October 1, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 6 - 1


Kenangan pertemuan pertama Maru dan Jae Hee muncul kembali. Saat Maru mengobati luka Jae Hee. Namun kali ini kenangan itu muncul bersamaan dengan suara Maru :

Jika boleh jujur, pada hari itu seluruh mimpiku menjadi kenyataan. Jae Hee, nama yang mampu menenggelamkan hatiku, duduk dan tersenyum di hadapanku.

Jae Hee : “Kau milikku sekarang” 
Dan aku jadi serakah dan mulai bermimpi. Kadang aku masih belum bisa percaya, kalau ia adalah Han Jae Hee-ku. Aku bersyukur dia ada di sampingku.

Ternyata kata-kata itu adalah catatan yang ditulis Maru saat ia kuliah dulu.


Aku percaya, walau aku tak dapat membuatnya kaya dan terkenal, tapi aku akan selalu menjaga dan mencintainya.


Dan kata-kata itu terngiang di benak Maru saat ia mencium Eun Gi di malam itu. Mata Eun Gi yang tertutup saat berciuman, tak dapat melihat mata Maru terbuka dan sebenarnya kosong tanpa nafsu.  


Aku tak akan meninggalkanmu.

Malam itu Maru dan Eun Gi menonton karnaval. Maru meraih tangan Eun Gi dan menggenggamnya. Eun Gi terkejut merasakan sentuhan Maru, tapi ia tersenyum dan matanya memandang karnaval kembali.


Tak peduli apapun yang terjadi, aku tak akan melepaskan tanganmu.


Tapi tiba-tiba Maru menghilang. Eun Gi panik mencari-carinya. Semakin ketakutan karena sebenarnya yang diparadekan di karnaval itu adalah makhluk-makhluk yang menakutkan.


Aku akan selalu berada di tempat kau bisa menemukanku.


Padahal Maru ada di seberang jalan, hanya mengamati Eun Gi dengan tatapan dingin, membiarkan Eun Gi yang ketakutan.

Hidupku berawal dengan dirimu dan aku berjanji akan mengakhirinya bersamamu.


Akhirnya Eun Gi menemukannya. Wajah Maru langsung berubah, dari dingin menjadi hangat, dan tersenyum menenangkan Eun Gi. Ia mengacungkan dua kaleng, mengisyaratkan kalau ia tadi pergi membeli minum. Tapi Eun Gi, yang seperti anak hilang, berlari dan langsung memeluknya.


Kuharap dia merasakan hal yang sama.

30 Juni 2003, Love – Maru

Hanya ketika Eun Gi yang sudah berada di pelukan dan tak dapat melihatnya, wajah Maru kembali dingin dan tatapannya kosong.

Dan itu adalah adegan pembuka Nice Guy Episode 6.

Sinopsis Nice Guy Episode 6 - 1



Eun Gi pulang dijemput oleh Sekretaris Hyun yang kaget akan perubahan sikap Eun Gi. Dengan riang Eun Gi bertanya, apakah Sekretaris Hyun mengira ia sudah gila? Ia  berkata kalau ia sedang jatuh cinta. “Bagaimana mungkin cinta membuat orang tak berdaya? Mengejutkan,” Eun Gi berkaca dan sambil menatap wajahnya yang bersinar, “Kemana saja aku selama ini?”


Sekretaris Hyun menebak kalau Eun Gi sedang jatuh cinta pada pria yang membuat ayah Eun Gi marah besar. Eun Gi tak membantah, hanya berkata kalau ia perlu membeli baju baru, seperti gaun atau rok yang feminin, lembut dan seksi. Ia juga meminta Sekretaris Hyun untuk mengirimkan Sekretaris Kim padanya. Sekretaris Kim sepertinya pandai berdandan.

Kata-kata Eun Gi itu membuat Sekretaris Hyun kaget hingga terbatuk-batuk, membuat Eun Gi menepuk-nepuk punggungnya, bersimpati, “Kan sudah kukatakan untuk jangan terkejut melihatku. Aku juga sudah memperingatkan bagaimana gilanya aku.”

