rotator and add

November 29, 2012

Sinopsis Faith Episode 19

Sinopsis Faith Episode 19


Choi Young buru-buru mengemasi barang-barang Eun Soo. Ia memutuskan untuk mengungsikan Eun soo sebelum titah kerajaan yang memerintahkan Eun Soo untuk pergi ke Yuan keluar.

Btw, kenapa bukan Eun Soo saja ya yang mengemasi barang-barangnya sendiri? Apa takut bawa bawaan yang banyak sekali? Biasa.. namanya juga cewek.



Tapi Eun Soo harus pergi sendiri terlebih dulu, karena ia akan menemui Gong Min. Bukan untuk meminta ijin tapi membertahukan pada Gong Min tentang kepergian mereka.

Ia memanggil Dae Man untuk menemani Eun Soo.


Kasim menyampaikan surat undangan dari utusan Yuan yang menyuruhnya untuk datang ke rapat parlemen Goryeo. Gong Min marah sekali karena disepelekan. Utusan itu mengadakan rapat parlemen kerajaannya dan ia (yang notabene adalah Raja) disuruh datang ke rapat itu.


Ketika akan menemui Gong Min, Choi Young bertemu dengan No Gook yang memberitahukan kalau Gong Min telah menunggu kedatangan Choi Young.


No Gook mengatakan kalau suaminya khawatir kalau Choi Young akan menghindarinya karena Choi Young baru saja kehilangan para Woodalchi-nya. Ia juga memberitahukan kalau suaminya tahu Choi Young-lah orang yang paling kehilangan.


Gong Min tetap memenuhi undangan rapat parlemen Goryeo. Utusan yang mengundang, yaitu Sohn Yoo, menyampaikan pesan dari kerajaan Yuan. Pesan itu adalah:  setelah melihat banyak raja yang memerintah di Goryeo dan semunya tidak mampu memerintah Goryeo, maka ia tak percaya lagi pada Raja Goryeo. Oleh karena itu, tahta Gong Min akan diturunkan dan akan mengambil alih Goryeo.


Hanya orang gila yang mau menerima pesan ini. Dan Gong Min tentu saja bukan oran gila. Ia tak mau menerima pesan itu dan tak ada jalan lain kecuali berperang dengan Yuan. Sohn Yoo bertanya apakah Gong Min yakin akan memenangkan pertempuran ini? Gong Min tak gentar, “Ada hal di dunia ini yang harus diperjuangkan walaupun tidak menang.”


Sohn Yoo memuji keberanian Gong Min, tapi ia memperingatkan ada harga yang harus dibayar oleh rakyat Goryeo untuk kata-kata cantik Gong Min. Ia, walau memiliki jabatan di Yuan, adalah asli orang Goryeo, “Saya datang kemari untuk mencari kesempatan terakhir agar Goryeo tetap menjadi kerajaan yang bebas.”


Choi Young ingin mengikuti rapat Goryeo, tapi ditahan oleh Kasim yang berjaga di luar.


Di tangan Sohn Yoo sekarang ada surat untuk menjadikan Deok Heung sebagai Raja. Namun Deok Heung pun nantinya akan menjadi Raja terakhir di Goryeo, karena Deok Heung nanti akan menghapuskan Goryeo sebagai kerajaan dan bergabung pada Yuan.


Gong Min tahu kalau Deok Heung pasti akan menyetujui usulan itu. Tapi menurut Sohn Yoo ada cara lain bagi Gong Min untuk tetap bertahan menjadi raja dan Goryeo tetap menjadi sebuah kerajaan, yaitu “Kembali menggunakan stempel kerajaan dan tangkap oknum yang mengacaukan pikiran Raja. Oknum yang katanya tabib langit dan tak hanya mengacaukan pikiran Yang Mulia tapi juga Kepala pengawal, akan Paduka hukum mati dengan tangan Paduka sendiri.”

Seperti ultimatum, Sohn Yoo mengatakan jika Gong Min melakukan semua cara ini, ia akan melapor ke Yuan dan masalah selesai. Gong Min membela Eun Soo sebagai wanita yang tak bersalah. Tapi menurut Sohn Yoo, sepak terjang wanita itu telah sampai ke Yuan, dan cara inilah yang paling tepat.


Choi Young yang tak boleh masuk hanya bisa menatap ke dalam saat rapat selesai dan para pejabat keluar dengan membicarakan pilihan yang diberikan oleh Yuan.


