November 5, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 16 - 2

Sinopsis Nice Guy Episode 16 – 2


Dimanakah Jae Hee saat Maru dan Eun Gi berselimut kebahagiaan? Ia makan sendirian di meja makan. 

Tapi jangan khawatir, ada sang kakak yang datang menemaninya. Bibi pembantu memberitahukan kalau Jae Shik datang saat ia membuka pintu untuk pergi menjemput Eun Suk dan memaksa masuk.



Tuh, kan.. ada kakak tersayang yang datang menemani Jae Hee. Tapi Jae Hee tak senang melihat kemunculan Jae Shik. Apalagi Jae Shik bergabung untuk sarapan bersamanya.

Jae Hee langsung menyuruh bibi pembantu untuk membereskan semua makanan yang ada di atas meja. Dan ia akan memecatnya jika bibi ketahuan memberi makan Jae Shik. 


Jae Shik menunggu Jae Hee di ruang tengah. Saat Jae Hee muncul untuk berangkat ke kantor, Jae Shik memberi alasan tentang kejadian terakhir saat ia menusuk Jae Hee dari belakang. Ia melakukan itu karena  refleks atas apa yang dilakukan Jae Hee sebelumnya. Dan ia meminta agar adik kecilnya ini tak marah padanya.

“Apa yang harus kulakukan agar bisa membunuhmu?” Jae Hee sangat kesal mendengar kata-kata Jae Shik.


“Aku juga tak tahu,” jawab Jae Shik enteng. “Hanya dirimu, yang pernah membunuh orang, yang tahu caranya.”

LOL. Pagi yang sangat berat bagi Jae Hee.


Jae Shik mengusap kepala adiknya. Tapi Jae Hee menampiknya dan menyuruhnya pergi dari rumahnya sekarang juga. Tapi Jae Shik tetap mengusap-usap kepala Jae Hee sehingga membuatnya marah dan menendang kaki Jae Shik. Jae Shik mengaduh-aduh ditendang adiknya. 


“Apakah kau juga ingin Maru mati?” tanya Jae Shik tiba-tiba, membuat langkah Jae Hee terhenti.


Jae Hee terkejut mendengar Jae Shik yang mengatakan kalau ia baru-baru ini diminta seseorang untuk membunuh Maru. Jae Shik sedang memikirkan hal itu sambil melakukan survey kecil-kecilan lebih dahulu, “Apakah kau juga ingin melenyapkan Maru dari muka bumi ini?”


Hmm.. orang Taesan yang mengenal Maru dan Jae Shik hanya sedikit, kan? Hanya Jae Hee dan..


Setelah itu Jae Shik pergi ke rumah Maru. Di sana ia dapat sarapan, semur belut buatan trio pemilik rumah. Jae Gil menggerutu karena ia harus membeli susu untuk Jae Shik yang harus meminum susu sebelum makan. Jae Shik beralasan kalau  ini adalah kebiasan yang tertanam sejak ada di penjara

LOL, penjahat kok ya kelakuan imut banget. Minum susu..


Di sini, Jae Shik mencela semur belut yang katanya rasanya seperti sup toilet (memang Jae Shik pernah ngerasain sup toilet, ya?) membuat Choco cemberut dan Jae Gil mengancam akan mengambil kembali sarapan Jae Shik.


Jae Shik buru-buru meraih nasinya, dan mulai makan. Walaupun penjahat, Jae Shik tetap cute saat memanggil Choco dan menyarankan, “Chiki Chiki Chaka Chaca Choco Choco kita ini hanya perlu Jae Gil di sisinya.”


Choco dan Jae Gil bingung dengan ucapan Jae Shik yang aneh. Jae Shik berkilah kalaupun Maru tak ada, Choco tetap memiliki Jae Gil, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Choco protes akan ucapan Jae Shik yang tak masuk akal. Tapi Jae Shik tetap beralasan kalau tak selamanya Maru ada bersama mereka, dan ia menyarankan agar mereka berdua cepat menikah.


Walaupun dengan alasan berbeda, Jae Gil tahu kalau kata-kata Jae Shik ada benarnya. Dan ia terlihat mempertimbangkannya.


Melalui telepon, Jae Hee berterima kasih pada Jung Hoon dan berjanji akan menarik Taesan dari bidding akuisisi perusahaan kertas. Dan dengan bangga ia memberitahukan Min Young kalau kali ini mereka akan mampu menyingkirkan Eun Gi tanpa mengotori tangan mereka.


Joon Ha memberitahukan Maru kalau berita tentang Eun Gi yang amnesia telah menyebar di lantai bursa. Kabar itu disebarkan oleh Jung Hoon. Maru tahu kalau untuk kasus yang sekarang, tak ada gunanya jika mereka menutup mulut pihak Jae Hee. Karena shareholder di luar sana sudah meragukan kemampuan profesional Eun Gi.


