicated, tp saya yakin klo HJ yg jadi tokoh jahat utamanya. SY akan kembali ke JW setelah membongkar masalah penculikan lalu dan akan menyelamatkan SY.
    Mari kita tunggu dan liat...

    ReplyDelete
  16. dizchu : woaaa makasih udah di jelasin dry ice-nya.. huum juga kalo sampe -79drajat ya udah lah tamat riwayat apa lagi itu ditutup pake lakban mulutnya yg otomatis ga bisa dimuntahin sama KSD. satu2nya jalan ya ditelan tuh dry ice.. :D *bayanginnya aja ngeri euy*

    klo sy tetep berharap nya HJW yang sama LSY ^^

    -yuniemha-

    ReplyDelete
  17. Jadi GALAAAUUU GALAAUUU GALAAAUUU....

    Tetep cinta sama Detektif Joon yg mencairkan suasana..

    Mbak Dee kalo ga salah kan ada adegan dimana Det. Joon mencoba membantu Jung Woo untuk melupakan Soo Yeon dengan menyuruh teman-temannya agar tidak menyebut-nyebut nama Lee Soo Yeon atau segala sesuatu kata/benda yang lafalnya hampir mirip dengan Lee Soo Yeon. lalu dia ngucapinnya sekali lagi *Lee Soo Yeon* dengan bibir yang rapat agar tidak terdengar jelas, wuakakakakakkk
    Lucu banget..

    tambahan :
    *ngebayangin
    Yoo Chun kalo tidur gitu yaa, CUTEEE BANGGETS, ohh My God....

    *anggraini*

    ReplyDelete
  18. Berarti pembunuh sang duk yg sebenarnya blm bs kita tebak.Tp kalau di analisa dr komentarnya mba dee tebakanku yg membunuh sang duk adalah hyung joon dg alasan supaya sang duk tdk memberitau siapa zhoe sebenarnya pd jung woo.Toh jung woo akhirnya tau sendiri siapa Zoe sebenarnya.Ingatkan wbktu detektif kim mau menemui seo yoon waktu detektif kim tau seo yeon masih hidup setelah terbakarnya gudang tempat seo yoon dan joong woo di sekap.Waktu itu mobilnya dibikin kecelakaan sm h y ung joon dan akhirnya moabil detektif kim kecelakaan dan detektif kim meninggal.Dan tujuan hyung joon melakukan itu supaya detektif kim tdk bertemu dg seo yoon dan tdk membawa pulang seo yfoon karena dia tdk pnya teman. Tp kalau dr analisa yg ke2 aku msh sangsi kalau seo yoon yang mekakukannya dg alasan kalau seo yoon masih mengalami trauma yg berat yg tdk mungkin dg mudahnya menemuinya bahkan membunuhnya.Tp bs beqbalik jg kalau seo yoonya sendiri punya kepribadian ganda seperti yg di katakan sm mba dee.Dan di eps 12 ini disela2 bnyx isi mbkna dan amalisa yg begitu rumit menurut sy,ada kata2 yg aku suka yaitu ibu choi mangg4l jung woo dg menantu.Itulah isi komentarku untk eps 12 ini.Semuanya hny pendapat dan pikiran saya saja. Bnr kata mba dee drama ini sangat berat isi dan maknanx.Sy jg kadang masih4 bingung.Maaf ya ini komennya agak gelepotan hee ...he.,hee....Untuk mba dee terima kasih ya dan ttp semangat ditunggu eps selanjutnya .Dan buat yg lain sejamat malam da n selamat istirahat.maaf ya komenku gelopatan gini.Karena hpku lg bermasalah. *Apry* k kjamat 7s7qrprp kh wx bk477 7ah 77 ua z, wx dan kalau menurut 7y zy 7s 7s kj5aa

    ReplyDelete
  19. habis baca sinop eps 12 jadi byk rahasia,, klo memang da orang lain yg ngebunuh KSD aq juga curiga jgn2 HJ yg ngebunuh setelah baca koment mba dee.. n teman2 krena HJ tkut klo KSD akn ksh tau JW klo Zoe itu LSY, tp klo dipikir2 lg KSD kan dah ketemu LSY tp dia ga ngenalin... jd bingung juga ..

    Klo menurut qu kaya LSY datang ke apartemen KSD karna mau ambil hp nya yg diambil sama KSD wkt terjadi tabarakan... tapi kaya nya dia ga jadi amabil karna mash trauma n takut ketemu KSD.. maka nya dia msh di parkiran mobil..

