November 18, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 20 - 1


Well, well, well.. here we are.. The end of the journey.. Dan coba tebak, siapa yang tersenyum di Opening Scene? Kang Maru!

Sinopsis Nice Guy Episode 20 – 1



Eun Gi terkejut mendengar pernyataan Maru yang tiba-tiba, “Eun Gi-ya.. ayo kita melarikan diri” Ia mengerutkan kening, heran, apalagi saat Maru meraih tangannya dan menggenggamnya,

“Aku akan pergi kemanapun kau pergi. Ke tempat dimana tak seorang pun akan mengenali kita. Larilah bersamaku, Seo Eun Gi.. Ayo kita lari.”


Sesaat ragu, tapi Eun Gi menarik tangannya dari genggaman Maru, “Aku tak mau. Kupikir kau sudah salah paham. Hubungan kita sudah berakhir sejak lama. Bagiku sekarang, Taesan-ayah- Joon Ha yang belum sadar, dan mencari tahu tentang kebenaran yang sebenarnya, adalah lebih penting jika dibanding Kang Maru.”


Maru terdiam mendengar ucapan Eun Gi. Ada panggilan di handphone Eun Gi dan Eun Gi mengatakan ‘ya, aku akan segera ke sana’ pada orang yang menelponnya.

Pada Maru ia berkata kalau ia ada urusan jadi ia harus pergi lebih dulu. Eun Gi beranjak pergi.


Mendadak Maru berdiri, menarik tangan Eun Gi dan memeluknya erat.


Eun Gi merasa aneh mendapat pelukan itu, apalagi setelah itu Maru kemudian melepaskan pelukannya, Maru hanya tersenyum samar dan berkata, “Baiklah. Pergilah..”


Enggan melepaskan, Maru tetap memegang tangan Eun Gi sedikit lebih lama, dan akhirnya melepaskan tangan itu karena Eun Gi semakin menjauh. 


Eun Gi menemui Sekretaris Jo dan mengatakan kalau dari rekaman CCTV, Sekretaris Jo ada di lokasi kecelakaan Joon Ha. Namun Sekretaris Jo membela diri kalau ia hanya kebetulan saja berada di lokasi kecelakaan Joon Ha dan tak mengikuti mobil Joon Ha.


Sekretaris Jo memasang muka polos dan berkata kalau ia merasa tak adil telah dituduh seperti itu, “Mengapa juga saya mau melakukan hal seperti itu?”


Mendengar penjelasan Sekretaris Jo, Eun Gi mengangguk paham dan menyuruh sekretaris itu untuk duduk. Tapi ia langsung menendang kursi itu hingga Sekretaris Jo terjatuh dan Eun Gi langsung mencengkeram baju Sekretaris Jo dengan nada mengancam,

“Itu juga maksudku, kenapa orang yang tak bersalah sepertimu ingin membunuh Pengacara Park? Siapa yang menyuruhmu? Katakan padaku, siapa dia? Sebutkan orang yang menyuruhmu!”
Tergagap-gagap, Sekretaris Jo berkilah kalau semuanya ini adalah salah paham dan kejadiaannya tak seperti itu.

Eun Gi mempersilakan Sekretaris Jo tetap membantah tuduhan itu karena ia akan memaksa Sekretaris Jo dengan menggunakan cara yang paling keji.


Ada kroni Sekretaris Jo yang mengintip dan mendengar ancaman Eun Gi.  Ia kemudian melaporkan hal ini pada Min Young.


Maru menemui Jae Hee, memintanya untuk menyerahkan diri ke polisi. Ia telah mengirimkan bukti rekaman pembunuhan Presdir Seo dan akan sampai di tangan polisi besok. Jae Hee sudah tak bisa melarikan diri lagi.


Tapi Jae Hee tak mau mati sendiri. Ia mengingatkan Maru kalau ia akan menguak dana ilegal Taesan dan penggelapan pajak yang akan menyusahkan Eun Gi. “Apakah itu tak masalah? Apakah kau tak akan khawatir pada apa yang akan terjadi dengan Eun Gi?”


Maru tersenyum tipis. Ancaman Jae Hee sangat menakutkan sehingga terpikir olehnya untuk membawa lari Eun Gi. Ia pikir Eun Gi mau mengikutinya ternyata tidak. “Ia mempunyai sesuatu yang harus ia lindungi. Melihatnya seperti itu membuatku tenang, karena dia akan mampu menghadapi semua kesulitan yang ada. Jadi tak masalah kalau aku tak mendampinginya, karena aku malah menjadi beban untuknya.”


