October 8, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 8 - 1

Sinopsis Nice Guy Episode 8 - 1



Kedua wanita ini sama-sama akan menemui Maru. Namun berbeda dengan Jae Hee yang mempercantik dirinya dengan berdandan di samping suaminya yang tertidur lelap, Eun Gi melarikan diri dari rumah dengan hanya pakaian yang menempel dan bertelanjang kaki.




Eun Gi lebih dulu tiba di rumah Maru. Dibawah hujan deras, ia memencet bel dan memanggil Maru berulang kali, tapi rumah Maru tetap senyap. Putus asa, tak tahu apa yang dapat dilakukan, ia hanya berdiri menunggu di depan pintu gerbang.


Sementara Jae Hee pergi dan tak sadar kalau Min Young membuntutinya dari belakang.


Eww… creepy banget sih si Min Young. Jadi ia semalaman ada di depan rumah? Min Young sekarang jadi sasaeng-nya Jae Hee, ya?


Saat Eun Gi sudah putus asa karena gerbang Maru tak kunjung dibuka dan beranjak pergi, gerbang itu terbuka. Nampak Maru keluar dengan tertatih-tatih, dengan muka lebam dan mata terluka parah. Eun Gi terkejut melihat betapa parah luka Maru. Ia tak dapat menahan air matanya saat berkata,

“Itu adalah ciuman pertamaku.Ciuman yang kau berikan di Kastil Hirosake. Untuk pertama kalinya pula aku mengatakan ‘Aku mencintaimu’ dengan sepenuh hati. Dan selama 29 tahun ini, pertama kalinya pula aku mendengar pengakuan ‘Aku mencintaimu, Seo Eun Gi”, yang membuat hatiku berdebar-debar. Itu semuanya karenamu.”

Eun Gi mengaku walau ia memiliki segalanya sebenarnya hidupnya menyedihkan. Tapi karena pria bernama Kang Maru, ia merasakan hidup yang sangat indah untuk pertama kalinya.“Jadi aku memutuskan, jikapun aku harus kehilangan semua hartaku, aku tak akan melupakan pria itu.”


Maru mendekati Eun Gi dan mengusap air mata Eun Gi yang bercampur dengan air hujan. Tapi air mata itu tak kunjung berhenti, malah semakin deras, “Aku ingin hidup bersamamu, mendengar kau setiap hari berkata ‘Aku mencintaimu’, memiliki anak, membesarkan mereka, dan hidup bersamamu sampai tua,” suara Eun Gi lirih dan ragu, “Apakah itu mungkin?”


Maru meraih Eun Gi dan Eun Gi menangis tersedu-sedu dalam pelukannya. Pelukannya semakin erat saat melihat Jae Hee ada di depannya, menatap marah padanya.


Di bawah pandangan Maru, Jae Hee menaruh kotak makan yang ia bawa dan berlalu pergi.


Maru memberi obat di kaki Eun Gi yang lecet dan berdarah dan mengomentari tentang kecerobohan Eun Gi yang datang kemari tanpa memakai sepatu. Tapi Eun Gi tak menjawab, hanya memandangi wajah Maru yang lebam dan mengulurkan tangannya ingin menyentuh wajah Maru.


Namun Maru menjauh tak ingin meributkan luka itu. Eun Gi mengeluh, “Hilang sudah wajah tampan itu.”


Maru tak menjawab keluhan Eun Gi. Ia telah menutup luka Eun Gi dengan perban. Ia pun berdiri dan bertanya apa yang Eun Gi inginkan untuk makan? Tak ada masakan di rumah ini. Ia akan membelinya di luar.

“Berapa kali kau dipukul?” Eun Gi ikut berdiri.


“Ini adalah baju adikku. Pakailah ini terlebih dahulu,” Maru mengambil baju dan menyerahkan pada Eun Gi.
“Apakah kau terluka di tempat lain?” tanya Eun Gi keras kepala. Ingin menyentuh wajah Maru, “Coba kulihat.”


Kali ini Maru menangkap tangan Eun Gi dan menggenggamnya, “Sebenarnya aku lebih menyukai wajahku sekarang. Sekarang sudah seperti wajah manusia. Punya wajah tampan seperti lukisan itu jadi sangat membosankan.”


