rotator and add

December 14, 2012

Sinopsis I Miss You Episode 11 - 1

Sinopsis I Miss You Episode 11 - 1



Jung Woo pingsan tersengat penyetrum yang ada ditangan ibu Choi. Tanpa ekspresi, ia memungut handphone Jung Woo yang berbunyi, menunjukkan ada rentetan SMS masuk. 


Ternyata SMS itu dari Detektif Joon yang mengirimkan beberapa SMS sekaligus : Anak bibi, Bora, telah meninggal; Ia diperkosa dan bunuh diri 5 tahun yang lalu; Ia pasti pelakunya; Jung Woo, kau harus menangkapnya; Kami akan segera kesana; tunggu telepon dari kami;


Dengan kakinya, Ibu Choi memeriksa apakah Jung Woo benar-benar pingsan atau tidak. Jung Woo tak bergerak sama sekali dan Ibu Choi berkata seolah menyalahkan Jung Woo yang terlalu percaya, “Sudah kubilang kan dunia ini adalah tempat yang menakutkan dan aku juga telah memperingatimu untuk tidak mempertaruhkan nyawa demi orang lain.”


Di kantor polisi, Detektif Joon meminta pada atasannya agar mereka segera bergerak melakukan pencarian di sekitar rumah ibu Choi. Ah Reum yang masih ada di kantor polisi hanya bisa menangis.

Atasannya menyuruh anak buahnya untuk melacak handphone Jung Woo jika handphone itu belum dimatikan. Ia juga menyuruh anak buahnya untuk menjaga rumah ibu Soo Yeon dan mengantarkan Ah Reum pulang, walau Ah Reum bersikeras untuk ikut mencari


Di rumah, walau Eun Joo mencoba menenangkan ibu kalau semuanya akan baik-baik saja, tapi ibu tetap tak berani membuka matanya dan terus menerus menangis, mengkhawatirkan keselamatan Jung Woo.


Mereka berhasil melacak handphone Jung Woo di tempat pembuangan sampah dan Detektif Joon mengais-kais sampah-sampah itu, tapi tak ada Jung Woo di sana.


Atasannya menemukan handphone Jung Woo di balik tumpukan sampah. Dan di layar handphone itu, tertulis pesan, “Anakku, sudah mati.”  


Detektif Joon semakin panik dan kembali mengais-kais sampah itu, berteriak-teriak mencari Jung Woo. Tapi atasannya menenangkan Detektif Joon, berkata kalau ibu Choi pasti ingin membuat mereka bingung dan bertanya dimana alamat terakhir Ibu Choi. 


Jung Woo akhirnya sadar, tapi ia kaget karena tangan dan kakinya diikat. Mulutnya pun tertutup lakban. Ia mencoba melepaskan diri, tapi ibu Choi sudah muncul. 


Lengkap dengan baju yang ia pakai saat membunuh Sang Deuk dulu dan berkata, “Aku bangga dengan kemampuanmu menyelidiki. Seharusnya kau menunggu beberapa hari lagi, karena aku akan segera menyelesaikan semuanya dan akan menghilang.”


Ibu Bora mengambil sebuah botol obat dan duduk di depan Jung Woo, berkata pelan, “Putriku Bora, sudah mati,” ia menatap seragam di dalam keranjang, mendesah, “Karena itulah aku tak akan bisa menemuinya lagi. Kau pasti lebih mengerti perasaan ini daripadaku. Apakah dia, gadis itu?”


Jung Woo menyadari kalau yang sedang dibicarakan ibu Choi adalah Soo Yeon. Ibu Choi mengeluarkan pil dan membuka lakban di mulut Jung Woo, “Apakah cukup bagimu, dapat melihat Soo Yeon lagi?”


Begitu lakban dibuka, Jung Woo memohon agar ia diperbolehkan menelepon Soo Yeon sekali saja, “Aku bisa saja menangkap bibi ketika aku masuk ke dalam rumah ini. Aku tak minta untuk dilepaskan. Suaranya.. Biarkan aku mendengarkan sekali ini saja.Bukankah kata bibi, ingin menjadikanku sebagai menantu? Maukah bibi melakukannya?”

Ibu Choi tersenyum, “Tentu saja aku akan melakukannya untukmu. Tapi putriku, Bora berkata kalau pria itu akan datang lagi dan ia sangat ketakutan. Ia memintaku untuk membunuhnya segera,” katanya sambil mengangsurkan beberapa pil pada Jung Woo, “Makanlah..”

Hyung Joon masih berdiri di depan pintu Soo Yeon, menununggu pintu terbuka.


