October 20, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 12 - 1

Sinopsis Nice Guy Episode 12 – 1

Memutar waktu sedikit ke belakang, beberapa jam sebelum acara penobatan Presiden Direktur Taesan yang baru..


Pagi itu, Maru bersiap-siap memulai hari.Dengan handsfree di telinga, ia mengucapkan kata-kata yang kita pernah dengar dan diucapkan oleh Eun Gi di podium.




Di tempat lain, Eun Gi menirukan semua kata-kata Maru sambil berdandan di depan cermin. Ia sedang menghafalkan pidato. Di belakangnya, Sekretaris Hyun sedang memilih-milih baju untuk Eun Gi pakai.


Maru tiba di rumah Eun Gi, dan memilihkan sepatu untuknya. Saat Eun Gi keluar menyambutnya, tampak Eun Gi yang tak berbeda dengan Eun Gi lama saat pra-kecelakaan.


Maru tersenyum dan berkata, “Ayo pergi, Direktur Seo Eun Gi.”


Maru sudah ada di auditorium Taesan, tempat penobatan Jae Hee. Ia tersenyum sinis melihat leaflet yang dibagikan, leaflet tentang Jae Hee sebagai Presiden Direktur Taesan yang baru. Maru juga kelihatan bosan dengan pidato Jae Hee. Tapi ia tetap duduk manis di kursinya.


Jae Hee mengungkapkan keberuntungannya membangun Taesan walaupun ia sedang berkabung akan kehilangan suaminya. Dan sekarang ia pun berjanji kalau ia akan membuat Taesan menjadi perushaan global.


Semuanya bertepuk tangan, dan Maru juga bertepuk tangan dengan malas. Namun belum selesai Jae Hee mengakhir pidatonya, pintu ballroom terbuka dan muncullah Eun Gi yang didiampingi Sekretaris Hyun. Maru tersenyum dan menatap Jae Hee, ingin tahu bagaimana reaksinya.


Suara Jae Hee gemetar karena hanya dia, yang menghadap ke pintu ballroom, tahu siapa yang datang. Tapi ia tetap menegarkan suaranya, “Walaupun sayangnya ada pihak-pihak yang tak menyetujui pengangkatan saya sebagai Presiden Direktur. Direktur Go Soo Jeong dan..”


Tapi suara Jae Hee semakin gemetar. Min Young menyadari perubahan itu dan melihat arah pandangan mata Jae Hee. Betapa terkejutnya dia melihat Eun Gi. Begitu juga seluruh undangan yang hadir, termasuk jajaran direksi. Bahkan Eun Suk pun berteriak gembira, “Eun Gi noona..”


Kalimat Jae Hee benar-benar terhenti, matanya hampir keluar melihat Eun Gi berdiri di depannya dan menyapa, “Maafkan aku. Aku telah datang terlambat, kan?” Jae Hee benar-benar menahan nafas saat itu, apalagi mendengar kata-kata lembut Eun Gi, “Apakah kau baik-baik saja,.. Bu?”


Jae Hee menatap Eun Gi tak percaya. Tapi disaksikan seluruh tamu undangan dan wartawan yang akan merekam setiap gerakannya, ia tak dapat diam di atas panggung. Ia turun dan bertanya kemana saja Eun Gi selama ini? “Apaka kau tahu betapa khawatirnya ibumu ini?”

Joon Ha dan Sekretaris Hyun yang mendengar kata-kata Jae Hee tak terharu sedikitpun.


Eun Gi meminta maaf pada Jae Hee, dan Jae Hee pun memeluknya dan mengelus punggungnya. Air matanya mengalir saat berkata, “Tak apa-apa karena kau sudah kembali.”

Air mata Jae Hee bukan air mata buaya. Itu air mata tulus. Jae Hee tulus menangis karena posisi Presdir, yang hampir digenggamnya, terlepas. 

Mendengar kata-kata Jae Hee yang lembut, Eun Gi pun juga meneteskan air mata dan meminta maaf pada ibunya. 