Mereka sudah sampai di depan rumah Eun Gi. Sebelum Eun Gi turun, Eun Gi meminta Sekretaris Hyun untuk tak menceritakan hal ini pada ayahnya, “Mungkin ia akan langsung mengirimku ke rumah sakit jiwa.”


Sekretaris Hyun mengeluarkan sebotol obat anti depresan dan meminta Eun Gi untuk memakainya jika diperlukan.


Eun Gi menolak obat itu. Ia tersenyum dan berkata, “Aku kan Seo Eun Gi.”


Seolah tahu apa yang akan dihadapinya, Eun Gi tak terkejut Joon Ha sudah menunggunya dengan wajah cemas. Koper-kopernya sudah tertata rapi di ruang tamu.


“Aku belum makan seharian ini. Bisakah aku makan dulu sebelum ditendang dari rumah ini?” tanya Eun Gi sinis untuk kemudian berteriak pada pembantunya untuk menyiapkan makan.


“Bagaimana mungkin kau bisa makan di saat-saat seperti ini?!” teriak Ayah marah. Ia muncul dengan Jae Hee yang mendorong kursi rodanya. Jae Hee kemudian meninggalkan ruangan dengan alasan akan memandikan Eun Suk.


Eun Gi berkata kalau ia ingin makan dan minum dulu sebelum pergi dari rumah. Tapi ayah menyuruhnya pergi sekarang juga. Pada Joon Ha,  ia menyuruhnya mengambil semua kartu kredit dan mobil Eun Gi. Hubungi seluruh hotel untuk melarang anak ini masuk. Semua pegawai dilarang untuk memberi bantuan padanya.

“Apa ada yang lain?” tantang Eun Gi.

“Kau tak perlu masuk kantor lagi. Jika aku membiarkanmu satu hari lagi bekerja di sana, aku takut Tae San akan bangkrut,” jawab ayah pedas.


Eun Gi bertanya pada ayahnya, kenapa ayah tak memujinya sedikitpun karena berhasil menyelamatkan resor yang ditinggalkan oleh almarhumah istrinya dari penipu? Tapi ayah tak akan pernah memujinya karena Eun Gi telah menggagalkan penjualan yang sangat merugikan perusahaan. Jika tak dihentikan oleh Jae Hee, sebenarnya ayah ingin melaporkan Eun Gi ke polisi.


Dan orang yang disebut-sebut ayah sedang bermain dengan Eun Suk dengan gembira.


Joon Ha mencoba menengahi pertikaian ayah anak ini. Sebenarnya niat Eun Gi baik. Ia mohon agar Presdir Seo memaafkan Eun Gi kali ini saja.


Tapi Presdir Seo tak mau karena Eun Gi tak merasa salah dan tak mau minta maaf, “Bagaimana mungkin aku mau memaafkannya?”


Eun Gi tak merasa bersalah karena menyelamatkan Aomori adalah hal yang paling membanggakan dan paling brilian yang pernah ia lakukan, “Jika hal ini terulang lagi, aku tak akan segan untuk melakukannya lagi.”
“Keluar!” bentak ayah marah.


Eun Gi melakukan apa yang ayah perintahkan. Bahkan ia tak mau membawa semua koper yang ada di ruang tamu, “Semua barang yang ada di koper-koper itu berasal dari Tae San semua, jadi aku tak mau membawanya,” kata Eun Gi menantang. “Sebenarnya aku juga ingin melepas bajuku, tapi aku tak mungkin pergi dengan telanjang, kan?”

Eun Gi memberi hormat pada ayahnya, dan berkata, “Jagalah kesehatan Anda.. Pak Presdir.”


Dan Eun Gi pun pergi meninggalkan rumah tanpa menoleh lagi pada ayahnya. Joon Ha buru-buru mengejar Eun Gi, meninggalkan ayah yang menahan air mata yang menggenang di matanya dan memegangi dadanya kesakitan.


Joon Ha menghentikan Eun Gi dan memberikan kartu kreditnya. Ia memberikan ini bukan sebagai pegawai Tae San, namun sebagai oppa yang mengenalnya sejak Eun Gi belajar merangkak.


