rotator and add

December 20, 2012

Sinopsis Faith Episode 23


Sinopsis Faith Episode 23


Setelah mengetahui kalau obat yang dimiliki Eun Soo memang rusak, Choi Young pun memutuskan kalau mereka harus segera menuju gerbang langit dan sekarang mereka harus berkemas-kemas. Eun Soo harus segera kembali ke langit agar bisa tetap hidup.

Tapi Eun Soo tak mau. Ia ingin tetap tinggal di Goryeo. Jika Choi Young mengirimnya kembali ke dunianya, apa yang selanjutnya terjadi? “Apakah kau pernah memikirkan perasaanku?”


“Aku pasti akan hidup di sana. Setiap hari, aku akan bertemu orang yang tak aku kenal. Dan saat malam, aku pulang ke dalam rumahku yang kosong. Setiap malam, setidaknya satu kali aku akan memanggil, ‘Apakah kau ada di sana?’ namun tak ada jawaban. Dan keesokan harinya, aku akan hidup seperti itu lagi. Seperti orang mati. Apakah artinya hidup seperti itu?”


“Saat Imja sedang sakit, aku tak pernah ada di sisimu. Bukannya mencari obat untuk orang yang kucintai, aku malah membunuh banyak orang. Bagaimana mungkin orang sepertiku dapat melindungimu? Bagaimana aku berani memintamu untuk tinggal di sisiku?” tanya Choi Young. Dan tangannya bergetar seperti sebelumnya.


Dan Eun Soo melihatnya. Ia meraih tangan Choi Young dan menggenggamnya. Eun Soo pun menangis.

Eun Soo mengompres tangan Choi Young dengan kain hangat, merasakan denyut nadinya dan sambil memijat pundak Choi Young, ia bertanya apakah Choi Young memiliki keluhan lain? Saat dijawab tidak, Eun Soo memberikan diagnosa sementara akan penyakit Choi Young : Sebenarnya bukan tangan Choi Young yang gemetar, tapi pikiran Choi Young yang gentar. 


Choi Young mendudukkan Eun Soo ke hadapannya dan berkata kalau ia akan baik-baik saja. Ia akan bisa makan, bisa tidur, “Dan jika kau memberikan sedikit waktu lagi, aku juga akan mampu melupakan dan tak akan teringat pada Imja lagi. Jadi jangan khawatirkan aku dan pulanglah.” Choi Young juga mengatakan walau mulanya terasa berat, nantinya Eun Soo pasti juga akan baik-baik saja.

Tapi Eun Soo tahu kalau ia tak mungkin bisa. Ia tak tahan hidup sendiri dan ia mungkin akan mulai mencari Choi Young lagi, “Karena aku tak dapat menemukan gerbang langit yang membawaku padamu, mungkin aku akan pergi dan terdampar di dunia asing lainnya.”

Choi Young meminta Eun Soo berjanji untuk tak melakukannya, “Sementara ini, aku akan berada di sisimu sebanyak aku bisa, karena aku selalu khawatir. Dan aku akan membuatmu tertawa, walau aku tak yakin aku bisa.”


Pasukan istana menggeledah kediaman Ki Chul, tapi Ki Chul dan keluarganya telah melarikan diri. Choi Young merencanakan untuk menambah jumlah pasukan di perbatasan untuk mencegah Ki Chul pergi ke Yuan dan menemui kakaknya, Ratu Ki.


Gong Min menyetujui rencana Choi Young dan merencanakan untuk menyerang benteng Ssangsung dan merencanakan untuk menggunakan bekas prajurit dari pasukan pribadi Ki Chul. Choi Young hanya menatap Gong Min beberapa saat dan meminta waktu untuk berbicara berdua saja dengannya.


Setelah mereka berdua, ternyata Choi Young berkata kalau ia melakukan apa yang dilakukan gurunya beberapa hari sebelum gurunya meninggal, yaitu ia menjatuhkan pedangnya. Mulanya, saat itu ia tak mengerti apa artiny itu, tapi sekarang ia mengerti, “Sudah saatnya hamba untuk menggantungkan pedang, karena semakin sulit untuk memegangnya.”