Maka dari itu, Joon Ha melakukan gerak cepat yang tak dikonsultasikan dulu pada Maru dan Eun Gi.

Apa itu?


Dari internet, Jae Hee membaca informasi gerak cepat yang dilakukan Joon Ha. Ia tak percaya sekaligus marah. Seo Eun Gi akan menikahi tunangannya, Kang Maru?

Min Young menjelaskan kalau dugaan Eun Gi yang inkompeten telah menyebar di luar. Maka mereka langsung bergerak untuk meredam kekacauan ini. Dengan informasi ini, semua kendali akan dipegang oleh sang suami, Kang Maru.

Min Young dan Jae Hee menyadari dan sepakat kalau tim Eun Gi benar-benar menyebalkan.


Jae Hee mendatangi Maru di ruangannya. Tanpa basa-basi ia langsung bertanya apakah Maru memang berniat untuk menikah dengan Eun Gi? Ia tahu kalau Maru tak punya sopan santun, tapi bukankah tak pantas kalau Maru mengumumkan ke publik sebelum ia memberitahukan orang tua terlebih dulu?


Maru tersenyum santai dan dengan enteng ia menjawab kalau sebenarnya ia merencanakan untuk menikah dulu sebelum mengumumkan ke publik. Pura-pura heran, ia bertanya, “Bagaimana gosip bisa menyebar sangat cepat, ya? Kami sebenarnya juga sedikit terkejut.”


Jae Hee menganggap serius kata-kata Maru, “Kau merencanakan untuk mengumumkan setelah kalian menikah? Aku tahu kalau otak Eun Gi bermasalah, jadi Eun Gi tak dapat berpikir rasional. Tapi..”

“Kalau kau ingin tahu apa arti jiwa yang normal dan abnormal,” potong Maru. “Di antara kita bertiga, bukankah orang yang paling abnormal  adalah dirimu, Bu Presdir?”

Jae Hee masih tak percaya akan ucapan Maru. Apakah pernikahan ini untuk memuluskan jalan Maru untuk mendapatkan semua tujuannya? Bagaimana jika ia mengungkapkan hubungan masa lalu mereka pada Eun Gi?


Maru tak takut akan ancaman Jae Hee. Ia bahkan mengusulkan untuk mengulang cara lama mereka, memotret saat berciuman dan foto itu dikirim ke Eun Gi, “Kurasa cara itu lebih banyak pengaruhnya. Karena Eun Gi tak hidup di masa lalu, tapi di masa sekarang.”

Wow.. Jae Hee benar-benar KO jika harus berperang mulut dengan Maru.

Tak ada lagi yang bisa ia gunakan untuk mengancam Maru. Maka ia memohon, “Pernikahan itu.. batalkan pernikahan itu, Maru. Batalkan dan pikirkan sekali lagi, “ Jae Hee meraih tangan Maru dan menggenggamnya, “Kembalilah ke akal sehatmu dan pikirlah Apa aku harus melakukan pernikahan ini? Apakah Eun Gi yang terbaik untukku, atau adakah cara lain? Tolong pertimbangkan sekali lagi, secari rasional dan obyektif.”


Maru menepis tangan Jae Hee dan mencondongkan badannya pada Jae Hee dan berkata pelan tapi tajam, “Kukatakan padamu, aku membutuhkan Eun Gi. Sekarang, aku tak bisa lepas dari Eun Gi walau hanya sehari saja, ... Noona.” 

Kemudian Maru langsung menjauhkan diri dari Jae Hee dan berkata sopan, “Apakah jawaban ini memuaskanmu, Bu Presdir?”


Jae Hee meneteskan air mata, bukan karena terharu, tapi karena ia kalah. Perasaan Maru sudah bukan lagi untuknya. Maru hanya tersenyum tanpa iba, melihat Jae Hee tercenung di depannya.


Jae Hee yang belum pulih dan masih termenung-menung saat berjalan keluar, seperti diingatkan kembali kata-kata Maru saat ia melihat Eun Gi berjalan di koridor. Ia menyindir Eun Gi yang katanya akan menyerahkan Taesan padanya. Tapi kenapa Eun Gi masih ada di sini?


Eun Gi menjawab kalau ia memang sudah ingin menyerahkan Taesan. Tapi sudah banyak orang yang mempertaruhkan nyawanya untuk menjauhkan Taesan dari cengkeraman Jae Hee, maka ia merasa berkewajiban untuk membantu mereka.

Sadar kalau sindirannya tak mempan malah berbalik padanya, Jae Hee bertanya apakah Eun Gi sudah mencari tahu siapa Maru sebenarnya? Sambil tersenyum, Eun Gi mengiyakan. Jae Hee menyuruh untuk melihat Maru lebih ke dalam lagi. Eun Gi pun tetap mengiyakan sambil tersenyum. Serangannya kali ini juga mental.


Maka ia bertanya, apakah Choco masih menangis di saat tidur? Apakah Jae Gil masih klaustrofobia? Kali ini pancingannya mengena, karena Eun Gi penasaran bagaimana Jae Hee tahu kalau Choco menangis saat tidur.


