rotator and add

November 9, 2012

Sinopsis Faith Episode 15

Sinopsis Faith Episode 15


Mendengar rintihan Eun Soo, mulanya Choi Young mengira Eun Soo mendapat mimpi buruk lagi. Ia mengetuk pintu untuk membangunkan Eun soo.

Tapi saat ia membuka pintu, karena Eun Soo tak menjawab panggilannnya, ia tahu kalau Eun Soo tak mengigau dan bermimpi. Eun Soo kesakitan.



Ia memanggil Eun Soo dengan panggilan tabib langit. Tapi Eun Soo tak menjawab, membuat Choi Young panik, dan memanggilnya Imja. Tapi Eun Soo tetap tak bangun.


Saat Choi Young masih panik karena tak dapat membangunkan Eun Soo, tiba-tiba Jang Bin datang, mengagetkannya karena ia akan menyuruh orang untuk menjemputnya. Lebih mengagetkan lagi saat Jang Bin bertanya apakah racun sudah menyebar ke tubuh Eun Soo. Bagaimana Jang Bin tahu kalau Eun Soo diracun dan siapa yang meracuninya?

Jang Bin menjawab pendek kalau Dayang Choi yang memberitahukannya. Ia mencoba mengenali racun itu, tapi racun itu tak berbau. Choi Young kemudian mengeluarkan botol aspirinnya dan bertanya apakah obat ini bisa menyembuhkan Eun Soo?

Aww.. so sweet, Choi Young. Tapi obat itu bukan obat dewa yang bisa menyembuhkan semuanya.

Jang Bin menggeleng, ini adalah racun yang disisipkan di kertas yang diberikan oleh Deok Heung. Lebih baik Choi Young pergi menemui Deok Heung dan meminta penawarnya.

Choi Young bertanya, berapa lama Eun Soo dapat bertahan? Jang Bin akan mencoba menghambat racun ini agar tak menyebar, tapi ia memperkirakan kalau Eun Soo hanya dapat bertahan maksimal satu hari saja.


Maka terbanglah Choi Young menemui Deok Heung. Nggak bener-bener terbang, ding. Tapi ia berlari sangat cepat. Ia masih ingat betapa sakitnya ia saat Pangeran Kyeong Chang meninggal. Dan ia tak mau hal itu terulang kembali.

Choi Young sampai di kediaman sementara Deok Heung. Ia menyuruh pemuda melambai untuk menahan Eum Ja untuk tak bisa masuk.


Dibantu Dae Man, pemuda melambai itu mengeluarkan bunyi-bunyian sehingga mengacaukan konsentrasi Eum Ja yang sangat peka pendengarannya. Eum Ja yang terganggu, memilih pergi.


Tanpa basa-basi, Choi Young meminta Deok Heung untuk menyerahkan penawarnya. Tapi Deok Heung malah basa-basi, jadi Choi Young menunjukkan keseriusannya dengan membalikkan meja dan mendorong Deok Heung ke tembok. Deok Heung tak bisa berbuat apa-apa karena Choi Young menghunuskan belati ke lehernya.

Tapi Deok Heung tetap tenang karena ia punya penawar. Jika ia mati, kekasih Choi Young juga akan mati, “Dia pacarmu, kan?” tebak Deok Heung.


Jang Bin mencoba membakar ramuan agar Eun Soo bisa menghirup obat  Saat tak sadarkan diri, Eun Soo bermimpi melihat dirinya.


Dirinya yang tak pernah ia lihat sebelumnya, memakai baju Goryeo yang tak pernah ia pakai sebelumnya, dan merawat seorang anak yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Namun wanita yang mirip dirinya itu membawa peralatan yang sama seperti yang ia bawa sekarang.


Choi Young tahu kalau perkataan Deok Heung benar. Eun Soo akan mati jika ia membunuh pria itu. Maka ia bertanya, apa yang diinginkan Deok Heung?

Deok Heung menjawab stempel kerajaan. Terserah bagaimana Choi Young mendapatkannya, apakah mengambil atau mencurinya, yang penting Choi Young harus memberikan stempel itu padanya, “Jika sampai siang hari kau tak menyerahkannya padaku, tak peduli dia tabib langit atau bukan, wanita itu akan mati.”


Di tengah jalan, Choi Young memberikan pedangnya pada Dae Man dan menyuruhnya tetap tinggal di sini dan mengawasi keadaan. Dari kejauhan, Eum Ja mendengar pembicaraan mereka.