Gong Min terkejut, mengerti maksud Choi Young bicara berdua dengannya. Bukan untuk membicarakan rencanya, tapi ia tak ingin ikut campur. Apalagi Choi Young berkata ia akan melayani Gong Min hingga 7 hari ke depan, karena ia akan mengantarkan Tabib langit.

Hmm.. dan setelah itu, apa yang kau lakukan, Choi Young? Memancing dan mencukur rambut untuk menjadi biarawan? Oh nooo…

Gong Min mengijinkan Choi Young melakukannya, tapi ia akan tetap menunggu Choi Young untuk kembali lagi.


Choi Young memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah rumah Ki Chul, dan anak buah itu termasuk Yoo Eun Soo.


Eun Soo melongo mendengar namanya disebut, apalagi mendengar kalau Choi Young menyuruhnya untuk mendampinginya.


Walaupun yang sebenarnya terjadi adalah Choi Young yang mendampingi dan melindunginya. Mereka menggeledah rumah untuk mencari barang-barang milik Eun Soo yang dipegang oleh Ki Chul. Tapi barang-barang itu tak mereka temukan.

Choi Young mengajak Eun Soo keluar, dibawah tatapan para woodalchi yang tahu apa artinya, dan mereka senyum-senyum sendiri.


Eun Soo memandang gerbang tempat ia memegang lengan Choi Young dulu, dan Choi Young pun juga teringat saat itu. Choi Young mengingatkan Eun Soo kalau Eun Soo dulu pernah berkata kalau ia sangat suka tinggal di sini. Eun Soo pun membenarkan, “Ahh.. mereka memberiku banyak makanan dan baju bagus.”


Choi Young baru sekali ini mendengarnya. Ia tahu kalau Eun Soo suka makan, tapi Eun Soo juga suka dengan baju juga?

Aih… Choi Young ini harus belajar Memahami Wanita 101, deh..

Eun Soo tentu saja membenarkan hal itu, tertama baju bagus dan mahal. Siapa yang tak suka mendapat baju bagus dan maka. Choi Young bertanya apa lagi yang Eun Soo sukai?


“Aku menyukai hari yang berangin, aku juga suka hari yang berhujan. Saat tetes hujan turun pertama dan mengenai dahiku, tes.. aku selalu menengadah ke atas. Aku juga suka  bunga krisan kuning, warna abu-abu, biru dan..” ia menatap baju perang Choi Young, kemudian ke wajah Choi Young dan tangannya, “Pria yang tinggi, tangan besarnya dan suaranya.”

Choi Young yang mendengar kesukaan Eun Soo yang sederhana, bertanya apa hanya itu yang ia sukai. Eun Soo berkata kalau sekarang keserakahannya sudah menipis dan ia bertanya apa yang Choi Young sukai.


Choi Young hanya menatap Eun Soo dan memegang pundaknya. Aww.. semua yang ada di Eun Soo?

Ada orang yang lewat dan bertindak mencurigakan. Choi Young segera menyuruh anak buahnya untuk menjaga Eun Soo, sedangan ia mengejar orang itu.


Di jalan yang sepi Choi Young menghadang orang itu dan ternyata orang itu memang mencurigakan karena ia menyimpan pedang di buntelannya. Choi Young langsung menginterogasinya, tapi tiba-tiba tangannya kumat lagi, dan pedangnya terjatuh.


Mendapat kesempatan, pria itu buru-buru melarikan diri. Menyadari kalau mungkin pria itu mengincar Eun Soo, ia langsung kembali ke rumah Ki Chul. Ternyata Eun Soo sedang bercakap-cakap dengan anak buahnya. Dan Choi Young pun menyadari waktu untuk bersama dengan Eun Soo mulai menipis. Tik tok tik tok tik tok.


Maka Choi Young pun memerintahkan Choong Suk untuk meneruskn penggeledahan di rumah Ki Chul. Choong Suk yang polos bertanya Daejangnya mau kemana? Choi Young pun menjawab sambil menarik tangan Eun Soo, “Aku sibuk.”


Choong Suk hanya bengong sementara para woodalchi yang lain cekikikan.


Di tempat persembunyiannya, Yang Gak memberikan obat yang bisa meningkatkan kekuatan Ki Chul, tapi ia memperingatkan kalua efeknya hanya bisa bertahan beberapa jam saja. Ki Chul mengangguk mengerti.

