November 16, 2012

Sinopsis Faith Episode 17

Sinopsis Faith Episode 17


Eun Soo menyadari kalau yang tertulis di buku harian itu ditujukan untuknya dan merujuk kejadian hari itu, Eun Soo sadar kalau yang dimaksud dengan orang itu adalah Choi Young. Ia segera berlari menuju ruangan Deok Heung.



Tanpa basa-basi ia langsung bertanya pada Deok Heung, apakah Deok Heung berniat membunuh Choi Young hari ini? Deok Heung heran mendengar tuduhan itu. Bagaimana Eun Soo tahu?


Tapi Eun Soo malah mencengkeram baju Deok Heung dan membentaknya kalau Deok Heung sudah berjanji untuk tak menyentuh Choi Young. 

Deok Heung menepis tangan Eun Soo dan berkata kalau ia sudah menepati janjinya. Ia sudah membiarkan Choi Young kabur padahal Choi Young ingin membunuhnya. Eun Soo tetap memaksa Deok Heung dimana jebakan itu


Kali ini Deok Heung ingin tahu, dari mana Eun Soo tahu kalau ia akan menjebak Choi Young? Dan Eun Soo pun mengaku kalau ia tahu dari halaman terakhir buku hariannya. Deok Heung menganggap hal itu tak masuk akal. Tapi Eun Soo memohon agar niat Deok Heung dibatalkan, “Selamatkanlah dia. Aku akan melakukan apapun yang kau minta.”


Choi Young menuju tempat para pejabat berada. Ia waspada dan menyadari kalau ada orang yang mengawasinya. Sesampainya di tempat para pejabat, ia bertanya apakah ada yang mengetahui tempat ini?

Lee Sae Ik mengatakan tidak.  Dan Choi Young bertanya apakah stempel itu memang sangat penting, karena stempel itu toh masih bisa dibuat kembali. Choi Young menanyakan hal ini karena ada musuh yang mengintai mereka. Tapi ia belum tahu apa tujuan mereka: apakah stempel kerajaan atau hal yang lainnya.


Para pejabat itu kaget mendengar ada musuh yang mengintai mereka. Lee Saek kemudian menyadari kalau si pemilik rumah telah menghilang. Dan ternyata si pemilik rumah itu diam-diam keluar dan musuh langsung menutup pintu dan jendela dengan palang kayu.


Mendengar suara itu, Choi Young terkejut. Hmm.. yang bisa bela diri hanya Choi Young, ya?


Deok Heung mengatakan kalau Choi Young tak dapat dikalahkan dengan pedang. Maka ia mengikuti saran Ki Chul, yaitu menggunakan kelemahan Choi Young yaitu harga diri. Karena menjaga harga diri, Choi Young tak akan menolak orang yang meminta bantuan untuk melindunginya. 


Tapi Eun Soo menganggap jebakan Deok Heung terlalu berlebihan. Choi Young sudah bukan pemimpin Woodalchi lagi, dan Choi Young tipe orang yang tak akan menyerang jika tak diserang terlebih dahulu.

Tapi bagi Deok Heung, Choi Young adalah gangguan untuk memiliki Eun Soo.Ia harus memiliki Eun Soo agar bisa memiliki Ki Chul.”

Aishh.. repot sekali sih..Memang kalau Choi Young mati, Eun Soo mau menjadi orangnya? Nggak, lagi..


Sementara itu, bubuk mesiu sudah ditaburkan di sekeliling rumah. Tinggal menunggu perintah untuk meledakkan. Choi Young mengintip kondisi di luar, mencari jalan keluar yang bisa ditempuh dengan aman.


Deok Heung memberikan tawaran untuk menyelamatkan Choi Young, “Menikahlah denganku.”

Aih, so sweet.. Nggak banget!!


Namun Eun Soo tanpa ragu bertanya, apa hanya itu? Ia langsung memutuskan iya tanpa berpikir lebih panjang lagi.


Maka Deok Heung menulis surat perintah untuk membatalkan, dan ada seorang prajurit melarikan kudanya dengan membawa surat itu.


