October 22, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 12 - 2



Haduhh... Ini komentar terpanjang yang pernah saya buat. 

Sinopsis Nice Guy Episode 12 – 2



Yuk, kita menebak. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Joon Ha? Apapun itu, ia hanya duduk di mobil di depan rumah Eun Gi, merenung. Dan setelah itu ia menjalankan mobilnya pergi.


Padahal, tak lama berselang, Eun Gi keluar rumah dan memandangi langit. Choco yang disuruh Maru untuk mencari Eun Gi untuk makan malam, pergi ke halaman dan bertanya pada Eun Gi, apa yang ada di langit yang sedang dilihat Eun Gi?

“Ayahku,” jawab Eun Gi sambil tetap memandangi langit.


Choco mengatakan kalau ayahnya juga ada di langit. Ia berteriak pada ayahnya di langit, meminta ayah untuk membantu Eun Gi agar segera sembuh, “Aku akan mengesampingkan harapanku, jadi bantulah kak Eun Gi terlebih dahulu, ya.”


Eun Gi menatap penuh tanya pada Choco, maka Choco menjelaskan kalau ayahnya adalah apoteker. Walau sifat ayahnya sangat keras, tapi ayahnya selalu mengabulkan semua permintaannya pada saat ia sakit. Dan ia merasa kalau ayahnya masih mempunyai kekuatan itu di surga.


Lantas, apa sebenarnya harapan Choco? Mata Choco berbinar-binar saat menjawab pertanyaan Eun Gi, “Kakakku selalu sehat dan tak pernah sakit.Tapi sekarang harapan kak Eun Gi adalah harapanku yang pertama.”


Eun Gi tersenyum dan mengiyakan ketika Choco mengajaknya makan sebelum ramennya dingin. Mereka pun masuk rumah dengan berangkulan.


Min Young membandingkan tulisan tangan Joon Ha dengan tulisan tangan di buku tulis Eun Gi. Ternyata sama. Sekretaris Jo yang melihat buku itu heran, apakah yang dipegang bosnya itu adalah buku tulis anak-anak?

Min Young menjawab kalau buku ini bukanlah milik seorang anak dan inilah alasannya mengapa Eun Gi tak dapat kembali ke perusahaan.


Sudah larut malam, Choco pun sudah tertidur. Tapi tidak dengan Eun Gi. Ia masih memikirkan ayahnya,  Hatinya masih berat akan penyesalan. Dan semua itu ia tulis di buku, lengkap dengan karikatur dirinya yang bertanduk.


Aku, Seo Eun Gi, jahat, sombong, terlalu percaya diri, manja. Aku tergila-gila pada seorang pria hingga aku dapat menjaga Ayah. Ayah, aku bersalah. Maafkan aku. Ayah.. Ayah..


Ternyata Maru dan Eun Gi tinggal bersama (meja belajar Maru ada di ruang depan tempat Maru memberikan sepatu untuk Eun Gi). Maru mempelajari semua dokumen Taesan. Tapi tiba-tiba kepalanya sakit luar biasa. Dan ia berkeringat dingin.


Ia segera mengambil botol obat dan meminum satu. Namun obat itu hanya terasa sesaat, karena sesaat kemudian sakit kepalanya datang lagi dengan lebih hebat.


Haduh.. not good .. not good .. not good..


Joon Ha menemui Maru yang sedang bekerja di ruangannya. Melihat Maru tekun membaca dokumen-dokumen, ia berkomentar kalau Maru kelihatan pantas di sana. Joon Ha memberikan dokumen yang dapat digunakan Maru untuk menyerang Jae Hee. Rapat berikutnya, mereka akan membicarakan akuisisi Yesung Medical Group yang ditangani oleh Jae Hee.


Terdapat beberapa kejanggalan, jadi Joon Ha meminta Maru untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan itu agar para direksi tak menyetujui akuisisi itu. Semua informasi sudah tertulis di dalam dokumen, dan Maru hanya perlu untuk membacakannya saja.


Maru melihat-lihat isi dokumen itu, dan mengangguk.


Saat Maru berjalan menuju ruang rapat, ia berpapasan dengan Jae Hee yang menyapanya ramah. Tapi Maru membalas sapaan itu dengan penuh kesopanan tapi tak ramah. Jae Hee menyindir Maru yang akan menghadiri rapat mewakili Eun gi, apa Maru pikir manajemen perusahaan itu sebuah permainan?


Maru tak merasa tersinggung, malah mengembalikan pertanyaan itu pada Jae Hee, “Apakah itu yang kau pikirkan? Manajemen perusahaan adalah sebuah permainan?” Tanpa menunggu jawaban Jae Hee yang terlihat marah, Maru memberi hormat lagi dan berlalu pergi.


Dengan diantar oleh Sekretaris Jo, Min Young mencegat Eun Gi dan Sekretaris Hyun saat mereka keluar rumah dan akan masuk mobil. Min Young meminta waktu sebentar dan mengajak mereka berbincang-bincang.


Tapi yang ia ingin ajak untuk berbincang-bincang hanyalah Eun Gi saja, dan Min Young minta Sekretaris Hyun untuk minggir sebentar. Eun Gi yang sedari tadi sudah sedikit was-was melihat orang, yang masih cukup asing baginya, melirik pada Sekretaris Hyun yang ingin menolak tapi tak tahu harus berkata apa.


Situasi seperti ini, hanya Pangeran Maru yang dapat menyelamatkannya. Tapi sayang si Pangeran sedang melawan si ibu tiri, Sang Ratu Jahat. 