Eun Gi menatap Maru tak percaya, membuat Maru harus meyakinkannya, “Aku tak bergurau. Aku bahkan tak mengobatinya agar luka itu tak segera sembuh.”



LOL, waktu tukang pukul Jae Hee memukuli wajahnya, kayanya otak Maru ikutan kena pukul deh.

Maru menyuruh Eun Gi untuk berganti baju, karena ia juga akan berganti baju dan akan pergi membeli makanan.


Saat sendirian dan berganti baju, baru terlihat kalau tak hanya wajah Maru yang lebam. Tapi juga sekujur tubuhnya.


Eun Gi memandangi perban di kakinya, dan berkata, “Katakan kalau aku telah melakukannya dengan baik. Bukankah ini adalah kehidupan yang ibu inginkan untuk aku jalani? Akan terasa sulit, tapi kali ini aku akan mencoba menjalaninya dengan berani. Berikan aku kekuatan, Bu.”


Maru keluar membeli makan, dan melihat bungkusan makanan yang ditinggalkan Jae Hee. Ia memandangi makanan itu lama. Tapi kemudian ia berjalan melewati bungkusan itu tanpa menyentuhnya sama sekali.


Sementara Jae Hee hanya duduk lesu di dalam mobil. Saat membuka mata, betapa kagetnya ia karena Min Young sudah berdiri dengan payung ditangan, memperhatikannya dari luar.

Benar-benar creepy, nih pengacara yang satu ini.


Maru tiba di rumah dengan membawa makanan. Ia mengetuk pintu kamar Eun Gi, tapi tak ada jawaban maka ia membuka pintunya. Ia hanya bisa menghela nafas melihat Eun Gi tertidur tanpa alas, bantal maupun selimut.

Ia membaringkan Eun Gi ke tempat tidur yang telah ditatanya dan memegang dahi untuk memeriksa suhu badan Eun Gi.


Tak sengaja matanya tertumbuk pada sebuah foto yang sebelumnya tak ada. Ia mengambil foto itu yang sudah ditempeli post it yang berisi pesan Eun Gi : “Tadi aku bosan, maka aku membongkar isi lacimu dan menemukan ini. Jika cuaca besok bagus, mari kita piknik ke tempat ini. Hanya kita berdua.”


Maru menatap foto itu dengan tatapan ‘kenapa foto ini bisa muncul lagi’. Karena foto itu adalah milik Jae Hee. Dulu Jae Hee pernah mengajaknya untuk piknik ke pantai di foto itu. Hanya berdua.


Mulanya Maru, yang masih sibuk dengan diktat kedokterannya, berkata lihat saja nanti. Tapi setelah Jae Hee mengancam akan mengajak pria lain untuk piknik ke pantai itu, Maru langsung menyetujui ajakan Jae Hee saat itu juga.


Dengan foto di tangan, Maru memandangi Eun Gi yang tertidur di depannya. Maru membenahi rambut Eun Gi yang menutupi wajahnya.  Berhati-hati agar tak membangunkannya, Maru mendekatkan diri ke wajah Eun Gi, dan mencium pipinya.


Aww.. ciuman ini jauh lebih sweet daripada ciuman terakhir mereka.


Di Anmyeondo, Jae Gil menangisi kepergian Choco yang katanya mati karena makan racun tikus. Apa yang harus ia katakan pada Maru?


“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Choco tiba-tiba muncul dihadapannya.


Jae Gil kaget setengah mati. Gadis itu masih hidup! Jae Gil langsung bertanya, apakah Choco ini sekarang hantu atau manusia? Bukankah katanya Choco sudah mati?

Choco mengerutkan kening, mengapa juga ia harus mati? Ia melihat air mata di mata Jae Gil, dan ia pun bertanya, apakah Jae Gil menangisinya? Aww..

Jae Gil membantah tuduhan itu. Walaupun rasanya ia ingin mati nyemplung ke laut karena bibi penunggu villa itu mengatakan kalau Choco mati karena makan racun tikus. Dan ia baru tersadar, apakah ada Choco lain yang hidup di sekitar sini?


