rotator and add

November 11, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 18 - 1

Sinopsis Nice Guy Episode 18 – 1


Eun Gi menuntut jawaban Maru, “Setelah kau meninggalkanku, kau mau kemana?” Maru bertanya balik, apakah itu yang dipikirkan Eun Gi? Tapi Eun Gi tetap menuntut jawaban Maru.



Betapa kagetnya Joon Ha saat diberitahu oleh Sekretaris Hyun kalau Eun Gi-lah yang membocorkan masa lalu Jae Hee dan Maru ke media. Berarti kejadian hari ini semua direncanakan oleh Eun Gi? Sekretaris Hyun sebenarnya juga ingin menghentikannya. Menurutnya tindakan Eun Gi sangat tak masuk akal.


Dengan wajah dingin dan tak berperasaan, Maru menjawab, “Aku tahu semuanya, Eun Gi. Ingatanmu semua telah kembali. Bajingan seperti apa aku ini, kau telah mengingatnya.”


Eun Gi ingin tahu sejak kapan Maru mengetahui kalau ingatannya telah kembali, “Dan kenapa kau hanya diam saja setelah mengetahuinya?”

Maru mengatakan karena ia berniat untuk mengikuti semua rencana Eun Gi.

“Berarti seharusnya kau harus menikahiku,” kata Eun Gi sinis.

“Aku tak setuju dengan caramu dalam membalas dendam,” sergah Maru marah. “Jika kau berencana untuk menikam seseorang, harusnya kau lakukan itu padaku dan Han Jae Hee. Kenapa kau membawa-bawa dirimu sendiri?”

Whoaa… apa sekarang Maru sedang mengajari Eun Gi cara membalas dendam yang benar?


Tapi kuliah Maru belum selesai. Dengan nada tinggi, ia mengatakan kalau Eun Gi seharusnya menjatuhkan orang yang akan Eun Gi bunuh. Kenapa Eun Gi malah ikut menjatuhkan diri untuk balas dendam? Jika Eun Gi mau menggunakan otaknya sedikit saja, Eun Gi tak akan ikut mati.

“Kau bisa mencari cara yang tepat hanya untuk membunuh Jae Hee dan aku saja.”
Tapi Maru-ssi, Eun Gi bukannya tak bisa menggunakan cara lain, tapi ia tak mau menggunakan cara lainnya.


“Saat aku tergila-gila padamu, ayahku meninggal dunia. Aku tak dapat kembali dan menghadapinya,” Eun Gi tersenyum tipis. “Tak peduli aku jatuh atau kalian yang jatuh, tak peduli aku berdarah atau kalian yang berdarah. Selama aku bisa mengalahkan kalian, selama aku dapat membunuh kalian, aku akan melakukan segalanya.”

Maru terpana mendengarnya. Apalagi saat gadis itu menandaskan, “Itulah.. Seo Eun Gi.”

Oh my.. Apakah itu juga alasan Eun Gi membelokkan mobilnya dan menyerang mobil Maru?

Eun Gi menyuruh Maru lari darinya kalau ia takut. Ia menyadari kalau kebaikan Maru padanya seperti memberinya makan, tempat tinggal dan menemaninya, adalah karena perasaan bersalah Maru. “Aku seharusnya memberimu kesempatan satu kali lagi. Karena aku akan membiarkanmu satu kali ini saja.. maka larilah.. Kang Maru.”

Maru bungkam seribu bahasa. Penuh rasa penyesalan, ia tak membantah ataupun membela diri.


Sepertinya Eun Gi ingin mendapatkan respon lebih dari Maru. Karena saat Eun Gi menantangnya untuk mengatakan suatu pembelaan dan Maru menjawab tak ada, Eun Gi menyindir kalau Maru tentu saja tak bisa membela diri. Jika Maru membela diri, berarti Maru bukanlah manusia. Maru hanya diam.


Eun Gi juga meminta Maru menelepon Joon Ha untuk menjemputnya. Ia pun menunggu Joon Ha di luar mobil Maru.


Saat Joon Ha datang dan membimbingnya masuk ke kursi belakang, Eun Gi malah membuka pintu depan dan duduk sehingga ia berhadap-hadapan dengan Maru. Tapi Maru hanya menatap Eun Gi dengan muram.


Joon Ha memandang iba pada Maru. Apalagi saat Eun Gi memintanya untuk mengantarkannya ia pulang kemana saja asal tidak ke rumah Maru.