Hwasuin datang dan melaporkan kalau ia sudah menemukan tempat persembunyian Eun Soo.


Di ruangannya, Choi Young mengatakan kalau sekarang Ki Chul mungkin sudah tahu tentang keberadaan Eun Soo. Dan aww.. Choi Young melepaskan baju perang Eun Soo? Bukannya berniat untuk melarikan diri atau bersembunyi, Choi Young malah mengajak Eun Soo untuk bersenang-senang, membuat Eun Soo kaget namun senang.

Eun Soo bertanya apa Choi Young memiliki uang untuk membelikan ia baju dan yang lainnya? Choi Young menjawab, “Kupikir.. aku punya banyak. Aku menyimpan gajiku selama bertahun-tahun.”


Eun Soo seperti anak kecil yang berulang tahun dan menginginkan semuanya; baju, perhiasan, sepatu dan yang lain-lainnya dan tak sabar bertanya kapan Choi Young akan mengajaknya. Choi Young menjawab kalau setelah ia mendelegasikan tugasnya pada bawahannya.


Choi Young tersenyum melihat betapa gembiranya Eun Soo. Namun ia melihat Eun Soo masih berusaha untuk membuat penawar racunnya dan bertanya apakah Eun Soo masih mencoba untuk membuat penawar racun dan tinggal di tanah ini?

Eun Soo menjawab kalau ia pasti akan menemukan penawarnya, membuat Choi Young bertanya apakah Eun Soo pernah menyerah? Eun Soo tersenyum dan meminta Choi Young untuk terbiasa dengan hal ini dan tidak menolaknya.


Sementara itu yang berpikir untuk bersenang-senang tak hanya Choi Young. No Gook, Dayang Choi dan Kasim Ahn juga mengajak Gong Min untuk keluar dan melukis. Untuk melakukan itu, mereka membutuhkan pengawalan dari Choi Young dan pengawasan tabib dari Eun Soo, kalau sewaktu-waktu Raja sakit kena flu.


Hehe.. intinya No Gook ingin membiarkan Choi Young dan Eun Soo terus bersama walau Choi Young sedang berrtugas.


Gong Min mengerti maksud istrinya dan mengkhawatirkan perasaan Choi Young jika nanti Eun Soo meninggalkannya. Dayang Choi berkata kalau Choi Young tak akan goyah hanya karena seorang wanita. Tapi Gong Min merasa Eun Soo lebih dari wanita biasanya, “Choi Young.. hanya setelah mengenal Eun Soo.. ia mulai melihatku sebagai manusia. Sebelumnya, ia mengingat wajahku hanya sebagai Raja lain pengganti Raja sebelumnya.”


Hwasuin menginginkan mereka langsung pergi ke Yuan karena ia tak suka berada di tempat persembunyian ini. Ki Chul tak mempedulikan rengekan Hwasuin dan malah bertanya tentang keberadaan Eun Soo. Hwasuin memberitahukan Eun Soo yang selalu bersama dengan Choi Young, dengan tambahan kalau Choi Young dipastikan tak bisa mengangkat pedangnya lagi.

Yang Gak mengatakan kalau ia sudah mengirimkan 3 kurir ke Yuan, meminta bantuan pasukan pada kakaknya, Ratu Ki. Tapi Ki Chul menganggap kedatangan pasukan Yuan kurang cepat, maka ia memutuskan untuk pergi ke istana sendiri mencari Eun Soo, bagaimanapun caranya.


Saat Deok Gi  membereskan barang-barang, ia menemukan sebuah di dalam laci, yang di sampulnya tertulis buku penelitian. Sepertinya milik almarhum Jang Bin. Penasaran, ia membuka buku tersebut dan membacanya. Ia pun buru-buru menemui Eun Soo dan menyuruhnya membaca. Tapi Eun Soo tak bisa membaca huruf Hanja.


Maka Deok Gi menarik tangan Eun Soo dan membawanya ke Dayang Choi, meminta Dayang Choi membacakan untuk Eun Soo. Dayang Choi pun membacakan isi buku yang menarik perhatian Deok Gi.