Dan ternyata Choco yang mati itu adalah Choco si anjing. Choco adalah nama yang biasa untuk seorang anjing. Jae Gil bertanya bagaimana mungkin ayah Choco menamainya seperti nama anjing?

Saat Choco bayi, ia selalu menangis dan hanya bisa diam jika disodori coklat. Bahkan ketika ayah menyebut choco pun, ia pasti akan diam. Jadi ayah menamainya Choco.

Jae Gil merasa tak enak mendengar sejarah nama Choco. Maka ia akan mengubah nama Choco menjadi yang baru. Yaitu Ji Hyun. Choco menyukai nama tersebut. Jika ia berubah nama, bolehkah ia menggantinya dengan marga lain?

Untuk sesaat saya berpikir ia ingin mengganti nama keluarganya menjadi marga Jae Gil. Tapi tidak, karena ia ingin mengganti nama keluarganya menjadi Jeon. Jeon Ji Hyun.


Choco senang mendengar Jae Gil setuju. Tapi ia teringat bagaimana Jae Gil tersedu-sedu saat mengira kalau ia telah mati. Berarti sebenarnya Jae Gil memiliki perasaan padanya?


Dan jawaban Jae Gil adalah pukulan di dahinya, dikasih hati malah minta ampela.


Sementara Eun Gi masih tertidur di rumah, Maru pergi ke toko untuk membeli baju untuk Eun Gi. Ia membelikan baju hingga sepatu, yang diukur dengan ingatan saat tangannya memegang kaki Eun Gi semalam.


Saat hendak membayar, ia melihat berita di koran yang tergeletak di meja kasir. Wawancara Han Jae Hee akan menikahi Presdir Tae San mengisi halaman satu di koran itu.


Maru hanya memandangi koran itu. Ia teringat ancaman kakak Jae Hee dan kata-kata Jae Gil tentang tatapan kakak Jae Hee yang seakan ingin membunuh Jae Hee. Tapi ia tak berniat untuk mengambil dan membaca koran itu. Begitu pula saat handphonenya berbunyi. Telepon dari Jae Hee. Ia malah mematikan handphonenya.


Di ujung telepon, Jae Hee yang sekarang berada di sebuah vila, panik dan menelepon Maru lagi. Tapi tetap percuma. Ia teringat kata-kata Min Young kemarin yang mengatakan kalau Presdir Seo telah mengetahui affair mereka.


Malam itu, ia memegang bukti rekaman CCTV yang ditunjukkan oleh Min Young. Bagaimana ini bisa terjadi?


Menurut Min Young, Presdir Seo memang telah memerintahkan memasang CCTV, sejak dulu, ketika istri pertama Presdir Seo masih hidup. Dan kemarin malam, tanpa mengikutkan Min Young, Presdir Seo diam-diam bertemu dengan Joon Ha beserta akuntannya dan ia menulis surat wasiat yang baru, “Presdir menyerahkan semuanya : perusahaan, rumah dan sahamnya pada Seo Eun Gi.”


Jae Hee gemetar tak percaya. Lalu dirinya? Bukan.. Eun Suk-nya? “Eun Seuk juga putra Presdir. Bagaimana dengan Eun Suk?”

Min Young tak bisa menjawab, maka Jae Hee mengajak Min Young untuk mohon ampun pada Presdir Seo. Memohon ampun hingga Presdir Seo mau memaafkan mereka.


Tapi menurut Min Young, mereka tak perlu meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan. Presdir Seo juga tak sepemaaf itu. Jae Hee pun juga tahu sifat Presdir Seo.


Menyadari kebenaran kata-kata Min Young, Jae Hee hanya dapat menangis frustasi. Apalagi setelah Min Young memberitahukan kalau Eun Gi juga sudah tahu hubungan antara Jae Heed an Kang Maru.

Melihat betapa kagetnya Jae Hee akan informasi terakhir ini, membuktikan kalau Eun Gi mendapat foto wisuda Jae Hee itu adalah murni sepenuhnya ulah Min Young.