Di taman, Gong Min dikejutkan oleh kedatangan Choi Young. Sambil bercanda ia menyambut kedatangan Choi Young, “Lihat siapa yang datang. Ada penjahat yang sedang kabur.” Dan dengan lebih ramah, ia bertanya, “Bagaimana keadaanmu?”


Dengan serius, Choi Young memberitahukan kedatangannya kali ini karena ada sesuatu yang ia minta. Namun Gong Min masih tersenyum, berkata, “Pertama-tama, sepertinya aku harus menyuruh  mereka untuk menangkapmu.”


Tapi Choi Young sedang tak ingin bercanda dan nadanya lebih serius lagi, “Yang Mulia.”


Akhirnya Gong Min menyadari kalau Choi Young serius dan menyuruh para woodalchi untuk mundur. Chong Suk yang kaku dan SOP (Standar Operation Procedure) banget, ragu untuk meninggalkan Gong Min. Tapi Gong Min bersikeras karena, “Ini kan Choi Young.”

Oh my.. tak tega melihat Gong Min setelah ini.


Choi Young memberitahukan kalau Eun Soo telah diracun. Untuk mendapatkan penawarnya, ia harus mendapatkan stempel kerajaan. Dan ia meminta stempel kerajaan itu pada rajanya, agar iba bisa menyelamatkan Eun Soo.

Gong Min tak percaya pada permintaan Choi Young yang tak masuk akal. Apa Choi Young tak menyadari betapa pentingnya arti stempel itu baginya?

Choi Young mengingatkan betapa pentingnya Eun Soo bagi Gong Min. Ia menyeret Eun Soo memasuki dunia mereka, menyelamatkan Ratu dan duduk diam menunggu. Sekarang Eun Soo sedang sekarat, “Hamba mohon agar Paduka dapat memberikan stempel itu.”


Gong Min bertanya siapa yang meminta stempel itu dan Choi Young menjawab  jujur kalau Deok Heung yang menginginkannya. Gong Min marah dan bertanya apakah sekarang Choi Young berani meminta stempel hanya demi seorang wanita? Choi Young bertanya balik, “Apakah hamba tak boleh melakukannya?”

“Kau bilang aku adalah rajamu. Kau bilang aku dapat memilikimu.”


“Paduka juga berkata kalau hamba adalah teman dan rakyat Paduka. Rakyat ini sekarang meminta bantuan Paduka untuk menyelamatkannya,” jawab Choi Young. “Apakah paduka masih belum paham mengapa kami membutuhkan raja?”

Gong Min mengingatkan Choi Young kalau ia menyerahkan stempel itu berari ia juga menyerahkan tahtanya. Dan Choi Young bertanya, “Siapa yang memberikan stempel itu pada Paduka?”

Tak masuk akal, Gong Min menganggap Choi Young sudah gila. Ia tak mau memberikan stempel itu pada Choi Young.

Maka Choi Young memutuskan akan mengambil stempel itu sendiri. Tapi Gong Min tak akan membiarkannya. Ia menyuruh para woodalchi untuk menangkap Choi Young.


Choong Suk dahulu yang mengangkat pedang. Tapi Choi Young yang sengaja tak membawa pedang, tak takut dan meminta Choong Suk untuk langsung menyerangnya.

Dan Choi Young memang sudah mengetahui kemampuan anak buahnya. Walau tanpa senjatapun, dengan mudah ia mengalahkan woodalchi yang menjaga Raja.


Ia pun pergi, dan Choong Suk segera memerintahkan untuk menjaga ruang stempel kerajaan. Ia mengumumkan pada semua anak buahnya kalau Choi Young sekarang adalah musuh mereka yang akan mencuri stempel.


Joo Suk yang angkat bicara.Ia tahu Choi Young adalah musuh mereka, tapi ia juga tahu kalau mereka tak mungkin dapat mengalahkan Choi Young. Choong Suk yang juga tahu, tapi menyuruh mereka untuk tak segan dan takut untuk menyerang Choi Young, karena Choi Young tak bersenjata sehingga Choi Young tak dapat melukai mereka.

Oy.. bukannya tak dapat, Choong Suk. Tapi tak mau.


Dan benar saja, Choi Young dapat melewati mereka satu persatu. Para woodalchi dan kasim berjaga di ruang stempel. Mereka bersiaga menjaga kotak stempel yang ada di atas meja. Choong Suk masuk ke ruangan dan memberitahukan kalau mereka harus menjaga stempel itu, walau itu berarti mereka harus membunuh Choi Young.