Hei.. Jae Hee, Ja Hat. Ternyata dua kata itu adalah kata yang sama!


Sekretaris Hyun menunggu di luar dengan khawatir sambil sesekali mencuri pandang ke dalam café. Tanpa basa-basi, Min Young menyodorkan buku tulis biru itu pada Eun Gi dan bertanya, buku siapakah ini?


Tahu kalau ia tak dapat berkelit, Eun Gi menjawab kalau buku itu miliknya. Min Young merasa aneh karena buku itu berisi latihan mengeja untuk anak SD, dan Eun Gi melakukan banyak kesalahan dalam mengeja. Eun Gi menjelaskan kalau ia menggunakan buku itu pada awal setelah ia mengalami kecelakaan.


“Jadi apakah itu berarti Anda sekarang sudah benar-benar sembuh?” tanya Min Young.


Eun Gi menjawab iya. Maka Min Young mengeluarkan pena dan meminta Eun Gi untuk menuliskan sesuatu yang membuktikan dia telah sembuh. Ada kasus yang mirip dengan Eun Gi. 

Salah satu direktur mengalami perubahan mental setelah kecelakaan, sehingga ia harus turun jabatan untuk mendapatkan perawatan. “Kalau boleh jujur, sebenarnya banyak yang meragukan Anda. Saya disini hadir karena permintaan Presdir Seo. Janganlah menyembunyikan sesuatu dari saya, agar saya bisa tahu dengan pasti kesehatan Anda. Dengan begitu, saya bisa melindungi Anda.”

Huh.. Bullsh*t



.
Eun Gi ragu dengan penjelasan Min Young. Apakah orang di depannya ini berkata jujur atau tidak. Dan Min Young memberi pertanyaan untuk ia jawab, “Anda tahu siapa saya, kan? Siapakah saya? Apakah Anda tidak ingat?”


Dengan pena di tangan, Eun Gi menatap buku tulisnya. Tapi yang ia lihat adalah daftar pegawai Taesan yang menempel di tembok kamarnya. Salah satunya adalah Min young. Ia membuka buku, menuliskan sesuatu di dalamnya, dan menyerahkannya pada Min Young.


Min Young terkejut membaca tulisan Eun Gi dengan ejaan sempurna, Kau adalah orang yang jahat. Apakah dugaannya salah?


Eun Gi tersenyum dingin dan berkata kalau sekretaris Hyun akan marah padanya jika ia ngobrol dengan Min Young terlalu lama. Maka ia pamit dan pergi.


Rupanya konfrontasi Min Young ini memicu timbulnya kenangan masa lalunya. Ia teringat bagaimana marahnya dia saat Min Young mengkhianatinya dan mengatai Min Young sebagai anjing penjaga Jae Hee. Kenangan itu sangat cepat hingga membuatnya sakit kepala yang sangat parah. 


Sekretaris Hyun yang menunggu Eun Gi, langsung berlari dan menolong Eun Gi yang terduduk di teras café sambil memegangi kepalanya. Mereka tak menyadari kalau Min Young melihat kejadian itu, dan pandangannya menampakkan kebingungan. Apakah dugaannya benar?


Ini adalah kali pertama Maru mengikuti rapat. Maru sudah membuka dokumen Joon Ha dan bersiap-siap untuk menyerang. Tapi ternyata ia kalah cepat.


Direktur Kim (yang dulu menolak pencopotan Eun Gi dari jabatan direktur) mengungkit tentang akuisisi grup Yesung. Ia mempertanyakan mengapa Taesan bisa memenangkan akuisisi ini. Padahal Yesung telah mengumumkan kalau mereka akan menjual pada Grup Jae-il. Bahkan MOU sudah ditandatangani antara kedua perusahaan itu. Tapi kenapa Taesan bisa merebut tender ini?


Maru memberi tanda centang pada poin-poin di dalam dokumen Joon Ha, yang berarti semua yang akan ia ungkapkan (berdasarkan dokumen itu) telah dikemukakan oleh direktur Kim. Joon Ha pun mengirim SMS pada Maru untuk tetap diam, karena Direktur Kim telah mengungkapkan semua.


Dengan percaya diri, Jae Hee mengatakan kalau Yesung ternyata lebih menyukai tawaran yang ia berikan. Sesederhana itu.

Hmm.. dalam berbisinis, tetap ada etika yang harus dijaga, kan?


Direktur Kim mengatakan kalau Taesan memiliki hubungan baik dengan Jae-il. Dan jika Taesan membuat gara-gara dengan Jae-il, maka Direktur Kim khawatir berdampak tak baik di kemudian hari.

Apalagi biaya akuisisi ini membutuhkan dana yang besar yang membuat mereka harus meminjam ke bank.


Dihadapkan pada kenyataan ini, kepercayaan diri Jae Hee mulai luntur. Tergagap-gagap ia mengatakan kalau ia akan meminta penjelasan pada departemen yang berkepentingan akan hal ini.

Jae hee semakin berkeringat dingin saat Direktur Kim mengemukakan kalau pinjaman ini akan membuat rangking kredit perusahaan menurun, yang mengakibatkan biaya finansial akuisisi ini menjadi sangat besar.  Jika ditarik kesimpulan, apakah Taesan memang perlu jika terbebani dengan biaya finansial akuisisi ini?


Jae Hee tak dapat menjawab. Maka Maru pun angkat bicara.