Tapi Eun Gi tak mau karena uang Joon Ha juga berasal dari Tae San dan ia tak mau curang.Ia bahkan mengambil dompetnya. Hanya mengambil uang tunai di dalamnya, Eun Gi menyerahkan dompet itu dan berkata kalau kunci mobil ada di dalam kamarnya. Ia meminta Joon Ha untuk menjaga ayahnya baik-baik.


Ia melangkah pergi, namun langkahnya berhenti karena ia ingin menanyakan sesuatu pada Joon Ha, “Dimanakah aku bisa mencegat bis?”


Jae Hee akhirnya selesai memandikan Eun Suk, dan memuji putranya sebagai yang terbaik dan mirip dengan ayahnya.


Hari sudah malam saat Eun Gi pergi ke rumah Maru. Di depan gerbang, ia ragu untuk maju. Apalagi ia mendengar suara lagu yang diputar keras-keras.


Ternyata yang memutar lagu itu adalah Jae Gil yang sedang ber-shuffle dance dengan riang bersemangat namun aneh. Dan tariannya itu berhenti karena Choco mematikan player. Kenapa dimatikan? Jae Gil sedang menikmati semua hal yang ada di dunia ini. Mungkin ia perlu mendaftar audisi menjadi penari latarnya Team Lee Sang  (Gary di Running Man. Ha, ya ya .. say jadi ngikutin Running Man gara-gara si Giraffe).


Melihat Choco yang mengerutkan kening melihatnya, Jae Gil malah mengajak Choco untuk keluar dari pekerjaannya yang sekarang dan mengikuti audisi juga. Ajakan Jae Gil malah membuat Choco semakin mengerutkan kening dan menebak, “Kau kangen pada Yoo Ra, bukan?”


Jae Gil serta merta membantahnya. Siapa itu Yoo Ra? “Aku hanyahanya mengenal Yuri dari SNSD tapi aku tak tahu siapa itu Yoo Ra.”


Choco langsung membentak, menggertaknya, tapi Jae Gil tetap melanjutkan tariannya. Tapi untungnya gertakan Choco harus berhenti karena terdengar bunyi bel. Ada orang di luar.

Choco kaget melihat Eun Gi yang berdiri di depan rumahnya, tapi ia tersenyum menyambut Eun Gi. Ia masih ingat kalau Eun Gi adalah gadis yang pernah ia temui di Joo Mo Jin. Eun Gi tersenyum dan bertanya dimanakah kakak Choco sekarang.


Maru sedang bekerja di bar. Namun pelanggannya hanya satu orang, Jae Hee. Jae Hee telah memesan bar itu semalaman untuk dirinya sendiri. Maru tak senang melihat kedatangan Jae Hee. Tapi ia, sebagai bartender, tetap melayani Jae Hee yang memesan minuman Absinthe. Minuman yang, kata Jae Hee, membuat Van Gogh mabuk dan memotong telinganya sendiri.



Tanpa banyak kata Maru membuatkan minuman Absinthe, dan Jae Hee mengagumi kemampuan Maru yang selalu tanpa cela. Bahkan Jae Hee juga mengagumi kemampuan Maru yang bisa membuat Eun Gi yang dingin itu terpesona, “Tapi bukankah kau sebaiknya berhenti menipunya sekarang dan biarkan ia kembali ke dunianya? Ia gadis yang sangat malang. Cukuplah aku yang menghancurkannya, aku tak butuh bantuanmu.”


Maru hanya diam, masih membuatkan minuman untuk Jae Hee. Ia hanya mendengarkan ucapan Jae Hee yang mengatakan kalau Eun Gi hanya berpura-pura tampak kuat di luarnya, tapi Eun Gi tak akan dapat menyainginya, “Bagaimana mungkin orang yang memiliki semuanya dapat mengalahkan orang yang tak memiliki apa-apa?”


Omongan Jae Hee dianggap angin lalu dan Maru menyodorkan minuman yang telah ia persiapkan. Ia menyuruh Jae Hee untuk langsung minum minumannya dan segera pulang. Tapi Jae Hee pantang mundur dan berkata, “Aku benar-benar tulus saat mengatakan ingin kembali padamu. Aku juga masih memiliki perasaan pada Kang Maru.”