Sementara itu Soo Yeon tetap menutup telinganya, tak ingin terus mendengar gedoran pintu. Tapi ia melepaskan tangannya saat handphonenya berdering dan ia mengangkatnya. 


Mulanya tak ada suara yang terdengar, tapi kemudian Soo Yeon mendengar suara lemah yang berkata, “Ini Han Jung Woo.” 


Soo Yeon mengerutkan kening mendengar kata-kata Jung Woo selanjutnya, “Kau ingat, bukan? Lampu yang mati dari rumah Soo Yeon.. ada 15 langkah. Lampu itu sekarang tak menyala lagi. Kupikir kau akan mengerti. Aku.. merindukanmu.. Soo Yeon-ah..”


Dan tak terdengar suara Jung Woo lagi, karena Jung Woo sudah tergeletak tak sadarkan diri. Sepertinya Jung Woo meminum pil itu sebelum ibu Choi mengijinkannya menelepon Soo Yeon.  Tentu saja Soo Yeon panik karena tak mendengar suara Jung Woo lagi. Ia menelepon nomor itu kembali, tapi nomor itu sudah tidak aktif.


Ia akhirnya menelepon handphone Jung Woo, tapi yang mengangkat adalah Detektif Joon yang terdengar sibuk dan panik. 


Soo Yeon langsung menduga ada sesuatu yang terjadi pada Jung Woo dan segera berkata kalau ia baru saja mendapat telepon dari Jung Woo.


Detektif Joon kaget, “Jung Woo? Kau mendapat telepon dari Jung Woo?” Ia memberitahu Soo Yeon kalau Jung Woo terakhir diketahui sedang membuntuti pembunuh Sang Deuk, “Namun ia sekarang menghilang. Kupikir ada terjadi sesuatu, tapi aku tak berani mengatakannya. Apakah kau yakin itu Jung Woo?”


Soo Yeon memastikan kalau telepon itu dari Jung Woo. Hyung Joon akhirnya berhasil masuk kamar Soo Yeon dan melihat betapa panik dan takutnya Soo Yeon, menjadi khawatir dan bertanya, “Apa yang sedang terjadi.”


Soo Yeon terbata-bata menyebut nama Han Jung Woo, tapi ia tak bisa menceritakan dengan jelas, sehingga Hyung Joon menarik tangan Soo Yeon ingin mengambil alih handphonenya, tapi Soo Yeon tak mau.


Ia berkata pada Detektif Joon, “Lampu jalan! Ia berkata tentang lampu jalan. Harusnya ada 280 langkah dari lampu jalan ke rumahku. Tapi ia berkata 15 langkah. Tak mungkin Jung Woo melupakannya.”


Hyung Joon terpana mendengar kata-kata Soo Yeon yang ingatan masa lalunya masih melekat, dan ia melepaskan tangan Soo Yeon. Soo Yeon tak menyadari perubahan sikap Hyung Joon, berkata pada Detektif Joon, “Lampu jalan mati. 15 langkah.”

Whoaa… dan para polisi mencari lampu jalan yang mati di seluruh penjuru Seoul? Coba kalau kejadian di kota di Indonesia. Pasti susah banget tuh, kan banyak sekali lampu jalan yang mati. Apalagi kalau ada pemadaman total.


Tapi para polisi itu memang mencari lampu jalan yang mati. Dan ternyata mereka juga kesulitan mencari. Tapi mereka kesulitan mencari lampu jalan yang mati, karena semua lampu jalan menyala. Ha.


Salah satu polisi bertanya apakah mereka harus memperluas area pencarian karena di area itu tak ada lampu yang mati. Tapi atasan Jung Woo menolaknya, karena berdasarkan waktu Jung Woo meninggalkan kantor polisi sampai handphonenya mati, hanya 12 menit saja. Jadi radius pencarian mereka seharusnya hanya se-area itu.


Detektif Joon melaporkan kalau tak ada lampu yang mati, dan menyarankan untuk mencari di alamat ibu Choi yang terdaftar. Tapi menurut atasan Jung Woo, rumah itu sudah kosong. Detektif Joon merasa mereka seperti hilang arah, “Apakah mungkin Jung Woo hanya omong kosong saja?”

“Apa kau pikir Jung Woo akan berbicara omong kosong di situasi seperti ini?” sergah atasan Jung Woo.


Ternyata atasan Jung Woo benar. Ada laporan yang sudah menemukan lampu jalan yang mati. Mereka buru-buru pergi ke tempat itu.