Ia mengatakan kalau pantas memang dana sebesar itu dikeluarkan, karena akuisisi ini akan memuluskan rencana Taesan untuk mendunia. Dan tentang grup Jae-il, Maru mengungkapkan kenyataan kalau grup Jae-il pun pernah melakukan hal yang serupa beberapa tahun yang lalu.


Joon Ha terkejut mendengar pembelaan Maru pada Jae Hee. Dan Jae Hee pun menggunakan kesempatan itu untuk mengatakan kalau ia sebenarnya juga akan mengatakan hal yang sama dengan Maru.

Ih.. plagiat ide.


Tapi Maru tak membela Jae Hee, dan berkata kalau Jae Hee telah salah paham akan kata-katanya. Pada Direktur Kim ia berkata kalau ia menemukan kenyataan yang akan ia beberkan ini, jauh lebih mengkhawatirkan daripada yang dibeberkan Direktur Kim.

Maru menutup dokumen dari Joon Ha dan mulai menjelaskan. Proses akuisisi grup Yesung ini bisa terjadi karena sebenarnya ada uang bawah tangan yang harus diserahkan pada grup Yesung. Joon Ha dan Direktur Kim sepertinya baru mendengar informasi ini.

Menurut Maru, akuisisi seperti ini pasti akan diselidiki oleh badan yang berwenang. Jika uang bawah tangan itu ketahuan, maka penyelidikan itu akan mengarah pada perusahaan mereka. “Dalam prosesnya, jika Taesan diselidiki karena penggelapan pajak, apa yang akan Anda lakukan? Sebagai pemilik perusahaan ini, Anda tak berpikiran sejauh itu, kan?”


Jae Hee yang tadinya sudah tenang kembali, menjadi panik karena semua anggota rapat mulai berbisik-bisik dan menunggu jawaban darinya. Ia menatap marah pada Maru dan meyakinkan semua orang kalau tak akan ada yang dirugikan dalam proses akuisisi ini.


“Sampai berapa lama Anda ingin menutupi langit dengan telapak tangan Anda?” sindir Maru yang maksudnya adalah Jae Hee tak dapat menutupi rahasianya yang sangat banyak. “Apakah mereka akan melepaskan Anda hanya karena Anda seorang Chaebol?”


Tatapan Maru menantang Jae Hee sambil bertanya pada anggota rapat yang lain, “Jika kita diselidiki karena penggelapan pajak, apakah mungkin kotoran-kotoran yang lainnya akan nampak jika mereka menggoyangkan Taesan? Apakah yang ada di sini percaya kalau Presiden Han Jae Hee adalah orang yang benar-benar bersih?”

Whoaaa… ini anak kedokteran? Bukan anak ekonomi?


Rupanya yang kagum pada Maru bukan hanya saya, tapi juga Joon Ha. Ia bertanya darimana Maru mengetahui informasi uang bawah tangan itu? Maru menjawab kalau ia mendengar gossip di bursa saham kemarin. Sebenarnya tadi ia hanya mencoba-coba melempar umpan itu, eh.. ternyata berhasil.


Joon Ha tersenyum tak menyangka akan keberanian Maru. Bagaimana kalau gossip itu tak benar? Dengan cuek Maru menjawab, “Kalau tidak benar berarti .. tidak benar.”


Sekarang Joon Ha melihat Maru dengan perspektif baru, dan bertanya, “Mengapa ia mencampakkanmu?” Maru bingung, siapa yang dibicarakan Joon Ha sekarang? Yang Joon Ha maksud adalah Jae Hee. “Jika ia bersama orang sepertimu, ia pasti mendapatkan lebih, lebih bahagia dari yang sekarang ini. Apa terjadi sesuatu yang tiba-tiba?”


Maru tak menjawab pertanyaan Joon Ha dan bertanya balik, “Apa ini pujian?” Joon Ha menjawab jujur, iya. Maru meminta agar pembicaraan ini tak usah dilanjutkan, “Aku juga tahu bagaiamana diriku sebenarnya. Aku juga bangga pada diriku sendiri.”

Ihh… narsisnya.


Eun Gi dan Sekretaris Hyun menunggu di ruang dokter. Ternyata yang menjadi dokter Eun Gi adalah dokter Seo, dokter yang menjadi dosen saat Maru ko-as dulu. Dokter Seo sangat gembira melihat hasil pemeriksaan Eun Gi yang jauh membaik dari yang sebelumnya. Walau Eun Gi belum cukup mampu untuk hidup normal seperti orang lain, tapi Agraphia dan Disleksia yang diderita Eun Gi sudah berkurang banyak.

Dokter Seo menunjuk pada tunangan Eun Gi yang mampu membawa perubahan Eun Gi sampai sebesar ini. Ia tahu kalau tunangan Eun Gi pernah mempelajari ilmu kedokteran, dan ia menduga kalau tunangan Eun Gi pasti berusaha keras untuk membantu Eun Gi, gadis yang ia cintai. 


Eun Gi tersenyum malu mendengarnya. Dan Eun Gi pun menceritakan kalau ia mulai mengingat sedikit demi sedikit kenangan akan seseorang hanya karena mendengarkan sebuah lagu atau bertemu dengan orang itu. Sekretaris Hyun berteriak gembira mendengar kata-kata Eun Gi.


Begitu pula Dokter Seo. Ia tahu kalau Eun Gi itu sangat gigih tapi ita tak menyangka kalau Eun Gi segigih ini dalam berusaha. Ia menyarankan Eun Gi untuk tak melarikan diri, buka mata lebar-lebar dan bawa kembali semua memori itu.