Maru memandangi mobil Joon Ha hingga menghilang dari pandangannya. Ia teringat kembali pada percakapannya dengan Eun Gi saat sarapan dulu. “Jika kau mengetahui kalau aku adalah bajingan, apa yang akan kau lakukan?” “Aku tak akan memaafkannya. Demi pria yang aku pilih, aku bahkan meninggalkan ayahku.”


Saat itu ia menyuruh Eun Gi untuk tidak melupakan ucapannya dan tetap pada pendiriannya. Ia tersenyum kecil menyadari kalau Eun Gi menepati kata-katanya.


Tapi rasanya perih sekali, bukan Maru-ssi? Kau yang menggali lubang itu, kau yang menyuruh Eun Gi untuk mendorongmu ke lubang itu, tentunya terasa sakit, bukan?


Joon Ha mengantarkan Eun Gi ke sebuah hotel dan memintanya untuk beristirahat. Tapi Eun Gi memintanya untuk tidak pergi meninggalkannya. Ia yakin kalau akan terjadi suatu kecelakaan dan mungkin ia akan mencelakakan dirinya sendiri,

“Hari ini, tetaplah di sisiku dan lindungilah aku.”

Jae Gil dan Choco hanya bisa memandangi Sekretaris Hyun yang mengemasi semua barang-barang Eun Gi.


Jae Gil bertanya apakah Eun Gi benar-benar tak mau kembali? Dan kenapa harus buru-buru? Yang mereka lakukan bukanlah sebuah skandal dan ia membujuk Sekretaris Hyun untuk membawakan barang-barang Eun Gi besok saja.


Tapi Choco memahami perasaan Eun Gi. Eun Gi pasti membenci semuanya. Ia tak bisa mempercayai siapapun, ia juga tak tahan melihat siapapun, “Aku juga akan melakukan hal yang sama jika aku menjadi kak Eun Gi.”


Menahan air matanya, Choco melepaskan ikat rambutnya dan menitipkannya pada Sekretaris Hyun, “Bisakah Anda memberikan ini untuk kak Eun Gi? Dia bilang ikat rambut ini sangat cantik.”


Sekretaris Hyun tersenyum sedih dan menerima ikat rambut itu. Tapi rasanya itu tidaklah cukup bagi Choco untuk menahan kesedihan yang ia rasakan. Sekuat tenaga ia menahan air matanya untuk tak keluar. Jae Gil pun juga begitu.


Di pintu depan, Sekretaris Hyun bertemu dengan Maru yang baru saja pulang ke rumah. Ia tak enak hati karena membawa koper Eun Gi, “Direktur Seo memintaku untuk membawa semua barang-barangnya.”


Maru hanya mengangguk dan membiarkan Sekretaris Hyun pergi meninggalkan rumah. Jae Gil turun dan sebagai sahabat yang baik, ia menawari Maru untuk minum-minum. Tapi Maru tak mau. Ia malah ingin makan. Dan Maru berteriak pada Choco, memintanya untuk menyiapkan makanan untuknya.


Choco dan Jae Gil nampak khawatir, tapi mereka hanya bisa memandangi Maru yang makan dengan lahap seolah tak terjadi sesuatu yang luar biasa hari ini.


Tapi mereka tak tahu kalau di kepala Maru masih terngiang kata-kata Eun Gi di mobil tadi. “Saat aku tergila-gila padamu, ayahku meninggal dunia. Aku tak dapat kembali dan menghadapinya. Tak peduli aku jatuh atau kalian yang jatuh, tak peduli aku berdarah atau kalian yang berdarah. Selama aku bisa mengalahkan kalian, selama aku dapat membunuh kalian, aku akan melakukan segalanya.”


Maru berhenti makan dan meletakkan sendoknya. Makanan yang ia telan seakan tersekat di tenggorokan saat ia menyadari sesuatu.

Saya rasa Maru menyadari kalau Eun Gi seperti membawa bom bunuh diri dan akan meledakkan di hadapannya dan Jae Hee. Dan ia tak akan membiarkan Eun Gi untuk membawa bom bunuh diri itu.


Maka ia pergi menemui Jae Hee yang baru pulang ke rumah tengah malam karena menghindari kejaran para wartawan.


Mereka duduk berhadapan di ruang tamu, dengan Min Young berdiri di belakang Jae Hee seperti pengawal pribadinya.


Jae Hee bertanya apakah yang terjadi hari ini adalah ulah Maru? Maru menjawab iya. Tapi Jae Hee belum bisa memahami Maru. Keuntungan apa yang akan ia peroleh dengan membocorkan masa lalu mereka?