Dan saat Choi Young mendobrak salah satu pintu, ternyata musuh yang mengepung mereka telah hilang tak tersisa. Yang tersisa hanyalah bubuk mesiu yang ditebarkan, menandakan kalau dugaannya tentang rencana pembunuhan di rumah itu memang ada. Tapi kenapa tak jadi? Bukannya senang, tapi Choi Young malah curiga.


Jang Bin memberitahu Eun Soo kalau Choi Young dan para pejabat telah pergi meninggalkan rumah dengan selamat. Eun Soo menghela nafas lega.


Namun Jang Bin menjadi curiga karena melihat dayang-dayang yang masuk untuk memberikan baju baru kiriman Deok Heung dan permintaan agar baju itu dipakai saat pertemuan nanti malam.


Eun Soo balik memberitahukannya kalau ia akan menikah dengan Deok Heung.


Choi Young telah sampai di kediaman Gong Min dan tak suka melihat kondisi kediaman Gong Min dimana semua orang bebas keluar masuk. Choong Suk yang menyambut kedatangan mereka mengatakan kalau Gong Min yang memerintahkan seperti itu.

Hehe.. Choi Young pasti stress sekali melihat pengamanan seperti ini. Baru sebentar juga ia tak menjadi Daejang, kok ya jadi santai banget.


Sebelum masuk, Pejabat Lee jae hyun berterima kasih pada Choi Young karena telah melindungi mereka.


Yang stress tak hanya Choi Young, tapi juga Lee Jae Hyun. Ia kaget melihat Gong Min mempersilakannya duduk semeja dengannya. Lee jae hyun tak berani duduk semeja, tapi Gong Min menenangkan kalau yang duduk di kursi itu tak hanya bangsawan, tapi juga budak.


Dan sebelum menerima stempel, Lee Jae hyun dan Le Sae Ik malah diminta untuk memeriksa gulungan berkas berisi nama-nama orang yang diturunkan menjadi budak. Ia ingin mengembalikan status mereka, tidak sebagai budak.


Choi Young mengatakan kecurigaannya akan kejadian tadi kepada tantenya. Dayang Choi menduga kalau itu adalah ulah Ki Chul. Tapi menurut Choi Young, Ki Chul tak akan melakukan hal serumit itu untuk membunuh para pejabat yang lemah.

Dayang Choi menyebutkan kemungkinan yang lain, yaitu Deok Heung. Choi Young bertanya untuk apa Deok Heung mengincar stempel kerajaan?


Dayang Choi mengatakan kalau mereka mengincar Choi Young dan menjadikan para pejabat itu sebagai umpan. Choi Young bingung mendengar dugaan Dayang Choi, kenapa harus dia? Kali ini dayang Choi tak tahu jawabannya.


Choi Young kemudian melayangkan pandangan pada kediaman Gong Min dan mengatakan kalau ia tak suka dengan pengamanan yang sangat longgar. Dayang Choi menambahkan kalau Gong Min dan No Gook suka sekali berjalan-jalan, dan para woodalchi dan moogakshi rasanya hampir mati harus mengawal Gong Min dan No Gook yang berjalan-jalan di luar.


Hal ini semakin tak menyenangkan Choi Young. Tapi ia sekarang bukanlah Woodalchi, apalagi Daejang. Maka ia hanya mondar-mandir, tak mendengar pertanyaan Dayang Choi tentang Eun Soo. Dayang Choi yang kesal melihat Choi Young mondar-mandir bertanya, “Kau ini kenapa?”


“Hah? Itu… Aku tak tahu harus melakukan apa setelah ini,” jawab Choi Young.

LOL. Gini nih kalau pendekar galau.


Lee Jae Hyun memberikan stempel itu. Namun Gong Min tahu alasan Lee Jae Hyun sebenarnya datang kemari. Menurutnya, mereka berdua datang kemari karena ingin melihat apakah Raja, yang menitipkan tahta pada pamannya, itu sekarang gila atau berhati lemah.


No Gook ikut menyindir kalau setelah ini Lee Jae Hyun dan Lee Sae Ik pasti akan mengirim utusan ke Yuan untuk menanyakan pendapat, siapa yang harus mereka dukung.


Dan Gong Min tahu kalau para pejabat itu takut, maka mereka meminta orang yang telah mereka usir (Choi Young) untuk melindungi mereka. Dan No Gook menambahkan, “Tapi orang itu bahkan tak menolak permintaan agar mereka mendapat perlindungan.”