    Ingat eps 1 pertama ga, kan ada adegan JW lg megang LSY terus ngarahin tembakan ke orang, apa mungkin itu HJ..dan mungkin juga itu tar ada di eps2 terakhir..hahahha #nebak .com#

    rahasinya belom terbongkar semua..
    1. siapa yg bunuh Tante harry?
    2. siapa yg chat sm harry?
    3. siapa yg bunuh KSD?
    4. apalagi yacg.. :S drama yg complecated bgt

    Aq sampe ga mikirin happy or end ini drama,ga kaya RTP n NG penasaran END nya

    Untuk mba dee tetap semangat buat sinop nya, karna aq cuma bisa nonton eng sub nya, biar afdol baca sinop mba dee heheh :

    Semangat.. terima kasih mBa Dee :D
    #maaf komen nya kepanjangan# sebenar nya mash byk mau curhat nih drama tapii...?

    ReplyDelete
  20. *masuk lagi ke kolom comment* klo bkan HJ atau SY yg bunuh mungkin aja taejoon :D *

    yuyun

    ReplyDelete
  21. aq juga baru baca klo pyc memberikan bocoran akhir ceritanya tidak happy ending. klo menurutku sih ini ada kaitannya dengan ep.1 ada adegan jung woo jatuh tertembak di kepalanya.siapa yg menembak dia sendirikah atau lee so yeon yang kata mbak dee kemungkinan ia berkepribadian ganda. lalu harry yg terlihat menangis disambing tubuh yg tergeletak dilantai. apa kah itu so yeon atau ibunya.seakan akan ia terpaksa membunuh orang itu untuk menghentikan tingdakannya. aq tidak bisamembayangkan klo akhir ceritanya seperti memories in bali. LSY menembak JW dan KHJ membunuh LSY untuk menghentikan penderitaannya.ataukah justru harry yang membunuh LSY krn tidak bisa memilikinya dan tidak ingin LSY bersama jung woo sementara jung woo bunuh diri karena bersalah semua penderitaan lsy bermula dari dirinya dan alasan nya unuk hidup tdk ada lagi.ini hanya menurutku loh

    ReplyDelete
  22. klo mpe ne drama sad ending,, berarti itu akan jadi 3x dramanya si yoochun berakhir dgn sad ending,,, kok gituuuu sihhhh

    ReplyDelete
  23. Entah ya,,,,baca beberapa sinopsis IMY , cm dsini yg paling enak dsimak ,,tervisualisasikan dgn jelas,,,comment nya seruuuuu!:-)

    ReplyDelete
  24. @all : thank you, sudah sharing pikiran tentang drama ini.
    @anggraini : thank you koreksinya, aku udah tambahin adegan iii uuu heeeuunn-nya itu. :)
    @last anonims: aku juga baca di soompi tentang komentar Yoochun. Ini aku ambil dari salah satu artikel dari forumnya:

    During the Q&A session, Park Yoo Chun shared, “Personally, I would like a sad ending.” He continued, “There hasn’t been any confirmation on how it will end. I’ve talked to the director about it several times, and based on the story that’s been told up to know, he has hinted that a happy ending might be difficult.”
    The singer-actor also stated, “Personally, I think a sad ending might be better than a happy one. Whether it be a tragedy or however it flows, I think having a sad ending is better than a brighter, happier one.” He added laughingly, “Ever episode after episode of crying, I think I’ve gotten used to it.”

    Kalo gak salah pas jamannya SKKS, Yoochun juga pernah ngomong kaya gitu. Ia lebih suka kalau SKKS nggak happy ending. Tapi bedanya ia ngomong setelah SKKS tamat. Jadi, moga-moga endingnya juga sama kaya SKKS, tetap happy ending. :) Moga2 juga happy ending yang tak terduga kaya nice guy.
    Kalo nggak, ya namanya juga drama melo. Memang harus sia2 tisu.

    ReplyDelete
  25. mo tanyak
    ad yg mo jlasin g NG itu ap si? :p

    ReplyDelete
  26. @retty asica
    NG ituu NOT GOOD,, artinyaa adegan yg g bgus akibat kesalahan para aktor/aktris sehingga adegan tersebut harus diulang lagi,,, disalah satu BTS (behind the scene) IMU,, terdapat NG tpi bukan kesalahan pemain melainkan sutradara yg hapenyaa bunyi,, LOL

    ReplyDelete
  27. OOT,,, mb dee q mo tanya ada g aktor ato aktris laen yg punya penghargaan film/drama lebih banyak daripada yg dipunyai yoochun kita mbak??? klo g ada berartii yoochun benar2 daebak yaaaa

    -oeni-

    ReplyDelete
  28. thats why, saya gak ngikuti drama ini mbak, walopun usia cuma beda 1 th di atas 17, tapi berhubung yang main oppa-beneran gak tega t.t
    makasih banyak udah jadi ahjumma para teenager kayak saya, jadi bisa ngingetin ^^
    love u mbak dee!!!