Min Young menyimpulkan mengapa Eun Gi menempel terus pada Maru, agar Jae Hee dapat melihatnya, “Kau tak akan pernah menang melawan orang-orang yang mengerikan seperti Presdir dan Direktur Seo (Eun Gi), yang tak akan pernah menerima perselingkuhan.”Min Young menyuruh Jae Hee untuk mengemasi barang-barangnya besok dan meninggalkan rumah itu.


Itu rencana Min Young. Tapi Jae Hee memiliki rencana lain. Ia menelepon Maru, tahu kalau akan tersambung dengan voice mail. Dalam voice mail itu, dengan suara panik ia meminta tolong Maru karena kakaknya akan membunuhnya. Ia tak memiliki orang lain selain Maru.


Jae Hee menggenggam botol anggur yang sudah hampir habis, dan meminta maaf karena ia mengganggu Maru lagi, tapi “Sekali ini saja.. Bantulah aku sekali ini saja.”

Dan ia melempar botol anggur itu ke cermin, sehingga suara kaca pecah terdengar dan bersamaan dengan itu ia berteriak terengah-engah.


Hingga voice mail mengatakan kalau suara Jae Hee telah tersimpan. Saat itu juga muka dan suara Jae Hee kembali normal lagi.


Maru pulang dengan menenteng belanjaan untuk Eun Gi. Di tengah jalan, ia menerima SMS kalau ada voice mail yang terkirim padanya. Ia mengacuhkan SMS itu.


Di rumah, Eun Gi terbangun karena ada telepon dari Joon Ha. Ia tak mengangkatnya. Namun saat melihat jam, ia kemudian menyadari kalau hari sudah siang. Ia tersenyum dan heran pada dirinya, “Seo Eun Gi, bagaimana mungkin kau bisa tidur sampai jam segini? Apakah rumah ini sebegitu nyamankah?”


Maru ternyata masih memikirkan SMS itu. Beberapa saat ia hanya memandangi handphone-nya, hingga akhirnya ia membuka (tidaaakkk…!!) voice mail itu dan mendengarkannya.


Di rumah, Eun Gi menepuk-nepuk pipinya seolah mengingatkan ia untuk tak terlalu berbunga-bunga. Ia memanggil Maru, tapi tak ada suara sedikitpun.


Maru sudah ada di depan pintu gerbang, dan ragu untuk masuk. Ia malah menelepon Jae Hee dan bertanya apakah kakak Jae Hee ada di sana? Apakah dia terluka? Apakah Jae Hee sudah menelepon polisi? Ia semakin panik karena ia hanya mendengar tangisan Jae Hee, “Jangan menangis dan katakan padaku! Halo?  Kau sekarang ada dimana?”


Eun Gi keluar rumah dan duduk di teras, tersenyum melihat pakaiannya yang sudah dicuci dan sekarang dijemur. Ia juga tersenyum melihat kakinya yang terbalut perban. Ia tersenyum memandangi rumah kecil Maru. Menyadari gerbangnya sedikit terbuka, iapun keluar.


Tak ada orang di depan, hanya ada dua tas belanjaan tersandar di gerbang.


Sementara Maru menginjak gas dalam-dalam agar cepat sampai di tempat Jae Hee.


Di dalam rumah, Eun Gi membuka barang belanjaan yang disertai post it dari Maru untuk pergi piknik bersama. Dengan riang ia mengambil sepatu yang dipilihkan oleh Maru dan mencobanya.


Ada SMS masuk dari Maru yang mengatakan kalau piknik mereka tak jadi hari ini. Ia harus pergi ke suatu tempat. Maru juga meminta Eun Gi untuk sarapan. Ada nasi di magic jar.


Tapi Eun Gi tidak mematuh permintaan Maru, malah mencoba jaket yang dibelikan Maru. SMS susulan masuk, dan Eun Gi mengambil handphonenya dengan gembira.


Kali ini SMS masuk dari nomor private (000) yang mengatakan kalau ‘Kang Maru, Han Jae Hee, vila Yangpyeong.’


Jae Hee melihat handphonenya dan melihat kalau pesan ‘Kang Maru, Han Jae Hee, vila Yangpyeong’ telah terkirim. Kini ia menunggu.


Komentar :


Pada saat Maru sudah ingin melepaskan Jae Hee, pada saat Maru sudah ingin berjalan ke arah Eun Gi, kenapa juga Jae Hee yang masih belum bisa melepaskan Maru?