Hyung Joon marah melihat Soo Yeon mendekap handphonenya erat-erat, tak ingin memberikan pada Hyung Joon. Soo Yeon bersikeras kalau mungkin Jung Woo akan meneleponnya di handphone ini lagi. 


"Jung Woo.. katanya telah menghilang. Diculik. Jika ia diculik, maka..,” Soo Yeon gemetar mengingat rasanya diculik dulu, “Siapa yang tahu apa yang akan terjadi!”


Hyung Joon memandang Soo Yeon, yang menangis dan memegangi lengan mantelnya erat-erat, akhirnya mengalah, “Pergilah. Kita pergi bersama mencarinya. Kau bertindak seperti ini karena kau mengingat masa lalumu. Karena trauma itu. Jadi pergilah, dan jika hal itu tak dapat berakhir dengan segera, maka lupakanlah hal itu secara perlahan-lahan. Aku akan menolongmu. Tapi kau sudah tak berusia 15 tahun lagi.”


Tae Joon mendapat informasi tentang Harry Borrison dari kedua sekretarisnya. Namun Sekdir Nam hanya memberikan informasi kalau Harry adalah orang yang bersih. Sedangkan Sekretaris Park memberikan dokumen lengkap tentang masa lalu Harry.

Harry memiliki nama asli yaitu Moon Hae Joon, yang diadopsi di Perancis pada umur 5 tahun. Ia mendapat informasi dari guru Harry dulu, bahkan memberikan foto SD-nya yang sama sekali tak mirip dengan Hyung Joon kecil. Ia juga memberikan informasi tentang Zoe yang juga diadopsi saat di Amerika dan dibawa orang tua angkatnya ke Perancis.

Tae Joon kesal melihat Sekdir Nam yang hanya memberikan sekelumit informasi, padahal informasi yang didapat Sekretaris Park sangatlah banyak. Saking kesalnya, Tae Joon menyuruh Sekdir Nam, “Aku yakin suatu saat nanti kau akan berguna. Sampai aku meneleponmu nanti, kau pura-pura mati saja. Sekarang keluar!”

Sekdir Nam keluar walau sempat menatap kesal pada sekretaris juniornya ini. Sebelum keluar, ia sempat melihat Sekretaris Park memberikan flash disc yang katanya berisi catatan akuntasi akhir tahun dari perusahaan mereka, yang segera disimpan Tae Joon di laci mejanya.

Pertemuan mereka terganggu oleh Ah Reum yang berteriak memohon pada ayahnyan untuk menyelamatkan Jung Woo yang menghilang saat menyelidiki pembunuh Sang Deuk, walau ibunya mencoba menahannya.

Tae Joon marah dan berkata kalau semenjak Jung Woo kabur dari rumah ini, ia sudah tak menganggap Jung Woo sebagai putranya lagi, dan menyuruh Ah Reum untuk masuk ke kamarnya sendiri.

Namun saat Tae Joon sendiri di ruang kerja, ia tak dapat menutupi perasaan khawatirnya akan hilangnya Jung Woo.

Di sekitar lokasi kejadian, para tetangga ribut karena banyak polisi datang. Detektif Joon yang masih panik dan khawatir membentak mereka, “Apakah kalian pikir para polisi menggeledah tempat ini hanya untuk main-main?” Untung atasannya menenangkannya dan salah satu rekannya melaporkan kalau Jung Woo sudah ketemu. 

Ternyata Jung Woo terbaring di kamar yang sama, dan seakan hanya tidur berselimut tebal. Detektif Joon mencoba membangunkan Jung Woo tapi tak ada reaksi, dan ia semakin panik. 

Atasan Jung Woo melihat ada makanan yang disiapkan dan sepucuk surat yang di amplopnya bertuliskan, “Ibu, maafkanlah aku.”

Soo Yeon dan Hyung Joon sampai di TKP dan melihat ada ambulans di sana. Soo Yeon ingin keluar, tapi Hyung Joon mencegahnya, “Aku yang akan memeriksa keluar. Sangat berbahaya di luar sana, jadi kau tinggallah di sini.”


Dikhawatirkan seperti itu, Soo Yeon malah mengkhawatirkan Jung Woo, “Tak mungkin kan ada terjadi sesuatu pada Jung Woo?”


Kata-kata Soo Yeon membuat Hyung Joon semakin marah. Ia menghela nafas sebelum berkata, “Zoe, aku mengerti kau khawatir. Tapi tolong tahan dirimu. Aku juga berusaha keras untuk menahan diri.“ 

Dan Hyung Joon pun keluar, bersamaan dengan Jung Woo yang pingsan dibawa keluar dari rumah itu. 