    ReplyDelete
  29. @retty asica:NG itu singkatan dari drama Nice Guy,drama yg genreny jg melow drama yg tayang d kbs2 sblm I Miss You..drama ini juga bkn mbk dee,mbk fanny n temen2 pecinta kdrama ber-galau ria..DIREKOMENDASIKAN untuk d tonton!blog mbk dee n mbk fanny bkn sinopsisnya loh..
    Mbk dee teteP semangat untk tulis sinop IMY!!FIGHTING!!└(^o^)┘
    -desyyummy-

    ReplyDelete
  30. @oeni
    yg menarik dri chunnie,, dia selalu mendapatkan penghargaan dari semua dramanya,, dalam waktu 3 tahun semenjak debut dramanya di tv chunnie telah memperoleh 11 penghargaan,, super sekalii,, aku juga penggemar berat chunnie

    ReplyDelete
  31. mbaaaak kok aq jadi pusing ya baca sinopsisnya... pusing karena penasaran hehehe..... tetep semangat ya mbak,ditunggu sinopsis berikutnya

    ReplyDelete
  32. pembunuh KSD yang kedua sangat misterius yah, tapi kalo menurut ku orang itu adalah orang yang dikenal baik oleh KSD ... sebab melihat ekspresi wajah KSD yang ketakutan sesaat sebelum mulutnya di tutupi dengan handuk basah .... mungkinkah itu han tae jon ayah jun woo, mengingat dia orang pertama yg dihubungi KSD setelah keluar dari penjara ....

    ReplyDelete
  33. bru kali nie aq koment habis bacanya lewat hp jadi gak bisa coment...bener bget kayaknya yang bunuh perawat hye mi itu harri/hyung joon dan ia mau taejon ayahnya jun wo jadi tersangkanya dan ingin jun wo menyelidiknya supaya jun wo menangkap ayahnya.. sedangkan yg bunuh sang deuk kayaknya bukan hyung joon karena pada waktu sang deuk mati hyung joon sedang pergi ke taejon klo gak salah trus klo benar dia pembunuhnya motifnya apa coba...mungkin yang bunuh suruhannya taejon agar sang deuk gak meras dia.
    tpi moga ini happy ending,klo emank di bikin sad ending pinginya semuanya mati selesai deh..jadi gak kepikiran...

    ReplyDelete
  34. emang bener,, dua drama >> IMY n NG >> konfliknya berat bgt.

    saya nonton bareng,, maksudnya bergantian per episod gt... Hwuaaa

    ReplyDelete
  35. menurutq yg membunuh michelle kim adlh harry borrison.. harry sngt mmbenci michelle kim... episode ini bner2 nguras air mata slalu siap ember

    ReplyDelete
  36. tp di bandingkan dn Nice Guy, I Miss You ne jln certanya lbh berat n complicated... hadeh jdi semakin cinta ma Yoochun bnr2 artis multitalenta

    ReplyDelete
  37. di kapanlagi.com yoochun bilang bahwa ia ingin drama IMY berakhir sedih Huwaaaa *nangisgulingguling

    tapi keputusan tetap di tangan sutradara, tapi kemungkinan besar drama ini memang akan sad ending T.T *Galau dah saya nyaaa..

    ReplyDelete
  38. Menurutku sih happy ending (ngarep), sbnrnya Yoochun beresiko bgt buat bilang kl drama ini bakal sad ending, kenapa ya d bisa ngomong gitu? Apa bagian dr strategi marketing IMY ?mungkin nanti bakal ada lovey dovey scene yg bikin penonton penasaran n ngarep. Kyknya kl dari komentar d yg aku tangkap, Yoochun sendiri blm tau seperti apa endingnya. Tp kl liat gejalanya mengarah ke sad ending.

    ReplyDelete
  39. kata mba dee,,kemungkinan suara yg kt ibu choi itu suara sepatu tp suara tongkat'nya hyung joon gt,oohh bukanya hyung joon ga tw ya klo s sang deuk itu yg dulu memerkosa su yoen..hehehe itu kan kt aq ya....ya klo hari rabu ga ada bru bsa nonton hr jum;at dong...mksh mba dee sinopsisnya....semangaaaaaaaaattttt......!!!!!!!


    _amy_

    ReplyDelete
  40. ikutan ngasih komen ah, kita harrus nunggu 2 minggu dong buat lanjutan ep 13. Mau melengkapi yang nanya dry ice, zat itu gas CO2 kering, makanya bisa membakar bagian tubuh, trus aku setuju sama mba Dee bia jadi yang ngebunuh KSD itu Harry, soalnya dia mau ngelindungin Zoe. Tokoh Harry ini misteri banget lho, inti cerita ini sebenarnya balas dendam Harry ke HTJ.