Jae Hee sekarang duduk di kursi di samping para direksi. Namun ia seperti duduk di kursi paku, karena para direktur sesekali meliriknya sambil menatap Eun Gi yang berdiri di podium, menggantikannya berbicara.


Eun Gi mengucapkan pidato persis seperti yang ia latih bersama Maru sebelumnya. Dan ia menutup pidato dengan memperkenalkan orang yang akan membantunya dalam menjalankan perusahaan.


Jae Hee yang masih belum pulih kekagetannya, lebih kaget lagi karena mendengar Eun Gi menyebut nama, “Kang Maru-ssi.” Ia mencari-cari sosok Maru. Apakah dia ada di ruangan ini?


Semua undangan mencari orang yang dimaksud dan mendapat jawabannya saat ada sosok yang berdiri. Sontak seluruh fotografer berlari mendekati orang itu dan berlomba-lomba memotretnya.


Jae Hee menatap tak percaya. Apalagi saat Eun Gi memperkenalkan Maru sebagai tungangannya dan melihat Maru membungkuk pada seluruh tamu undangan. Tanpa sadar air matanya merebak melihat senyum Maru yang hanya tertuju pada Eun Gi yang juga membalas senyumannya.


Di ruangannya, ruangan Presdir, Jae Hee duduk sambil bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? “Bagaimana mungkin Eun Gi bisa datang kembali? Bukankah oppa telah..”

Min Young menatap Jae Hee curiga, jadi Jae Hee buru-buru menghentikan ucapannya. Ia juga tak percaya kalau Maru juga muncul kembali. Apakah itu benar-benar Kang Maru? Apakah ia sedang bermimpi?


Dan Min Young mengulang semua kenyataan yang ada di hadapan mereka. Eun Gi telah kembali dan Maru menemaninya. Karena Eun Gi belum pulih maka ia menempatkan Maru untuk menangani masalah perusahaan, menggantikan Eun Gi.


Jae Hee berteriak tak mungkin. Mana mungkin Eun Gi mau setelah tahu apa tujuan Maru. Apalagi bertunangan. Apakah Eun Gi sudah gila?


Mendengar luapan emosi Jae Hee, Min Young bertanya apa yang sebenarnya membuat Jae Hee marah? “Apakah karena Eun Gi yang kita duga tak akan kembali, ternyata kembali.." Min Young menatap tajam pada Jae Hee, “.. atau karena Kang Maru yang telah kau cari kemana-mana, ternyata muncul sebagai tunangannya?”

Ouch.. hati-hati Jae Hee, Min Young bukan terbuat dari batu. Ia juga mempunyai hati yang bisa cemburu.


Eun Gi berada di ruang kerjanya, tapi ia merasa seperti asing. Maru tahu kalau semua ini pasti berat bagi Eun Gi. Maka yang dapat ia berikan sekarang hanyalah memeluknya dan memujinya karena telah melakukan semuanya dengan baik.


Eun tak habis pikir, kenapa mereka harus melawan ibu tirinya. Sepertinya Eun Gi tersentuh dengan pelukan Jae Hee yang lembut. Tapi Maru menjelaskan kalau Jae Hee-lah yang menyerang lebih dulu. Jae Hee dulu yang mencoba merampas apa yang bukan haknya.


Eun Gi khawatir kalau kemunculannya terlalu cepat padahal ia belum pulih benar. Bagaimana jika penyakit yang sebenarnya ketahuan? Tidak. Menurut Maru mereka tak dapat menunggu lebih lama lagi resikonya lebih kecil jika Eun Gi muncul kembali.


Tapi Eun Gi masih khawatir akan kemungkinan menang mereka. Tapi Maru menenangkannya. Ia tersenyum dan meyakinkan Eun Gi, “Aku yang akan bertempur. Kau cukup terus berada di belakangku.”


Aww… so sweet banget nggak sih? Sekarang yang muncul di kepala saya hanyalah Pangeran Maru menunggang kuda. Dengan pedang di tangan dan Putri Eun Gi yang memeluk dari belakang, Pangeran Maru menumpas semua musuh yang menghadang mereka.