Eun Gi tak mengerti maksud Dokter Seo, maka Dokter Seo perlahan-lahan menjelaskan. Ia menduga kalau sebenarnya Eun Gi tak mau mengingat atau menerima kenangan itu. Eun Gi tak ingin terluka karenanya, maka di bawah sadar Eun Gi menyembunyikan diri dalam sebuah tempat yang aman yang bernama hilang ingatan.


Eun Gi tetap masih belum paham maksud Dokter Seo. Maka Dokter Seo berkata, “Dalam hidupmu, ada sebuah kenangan yang sangat melukaimu hingga membuatmu ingin mati. Kau harus bisa mengeluarkan kenangan itu. Jangan khawatir dan janganlah takut. Karena jalan untuk menemukan kembali semua ingatanmu, diawali dari situ.”


Pulang ke rumah, Maru teringat kata-kata Joon Ha, “Jika ingatan Eun Gi kembali, Eun Gi akan ingat bagaimana dirimu yang sebenarnya. Tak mungkin ada tempat yang tersisa untukmu.”


Maru masuk ke dalam rumah dan hampir saja matanya copot karena mendengar kata-kata Choco tentang ia sudah mencium Jae Gil sebanyak tiga kali tanpa sepengetahuan Jae Gil. Dan itu tak termasuk dengan pegang-pegangan yang ia usahakan terjadi senormal mungkin. Dengan boneka binatang (kenapa bukan giraffe?) ia mencontohkan pegang-pegangan yang telah ia lakukan seperti memeluk leher atau memegang tangan . 


Choco juga menyarankan pada Eun Gi untuk piknik berdua dengan Maru agar mereka menjadi lebih dekat. Apakah Eun Gi pernah piknik dengan kakaknya? Choco sangat terkejut saat Eun Gi menggelengkan kepalanya. 


“Tak mungkin! Playboy seperti oppa sudah pernah ke Busan, Hongkong..,” Choco langsung menutup mulutnya, menyadari ia sudah menjelek-jelekkan kakaknya sendiri di hadapan Eun Gi.


Tapi Eun Gi juga tak menyadarinya. Ia berkata kalau ia tak ingat apakah pernah pergi berdua atau belum. Mendengar hal ini Choco merasa lebih kasihan lagi. Kata orang, kita bisa hidup lebih kuat karena kenangan dan cinta yang mereka miliki. Dan Choco pun menyarankan agar Eun Gi membangun kenangan itu dengan mengajak kakaknya pergi piknik.


Eun Gi hanya menggeleng. Maru penasaran dengan sikap Eun Gi. Begitu juga dengan Choco. Mengapa Eun Gi tak mau?


“Karena aku malu,” Eun Gi menunduk dan tersipu. Sepertinya mengajak pria itu di luar kemampuannya.


Maru tersenyum melihat Eun Gi. Well, Eun Gi yang lama pasti telah melakukan saran Choco, langsung saat itu juga. Bahkan Eun Gi lama memang pernah melakukannya dengan mengajak Maru ke pantai. Tapi tidak dengan Eun Gi yang sekarang.


Jae Hee masih ada di ruangan kantornya, merenung. Min Young datang dan mengatakan kalau ia telah mendengar kalau akuisisi Yesung telah dihentikan.


Sedikit menyalahkan Jae Hee, ia bertanya apa Jae Hee pikir Maru tak memiliki persiapan untuk menjatuhkan Jae Hee? Maru pasti sudah mempersiapkan berbagai kartu As untuk mengacaukan Jae Hee. 


Mmmhhh.. kenapa saya merasa kalau Jae Hee tak suka kalau Min Young menjelek-jelekkan Maru?


Duduk di kegelapan, Jae Hee meminta Min Young, yang duduk di kursi terjauh darinya, untuk tetap berada di tempat duduknya itu dan jangan melangkah lebih dekat padanya, karena akan membahayakan Min Young. Ia akan mengurus masalahnya sendiri.


Tapi Min Young malah berdiri dan mendekati Jae Hee, “Aku juga akan mengurus masalahku sendiri. Dan sedekat inilah jarakku denganmu. Tetaplah diam di sana dan jangan menjauh dariku.”


Kembali ke ruang kerjanya dengan perasaan kesal, Min Young menelepon Sekretaris Jo untuk mulai melaksankan apa yang telah mereka persiapkan. Berkaitan dengan Maru. O oh..


Eun Gi yang sekarang rupanya membuat Maru tak dapat tidur. Ia tersenyum saat teringat betapa wajah Eun Gi tersipu-sipu saat mengatakan kalau ia malu.


Apalagi ada suara siulan pelan yang terdengar dari balik selimut. Ia membuka selimut dan melihat kalau Jae Gil sedang menyiulkan sebuah lagu di handphone. 


Maru dan Jae Gil duduk di meja makan dan Jae Gil tersedak saat minum ketika Maru meminta sarannya, dimana tempat yang bagus untuk berkencan dengan seorang gadis. Apa yang Jae Gil lakukan saat berkencan? Bermain apa? Apakah gadis-gadis itu suka kalau ia menyiulkan sebuah lagu?

Jae Gil tertawa tak percaya, si playboy Kang Maru meminta sarannya? Apakah Maru sudah gila?