Menurut buku itu, ada kemungkinan untuk menyembuhkan racun Eun Soo (bicoongdook) dengan racun lain yang memiliki gejala yang sama, dan racun itu disebut Nokjudok. Dayang Choi langsung menutup buku dan mengatakan kalau di buku itu, tabib Jang menulis kalau cara ini tak disarankan karena beresiko tinggi.


Tapi Eun Soo ingin mencobanya, walau Dayang Choi bersikeras melarangnya. Eun Soo berkata kalau di dunianya, ada banyak penelitian dan seminar yang juga menyarankan hal itu. Ia pun memberikan satu alasan lagi mengapa ia harus mencoba cara di buku itu, “Orang itu.. sudah tak mampu mengangkat pedangnya lagi. Dan aku takut akan apa yang akan ia lepaskan selanjutnya. Aku benar-benar takut.”


Choi Young memandangi pedangnya dan teringat percakapannya dengan Eun Soo yang menanyakan mengapa Choi Young menjatuhkan pedang yang selama ini selalu ia pegang seumur hidupnya. Saat itu Choi Young menjawab kalau pedang itu terasa semakin berat.


Ia memandangi pedang itu dan memandangi cawan-cawan obat yang sedang diteliti oleh Eun Soo. Di tempat tidur, Eun Soo sudah tertidur. Choi Young menyelimuti Eun Soo dan memungut selembar kertas yang ia tak tahu artinya, karena tulisannya adalah tulisan latin. Kertas itu adalah kalender yang Eun Soo buat sendiri untuk menandai kapan gerbang langit akan dibuka.


Choi Young duduk di sisi Eun Soo dan memeriksa suhu tubuh Eun Soo dengan membandingkan suhunya dengan suhu tubuhnya sendiri.


Choi Young melihat para woodalchi baru yang sedang berlatih. Choi Young memberikan sebuah buku dan mengatakan kalau Raja ingin membuat sebuah pasukan yang berjumlah seribu orang. Dan ia telah menuliskan hirarki pasukan, rencana pelatihan dan sistem logistik. Choi Young menyuruh Choong Suk untuk memberikan pada Raja.

Tentu saja Choong Suk kaget mendengar perintah itu. Kenapa bukan Choi Young yang melakukannya? Tapi Choi Young tak mengatakan apapun, dan mengatakan kalau pembicaraan mereka telah selesai. Ia pun pergi.


Melihat Daejangnya pergi, Dol Bae mengejar Choi Young. Ia bertanya apakah tangan Choi Young tak apa-apa? Ia melihat Choi Young menjatuhkan pedang dan khawatir. Choi Young malah bertanya, apakah Dol Bae pernah mengatakan hal ini pada orang lain? Dol Bae menggeleng dan menjawab kalau ia tak pernah mengatakan pada orang lain. Tapi ia meminta,


“Tak masalah dengan tangan Daejang. Dapatkah Daejang tetap menjadi Daejang kami? Jika Daejang membutuhkan tangan, saya dapat terus berada di sisi Daejang. Walaupun kemampuan saya belum sepadan, tapi kemampuan saya juga cukup bagus. Dengan ini,” Dol Bae menunjukkan tangannya, “dapatkah saya menjadi tangan Daejang?”

Aww… so sweet..


Choi Young menatap Dol Bae lama namun kemudian memukul kepalanya, “Tangan hebatmu itu.. gunakan saja untuk melindungi kepalamu.”


Tiba-tiba Dae Man datang dan melaporkan kedatangan Ki Chul yang mencari Choi Young.


Choi Young pun menemui Ki Chul yang datang dengan formasi lengkap. Ki Chul tahu akan kondisi tangan Choi Young, tapi Ki Chul berniat untuk menyerahkan diri. Ia hanya memiliki satu permintaan yaitu menemui Eun Soo.


Eun Soo memeriksa tubuhnya dan sepertinya ia sudah mulai demam. Deok Man mendatangi Eun Soo dan memberitahu kalau Raja dan Ratu akan berjalan-jalan dan mengajak Eun Soo beserta para woodalchi untuk pergi bersama. 


Belum sempat Eun Soo menjawab, Choi Young datang dan menyeret Deok Man untuk keluar dan menutup  pintu. Setelah berdua ia meminta Eun Soo untuk menolak jika ia memang ingin menolak, membuat Eun Soo heran akan pertanyaan Choi Young yang tiba-tiba. Maka Choi Young pun memberitahukan kalau Ki Chul datang dan ingin menemuinya. Apakah Eun Soo mau menemui Ki Chul?