Dia sendiri yang terperosok ke lubang yang ia gali sendiri. Siapa suruh ia bermain api dengan Min Young? Kenapa juga ia harus menarik Maru ke dalam lubang yang sama? Kenapa juga Eun Gi harus dibawa-bawa?

Pada Jae Hee, Min Young mengatakan kalau orang yang tak bisa menerima perselingkuhan itu orang yang mengerikan. Ia juga merasa tak perlu minta maaf atas perbuatan mereka.

Sebenarnya malah Min Young-lah yang mengerikan. Dan tindakan terakhir Jae Hee di vila itu juga mengerikan.

Pantas saja ia dan Min Young kompak karena mereka pasangan yang sangat cocok.

Ke laut aja deh..


17 comments:

  1. min young mengerikan tp tdk dgn park min young #ehh

    ReplyDelete
  2. @yayu->kofte tunggu lanjutan sinopsisx!!!!!...
    Soong joong ki, makin cakep..
    ditunggu sinopsis 8-2!!!
    :)

    ReplyDelete
  3. iyaaaaaaaaaaaaaa... pasangan Jae Min buang ke laut ajaaa!! (۳˘̶̀▼˘̶́)۳

    ReplyDelete
  4. seru,, padahal baru nonton ampe ep 2,, coz nonton di kbs world..
    makasih ya.. tetap semangat :D

    ReplyDelete
  5. akhirnyaaaa.....aku menangis juga di episode 8 ini..aku pikir ini drama hanya penunh dengan dendam ,emosi, dan amarah ,,,,tapi ternyata bisa membuatku bercucuan air mata ..huhuhuhu...

    oiya mba kasih bocoran donk ,,,apa yg terjadi di vlla itu? sepertinya eun gi dan maru kena jebakan jae hee ya???.......

    ReplyDelete
  6. mngkn ciuman maru k pipi eun gi lebih sweet krn udh pake perasaan mngkn ya...?
    hihii

    tp syg maru nya msh aj pduli sm jae hee...


    stju sm mba dee... min young - jae hee ke laut aj deh ....
    haaha

    ~titaRha~

    ReplyDelete
  7. ciuman pipi maru ke eun gi so sweet bangetttt...?!

    hbs di pukulin hilangla ketampanan oppa maru, tp bagiku kau tetap tampan oppa hehehe

    Fughting mba dee aq eps 8-2 nya n eps selanjutnya :D

    ReplyDelete
  8. Jadi gemez juga ama Maru, jadi laki2 kok totol amat, mau diperalat Jae Ha. Hehehe namanya jg drama.
    Lanjut sinopnya Dee, fighting...
    -anit-

    ReplyDelete
  9. Maru mau abis dipukulin ato sbelumnya ttp cakep..
    maru,jangan mau masuk jebakan lagi...

    ReplyDelete
  10. Kang maru: "sbnarx aku msh lbh mnyukai wjahku skarang, skarang sdh spt wjah mnusia. Pnya wjah tmpan spt lukisan sgt mmbosankan"
    Busyet dah, aku sih malah pngen ma co tampan biar enak dibawa kondangan, hahaha..
    Kang maru, kang maru,, ada2 sj.. :)

    ReplyDelete
  11. yaaaah mbak dee kok dijadiin 2 nih episode 8 nya..sungguh mati aku jadi penasaran( tuu jadi dangdutan deh) *eun gi fighting!*

    ReplyDelete
  12. gomawo dah lnjutin sinopsis nya,d tunggu ya part 2nya!!

    ReplyDelete
  13. Badannya maru abis dipukul seperti orang abis dikerokin -lol-

    ReplyDelete
  14. Haha aku juga berpikir itu maru abis digebukin apa abis dikerokin ya ? :D

    ReplyDelete
  15. Itu ciuman di pipi dr hati banget kayaknya aaaaah maru makin cinta sm kamu :*

    ReplyDelete
  16. aaah Jae Hee menyebalkan sekali diaa><
    Maruu oh Maruu kamu sama Eun Gi aja , lupain Jae Hee . Sperti biasa , thx kak buat sinopsisnya :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...