Tapi Maru ini sedang serius. Dan Jae Gil langsung menebak kalau Maru ingin mengajak Eun Gi piknik. Maru hanya bisa mengangguk. Jae Gil menyadari kalau ketidaktahuan Maru ini karena ini adalah hubungan cinta yang serius.


Maka Jae Gil menyarankan agar Maru melakukan apa yang dulu pernah ia lakukan bersama Jae Hee. Mendengar saran itu, Maru terdiam dan menjawab, “Aku tak ingat.”

Jae Gil mengira Maru bercanda. Tapi Maru serius. Ia sekarang tak dapat mengingat apa saja yang pernah ia lakukan bersama Jae Hee dulu. Walau begitu, Maru seperti tak menyesalinya.


Dan yang selanjutnya terjadi adalah Eun Gi terkejut saat ia bangun tidur. Ia tak berada di tempat tidurnya, tapi sekarang berada di mobil, bergulung selimut tebal yang berlapis. Dari jendela, ia melihat Maru yang duduk di pinggir pantai. Ia pun buru-buru keluar dan memanggilnya.


Maru menoleh dan tersenyum sambil menyapa, “Good morning, nona tukang tidur.”

“Bagaimana aku bisa sampai di sini?” tanya Eun Gi terkejut tak percaya.

“Aku menggulungmu seperti bossam (gulungan selada yang berisi daging bakar),” jawab Maru sambil tersenyum.


Setelah itu mereka berjalan-jalan bergandengan tangan pergi ke berbagai tempat di sekitar pantai. Dan saat itu kita bisa mendengarkan ucapan Maru pada ayahnya,

“Ayah ..


Suatu hari ada seorang gadis yang memasuki kehidupanku.


Aku melukainya dengan kata-kata yang kuucapkan sekejam mungkin.


Sebisa mungkin aku mendorongnya pergi


Tapi ia masih tetap kembali padaku.


Ia sangat mirip denganku.


Sering kali aku melihat diriku sendiri saat aku melihatnya.


Ia memiliki luka yang juga aku miliki.



Air mata yang mengisi otakku,



Juga mengalir melewati hatinya juga.


Aku yang memberinya luka itu.


Aku yang membuatnya menangis


Seharusnya aku tak bertemu dengannya.


Seharusnya aku tak boleh mengijinkannya untuk memasuki kehidupan pria sepertiku."


Saat itu mereka memasuki terowongan. Masih berpegangan tangan, Eun Gi menatap Maru. Tapi tatapannya teralihkan karena ada sebuah mobil yang sinar lampunya membuatnya silau. 


Dan silau  itu membawanya ke sebuah ingatan, dimana ia menginjak gas dan menabrakkan mobilnya ke mobil yang melaju kencang ke arahnya.


Ingatan itu mengagetkannya. Ia hanya bisa menatap Maru, yang sekilas melirik dirinya. Tapi wajah Maru sangat tenang, walau Eun Gi menatapnya dengan pandangan berbeda.


Ayah.. aku menyesalinya.



Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesalinya.


Komentar :

Siapa yang masih belum yakin kalau Maru tak mencintai Eun Gi? Di episode ini, Maru benar-benar jatuh cinta pada Eun Gi. Betapa Maru ingin melindungi Eun Gi, betapa penasarannya Maru karena Eun Gi tak mau mengajaknya piknik (yang ternyata karena ia malu, bukan karena tak suka), betapa Maru telah melupakan segalanya akan Jae Hee.


Tapi, setelah Maru memang mencintai Eun Gi, kenapa ingatan Eun Gi sekarang kembali? Script Writer-nim, kenapa nggak  mau nunggu satu episodeee… saja agar mereka berdua mendapat happiest moment tanpa ada maksud tersembunyi di antara satu sama lainnya. Kenapaaa…?

Piknik ini mungkin disengaja oleh Maru untuk mendapatkan kembali ingatan Eun Gi. Maru tahu kalau ia tak akan bertahan lama di perusahaan dengan masa lalunya yang kelam.

Coba bayangkan jika kita tak memihak Maru. Kita adalah orang luar seperti Joon Ha. Membaca rekam jejak Maru yang membunuh, drop out kuliah, gigolo, playboy, penipu. Apa yang akan kita pikirkan? Kita pasti akan berburuk sangka pada Maru, bukan?

Itulah yang dilakukan oleh Joon Ha. Apalagi ia tahu Eun Gi berseteru dengan ayahnya karena membela Maru. Kita tak tahu apakah cintanya benar-benar cinta atau sekedar platonis, tapi ia sangat peduli akan Eun Gi. Maka yang bisa ia lakukan untuk melindungi Eun Gi adalah dengan melakukan perjanjian rahasia dengan Maru.


Tapi pendapatnya mulai berubah saat ia mulai mengenal Maru.  Ia kagum akan kecerdasan Maru yang bisa memojokkan Jae Hee . Pertanyaannya di toilet itu tulus. Ia heran akan Jae Hee yang bisa meninggalkan Maru. Jika Jae Hee masih tetap bersama Maru, Jae Hee akan jauh lebih bahagia.

Jika Joon Ha menganggap Jae Hee bodoh karena melepaskan Maru, bukankah itu berarti Eun Gi pintar karena memilih pria seperti Maru? Mungkin Joon Ha masih belum bisa mempercayai Maru sepenuhnya, tapi dia sudah melangkah ke arah sana.


Yang membuat saya khawatir adalah langkah yang akan dilakukan Min Young. Saya yakin sekarang Min Young dilanda rasa cemburu. Min Young sepertinya sudah memiliki semua keburukan Maru. Dan orang yang tak mengerti duduk persoalannya akan menilai Maru sebagai gold digger. Para direksi yang sekarang mulai berpihak pada Maru, akan menilai buruk. 

