October 2, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 6 - 2

Sinopsis Nice Guy Episode 6 – 2



Pernah dengar quote ini? Kalau jadian, makan-makan. Kalau putus, minum-minum. Nah itulah yang terjadi pada Jae Gil.

Maru menemaninya duduk, tapi tidak ikut mabuk. Ia masih mengkhawatirkan Jae Hee yang tadi berjalan tertatih-tatih.




Ia ingat bagaimana dulu Jae Hee pernah dipukul dan ditendangi oleh kakak Jae Hee, hanya karena Jae Hee tak mau memberikan tasnya yang didalamnya ada buku tabungannya. Jae Hee tak mau memberikan tas itu dan malah meringkuk melindungi tas itu, membiarkan punggungnya ditendangi oleh kakaknya. Isi buku tabungan itu adalah uang kuliah Maru, bukan uangnya dan ia tak mau memberikan uang itu.


Mengingat hal itu, Maru menenggak sojunya lagi dan mengabaikan panggilan telepon Eun Gi.


Eun Gi sekarang ada di kedai dan ditemani oleh Joon Ha, ia menemui pemimpin serikat buruh. Ia berterima kasih pada mereka yang masih menemuinya. Ia menyebut dirinya sendiri pengkhianat berlidah dua.

Ia mengulurkan tangan tapi mereka tak mau berjabat tangan dan memandang Eun Gi dengan curiga. Eun Gi tersenyum dan berkata kalau mereka pasti tak mau mempercayainya. Maka ia menawarkan minum, seperti yang sebelumnya sering mereka lakukan. Dan bagaimana jika bertaruh di depan pengacaranya?


Ia berkata pada orang yang ditengah, yang katanya kuat minum. Bagaimana jika mereka bertaruh di depan pengacaranya? Jika Eun Gi kalah, maka ia akan mengikuti kemauan mereka. Namun jika mereka kalah, maka mereka harus mengikuti kemauan Eun Gi. Di depan mereka sudah ada satu krat soju. Ia sudah mempersiapkannya untuk pertaruhan ini.


Jae Gil dan Maru sama-sama tertidur karena mabuk. Choco yang datang ke bar, melihat Jae Gil tertidur di lantai. Dalam tidurnya, Jae Gil memanggil-manggil Yoo Ra. Mengapa Yoo Ra pergi saat ia menyuruhnya pergi?


Melihat itu, Choco menyadari kalau Jae Gil masih belum bisa melepaskan Yoo Ra dan Jae Gil menari gila agar tidak membuatnya khawatir. Ia tersenyum kagum pada Jae Gil, “Mengapa ia sangat hebat dan keren?”

Ia membangunkan Jae Gil, tapi Jae Gil hanya bergumam tak jelas. Choco hanya mendengar Jae Gil memanggil namanya, tapi setelah itu ia tak dapat memahami kata-kata Jae Gil.


Jae Gil menggumam sekali lagi, dan kali ini ia menangkap kata-kata Jae Gil, “Jam tangan?” ia mendengarkan lebih baik lagi dan mengartikan ‘Jam tangan Maru’.


Choco langsung mengambil jam tangan dari tangan Maru yang masih tertidur dan memakaikannya ke tangan Jae Gil. Ia memuji jam tangan itu yang lebih pantas dipakai Jae Gil.

Hehe.. Choco ini simple banget pikirannya. Ngapain juga Jae Gil ingin memakai jam tangan Maru? Ia kemudian mengajak Jae Gil pulang. Ia menarik Jae Gil dan..


.. menggendongnya ala piggyback. LOL banget. Jae Gil yang tingginya amit-amit itu di gendong Choco yang imut.


Hasilnya kaki Jae Gil menjuntai di lantai dan terseret-seret saat Choco mulai berjalan.

Sebelum pergi, Choco menoleh pada kakaknya yang juga tertidur mabuk dan berkata, “Oppa, kau tahu kan bagaimana pulang sendiri? Sampai ketemu di rumah, ya..”