“Han Jae Hee. Dari awal tujuanku hanya satu. Untuk mendapatkanmu dan membawamu pergi.”

“Tutup mulutmu!” bentak Min Young. Sementara Jae Hee hanya bisa tercengang mendengar pengakuan Maru. 


Tapi Maru tak mempedulikan Min Young. Ia tahu kalau akan ada konferensi pers yang menjelaskan tentang masa lalu mereka dan rencana untuk menuntut orang yang membocorkan berita itu, “Sebaiknya kalian membatalkan rencana itu. Aku akan mengirimkan bukti yang lebih memberatkan kalian. Kalian akan langsung tamat riwayatnya.”


Min Young marah mendengar ancaman Maru. Tapi Jae Hee masih memikirkan alasan Maru yang katanya demi dia. Bukankah Maru melakukan semuanya ini demi Eun Gi?


Maru terlihat bosan mendengar hal ini. Ia melakukan ini karena menuruti kata hatinya. Karena ia kasihan pada Eun Gi, maka ia ingin mengembalikan Eun Gi menjadi Eun Gi yang seperti dulu. “Cinta adalah..apa yang telah kuberikan padamu, Noona.”

Maru mengembalikan semua kata-kata Jae Hee yang dulu pernah Jae Hee ucapkan di depan rumahnya. Betapa orang akan menyadari arti cinta setelah kehilangan cinta itu. Dan tak peduli berapapun harga yang harus dibayar, orang ingin menemukan cinta itu kembali, “Itu adalah cinta. Benar, kan, Noona?”


Jae Hee terpana mendengar ucapan Maru. Sementara Min Young tampak semakin geram. “Jaga ucapanmu,” kata Min Young memperingatkan. “Yang kau cintai bukanlah Han Jae Hee, tapi Seo Eun Gi.”


Maru tersenyum mendengar kata-kata Min Young. Jika ia memang menyukai Eun Gi, kenapa juga ia harus memilih jalan ini? “Saat pernikahan sudah ada dalam genggaman dan ada di hadapanku. Aku tidaklah sebodoh itu. Aku melakukan ini .. agar hubunganku dengan Seo Eun Gi bisa benar-benar berakhir.”

Dan seakan Min Young tak pantas berada di ruangan ini, Maru bertanya pada Min Young sampai kapan ia akan berdiri di situ? “Sekarang aku ingin berbicara dengan Noona tentang hal-hal yang penting dan mendalam yang cukup kami berdua yang tahu. Apakah kau tak akan merasa canggung? Kumohon, pergilah saja.”


Joon Ha masih tinggal di kamar Eun Gi dan ia teringat betapa muramnya wajah Maru saat menjemput Eun Gi. Ia menghela nafas, dan menyadari sesuatu setelah ia melihat jam.


Ia mengetuk-ketuk pintu kamar mandi dan memanggil Eun Gi yang sudah satu setengah jam di kamar mandi. Ia menjadi khawatir karena tak ada jawaban. Ia mencoba membuka pintu, tapi terkunci. Ia semakin panik dan akhirnya menelpon pihak hotel.


Min Young keluar rumah dan sangat marah. Entah kenapa rasanya LOL banget, melihat ekspresi Min Young seperti ekspresi Tom yang terusir karena ada Jerry yang lebih disayang si pemilik rumah dan sekarang menggantikannya di dalam rumah.


Room service hotel telah datang dan Joon Ha menatap tak sabar saat pegawai hotel itu mencoba satu persatu kunci untuk membuka pintu kamar mandi. Setelah terbuka, ia menunggu pegawai wanita itu masuk dan memeriksa kondisi Eun Gi.


Pegawai hotel itu keluar dan mempersilakan Joon Ha untuk masuk. Di dalam kamar mandi, ternyata Eun Gi tidak melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Ia hanya duduk termenung di bathtub, masih dengan baju pengantinnya.


Pelan-pelan Joon Ha memanggilnya. Tapi Eun Gi tetap diam, seperti berada di dunia lain. Kali ini Joon Ha memanggilnya lagi, tapi tidak dengan panggilan Direktur Seo, melainkan, “Eun Gi-ya..”


“Aku tak dapat membencinya,” kata Eun Gi tiba-tiba. “Kang Maru, harusnya aku membencinya, marah dan jijik padanya. Tapi bagaimanapun usahaku, aku tak dapat membencinya.”