Eun Soo dan Choi Young mendatangi penjara dan menemui Ki Chul yang tangan dan kakinya diborgol oleh rantai besi. Saat Eun Soo sudah ada di hadapannya, Ki Chul bertanya apakah Eun Soo, sebagai dokter, bisa menyembuhkannya? Ia memiliki penyakit di dalam hatinya dan bertanya apakah Eun Soo benar-benar datang dari langit?


Kali ini Eun Soo menjawab jujur dan mengatakan kalau ia tak berasal dari langit, yang membuat Ki Chul tersentak kaget, bingung. Eun Soo menjelaskan kalau ia berasal dari masa depan, 600 tahun dari waktu sekarang, “Dunia masa depan. Anak-anak jaman ini akan dewasa dan memiliki anak dan seterusnya. Dunia masa depan.”


“Kalau aku pergi ke sana, apakah penyakitku dapat disembuhkan?” tanya Ki Chul penuh harap. Eun Soo bertanya, apa keluhan Ki Chul yang segera dijawab oleh Ki Chul merana, “Aku sudah memiliki semua yang ada di dunia ini. Semua yang menggiurkan, indah dan jarang. Namun, aku selalu lapar. Sangat lapar hingga aku mengganti Raja. Sangat lapar mengambil mata orang, tapi dalam hatiku aku masih lapar. Sehingga itu membuat tubuhku sakit. Jika aku pergi ke dunia itu, apa aku bisa sembuh?”

Eun Soo mengatakan kalau penyakit Ki Chul sulit untuk diobati, karena di dunia itu banyak pasien yang memiliki penyakit yang sama dengan Ki Chul, “Mereka akan semakin lapar saat mereka mendapat lebih banyak.”

Ki Chul menganggap Eun Soo membohonginya. Sama seperti saat Eun Soo mengatakan kalau ada kereta yang terbang di langit. Tapi Eun Soo mengatakan kalau ada hal yang seperti itu. Ki Chul malah berteriak, menganggap Eun Soo tak masuk akal, “Bagaimana mungkin orang memiliki barang seperti itu di dunia seperti itu, dan orang masih terasa lapar?

Eun Soo hanya bisa menatap Ki Chul penuh dengan rasa simpati.


Ditemani dengan Dayang Choi, Kasim Ahn dan para woodalchi, No Gook dan Gong Min pergi ke taman untuk Gong Min bisa melukis No Gook. Dan aww.. betapa Gong Min memandang istrinya dengan penuh


Dayang Choi, Kasim Ahn dan para woodalchi tersenyum, seakan merasakan cinta yang dirasakan oleh Raja danRatu mereka.


Choi Young dan Eun Soo pergi ke taman. Choi Young meraih tangan Eun Soo untuk menggandengnya, tapi Eun Soo menolak, membuat Choi Young heran. Ia akhirnya menyadari mengapa Eun Soo menolak, karena setelah ia berhasil menggenggam tangan Eun Soo, terasa betapa panasnya tangan Eun Soo sekarang. Ia langsung bertanya, sejak kapan Eun Soo merasakan kalau ia demam?


Eun Soo menjawab sejak tadi pagi. Dan itu membuat Choi Young langsung cemas, karena setelah 7 hari, Eun Soo demam, dan tak mendapat penawar, Eun Soo akan mati. Sementara gerbang langit, dimana Eun Soo bisa kembali ke masa depan dan memiliki obat untuk racun ini, baru akan terbuka 10 hari lagi.

Eun Soo menenangkan Choi Young dengan berkata kalau demamnya masih ringan, dan ia masih akan mencoba satu hal lagi yang akan ia lakukan nanti malam. Dan yang sekarang ingin ia lakukan hanyalah menenangkan pikiran, begitu pula dengan Choi Young. Ia minta agar Choi Young tetap tenang dan tak mengkhawatirkanya.


Choi Young memeluk Eun Soo, menenangkan perasaan Eun Soo juga perasaan hatinya. Mereka pergi ke taman dimana Gong Min masih melukis No Gook.