Maka dari itu, Maru mempersilakan Jae Hee untuk mengungkap semuanya. Tapi Jae Hee juga harus menyerahkan diri ke polisi karena tempat Jae Hee bersembunyi sudah tak ada lagi, “Dan tak peduli berapapun lamanya, aku akan menunggumu.”


Jae Hee tak mau menyerahkan diri karena Maru menunggunya tidak dengan cinta. Ia tak butuh perlindungan Maru, atau belas kasihannya. Jae Hee mempertanyakan bagaimana mungkin mereka nanti bisa hidup bersama tanpa ada cinta di antara mereka. “Lebih baik aku mati. Apakah kau mau mati bersama, Maru? Lebih baik kita mati bersama. Baik hidup ataupun mati, hanya neraka yang ada di depan kita.”

Maru menyuruh Jae Hee untuk mati sendiri, karena ia tak mau mati. Bukan dia yang melakukan kesalahan. Dan ia bisa hidup dengan baik tanpa cinta. Maru tak pernah sekalipun mendapatkan apa yang dia mau, walau ia sudah tak serakah ataupun egois,

“Hal yang aku ingin lakukan, yang aku harapkan.. Apakah aku pernah mendapatkannya, setidaknya sekali dalam hidupku? Jadi aku bisa hidup dengan baik tanpa cinta. Aku akan mencari cara untuk bertahan. Mati adalah neraka. Kenapa hidup juga harus terasa seperti neraka? Aku pasti akan hidup..”
Dan rasa sakit itu menyerang kepalanya lagi, sehingga Maru menghentikan kata-katanya. Mencoba menutupi rasa sakitya ia tersenyum dan buru-buru berdiri. Ia akan menunggu Jae Hee untuk berubah pikiran. Jika diperlukan, ia akan menemani Jae Hee ke kantor polisi.


Namun rasa sakit itu semakin menghebat menyerang kepala Maru.


Di kamar Joon Ha, Eun Gi masih teringat akan ajakan Maru untuk melarikan diri ke suatu tempat yang tak ada orang yang mengenali mereka. Batinnya berperang dengan keraguan, tak percaya tapi menginginkannya.


Ia mencoba mengalihkan perhatiannya dengan memijit-mijit tangan Joon Ha. Betapa kagetnya ia melihat jari Joon Ha mulai bergerak. Ia memanggil-manggil Joon Ha.


Jae Gil pulang ke rumah dan kaget melihat Maru tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Ia panik, menepuk-nepuk pipi Maru, memintanya bangun. 


Choco berlari di koridor rumah sakit. Kakinya terlalu gemetar, hingga ia terjatuh. Namun Choco menguatkan diri, menghapus air mata yang mulai muncul dan kembali berlari menuju kamar Maru.


Jae Gil berdiri di depan kamar, sudah menunggu kedatangan Choco. Ia berkata kalau sedang ada dokter di dalam.


“Kau sudah tahu kalau kakak sedang sakit, kan? Kau sudah tahu,kan? Kenapa aku tak diberitahu sebelumnya?” tanya Choco marah. “Aku ini adiknya. Satu-satunya adik di dunia ini.”


Jae Gil membela Maru kalau sebenarnya Maru tak ingin Choco cemas. Begitu pula dirinya. Tapi sebenarnya kemarahan Choco itu tidak ia tujukan pada Jae Gil, melainkan dirinya sendiri, “Bagaimana mungkin aku tak menyadarinya? Kakak langsung menyadari walaupun aku hanya sedikit demam. Kakakku..”


Choco terduduk lemas, mengingat begitu perhatiannya Maru pada saat ia sedang sakit, “Kakak yang sakit hingga kondisinya seperti itu.. Bagaimana mungkin aku tak tahu?”


Ia menangis tersedu-sedu. Jae Gil menengadah, berusaha menahan air matanya dan berkata, “Karena Maru adalah kakak.. dan kau adalah adik.” Ia memaksakan senyum dan menyuruh Choco masuk untuk menemui Maru. 