Eun Gi menyebut Maru bajingan yang tak pernah mencintainya. Karena telah menghancukan hidupnya, Maru merasa bersalah dan kasihan padanya. Tapi Maru tak pernah mencintainya, yang Maru cintai hanyalah Jae Hee. “Dia menggunakanku untuk mendapatkan Han Jae Hee. Dia mempermainkan seorang gadis bodoh dan gampangan yang hilang ingatan. Tapi aku tetap tak dapat membencinya.”


Karena itulah maka Eun Gi membocorkan hubungan mereka bertiga. Jika ia mempublikasikannya, perasaannya pada Kang Maru yang tak masuk akal ini akan berakhir.  Sehingga jika ia menyerah dan mencoba kembali pada Maru, semua orang di dunia ini akan menghentikannya. 


Tak sadar Joon Ha meneteskan air mata melihat Eun Gi yang menderita. Eun meminta pendapatnya, “Aku telah bertindak benar, kan? Ayahku pasti akan bahagia di surga, kan?” Namun air mata Eun Gi terus bercucuran, “Tapi aku sangat merindukannya.  Aku benar-benar sangat merindukan Kang Maru. Apa yang harus kulakukan, Oppa?”


Di meja makan, Jae Hee memperingatkan Maru agar tak main api dengan Min Young karena Min Young bisa membunuhnya.


Tapi Maru tetap santai malah meminta Jae Hee untuk membicarakan diri mereka sendiri. Ia mengusap rambut Jae Hee dan berkata kalau Maru yang berhati dingin telah datang secara khusus dan menginginkan Jae Hee.


Jae Hee terpana mendengar rayuan Maru, apalagi saat Maru menggenggam bahunya dan meminta mereka melanjutkan hubungan karena skandal hubungan mereka telah terlanjur terkuak ke publik.


Hmm… Maru yang sekarang adalah Maru si gigolo. Sesaat Jae Hee nampak bimbang mendengar kata-kata manis Maru, tapi kemudian ia tersenyum. “Hampir saja aku tertipu. Memikirkan kalau kau benar-benar menginginkanku, benar-benar ingin membawaku pergi..”


Senyum Maru merayu Jae Hee, “Menurutmu aku tak serius?” Tapi kali ini Jae Hee sudah sadar. Ia tersenyum berkata kalau ia sangat mengenal Maru lebih baik daripada Maru sendiri. “Menjatuhkanku dan membawaku pergi. Semuanya itu demi Seo Eun Gi, kan? Bahkan jika kau ingin menjual dirimu padaku, itu karena kau ingin melindungi Seo Eun Gi, kan?”


Maru menyadari kedoknya terbongkar. Tapi ia tak mundur, malah menantang Jae Hee, “Jadi.. apakah kau berminat untuk membeliku?”


Jae Hee tak percaya melihat keterusterangan Maru dan ia menantang balik, “Apakah kau mau jika aku melakukannya?”


Tanpa berkedip Maru menjawab, “Tentu saja. Tapi itu terjadi jika kau mau meninggalkan dan mengembalikan semuanya, serta mengundurkan diri dan ikut ke duniaku tanpa Seo Eun Gi. Tinggal di sana selamanya.”

Jae Hee tampak gentar mendengar tantangan Maru, “Jadi, apakah kau mau menerimanya, Noona?”


Sementara Joon Ha menunggui Eun Gi yang tertidur lelap, Maru telah pulang ke rumah. Ia memasuki kamar Eun Gi yang sekarang hanya ditempati oleh Choco yang sudah tertidur.  


Dalam kegelapan, Maru duduk di tempat tidur Eun Gi dan menyentuh bantal, mencari sedikit jejak Eun Gi yang tertinggal di bantal itu. Ia melihat tak ada barang yang tertinggal, kecuali satu. 


Foto mereka saat di Aomori.


Ia hanya bisa menatap dan menyentuh wajah Eun Gi yang tersenyum padanya.


Pagi-pagi, Jae Hee dikagetkan oleh kabar yang dibawa oleh bibi pembantu. Eun Gi pulang dengan membawa koper. Ia menemui Eun Gi yang ada di ruang kerja Presdir Seo sedang menatap foto ayahnya.


Entah bimbang atau segan, Jae Hee perlahan menyapa Eun Gi yang katanya telah memutuskan untuk pulang ke rumah. Eun Gi mengiyakan karena ia tak bisa tinggal lagi di rumah Maru.