Pada Kasim Raja, ia, Choi Young, meminta ijin untuk menemui Gong Min. Saat itu, Sohn Yoo telah keluar dan melewati Choi Young, tapi mendengar nama itu, ia berhenti dan berbailk menatap Choi Young, penasaran.


Kasim dan para woodalchi keluar untuk menyampaikan pesan Gong Min kalau Raja sedang tak ingin bertemu dengan Choi Young. Choi Young heran dan melihat pada Choong Suk, tapi Choong Suk hanya menggeleng tak berdaya. 


Di markas Woodalchi, Choi Young mendengarkan laporan Choong Suk kalau Gong Min berencana untuk menambah anggota Woodalchi sebanyak 200 orang. Choi Young sedang membereskan peti barangnya. Ia menyuruh Choong Sook untuk menambah jumlah pengawal yang melindungi Gong Min.


“Jangan reaktif, tapi proaktif,” Choi Young memberi arahan. “Dan selalu antarkan Yang Mulia ke kediaman Ratu, jika Yang Mulia bekerja sampai larut malam.”


Choong Suk mengangguk mengiyakan, tapi saat Choi Young menyuruh untuk menjaga mereka semua, ia mengerutkan kening, curiga. Apalagi saat Choi Young memberikan peti barangnya untuk dibuang, “Apa maksud Anda membuang barang-barang ini?” Tapi Choi Young tak menjawab.


Dalam perjalanan mereka, Dae Man menceritakan pertemuannya dengan Choi Young pertama kali saat ia masih remaja di gunung. Eun Soo terperangah mendengar cerita Dae Man yang saat itu masih liar, selalu ingin melarikan diri dari Choi Young. Ia menggigit Choi Young, lari, namun berhasil ditangkap. Begitu seterusnya selama 5 hari 5 malam.


Akhirnya, Dae Man yang kelelahan tertidur, dan saat ia bangun, ia melihat Choi Young sedang memanggang ikan untuknya. Eun Soo bisa menebak kelanjutannya, “Setelah itu kalian menjadi dekat satu sama lain.” Dae Man mengiyakan.

Saat itu ada seseorang bercaping hitam yang melewati mereka. Dae Man langsung waspada dan melindungi Eun Soo. Tapi pria itu hanya melewatinya. Eun Soo penasaran dengan sikap Dae Man, dan Dae Man menjawab kalau langkah pria itu tak terdengar, dan ia tak mau melawan orang seperti itu.


Dayang Choi menemui keponakannya dan menceritakan alasan mengapa Gong Min tak mau menemui Choi Young. Karena Gong Min mendapat perintah untuk menangkap Eun Soo. Gong Min tak mau menjadikan Choi Young sebagai pembangkang, maka ia membuat skema kalau Choi Young telah pergi sebelum menerima titah Raja untuk menangkap Eun Soo.


Choi Young heran,  mengapa Yuan sangat menginginkan Eun Soo. Tak menjawab pertanyaan itu, Dayang Choi malah mempertanyakan keputusan Choi Young yang harus mengawal Eun Soo ke gerbang langit. Apakah tugas itu tak dapat dilakukan oleh para Suribang saja? Apa Choi Young bersedia mengorbankan 7 tahun waktu yang telah ia habiskan di istana demi 20 hari bersama Eun Soo?

Tapi menurut Choi Young, ia tak memiliki kenangan apapun, jadi sebenarnya ia tak mengorbankan apapun.

Err.. untung para woodalchi tak mendengarnya. Bisa tersinggung mereka jika mendengar daejangnya tak menganggap kenangan bersama mereka biasa-biasa saja. Just saying.


Dayang Choi mendesah dan mengungkapkan tujuan utusan Yuan yang sebenarnya adalah membunuh Eun Soo.


Choi Young ingin tahu apa yang akan terjadi pada Gong Min jika tak mematuhi perintah tersebut, tapi kemudian ia tak ingin tahu, “Bagaimanapun juga, aku tak akan bisa tinggal di sini. Jika aku sudah memutuskan akan pergi, aku tak punya hak untuk kembali. Apa gunanya orang sepertiku ingin tahu urusan Raja?”


Sohn Yoo menemui Deok Heung. Ternyata mereka berdua memang bersekutu. Sohn Yoo memberitahu kalau Gong Min menerima semua persyaratan darinya, menggunakan stempel itu kembali dan membunuh Eun Soo. Tapi ia juga tahu kalau Deok Heung menyuruh kurirnya untuk mengirim surat pada Eun Soo, sehigga Eun Soo sekarang lari agar Gong Min tak dapat menyangkalnya.