Maka Choco menguatkan diri, dan berjalan menuju pintu kamar Maru. Tapi tangisnya tetap tak mau berhenti. Saat tangisnya berhenti, Choco malah mundur dan berbalik pergi. Jae Gil terkejut melihat tindakan Choco yang mendadak aneh dan memanggilnya.


Dokter yang ada di dalam kamar Maru, ternyata adalah Dokter Seo. Di dalam kamar, ia hanya duduk menunggu Maru bangun. Maru yang akhirnya bangun, terkejut dan langsung duduk melihat kedatangan dosennya.


“Duduklah,” kata Dokter Seo menenangkan, untuk kemudian memarahi Maru, “Dasar anak bandel yang tak pernah mau mendengar. Tae Woo memintaku untuk memukulimu. Tapi aku harus memukul apamu agar akal sehatmu kembali, huh?”

Maru hanya bisa menunduk tapi tersenyum karena tahu kalau dokter Seo hanya bercanda. Dokter Seo memberitahu Maru kalau ia telah mempersiapkan operasinya besok pagi dan hal itu tak dapat ditunda, walau hanya satu jam sama, “Berkat kebodohanmu, kesempatan hidupmu sekarang hanya 50/50. Apakah kau tak takut?”


Maru menjawab jujur, “Saya pikir saya akan takut, tapi ternyata perasaan saya lebih baik dari yang saya pikirkan.”


Dokter Seo bertanya pada Maru apakah ada yang ingin Maru lakukan sebelum ia mati? Seperti menemui seseorang atau memiliki uang banyak, “Kalau ada pengakuan cinta yang belum kau sampaikan, lakukanlah sekarang. Aku memberi ijin khusus padamu untuk pergi keluar.”


Maru tersenyum geli mendengar ucapan Dokter Seo seperti berbicara pada pesakitan yang akan dihukum mati, “Apakah Dokter memang suka mengancam pasien yang menderita seperti ini? Kesempatan hidup saya masih ada 50%, kenapa Dokter berkata kalau saya akan mati?”


Dokter Seo  balas tersenyum, dia tak ada maksud apa-apa. Ia menyuruh Maru untuk beristirahat dan ia akan pergi. Tapi sebelumnya ia berkata, “Baru-baru ini, hal yang paling aku sesali adalah menuruti permintaanmu untuk merawat Seo Eun Gi. Walaupun aku tahu kalau ia akan memburumu sesaat setelah ingatannya pulih, bukannya menghentikannya, aku malah membantunya dengan ocehan seorang dokter.”


Dan Dokter Seo menuntut Maru untuk hidup, “Kau harus tetap hidup dan kau harus menghadapiku, satu lawan satu.”


Ahh.. ternyata benar kalau Eun Gi bisa menjadi pasien Dokter Seo, bukanlah suatu kebetulan.


Joon Ha mulai membuka mata, melihat Eun Gi yang menatapnya dan memanggil-manggil namanya cemas, “Oppa, apakah kau bisa mengingatku? Apakah kau bisa mengenaliku, Eun Gi?”


Tak ada anggukan maupun suara, tapi dari mata Joon Ha yang mengedip, membuat Eun Gi menangis lega.


Jae Shik datang dengan hot dog di tangan, menemui adiknya yang duduk termenung di ruangan yang gelap. Ia menyuruh bibi untuk menyalakan lampu dan kemudian menyuruh bibi itu pergi.


Ia menawarkan hot dog yang ia pegang pada Jae Hee, tapi Jae Hee diam saja, tak ada mood untuk melayani kakaknya. Maka Jae Shik menjelaskan filosofi hot dog ini pada adiknya.


Jae Shik menceritakan kalau dulu ia pernah kangen pada Jae Hee karena lama penjara anak-anak setelah memukuli anak menghina ibu mereka yang pelacur. Maka ia memutuskan untuk menemui Jae Hee di sekolahnya.

Saat itu Jae Hee sedang makan hotdog dengan teman-temannya, dan saking laparnya ia minta segigit hotdog pada Jae Hee, “Tapi kau malah membuangnya ke tanah. Dan sejak saat itu, kau memperlakukanku seperti anjing liar yang bodoh. Tak pernah sekalipun kau memanggilku Oppa.”


Jae Hee tak bergeming mendengar cerita Jae Shik, tapi amarahnya keluar saat Jae Shik mengelus rambutnya dan mengatakan akan membunuh Maru, “Han Jae Shik! Sudah kukatakan kalau aku tak akan tinggal diam jika kau membunuh Maru.”