Jae Hee memuji tindakan Eun Gi. Dan ia ingin menjelaskan hubungan masa lalunya dengan Maru, tapi Eun Gi menghentikannya. Eun Gi tak ingin mengatakan apapun tentang itu dan ingin melupakannya.


“Orang yang membocorkan berita itu pada pers adalah bajingan itu,” kata Jae Hee tiba-tiba. Ia mengatakan kalau Maru berniat untuk menghancurkan mereka semua. Sebelum Eun Gi amnesia, ia juga telah mencoba mengingatkannya, tapi Eun Gi tak mau mendengarnya. “Kau sudah melupakan perasaanmu pada bajingan itu, kan?”


Walau terkejut mendengar Maru menjadikan dirinya sendiri sebagai kambing hitam, tapi Eun Gi hanya terdiam.  


Saat Eun Gi turun tangga, ia mendengar suara tangisan Eun Suk yang pulang ke rumah dan berteriak pada ibunya, “Ibu jahat! Aku benci ibu!”


Skandal masa lalu ibu dan tunangan kakak Eun Suk rupanya telah masuk ke sekolahnya dan Eun Suk diejek oleh teman-temannya.


Jika skandal itu telah masuk ke sekolah Eun Suk, skandal itu lebih kejam di kantor Maru. Tapi Maru pasrah saat mendengar bisikan-bisikan yang mengunjingkan dirinya saat ia berjalan di kantor.


Joon Ha yang mendengarnya hanya bisa menatap punggung Maru dengan iba. 

Komentar :


Hukuman bagi Jae Hee sudah dimulai di episode ini. Di bagian pertama episode ini, hukuman Jae Hee sudah mulai muncul dengan tangisan Eun Suk yang membenci ibunya.

Seharusnya Jae Hee sadar kalau bukan Maru yang membocorkan ke media. Dulu Maru pernah mengancamnya, Siapa yang paling terluka kalau hubungan mereka ketahuan? Bukan Jae Hee, bukan Maru dan bukan pula Eun Gi.

Tapi Eun Suk.

Apa hukuman bagi Jae Hee, seorang ibu, yang berbuat segalanya demi putra tercintanya? Mendengar anak itu menangis dan mengatakan "Aku benci ibu!"

Bersambung ke Sinopsis Nice Guy Episode 18 - 2

24 comments:

  1. Akhirx yg ku tunggu2 keluar juga... Thanks yah sista...

    ReplyDelete
  2. buka tenda kaki lima di blognya mba dee

    1. jualan golok
    2. jualan sapu tangan
    3. jualan tissue

    ReplyDelete
  3. ih apa-apaan sih jadi second comment, saya kan udah di sini dari subuh nungguin recap-annya mba kutu

    ReplyDelete
  4. mba kutu mba kutu
    ini pasti recap-annya dibuat sama warga se-kabupaten

    #keprok-keprok

    ReplyDelete
  5. haha entah kenapa saya malah kangen sama "mbak kutu" di atas ^^
    thanks mbak dee!!!
    nunggu yang 18-2 biar bisa lebih panjang komennya wkwkwkwk

    ReplyDelete
  6. Anonim komentarmu itu loh hahaha....Apry.

    ReplyDelete
  7. ko d bgi dua sinopny,hri ni pa bsok yg kduany? dah g sbar nih!

    ReplyDelete
  8. Liat ekspresi maru bikin hati aku sakit..ㅠㅠ

    ReplyDelete
  9. kasihan maru....jadi kambing hitam,tapi tetep cakep!!!!
    moga moga happy ending deh...
    mbak kutu semangat ya!!!

    ReplyDelete
  10. mba, beli golok sama cangkulnya dong kalo ada:D :(

    ReplyDelete
  11. Dah ada spoiler ep 19 n ep 20 lh0,dikoalasplayground

    ReplyDelete
  12. ah~~~ lupa, saya juga jualan cangkul, buat ngeruk tanah kuburan buat readersnya mba kutu sama readernnya mba funny, buat para readers yang punya penyakit jantung akut lantaran sakiiiiiit ati nonton chibi MARU ko chan, I mean NG. Biar afdol, keranda jenazah sama bunganya juga tersedia.