Kedua pejabat itu tampak malu dan salah tingkah. Gong Min kemudian mengambil stempel dan memuji stempel itu. Dan dengan stempel yang baru, Gong Min menurunkan keputusannya yang pertama, yaitu mengembalikan posisi Choi Young sebagai kepala Daejang bahkan memberikan promosi. Alasannya? Karena Choi Young telah menyelamatkan Ratu pada saat pengkhianatan Jo In Shil. 


Gong Min menemui Choi Young di luar, dan duduk santai. Choi Young melihat kalau tak ada pengawal yang mengiringi Gong Min, tapi Gong Min memang sedang ingin berjalan sendiri. Choi Young frustasi melihat hal ini. Ia langsung menguliahi Gong Min tentang pentingnya pengawalan pada seorang Raja.


Dikuliahi, Gong Min hanya tersenyum dan berkata, “Tak peduli kau Woodalchi atau penjahat pelarian, tak peduli apakah aku mempercayaimu atau tidak, kau masih tetap sama.”


Mendengar kata-kata ini, Choi Young hanya bisa duduk lesu, “Benar juga.”

Gong Min bertanya apakah Choi Young masih memiliki mimpi untuk menjadi nelayan? Choi Young mengatakan dengan sedikit terkejut, kalau ia sebenarnya sudah lama tak mengingat keinginan itu.

Gong Min meminta maaf karena ia telah mengembalikan posisi Choi Young bahkan menaikkan posisinya sebagai jenderal. Choi Young tak marah, tapi juga tak senang.

Ia melihat Deok Gi datang untuk menemui Ratu.


Deok Gi membawa pesan dari Jang Bin untuk No Gook. Jang Bin memberitahukan kalau Eun Soo akan menikahi Deok Heung. No Gook dan Dayang Choi terkejut, terlebih lagi bingung apakah Choi Young harus diberitahu ataukah tidak.


Di luar Choi Young menunggui Deok Gi. Tapi Deok Gi yang keluar, membuat Choi Young penasaran karena Deok Gi langsung gugup menggerak-gerakkan tangannya tak beraturan, dan kemudian pergi. Ia akhirnya menemukan jawabannya dari Dayang Choi. Eun Soo akan menikahi Deok Heung.


Mulanya Choi Young menganggap Dayang Choi bercanda dan menyuruhnya serius. Tapi melihat tantenya diam dan serius, Choi Young pun menyadari kalau berita itu benar. Choi Young tampak marah saat ia mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Maka ia pun berkata kalau ia akan ke istana.


Dibantu dengan para dayang, Eun Soo berganti baju dengan baju pilihan Deok Heung. Jang Bin hanya bisa pasrah melihat Eun Soo berjalan dikawal dengan para dayang.


Sepanjang perjalanan, hanya sosok Choi Young yang ia bayangkan. Saat Choi Young tertawa, saat Choi Young melatih anak buahnya, namun semuanya itu hanyalah imajinasinya saja. Karena tak ada Choi Young di sana.


Deok Heung memamerkan kursi tahtanya pada Eun Soo yang sama sekali tak terkesan melihatnya. Eun Soo malah menganggap Deok Heung memiliki gangguan kepribadian narsistik.


Dan sebagai dokter, Eun Soo mengatakan ciri pasien itu adalah ia akan melakukan segalanya demi keberhasilan, dan mengira kalau ia adalah seorang jenius.


Mendengar hinaan itu, Deok Heung tak marah, malah tertawa. Ia turun dari kursi dan menghampiriEun Soo, memintanya untuk menghapus lembaran lama dan memulai lembaran baru. Eun Soo bisa memaafkan Deok Heung karena meracuninya, tapi ia tak bisa memaafkan Deok Heung karena mencoba membunuh Choi Young.


Choi Young pergi ke rumah sakit kerajaan untuk menemui Eun Soo, tapi ia terlambat. Jang Bin mencoba menghentikan Choi Young, karena penjagaan di sekitar Deok Heung sangatlah ketat. Tapi Choi Young berkeras untuk pergi.