Jae Shik mencemooh Jae Hee, “Apa kau pikir aku peduli kau tinggal diam atau tidak, jika mereka menawari imbalan sebuah apartemen?”

“Jadi?”


“Jadi aku akan menutup mataku dan langsung membunuhnya. Tapi di sana ada adiknya, si Chiki Chiki Choco Choco,” Jae Shik menggeleng-gelengkan kepalanya, “yang selalu memberikan makanan pada calon pembunuh kakaknya. Kemarin, juga seperti itu. Aku sudah membulatkan tekadku untuk membunuh Maru, tapi gadis itu malah membuatkan sup rumput laut di hari ulang tahunku, bahkan juga daging sapi 2+.”


“Jadi bagaimana mungkin aku bisa membunuh pria itu, kakaknya?” teriak Jae Shik frustasi. “Bagaimana mungkin aku membunuhnya setelah makan sup rumput laut buatannya? Karena gadis itu, sekarang apartemenku melayang lenyap di udara!”


Jae Shik menyalahkan semua kegagalannya pada Jae Hee. Jika saja Jae Hee memperlakukannya seperti manusia dan mau membuatkan nasi sop yang panas untuknya, “Apa kau pikir aku mau menukar apartemen itu dengan sup rumput laut yang konyol itu?? Hahh??”


Dibantingnya hot dog itu ke meja, dan menunjuk Jae Hee marah, “Semua ini adalah kesalahanmu!!”

LOL dan terharu. Kok ternyata si penjahat Jae Shik ini so sweet banget, ya..


Jae Shik mulai tenang dan berkata kalau Maru sekarang sedang sakit parah dan akan mati juga nantinya. Jae Hee kaget dan bertanya apa yang dimaksud dengan ucapan itu.

Tapi Jae Shik tak mendengarkan Jae Hee karena ia sedang ancang-ancang untuk memalsu kematian Maru yang mati karena sakit dengan cara menabraknya dengan mobil, “Apa aku bisa minta separuh harga dari apartemen itu?”


Jae Hee berteriak menyela imajinasi Jae Shik. Ia menuntut untuk diberitahu tentang kondisi Maru sebenarnya “Apakah ia memiliki sakit parah? Apa yang terjadi dengannya?”


Maru berdiri di depan jendela, pandangannya menerawang saat teringat kata-kata gurunya untuk melakukan sesuatu yang belum ia lakukan. Dan kata-kata Dokter Seo telak menebak keinginannya, “Jika ada pengakuan cinta yang belum kau sampaikan, sampaikanlah sekarang”


Ia menunduk. Beranikah, Maru-ssi?


Jae Gil menemukan Choco menyanyi di karaoke bar dan menyuruhnya untuk menemui Maru. Tapi choco tak mau. Ia tak mau menemuinya sampai operasinya selesai. Jae Gil sangat marah mendengarnya, “Hanya dialah kakakmu satu-satunya di dunia ini. Apa masuk akal kalau kau menemuinya setelah operasi? Bagaimana jika..”


Jae Gil tak berani mengatakan kemungkinan itu. Ia tersenyum menghibur dan hanya menarik tangan Choco. 


Tapi Choco tahu maksud Jae Gil, dan ia menjawabnya, “Maka biarkanlah ia tenang sekarang. Jika sekarang ia melihatku, ia akan berpikir ‘aku sudah bahagia, aku bahkan bisa menemui Choco.’”


Choco bercerita saat ia sakit dan Maru ada di penjara, walau ada Jae Gil di sampingnya, semuanya terasa menyakitkan dan melelahkan. Sebenarnya ia ingin meninggalkan semua ini, tapi dalam hatinya selalu terbersit pikiran, ‘Jangan, Choco. Kau belum melihat kakakmu, kan? Bagaimana mungkin kau mati tanpa melihatnya? Kau belum boleh mati.’ Jadi dengan sekuat tenaga, ia mencoba bertahan dan berhasil.


“Jadi, kakakku juga begitu,” kata Choco berharap dengan suara gemetar, “Jika ia dioperasi tanpa melihatku, dan di tengah operasi ia menderita dan berpikir untuk meninggalkan semuanya, ia akan berpikir sepertiku, berusaha keras untuk bertahan dan akhirnya tetap hidup.”