Maru tak menjawab. Ia malah mengambil handphonenya yang berbunyi. Ada SMS dari Jae Gil yang mengatakan kalau Eun Gi akan datang ke bar, dan menyuruh Maru untuk menyingkirkan semua wanita yang ada di pelukannya. Mereka akan tiba di bar 10 menit lagi.


Di taksi, Eun Gi mengatakan kalau Jae Gil tak perlu repot mengantarkannya. Tapi Jae Gil mengatakan kalau ia memang harus kesana juga. Ia juga bekerja di bar itu Mereka akan tiba di bar 10 menit lagi.


Ia juga bekerja di bar itu, “Aku menyanyi di sana. Apa kau mau tanda tanganku?”


LOL. Pertanyaan aneh dan narsis. Eun Gi hanya dapat tersenyum canggung, tak tahu bagaimana menjawabnya. Untung handphone Eun Gi berbunyi. Telepon dari Maru.

Ia mengangkat telepon dan menyapa Maru. Terdengar suara Maru di ujung telepon.


Tapi Eun Gi tak tahu kalau sebenarnya Maru menaruh handphonenya dan memasangnya dengan mode speakerphone. Sambil tersenyum dingin dan memandang wajah Jae Hee yang pucat, ia berkata kalau ia kangen sekali pada Eun Gi.

What? Apakah ini Maru yang sebenarnya?


Jae Hee menggenggam gelasnya lebih erat saat suara Eun Gi mengatakan kalau ia telah diusir dari rumah. Maru menjawab (dengan tersenyum pada Jae Hee) kalau ia telah menduga hal itu. Jadi ia telah mempersiapkan tempat untuk Eun Gi. Eun Gi dapat tinggal di kamarnya. Bersamanya.


Eun Gi tersipu-sipu mendengarnya dan mengatakan kalau ia sekarang lapar. Maru menjawab kalau ia akan memasak untuk Eun Gi. Eun Gi suka makan ramen, dimsum goreng dan kue beras pedas. Dengan suara rendah menggoda, Maru menatap tajam pada Jae Hee namun menjawab Eun Gi, “Aku akan membuatkan untukmu. Cepatlah kesini.”


“Aku mencintaimu,” kata-kata itu tiba-tiba terlontar dari mulut Eun Gi. Tak mendengar jawaban dari Maru, ia mengulang kata-kata itu lebih keras hingga Jae Gil menoleh melihatnya.


Maru tersenyum sinis  dan berkata, “Aku juga. Aku mencintaimu..”tatapannya masih mengarah ke Jae Hee saat melanjutkan kata-katanya, “.. Seo Eun Gi.”


Di ujung telepon, Eun Gi tersenyum senang dan menutup telepon. Ia bertanya pada Jae Gil, berapa lama lagi mereka akan sampai? Jae Gil mengatakan kalau sebentar lagi mereka akan sampai. Ia tersenyum pada Eun Gi, namun kemudian parasnya serius saat bertanya, “Apakah kau benar-benar tak mau tanda tanganku?”


Hehehe..


Maru keluar dari balik meja bartender dan meninggalkan Jae Hee. Ia menyuruh Jae Hee untuk segera pulang karena pacarnya akan datang ke sini. Jae Hee meraih tangan Maru, mencegahnya pergi, “Kau akan membawa-bawa gadis itu sampai mana? Ia kelihatan 100% tulus padamu. Apakah kau bisa tenang setelah kau memperalat seorang gadis yang polos?”


“Apa kau pikir aku 100% berpura-pura padanya?” potong Maru. “Aku pria biasa dengan otak pas-pasan. Sedangkan ia pintar, cantik dan memiliki latar belakang yang mengagumkan. Apa kau pikir aku bisa 100 % berpura-pura dengannya?” Maru menyuruh Jae Hee untuk segera pergi, karena pasti akan aneh jika Jae Hee berpapasan dengan Eun Gi.


Tapi Jae Hee tak dapat digertak begitu saja. Bukankah Maru juga akan merasakan hal yang sama? “Haruskah kita tertangkap basah sekarang, Maru?”