Deok Heung makan malam dengan Eun Soo. Tepatnya, sih, ia makan dan Eun Soo memelototinya, tanpa menyentuh makanan sedikitpun. Eun Soo mengatainya licik karena tak memberi seluruh obatnya dan hanya memberikan separuh dari buku hariannya. Deok Heung bertanya apa isi buku harian yang dibaca Eun Soo.


Eun Soo menjawab, “Deok Heung tak akan pernah menjadi raja. Jadi daripada bermimpi, lebih baik ia meninggalkan Goryeo saja.” Deok Heung tersenyum geli dan bertanya apa yang harus ia lakukan agar Eun Soo mau menjawab jujur? Eun Soo meminta buku hariannya diberikan padanya semua.

Deok Heung pun memutuskan akan memberikan buku harian itu di malam pertama mereka. Yuck!


Terjadi keributan di luar ruangan Deok Heung. Ternyata Choi Young datang dan menyerang para penjaga di depan. Eun Soo yang melihat kedatangannya langsung berlari menghambur ke Choi Young.

Tapi Deok Heung menghentikannya dengan meraih tangannya. Tak pernah Choi Young semarah itu. Ia menyuruh Deok Heung untuk melepaskan tangan Eun Soo. Dan tanpa menoleh pada Deok Heung ia bertanya pada Eun Soo, apakah Eun Soo memang berniat menikahi orang itu?


Eun Soo mengiyakannya tapi ia tak bisa menjawab saat Choi Young menanyakan alasannya. Deok Heung memintanya sopan karena bagaimanapun juga ia adalah pengganti raja. Tapi tanpa menoleh, Choi Young mengarahkan pedangnya pada Deok Heung dan menyuruhnya diam, “Karena aku sedang berbicara dengannya.”

LOL, kasihan Deok Heung, Choi Young tak pernah memandangnya, sebelah matapun tidak.


Deok Heung marah dan berkata kalau Choi Young mengeluarkan pedang itu, ia akan langsung dituduh melakukan pengkhianatan. Tapi Choi Yount tak peduli. Eun Soo yang malah memohon agar Choi Young pergi, karena ia memiliki alasan melakukannya.

“Apakah alasan itu adalah nyawaku?” Ia mengatakan kalau beberapa hari yang lalu ia hampir mati. Apakah Deok Heung menyuruh Eun Soo untuk menukar nyawanya dengan pernikahan ini? “Kalau tidak, Imja, kau tak mungkin melakukannya.”

Eun Soo diam saja, maka kali ini Choi Young menatap Deok Heung dan bertanya apakah karenanya? Deok Heung tak gentar dan bertanya balik, “Kalau iya, memang kenapa?”


Choi Young pun mengeluarkan pedangnya dan berkata, “Kalau begitu, agar kau tak mengancam Imja lagi, aku akan..” 

Tapi Eun Soo buru-buru menahan lengan Choi Young dan memohon agar tak melakukan hal ini. Deok Heung sepertinya takut akan ancaman Choi Young, dan ia pun buru-buru pergi meninggalkan mereka berdua. 


Choi Young meraih tangan Eun Soo dan menariknya untuk pergi bersamanya. Tapi Eun Soo tak bisa. Ia sudah memiliki rencana sendiri. Pernikahannya akan dilakukan bulan depan dan sebelum itu terjadi, pintu langit akan terbuka dan ia akan pergi sehingga pernikahan akan diurungkan. Ia tahu apa yang akan dilakukan, dan ia harus tinggal di sini untuk melakukan sesuatu.


Choi Young bertanya, apa yang harus dilakukan Eun Soo di sini? Tapi Eun Soo tak mau menjawab. Choi Young menghela nafas.

“Dari awal, aku tahu kalau kau ingin lari dari dunia ini. Dari awal kita bertemu, aku tahu kalau ini adalah salahku. Kau hampir mati beberapa kali dan kau tak dapat tidur nyenyak di malam hari. Tak terhitung berapa kali kau menangis.. dan  semua itu.. semua itu karenaku. Aku tahu, tapi tetap saja, aku tak dapat meninggalkanmu bersama dengannya. Masih tersisa beberapa hari hingga kepergianmu. Maukau kau tinggal bersamaku?”