Untungnya Joon Ha lewat dan menyelamatkan Eun Gi dari pancingan Jae Hee berikutnya. Ia mengajak Eun Gi untuk pergi rapat sekarang.

Jae Hee menghela nafas, mencoba memahami semuanya.


Joon Ha meminta maaf karena ia menyebarkan berita pernikahan mereka untuk mengantipasi berita yang telah menyebar di bursa. Tapi Eun Gi sebenarnya malah sangat menyukainya.


Sambil menoleh pada Maru ia berkata, “Walaupun sebenarnya aku lebih suka kalau orang menganggap pernikahan ini bukan sebagai taktik, tapi yang sebenarnya.”


Joon Ha memberikan daftar pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan saat rapat berikutnya. Yang perlu Eun Gi lakukan hanyalah menghafalkan. Sesuatu yang Eun Gi mahir melakukannya.


Sebelum Joon Ha pergi, Eun Gi menanyakan sesuatu yang mengagetkan pada Joon Ha. Eun Gi menceritakan kalau ia ingat telah berpindah jalur, semakin mempercepat mobilnya, dan menabrak mobil lain, “Apa yang terjadi dengan pengemudi mobil itu?”

Joon Ha melirik Maru, tak tahu harus berkata apa. Kebiasaan Joon Ha adalah bertanya lagi untuk mengulur waktu. Dan kali ini ia bertanya mengapa Eun Gi menanyakannya. Eun Gi merasa penasaran dan menyesal.


Maru hanya bisa tertunduk saat Joon Ha menjelaskan kalau pengemudi itu wanita namun ia sudah sembuh. Wanita itu pindah ke luar negeri dan sudah sembuh, lebih cepat daripada Eun Gi. Joon Ha meminta Eun Gi untuk tak khawatir karena Taesan sudan memberi ganti rugi yang cukup.


Namun penjelasan itu tak masuk akal bagi Eun Gi. Di toilet, ia meminta Sekretaris Hyun untuk menyelidiki identitas pengemudi mobil yang ia tabrak. Walaupun menurut Joon Ha pengemudi itu adalah wanita, tapi ia masih jelas mengingat kalau sosok yang ada di mobil depannya adalah seorang pria.

Sekretaris Hyun terbelalak kaget.


Maru termenung di ruangannya. Ia teringat kata-kata Eun Gi yang belum bisa mengingat wajah pengemudi yang ditabrak saat kecelakaan itu.


Jae Gil mengantarkan Choco untuk audisi. Ia teringat kata-kata Maru di restoran, betapa ia merasa sangat bahagia karena Choco sudah sangat sehat. Dan Maru berjanji kalau ia bersedia dioperasi setelah merasakan kebahagiaan ini sedikit lebih lama lagi.


Maka Jae Gil pun mencoba membuat keinginan Maru menjadi nyata. Saat mengintip proses audisi dan melihat Choco hampir gagal karena gugup, ia masuk ke ruangan itu dan meminta juri untuk memberikan kesempatan sekali lagi dengan ia yang mengiringi Choco.


Dan benar saja, dengan iringan keyboard Jae Gil, Choco berhasil menyanyi dengan sangat bagus.


Jae Gil tersenyum dan berkata dalam hati, “Choco-ya, sekarang Maru sedang menghadapi masa-masa sulit. Mulai sekarang, marilah kita hidup dengan baik.”


Di ruangannya, Maru yang sedang bekerja, tiba-tiba terpikir sesuatu, membuat ia menghentikan pekerjaannya. Ia mendesah dan terlihat berpikir.


Sekretaris Hyun bertanya apakah Kang Maru orang yang ditabrak oleh Eun Gi. Melihat Joon Ha tak bisa menjawab, Sekretaris Hyun tahu kalau itu benar. Bagaimana ia bisa memberitahukan hal ini pada Eun Gi? Eun Gi pasti akan sangat shock.


Joon Ha meminta agar informasi ini tak diberitahukan pada Eun Gi. Jika Eun Gi bertanya lagi, Joon Ha meminta Sekretaris Hyun untuk memberitahu Eun Gi kalau Joon Ha salah sebut, seharusnya pria bukannya wanita.


Namun terlambat. Saat Eun Gi masuk ke ruangan kantornya, ia menemukan dokumen saat ia kecelakaan dulu. Betapa terkejutnya melihat hanya namanya dan nama Kang Maru yang ada di peristiwa kecelakaan itu.

Dan ingatan itu kembali.


Saat ia memasuki terowongan yang terang, ia melihat mobil Maru ada di hadapannya. Ia segera berpindah jalur dan melihat sosok Maru ada di dalam mobil itu.


Bercucuran air mata, sesaat setelah ayahnya meninggal, ia menatap Maru yang mengarah padanya. Sesaat sebelum semuanya putih, senyum samar Maru masih dapat ia tangkap.