Hehe.. ni Choco benar-benar adik yang ‘setia’ nih..


Eun Gi dan Ketua serikat mulai membuka dua botol soju dan menuangnya ke dalam baskom. Berbaskom-baskom diminum, hingga akhirnya Eun Gi tak kuat lagi. Tapi Eun Gi menutupinya dengan berpura-pura akan ke toilet.


Di luar, Joon Ha menghentikan Eun Gi dan bertanya maksud taruhan Eun Gi yang ceroboh ini. Jawab Eun Gi, “Aku berharap mereka akan mempermudah usahaku karena menganggap hal ini lucu.”


Dengan lebih serius Eun Gi menjelaskan kalau ayahnya memberikan tugas yang mustahil ia lakukan, kecuali ia menggunakan tukang pukul dan memukuli mereka yang berdemo hingga mereka menuruti kemauannya. Tapi ia tak mau menggunakan cara itu. Karena ayahnya yang tergila-gila pada Jae Hee, ayahnya menyuruhnya masuk ke kandang macan. “Oleh karena itu, aku tahu jalan keluarnya,” kata Eun Gi.


Joon Ha ingin tahu jalan keluar apa yang bisa diberikan Eun Gi. Sambil menggeleng-gelengkan kepala agar tetap sadar, Eun Gi menjawab, “Ayo kita melarikan diri. Ambil mobilmu dan kita lari sekarang sebelum mereka sadar.”

Namun saat Joon Ha datang dengan mobilnya, Eun Gi sudah menghilang.


Maru bangun dan mendapati Jae Gil dan jam tangannya telah menghilang. Ia pun pulang ke rumah. Di tengah jalan, ia menerima telepon dari Eun Gi yang meminta maaf karena ia tak bisa datang. Maru langsung mendengar suara Eun Gi yang mabuk. Apakah Eun Gi minum-minum?


Eun Gi menjawab kalau ia hanya minum beberapa teguk saja. Ia bertanya pada Maru, apa yang Maru lakukan padanya sehingga ia seperti ini? Sepanjang hari Maru berkeliaran di kepalanya. “Rasanya aku mau gila karena memikirkanmu.”


Maru mendengar suara Eun Gi, tapi tidak di telepon. Ia mencari-cari arah suara itu dan menemukan Eun Gi duduk di sebuah lorong dan duduk, dan dengan mabuk berkata, “Aku tak dapat berpikir saat bekerja. Kau selalu muncul di kepalaku, membuatku merindukanmu.”


Maru menghela nafas, perlahan-lahan menghampiri Eun Gi yang berkata kalau ia bertindak tak seperti biasanya. Ini bukan Seo Eun Gi yang dikenal orang-orang.


Maru tak menjawab apapun, hanya berjongkok di depannya. Bukannya kaget, Eun Gi malah menatap Maru dan bertanya, “Apa ini? Apakah kau muncul di kepalaku lagi?” 


Maru menurunkan handphonenya dan bertanya, “Sebenarnya kau minum seberapa banyak?”


Eun Gi tak menjawab. Dengan telunjukknya ia menyentuh pipi Maru dan heran, “Wow, benar-benar terasa seperti yang sebenarnya. Gambarnya seperti 3 Dimensi.”

Haha.. Eun Gi kalau mabuk, lucu banget.


Eun Gi menurunkan handphonenya dan mulai mengagumi 3D yang ada di depannya. Ia meraba hidung dan bibir Maru, terkesima.


Maru hanya mampu memandang gadis di depannya yang meracau tak keruan, “Aku menyesal saat aku memikirkan tentang kehidupanmu, anggap saja kalau ini adalah satu mimpi buruk yang singkat, yang terjadi di kehidupanmu.”


Bukannya marah, Eun Gi malah memuji, “Wow, gambar ini juga bisa bicara!”

 “Kau dapat bangun dari mimpi burukmu. Dan setelah beberapa waktu, kau bahkan tak akan mengingat mimpi itu tentang apa.”