Apalagi jika perjanjian rahasianya diketahui oleh Min Young atau Jae Hee. Yang berada dalam bahaya tak hanya Maru saja, tapi juga Joon Ha dan Sekretaris Hyun. Jika Min Young membeberkan kecurigaannya akan mental Eun Gi, Joon Ha dan Sekretaris Hyun bisa dianggap menyembunyikan Eun Gi untuk kepentingan mereka sendiri.

Namun pihak Maru masih memiliki beberapa nilai tambah.

Joon Ha masih memiliki rekaman percakapan saat kematian ayah Eun Gi. Walau Joon Ha tak membeberkan rahasia itu karena kebobrokan ayahnya, tapi jika keadaan mendesak, rekaman itu pasti akan keluar.

Juga ingatan Eun Gi yang mungkin kembali. Walau ingatan itu mungkin akan memperburuk hubungan Maru – Eun Gi, tapi munculnya Eun Gi lama akan mementahkan usaha Min Young yang mungkin akan melepaskan Eun Gi dari jabatannya karena ketakmampuan mental.


Siapa yang berpikir buruk karena Choco mengesampingkan harapannya sendiri. Harapan Choco agar ingatan Eun Gi kembali, sepertinya akan terjadi dalam waktu dekat ini. Jadi apakah Choco masih sempat mengucapkan harapannya agar kakaknya selalu sehat dan tak pernah sakit?

Semoga masih sempat.


Dan btw, Jae Gil bersiul untuk siapa? Choco-kah? Atau gadis lain?

Selama setahun ini, kita tak tahu apakah Jae Gil mempunyai pacar atau tidak. Hubungannya dengan Choco masih begitu-begitu saja. Jangan-jangan siulan Jae Gil itu adalah untuk Yoora. Dan kali ini ia mungkin merahasiakan hubungannya karena ia takut melukai perasaan Choco.

Ahh.. Jae Gil, tetaplah menjadi pria nice guy.

Bersambung ke Sinopsis Nice Guy Episode 13 - Preview Episode 13

39 comments :

  1. keren...........
    sudah gak sabar pengen tau kelanjutannya...!!!!!

    ReplyDelete
  2. Sinopnya update banget...makasih ya...

    ReplyDelete
  3. Semoga point dibawah ini bisa menambah nilai positip untuk membuat drama ini Happy Ending (ngareppp...).
    - Pertemuan Eun Gi dgn dokter Seo bisa membuka
    lembaran lama betapa jeniusnya MaRu
    - Tabrakan mobil yang menyebabkan pendarahan
    otak pada Maru, tidakkah ada rasa bersalah
    pada Eun Gi? Apa tdk lagi kejadian lain yg msh
    disembunyikan SW pada saat tabrakan itu?
    - Kemungkinan Joon Ha mengesampingkan ego
    pribadinya (naksir Eun Gi) dan membela MaRu,
    kalau tidak maka dia akan selalu menjadi
    'budak' Pengacara Ahn - Jae Ha.

    Setelah melalui 12 episode, Saya curiga, knp kita sepertinya digiring kalau drama ini akan berakhir sad ending (dgn masa lalu dan pendarahan otak pada Maru). Rasanya sudah cukup diperdaya oleh Script Writer dari previewnya yg seringkali membuat kita salah duga.


    Note; di Winter Sonata, Kang Jung San juga mengalami pendarahan otak (2 x ditabrak truk)tapi tdk mati hanya berakhir buta. Semoga akhir drama ini tdk seperti itu, kasihan juga MCW kalau di dua dramanya berakhir buta ^_^

    -anit-

    ReplyDelete
  4. Aku merasa Maru tahu apa yang ia lakukan dan efeknya pada Eun Gi pada saat melewati terowongan itu. Ekspresinya seakan dia tahu apa yang terjadi pada Eun Gi. Tepat saat adegan itu ia berkata ini pertama kalinya ia menyesal. Menyesal karena telah pernah melukai Eun Gi begitu dalam.
    Maru tidak mau lagi melukai Eun Gi. Mungkin itu sebabnya ia "mempercepat" kembalinya ingatan Eun Gi agar ia bisa menyingkir dari kehidupan Eun Gi secepatnya, sebelum Eun Gi semakin bergantung dan melekat pada Maru.

    ReplyDelete
  5. Sebenernya aku masih punya harapan kalo ingatan eun gi balik dia masih tetep sm maru krn dulu eun gi juga tau kalo soal hubungan jae hee maru. Dulu kenapa eun gi tiba2 balik arah? Mungkin dia mau nemuin maru lagi buat yakinin cintanya. Aaaaah tapi drama ini emang gak bisa ditebak salutttt!keep posting

    ReplyDelete
  6. Can't predict the ending of the story. jalan ceritanya terlalu complicated buat ditebak2. Setiap episodenya selalu bikin penasaran tapi itu yg bikin ini drama semakin menarik. damn screenwriter better have a happy ending for this story pls! :S hehe
    makasi mba dee sinopsnya :)
    aku pendatang baru nih salam kenal :DD
    oia yg penasaran sama eps. 13 ada spoiler sedikit ttg eps 13 disini : http://goresangoresankecilku.wordpress.com/2012/10/21/spoiler-alert-nice-guy-episode-13/