Eun Gi terduduk lemas mengingat kenangan itu. Ia sekarang menyadari kenapa Choco cemas saat ia mencari informasi kecelakaan. Ia juga teringat kata-kata Joon Ha yang mengatakan kalau supir itu wanita dan telah pindah keluar negeri.


Namun Eun Gi yang lemas itu tak pernah terlihat oleh Maru yang mendatangi kantornya. Maru menemukan Eun Gi duduk di kursi dan tersenyum tipis padanya. “Apakah kau sudah siap untuk meeting sekarang?” tanya Maru. Eun Gi mengangguk.


Di koridor menuju ruang rapat, Maru memberi saran pada Eun Gi, “Yang perlu kau lakukan hanyalah melakukan semua yang tadi sudah kita latih.”


Tapi yang muncul di benak Eun Gi adalah ucapan Maru saat mereka ke pantai, “Aku ingin pergi ke pantai ini dengan seseorang, tapi kami tak jadi melakukannya. Seseorang yang dulu pernah aku cintai, Han Jae Hee.”

Maru :  “Akan banyak pertanyaan muncul tentang penyakit amnesiamu.”

“Aku ingin bersama dengan Han Jae Hee, bukan dengan Seo Eun Gi."

“Walaupun nanti kau lupa, jangan terlalu cemas. Santai saja.”

“Karena itulah kau jatuh cinta padaku. Karena aku berpura-pura mempertaruhkan nyawa untukmu. Wanita sepertimu.. yang sombong dan memiliki sikap yang menyebalkan yang tak bisa percaya pada orang lain.”

“Janganlah terlalu khawatir dan lemaskanlah bahumu.”

“Apakah kau pikir tak ada yang dapat aku lakukan untuk mendapatkan Jae Hee noona kembali?”


“Kita hanya perlu melakukan satu kali saja.” Maru menepuk-nepuk bahu Eun Gi, menenangkannya,  “Bersikaplah seperti biasa.”


Eun Gi memasang senyum terbaiknya dan mengiyakan saran Maru.


Benar saja, di rapat para direktur mulai mempertanyakan gosip Eun Gi yang hilang ingatan yang telah menyebar di publik. Apakah benar?


Eun Gi memandang Maru, dan Maru menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan untuk mengatakan apa yang telah mereka latih.


Eun Gi pun berdiri, dan berkata, “Aku memang menderita amnesia.”

Semua terkejut, apalagi Eun Gi juga mengaku telah menderita kerusakan otak. Walaupun ia melupakan semuanya, ia mulai berusaha mulai dari awal lagi.

“Saya tak berniat bersembunyi di balik orang yang mewakili saya. Jika semua sepakat menganggap saya tak pantas untuk mewarisi Taesan, maka saya akan turun dari posisi saya sekarang. Saya akan mulai dari bawah lagi, dan bekerja dari awal lagi sebagai anggota Taesan. Berilah kesempatan pada saya.”
Whoaa.. atta girl.

Jae Hee dan Min Young saling berpandangan. Joon Ha menundukkan kepala. Maru hanya memandangi Eun Gi.


Setelah rapat usai, Maru memuji tindakan Eun Gi, “Inilah Seo Eun Gi yang kukenal.”


Eun Gi memaksakan senyum saat menoleh pada Maru dan berterima kasih, karena semua orang memarahi dan menghinanya kecuali Maru.


Maru menggenggam tangan Eun Gi. Ia akan memberikan hadiah untuk keberanian Eun Gi. Maru menyuruh Eun Gi untuk meminta apa saja yang ia inginkan.


Mulanya Eun Gi tak tahu harus meminta apa, tapi setelah dibujuk Maru, Eun Gi meminta bunga, tas, daging panggang, “.. dan kiss.”


Maka Maru pun memilih tas, membeli bunga, dan memesan kopi (heh.. bukan daging panggang?). Ia membawa semuanya ini dengan senyum bahagia.


Sementara Eun Gi pergi ke rumah abu, tempat ayahnya disemayamkan. Di depan ayahnya, ia tak lagi berpura-pura. Ia minta maaf pada ayahnya karena terlambat datang. Ia teringat pada ayahnya yang memberikan pelajaran saat ia kecil.


Presdir Seo menyuruh Eun Gi untuk kuat, karena ia mempertaruhkan segalanya pada Eun Gi. Ia tak perlu anak laki-laki, karena Eun Gi bisa melakukan segalanya.

Eun Gi tak boleh menangis, karena akan tampak lemah. Jika kondisi menjadi sulit, maka Eun Gi harus tertawa, “Jika kau ingin menangis, menangislah sendiri. Jangan tunjukkan kelemahanmu pada orang lain. Jangan percaya pada siapapun di  dunia ini. Itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan di Taesan. Mengerti?”