Eun Soo terpana mendengar pengakuan Choi Young. Eun Soo pun menceritakan kalau ia sebenarnya mengetahui Choi Young akan dijebak adalah dari bagian pertama buku hariannya. Dan ia belum membaca sisa buku yang disimpan oleh Deok Heung. Maka dari itu, ia ingin mengetahui apa yang akan tertulis di sisa buku itu.


Choi Young menatap tajam Eun Soo dan menghampirinya dengan sikap mengancam, “Apakah karena itu kau ingin tinggal di sini?”. Eun Soo yang takut Choi Young marah, mengangguk dan mundur.

“Karena kau ingin tahu kapan aku akan mati?” tanya Choi Young, maju ke depan.

“Agar aku bisa menghentikannya,” jawab Eun Soo, semakin mundur.

“Dan kapan dia akan memberikan buku itu padamu?” Choi Young pun semakin maju.


“Dia akan memberikannya di malam pertama kami,” Eun Soo akan mundur, tapi tak ada jalan keluar lagi baginya saat punggungnya membentur tembok. Choi Young menaruh tangannya ke tembok, Eun Soo terperangkap tak bisa kemana-mana.

“Jadi kau akan menunggu hingga hari itu?”

“Aku akan mencari cara untuk mengambilnya.”
“Bagaimana?”


Eun Soo tak bisa menjawab. Maka Choi Young menunduk lebih dekat pada Eun Soo, “Orang itu pernah meracunimu. Dan kau tak takut, malah mau menikahinya? Untuk menyelamatkan diriku?”


“Aku memiliki kesempatan untuk menyelamatkanmu, mengapa aku tak melakukannya?” tanya Eun Soo marah. “Apa aku harus membiarkan semuanya terjadi? Cobalah berpikir dari posisiku.”


Tak diduga, Choi Young memeluk Eun Soo dan berkata dengan nada pasrah, “Apa yang harus kulakukan pada orang sepertimu.”


Deok Heung kembali ke ruang penyimpanan dan mulai membakar satu per satu lembar buku harian Eun Soo.

Aishh.. licik bener sih, Deok Heung ini. Lagi-lagi ia akan ingkar janji di malam pernikahannya.


Gong Min terkejut saat mendapat saat ada utusan dari Deok Heung menemuinya yang mengabarkan pernikahan Deok Heung dengan Eun Soo.


Dan Gong Min memanggil Choi Young untuk membuat strategi menurunkan Deok Heung dari tahta. Baginya, hal ini tak mudah karena para pejabat menganggap kaburnya Gong Min menandakan Gong Min adalah raja yang lemah, dan Deok Heung memegang 2000 pasukan. Ditambah lagi, Ki Chul yang menjadi sekutunya, juga memiliki prajurit pribadi yang jumlahnya tak sedikit.

Choi Young akan mencari cara bagaimana memenangkan pertarungan ini tanpa harus berperang. Dan Gong Min pun memberikan surat kuasa pada Choi Young, agar Choi Young bisa leluasa mengambil tindakan-tindakan.


Ia juga memberitahu kalau ia sudah mendengar kabar pernikahan Eun Soo, dan ia khawatir kalau Choi Young akan lari bersama Eun Soo lagi. Maka tugas ini adalah salah satu caranya untuk mengingatkan Choi Young akan posisinya.


Dayang Choi datang menemui Eun Soo dan tanpa basa basi bertanya pada Eun Soo, apa yang sebenarnya yang Eun Soo lakukan?

Eun Soo malah menjawab tak tahu. Sebenarnya ia tak berniat untuk menikah. Yang terpenting sekarang adalah pertunangan dulu, dan begitu ada kesempatan, ia akan membatalkan pernikahannya.

LOL, si Eun Soo kebanyakan nonton Runaway Bride dan Nice Guy nih..


Tentu saja hal ini tak masuk akal bagi Dayang Choi. Yang akan dinikahi Eun Soo adalah satu-satunya anggota kerajaan, bagaimana mungkin Eun Soo berpikir untuk meninggalkan Deok Heung di altar? Dan Eun Soo seperti baru tersadar, “Aku tak bisa melakukannya?”

Duh, si Eun Soo ini polos amat, yak..