Gong Min menyadari keberadaan mereka dan tersenyum. Begitu pula No Gook yang melihat arah pandangan suaminya.


Gong Min menanyakan kabar Ki Chul yang dipenjara yang katanya sedang sakit. Tapi Choi Young meminta agar Gong Min membicarakan masalah itu karena sekarang ia ingin menenangkan hatinya sesuai permintaan Eun Soo. Gong Min pun mengabulkannya.


Mereka memperhatikan kedua orang yang mereka cintai. No Gook melihat betapa Choi Young tak dapat mengalihkan pandangannya dari Eun Soo dan bertanya apakah Eun Soo mencintainya? Eun Soo mengiyakan dan tersenyum mendengar No Gook menggunakan kata sarang yang masih asing di Goryeo.


No Gook bertanya apakah Eun Soo sudah memberitahu kata sarang  pada Choi Young? Eun Soo menjawab kalau Choi Young tak suka mempelajari bahasa langit. Ia meminta No Gook, Dayang Choi dan Kasim Ahn untuk pergi ke sisi Gong Min dan Choi Young. Ia ingin merekam mereka semuanya sekaligus, sehingga ia dapat mengingat mereka semua dalam satu gambar.


Tanpa banyak bertanya, mungkin mengerti maksud Eun Soo, mereka mendekati Choi Young dan Gong Min.


Oh my.. sepertinya Eun Soo juga menyadari kalau resiko menggunakan racun untuk melawan racun itu beresiko tinggi dan ia dapat mati karenanya. Dan ia sekarang memandang semua orang yang ada di depannya, merekam wajah mereka dalam hatinya.


Ki Chul berbicara sendiri di dalam selnya. Tapi sebenarnya ia berbicara pada Eum Ja yang memiliki pendengaran sensitif. Ia memberitahu Eum Ja kalau besok ia akan diadili di aula istana dan saat itu ia akan bersama Raja. Pada saat itu, Eum Ja harus melakukan apa yang telah mereka rencanakan dan menemukan barang.


Deok Man membawakan racun Nokjoodang pada Eun Soo yang sedang mempersiapkan segalanya. Deok Man khawatir akan Eun Soo yang menggunakan racun itu, karena racun itu sangatlah kuat. Eun Soo menenangkan Deok Man dan berkata ia akan melarutkan dengan air hingga 1 : 1000.  


Dayang Choi bergegas pergi ke rumah sakit, menemui Eun Soo. Sedangkan Choi Young tak menemukan Eun Soo di kamarnya. Dae Man memberitahu kalau Eun Soo pergi ke rumah sakit.


Dayang Choi datang untuk mengingatkan Eun Soo untuk mempertimbangkan keputusannya kembali. Ini adalah racun yang bisa membunuh orang. Apakah Eun Soo ingin menambah penderitaan yang telah ia alami?


Rupanya Choi Young datang dan mendengar pembicaraan mereka. Ia marah, menyadari kalau ternyata inilah rencana yang tadi diucapkan oleh Eun Soo. Tapi Eun Soo sudah yakin, dan berkata kalau inilah yang membuat ia ingin Choi Young membantunya, “Kau akan berada di sisiku, kan?”


Choi Young berbicara berdua dengan Eun Soo, mengerti maksud Eun Soo yang ingin melawan racun dengan racun. Ia bertanya bagaimana tingkat keberhasilannya. Eun Soo menjawab jujur kalau ia pun juga tak tahu. Ia adalah pasien pertama yang mencoba hal ini.

Jawaban itu membuat Choi Young frustasi. Tapi Eun Soo berkata kalau ia hanya duduk diam dan tak melakukan apapun, saat demam menyerang, maka itu adalah akhir hidupnya.


Choi Young mengambil kertas kalender Eun Soo dan mengatakan kalau Eun Soo masih memiliki waktu 10 hari. Di antara waktu 10 hari itu, ia akan berusaha mencari jalan keluar. Tapi jika malam ini Eun Soo meminum racun itu dan gagal, maka tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk Eun Soo, “Bahkan aku tak bisa membuatmu hanya untuk tersenyum.”

Eun Soo terdiam. Ia membuka luka tangannya yang sudah memerah kena racun. Ia berkata kalau ia sudah tak dapat memperlambat racun itu lagi. 