    ReplyDelete
  41. aku gk bisa komen yg macem" utk drama yg satu ini.. dr episode satu ke eps yg lain bner2 gk bsa di tebak apa yg akan trjadi,,
    mb dee.. umur ku baru 14th, utk memahami scene" yg "njelimet" aja aku hrs bolak-balik bacanya, klw gk dilanjutin bisa2 ku mati penasaran..hehe
    btw, sybill tu siapa/apa y mb?

    -salsa

    ReplyDelete
  42. paling suka mampir ke blog ini karena sinopsisnya yg bikin galau sama komentar para readersnya...
    bener2 drama yang memguras emosi banget, semoga aja g spt Memories of bali isa banting kompi hehehehee...
    dan aku masih percaya bahwa Herry yg ngebunuh Sang Deuk dan Suster jang karena dia kayaknya punya jiwa pembunuh dan rada psyko (hiks...padahal imut banget Seung Ho) tapi will see mungkin ntar bakalan banyak kejutan yg terjadi diakhir episode dan tetep berharap happy end n ndak ada yg mati
    BTW klo ratting dramanya nembus 20% YEY bakalan ke Asia Tenggara neraktir kru2nya dan semoga aja ke Bali...
    buat mb dee...DAEBAAAKKKK!!!!!



    _fatikyun_

    ReplyDelete
  43. baru lewat pertengahan jalan cerita kita sudah dibuat galau atas bocoran yang endingnnya tidak happy ending. mumpung masih tersisa 8 ep. harusnnya sang penulis skenario minta saran cerita pada publik yang akhirnya bisa happy ending. habis malahnya kan sang sutradara dan penulisnya tidak menemukan alur cerita yang bisa happy ending.

    ReplyDelete
  44. Hadeeeh...trnyata aku dan chunnie beda bgt yaa,,aku brharap semua drama yg ku tonton happy ending, cozz brharap tokoh kesayangan dapet kebahagiaan..huuffft, klo akhirnya harus sad ending harus nyiap2in hati dunk..walopun aku ttp brharap ada happy ending tak terduga seperti d nice guy,,,jeball SW-nim,,ijinkan harapan kami ttp tumbuh..hahayy. # Mutiedptk#

    ReplyDelete
  45. Ikut komen dunk.... Temen chatting Harry yg misterius itu q curiga itu sekretaris Park. CMIIW, sepertinya yang dimasukkan ke mulut Kang Sang Deuk itu bukan dry ice tapi tetrodotoxin. Q juga khawatir bakal sad ending secara liat preview yang Yoochun ditembak kepalanya di gudang itu. Tapi rambut Jung Woo kan beda di preview itu. Aduh, jadi pusing. Anyway, thank you buat mbak Dee buat sinopsisnya. Kalo belum baca sinopsisnya suka gak ngerti liat IMU nya. ^^

    ReplyDelete
  46. walau saya suka ama kdrama nice guy tapi ,MY lebih menarik ceritanya di banding NG, kalo NG blm nangisnya cuma bentar doank tapi kalo MY nangis nya lama smpe mata bengkak , mgkn ini alasan admin nyaranin buat ga nonton yang umurnya under 17 thn.Saya sendiri masih 15 thn tapi apa blh buat alurnya bikin penasaran terus.

    ReplyDelete
  47. saya jg blm 17 thn masih 14 thn. tp mw gimana lg. dh terlanjur, kalo putus ditengah drama jd ga bisa tidur mikirin drama ini bagaimana mn kelanjutannya.
    aku suka sm drama ini. setiap episode pasti nangis mulu. aku sdh lihat filmnya. tp g ad subtitle indo. untung bhs inggris saya lumayan. tp ada yg g ngerti jg. makanya bc sinopnya lg. :D

    ReplyDelete
  48. bukankah saat itu, sang deuk menyuruh soo yeon datang ke apartemennya? mungkin juga, soo yeon g tw kl sang deuk dibunuh oleh bibi choi jd dia msk aja. tp kok dia bisa buka pintu apartemennya?

    ReplyDelete
  49. Makin bingung aj ngikutin jalan ceritanya...

    Kayanya yg ngbunuh KSD bneran HJ deh, soalnya KSD tau jawaban pertnyaannya HJW soal siapa yg nyuruh dia nyulik HJW. Itu kan ibunya HJ, sbg taktik supaya dia jg bisa mengancam HTJ. Trus soal Michele kim, kayanya HJ jg deh yg bunuh, soalny kmungkinan dia tau bahwa HJ yg bunuh Det. kim. (sok tau)

    BTW, Sang chul itu siapa yaa? Lupa nih kebanyakan pemerannya hehe

    ReplyDelete
  50. TQ banyak atas sinopnya..... sebelumnya saya malas baca dan nonton drama ini karena bukan penggemar Park Yochun. Tapi setelah membaca sinop ini woowwww..... keren habis alur critanya.... jadi pengen nonton drama ini. cukup berat critanya....
    TQ ya mbak.....

    ReplyDelete