Maru teringat akan pertemuannya dengan Joon Ha. Joon Ha meminta Maru untuk pergi dari hidup Eun Gi setelah tujuan Eun Gi tercapai. Lagipula tak mungkin ada tempat yang tersisa untuk Maru jika ingatan Eun Gi kembali. Eun Gi akan ingat bagaimana Maru sebenarnya.


Namun jika ingatan Eun Gi tak kembali, maka Joon Ha akan menyarankan sebuah perjanjian. Ia akan memberikan apapun yang Maru minta. Maru menyindir, “Uang lagi?” Tapi Joon Ha tak terpengaruh akan sindiran itu. Lagi pula sebelumnya Maru juga tak melakukannya demi cinta, kan?

“Sekarang.. kalau ini adalah cinta, apa yang akan kau lakukan?”
Maka Joon Ha akan mencegahnya. Ia mengingatkan Maru kalau ia memiliki dokumen tentang kebusukan Maru. Jika ia menunjukkan dokumen itu pada Eun Gi, maka tamatlah riwayatnya. Bagaimana Maru menggunakan Eun Gi, mencemoohnya dan menipunya.

Maru tersenyum getir dan bertanya sendiri, “Apa aku melakukannya?”


Maka Maru memberikan jawaban. Ia minta separuh dari Taesan. Joon Ha terkejut mendengarnya. Separuh dari Taesan akan diberikan padanya jika Eun Gi mencapai tujuannya. Jika tidak, ia tak akan mau menerimanya.


Sekarang, Joon Ha pun juga teringat akan percakapannya dengan Maru saat itu. Sekretaris Hyun duduk di sebelahnya, mengagetkannya karena terlihat serius berpikir.


Sekretaris Hyun kagum akan kekuatan sebuah cinta. Selama setahun mereka berusaha sedemikian kerasnya namun sia-sia. Tapi hanya butuh 2 bulan bagi Maru untuk mengubah semuanya. Maru bisa menyelamatkan Eun Gi dan membuatnya tersenyum.

Jika bukan karena Maru, mereka tak mungkin bisa mencapai seperti yang sekarang ini. Hanya karena cintalah sebuah mukjizat yang mustahil dapat terjadi.


Joon Ha mengangguk, tapi wajahnya menampakkan kekhawatiran. Ia teringat bagaimana ia mengabulkan permintaan Maru di malam itu. Jika semunya selesai nanti, ia akan memberitahukan syarat Maru ini pada Eun Gi. 


Tapi ia mengatakan ini tanpa melihat pada Maru yang telah berdiri membelakanginya. Ia tak melihat betapa tak bahagianya Maru akan syarat itu.


Jae Hee pulang kantor dan tak dinyana kalau Maru dan Eun Gi sudah ada di dalam lift. Kesal, enggan, semua perasaan yang tadi ia rasakan, muncul kembali. Tapi ia memaksakan diri masuk ke dalam lift.


Di dalam lift, ia menyapa Eun Gi ramah, mengajaknya untuk pulang ke rumah. Tapi yang menjawab adalah Maru. Sambil meraih tangan Eun Gi dan menggenggamnya, Maru berkata kalau Eun Gi akan pulang bersamanya.


Gerakan Maru itu tak luput dari mata Jae Hee. Ia mengalihkan pandangannya dari Maru dan memusatkan perhatiannya hanya pada Eun Gi dan mengajaknya makan malam bersama. Lebih dari semua orang, ialah orang yang paling ingin merayakan kepulangan Eun Gi. Ia ingin tahu bagaimana kabar Eun Gi setahun ini.


Eun Gi menatap sesaat pada Maru dan bertanya pada Jae Hee, “Apakah dia juga bisa ikut?”


Jae Hee menghela nafas tapi langsung tersenyum pada Eun Gi kalau ia dapat melakukannya. Namun senyum itu hilang saat ia keluar lift terlebih dulu. Sementara Maru menggenggam tangan Eun Gi semakin erat.