Choi Young semakin frustasi, apalagi melihat Eun Soo yang tampak sangat tenang dan menganggap semua ini tak ada masalah. Eun Soo tersenyum dan berkata, “Jadi, apa aku harus duduk menunggu sambil menangis? Malah membuatku depresi. Aku percaya semuanya akan berjalan dengan baik. Aku akan selamat dan akan berada di sampingmu.”


Deok Gi datang membawakan obat penurun panas ke kamar tidur. Eun Soo memberitahukan pada Dayang Choi kalau Dayang Choi harus membiarkannya saat ia demam, tapi jika sudah satu hari telah lewat dan panasnya belum turun, maka Dayang Choi harus meminumkan obat penurun panas untuknya dan tetap memberinya minum.


Choi Young yang selama itu hanya menunduk, berkata  kalau ia yang akan merawat Eun Soo.


Di hadapan Choi Young, Eun Soo menuang racun yang sudah diencerkan itu, dan meminumnya.


Tak lama kemudian, efeknya mulai terasa, dan panas Eun Soo semakin tinggi. Choi Young hanya bisa mendampingi Eun Soo dengan memeluknya.


Hari sudah berganti, tapi panas Eun Soo masih tinggi. Dayang Choi menyarankan Choi Young untuk beristirahat karena mereka tak tahu sampai kapan hal ini akan berlangsung dan ia akan menggantikan Choi Young sementara.


Choi Young bangkit, mengikuti saran bibinya. Tapi saat berjalan, ia teringat pada botol aspirin yang masih menyisakan 2 butir aspirin. Ia teringat pada kata-kata Eun Soo yang menyuruhkan minum 2 butir


Ia segera mengambil kedua butir itu, dan mengunyahnya. Tanpa ba bi bu, ia langsung memasukkan obat yang ada di mulutnya ke mulut Eun Soo, membuat Dayang Choi jengah dan memalingkan muka.

Tapi nampaknya cara itu berhasil. Obat itu masuk dan tak termuntahkan oleh Eun Soo.


Ki Chul tersenyum saat para woodalchi membawanya ke aula istana untuk diadili. Eum Ja yang selnya bersebelahan dengan Hwasuin, mengetuk jeruji sel beberapa kali.


Ternyata itu adalah kode bagi sebagian penjaga penjara yang rupanya adalah orang-orang Ki Chul, yang langsung membunuh sebagian penjaga yang lainnya dan membebaskan Eum Ja dan Hwasuin.


Di hadapan Gong Min, Ki Chul mengambil sesuatu dari lengan bajunya, sesuatu yang langsung dicegah oleh Choong Suk. Tapi Ki Chul langsung mendorong Choong Suk dan memakan obat yang pernah Yang Gak berikan padanya.

Dalam sekejap, Ki Chul merasakan tenaga dalamnya berlipat ganda, dan ia dengan mudah menghancurkan rantai besi yang membelenggu tangannya.


Terdengar suara peluit, dan Dae Man memberitahu Choi Young kalau Raja telah ditawan oleh Ki Chul. Dayang Choi meminta Choi Young segera pergi. Ia yang akan menemani Eun Soo. Setelah menyentuh wajah Eun Soo, Choi Young pun buru-buru pergi dengan diikuti oleh Dae Man.


Setelah Choi Young pergi, Dayang Choi baru menyadari kalau Choi Young tak membawa pedangnya.


Hwasuin dan Eum Ja pergi ke ruangan Raja dan membunuh penjaga yang ada di sana. Mereka kemudian mengambil ‘barang’ yang semalam dikatakan oleh Ki Chul.


Ki Chul berhasil melepaskan diri bahkan membunuh berapa woodalchi. Gong Min hendak meninggalkan aula, tapi suara Ki Chul menahannya. Ki Chul hanya ingin mengambil apa yang sebenarnya ia miliki.


Setelah menyeka tangan Eun Soo, Dayang Choi pergi, tak menyadari kalau tangan Eun Soo mulai bergerak.


Woodalchi lainnya mulai berdatangan ke aula istana. Begitu pula dengan Choi Young yang bertanya apa mau Ki Chul sekarang. Ki Chul tersenyum menyambutnya dan bertanya dimanakah Eun Soo?  Ia ingin membawanya sekarang.