Eun Gi hanya bisa meng-oohh aahh dan menepuk-nepuk bibir Maru, “Ini benar-benar hebat. Gambar yang bisa bicara!” dan kemudian Eun Gi pun muntah.


Maru membawa Eun Gi pulang dan membaringkan tubuh Eun Gi yang terlelap. Saat menyeka leher dan wajahnya, tangan Maru berhenti menyeka dan ia memandangi Eun Gi dengan tatapan berbeda. Tertarik? Kasihan? Merasa bersalah?


Apapun artinya, pandangan Maru beralih karena bunyi handphone Eun Gi. Ternyata dari Joon Ha. Joon Ha yang khawatir akan keselamatan Eun Gi, bertanya siapa yang menjawab telepon dan apakah Eun Gi bersamanya?


Maru menceritakan kondisi Eun Gi sekarang, dan ia memperkenalkan diri sebagai Kang Maru. Joon Ha langsung menebak kalau Maru adalah pacar yang disebut-sebut oleh Eun Gi. Maru ragu menjawabnya, tapi kemudian ia mengiyakan.


Joon Ha berkata kalau hal itu melegakan, Eun Gi berada bersama Maru. Namun setelah hubungan telepon terputus, terlihat kalau perasaan Joon Ha jauh dari rasa lega.


Saat pagi datang, Maru ternyata tidur di lantai di samping Eun Gi, menungguinya. Eun Gi yang saat itu sudah bangun, hanya berbaring dan tersenyum menatap Maru.


Sementara itu di rumah besar, Jae Hee saat itu juga sudah terbangun, tetap berbaring, namun kemudian memunggungi suaminya.


Dan Joon Ha lari pagi dan berpapasan dengan Min Young. Joon Ha hanya mengangguk hormat, tanpa berkata apapun, meninggalkan Min Young. Min Young berhenti berlari dan merasa aneh dengan kelakuan Joon Ha.


Di kantor, Joon Ha memeriksa rekaman CCTV itu dan akhirnya melihat potongan rekaman yang berikutnya. Yaitu Maru yang mengantarkan Eun Gi.


Di rekaman itu wajah Maru terlihat cukup jelas untuk bisa dicocokkan dengan foto Maru. Dan ia menelepon seseorang untuk memperjelas wajah di rekaman CCTV.


Akhirnya Maru terbangun, dan mendapati Eun Gi yang menatapnya dengan senyum (ha.. jadi si Eun Gi terus menerus menatap Maru dari tadi). Mereka bertukar sapa ‘Good Morning’ dan Eun Gi bertanya apa yang ia lakukan dan katakan malam tadi, “Apakah aku berkata kalau aku sepertinya akan gila karena aku menyukaimu?”


Maru mengiyakan. Eun Gi bertanya apa lagi? Maru menjawab kalau Eun Gi mungkin tak akan mau bertanya kelanjutannya. “Kedengerannya sangat gombal, sehingga nanti kau akan muntah lagi.”


Eun Gi tersenyum, namun tetap bertanya lagi, “Diantara pengakuan gombalku, apakah kau tak memberi jawaban?”


Maru mengiyakan lagi dan Eun Gi bertanya apa jawaban Maru. Maru hanya memandang Eun Gi lama, untuk kemudian bangun sambil menjawab, “Apa kau tak lapar? Kau muntah sangat banyak semalam.”

Tapi Eun Gi tak menyerah. Ia menyuruh Maru untuk menjawabnya lagi karena ia tak mendengarnya dan tak mengingatnya. Maru tetap terdiam, membuat Eun Gi merajuk kalau Maru tak adil padanya.


Maru menyentuh lengan Eun Gi, mengajaknya untuk makan. Tapi kali ini Eun Gi bertanya lebih keras lagi. Apa jawaban Maru?


Di kantor, Joon Ha keluar ruangan security dengan lemas. Ia menelepon Sekretaris Hyun untuk memastikan apakah pacar Eun Gi bernama Kang Maru? Dan ia semakin lemas mendengarnya.