Tanpa menunggu jawaban, Jae Hee menarik kepala Maru dan menciumnya. Jae Hee tersenyum menantang, “Pose kita ini pasti tak akan membuat orang salah paham, kan? Saat Eun Gi nanti masuk, ia langsung tahu apa yang sedang terjadi di dalam dan mengerti siapa yang memperalatnya beserta cara dan alasan mengapa memperalatnya. Mari kita sama-sama tertangkap basah, Kang Maru.”


Maru menatap marah pada Jae Hee. Ia menghapus bekas ciuman Jae Hee dan berkata, “Berhenti bermain-main.”


Tak disangka Maru mendorong Jae Hee ke tembok dan memaksakan ciuman ke bibir Jae Hee. Jae Hee mengernyit panik dipaksa seperti itu. Tapi Maru tetap pada posisinya dan kemudian mengeluarkan handphonenya, dan memotret mereka berdua yang masih berciuman.

Setelah foto didapat, Maru melepaskan ciumannya, puas.

“Apa ini? Apa yang sedang kau lakukan?” teriak Jae Hee marah.


“Bukankah kau dulu adalah wartawan untuk berita? Kupikir kau tak tahu apa arti tertangkap basah,” Maru menunjukkan handphone yang sudah memotret mereka, “Ini adalah caranya kau tertangkap basah, Han Jae Hee.”


Mata Jae Hee terbelalak melihat foto itu, menepisnya hingga handphone Maru jatuh ke lantai, “Apakah kau sudah gila?”


Eun Gi sudah sampai di luar bar. Tiba-tiba handphone Eun Gi berbunyi dan ada pesan gambar datang, membuat ia tercengang setengah mati. Foto Jae Hee dan Min young yang sedang berciuman. Ia langsung menelepon Joon Ha dan menghardiknya marah.


Maru memungut handphone dan bertanya kalem namun keji, “Inilah imbalannya kalau kau memainkan permainan ini. Apakah kau tak mengerti?” Maru mengembalikan kata-kata Jae Hee sebelumnya untuk menggambarkan hubungan mereka berdua. “Bagaimana seorang yang memiliki banyak hal bisa mengalahkan seseorang yang tak memiliki apa-apa? Dari awal mereka memang sudah digariskan berbeda.”


“Bukankah katanya kau ingin menyeretku turun?” tanya Jae Hee pedas, “apakah kau pikir kau bisa menurunkanku setelah kau memanjat naik? Untuk naik ke atas, kau harus merendahkan dirimu ke sebuah tempat yang gelap dan jahat.”

“Kupikir bisa,” jawab Maru.

“Oke, kalau begitu mari kita lakukan,” tukas Jae Hee yakin. “Aku tak akan turun dan kau juga tak mau berhenti. Jadi mari kita lanjutkan. Mari kita lihat, sejauh mana kita dapat bertahan.”


Dan Jae Hee berlalu pergi. Namun sebelumnya ia sedikit limbung dan tertatih-tatih. Dan untuk pertama kalinya sejak ia bertemu Jae Hee, Maru menampakkan kekhawatiran yang sesungguhnya saat melihat langkah Jae Hee yang gontai.


Jae Hee bertemu dengan Jae Gil di luar. Belum sempat ia menyapa, Min Young datang dengan mobilnya dan mengantarkan Jae Hee pergi.


Di mobil, Min Young menawarkan untuk mengantarkan Jae Hee ke rumah sakit. Tapi Jae Hee menolaknya. Ini adalah penyakit punggungnya yang kadang-kadang kambuh dan tak perlu dikhawatirkan.


Dengan nada letih ia berkata kalau ia tahu Min Young memiliki ambisi pribadi dan menyuruh Min Young untuk mempergunakan dirinya untuk mencapai ambisi itu, “Tapi hanya gunakan aku dan jangan menyukaiku. Wanita ini, Han Jae hee, lebih baik diperlakukan seperti itu.”


Di bar, Jae Gil menemukan Maru duduk terdiam. Melihat Maru terdiam mematung, ia bertanya apa yang diminta oleh Jae Hee? Apakah ia ingin memulai dari awal lagi? Atau yang lainnya?