Jae Gil mempertimbangkan apa yang dipikirkan Choco, dan menyadari harapan Choco mungkin bisa terjadi. 

Mendadak handphone Jae Gil berbunyi. Telepon dari Jae Hee yang menanyakan di mana Maru sekarang berada.


Jae Hee berganti baju, namun tangannya terlalu gemetar untuk mengancingkan jasnya. Ia teringat keinginan Maru yang ingin tetap hidup walau tanpa cinta. Walau ia tak pernah sekalipun mendapatkan apa yang ia mau, apa yang ia harapkan.


Saat akan keluar, bibi berkata kalau Eun Gi baru saja pulang untuk berganti baju. Jae Hee terdiam, teringat kembali akan ucapan Maru yang ingin bertahan hidup karena jika mati adalah neraka, kenapa juga hidup juga harus seperti di neraka.


Maka ia mendatangi kamar Eun Gi, walau mendapat kata-kata pedas dari Eun Gi, Jae Hee memberitahukan, “Maru sangat..  sangat sangat sakit.”


Dan Eun Gi berjalan gontai di koridor rumah sakit. Terdengar percakapan Eun Gi dan Jae Gil :

Jae Gil : “Saat itu, ia juga mengalami kecelakaan sepertimu, Eun Gi. Otak Maru juga cedera. Ia mengalami hematoma karena pendarahan yang terus menerus akibat kecelakaan itu. 

Eun Gi sudah sampai di depan pintu kamar Maru. Tapi ia ragu untuk mengetuknya. Ia memegang handle pintu, memberanikan diri untuk membukanya,

Jae Gil : “Saat itu, Kang Maru diharuskan untuk menjalan operasi, tapi Maru tak mau mendengarkanku. Katanya, ia harus menyelesaikan beberapa hal dulu. Ia harus mendapatkan kembali posisi yang hilang dari tangan Eun Gi karena dirinya.”
Maru masih berdiri di depan jendela, dan merasa ada seseorang di pintu. Tapi ia mengabaikannya karena pintu itu tak kunjung dibuka.

Jae Gil : “Katanya, saat bersama denganmu, ia merasa sangat bahagia. Katanya, ia ingin mendapatkan sedikit saja kebahagiaan yang baginya tak masuk akal. Jika ia menjalani operasi, mungkin ia tak akan pernah merasakan hal itu.”

Eun Gi mundur dan melepaskan pegangannya dari handle pintu, menimbulkan sedikit suara.


Dan Maru benar-benar mendengar ada suara di balik pintu.


Ia akhirnya pergi ke arah pintu, dan membukanya.


Komentar :

Saya tak akan mengomentari hubungan Maru dan Eun Gi. Panjang ceritanya kalau komentar tentang mereka.

Yang saya ingin komentari adalah : tak disangka tak dinyana, Jae Shik keren bangett…. 


Masih dengan niatnya sebagai penjahat, ia akan membunuh Maru. Tapi apa yang terjadi? Hatinya melemah hanya karena sup rumput laut yang dibuat oleh Chiki Chiki Chaka Chaka Choko Choko.

Btw, cute banget si Jae Shik mempunyai panggilan kesayangan pada adik Maru ini. Taruhan berapa, pasti Jae Shik tak punya panggilan kesayangan untuk Jae Hee. Jahe jahe lengkuas lengkuas ketumbar ketumbar?

Dia memang jahat, tapi dia masih punya akal sehat. Jae Shik tak mau membunuh Maru karena ia telah diperlakukan seperti layaknya manusia oleh Choco.

Walau mulanya Choco menggerutu, tapi ia tetap menyajikan makanan. Choco mungkin tahu tak ada yang membuatkan sup rumput laut untuk Jae Shik, Choco membuatkan sup itu, walau mungkin hal itu dilakukan atas dasar kasihan.

Tapi bukankah kasihan dan kasih sayang berasal dari kata dasar yang sama? 


Kasih sayang saudara adalah sesuatu hal yang asing bagi Jae Shik dan Jae Hee. Maka saat Jae Shik menerimanya dari Choco, walau ditukar dengan apartemen yang ia idam-idamkan pun, ia tak mau.