Maru menatap Eun Gi saat menjawab pertanyaannya, “Seo Eun Gi. Kau sedang sial, karena kau masuk dalam jebakan Kang Maru. Apakah kau mau melarikan diri sekarang? Bangun dan pakailah sepatumu. Larilah sekencang-kencangnya untuk bisa lari dariku. Aku hanya memberimu kesempatan satu kali saja.”



Eun Gi mencoba mencerna kata-katanya. Kata-kata Maru sedikit aneh, tapi Eun Gi mengira kalau kata-kata Maru tadi adalah gurauan ala Maru. Dan sambil tersenyum ia bertanya apakah Maru serius dengan kata-katanya? Apakah Maru ingin mengetahui jawabannya?


.. dan Eun Gi menciumnya sebagai jawabannya.


Jae Hee sedang mencoba gaun pengantinnya dengan ditemani oleh Min Young. Seriously, Min Young benar-benar mengekor kemanapan Jae Hee pergi. Apa Jae Hee tak punya teman untuk menemaninya mencoba gaun pengantin?


Ia mendapat telepon dari Maru, namun betapa kagetnya karena bukan suara Maru yang terdengar, melainkan suara kakaknya, Jae Shik, yang berkata kalau sudah lama mereka tak bertemu dan bertanya dimanakah Jae Hee sekarang?



Bagaimana handphone Maru bisa berada di tangan kakak Jae Hee? Ternyata Jae Shik datang ke rumah Maru saat Maru tak ada, memukuli Jae Gil hingga berdarah dan mengambil handphone Maru.


Choco yang mengadu pada Maru yang baru saja kembali. Tapi Jae Gil memperingatkan Maru agar ia tak ikut campur dengan urusan kakak beradik itu. Ia tadi melihat mata Jae Shik yang garang, seperti ingin membunuh Jae Hee kalau Jae Shik berhasil menangkapnya.


Eun Gi mendatangi kantor serikat buruh. Dan ia menepati janjinya. Ia langsung menyetujui permintaan mereka, yaitu kenaikan upah sebesar 2% dan pembangunan tempat istirahat bagi para pekerja.


Saat membaca klausul yang ketiga : sekolah gratis hingga SMA, Eun Gi juga menyetujuinya. Ia akan menjual mobil, motor, perhiasan dari ibunya dan dana lainnya. Sisanya ia akan mengambil pinjaman, hingga bisa mencukupi klausul ini.


Para pekerja itu mulai tak enak hati. Tapi Eun Gi tetap melanjutkan. Klausul yang terakhir adalah mempekerjakan kembali 9 orang yang dipecat. Untuk klausul ini, ayahnya tak mungkin mau mempekerjakan kembali. Jadi ia sendiri yang akan mempekerjakan mereka dan akan memperlakukan sebagai pekerja biasa.


Persetujuan yang sangat mudah ini malah membuat para pemimpin serikat ragu, apakah Presdir Seo benar-benar menyuruh putrinya untuk menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan dana pribadi putrinya sendiri? Apakah Eun Gi tak akan mendapat masalah?


Dengan enteng Eun Gi menjawab kalau ia mendapat masalah, ayahnya tinggal mencopot namanya dari kartu keluarga.


Di halte bis, Joon Ha mengejar Eun Gi. Tidak, ia tak akan memberi ceramah pada kelakuan Eun Gi tadi, tapi ia memberikan sebuah amplop dan memintanya untuk melihat dokumen itu jika sempat. Hampir saja Eun Gi membuka amplop itu (yang mungkin berisi sesuatu yang Eun Gi seharusnya tak tahu), namun bisnya sudah datang.


Mendekati rumah Maru, Eun Gi dihampiri oleh tetangga Maru. Dengan canggung bibi itu menitipkan sebuah pigura foto untuk Maru. Toko di ujung jalan akan tutup dan orang toko memintanya untuk memberikan ini pada Maru.


Tanpa prasangka, Eun Gi menerima pigura itu dan berjalan lagi. Tapi ujung matanya melihat isi foto itu. Ia menghentikan langkahnya dan melihat foto dalam pigura itu lebih jelas lagi.