Maru menyuruh Jae Gil untuk tidak berlebihan. Ia bertanya dimanakah Eun Gi? Bukankah katanya mereka datang bersama-sama?


Jae Gil menjelaskan kalau ada sesuatu hal yang mendadak sehingga ia pergi lagi naik taksi. Tapi ia tak tahu hal apa itu. Tapi bagi Jae Gil, lebih baik begini. Tahukah Maru kalau ia sudah putus dengan Yoo Ra? Karena Choco aku harus berpura-pura di rumah, bahkan tak dapat menangis. “Teman, maukah kau menemaniku minum? Hiburlah aku.”


Eun Gi menemui Joon Ha untuk memarahi Joon Ha yang mengiriminya foto yang sudah diphotoshopped. Tapi Joon Ha mengatakan kalau foto itu bukan foto buatan, tapi ia dapat dari kamera CCTV. Ia menunjukkan foto yang lebih besar di Note-nya, membuat Eun Gi lebih terkejut lagi.


Joon Ha mengirimkannya foto ini untuk menarik perhatian Eun Gi, kalau tidak Eun Gi tak akan mau datang menemuinya. Ayah Eun Gi menawarkan syarat yang harus dilakukan agar Eun Gi dapat kembali ke perusahaan. Kalau Eun Gi dapat menyelesaikan masalah serikat buruh dalam dua hari, ayah Eun Gi akan mengembalikan posisinya.


Eun Gi datang bukan untuk masalah kerja, tapi masalah foto. Tapi bagi Joon Ha, hal ini lebih penting. Eun Gi harus kembali ke perusahaan, bagaimanapun caranya. Presiden direktur sedang sakit, dan Jae Hee akan mulai bekerja di perusahaan mulai bulan depan, setelah penjualan Aomori selesai, “Mereka mampu melakukan segalanya. Jika kau pergi sekarang, kau mungkin tak akan bisa kembali ke perusahaan.”


Eun Gi mencengkeram lengan kursi erat, geram dengan kondisi ini. Apakah ayahnya tahu tentang masalah foto ini? Joon Ha tak berani melakukannya karena kesehatan ayah Eun Gi.

Joon Ha bertanya apa yang bisa mereka lakukan sekarang? Ia mengulang lagi pertanyaannya karena Eun Gi tak kunjung menjawab. Ketiga kali Joon Ha bertanya, Eun Gi meledak marah, “Aku sedang berusaha berpikir keras sampai kepalaku seperti mau pecah! Tolong jangan bicara lagi.”


Saat mobil Min Young berada di depan rumah Jae Hee, Presdir Seo meneleponnya dan menyuruh Min Young untuk memasang alat pelacak di handphone Jae Hee. Tadi Jae Hee pamit untuk menemui guru Eun Suk, tapi menurut gurunya pertemuan itu dibatalkan.


Sambil memegangi dadanya yang kesakitan, ia berkata kalau kadar kepercayaannya terhadap wanita hanya 30% saja.


Min Young berjanji melakukannya, dan dari kaca ia melihat kalau Jae Hee mendengarkan pembicaraannya.


Komentar :

Saat melihat adegan pembuka di awal drama, saya baru menyadari kalau drama ini benar-benar bukan fairy tale. Pendekatan Maru pada Eun Gi sama sekali bukan karena tertarik. Tak ada sedikitpun rasa untuk Eun Gi.

Hatinya masih dimiliki oleh Jae Hee. Semua tindakannya ini adalah demi Jae Hee. Entah dia ingin balas dendam atau mengambil Jae Hee kembali, tapi semuanya ini demi Jae Hee.