Deok Heung tertawa tak menyangkal hal itu, “Dia dulu pernah menjadi tunanganku. Tentu saja aku tak tega melihatnya dibunuh.”


Tapi Sohn Yoo tahu kalau Eun Soo lari dengan pria yang bernama Choi Young dan ia menebak kalau Deok Heung merencanakan ini untuk menjauhkan Choi Young dari Gong Min.


Deok Heung juga tak menyangkalnya. Ia mengatakan kalau Choi Young adalah pria yang tak berguna, yang gampang meninggalkan atasannya demi seorang wanita. Dan Gong Min menggantungkan harapan pada orang seperti itu, sementara menurutnya Gong Min tak memiliki keberanian ataupun kepintaran untuk berperang. DanDeok Heun ingin segera Sohn Yoo mengeluarkan perintah resmi untukmenyelesaikan masalah ini.

Hmm… sudah tak sabar untuk menjadi raja, ya.


Tapi Sohn Yoo mengatakan kalau ia ingin meminimalkan resiko demi mendapatkan hasil yang maksimal, pekerjaannya adalah membuat Goryeo bergabung dengan Yuan tanpa pengorbanan yang besar, “Jika saya membutuhkan bantuan anda, saya akan memberitahu anda.”


Hah.. Muka Deok Heung sebel-sebel gitu, keinginannya tak bisa langsung terpenuhi.


Choi Young menjemput Eun Soo dan mereka mulai perjalanan menuju gerbang langit. Di tengah jalan, mereka beristirahat di bawah sebuah pohon, dan Choi Young memeriksa luka di tangan Eun Soo. Eun Soo menenangkan Choi Young kalau luka itu tak membesar, dan setelah ia sampai di dunianya, ia akan mendapat suntikan untuk mentralisir racun itu. Choi Young mempercayai kata-kata Eun Soo.


Berjalan jauh membuat Eun Soo kelelahan dan hal itu tak luput dari pandangan Choi Young. Ia menyuruh Eun Soo bersandar di bahunya dan bertanya apa Eun Soo tak bisa berjalan jauh?” Eun Soo menjawab kalau di dunianya ia memang jarang berjalan kaki. Choi Young tahu kalau dunianya tak begitu indah bagi Eun Soo. Maka ia bertanya, “Apakah ada yang kau sukai setelah kau datang kemari?”


Butuh waktu lama untuk Eun Soo menjawab dan itu  mengagetkan Choi Young. Benarkah tak ada yang disukai Eun Soo? Ada. Dan Choi Young pun bertanya,”Apa?”


Eun Soo menyuruh Choi Young bertanya sekali lagi seperti itu. Pertanyaan-pertanyaan ketus Choi Younglah yang disukai oleh Eun Soo. Choi Young tersenyum mendengarnya dan merangkul Eun Soo dengan sayang.


Gong Min mengadakan rapat untuk persiapan perang dan menunjuk Ahn Jae untuk memimpin pasukan. Ahn Jae menyarankan agar Gong Min menunjuk Choi Young sebagai pemimpin besar pasukan, karena Choi Young tak pernah kalah dalam pertempuran dan para prajurit pasti akan mengikuti arahan Choi Young.


Tapi tanpa menjelaskan alasannya, Gong Min tetap memerintahkan Ahn Jae untuk memimpin pasukan, sehingga walau berat hati, Ahn Jae menerima tugas itu.


Lee Jae Hyun bertanya apakah Gong Min serius untuk mengangkat senjata? Gong Min tahu kalau Yuan ingin mendapatkan Goryeo tanpa melakukan peperangan.


Sebaliknya, ia ingin menunjukkan pada Yuan kalau mereka menginginkan Goryeo, maka mereka harus menumpahkan darah mereka dulu (dengan berperang), sehingga mereka tak akan menganggap enteng Goryeo. Seakan ia minta dukungan, ia bertanya, “Bagaimana menurutmu, Daejang?”

Hening..


Choong Suk yang duduk menggantikan Daejangnya canggung, begitu pula yang lainnya, tak tahu harus memberi tanggapan apa pada Gong Min yang menganggap Choi Young masih bersama mereka. Dan Gong Min pun segera tersadar kalau Choi Young benar-benar tak ada di sisinya.