Choi Young menyadari kalau tangannya tak bisa digerakkan, dan Dol Bae pun menyadarinya. Ia yang berada di belakang Ki Chul, memanggil Ki Chul.
Ia akan menjadi tangan Choi Young.


Choi Young menyadari apa maksud Dol Bae dan berteriak mencegahnya. Tapi terlambat. Dol Bae sudah menyerang Ki Chul dengan tangannya. Ki Chul melihat Dol Bae dan dengan mudah ia mencekik leher Dol Bae dengan tenaga esnya.


Penuh kemarahan, Choi Young pun mengambil pedang yang tergeletak di lantai dan menyerang Ki Chul.

Namun hanya sekali sentak saja, pedang Choi Young terlepas dari tangannya dan terlempar menancap ke tembok.


Sekali lagi Ki Chul berhadap-hadapan dengan Choi Young, dengan Ki Chul penuh tenaga dalam dan Choi Young yang tak dapat menggunakan tangannya.


Di kamar Choi Young, jari tangan Eun Soo mulai bergerak dan ia membuka mata, mencari Choi Young.


Komentar :


Ki Chul ini memang delusional, ya. Entah darimana ia punya pikiran kalau Eun Soo adalah miliknya. Saat ia berkata pada Gong Min kalau ia akan mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, saya pikir ia ingin mengambil tahta. Tapi ternyata ia ingin mengambil Eun Soo.

Saya heran pada Ki Chul. Katanya ia memiliki rasa lapar di dalam hatinya. Ia sudah berusaha mengganti raja demi raja. Wait.. kenapa ia harus mengganti raja? Jika ia memang lapar (atau kata kasarnya adalah serakah dan kata halusnya adalah ambisius) mengapa ia saja yang menjadi raja? Ia sudah memiliki semuanya, tapi apakah ia memiliki gelar tertinggi? Raja?

Kakaknya pasti dengan mudah bisa menjadikan Ki Chul sebagai Raja. Bukankah ia memiliki darah kerajaan?  Jika ia menjadi Raja, ia dapat memuaskan rasa laparnya dengan menyerang negara sebelahnya. Masih lapar? Serang saja negara lainnya. Kurang kenyang? Makan saja negara Yuan.

Atau ia sudah memiliki segalanya seperti Gu Jun Pyo di Boys Before Flowers? Karena Gu Jun Pyo memiliki segalanya, ia jadi bingung apa yang harus ia lakukan lagi. Seakan ada yang kurang, dan ia merasa terpenuhi sejak bertemu dengan Geum Jan Di. Gadis yang berbeda 180 derajat darinya. Gadis yang bertolak belakang dengannya juga dengan gadis-gadis yang pernah ia kenal.

Dengan kata lain, Ki Chul harus jatuh cinta. Entah jatuh cinta pada siapa, tapi dengan ia jatuh cinta, mungkin rasa laparnya akan terpuaskan.

Seperti pengakuan Tae Hee pada ibunya, di Ojakkyo Brothers.  Tae Hee pun merasakan ada lobang di dalam hatinya yang selalu merasa kedinginan saat angin bertiup. Namun lobang itu tertutup saat ia bertemu dengan gadis yang berbeda darinya, Baek Ja Eun.


Ki Chul ssi, daripada kau pergi ke masa depan, daripada kau mengambil wanita yang bisa membawamu ke langit,  lebih baik kau mencari wanita yang menarik hatimu dan membawamu ke langit ketujuh.


Entah kenapa, saya malah menangis melihat adegan ini. Melihat pandangan Gong Min yang penuh cinta pada No Gook, membuat kejadian yang terjadi beberapa belas tahun kemudian di sejarah asli Goryeo jadi masuk akal.


Dikatakan dalam sejarah kalau Gong Min menjadi depresi dan terganggu mentalnya sejak No Gook yang meninggal pada saat melahirkan. Karena cinta Gong Min yang sangat dalamlah yang membuat Gong Min (dalam sejarah) dikatakan gay dan gila. Untuk lebih lengkapnya, bisa diliat di patataragazza.

1 comment:

  1. wahhh 1 episode lg mba dee...aja aja fighting mba ...
    gomawo sinopsis nya ya mba :)

    ReplyDelete