No Gook buru-buru menemui Gong Min, dan melihat betapa terlukanya Gong Min. Ia ingin menghibur Gong Min, tapi Gong Min mengangkat tangannya, meminta No Gook untuk tak berkata apapun. Ia terlalu marah dan kecewa.


Choi Young tak kunjung muncul di ruang stempel, membuat Choong Suk heran. Kasim pribadi Gong Min tak sengaja melihat sehelai kain di bawah meja kotak stempel. Ia langsung menyibak taplak mejanya, dan ada seorang kasim yang pingsan disana.


Menyadari apa yang mungkin telah terjadi, Choong Suk membuka kotak stempel dengan khawatir. Dan ternyata stempel itu telah hilang.


Choong Suk segera menemui Gong Min. Ia melaporkan kalau sepertinya Choi Young sudah mengambil stempel itu sebelum menemui Raja di taman. Serangan pada Woodalchi sebelumnya hanya siasat Choi Young agar bisa kabur dari istana.


Mimpi Eun Soo masih berlanjut. Dalam mimpinya ia melihat dirinya sendiri menulis di dalam buku harian berwarna ungu dan menulis Untuk Eun Soo..


Hmm.. jadi ia bermimpi tentang dirinya sendiri? Yang di masa depan? Atau masa lalu? Atau reinkarnasi?


Choi Young memberikan stempel itu pada Deok Heung dan Deok Heung memberikan penawarnya. Tapi Choi Young tak langsung pergi. Ia mencennkram baju Deok Heung dan meminta satu alasan agar ia tak membunuh Deok Heung. Dan Deok Heung tetap tenang dan menjawab, “Karena satu penawar saja tidaklah cukup.”

Aishh.. menjengkelkan.

Dan lebih menjengkelkan lagi, menurut Deok Heung, racun Eun Soo harus diberi penawar setiap 4 hari sekali selama 7 kali berturut-turut.

Ihhh.. antibiotik aja nggak menjengkelkan seperti itu.


Choi Young marah mendengarnya. Tapi ia melangkah pergi dan mengabaikan Deok Heung yang sudah meminta Choi Young mendengarkannya saat ia bicara. Choi Young harus hormat pada calon Raja. Tapi Choi Young tak mau mendengarnya, “Aku hanya mau berbicara dengan manusia.mel”

Hehehe.. ini calon raja apa, ya,  kalo bukan manusia? Raja monyet?


Jang Bin mulai memberikan penawar yang dibawa Choi Young. Menurut Jang Bin, sekarang mereka harus menunggu. Tapi Jang Bin heran, bagaimana Choi Young bisa mendapatkan penawar ini? Choi Young hanya menjawab kalau ia menukar dengan sesuatu yang tak berguna.


Choi Young menyentuh tangan Eun Soo yang menurutnya terlalu dingin. Dan Jang Bin menyarankan untuk mengajak Eun Soo berbicara agar Eun Soo sadar. Maka Choi Young pun menggenggamnya.


Sedikit pamer, Deok Heung meminta Ki Chul untuk memeriksa stempel pada raja untuk diperiksa keasliannya. Choi Young yang membawakan untuknya. Ki Chul terbelalak melihat stempel itu. Ia melirik pada Eum Ja dan Eum Ja mengangguk mengiyakan.

Ki Chul marah sekali mendengar dua orang di hadapannya ini tak menangkap Choi Young. Dengan santai Deok Heung menjawab kalau Choi Young membawa senjata sedangkan ia membawa buku.

Sedangkan Eum Ja hanya menghela nafas dan menjawab kalau tadi dia diikuti oleh dua orang.. LOL.

Deok Heung heran melihat kemarahan Ki Chul. Bukankah yang penting stempel sudah ada di tangan mereka? Ia mempersilahkan Ki Chul untuk menggunakan stempel itu. Ki Chul tahu maksud Deok Heung adalah menjadikan Deok Heung sebagai raja. Dan apa yang akan ia dapatkan jika ia melakukan hal itu?

Deok Heung tahu kalau Ki Chul menginginkan Eun Soo. Jika Choi Young saja mau datang pada dirinya dengan sukarela, berarti.. Ia tak perlu melanjutkan ucapannya karena Ki Chul sudah tahu maksudnya.