Eun Gi kecil menangis dan memeluk boneka Barbie-nya lebih erat. Tapi Presdir Seo malah membuangnya. Ia menyuruh Eun Gi untuk tak bermain seperti anak perempuan lainnya. “Jalan hidupmu adalah bukan jalan untuk wanita. Walau ibumu mengkhianatimu, tapi kaulah satu-satunya yang aku percayai, yang akan menolongku.”


Pada foto ayahnya, Eun Gi meminta maaf padanya, “Aku telah bersalah, Ayah. Jika saja aku tak pergi menemui Kang Maru di hari itu.. Jika saja aku tak pergi menemui bajingan itu..,” Eun Gi menyentuh wajah ayahnya yang hanya bisa ia sentuh dari foto hitam putih di sebelah abu dan menangis,”Mungkin Ayah tak akan meninggal. Maafkan aku, ayah.”


Dan di sana, tanpa ada orang yang melihat, dan hanya disaksikan oleh abu ayahnya,Eun Gi duduk dan menangis.


Sementara Maru menunggu kedatangan Eun Gi di taman dengan hadiah yang telah ia persiapkan, menunggu kedatangan Eun Gi.


Eun Gi akhirnya datang ke taman, melihat hadiah Maru tertinggal di bangku. Ternyata Maru masih menunggunya. Kembali memasang topengnya, Eun Gi tersenyum. Maru bertanya apakah ia telah selesai menemui seseorang? Eun Gi mengiyakan.


Maka hadiah yang sudah Maru persiapkan, satu per satu diberikan pada Eun Gi. Eun Gi berterima kasih akan semua hadiah yang Maru berikan sesuai dengan dirinya. Maru pun maju, menyentuh pipi Eun Gi dan berkata, “.. dan.. hadiah keempat..”


Ia pun menunduk dan mencium Eun Gi. Untuk sesaat Eun Gi menutup mata, namun matanya terbuka kembali. Hanya ada tatapan dingin tanpa sedikitpun kemesraan di sana.


Komentar

Jadi, siapa yang menaruh amplop di meja Eun gi?


Apakah Jae Hee? Jae Hee tahu kalau Eun Gi amnesia, dan tahu kalau belum yang Eun Gi ketahui belum semuanya. Setelah mengancam dan membujuk Maru gagal, dan memancing Eun Gi juga gagal. Jae Hee pasti tak akan tinggal diam. Ia pasti berusaha untuk menggagalkan pernikahan Maru. 

Tapi Jae Hee tak tahu informasi yang Eun Gi cari adalah orang yang ditabraknya. Dan saya juga curiga, kalau Jae Hee tak tahu kalau Marulah orang yang ditabrak oleh Eun Gi. Berarti orang dalam.


Apakah Maru? Bisa jadi. Karena Maru ingin membuka lembaran baru bersama Eun Gi, tanpa rasa bersalah. Seperti simbolis, Maru membuka mata setelah ia berterima kasih pada Tuhan karena mimpi indah pagi itu. Ia merasa cukup mendapat kebahagiaan sebesar ini, dan siap menghadapi konsekuensi sisanya.

Tapi Maru pun memiliki kenginan untuk tetap menjadikan Eun Gi pewaris Taesan. Dengan ia memberikan amplop itu sebelum rapat yang sangat kritis, berarti ia akan menghancurkan kemungkinan Eun Gi selamat dari para direksi Taesan.

Ada lagi Joon Ha dan Min Young. Tapi menurut saya, Joon Ha malah tak ingin kebohongannya diketahui. Begitu juga dengan Min Young. Min Young malah merasa senang kalau Eun Gi akan terus amnesia.

Berarti siapa?


Mungkinkah Sekretaris Hyun? Walaupun panikan, tapi Sekretaris Hyun sangatlah setia pada Eun Gi. Ia tahu kalau Maru yang ditabrak Eun Gi. Ia telah diwanti-wanti Joon Ha agar tak mengatakan identitas orang yang ditabrak Eun Gi. Tapi iapun tahu, kalau Eun Gi bisa sembuh jika ingatannya kembali. Iapun memberikan dokumen itu secara anonim.

Jadi, menurut saya sih Sekretaris Hyun. Hanya dia yang bisa memberikan dokumen itu tanpa pikir panjang. Kemungkinan kedua baru Maru. Jika benar Maru, berarti Maru benar-benar sudah mulai ‘bunuh diri’.


Jika ditanya siapakah Nice Guy di drama ini? Saya percaya Joon Ha adalah nice guy. Tapi ada yang lebih di atas Joon Ha. Dia adalah Jae Gil. Betapa ia akan melakukan segalanya, bukan untuk seorang wanita, tapi untuk seorang sahabat.

Mungkin sekarang ia menyukai Choco (terlihat saat ia dag dig dug setelah berciuman paksa dengan Choco di episode sebelumnya). Tapi yang membuat ia bertekad untuk menemani Choco adalah karena ia sayang dengan Maru.