32 comments:

  1. woah, tambah ga sabar nunggu yg part 2
    huhuhu ...
    selain 49days sm moon that embreces the sun, baru serial "drama" ini yg kembali aq tonton. soalnya q lebih suka rom-com, tapi jong ki mengalihkan duniaku ...
    hei tetangga, buruan ya DL-nya, ngupyyyyyy!!!!

    ReplyDelete
  2. hueeeeeeee makasih mba deeeee berharapa dengan sangat mba dee sama mba fanny bikin edisi khusus di blog sama drama ini aq katuh cinta sama semua all about drama ini sampe blog ini hahahaha lanjutkaaaaan
    dan bener sejahat-jahatnya jae sik dia msh punya hati nurani
    salam kenal aq pelanggan baru blog ini
    @halmeonnie

    ReplyDelete
  3. mengenai maru aq merasa maru sudah memberi hati pada eungi saat hujan malam eungi mengungkapkan perasaanya dan mulai terkuak Maru tak pernah meninggalkan eungi sampe saat ini

    ReplyDelete
  4. Walaupun sempet kesal dgn ep 19 (scene MaRu-Jae Ha di taman), secara keseluruhan aku salut dgn alur cerita SW-nim LKH. Terkadang aku kurang memahami makna scene yang ada, tapi dari analisa di blog ini akhirnya aku dpt menangkap maksudnya.

    Akhirnya aku paham, knp banyak pembaca (termasuk aku) yg walaupun sdh nonton drama ini, baca recap di blog lain, teteup balik ke blog Dee-Fanny, ya ituuuu...karena analisa kalian yg 'sesuatu' banget -:)

    Ditunggu part 2 nya, kamsamhanida...

    -anit-

    ReplyDelete
  5. Yg beda dr opening ep 2 bkn cm maru yg trsenyum unnie, tp jg jam waktu yg maru pegang udah ga brjalan mundur tp sdh kmbali normal spt jam pd umumnya, brarti ini bs d artikan everything is normal again, maru hdp baru tanpa beban lg, alias happy ending ^_^

    Klo chiki chiki chaka chaka choco choco sih enak unnie manis, nah klo jahe jahe lengkuas lengkuas ketumbar ketumbar mah pedes tp pas dg karakter jae hee, hehe..

    ~ie_cha~

    ReplyDelete
    Replies
    1. ep 20 maksudnya, mian typo, hehe... :p

      Delete
  6. selalu ada hiburan deh walau mata udah berkaca-kaca terharu baca sinopnya :D
    jahe? sama2 pedes ya mbak, tapi jadi hangat...
    jahe, lengkuas, ketumbar? kenapa gak diurutin abjad aja sekalian mbak? LOL *ahjumma fan syndrome
    kebaikan dibalas kebaikan, kalo jaeshik dari dulu udah dibaikin sama jaehee, mungkin ga ada jaeshik yang segila itu ^^
    komen kedua mungkin about choco,kata-katanya keren!!! aduh speechless, padahal siapa sih yang gak mau nemenin orang yang disayanginya di saat2 genting kayak gitu cup cup choco choco
    btw, mulai kapan maru minta dr seo ngerawat eungi ya?kan dari kecelakaan itu eungi udah dapet perawatan dari dr saraf,jadi maru udah tau kondisi eungi sebenernya dan memang menunggunya(kembali atau tidak?)
    @mbak kelana:ye, kok sama nih mbak :P paling ditunggu yg ep terakhir ini, habisnya manis dan mengharukan...
    @mbak anit:he.em, emang yg ditunggu dari setiap sinoper ori : their posting, their opinion
    makasih mbak dee
    tinggal part terakhir, trus go ke link2 about nice guy hehe
    cie, rajin nih posting minggu2

    ReplyDelete
  7. iya mbak ie_cha udah direncanain dari awal itu katanya, bener gak?manis banget, mereka sampai terpikir memberikan "something different" kayak gitu... :)
    saya juga sering typo mbak, dan sering malah *jadi malu untung gak ada yang ngenalin -.-

    ReplyDelete
  8. tuh kan, kata2 di atas belepotan ckck *dibuang ke korea
    minhae all, especially for the owner...