Ki Chul marah mendengar Eun Soo kabur bersama Choi Young, dan ia melemparkan kemarahan pada Deok Heung yang berbohong kalau ia baru saja mendengar kabar itu baru saja. Sedikit gemetar, Deok Heung mencoba meminta balik stempel kerajaan dan berdalih kalau ia memiliki rencana rahasia untuk mengembalikan Eun Soo ke kediaman Ki Chul.


Tapi Ki Chul sudah sangat marah pada kelakuan Deok Heung. Ia mengeluarkan naegong-nya, ingin melenyapkan Deok Heung. Deok Heung mundur, tapi Eum Ja muncul dan menahan Deok Heung dari belakang, sehingga Deok Heung tak bisa kemana-mana.

Betapa senangnya saya melihat Ki Chul mau membunuh Deok Heung, yang menurut saya seperti lintah, menempel ke sana kemari untuk mencapai kekuasaan yang bukan miliknya.


Tapi sekali-kalinya Ki Chul sudah mengeluarkan naegong untuk tujuan mulia, naegongnya balik menyerang dirinya sendiri. Rupanya penyakit Ki Chul kambuh lagi. Eum Ja yang mencoba menolongnya, malah terserang hawa dingin Ki Chul. Untung Hwasuin segera muncul dan dengan kekuatan apinya, ia berhasil sedikit meredam hawa dingin Ki Chul.

Selamatlah si lintah Deok Heung itu. Ughh…


Entah mengapa, saya sedikit kasihan pada Ki Chul yang sekarang sedang berendam air panas untuk menetralkan hawa dinginnya dan memerintahkan Yang Gak untuk mengumumkan ke semua orang (jahat) yang bisa menangkap Eun Soo akan mendapat hadiah sebesar 1000 nyang. Dan sambil kesakitan, Ki Chul bergumam kalau sudah tak ada waktu lagi baginya.


Begitu cepatnya berita pencarian Eun Soo menyebar. Saat Eun Soo dan Choi Young duduk di sebuah restoran, ada gerombolan orang yang menyerang mereka.


Namun tentu saja Choi Young dapat mengalahkan gerombolan itu. Dari balik baju salah satu penyerang, terlihat dua kertas yang segera diambil oleh Choi Young. 


Eun Soo penasaran akan kertas itu. Apakah itu semacam iklan pencarian? Ia melihat wajah seorang wanita dan seorang pria, dan ia menatap gambaran wajahnya tak percaya, “Wajahku seperti ini? Jelek sekali.”


Di istana, No Gook menemui Gong Min yang masih sibuk bekerja hingga larut malam. No Gook cemberut, membuat Gong Min salah tingkah saat berkata, “Aku sudah hampir selesai, kok.”


Tanpa ba bi bu, No Gook membereskan barang Gong Min, dan Gong Min berusaha meyakinkan No Gook, “Benar, kok. Aku benar-benar sudah akan selesai.”

LOL, wajahnya itu loh.. sudah streotype Suami-suami takut istri. Hehe..


No Gook bertanya pada Gong Min apa masalah yang dihadapi Gong Min hari ini? Ia tahu Gong Min memiliki banyak masalah baru yang muncul setiap hari, tapi khusus hari ini ia akan mendengarkan masalah Gong Min.


Dan Gong Min bercerita kalau ia butuh sebuah jalan keluar untuk membuat Goryeo tetap menjadi negara yang berdaulat. Ia tak mungkin memberikan permintaan Yuan, yaitu memakai kembali stempel kerajaan dari Yuan dan membunuh Eun Soo.

Jadi ia harus bersiap untuk perang, sementara ia tak tahu apakah ia bisa melakukan hal itu. Ia juga tak bisa membayangkan perasaan rakyatnya yang harus menerima titah Raja untuk mengangkat senjata. Ia bertanya pada No Gook, jika ia sebagai istri rakyat biasa, apa yang dirasakan oleh No Gook.


Belum sempat No Gook mengungkapkan perasaannya, ia muntah-muntah membuat Gong Min panik. Ia berteriak memanggil kasim dan Dayang Choi yang melihat hal itu dengan tatapan rahasia.


Buru-buru Dayang Choi membawa No Gook kembali ke kamar, tak mengindahkan Gong Min yang ingin menyusulnya. Gong Min panik dan bertanya pada Kasim Ahn apa yang terjadi dengan istrinya. Kasim Ahn hanya senyum-senyum rahasia, membuat Gong Min semakin bingung.