Dari kejauhan Soo Yeon melihatnya. Melihat Jung Woo tergolek tak sadarkan diri, ia kembali teringat betapa Jung Woo tak ingin memborgolnya saat ia dijadikan tersangka, betapa Jung Woo tak ingin melihat Soo Yeon terluka lagi dan tak akan melepaskan Soo Yeon lagi. 


Ia tak dapat menahan air matanya saat teringat janji Jung Woo untuk menemukan pelaku pembunuhan itu.

Hyung Joon menyapa atasan Jung Woo yang kaget melihat kedatangannya. Atasan Jung Woo berterima kasih karena informasi Zoe sangat membantu. Hyung Joon mencari tahu kondisi Jung Woo, dan mendengar Detektif Joon memberitahu atasannya kalau ia akan menemani Jung Woo ke rumah sakit.

Betapa marahnya Hyung Joon melihat Soo Yeon tak mengikuti perintahnya, malah keluar mobil dan menatap ambulans yang pergi itu dengan tatapan khawatir.

Di rumah sakit, Soo Yeon hanya bisa menunggu di depan kamar Jung Woo, ingin masuk tapi ragu. Setelah sekian lama, ia akhirnya memberanikan diri untuk masuk setelah mengetuk pintu tapi tak ada yang menyahut di dalam kamar itu.


Ia mengintip ke dalam kamar, tapi tempat tidur Jung Woo kosong, maka ia pun masuk ke dalam. Ternyata Jung Woo ada di kamar mandi, sedang berganti pakaian.

Tapi belum selesai berganti baju, Jung Woo sudah keluar kamar mandi, membuat Soo Yeon terkesiap kaget dan salah tingkah. Ia malu dan membalikkan badannya . Jung Woo pun juga kaget, dan buru-buru berpakaian. 

Tapi Soo Yeon membalikkan badannya untuk keluar sehingga Jung Woo dihadapakan 2 pilihan. Mencegah Soo Yeon yang ingin pergi dengan ia memakai pakaian, Jung Woo pilih mana?


Tentu saja ia ingin mencegahnya. Namun belum sempat Soo Yeon membuka pintu lebih lebar, ternyata Detektif Joon sudah membuka pintu lebih lebar dan berteriak sambil menutup matanya,” Ibu!! Ahh!!”


LOL, btw, kalau Detektif Joon menutup mata, tapi kenapa Soo Yeon tak menutup mata, ya? Malah memegang pipinya? 

Lebih LOL lagi saat Detektif Joon bertanya konspiratif pada Soo Yeon, “Apa aku tak seharusnya membuka pintu tadi?” Kenapa juga ia menyilangkan tangan ke dadanya sendiri, coba? Memang dia yang tak memakai baju?

Jung Woo menarik seniornya, meminta seniornya untuk tak mengoda Soo Yeon. 

Dan seniornya itu memindahkan godaannya pada Jung Woo. Dengan lebay, ia merengek manja pada Jung Woo, “Jung Woo-yaa.. Jangan lakukan itu padaku.”

Tentu saja Jung Woo kaget melihat aksi Detektif Joon dan ia melirik Soo Yeon salah tingkah. LOL, jangan-jangan dia takut Soo Yeon salah anggap kalau seniornya itu naksir lagi padanya. Apalagi Detektif Joon menyandarkan kepalanya di dada Jung Woo, “Kenapa kau seperti ini sekarang? Mmhh.. Aku tak ingin melepaskanmu pergi. Ya... ”

Melihat mereka, satu merengek satunya lagi salah tingkah, membuat Soo Yeon geli, dan akhirnya tak tahan. Ia pun tertawa terkekeh-kekeh, membuat Jung Woo pun tersenyum melihat senyum lepas Soo Yeon.

Aww… Detektif Joon.. pasti dia sebenarnya adalah cupid yang menyamar jadi detektif deh..

Hyung Joon pun melihat tawa Soo Yeon dan suasana ruangan yang jauh dari kekhawatiran yang tadi dirasakan oleh Soo Yeon. 

Namun suasana menjadi hening setelah ia datang. Jung Woo menepuk seniornya, menghentikan guyonannya karena ada orang datang. Bersikap biasa, Hyung Joon menanyakan kondisi kesehatan Jung Woo. 

Detektif Joon langsung mensyukuri kalau kemarin Jung Woo hanya menelan pil tidur. Kalau pil itu adalah tetrodotoxin, maka Jung Woo sudah dalam bahaya besar. Dan ia mendorong Jung Woo ke tempat tidur, dan menyuruhnya beristirahat. Tapi Jung Woo tak mau karena ia harus menangkap pelakunya. 