    ReplyDelete
  7. hihihi mbak anit, proud of u too ^^
    yap! seperti kata mbak fanny juga sebelumnya, ada yang janggal dengan tabrakan itu, tidak wajar rasanya eungi yang dengan sakit hati meninggalkan ma ru di pantai waktu itu tiba-tiba harus berbalik mengebut mobil dan membelokkannya di jalan yang salah hanya karena mendengar kabar kematian ayahnya (apakah eungi berpikir bahwa maru juga bersekongkol dengan jaehee atas kejadian itu?siapa yang membuatnya berpikir demikian?)
    soal drama eonni mcw sebelumnya, kebalik ya dengan sekarang?jika dulu eonni berada di sisi jahatnya, maka kini dia yang menelan getahnya
    tetapi its still romeo juliet or not? ^^" yang pasti i like their chemistry with eonni...

    ReplyDelete
  8. yakin se'yakin yakinnya kalo ada sesuatu yg terjadi sebelum akhirnya Eun Gi ngambil keputusan buat nabrak'in mobil nya ke Maru.. kemungkinan saat bapaknya Eun Gi meninggal Min Young ngabarin Eun Gi kalo Presdir meninggal krn serangan jantung akibat mengetahui affair Jae Hee dan Maru (Min Young kan pinter bohong).. atau mungkin ada hal lain yg pastinya bikin Eun Gi marah besar sampe nekat berbuat itu

    ReplyDelete
  9. THANKS FOR UR LONG COMMENT AND SYNOPSIS MBAK XD

    ReplyDelete
  10. saya sangat meleleh mendengar kata hati maru, rasanya mau mati,,, arghhhhhhhhh *meranggas sendiri

    sampai saat ini pun suasana hati saya jadi ikut kebawa,,,

    whoaaaaaa emang drama ini daebak!!! setelah Rooftop prince yang bikin galau, kalu ini lebih dari galau bisa bikin meranggas,

    kekekekekkeke

    makasih Dee euniiii, keep fighting!!!

    di tungu preview untuk Ep. 13, *udah mati penasaran TT.TT

    @dowhy17

    ReplyDelete
  11. seruuuu!!
    plg suka wktu maru ngomong gini:
    "kalau tidak benar berarti... tidak benar"
    enak bgt gtu ngucapinnya:)
    di ep12 ini emang bnr" keliatan klw maru tu mmg bnr" cinta sma eun gi, tp knp wktu maru dh nunjukin perasaanny ke eun gi, malah ingatan eun gi kmbali di saat itu jg???
    wae??..waeee???:(

    -mafaza-

    ReplyDelete
  12. agak merinding ya baca part maru bicara pada ayahnya dalem hati.. sedih :'(
    tapi liat moment2 kencannya bikin terharu :')
    jadi galau perasaan akunya.. -__-

    aahh tuhan.. maru sweet banget... :')
    ekspresi mukanya saat bersama eun-gi tidak bisa dideskripsikan hanya dengan merangkai kata dari huruf A sampai Z XDD

    ReplyDelete
  13. kata2 maru saat bicara pada ayahnya dalam hati

    “Ayah ..
    Suatu hari ada seorang gadis yang memasuki kehidupanku.
    Aku sangat melukainya dengan kata-kata terkejamku.
    Sebisa mungkin aku mendorongnya pergi
    Ia sangat mirip denganku.
    Sering kali aku melihat diriku sendiri saat aku melihatnya.
    Ia memiliki luka yang juga aku miliki
    Air mata yang mengisi otakku
    Juga mengalir melewati hatinya juga.
    Aku yang memberinya luka itu.
    Aku membuatnya menangis
    Seharusnya aku tak bertemu dengannya
    Seharusnya aku tak boleh mengijinkannya untuk memasuki kehidupan pria sepertiku."
    Ayah.. aku menyesalinya.
    Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesalinya.


    q sampe nangis.. sedih bget apa lagi diiringi sound music waktu ntonn.. ngena banget dihati...

    untuk pertama kalinya maru jujur pada perasannya..

    ReplyDelete
  14. hwuuuuuuuuu
    penasaran bgt...

    ReplyDelete
  15. keren bgt, kyk puisi aja kata2 maru saat bicara pd ayahny dlm hati... iya,klo eun gi yg lama dgn sikap2 spt itu, dy mw melepas tahtanya demi cinta.. tp maru menyakitinya. persis kyk dy melepaskan hidupnya demi jae hee tp jae hee malah mnyakitinya.
    keren bgt maru, kyk dy penulisnya saja, stiap hal yg dy lakukan kykny bakal terjadi, spt ini dy ngepasin lewat trowongan. wjahny dh nyiratin klo eun gi bakalan kembali ingatannya.

    ReplyDelete
  16. aku suka maru saat btanya tempat kencan pd jae gil... lucu,,,

    ReplyDelete
  17. tissue saya mana? hiks..

    ReplyDelete
  18. penasaran sama kelanjutan ceritanya...

    ReplyDelete
  19. semoga ending drama Nice Guy ini gag seperti Bad Guy nya Kim Nam Gil yg berakhir sad ending,.....
    semoga nnt ada keajaiban bagi Maru untuk kesehatannya.

    ReplyDelete
  20. ehmmm,,,,
    sungguh membuatku terharu ni drama
    semoga happy ending,
    preview 13 belum keluar ya,
    keburu penasaran nih.