Eun Gi tak tahu kalau Sekretaris Jo (yang dulu membohongi Joon Ha atas suruhan Min Young) mengawasinya dari kejauhan.


Sementara itu Maru keluar rumah dan melihat Eun Gi yang berdiri mematung di jalan. Ia tersenyum menyambut kedatangan Eun Gi.


Komentar :

Jangan sembarangan mengucapkan keinginan karena mungkin akan terjadi.


Ingat saat saya berharap di akhir episode 4? Saat itu saya ingin mereka berdua bisa menggagalkan tender Aomori ini dan menemukan jalan keluar yang brilian, tapi sejujurnya saya ingin Eun Gi menyerahkan tahtanya. (done)


Saya ingin Maru membawa Eun Gi saat ini juga, apapun yang terjadi. (done)


Rumah Maru yang sederhana akan membuat Jae Hee iri setengah mati.. Eh, bukan setengah mati, tapi iri semati-matinya. Karena ia kaya tapi stuck di rumah besarnya, terperangkap di antara suami dan pria simpanannya, yang keduanya tidak ia cintai sama sekali (done, done, and done).


Bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi tapi dengan penuh kepalsuan? Saya berharap yang melakukannya adalah Maru yang benar-benar nice guy. Bukan Maru yang Nice Guy.

Terus terang saya kesal sekaligus kagum pada scriptwriter Nice Guy ini. Begitu banyak alur yang dipelintir yang bisa dua arti.

Pantas saja Eun Gi menganggap peringatan Maru bukan peringatan. Ia menganggap Maru saat itu murni hanya bercanda. Setelah semua kerepotan yang Maru lakukan (pergi ke Jepang, begadang semalaman mempelajari neraca, mengawal Eun Gi dalam menghadapi Rolling dan Jae Hee), apa mungkin Maru tak memiliki niat tertentu padanya?

Bagi Eun Gi, gadis yang jatuh cinta, tentu saja hal itu bisa menimbulkan prasangka tertentu. Duh, bahkan buat gadis yang tak jatuh cinta pun, tindakan Maru pasti mengarah pada, “Waahh.. Maru benar-benar perhatian pada Eun Gi.”


Satu hal yang membuat saya khawatir adalah kata-kata Maru saat Eun Gi mabuk : “Aku menyesal saat aku memikirkan tentang kehidupanmu, anggap saja kalau ini adalah satu mimpi buruk yang singkat, yang terjadi di kehidupanmu. Kau dapat bangun dari mimpi burukmu. Dan setelah beberapa waktu, kau bahkan tak akan mengingat mimpi itu tentang apa.”

Be careful of what you wish for, you might just get it. Mungkinkah kata-kata Maru ini akan terjadi? Saat Eun Gi nanti mengalami amnesia? Dan apakah nanti Maru akan menyesali kata-kata ini?

Bersambung ke Nice Guy Episode 7

21 comments :

  1. yap! i mean bahkan saat eun gi bangun, ia merasakan bahwa jae hee dan kang maru benar-benar tidak ada=mimpi buruk (bertemu dengan keduanya) tidak pernah terjadi
    atau berpikiran positif bahwa sebenarnya mereka tidak pernah berbuat jahat...
    mbak dee, thank for your written
    i hope the best for the end
    mbak elok, because "part" is usual haha :D
    *gone @campus

    ReplyDelete
  2. kapan Eungi amnesia??
    apa yg akan maru lakukan pd eungi saat ia amnesia??
    ....
    maru benar2 seorg "nice guy"
    spt yg pernah diungkapkannya ; ia memulai & ingin berakhir dgn jaehee juga. Ia ingin selalu mencintai Jaehee. Ia ingin sllu melindunginya, ditambah masa kecil Jaehee yg sangat menyedihkan. Maru benar2 mau pegang janji.
    ....
    mudah2an cinta eungi utk maru bisa membuat maru luluh.
    buat Mba Dee, makasih buat sinop nya.
    Kerrreeenn deh ^^

    ReplyDelete
  3. oiya, hampir lupa klo eun gi bakal amnesia nantinya,,
    hmm...