Ia menatap Soo Yeon yang terdiam dan berterima kasih atas bantuannya kemarin malam. Hyung Joon menyelanya, meminta Jung Woo untuk berbicara berdua saja.

Hyung Joon berkata kalau ia akan membuktikan kalau Zoe bukanlah Soo Yeon dan akan mencari Soo Yeon yang sebenarnya. Jung Woo mempersilahkan Hyung Joon untuk mencarinya. Dan Hyung Joon pun bertanya lagi, “Jika aku menemukan Soo Yeon dan Soo Yeon tak mau kembali karena ia tak mau menemui Han Jung Woo, apakah aku harus tetap menyeretnya juga?”

“Ya,” jawab Jung Woo, “Aku ingin bertanya pada Soo Yeon langsung. Untuk mengetahui apakah itu keinginan Soo Yeon yang sebenarnya ataukah keinginan Harry.

Hyun Joon tersenyum dan berkata kalau ia iri pada Jung Woo yang bisa meninggalkan dan mendekati orang itu kembali sesukanya. Ia sendiri tak dapat melakukan hal itu, “Apapun yang terjadi, aku tak akan PERNAH melarikan diri dan meninggalkan Zoe sendirian.”

Jung Woo berkata kalau Hyung Joon banyak mengetahui tentang dirinya. Hyung Joon berkata kalau ia sendiri pernah merasakan luka dan ketakutan akibat ditinggalkan oleh ibunya, 

“Aku mengetahui rasanya hal itu. Jadi jika ibuku ingin kembali padaku, aku tak akan pernah memaafkannya. Jika kau bertemu Soo Yeon, kau harus menanyakan hal itu dulu. Apakah ia benar-benar memaafkan dirimu sepenuhnya?”


Jung Woo tersenyum miris dan bertanya apakah memberi maaf itu sedemikian mudahnya? “Karena aku tahu, akan butuh waktu selamanya hingga orang itu memaafkan aku, maka aku akan berada di sisinya. Menunggu dan terus menunggu.”

Hyung Joon diam, dan Jung Woo mengajak Hyung Joon untuk minum bersama karena dulu Hyung Joon berkata kalau ia tak membencinya, “Hanya satu gelas saja, karena aku gampang mabuk.”

Detektif Joon dan Soo Yeon menunggu di depan kamar dan detektif Joon tak tahan untuk berkomentar kalau Zoe pasti mengencani pria berdasarkan tampangnya. “Kedua pria itu, tampangnya.. alisnya..”

Gaya Detektif Joon menggambar ketampanan Jung Woo dan Hyung Joon membuat saya bertanya-tanya, nih.. jangan-jangan … hehe.

Eun Joo muncul membawakan makanan dari ibu. Jung Woo keluar kamar dan tanpa menatap Soo Yeon dan Eun Joo, mengajak seniornya pergi.

Eun Joo berteriak karena dicuekkan, “Hey, ibu benar-benar mengkhawatirkanmu! Kau kesini! Berhenti! Heh, kalau kau akan diusir dari rumah kalau kau pergi seperti ini!”

Eun Joo pun mengejar Jung woo, meninggalkan Soo Yeon yang heran mendengar kata rumah dari mulut Eun Joo pada Jung Woo. Ia pun teringat Jung Woo yang memarahi lampu jalan, yang ada di dekat rumahnnya bukan rumah Jung Woo, yang berkedap-kedip. Kecurigaannya pun muncul.

Hyung Joon melihat Soo Yeon menatap kepergian Jung Woo dan mendesah kesal.

Di lift, Soo Yeon ingin berkata pada Hyung Joon, tapi Hyung Joon menolak berbicara. Ia sedang marah dan meminta waktu untuk sendiri. Ia tak ingin pertengkaran mereka untuk pertama kalai selama 14 tahun ini, adalah pertengkaran mengenai Jung Woo.


Di ruang rahasianya, Hyung Joon menelepon Sekdir Nam, meminta laporan keuangan rahasia milik Tae Joon. Tapi Sekdir Nam memintanya bersabar karena hal itu tidak mudah. Tapi Hyung Joon mengancam akan memotong bayarannya jika ia harus menunggu lebih lama lagi.


Hyung Joon chatting dengan teman onlinenya, memberitahu kalau Zoe sudah goyah karena Han Jung Woo. Ia ingin segera kembali ke Perancis, “Jika seseorang merasa benci terlalu lama, orang itu akan salah mengira kalau perasaan itu adalah perasaan rindu.”