Jang Bin memeriksa denyut nadi No Gook, dan ia mengangguk pada Dayang Choi, membuat Dayang Choi bertepuk tangan gembira. Jang Bin melaporkan diagnosanya pada Gong Min, kalau No Gook sekarang sedang mengandung namun harus banyak istirahat karena denyut nadi myeongmoon-nya lemah.


Gong Min segera menemui No Gook. Dan betapa aww-nya, karena reaksi yang keluar dari Gong Min adalah bertanya tentang keadaan istrinya, “Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau merasa sakit?” No Gook menggeleng dan tersenyum menenangkan Gong Min.


Tapi Gong Min masih tak percaya dan terharu dengan anugerah yang baru saja ia miliki, “Bagaimana mungkin.. Bagaimana mungkin aku bisa bertemu seseorang sepertimu..” Ia tak bisa mengungkapkan semua keharuan yang ia rasakan di dadanya, maka ia hanya bisa berkata, “Terima kasih. Terima kasih, Ratuku.”


Dan ia memeluk No Gook erat. No Gook membalas pelukan suaminya dan tersenyum bahagia.


Eun Soo terbangun dari tidurnya dan melihat Choi Young tak ada di sisinya. Ia keluar dan melihat Choi Young duduk dan melihat ke arah kerajaan. Choi Young duduk di sisi Eun Soo dan berkata kalau malam ini mungkin akan ada orang yang akan mencoba menangkap Eun Soo.

Tapi Eun Soo tahu, kalau Choi Young tak bisa tidur karena siaga akan kedatangan pembunuh, tapi ia mengkhawatirkan Rajanya, Gong Min. Karena itu, Eun Soo menawarkan solusi, “Bawa saja aku ke desa tempat gerbang langit berada dan kembalilah.”


Choi Young tak bisa melakukan itu. Sebagai Daejang, jika ia melihat ada woodalchi seperti dirinya, ia pun akan mengusir woodalchi itu. Eun Soo tak tahu woodalchi seperti apa yang dimaksud oleh Choi Young, “Ketika seorang prajurit ragu untuk mengangkat pedangnya, dia akan mati. Prajurit yang peragu seperti itu tak dapat melindungi Raja.”


“Satu hari saja dalam hidupmu, pernahkah sekali saja kau melakukan apa yang kau inginkan dalam hidupmu?”

Choi Young menatap Eun Soo dan berkata, “Kemarin.. dan hari ini.”

Aww.. so sweet.


Mendadak Choi Young merasakan ada kehadiran orang ketiga di antara mereka. Ia menyuruh Eun Soo untuk masuk ke dalam rumah. Eun Soo menurut, namun ia melihat pertempuran Choi Young dan satu orang pembunuh yang mengikuti mereka dari restoran. Ia lega saat melihat Choi Young berhasil melumpuhkan orang itu.


Choong Sook dan Deok Man pergi ke markas Suribang dan mendapatkan informasi kalau Deok Heung tinggal berpindah-pindah dari rumah satu pejabat ke pejabat lain. Nenek Manbo mengatakan kalau Deok Heung dan utusan Yuan berada dalam satu kubu. Salah satu anggota Suribang juga memberitahukan kalau Yang Gak, orang Ki Chul, membeli obat dalam jumlah banyak, walau ia tak tahu kegunaan obat itu.


Choong Suk melaporkan hal ini pada Gong Min, dan Gong Min menyimpulkan kalau Sohn Yoo telah mengetahui kalau ia tak memiliki stempel itu dan Eun Soo juga tak ada di istana. Ia bertanya pada Choong Suk, bagaimana hubungan Ki Chul dengan Deok Heung saat ini.


Dan kita melihat seseorang menggunakan stempel Sohn Yoo yang tergeletak di meja, mencapnya di kertas kosong dan amplop kosong.


Sohn Yoo kembali menemui Gong Min dan menagih janjinya, stempel kerajaan dan Eun Soo. Tapi kali ini Gong Min sudah tak dapat diperdaya lagi. Ia sudah tahu taktik berputar-putar Sohn Yoo yang pada akhirnya ia akan menghilangkan Goryeo dan meleburnya dengan Yuan, apapun yang terjadi.

Tuduhan ini tak dibantah oleh Sohn Yoo. Sohn Yoo mengatakan sekarang ia sedang memilih satu dari dua sebagai kandidat raja terakhir, apakah orang yang ada di hadapannya sekarang ini yang bersedia berperang untuk mempertahankan nama Goryeo, atau yang satunya. Orang yang mementingkan keselamatan dirinya sendiri.