    ReplyDelete
  4. jahat bgt si maru..
    tp critaya seru...
    knp nnt eun gi amnesia?
    kecelakaan ya?
    dia tmbah baik atau tambah dingin

    ReplyDelete
  5. kenapa eungi amnesia??????????
    kapan????????

    ReplyDelete
  6. @julie & vialin & anonim & dita : belum tau kapan dan kenapanya, tapi ada di sinopsis awalnya. Coba cek di http://wiki.d-addicts.com/Nice_Guy. Kutipannya : Synopsis - Betrayed by his girlfriend Han Jae Hee, Kang Ma Roo uses Seo Eun Gi, an heiress who has lost her memory, to exact his revenge.

    ReplyDelete
  7. maru jahat,,,,
    eun gi kan tulus...
    jadi penasaran cerita eps 7 nya...
    semanagat ya mba dee mba fany

    Fighting...

    ReplyDelete
  8. thanks sinopsisnya, ,!!
    semangat terus, . .!!!:)

    ReplyDelete
  9. Thanx sinopsisY mba dee bsok hri rabu lgin da nice guy lgi =-O makin penasaran ma kelanjutanY ni drama susah bgt ditebak jln ceritaY berhrp maru akn jatuh cinta jga ma eun gi n ngelupain jae hee wat mba dee n mba fanny semangat bikin sinopsisY;-)

    ReplyDelete
  10. semangat...1!!!d tunggu sinopsis selanjutnya..
    _amy_

    ReplyDelete
  11. Ehm..kalo aku boleh berpendapat nih... (setelah membaca sebuah tumblr yang menjelaskan kira-kira apa yang dimaksud Maru ketika dia minta Eun Gi lari dari dia, dan aku setuju 100 persen dengan pendapatnya si empunya tumblr tersebut :D)

    Kayanyaa Maru bukannya jahat sama Eun Gi waktu dia bilang: “Aku menyesal saat aku memikirkan tentang kehidupanmu, anggap saja kalau ini adalah satu mimpi buruk yang singkat, yang terjadi di kehidupanmu. Kau dapat bangun dari mimpi burukmu. Dan setelah beberapa waktu, kau bahkan tak akan mengingat mimpi itu tentang apa.”
    Kayanya saat itu dia sedang memahami apa yang dirasakan oleh Eun Gi. Dan kayanya ga ada orang di dunia ini yang dikenal Eun Gi, yang bisa memahami perasaan Eun Gi yang sedang jatuh cinta selain Maru. Karena Maru pernah ada disana. Di posisi Eun Gi, ketika dia sedang jatuh cinta setengah mati sama Jae Hee...

    Saat eun Gi mabuk dan mengungkapkan semua perasaannya ke Maru, Maru seperti sedang melihat dirinya sendiri melalui pengakuan Eun Gi, maru yang jatuh cinta setengah mati dengan Han jae Hee bertahun-tahun yang lalu. maru memahami dengan sangat baik apa yang dirasakan Eun Gi saat ini (perasaan jatuh cinta, red)Dan semua yang ia katakan ke Eun Gi tentang mimpi buruk dll, itu dia (seperti) sedang berbicara kepada dirinya sendiri bahwa "Hari-hari ketika kamu jatuh cinta, itu adalah mimpi buruk yang harus segera kamu hapus, maka bangunlah! Itu adalah mimpi buruk yang membuatmu merasa itu bukan mimpi. Dan bagian terburuknya adalah mimpi itu hancur dan yang tersisa hanyalah sebuah ilusi, ilusi tentang cinta. Lalu waktu Maru bilang: "Dan setelah beberapa waktu, kau bahkan tak akan mengingat mimpi itu tentang apa" artinya adalah: Kau bisa bertahan. Itu memang menghancurkanmu tapi itu tidak membunuhmu, karena aku sendiri pernah merasakannya.