Temannya merasa Hyung Joon sangat marah dan bertanya apakah ia perlu menemui Hyung Joon sekarang? Temannya itu memberi saran untuk menurunkan sedikit kemarahan Hyung Joon, “Pikirkan di hari Han Jung Woo sendiri akan memborgol Han Tae Joon.“

Dan teman itu menulis kata-kata itu seolah mantra yang dapat menenangkan Hyung Joon.


Keesokan harinya, di dalam mobil Jung Woo bertanya apakah seniornya telah menemukan sesuatu? Seniornya itu sepertinya telah menemukan sesuatu dan menatap Jung Woo dalam-dalam dan berkata, “Aku mencintaimu,” membuat Jung Woo kaget.


LOL, nih detektif susah diajak serius. Tapi detektif Joon serius karena ia menyadari kalau perasaan harus segera diungkapkan sesegera mungkin, “Aku menyadarinya saat kemarin. Rasanya mau mati berpikir kalau kau sekarat.”


Jung Woo meminta seniornya untuk tak membicarakan tentang kematian dengan mudahnya, karena ia merasakan perasaan hampir mati itu kemarin. Dan Detektif Joon mengungkapkan perasaan sebenarnya, “Tenggorokanku rasanya serak sekali karena memanggil-manggil namamu, tahu!”


Setelah mengungkapkan perasaannya, Detektif Joon kembali serius dan berkata kalau ada 2 pria yang terlibat dalam kasus Bora. Satu masuk penjara dan satu lagi bebas dan pergi ke Amerika tapi akan kembali. Ia bertanya bagaiamana Jung Woo bisa mengetahui hal ini?

Jung Woo berkata kalau ibu Choi yang mengatakannya. Detektif Joon kagum dengan ingatan Jung Woo yang saat itu sedang dalam kondisi lemah. Ia juga sudah memasang alat pelacak di nomor pelaku yang akan kembali ke Seoul, namun orang itu baru bisa dilacak setelah nomornya aktif.



Dan Detektif Joon mendapat laporan kalau handphone orang itu sudah menyala. Pelaku itu sudah kembali.


Ada seorang pria yang keluar dari bandara, sedang menelepon temannya untuk mengajak temannya yang lain untuk berkumpul, “Hei, jangan ungkit gadis itu lagi. Benar-benar perusak suasana apalagi kalau memikirkan aku lumutan di Amerika karena dia.”


Dari kata-katanya, pria ini sepertinya yang memperkosa Bora. Pria itu menghentikan sebuah taksi yang lewat dan menyuruh supir taksi untuk pergi ke arah Cheongdamdong. Ia kembali berbicara pada temannya, bertanya kapan temannya yang satu keluar dari penjara? Ia tertawa dan berkata kalau mulut teman yang di penjara itu terkunci rapat.


Setelah ia menutup telepon, supir taksi itu bertanya, “Bukannya pulang ke rumah, mengapa kau pergi ke Cheongdamdong?” Pria itu heran, dan supir itu melanjutkan, “Rumahmu kan di Songbookdong.” Pria itu terkejut melihat supir itu tahu banyak tentang dirinya. Siapa supir itu sebenarnya?


“Ibu Bora,” kata ibu Choi sambil mengunci pintu mobil, membuat pria itu berteriak panik dan menyuruhnya untuk menghentikan mobil, “Kau tahu siapa ayahku, kan?”


Tapi ibu Choi tetap menjalankan mobil, tak mempedulikan walau pria itu memukul kepalanya. Terdengar suara sirene polisi. Ternyata Jung Woo sudah ada dibelakang mobil, membuat pria itu berteriak-teriak memanggil polisi. Namun ibu Choi sudah mengeluarkan alat penyetrum dan langsung pria itu pingsan karenanya.

Mobil Jung Woo menghadang taksi itu, dan meminta ibu Choi untuk tak membunuh pria itu. 


Tapi ibu Choi hanya menatap Jung Woo sedih dan tak mempedulikan teriakan Jung Woo yang memohon agar ibu Choi tak membunuh, ia mendekati pria yang sudah pingsan itu.


Tak terlihat apapun, hanya Jung Woo yang terbelalak melihat pemandangan di depannya.

Bersambung ke Sinopsis I Miss You Episode 11 - 2

28 comments:

  1. ksian ibu choi, sisa hidup di hari tua dya pakai bwt mbalas dendam..
    hduh lol, suasana tegang di RS wkt seo yoon jenguk jung woo jd bikin ngakak. hahaha....

    ReplyDelete
  2. i'm the first....haha lucu liat ekspresi SY di rs...malu gitu ketahuan sm JW...