Bersambung ke Sinopsis Nice Guy Episode 6 - 2

30 comments :

  1. Ditunggu bag 2 nya Mba :)
    mw tanya nih mba, emang ibunya Eungi dah meninggal ya? bukannya Ia pergi meninggalkan ayahnya bahkan sempat mengajak Eungi ikut bersamanya?
    gomawo ^^

    ReplyDelete
  2. episode 6 dikurangi 1

    berarti ini episode 5

    ReplyDelete
  3. maru jahat iiii.... :(

    smg di episode2 slanjutnya ada ktulusan dr maru untk eun gi ...

    klo smpe akhir maru cm memikirkn jae hee, mati aj deh maru nya
    *emosi

    hheu....

    ksian eun gi ..
    eun gi sm joon ha aja...
    oppa yg mengenalmu sjak km merangkak, ^^

    ~titaRha~

    ReplyDelete
  4. @Anonymous,, koq eps 5 sih, ini eps 6 part 1. ada 2 bagian.... eps 5 ada di recap eonni Fanny.. >> http://patataragazza.blogspot.com/2012/09/sinopsis-nice-guy-episode-5.html

    ReplyDelete
  5. judulnya ambigu
    Sinopsis Nice Guy Episode 6 - 1
    means
    Sinopsis Nice Guy Episode 5
    KARENA

    6-1
    6-1 = 5
    ATAU
    6 dikurangi 1 sama dengan 5

    *ngajak berantem

    ReplyDelete
  6. @julie : kalo ga salah si ibunya eun gi emang udah meninggal. Waktu eun gi diajak itu, flash back pas ibunya mau ninggalin rumah dan ngajak eun gi. Eun Gi ga mau
    @tha_rha : iya, pas liat ini rasanya pengen jalan mudahnya aja. Si Eun Gi mending jadian aja sama joon ha. tapi kalo eun gi dah kenal sama oppa sejak dia merangkak tapi ga pernah ada cinta, berarti sampe nanti pun gak akan ada cinta.
    @emii : yang anonim itu si elok, kok emii. Dia mau ngajak berantem di sini, karena tadi pagi kalah berantem di #fanwarseason3 :) thank you, ya..

    ReplyDelete
  7. besok besok mah kalau elok buat sinopsis mau di kayak giniin

    Sinopsis Arang and Magistrate episode 15 + 1
    kalo engga
    Sinopsis Arang and Magistrate episode 15 : 1
    atau
    Sinopsis Arang and Magistrate episode 15 x 1
    teruuus
    Sinopsis Arang and Magistrate episode 15 / 1
    kalo engga juga kayak gini
    Sinopsis Arang and Magistrate episode 15 = 1

    ReplyDelete
  8. kak dee,,drama ini emg bikin penasaran
    kasian eun gi yaa,,kasih syg dr ayahny berkurang trus hatiny dpermainkan oleh Maru.
    hmmmm,,smg ajah Maru sadar klo eun gi bnr2 syg ama maru.
    oia kak,,klo g salah di perkenalan karakter,,Eun Gi dgambarkan gadis yg hilang ingatan krn kecelakaan,,hmmm apa bkal ada adegan itu yaa???

    ReplyDelete
  9. bete bgt pas baca sinopnya......... maru jahaaatttt.!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    tapi..... pas baca koment (jahil) jd bisa senyum lg.......
    intermezo lah........... ^_u

    ReplyDelete
  10. Mbak dee thanks y da keluar sinopnya,,,,,tp stelah bca Catatannya Maru koq Q jd takut itu bakalan jd ending Ni drama yach,,,,Bahwa ia mulai dg Jae Hee dan bakalan berakhir dg jae hee,,entah itu happy ataupun sad ending,,,secara biasanya klu genre mellow kyak gini akhirnya bnyak yg sad...;(

    Tp terlalu awal jg ya bwt nyimpulin akhir ni Drama secara masih H episode gtu,,berharap ntar dpt ending Yg tdk mengecewakan...ditunggu selalu sinopnya y mbak...

    ReplyDelete
  11. hiks..hiks..kok saya nangis mbak,ngebayangin eun gi yg dimanfaatkan..kasian...