    ReplyDelete
  9. keren,,, aku ketawa baca komentarnya mbak de,, tentang nama panggilan kesayangan,,, dan setuju bgt tentang kasihan dan kasih sayang,,, mbak dee jjangg... :).. :).....


    aku senang karena endingnya menyenangkan,,, :).. :)..

    pengen rerun dari awal,,,,

    ReplyDelete
  10. tak sabar menunggu sinop part 2 nya,,, setiap orang yang nonton pasti punya pemahaman yng berbeda2,, tentang akhir drama ini,, pengentau analisa mbak dee seperti apa,, hehhe.. :)

    ReplyDelete
  11. eh,ada mbak hisni, akhirnya....
    iya mbak, sama-kalo bisa analisa mbak fanny juga hehe
    gantian:perkataan ayo pergi ke tempat di mana tidak seorang pun mengenali kita yang dulu diucapkan eungi, diucapkan maru-pelukan itu juga dilakuin maru lagi...
    dan kejadian ini diikuti oleh kesakitan,dulu:mereka akhirnya saling bertabrakan,kini:maru kolaps dan eungi?mengetahui belakangan emang gak enak, apalagi kalo kita udah menyakitinya tanpa tahu kondisi sebenarnya
    sebenarnya dipikir2 drama ini "saling membalas" hahaha
    maaf, maaf jadi dateng lagi *biar komen di atas gak terlalu panjang ^^"

    ReplyDelete
  12. Iyaa aku jg pas liat openingnya seneng karna maru senyum dan jamnya maju tapi gak ngerti tiap liat eps 20 ato baca sinopnya pasti air mata gak berenti keluar bakalan susah move on sm drama ini kyk waktu RP dulu ah sedih kalo harus inget drama ini udah tamat -ll-

    ReplyDelete
  13. iyaaa mbak dee...maru akhirnya senyum juga setelah 19 episode liat wajahnya sedih di opening...wah opening yang nyenengin buat dilihat....tanda happy ending ya???hehe...^__^

    ReplyDelete
  14. paling suka dg tendangan maut eun gi *hiiyaaat*

    ReplyDelete
  15. Selalu setia nunggu sinopsisx mba'... §éMæñgåt (ง'̀⌣'́)ง yah! Moga aja k-drama I miss you bisa membuat sy antusias sprti saat menantikan nice guy... Smoga mengobati kangen nice guy yg Süðåh berakhir...

    ReplyDelete
  16. mbak dee aku saranin JANGAN buka blog KOALA,,,,, aku pengen baca analisis mbak dee dulu tentang endingnya,,,, baru setelahnya compare dengan blog koala,,, udah greget pengen komentar masalah endingnya,,,,

    Mbak fanny??? Mbak fanny mana ya,, belum keliatan... :P

    ReplyDelete
  17. sepertinya ada dira,,, betulkah dira??? dira....... :)

    ReplyDelete
  18. wiihh seneng dehh,,, liat opening nya ,pertanda akan happy ending :)

    aku suka pas eun gi nendang itu! kerennn :D
    Chiki Chiki Chaka Chaka Choko Choko ,nama nya lucu ,, apa lagi pas mbak komentar nama nya jae hee ,jadi Jahe jahe lengkuas lengkuas ketumbar ketumbar,,hahaha ketawa aku bacanya ... mkasih ya mbak sinopsis nya ,di tunggu part 2 nya,,,fighting!

    ReplyDelete
  19. Uhm, iya iya sy juga terharu sama si Jae Shik. Sebenernya banyak yang sayang sama Jae Hee, tapi dia manfaatin rasa sayang orang dengan cara yang salah. Malang bener Ma-Eun, entar susah-susah si Maru bilang "sarangheo" eh,eh, nice guy keburu tamat haha

    ReplyDelete
  20. Mba dee jangan lama2 postingnya ya tinggal setengah eps nich.Hahaha lucunya jae shik punya panggilan khusus bwt choko.apry co

    ReplyDelete
  21. gw jg dibikin terharu ma jaeshik disini... hahahahaha...

    setuju ma dong yuk bae soal maru... gw jg menganalisanya begitu... maru jatuh cinta ma eungi sejak hari berhujan itu....