Ia tahu Maru tak mau dioperasi karena selain ingin merasakan kebahagiaan, Maru juga mengkhawatirkan masa depan Choco. Jika ia *amit-amit, ketok-ketok meja* meninggal saat operasi, bagaimana Choco bisa bertahan.

*Menyebalkan, memang melihat Maru menganggap Choco lemat dan tak mengakui kemampuan Choco untuk bisa hidup sendiri. Tapi itulah pria, dan itulah seorang kakak.


Maka Jae Gil, sebagai seorang pria akan membuat Maru bahagia, dengan membuat adiknya bahagia. Dengan mengiringi Choco mencapai impiannya, menjadi seorang penyanyi.


Bersambung ke Sinopsis Nice Guy Episode 17

32 comments :

  1. kok nyesek mbak...hu..hu..

    ReplyDelete
  2. Amel nunggu episode selesai aja lah kl begini...

    ReplyDelete
  3. sedih eun gi yang polos telah berganti menjadi eun gi yang lama.

    menurutq yang meletakkan amplopnya maru.. seperti mbak dee tulis. maru ingin memulai dari awal bersama eun gi tanpa rasa bersalah.

    kalow mengenai ingatan eu gi kembali maru tahu
    kayaknya paz eun gi memimpin rapat, mengatakan yang seharusnya tidak ia katakan tentang menderita amnesia, trz saat maru bernyata apakah eun gi telah selesai menemui seseorang?
    "kalimat ini yang paling menyakinkan".

    ReplyDelete
  4. Aduhh mudah"an eun gi cepat sadar klu Maru sangat mencintainyaa
    Amien amien :)

    ReplyDelete
  5. Menunggu selanjutnya.....ga sabar hehehe :D
    Keren banget pokonya.......

    ReplyDelete
  6. Semakin seru, makasih sdh update sinopsisx...

    ReplyDelete
  7. ada preview episode 17 g? penasaran gila... bikin penasaran neh drama

    ReplyDelete
  8. menurutku juga kayaknya maru deh yg naro amplop itu...aduh makin dag dig dug dan ga sabar pengen liat episode 17... >__<

    ReplyDelete
  9. Suara Choco bagus yaaaa^^ jadi terpikir, cara Eun Gi membalas dendam pada Jae Hee adalah dengan mengambil Taesan.....dan Maru. Hmmmm...

    ReplyDelete
  10. penasarannnn.. kok di youtube udh ga ada lavi yaa.. mulai dri ep 15 :(

    ReplyDelete
  11. kalo liat kwangsoo aku inget ruppert grint! XDD
    ekspresi mereka berdua aneh2 soalnya. hahahahaha...

    *komen diatas pengalihan hati yg lagi sedih ga mau komen ttg maru dulu*

    btw, song joongki emang ingin punya anak 2. 2 sekaligus. kembar maksudnya.. laki2 dua2nya.. :">
    aku juga mau anak kembaaaarrr... XDDDDD

    ReplyDelete
  12. Q rasa maru yg naro dokumen ttg kecelakaan itu pi qta liat ja tar smua kn terjwb di episode 17-18 ya ampun deg2an ni drama mo tamat n masih berhrap happy ending meskipun sangat kecil kemungkinan (=_=) thanx sinopsisY mba dee ;^)

    ReplyDelete
  13. mmmm baca 2kali ne.. mksd dr pkataan maru,“Inilah Seo Eun Gi yang kukenal.” apa dy dh tw klo eun gi dh kembali ingatannya?

    ReplyDelete
  14. Tatapan Mata EG disaat ciuman dg MR di ep.16 ini ...mengingatkanku pada "tatapan dingin" MR saat berciuman dg EG didepan kuil saat di Jepang....

    ReplyDelete
  15. Wuahah,,,, mendebarkan..
    klu mnurut ipeh yang letak tu dokmen adalah maru.
    Krna saat dia bilang dia sudah cukup bahagia. tapi dia ngerasa walo hanya dalam mimpi yg swaktu2 bisa buyar ketika dia bangun. sama halnya dengan ingatan eun gi yg swktu2 bisa nongol. ipeh yakin Maru sudah tau kalu Eun Gi dah inget, brsa banget pas di meeting dan cara dia mandang Eun Gi. dan dari mimik wajah Eun Gi kita bisa ngliat beda ama seblumnya..heheh (sok pinter nich..^_^).
    tapi tetp ngarap siapaun yg ngeletakkin ga peduli krna ipeh pengen mereka Happy Ending..huhu
    semangaaat mbak dee dan mbak fanny yah,,.

    ReplyDelete
  16. d youtube ada ko ep 15 sm 16

    yg upload namanya guzzylady.....

    ReplyDelete
  17. Annyong haseyo……
    Salam kenal buat tmn2 semua......
    Sebelumnya perkenalkan, saya Dian. Saya sudah lama masuk ke blog ini. Namun, biasanya hanya sekedar melihat2. Lama-lama hati ini mulai tergerak utk menuliskan sesuatu.