Dengan sinis Gong Min menyindir Sohn Yoo, “Jadi, untuk menyenangkanmu apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus menari di hadapanmu?”


Sohn Yoo tak mengindahkan sindiran Gong Min dan mengatakan kalau dia membutuhkan stempel dan Eun Soo. Ia akan memberi waktu selama 3 hari, dan ia juga akan datang besok.


Selain memberi ultimatum pada Gong Min, Sohn Yoo juga memberitahu pada pengawalnya untuk mencari Eun Soo dan menangkapnya. Ia juga menyuruh untuk membunuh pria yang bersama Eun Soo, mengingatkan pengawalnya kalau Choi Young sangat mahir bela diri.


Ada surat yang ditujukan untuk No Gook, yang menurut dayang-dayang, surat itu berasal dari Utusan Yuan. No Gook membuka surat yang ada stempel kerajaan Yuan dan nampak berpikir. Ia buru-buru menyembunyikan surat itu saat Dayang Choi tiba.

Hmm.. firasat buruk, nih..


Sepanjang perjalanan, walau Choi Young enggan, Eun Soo bersikeras untuk mengajarkan sesuatu untuk membalas kebaikan Choi Young yang telah mengajarinya naik kuda dan menggunakan pisau. Tapi Choi Young tetap tak menggubris ocehan aneh Eun Soo. 


Untuk menarik perhatian Choi Young, Eun Soo menghentikannya dan menyuruhnya tetap berdiri mendengarkan kalimat ajaib dari surga yang dapat ia gunakan dan ajarkan pada seluruh woodalchi. Ia mengepalkan tangan ke atas dan berkata, “Aja!”


LOL. Muka Choi Young tanpa ekspresi mendengar Eun Soo menjelaskan kalau itu adalah ungkapan semangat dan menyuruh Choi Young untuk  mencobanya.


Eun Soo masih belum menyerah. Ia mengajarkan yang kedua, yaitu berjanji dengan melingkarkan kelingking mereka dan mencapnya dengan jempol. Dan belum komplit jika tidak disegel dengan menggesekkan kedua tangan mereka, “Kalau kau berjanji seperti itu, kau tak perlu berjanji dengan menggunakan nyawamu sebagai taruhannya.”


LOL. Dan saya membayangkan Choi Young berjanji dengan melingkarkan kelingking seperti itu pada para pejabat, woodalchi, Raja, Ratu, apalagi Dayang Choi. Haha.. yang ada Choi Young mungkin ditendang dulu sama Dayang Choi.


Satu hal lagi yang diajarkan Eun Soo, yaitu high five. Dan ia menyuruh Eun Soo untuk melakukan high five pada Raja. Mendengar kata raja disebut, Choi Young kembali teringat pada Gong Min.


Namun ia mengalihkan perhatian dengan menggenggam tangan Eun Soo yang meng-high five, dan merangkul Eun Soo, membawanya pergi. 


Di sebuah desa yang mereka lewati, Choi Young melihat banyak sekali prajurit, dan menurut Choi Young mereka dalah prajurit baru yang direkurt oleh kerajaan.


Eun Soo tersenyum mengerti kalau Choi Young ingin tahu akan apa yang terjadi di istana dan menyuruh Choi Young untuk mencari informasi sementara ia akan ke tabib untuk membeli cadangan obat. Ia meminta Choi Young untuk menjemputnya di sana. Tanpa menunggu jawaban dari Choi Young, Eun Soo segera berlari pergi.


Eun Soo menemui tabib dan menunggu karena tabib masih sedang mengobati seorang pasien. Dari luar, mata-mata Sohn Yoo mengawasi Eun Soo.


Melihat antrian orang yang mendaftar untuk menjadi prajurit, Choi Young bertanya pada prajurit yang bertugas, apakah ada sesuatu yang terjadi di perbatasan?

Bukannya jawaban yang didapat, tapi Choi Young malah disuruh untuk mengantri jika ingin menjadi prajurit. Choi Young ingin menemui atasan mereka, tapi mendadak ia melihat sekelebat orang-orang yang ia curigai akan mengincar Eun Soo.


Ia segera meninggalkan kerumunan calon prajurit itu dan bergegas mencari Eun Soo.


Setelah diperiksa oleh tabib, tabib mengatakan kalau ia tak memiliki obat untuk racun Eun Soo, tapi ia tahu cara untuk mengurangi rasa sakitnya dengan akupunktur. Eun Soo ingin diajari teknik akupunktur sehingga ia bisa melakukannya sendiri, “Karena aku tak ingin menunjukkan pada orang itu saat aku merasa sakit.”