    ReplyDelete
  12. Dan ketika Maru mengatakan ini ke Eun Gi:
    “Seo Eun Gi. Kau sedang sial, karena kau masuk dalam jebakan Kang Maru. Apakah kau mau melarikan diri sekarang? Bangun dan pakailah sepatumu. Larilah sekencang-kencangnya untuk bisa lari dariku. Aku hanya memberimu kesempatan satu kali saja.”

    Ada yang sadar gak kalo Maru sebelumnya mengelak untuk mengatakan semua ini? Maru yang biasanya memandang dengan intesn ke lawan bicaranya, dan selalu menyuarakan isi hati yang sebenrnya hanya dalam pikirannya tiba-tiba mengelak dan memalingkan wajahnya dari Eun Gi setiap Eun Gi meminta jawaban Maru. Dan ketika akirnya Maru membuka mulutnya, semua itu keluar dari hati Maru yang paling dalam...

    Maru berharap Eun Gi yang berjalan menjauh darinya, karena Maru sendiri ga punya keberanian untuk mengakhiri hubungannya dengan Eun Gi begitu saja (dan itu juga bukan karena Jae Hee). Hubungan yang terbina antara Eun Gi dan Maru bukan melulu tentang Jae Hee. Maru menolong Eun Gi menyelamatkan bonekanya, menyusul Eun Gi ke Jepang untuk menyelamatkan resort ibunya, dan juga membawa pulang Eun Gi yang sedang mabuk, mebersihkan muntahannya (dan mengganti pakaian Eun Gi yang kena muntahan, saat adegan itu baju Eun Gi kedodoran kan, kayanya itu bajunya Maru dipakaikan ke Eun Gi)itu Maru melakukannya dengan tulus. Untuk menolong Eun Gi. Dan Maru tidak memikirkan imbalan apapun dari Eun Gi walaupun Maru memang belum punya perasaan sama Eun Gi. Yang terutama, Maru tidak mau menyakiti Eun Gi pada akhirnya.

    Kalo menurutku seperti itu sih perasaan Maru ke Eun Gi. Apa yang dilakukan Maru ke Eun Gi, bukan melulu tentang Jae Hee (walau tetap ada bagian memanfaatkan itu, kaya pas maru telpon Eun Gi di depan Jae Hee)

    Ini hanya menyalurkan pendapat aja... hehehe
    But thanks to KutuDrama en Pattaragaza, karena aku juga selalu ngikuti sinopsis Nice Guy di blog kalian berdua. Thank you untuk kerja kerasnya bikin sinopsis ya..

    Ditunggu yang episode 7 dan 8 nya ^^

    ReplyDelete
  13. Seru..seru. Thank bngt bwt KutuDrama n Pattaragaza dah bwt sinopsisnya nice guy.. Lanjutin trus yah mba.. FIGHTING!!!!!!
    Ooiya hari ini nice guy maenkan alx tiap hari rabu... Ku tnggu sinopsis episode 7 n 8 nya ;))

    ReplyDelete
  14. Ga sabar nunggu bsk berharap uda ada sinopsis hehehe

    ReplyDelete
  15. Maruuuuu:'( jgn gitu ayooo dong marueungi

    ReplyDelete
  16. Gomawo sinopsisx mba dee, hwaiting ne nglanjutinx;)

    ReplyDelete
  17. Gomawo sinopsisx mba dee, hwaiting ne nglanjutinx;)

    ReplyDelete
  18. ditunggu kelanjutanya ya Eonni :)

    ReplyDelete
  19. Keren pangkat tiga deh ini drama terutama sama scriptwriter nya daebak !
    Memang Eun Gi nanti amnesia ? kapan? hum jadi penasaran . Tapi aku berharap Maru jadi nya sama Eun Gi loh

    ReplyDelete
  20. Wahhh.. Tebakannya benerrrr..!!!! Ternyata Eun Gi mengalami amnesia :0

    ReplyDelete
  21. oh gosh.. seriously, nice guy is daebaaaaak!!!!!! song joong ki, astaga..

    ReplyDelete