Eun Soo mengatakan kalau Choi Young datang ke sini dan memaksanya untuk melarikan diri bersamanya. Tapi Dayang Choi menganggap itu bukan ide yang bagus. Choi Young akan otomatis dicap sebagai pengkhianat dan hukuman mati adalah ganjarannya. 

Eun Soo mengatakan kalau kesediaannya hanya di mulut saja. Tapi Dayang Choi kembali menunjuk semua hadiah yang tersebar di dalam kamarnya, yang Eun Soo langsung membela diri:”Aku tak bisa membaca huruf hanja, dan mereka langsung menaruh di kamar tanpa persetujuanku. Apakah aku perlu mengembalikannya sekarang?”


Dayang Choi hanya bisa menghela nafas, pasrah.


Ditemani oleh kasim dan beberapa woodalchi, Choi Young datang ke aula istana. Kasim membacakan titah Raja yang menjelaskan kalau stempel Goryeo yang akan digunakan adalah stempel baru. Raja juga akan mengambil alih semua urusan pemerintahan dan Raja berterima kasih atas jerih payah Deok Heung selama ini. Raja akan memulai rapat pertamanya di kediamannya yang sekarang dan mengundang semua pejabat untuk datang menemuinya. Ia juga memberikan Jenderal Choi Young kekuasan militer.

Choi Young langsung menyanggupi titah itu dan yang pertama kali ia lakukan sebagai panglima militer, adalah meminta Deok Heung untuk turun dari kursi tersebut, “Kursi itu hanya boleh ditempati oleh Raja yang berkuasa. Saya minta Anda untuk berdiri.”


LOL, muka Deok Heung sebel-sebel tak percaya.


Deok Heung memanggil Ki Chul yang selama ini sibuk mengartikan tentang perkataan Eun Soo akan langit. Ia memberitahu kalau Gong Min sudah merubah taktik, bukannya datang ke istana, tapi ia menarik orang-orang keluar istana, menemuinya. Dan ia juga menyuruh Choi Young untuk melaksanakan semuanya. Ki Chul terkejut mendengarnya, “Ia muncul kembali?”

Dan Deok Heung menambahkan kalau orang pertama yang akan Choi Young ambil adalah Eun Soo. Maka Ki Chul memutuskan akan membunuh Gong Min. Tapi ia perlu alasan yang tepat untuk menurunkan Raja, dan Deok Heung menyanggupi untuk mencarikan alasan itu.

Ki Chul merasa Eun Soo tak berkata jujur tentang waktu pintu langit terbuka, yang katanya adalah 2 bulan lagi, karena Eun Soo mengatakannya tanpa dipaksa. Ia menyimpulkan kalau pintu langit akan terbuka lebih cepat dari kata-kata Eun Soo.


Hwasuin dan Eumja mencoba-coba masuk ke kediaman Gong Min yang katanya terbuka untuk umum. Para woodalchi mencoba untuk menahan mereka. Tapi Hwasuin dan Eumja memang tak serius. Mereka pergi setelah melemparkan sesuatu ke arah woodalchi. Para woodalchi segera berlindung, tapi tak ada bunyi ledakan apapun.


Ternyata yang dilempar Hwasuin hanyalah patung kayu kecil.


LOL. Penonton kuciwa..


Eun Soo menyelinap ke ruang penyimpanan Deok Heung. Ia tak menyadari kalau ada penjaga yang membuntutinya. Untung ada orang yang memukul penjaga itu hingga pingsan. Ternyata orang itu adalah Choi Young.


Choi Young ternyata mengawasi gerak-gerik Eun Soo yang mencari satu persatu di tiap rak buku dan lemari. Tak sengaja Eun Soo menyenggol salah satu guci yang tentu akan jatuh jika tak ditangkap oleh Choi Young.


Setelah tahu kalau Eun Soo sedang mencari buku hariannya, Choi Young mengusulkan agar Eun Soo mencari di ruangan tempat Deok Heung bermain catur.

Akhirnya mereka pergi setelah sebelumnya Choi Young memukul kembali pengawal yang tadi ia pukul, dan pengawal itu pingsan kembali.