    ReplyDelete
  12. benar2 kejam matu ke eun gi, apakah dia gag punya persaan sedikit pun???
    dia cinta mati sama jae hee, sampai rela gitu demi jae hee, dipikiranku kenapa harus memperalat eun gi?? dias kan terlalu polos, :(

    makasih atas sinopsisnya ya kakak, :)
    aku ngikutin ndari awal, tapi baru sempet comment, ditunggu part 2 nya, haha

    ReplyDelete
  13. love is blind, tu kalimat cocok bgt bwt maru,
    hnya krna jaehee first love,a dia... dia mw do every thing untk jaehee.. n eungi cma jadi alat bwt dia untk ng'raih apa yng dy mw.. >.<

    hadeeeh --" sadis bgt si Maruu,,

    tp pda akhir'a k'baikan itu yg akan menang ! hehe ^.^

    maksi mbak sinopsis,a ^^ hihi ditunggu
    part 6-2,a yaaa

    ReplyDelete
  14. hai hai ikut nimbrung yaw...kalao menurutku maru memanfaatkan eun gi selaain untuk membalas dendam ke jahae...maru pun ingin menghentikan keserakahannnya jae hee untuk menguasai perusahaan taesan ...dan maru ingin menyadarkan jae he pula apa yang di lakukan sekarang SALAH BESAR dan setidak nya maru membantu eun gi dari keserakan nnya si rubah betina itu....
    kalau untuk ending nya aku belum bisa nebak niihh.... huaaaa"""...makasih ya aku suka sinopsisnya.^_^

    ReplyDelete
  15. kenapa sih maru bisa ciunman sm 2 tokoh utama pemaran wanitanya...jd emang bener maru ga tulus sama eun gi..dy cm mw balas dendam sm jae hee melalui eun gi,krn eun gi adalah pewris dr grup taesang ya tak lain adalah anak tirinya yang bisa bikin jae hee gentar....hahaha jae hee bener2 deh..maru jg ga klh berani dr jae hee..
    _amy_

    ReplyDelete
  16. keren bgt kata2 maru ttg cintanya pada jae hee..
    tapi aku yakin eun gi kuat saat tw maru tdk tulus dgn-nya.. suka bgt m acting eun gi...

    ReplyDelete
  17. saat jatuh cinta, kadang seseorang menjadi lemah.
    ayo eun gi,,,jangan jd lemah n tergantung pada maru.

    ReplyDelete
  18. aduh makin penasaran, ditnggu scptx ni sinops slnjtnya..gomawo

    ReplyDelete
  19. Penasaran kpn maroo sadar dy cintanya sama eun gi.....will be sad ending....but cerita nya bikin penasaran....

    ReplyDelete
  20. semoga maroo bisa benar benar mencintai eun gi ^^

    ReplyDelete
  21. like this....kashan ma eun gi ya???hadew maru ko tga ya...huhuhuhuhu
    jdi sdih nich,,,lebay mode un

    ReplyDelete
  22. waaaa seru juga ternyata dramanya....
    jadi penasaran maru jadi suka ama siapa mudah mudahan sama eun gi ya hehehe ^_^

    ReplyDelete
  23. seru dramanya
    kak , makasih banyak loh sinopsis nya sangat membantu !

    ReplyDelete
  24. tidaaaaaaak,, drama ini bikin aku takut kalau akhirnya jadi kaya nice guy atau Fashion King, tapi 2 drama itu ga bikin aku jatuh cinta, beda sama ini yang udah successfully narik aku ke lubang yang pastinya sakit banget kalau endingnya bener2 sad ending,, pengen keluar juga udah jatuh,, hwaa T_T
    Prediksi aku, kan Eun Gi punya penyakit, terus dari awal juga udah kuat banget kan cintanya maru ke jae hee itu besar banget, dan maru janji bakal nurunin dia kebawah lagi, meskipun maru, ikutan jatuh bersama dia,, hwaaaaaaaaa udah ketebak endingnya, dan saya ga akan kuat :'(( pengennya end up sama eun gi hwa,,

    ReplyDelete
  25. si kwangsoo ini beneran suka sma YuRi SNSD yahh. disetiap kesempatan nyebutin yuri, apa lg di Running man klo udh ada yuri dia senang kali heheeh #salahfokus

    ReplyDelete
  26. stlh mlihat knytaan pahit d'film wolfboy, mmbca epsde dmi epsode drama ni rsany mnjdi prsaan takut utk mmbcany smpai akhir, hrskah q jd pngcut n brhnti mmbcany smpai dsni?

    ReplyDelete