    ReplyDelete
  21. Beneran ga ada preview episode 13 nya yah??!!!
    Huaaaaaa.......
    T_____________T

    ReplyDelete
  22. 8 episode yg tersisa bisa mengubah segalanya.
    ceritanya sulit ditebak.
    dari ari kamis ampe sekarang aku nunggu2 preview eps 13 belum ada juga :(
    tp setidaknya BTS yg ada yg menampilkan kebersamaan eunma couple akan mengawali eps 13.
    mudah2an dgn kembalinya ingatan eungi ga akan mengurangi cintanya pada maru dan mudah2an juga junha ga akan pernah mengungkit perihal maru yg meminta setengah taesan sbg imbalan.
    tp semua kembali kepada sang SW.
    We'll se lah......

    ReplyDelete
  23. Haiii cuma mau ngasih info aja kalo penasaran preview ep 13 bisa diliat disini: http://goresangoresankecilku.wordpress.com/2012/10/22/written-preview-nice-guy-episode-13/
    salam kenal ^^

    ReplyDelete
  24. Haiii cuma mau ngasih info aja kalo penasaran preview ep 13 bisa diliat disini: http://goresangoresankecilku.wordpress.com/2012/10/22/written-preview-nice-guy-episode-13/
    http://clairiere.tumblr.com/post/34089072231/text-preview-for-ep-13
    salam kenal ^^

    ReplyDelete
  25. aaaaaaaa.... rasanya banyak bgt yg pengen dikomentarin.. tp terakhirnya bingung nulis apa
    hehe

    terharu denger suara hati maru :'(

    semoga bisa berakhir bahagia.. yah walaupun sad ending pengennya mereka sempet mencicip kebahagiaan dan kalau ada yg mati, mati nya bahagia, jgn mati menderita gitu :(

    -lee

    ReplyDelete
  26. o'o....
    benar2 so sweet ep ini.
    tpi ada yg membuat aku tkut,andai yg diktakan Joon Ha benar,aku ngga sanggup melihat perpshan antara eun gi dan Maru lagi.
    keurigo apa yg terjd sama Maru oppa?? knpa ia merasakan sakit yg bgitu kuat pda kpalanya??
    oh No....!!!

    ReplyDelete
  27. hai mba ..mau tanya nice guy di korea tayang seminggu berapa kali dan hari apa ? makasih......

    ReplyDelete
  28. honestly sampai di episode 12 kemarin saya masih meragukan perasaan maru, ragu apakah rasa cinta maru pd eungi sangat tulus??? tapi stelah baca komentar dee yg panjang -dan sepertinya lbh cocok klo saya bilang itu kata hati atau unek2 penonton- saya mulai berani meyakinkan diri bahwa kang maru benar2 sdh jatuh cinta pd seo eungi...
    semoga akhir dari drama ini akan sangat memuaskan penonton bukan mlh trjadi akhir yg g jelas. happy end atau sad end, itu adl akhir yang terbaik asal kan kita sbg penonton bisa dibuat puas menonton drama ini kan???

    ReplyDelete
  29. "Suara hati Maru yg bicara kepada ayah nya sedih banget,tulus banget dari dalam hati kata2nya buat Eun Gi."

    So,romantis bgt mereka kencannya so sweet.. pengen lihat merka lebih lama lg saat bersama2 tp ko kya ga mungkin yach...?

    Betul kata mba dee berarti Eun Gi pintar memilih pria seperti Maru,sama seperti yg Eun Gi katakan kepd Jae Hee "Kalo dia tidak pernah salah dalam memilih pria"

    Semangat mba dee n mba fanny jgn lupa preview eps 13 n 14 nya jd ga sabar lihat eps selanjutnya :D

    Gomawo...?!

    ReplyDelete
  30. mb.fanny n mb.dee mana preview eps 13-nya????

    ReplyDelete
  31. maru pada eun gi... Penyesalan datang saat cinta tumbuh... Poor!!

    ReplyDelete
  32. knapa sinop nya tanggung,,,padahal seru...d tggu ya sinop selanjutnya....

    ReplyDelete
  33. Terima kasih sinopsisnya...^^v
    Aku berharap drama ini akan happy ending :D.

    ReplyDelete
  34. akhirnya maru menyiulkan lagu lewat harmonika.. manis bgt

    ReplyDelete
  35. Love this episode so much....
    Kata-kata Maru sudah sangat mewakili betapa tulusnya cinta Maru buat Eun Gi.....*cemburu menguras hati

    Thanks mba dee sinopnya..
    Can't wait the next sinop >,<

    -tika-

    ReplyDelete
  36. Ada yang tau ngga lagu yang dimainkan Maru pake harmonika judulnya apa? thanks

    ReplyDelete
  37. Kalau mau nonton drama ini lewat web ada yg tau linknya ga? Makasih seblumnya

    ReplyDelete
  38. waaahhh...senyum x maru gk nahan
    maniiisss bgt..seneng deh liat x bikin yg liat ikutan senyum ^^
    Joong Ki oppa keren bgt suka saya ma model rambut x (eeeaaa...mlh itu yg dibhs haahaha komen gk guna)
    tp mks bnyk buat eonni eonni yg udh bkrja krs bikin sinopsis ni drama
    moga ke dpn x mkn bnyk drama dan film yg direcap dan sinopsis x mkn keceee...

    eonni eonni....FIGHTING!!!

    ReplyDelete
  39. Bingung harus komen apa sama abang yang satu ini. Dimana2 actingnya bikin meleleh. *nnton NG gara2 ga bsa move on dr DOTS

    ReplyDelete