    Menurut saya, org yg ksi amplop ke Eun Gi adalah sang aktor utama kita…… Kang Ma Ru. Wae????....... Rasa bersalah dan pembayaran utang, itulah jawabannya. Meski bukan sepenuhnya kesalahan Ma Ru, namun ia tetap merasa punya andil atas keadaan Eun Gi yg skrg. Ia merasa dgn kembalinya ingatan Eun Gi, maka stdknya sdkt utangnya sudah terbayar.

    Memang ia ikut bhgia dgn kesembuhan Eun Gi, namun tak dpt dipungkiri Ma Ru jg sdkt merasa khawatir. khawatir akan momen2 indah yg sudah mereka jalani bersama saat Eun Gi amnesia akan sirna.
    (klo udh bgini, saya jd ikut sedih mengenang Ma Ru. meski byk hal buruk yg trjdi pdnya & sudah pernah ia lakukan, tp ia jg berhak utk bhgia)

    Meski di satu sisi ia senang dgn keadaannya saat ini dmn ia & Eun Gi akhirnya bs mengungkapkan perasaan satu sama lain, namun di sisi lain ia masih tetap menyimpan rasa bersalah karena momen itu terjadi saat Eun Gi kehilangan ingatannya dimana Eun Gi saat itu belum tahu siapa Ma Ru sebenarnya.

    Setuju dgn mb dee, dgn kembalinya ingatan Eun Gi, Ma Ru berharap ia bs memulai semuanya lg dr awal bersama Eun Gi tanpa ada rs bersalah. Ma Ru juga ingin melihat apakah Eun Gi memang bnr2 cinta sejatinya. Jika memang dgn kembalinya ingatan Eun Gi tdk membuat hatinya jg ikut berubah, maka Eun Gi memang cinta sejatinya.

    ReplyDelete
  18. Nice prediction mba Dee... I agree with u...
    Secretary Hyun or Maru.
    But it will be more "something" if Maru is the one who put that document. ^.^

    ReplyDelete
  19. Ini ada oleh2 dari Soompi: http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=ORvRZG7QtdM
    Untuk yang Chaeki (MCW & SJK) shipper, wajib nonton. Untuk yang ngefans berat SJK, jangan ditonton, karena bisa bikin cemburu.. BTS adegan ep 15 yang nyambung ke 16. You know which part of it.. :p Hihihi..peace yo..
    @all : aww.. thank you, banyak banget yang nebak2 dan ngasih analisis. you're awesome, girls.. :)

    ReplyDelete
  20. hiks.. tambah sediiih...
    si Eun Gi dah ingat dan dia jadi dingin banget, udah kelihatan gak bakal percaya lagi sama Maru..
    sedangkan Maru semakin lama semakin sayang sama EunGi..
    hueee ~~~

    gak sabar nunggu preview episode 17 nyaa

    ReplyDelete
  21. Nice prediksi mba dee,
    aqu juga setuju klo yg naro amplop adalah maru, karena dia ingin memulai hidupnya bersama Eun Gi dari awal,walaupun dia tahu bahwa kemungkinan itu tak kan terjadi karena setelah eun gi tahu yg sebenarnya, tp setidak nya dia bisa menembus rasa bersalahnya terhadap Eun Gi.

    Kata2 MARU terhadap Jae hee "aku memmbutuhkan Eun Gi,aq tak bisa lepas dari seo eun Gi" dalam banget tuh buat Jae hee biar tau rasa :D

    satu lagi Kang Maru sepertinya sudah tahu klo Eun Gi sudah sembuh dari amnesia, dan ingat masa lalunya pada saat rapat, karena eun gi tidak memgatakan apa yg maru dan joo ha ajarkan,di tambah lagi maru mengatakan "Inilah Seo Eun Gi yg kukenal" dan pada saat bertemu maru di taman dia juga bertanya "apa eun gi sudah selesai bertemu dgn seseorang" dan mungkin maru juga tahu klo orang yg d temui eungi adalah makam ayahnya.

    Aq tnggu preview sm sinop eps 17 n 18nya mba dee n mba fanny.

    GOMAWO

    ReplyDelete
    Replies
    1. se7 dgn mba tika, aku jg mikir ucapan maru yg ini, maru sdh tau eun gi sadar pas dimeeting itu & jg btanya apa kau sdh temui orrg i2? & jg kt mba fanny klo maru nanya eun gi minta hadiah apa jg cm ngetes doang krna eun gi yg amnesia adlh eun gi yg polos.

      berharap happy ending deh biar ga nyesek terus nih dada #fiuuhh

      Delete
  22. dear mbak dee dan mbak fann..

    bikin recaps 17-18nya santai aja yaaa.. jangan buru-buru...
    aku butuh waktu ngelemin pecahan hati satu per satu dulu nih.. T^T

    butuh napas dulu sebelum liat eunma couple lagi.. T~T

    ReplyDelete
  23. hati tersayat2 mba bacanya huhuhu...