Rupanya imbalan 1000 nyang dari Ki Chul membuat banyak sekali penjahat yang ingin mendapatkan Eun Soo. Salah satu penjahat menghadang mata-mata Sohn Yoo, menyuruhnya minggir karena Eun Soo adalah miliknya. Tapi mata-mata itu langsung menotok penjahat itu hingga penjahat itu tersungkur.


Jadi saat Choi Young sampai di tempat tabib itu, ia tak melihat keberadaan para penjahat itu. Ia malah melihat Eun Soo duduk di depan dengan santai, malah melambaikan tangannya dengan gembira.


No Gook membantu Gong Min memakai baju. Aww.. betapa mesranya. Tapi Gong Min menyuruhnya untuk duduk, “Istriku, aku dapat melakukannya sendiri.” No Gook tersenyum, membuat Gong Min penasaran, mengapa No Gook tersenyum. Tapi No Gook tak mau menceritakan mengapa ia tersenyum rahasia dan berkata, “Tidak.. tak ada apa-apa.”


Gong Min mengatakan kalau ia ada urusan di luar dan akan segera kembali. Tapi No Gook memintanya untuk tak terburu-buru, karena ia juga akan pergi keluar. Ia akan pergi ke kuil Bodae, untuk meminta agar Gong Min dan bayinya selalu diberi keselamatan. Gong Min ingin menyusul No Gook setelah urusannya selesai, tapi No Gook melarangnya.

Mendengar larangan No Gook, Gong Min sedikit cemberut dan mengatakan kalau akan lebih efektif jika doa itu dipanjatkan bersama-sama. No Gook tersenyum mendengar bantahan Gong Min dan memintanya untuk mendahulukan pekerjaannya terlebih dahulu, “Jika tidak, orang akan menertawakan Yang Mulia.”


Gong Min pun mengalah, tapi sebelum pergi, ia ingin menyentuh bayi yang ada di perut No Gook.


Dan Gong Min melirik pada Dayang Choi yang tak sanggup menahan tawanya, tapi langsung pura-pura tertarik pada atap kamar setelah dilirik tajam oleh Gong Min. 

LOL, dan No Gook pun tak dapat menahan senyumnya melihat Gong Min malu-malu mengelus perutnya dengan penuh sayang.


Gong Min ternyata pergi ke rumah Ki Chul. Ia melihat kalau Ki Chul tak dalam kondisi sehat, walau Ki Chul menyangkalnya. Gong Min tahu kalau Ki Chul menyimpan stempel kerajaannya, dan ia meminta stempel itu dari Ki Chul, dan sebagai gantinya, ia akan melepaskan Ki Chul dari tahanan rumah.


Di lain tempat, Deok Heung mendengar laporan mata-matanya kalau Gong Min pergi ke tempat Ki Chul. Ia menebak kalau Gong Min akan meminta stempel pada Ki Chul dan Ki Chul akan mengabulkannya. Kenapa? Karena Ki Chul separuh gila dan hanya memikirkan satu hal saja.


Tebakan Deok Heung ternyata benar. Ki Chul langsung menyuruh Yang Gak untuk mengambilkan stempel itu dan memberikannya pada Gong Min. Hal ini cukup membuat Gong Min terkejut heran.


Tapi Ki Chul meminta Gong Min untuk tak mengejeknya, “Tak ada satupun yang tak dapat hamba miliki. Bahkan jika hamba maupun, hamba bisa menjadi Raja. Sebuah dinasti Ki, apa susahnya membuat dinasti itu? Namun hamba tetap memiliki lubang hitam dalam hati hamba, yang tak pernah bisa tertutup..”

Err… kok serasa dejavu, ya? Pernah menonton Ojakgyo Brothers? Pengakuan Tae Hee pada ibunya?

“Dan hamba bertemu wanita dari langit. Ia berkata kalau ada dunia lain selain dunia kita. Apakah itu surga atau neraka, hamba harus pergi ke sana,” kata Ki Chul melanjutkan.


Gong Min bertanya, “Kalau kau pergi, apakah hal itu bisa menutup lubang di dalam hatimu?” Dengan mata berbinar-binar, Ki Chul bertanya balik, “Apakah itu tak mungkin?”

Kali ini Gong Min benar-benar menatap Ki Chul tak percaya. Mungkin ia mengira Ki Chul sedikit gila, saya rasa.