    ReplyDelete
  22. lucu baca komentar mbak dee yang nama panggilan Jae Hee jadi jahe jahe lengkuas lengkuas hhahahha.... ^^

    ReplyDelete
  23. mbak dee bisa aja merubah tiba2 suasana hati orang,, q tdi nangis pas baca adegan chocho wktu di karoke,, tpi langsung ktawa wktu baca nama sayang jae hee dri mbak dee....
    Emng bener klo bca sinop klo ga di tempatny mbak dee atw mbak fanny rsanya blm lengkap..
    pdhl q udh nnton episode trakhir ne, trus udh bca sinopny jga d beberapa blog mulai dri yg english smpe yg indonesia,, tpi ttp aj lbih suka baca disini,, rasany lbih trbawa suasana dramanya...;)

    mkasih yha mbak dee n mbak fanny bt sinopny...
    jeongmal gomawo...;)

    ReplyDelete
  24. salut sama jae shik..
    chiki chiki chaka chaka choco choco bener2 manis and so sweet.jae gil dan choco emang couple,kata kata mereka itu lho membuat air mataku mnengalir deras.(lebay..,tapi emang bener sih)
    dan..jahe jahe lengkuas lengkuas ketumbar ketumbar emang pedas abis tapi kalo bukan jae hee yg kasih tau penyakit maru ke eun gi,mungkin eun gi gak bakal tau ya kan.....
    oh ya,mbak dee-fanny,thanks buat analisisnya yg super duper keren.

    -sasa-

    ReplyDelete
  25. haha komentarnya mbaaak deee bikin ngakak xDD
    episode ini bikin nangis ga karuan, bikin pengen ditonton berulang-ulang, bikin banyak pertanyaan, bikin gak bisa move on (sampe kabawa mimpi..) -____-
    nangis bombay pas scenenya choco gamau ketemu maru :((
    dan geregetan abeeeis di adegan pintu penghalangnya cinta eunma >__<
    Makasih banyak mbak dee dan mbaaak fanny ^^
    sedih banget ngelepas NG ini T___T

    btw mbaaak, gapapa ko dibikinin cerita eun gi sama maru special edition versi mbak dee :D #ngarep

    ReplyDelete
  26. maaaf mbak dee,setelah sekian lama dan sampai episode 20 ini,saya kok jadi tidak simpati lagi sama eun gi, saya pikir dia salah paham n terlalu membabi buta dlm kemarahannya,apa ya cinta? kalo segituu teganya menabrakan mobil kearah maru?? yg mengakibatkan pendarahan otak pada maru,kok saya pikir,dia tuh lebih jahat dr jae hee ya??( maaaf sekali lg).. sedangkan maru,demi orang2 yg dia cintai dia rela mengorbankan diri,joon ha pun seperti itu,itu baru cinta..eun gi terlalu emosional menyikapi cinta yg menurutnya bertepuk sebelah tangan,padahal dia hanya mendengar sepotong dari pembicaraan maru jae hee..tapi yah drama korea memang begini,bikin kecanduan..
    salam mb dee..

    ReplyDelete
  27. hmmm gatel pengen komen haha
    untuk mba indria.. gpp ya kalo aku ikut menjawab
    kalo menurut ku itu krn karakter eun gi mmg seperti itu.. sejak kecil dia diajarin ayahnya untuk tidak pernah percaya orng, keras, dll..
    dan deskripsi karakter eun gi spt yg dijelaskan maru pas eun gi lupa ingatan (yg pas slg sender di pintu itu loo yg maru mau bw eun gi pergi)

    jd menurutku wajar2 aja krn karakternya spt itu.. kalo pendarahan otak itu kan diluar harapan eun gi, makanya dia merasa bersalah gitu kan di ep ini

    kalo jae hee menurutku adalah orang yg punya segalanya (sebenarnya..) (wajah cantik, lumayan pinter, dan maru yg mencintainya, plus choco, jae gil) tp sayang dia ga pernah bersyukur dan merasa puas, dia selalu melihat dari sisi buruknya aja.. itu yg membentuk karakternya jadi spt itu..

    ReplyDelete
  28. Karna juduLnya Nice Guy jadi yg diperLihatkan adaLah cowo2 baik bukan Nice GirL..
    Hahahahaha..

    ReplyDelete
  29. mb dee,,part2 nya kapaannn??

    ReplyDelete
  30. koq lum da part 2x mpe jam segini, cz eps teakhir di ulur2 ya mb dee, hehe...
    dtunggu dg sabar ni mb, innaulloha ma'ashobbirin, ^^v...

    ReplyDelete
  31. yap, its cz "nice guy"
    eh eh ada yang ngenalin saya rupanya *pindah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...