    aku juga mikir maru yg ngasih amplop..
    knp? krn setelah eun gi menanyakan mslh orang yg dia tabrak,
    maru terlihat berpikir, pikirannya ga tenang, gelisah... dan kalo diinget lagi di eps sblmnya maru minta eungi inget dia, maka eun gi bisa inget semuanya ---> maka dari itu saya menarik kesimpulan kalo maru yg ngasih amplopnya

    jadi maru memang dalam proses "bunuh diri" karena dia bilang dia ga mau serakah, ud cukup 1 bulan (atau lbh ya..) bersama eun gi (satu atap, satu meja makan, eun gi yg slalu tersenyum padanya)...

    tapiiiiii yg mirisnya, ingatan eun gi yang kembali malah menganggap maru bajingan.. huhu walau bener maru memperalat jae hee, tp yg bikin mati bapaknya kan bukan maru
    smoga disini joon ha mulai jujur ttg kematian ayah eun gi supaya eun gi tau kalo maru sekarang bener2 sudah amat sangat mencintai eun gi

    ReplyDelete
  24. makasih sinopsisnya ya......nggak sabar nunggu hari rabu dan kamis nih......

    ReplyDelete
  25. Hyaaaa seo eun gi yang bajingan itu bukan maru yang bunuh bapak lo bukan maru tapi si jae hee sm min young

    ReplyDelete
  26. Bnar2 bkin nyesek..
    Knapa keadaan mreka jdi brbalik kyak gni sich??
    Knapa mreka ga bsa mrasakan kbhagiaan i2 lbih lma??
    Aku lbih ska Eun Gi yg polos n ceria..
    Mdah2an happy ending untk mreka, aku ska bgt ma EunMa couple..
    Fighting ya, untk Mba Dee n Mba Fanny..
    Gomawo

    ReplyDelete
  27. yap yap yap, setuju ma katanya kak dizchu haha kak dizchu gak cukup nih komen 1 kali :P thanks to you too...
    gak usah buru-buru mbak, episode terakhir juga terbungkus dalam libur panjang wkwkwkwk *nangis
    bener2 gak tau mau bilang apa, kenapa waktunya tepat banget, apa memang saya harus mengikuti kak dizchu dengan merekatkan hati dan pikiran yang berkeping2 hancur setelah melihat penderitaan mereka
    atau dengan terbang ke korea ngerayain ultah eonni sebelum episode terakhir nanti? i think its better, walau itu akan diwarnai keharuan kru kayaknya *lha situ siapa main nebak aja-.-
    chaeki couple sama2 ngerayain ultah di lokasi syuting, aih!!!

    for kwang soo oppa!URE PLAYING A GREAT ROLE!gak salah pilih juga castnya:KWANG SOO
    ngerasa drama ini bakal gak sedap tanpa kata2 motivasinya buat maru

    thanks mbak dee,
    it cz KUTUDRAMATIZED are awsome ahjummas' blog too for us :)
    TERIMA KASIH BUAT SEMUA KOMENNYA!FIGHTING ALL! semua sesak ini (semoga) bakal luruh di ending nanti
    mianhae buat komen panjang binti gak jelas dari saya ^^"

    ReplyDelete
  28. kenapa momen bahagia nya nggak dibuat sedikit lebih banyak??!! hikk. T,T
    kagak siap liat kelanjutan nya.
    *tapi penasaran juga*

    ReplyDelete
  29. Seperti nya yang naro Amplop itu adalah 60 %sekretaris hyun, 40 % maru ssi. untuk endingnya sepertinya Han jae hee akan berakhir di penjara karena perlahan-lahan min young pun sudah mulai menentang jae hee.. klo terus2an di tolak dan tidak di anggap.. orang "sejenis" min young akan berkhianat.. karena dari awal Min young bukan orang yang setia ya.... huh menyebalkan melihat sepasang penjahat ini ( Jae hee dan Min young)... saya berharap diantara mereka tidak mati tapi menerima hukuman yang lebih pahit... yaitu "Penyesalan seumur hidup"

    Setuju banget Nice guy adalah jae gil.. he is so nice ya.. jarang bisa dapet sahabat yang mau nangis pikirin sahabat sendiri lo.... aktingnya sangat menyentuh... TT "ikutan nangis waktu jaegil nangis TT" thanx God Maru still has a good friend.

    Episode 17 kayaknya bakal ada wedding bisa diliat spoilers nya di sini ----> http://koalasplayground.com/2012/11/05/spoilers-for-the-upcoming-episode-17-of-nice-guy/#more-32601

    Penantian panjang akhirnya sebentar lagi berakhir... sangat berharap eun gi dapat melihat ketulusan Maru dan perubahan maru yang benar2 cinta eungi..

    semoga happy ending yah eunma couple

    ReplyDelete
  30. ya... jae gil itu memang nice guy banget..
    buat Choco juga buat Maru

    ReplyDelete