Gong Min menyuruh semua woodalchi untuk tutup mulut akan kejadian ini. Choong Seok dan para woodalchi lainnya malah berlutut bersalah karena gagal menjaga stempel. Tapi Gong Min menekankan, tak.terjadi.apapun.juga.

Jika para woodalchi menceritakan kegagalan mereka dan pihak luar mengetahui hal ini, maka menjadi sebuah keharusan baginya, seorang raja, untuk menghukum mereka, pengawal yang gagal bertugas.


Pada Kiwon dan Yang Gak, Ki Chul membicarakan Deok Heung yang mungkin sedang melakukan sesuatu yang mencurigakan karena kok bisa Choi Young bisa sukarela mencuri stempel itu.

Ki Won dan Yang Gak malah mengkhawatirkan hal itu, tapi pengamanan rumah Ki Chul yang sangat minim karena semua pengawal ditugaskan untuk mencari Eun Soo. 


Mereka menyarankan untuk menarik pasukan mereka, tapi Ki Chul menolaknya. Yang ada di kepalanya adalah Eun Soo, Eun Soo dan Eun Soo.


Saat Gong Min berdua dengan No Gook, Gong Min baru bisa mengungkapkan pedihnya hati karena dikhiananti Choi Young. Tapi No Gook tak percaya Choi Young bisa mengkhianatinya. Ia meminta suaminya untuk mengulang semua percakapannya dengan Choi Young.


Dan Gong Min pun mengulang semua kata-kata Choi Young dan ia mulai teringat pertanyaan Choi Young mengenai stempel, “Siapa yang memberikan stempel itu pada Paduka?”


Terlihat berpikir keras, Gong Min langsung membongkar dokumen-dokumen dan mencari cap stempel yang tertera. Dan ia membaca stempel itu yang menandakan kalau stempel itu adalah miliki menantu Yuan.

Stempel menantu Yuan berarti Gong Min masih belum lepas dari kekuasaan Yuan, sesuatu hal yang paling ia inginkan.


Gong Min terduduk lemas mengetahui betapa benarnya kata-kata Choi Young. Ia yang selalu berkata di hadapan para menteri kalau ia ada untuk rakyatnya, tapi satu-satunya rakyat yang ia ketahui hanyalah Choi Young. Bukannya menyelamatkan rakyat itu, ia malah mengatainya gila dan menyuruh pengawal untuk menangkapnya.


No Gook memeluk Gong Min dari belakang. Dan seakan mencari kekuatan dari istrinya, Gong Min menggenggam tangan No Gook, dan mereka pun menangis.


Para serdadu Ki Chul hampir menggeledah kamar tempat Eun Soo tinggal. Untung saja kakek nenek mengajak para serdadu itu makan, sehingga perhatian mereka teralih dari kamar itu.


Di dalam kamar, Choi Young menggenggam tangan Eun Soo dan mengenang saat ia mengajarinya menunggang kuda, menggunakan pisau dan ia akan mengajak Eun Soo memancing saat ia sudah sadar nanti.


Entah Eun Soo mendengar kata-kata Choi Young, tapi ia bermimpi lari dengan panik dan akhirnya lega saat menemukan Choi Young yang tertidur (atau pingsan?) di sebuah ruangan. Ia mengangkat Choi Young dan mencium keningnya. Entah Eun Soo ini adalah Eun Soo yang lain atau dirinya sendiri.


Eun Soo mengerang dan menangis, membuat Choi Young cemas dan ia memanggil Jang Bin. Tapi Eun Soo menangis tersedu-sedu dan mengigau, “Jangan lakukan ini. Jangan mati.”


Jang Bin datang untuk memeriksa Eun Soo dan berkata kalau Eun Soo sudah mulai membaik. Kabar ini membuat Choi Young lega. Ia memeluk Eun Soo yang sekarang sudah mulai tenang dan tertidur kembali.


Dayang Choi datang ke kediaman Suribang dan langsung bertanya, “Dimana penjahat itu?” LOL, Dae Man langsung menunjuk ke arah Choi Young berada.


Choi Young menemuinya dan memberitahu kondisi Eun Soo. Mendengar cerita Choi Young, Dayang Choi baru tahu kalau ada orang yang lebih jahat dari Ki Chul.

Dayang Choi bertanya apa yang akan Choi Young lakukan setelah mengirimkan Eun Soo ke langit.  Dan Choi Young tersenyum menjawab, “Hmm.. Apa sebaiknya aku mengikutinya juga ke langit?”