Tapi belum sampai mereka ke ruangan Deok Heung ada pengawal yang lewat, sehingga mereka harus bersembunyi di sebuah ruangan. Saat itu Choi Young mengatakan kalau memang isi buku harian itu tak ada hubungannya dengan keselamatan Eun Soo, lebih baik Eun Soo melepaskan buku harian itu.


Tapi Eun Soo berkeras ingin tahu tentang keselamatan Choi Young. Bagi Choi Young, ia tak peduli, “Aku tak mau tahu tentang kematianku.”


Choi Young mulai mengumpulkan pasukan yang sebelumnya berkhianat pada Raja. Ia bertemu dengan pemimpinnya, Ahn Jae dan menawari mereka untuk kembali pada Gong Min. Dan jika mereka mau, maka mereka harus segera bersiap segera.


Dae Man melaporkan pada Gong Min kalau Choi Young sudah mulai mendapatkan pasukan yang sebelumnya membelot.


Deok Heung sudah memperkirakan gerakan Choi Young yang akan merekrut pasukan istana, maka Ki Chul memutuskan untuk melakukan serangan ke tempat Gong Min, lebih cepat dari yang mereka rencanakan semula. Caranya?

Deok Heung berencana setelah Raja dan Ratu menghadiri pernikahannya, ia akan pulang ke istana. Ki Chul melanjutkan kalau Raja dan Ratu akan dirampok dalam perjalanan pulang oleh anak buahnya yang menyamar sebagai bandit.


Deok Heung tertawa mendengarnya. Dan setelah masa berkabung usai, Eun Soo akan melakukan sebuah perjalanan, dan Ki Chul akan mengantar kepergiannya ke langit. 


Dayang Choi meminta Choi Young untuk tidak tergesa-gesa. Tapi Choi Young merasa kalau ia harus melakukannya dengan sesegera mungkin. Maka Dayang Choi menyarankan agar Choi Young selalu berhati-hati.

Mendengar saran itu, Choi Young malah marah, “Aku selalu hati-hati! Aku tak mungkin bisa lebih berhati-hati lagi. Aku bahkan tak menemuinya walaupun kami tinggal di istana yang sama.”

Aih.. aih.. ada yang kesel nih, karena tak bertemu pacar.


Dayang Choi kaget melihat Choi Young marah, padahal maksudnya adalah agar Choi Young membuat strategi untuk mengusir Deok Heung dari istana dengan menjadikannya sebagai pengkhianat. Tapi Choi Young tak memiliki banyak waktu untuk membuat strategi itu, karena waktunya tinggal sedikit. Eun Soo akan kembali saat bulan purnama mendatang.


Di kamarnya, Eun Soo membungkus semua hadiah untuknya dalam satu buntalan. Tanpa mempedulikan moogakshi yang berusaha mencegahnya, ia menyeret buntalan besar itu dan memberikannya pada Deok Heung.


Ia ingin membatalkan pernikahan ini karena mereka berdua sama-sama tak berniat menikah dan ia tahu kalau Deok Heung menggunakan pernikahan ini untuk mendapatkan Ki Chul.

Deok Heung mencoba mengancam Eun Soo dengan buku harian yang ada ditangannya, tapi Eun Soo mengatakan kalau ia sudah tak peduli lagi dengan buku harian itu. Maka Deok Heung mengancam dengan cara lain. Ia berkata kalau Eun Soo membatalkan pernikahan ini, maka mungkin Eun Soo dan Choi Young akan diturunkan menjadi budak. Tapi Eun Soo tak percaya, karena Ki Chul pasti tak akan menyetujuinya.

Deok Heung mencoba menggertak dengan akan mengirimkan Choi Young dan Eun Soo sebagai budak, pada Ki Chul. Mendengar hal ini pun, Eun Soo juga tak percaya, karena Choi Young pasti tak akan mau diperbudak oleh Ki Chul.

Tapi Eun Soo tak dapat berkata lain saat Deok Heung mengancamnya dengan menggunakan kartu Gong Min. Ia akan mengerahkan pasukan 2000 orangnya untuk menyerang Gong Min yang hanya dilindungi oleh 50 orang Woodalchi. Dan jika Choi Young mengetahui hal ini, siapa yang akan dipilih olehnya? Gong Min atau Eun Soo? “Sepertinya Choi Young menempatkan rajanya lebih tinggi daripada kekasihnya.”