Dan saya rasa Deok Heung sama gilanya dengan Ki Chul. Seperti kata Eun Soo dulu, Deok Heung memiliki penyakit Narcisstic Personality Disorder. Pada pejabat sekutu Ki Chul, ia mengatakan kalau ia tak berniat berbuat sejauh ini, tapi orang-orang tetap memaksanya untuk melakukannya, maka itulah sebabnya ia melakukannya.


No Gook bersiap pergi ke kuil dan ia meminta untuk pergi dengan rombongan kecil. Walau ragu, tapi Dayang Choi mengiyakan.


Saat di kuil, Dayang Choi memberi kesempatan No Gook untuk masuk ke kuil untuk berdoa sendiri, sementara ia berdoa di luar.


Namun saat ia masuk ke dalam ruangan tempat No Gook berdoa, No Gook telah lenyap. Betapa paniknya Dayang Choi. Ia segera memerintahkan moogakshi untuk mencari ke seluruh kuil.


Di sebuah ruangan kecil, No Gook berkata kalau ia telah datang karena menerima surat dari utusan Yuan. Dan dalam bahasa Yuan, No Gook memperkenalkan diri dan memanggil orang yang mengundangnya melalui surat.

Tapi tak ada tanggapan apapun. Malah semua pintu kamar itu ditutup dari luar, membuat No Gook terperangkap.


Choi Young dan Eun Soo melarikan diri dari kejaran para pemanah (yang sebelumnya dilihat oleh Choi Young). Di dinding bebatuan, Choi Young meminta Eun Soo menunduk untuk sembunyi dan ia kembali menghadapi Choi Young.


Sepeninggal Choi Young, Eun Soo bangkit dan tak sengaja kepalanya terantuk ranting pohon, dan kuncir rambutnya terlepas. Ia segera mengejar kuncir rambut itu yang menggelinding masuk ke dalam rongga bebatuan. Ia merogoh ke dalam rongga itu dan menarik kuncir itu.


Tapi ia menyadari sesuatu, dan ia merogohkan tangannya lagi, dan menarik sesuatu tabung kecil yang sudah berlumut. Tabung itu dari plastik sesuatu yang belum ditemukan di jaman Goryeo.


Bingung namun penasaran, Eun Soo membuka tabung itu, dan ternyata ada beberapa lembar surat yang menguning dengan tulisan hangul. Paras Eun Soo berubah saat ia membacanya, tapi ia tetap membacanya.


Choi Young berhasil membunuh para pemanah itu dan kembali pada Eun Soo. Melihat betapa pucatnya Eun Soo, Choi Young khawatir, “Apakah ada orang yang datang kemari?”


Eun Soo menggeleng, dan meminta Choi Young untuk memeluknya. Saat di pelukan Choi Young, Eun Soo melihat ke belakang, melihat tempat ia menemukan tabung itu.


Sepertinya ia bisa melihat apa yang terjadi di bebatuan itu, beberapa ratus tahun yang lalu,


Dan kita bisa mendengar apa yang tertulis di surat itu,


“Orang yang membaca surat ini, seharusnya adalah kau, Eun Soo Benarkah? Dan jika kau membaca surat ini, hal itu berarti kalau ia pasti sedang bersamamu. Ingatlah setiap momen di hari ini. Sinar mata penuh kejujuran saat ia memandangmu, dadanya yang hangat. Ya, Eun Soo, aku adalah dirimu di masa depan.”


Komentar :


Err.. pikiran saya blank jika memikirkan gerbang langit dan time travel ini. Jadi apakah Eun Soo nantinya akan kembali ke masa lalu (lebih lalu dari Goryeo) meninggalkan jejak di sana-sini untuk menolong dirinya sendiri?

Berarti ada dua Eun Soo? Eun Soo pertama menolong Eun Soo kedua saat Choi Young dijebak (dan akhirnya ia mengorbankan dirinya dengan bersedia dinikahi Deok Heung).
Dan Eun Soo yang kedua akan menolong Eun Soo yang ketiga? Saya kurang tahu apa tujuan surat di dalam tabung itu. Kita harus menunggu lanjutannya di tempat Fanny untuk mengetahui seluruh isi surat itu.
Bersambung di Sinopsis Faith Episode 20

3 comments:

  1. hahahaha selalu geli baca selipan komen mba dee :D..oke mba ditunggu kelanjutan nya :)

    ReplyDelete
  2. It's very" confussed :s

    ReplyDelete
  3. I hate time travel! It's confusing

    ReplyDelete