    Semangat ya dee...ditunggu next sinopsisnya...

    ReplyDelete
  3. akhirnya kluar jg...dah mondar mandir dr td nungguin sinopnya mbk de..hehehe

    mks mbk dee d tggu bag 2nya ya.....^____^

    ReplyDelete
  4. Thanks mbak Dee ditunggu bag 2 nya yah. Bener bikin I miss you HJW nih drakor. Denger2 rabu depan gak tayang ya dik korea krn ada pilpres jd tambah lama deh nunggunya..

    ReplyDelete
  5. aku udah nonton. tapi raw nontonnya gada subs..hehehe untung ada mba dee :-* jd ngerti deh apa dialognya

    ReplyDelete
  6. aku suka seniornya jong woo,ha..ha..lucu!!

    ReplyDelete
  7. Semakin bergalau ria dengan ini dramaaaa...

    mba dee semangat ya nulis sinopsisnya.. karna kita selalu nunggu ketikan mba dee.. :*

    ReplyDelete
  8. entah cuman perasaanku aja atw emang kenyataan, seniornya jung woo tu suka ya ma jung woo?? hehe..

    mb dee, mksud dr prkataan ibu bora : "Tentu saja aku akan melakukannya untukmu. Tapi putriku, Bora berkata kalau pria itu akan datang lagi dan ia sangat ketakutan. Ia memintaku untuk membunuhnya segera,”
    mksudnya gmna? -PRIA- disitu siapa?
    klw pria itu org yg merkosa bora, trus knpa ibunya bora mw ngebunuh jung woo?? (wlwpun akhirnya gk jadi..)

    hehe,, mian mb dee.. aku mang sering ddl alias daya dong lambat..:p

    -salsa-

    ReplyDelete
  9. Kejadian di RS......sukaaaaaa banget.....SY & JW
    Ada juga nih adegan yg bikin senyum terus
    Kayanya SY baru sadar kalo selama ini JW ga mengabaikan dia
    Malah menunggu terus sampe tinggal dirmhnya selama ini....
    Galau....galau....galau......
    Ayo lanjut mba Dee....

    ReplyDelete
  10. @salsa :pria yang dimaksud adalah pria yang memperkosa bora (ada 2 orang, dan bukan sang deuk) satu yang ada di penjara dan satu lagi keluar rumah sakit.
    Ia menganggap kalau putrinya memintanya untuk membunuh pria2 itu.

    Berikut adalah surat Bora yang ditemukan atasannya Jung Woo (ada di ep 11 bagian 2) (liat yg aku kasih panah):

    "Bu, ibu menyuruhku untuk cepat pulang sekolah sebelum gelap, tapi aku tak mendengarkan perintahmu. Maafkan aku.
    Ibu selalu marah melihat lututku lecet, tapi badanku semuanya lebam dan membiru. Maafkan aku.
    Bu, walau pergelangan tanganmu terluka, menyetrika seragamku hingga licin. Maafkan aku karena membuatnya kotor semua.
    Ini seperti kecelakaan mobil. Aku akan segera pulih. Aku juga ingin berpikir seperti itu. Tapi aku tak sanggup. Maafkan aku.
    Apakah kau baik-baik saja? Orang-orang yang bertanya seperti itu padaku mulai tak bertanya lagi. Tapi aku tetap mengalami mimpi buruk. Ibu juga tak tidur dengan nyenyak karena aku selalu berteriak dan menangis, kan, Bu? Maafkan aku.
    ====>Orang-orang itu akan keluar dari penjara setelah 5 tahun. <=====
    Ibu.. selamat tinggal"

    Ibu Bora emang gak niat ngebunuh Jung Woo. Ia hanya nyekap Jung Woo untuk melarikan diri dan bisa ngebunuh rapist yang baru pulang dari amerika. Dan pil itu bukan pil tetrodotoxin, cuman pil tidur.

    Dan nggak kok.. nggak ddl. Banyak kata-kata yang aku juga ga ngerti dan ternyata baru ngerti di scene2 selanjutnya. :)

    ReplyDelete
  11. jadi penasaran sama teman chetting harry?terus baru dengar klo rabu depan tidak tayang.bikin ngak sabaran nunggu hari rabu malah tertunda di hr kamis.

    ReplyDelete
  12. Mba dee..ditunggu, pegel..gerah rasanya 3 ga buka blog mba dee..nungguin ni keluar, hihihinthank youuu.