    #yaAllahAmpunilahKomentarIni

    ReplyDelete
  13. wahh... sdh saya tunggu2 nih , lanjut part 2 ^^

    ReplyDelete
  14. @all : jangan marah ya kalo baca beberapa komentar anonim. She's only joking. Dia tak berbahaya, so please don't be hard feeling to her. Miss anonim hanya sdkt kesal krn belum membuat banyak crochet untuk hadiah ulang tahun future virtual hubbie-nya. :)

    ReplyDelete
  15. Spoiler 19-20 dah Ǟϑǟ klo spoilerx benar, berarti happy ending dgn maru yang amnesia yang hax mengingat eun gi, sm waktu eun gi amnesia dulu

    ReplyDelete
  16. aq bc dr slh st blok kt'y info'y dc sompi tp blm tnt bnr di ep 19 ternyata ayah'y joha yg brtnggung jwb ats kecelakan ibu ugi yg jd ancaman minyong...trs knp ugi ketaman krn maru ngajak ketemuan buat nyerahin amplop bukti kematian ayah ungi yg di berikan ju ha n kt'y juha mau ninggalin taesan. n nyuruh maru buar jg ungi n taesan.akhir'y maru menuju ke tmn tdk tau knp bs ktm ma jaeha so ga di jls'i.dst maru liat jaeha yg gi nangis n dia blng mau nyerahin dr ke polisi n dia menyesal jd mr meluk tuk yg terakhir e mlh ugi liat jd slh phm lg n dia ga mau prcaya ma mr lg pdhl pas janjian dia mau prcy mr sex lg.jd dia blng dlm ht tuk lps mr forever.ztlh minyong tau lo lo jaeha mau nyerahin ke polisi dia nikam maru trs maru di bw ke rs tp cp yg bw ga di jks'n. ugi di kasih tau ma jae gil trs dia blng wnt yg dicintai mr ugi n hmpr tiap hr ugi ningguin mr pasca oprasi dia nyesel krn ga prcy mr n dia akn bersbr bt bw nunggu mr dam beberapa bln kmdn ugi dah jd pmmpn taesan. n prshn'y mulai mj,tp dia ga sm mr krn dia meraaa brslh pd mr ga brn nemui mr,lalu jaegil nemui ugi tuk ngembaliin ingatan mr n ugi memberanikan tuk dtng ke rmh mr di dpn pnt ia mndngr ad yg memanggil soe eun gi.ky ugi dl ps lg amesia tinggl di blk ja.oya aq lp pas jaeha tau lo minyong yg nikam mr trs dia ke kntr polisi nyerahi dr n laporin minyong mrk dipenjara dh.(mudah2an gt ending'y kt doa sm2 yuk...)

    ReplyDelete
  17. Really mba kutu?? Oh come on :p
    Making those confirmation comment?? Are there people out-there who can't distinguish between joke and the real one??

    ah~~ yes yes.. I know, some people're easily getting sensitive. The oldest one, I guess #DarahMudaaaDarahnyaParaaaRemajaaa

    I am just kidding everybadeeeh. Seriously :p

    "banyak crochet untuk hadiah ulang tahun future virtual hubbie-nya. :)" SUKAAAAAAAA SAMA QUOTE INI

    *kissing mba dee

    ReplyDelete
  18. aku tahu dan mengerti bagaimana perasaan eungi dan alasan di balik semua tindakannya itu...tapi entah mengapa gak bisa mngerti tindakan maru,walaupun tahu alasan di balik semua perbuatannya...

    ReplyDelete
  19. maruu akan tetap melindungi eungi (so swEet^^)
    sampai rela jd kambing hitam...

    ..mba ditunggu part 2nya^^ jngan kelamaan yaaA..
    gumawo..:)

    ReplyDelete
  20. gapapa mbak, beneran deh kangen banget anonim itu komen di sini ^^
    habisnya dah lama gak liat tulisannya baik di KUTUDRAMATIZED ato di blog lain...
    if u know me wkwkwkwk
    kiss mbak dee??? aih >___<

    ReplyDelete
  21. ga ada yg marah ko mba dee... kalo sering pantengin komentar2 di blog mba dee sm mba fanny pasti tau itu siapa :D

    ReplyDelete
  22. mb dee part2-nya mnaaa??
    semangatt mb dee n mb fanny...
    tgl 2eps lg!!!

    ReplyDelete
  23. Setiap kali melihat kata crochet selalu terpikit kroket >,<
    Uri dongsaeng calon menantu virtual teladan, kalo udah kelesai kroketnya sebaiknya diuji coba dulu sama kita yaaaa

    ReplyDelete
  24. :(.......aq mewek di saat eun gi blg...aq ttp saja mencintai nya....dia menggunakan ku ntk mendptkkan jae hee,,tissu ku basah semua...

    ReplyDelete