Dayang Choi menatap Choi Young, mencoba memahami isi hati keponakannya ini. Choi Young mengalihkan perhatian dengan menanyakan keadaan Gong Min. Dayang Choi memberitahukan kalau Raja sudah mengetahui maksud Choi Young yang sebenarnya. 

Aihh.. soulmate sih, pasti akhirnya nyadar kok maksud implisitnya.

Dayang Choi juga memberitahu tentang Ki Chul yang akan mengadakan rapat dan juga mengundang raja. Ia juga memberitahu hasil mata-matanya, tentang pertemuan Deok Heung rahasia dengan penasihat Jo.

Hal ini berarti Raja Gong Min hanya sendirian di istana, tanpa ada orang yang bisa dipercayai.

Dan itu membuat Choi Young gamang. Namun ia tetap memilih untuk menyelamatkan Eun Soo terlebih dahulu.


Jang Bin akan kembali ke rumah sakit istana untuk meneliti komposisi obat yang mungkin bisa ia buat sendiri. Ia meminta Dae Man untuk menemaninya untuk mengambil obat yang meringankan sakit Eun Soo. Mungkin tak dapat menyembuhkan, tapi bisa menghindarkan Eun Soo dari kelumpuhan.


Eun Soo akhirnya sadar dan membuat Choi Young lega. Ia merasa bersalah karenanyalah Deok Heung bisa menemui Eun Soo dan memberikan buku yang ada racunnya. Eun Soo tersenyum lemah, dan berkata kalau Choi Young juga lah yang mendapatkan penawarnya.


Ia mengulurkan tangan dan meraih tangan Choi Young, meminta bantuannya. Ia ingin Choi Young duduk di belakangnya. Choi Young  pun membantu Eun Soo bangun dan bersandar padanya.


Choi Young menjelaskan kalau Eun Soo harus minum obat  6 kali lagi. Tapi Eun Soo memotongnya. Ia menceritakan mimpinya pada Choi Young. Tapi ia tak tahu apakah itu mimpi atau ia pernah melakukannya, Ia juga melihat Choi Young. Kata-kata ini membuat Choi Young tersenyum dan bertanya apakah ia muncul di mimpi Eun Soo?


Eun Soo juga akhirnya tahu kapan pintu langit akan terbuka lagi, yaitu satu bulan lagi. Jika ia melewatkan kesempatan itu, ia harus menunggu 67 tahun lagi, “Jika aku ingin kembali sebelum aku mati, aku harus pulang di saat itu.”

Tak ada kata yang keluar dari mulut Choi Young. Ia hanya memeluk Eun Soo lebih erat.


Saatnya pertemuan yang diinisiasi oleh Ki Chul. Tanpa berputar-putar, ia langsung berkata kalau ia  ingin membicarakan tentang surat kakaknya. Ratu Yuan, yang khawatir karena Gong Min tak pernah menggunakan stempel kerajaan.

“Apakah stempel itu telah hilang?” tanya Ki Chul sok polos. “Tentu tidak, kan? Stempel itu adalah simbol dari Yuan. Jika Paduka menghilangkannya, akan mengancam tahta Paduka.”

Tapi Gong Min tetap tenang, bahkan saat Ki Chul memintanya untuk menunjukkan stempel itu agar Ki Chul bisa menjernihkan kesalahpahamani ini. Ia berkata kalau ia telah membuang stempel itu, “Walaupun aku adalah menantu Raja Yuan, tapi aku juga adalah raja di negeri ini. Jadi aku berniat untuk membuat stempel yang baru.”


Tentu saja semua pejabat kaget mendengarnya. Lee Sae Ik juga mengatakan kalau keputusan sebesar ini harusnya dibicarakan terlebih dulu dengan mereka. Gong Min membenarkan, maka dari itu ia sekarang meminta para pejabat itu untuk memikirkan kata-kata apa yang harus ada di stempel itu. (LOL)

Penasihat Jo memperingatkan kalau hal ini akan membahayakan Goryeo karena itu berarti Gong Min menantang Yuan dan perang bisa pecah. Gong Min langsung menyindir mana Penasihat Jo yang dulu selalu membicarakan untuk lepas dari Yuan.


Gong Min pun pergi meninggalkan ruangan setelah memberi perintah untuk menyuruh orang ke perbatasan untuk menjelaskan situasi terkini mereka.