Ada beberapa gerobak yang mengangkut banyak karung ke rumah Ki Chul. Para anggota suribang merampas salah satu karung dan membuka isinya. Ternyata karung-karung itu isinya adalah baju para perampok.


Choi Young menyuruh Dae Man untuk pergi ke kediaman Raja dan memberikan pesannya, agar Raja mulai bersiap-siap. Ia juga meminta Dol Bae untuk mengabarkan ke Ahn Jae, kalau rencana mereka dipercepat.

Dayang Choi mendapat pesan Choi Young dari salah satu Moogakshi.


Hari itu, Eun Soo dikejutkan oleh Kasim yang disuruh Deok Heung untuk membawa Eun Soo. Pernikahan akan diadakan hari ini. Dayang Choi mencoba mengulur waktu dengan mengatakan kalau Eun Soo akan berganti baju dulu. Tapi menurut kasim suruhan Deok Heung, Eun Soo akan bersiap-siap di kuil.


Ki Chul tersenyum puas mendapat laporan dari Yang Gak kalau pasukan berjumlah 400 orang sudah mendekati kediaman Gong Min. Pasukan itu akan menyamar sebagai bandit.


Eun Soo berjalan menuju aula istana didampingi oleh Dayang Choi. Tapi Ki Chul yang melihatnya segera menyuruh Dayang Choi untuk menunggu di luar.


Deok Heung tersenyum licik saat bertemu dengan Eun Soo, “Kau tak menyangka, bukan? Kuil itu tak jauh dari sini. Anggap saja kita akan berjalan-jalan dan menikmati pemandangannya.”



Diiringi oleh dua pendeta dan disaksikan oleh seluruh pejabat, Eun Soo terpaksa mengikuti seremonial yang tak terduga ini. Tapi ada hal lain yang tak terduga.


Kedatangan Choi Young.


Buru-buru Ki Chul menghadang Choi Young dan menyuruhnya untuk tak membuat keributan di hari yang bahagia ini. Tapi Choi Young tak mempedulikannya, bahkan saat Ki Chul menggunakan naegongnya untuk menghentikan Choi Young, Choi Young malah mencengkeram tangannya. Dengan naegong yang Choi Young miliki, ia berhasil menyingkirkan tangan Ki Chul, membuat Ki Chul bengong tak percaya.


Eun Soo memberitahukan kalau akan ada penyerangan terhadap Raja. Choi Young tahu itu, maka dari itu ia tak memiliki banyak waktu.  Eun Soo menyuruh Choi Young untuk segera pergi.


Choi Young hanya memandang Eun Soo dan berkata, “Karena tak ada jalan lain..” 


Ia menunduk dan mencium Eun Soo.


Komentar :

Saya sedikit heran dengan pria-pria Goryeo ini.  Dari sekian banyak yang dekat dengan Eun Soo (Gong Min, Jang Bin, Deok Heung, Ki Chul dan Choi Young), kenapa hanya Choi Young yang tertarik pada Eun Soo? Sedangkan yang lain hanya ingin memiliki Eun Soo sebagai wanita dari langit. Apa mereka buta? Apakah trend cantiknya wanita jaman itu bukanlah seperti cantiknya Eun Soo?

Kenapa hanya Choi Young yang suka? Ini tentu merendahkan harga diri seorang wanita cantik.. *lebay*

Note : sori, agak ngaco komennya, karena saya menulis sinopsis ini di ujung-ujung Nice Guy 20 yang akan tayang.

4 comments:

  1. ahahaha gp2 mba dee..lagi galau yah menanti ending nya NG.. :D
    tp gp2 mba ttp menanti sinopsis selanjutnya..thanks a lot mba dee :)

    ReplyDelete
  2. Sebenarny faith jg bgs,tp faith kalah pamor sama nice guy,pdhl faith ada lee min ho ny.hiks 2

    ReplyDelete
  3. Mb dee.....emang di jaman goryeo uda ada kiss lips to lips macam ituh yah hehe.....
    #ignore

    ReplyDelete
  4. hahaha.. sy stuju sama komentar mba.. ^^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...