    ReplyDelete
  13. kakak dee makasih ya udah di lanjutin sinopsisnya jadi aku bisa belajar lagi dan ga cemas, tapi masih cemas dikit sih soalnya bagian keduanya belum keluar. hehehe :)
    ditunggu ya kak dee

    ReplyDelete
  14. Mba dee
    Dari awal bangun, smpe pagi2 d dpn kmptr kerja, smpe istirahat makan siang, smpe pulang kerja lg entah udah brapa kali buka 'kutudrama'
    Dan galauku terobati sekarang, thanks mba dee
    Smangat ya, ku setia menanti
    *_-

    ReplyDelete
  15. mbak dee,, klo bkn KSD yg perkosa BORA,, knp dyang choi ngebunuh KSD??? apa krn benci setengah maut kepada setiap pemerkosa meski bkn pemerkosa anaknya???

    ReplyDelete
  16. Wow makin seru nich.Apry

    ReplyDelete
  17. seru bgt~ padahal aku bru nuntn smp eps 6 lanjutannya baca sinopsis disini lohh..

    oya yg kgen Song Joong Ki ma Moon Chae Won dan suka baca fanfic, aku nemu fanfic ChaeKi couple di http://maijeli.blogspot.com/ #just info

    ReplyDelete
  18. Kejutan ibunya hyung joon masih hidup..!!!

    ReplyDelete
  19. Anonymous said...: hidup gimana kak???

    mba dee kok kelenjutannya ga ada?

    ReplyDelete
  20. dari awal aku udah dibuat galau antara milih jung woo atau hyung joon ..
    kekkekekke ..
    soalnya dua duanya aku sukaaa .. ^^

    tapi kayanya aku bakalan milih detektif joon aza ..
    hahha ..

    kalo ga ada detektif joon kayanya sepanjang episode aku bakalan sedih terus ..
    epresi lucunya natural ..
    kayanya bukan lagi acting ..
    xixixi ..

    detektif joon gomawoo .. !!

    .ndah.

    ReplyDelete
  21. Semangat ya mb dee...
    iya kejutan ibunya Hyung Joon g mati tapi disekap sama Tae Joon mungkin ntar buat mojokin Hyung Joon kali, trus kayaknya bu choi g ngebunuh sang deuk mungkin dia hanya menyiksa aja trus mau ngebunuh keburu ada yang dateng (dari ceritanya bu choi pas diintrogasi)
    n ternyata di ep. 12 g ada scane kissnya hahahaha...

    ReplyDelete
  22. mb dee... ada buat sinop twinkle-twinkle g ???

    ReplyDelete
  23. Menunggu hugnya HJW ma LSY niyh.... hahaha... Nanti ada di part 2nya kog.

    ReplyDelete
  24. jung woo pingsan saat dirumah ibu choi. tapi dia dipindahkan ke rmh lain saat pingsan, dan baru bgn saat sdh smp di rmh lain. tapi knp jung woo tau kalo itu 15 langkah dari lampu jalan yg mati? apa ia mengenali tmpt itu? apa jung woo sempat sadar wkt ia dipindahkan? kok bisa tau y? tau sampe 15 langkahnya lagi. jd bingung?????

    ReplyDelete
  25. @monica : dia sih kayanya gak ngitung. 15 langkah itu hanya sebagai kode untuk soo yeon. ia tahu soo yeon pasti ingat berapa langkah dari rumahnya. Ia juga berkata 15 langkah dari lampu jalan yang mati. Dia berkata lampu yang mati, bukan lampu yang berkedip2.
    lampu dekat rumah mereka nggak mati. ingat saat jung woo memarahi lampu itu karena berkedip2? Ia mengatakan kalau lampu berkedip2 lbh menyeramkan dari lampu yang mati.
    Jadi ia memberi petunjuk pada Soo Yeon. Mengapa ia meminta untuk menelepon soo yeon? karena ia tahu bibi Choi pasti akan memperbolehkannya menelepon Soo Yeon, dengan alasan romantisme. Jadi hanya Soo Yeon lah satu-satunya penghubung dengan rekan2nya dikepolisian.

    ReplyDelete
  26. hayo lanjutin, lanjutin, lanjutin dnk
    penasaran berat, soalnya gw sampe bela-belain ke glodok cuma mau beli ni dvd, soalnya di tempat lain pada belum keluar, ehhh sampe nya di glodok, episodenya belum lengkap,baru 2 disc, sisanya nyusul di awal januari,
    capcai da
    lanjutin ya lanjutin :)

    ReplyDelete
  27. ahh ngefans sama detektif Joon...lebay abis...
    tetap semangat yah mbak buat sinopsisx,,,salam kenal....

    ReplyDelete