Ki Chul dan Deok Heung  hanya diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Namun para pejabat yang tertinggal tak tinggal diam. Di luar ruangan mereka membicarkan kejadian tadi. Ada yang pro ada pula yang kontra.

Penasihat Jo menyela. Ada yang lebih penting yang harus mereka harus diselesaikan demi ketentraman Goryeo. Yaitu orang yang tadi membuka tentang masalah ini, Ki Chul. Ia tak akan tinggal diam untuk menangani masalah ini.


Gong Min mengkonfirmasi pada para woodalchi dan kasim, apakah berita tentang stempel yang hilang telah menyebar? Belum. Tak ada berita itu sama sekali. Gong Min terlihat tenang kembali dan memperingatkan agar jangan sampai beritu itu muncul di permukaan, kalau tidak Choi Young tak akan bisa kembali.

Aww… so sweet..


Penasihat Jo bertemu dengan Deok Heung yang menyuruh untuk mulai melakukan gerak cepat sekarang. Penasihat Jo sudah memiliki alasan untuk melakukan itu. Pejabat yang dulu dipecat Gong Min sekarang juga ada di pihaknya.

Penasihat Jo meminta balasan yang akan ia dapatkan setelah Deok Heung menjadi raja, yaitu posisi Ki Chul. Tapi Deuk Heung mengingatkan kalau ia tak akan dapat mengangkat penasihat Jo kalau ia belum menjadi raja.

Dan itu berarti Penasihat Jo sibuk mengurus ini itu. Kesibukan ini tak luput dari mata-mata para suribang. Mereka melaporkan Penasihat Jo yang sering bertemu dengan Pejabat yang dipecat dan banyak orang di siang dan malam pada Choi Young. 


Choi Young menunggui kakek nenek Manbo yang mempersiapkan obat untuk Eun Soo. Mereka mengeluh kenapa Choi Young masih menyuruh mereka menguntit Penasihat Jo. Choi Young mengatakan kalau ia tahu Penasihat Jo tak berniat baik karena Penasihat Jo-lah yang menjebaknya. Dan ia tahu kalau Penasihat Jo menginginkan pasukan woodalchi untuknya sendiri.

Choi Young kesal melihat betapa lambannya nenek itu memeras obat, Choi Young akhirnya turun tangan membantu memeras ramuan obat itu. Ia kemudian membawakakan obat itu pada Eun Soo yang tak mau meminum kalau tak dibantu Choi Young.


Kakek dan Nenek Manbo hanya mengawasi tingkah kedua orang itu dengan penasaran. Dan melihat Eun Soo yang mengernyit pahit, Choi Young tetap tersenyum membujuk. Kakek Nenek Manbo ikut tersenyum melihat Choi Young yang gembira.


Choi Young mengatakan kalau ia akan meminta obat pada Deok Heung karena sudah waktunya sekarang. Eun Soo menyarankan agar Choi Young harusnya memukuli Deok Heung terlebih dulu. Tapi Choi Young mengatakan kalau ia sudah melakukannya, membuat senyum Eun Soo muncul kembali.

Eun Soo pun meminta Choi Young untuk mengambilkan sesuatu yang ia lihat di mimpinya, yaitu bagian paling akhir di buku hariannya, untuk membuktikan apa yang ia lihat itu sebenarnya mimpi atau bukan.  Choi Young pun mengiyakan dan meninggalkan kamar.


Tapi ternyata senyum Eun Soo hanya pura-pura karena ternyata Eun Soo langsung terkulai sakit dan mengaku kalau ia tak dapat menggerakkan tangannya. Nenek Manbo buru-buru menghampiri Eun Soo dan terkejut saat menyentuh tangan Eun Soo yang dingin.


Choi Young menemui Deok Heung, walau tahu kalau ia diawasi oleh Eum Ja. Di dalam, Deok Heung sudah menunggu dengan permintaan yang berikutnya. Ia minta Choi Young untuk menemaninya berbicara semalaman.

Choi Young tak mau, karena itu berarti terlambat bagi Eun Soo. Deok Heung pura-pura lupa dan menceritakan kalau dulu pernah ada orang yang terlambat mendapat penawarnya dan orang itu mati sesak nafas.


Betapa kesalnya Choi Young, akhirnya ia hanya duduk di hadapan Deok Heung dan menaruh pedang juga kakinya untuk disandarkan ke meja, menunggu perkembangan selanjutnya. Tapi ia kemudian bersiaga dan mengambil pedang itu kembali saat merasakan kedatangan seseorang.


Ternyata ada satu lagi yang ditunggu Deok Heung yaitu Ki Chul. Ki Chul kaget melihat Choi Young duduk di ruangan itu. Deok Heung mempersilakan Ki Chul duduk, karena sekarang mereka satu tim. Choi Young sekarang mau melakukan apapun untuknya dan Deok Heung kesini dibawa oleh Ki Chul.

Ki Chul tak percaya, begitu pula Choi Young. Tapi Deok Heung tetap tenang dan malah bertanya jam berapa sekarang.


Dan bersamaan dengan itu pasukan kerajaan menyerbu kediaman Ki Chul dan mengobrak abrik semuanya.


Gong Min mendengar kalau laporan terkini Penasihat Jo. Bukannya memuji tapi Gong Min menjadi sangat murka, “Kau mengirim 2000 orang? Lalu bagaimana dengan pengamanan istana? Kau menggerakkan pasukan tanpa meminta sepengetahuan raja?”

Penasihat Jo melaporkan hal ini dengan penuh bangga. Bukan Choi Young, tapi ialah yang berani mengirim pasukan untuk menyerang rumah Ki Chul. Ia, Jo Il Shin, akan membawakan kepala Ki Chul. Hal ini semakin membuat Gong Min marah.

Ia menyuruh pasukan untuk menangkap Penasihat Jo. Pasukan istana masuk, tapi bukan untuk menahan Penasihat Jo, malah melindunginya. 

Anggota Suribang berusaha masuk ke rumah Deok Heung, tapi ada Eum Ja dan Hwasuin yang berjaga di depan. Dae Man berhasil bersembunyi.


Segalanya menjadi jelas bagi Ki Chul saat Yang Gak masuk dan melaporkan kalau pasukan istana menyerang rumahnya. Ia tahu kalau Gong Min tak akan berani melakukannya karena tak ada Choi Young di sisinya. Tertuduh berikutnya adalah Deok Heung.


Ia sangat marah dan mulai mengeluarkan naegongnya. Tapi Choi Young menghentikannya dan berkata kalau Deok Heung tak boleh mati. Ia masih membutuhkannya.


Whoaa.. ternyata tugas Choi Young untuk mendapatkan penawar adalah melindunginya dari Ki Chul. Benar-benar ahli siasat nih si Deok Heung. Sayang Deok Heung adalah orang jahat.


Ki Won yang ada di rumah hanya bisa lari dikejar oleh para pasukan istana hingga masuk ke ruang rahasia Ki Chul. Tapi ternyata ia bukan ahli bela diri, sehingga ia langsung terbunuh dengan mudah. Para pasukan itu menggeledah ruangan itu dan menemukan sebuah kotak dan mengambil kotak itu. Sepertinya itu adalah kotak Hwata.


Ki Chul tak percaya dengan Choi Young yang menjadi orangnya Deok Heung. Tapi Choi Young mengatakan hal itu adalah hal yang tak masuk akal dan menyarankan agar Ki Chul mengurusi rumahnya terlebih dahulu.

Maka Ki Chul pun bergerak cepat. Ia tahu kalau semua pasukan istana menyerang rumahnya, berarti istana kosong dari pengawalan. Maka ia menyuruh Yang Gak untuk mengerahkan pasukan yang bersiaga di luar untuk kembali dan menyerang istana. Iapun langsung pergi meninggalkan mereka.

Bingo! Itulah yang sebenarnya direncanakan oleh Deok Heung. Menggunakan orang lain untuk mengkudeta raja yang sekarang.


Dan Choi Young mengetahui niat asli dari Deok Heung. Ia menghunuskan pedang ke leher Deok Heung dan bertanya dengan marah, “Kau? Sebenarnya kau makhluk apa?”

Deok Heung tetap tenang dan meminta Choi Young untuk menemaninya berbincang-bincang, “Atau kau berniat untuk tak mengambil penawar itu dan menyelamatkan rajamu?”


Di istana, Gong Min mulai diungsikan dari istana oleh para woodalchi. Sementara Deok Gi mengawasi Eun Soo dengan khawatir karena Eun Soo mulai kehilangan kesadarannya lagi. 

Dan Deok Heung tersenyum menantang Choi Young untuk memakan buah simalakama.

Bersambung ke Sinopsis Faith Episode 16

No comments:

Post a Comment