Seperti sebelumnya saat ia akan bertemu Maru, Jae Hee berdandan dan mengoleskan lipstick ke bibirnya. Namun sesaat kemudian, ia mendesah kesal dan menghapus lipstick itu dengan marah.


Maru dan Eun Gi datang ke rumah Jae Hee. Eun Gi melihat rumahnya seperti pertama kali melihatnya. Kata Maru, ayahnya telah meninggal. Dan ia ingin melihat seperti apa almarhum ayahnya yang sebenarnya.


Di dalam rumah, Jae Hee menyambut Eun Gi dengan senyuman dan pelukan. Ia mengajak Eun Gi untuk makan malam. Tapi Eun Gi bertanya di mana kamar ayahnya? Jae Hee terkejut. Apakah Eun Gi tak tahu di mana kamar ayahnya sendiri?


Maru yang menyadari kalau rahasia Eun Gi akan terbongkar sebentar lagi, langsung maju dan bertanya balik, “Apa mungkin kau telah mengosongkan kamar Eun Gi dan kamar ayahnya, ketika Eun Gi tak ada di sini?”


Jae Hee membantah kalau ia tak pernah melakukan hal itu. Ada beberapa barang yang ia meman pindahkan karena mengingatkannya pada almarhum ayah Eun Gi. Tapi ia membiarkan kamar kerjanya seperti sebelumnya.


Maru tahu kalau ia menebak dengan benar, karena Jae Hee meneruskan dengan gugup karena Jae Hee memberitahukan kalau kamar Eun Gi sekarang sudah menjadi kamar bermain Eun Suk dan ia beralasan kalau perubahan ini terjadi karena Eun Suk sangat merindukan kakaknya dan sering bermain di kamar kakaknya.


Eun Gi meminta untuk pergi ke kamar kerja ayahnya dulu, ia akan menyusul nanti. Jae Hee menyetujuinya. Banyak yang harus dilakukan Eun Gi di kamar itu, seperti meminta maaf akan kesalahannya yang tak mendampingi ayahnya saat ia meninggal karena saat itu ia sedang tergila-gila dengan seorang pria.


Jae Hee mengajak Maru untuk membuka anggur terlebih dulu, karena malam ini tak ada asisten rumah tangga yang membantunya.

Itu hanya alasan Jae Hee semata. Saat berdua di meja makan, Jae Hee menyalak pada Maru. Mengapa Maru kembali? Bukankah Maru mengatakan tak akan berurusan dengan dirinya lagi? “Tak peduli langkah apa yang aku tempuh, tak peduli bagaimana hidupku akan berkahir, katamu kau sudah tak peduli lagi.”


Di kamar kerja ayahnya, Eun Gi menatap foto ayahnya pilu. Kata-kata Jae Hee yang tadi terus terngiang-ngiang di telinganya.


Menghadapi emosi Jae Hee, Maru terlihat kalem. Sambil membuka tutup botol anggur, Maru menjawab kalau ia sudah tak tertarik lagi pada hidup Jae Hee. Ia sudah tak ingat pada gadis yang bernama Han Jae Hee, apa yang ia lakukan untuk gadis itu, dan ia juga sudah tak ingat akan cintanya pada gadis itu.

 “Aku sekarang tertarik pada gadis yang sekarang memenuhi pikiranku, yang membuatku bertekuk lutut dan membuatku gila. Alasan aku tak dapat tidur sekarang bukan karena Han Jae Hee. Tapi Seo Eun Gi.” 

Jae Hee terpana mendengar kata-kata Maru. Maru menuang anggur dan melanjutkan kalau ia harus membasmi monster yang ingin membunuh Eun Gi. Ia mengambil makanan dan memakannya dengan alasan, “Aku harus memakannya sebelum Eun Gi memakannya. Siapa yang tahu apa yang ada di dalamnya.”


Jae Hee tak percaya mendengar kata-kata Maru. Apa Maru pikir ia akan meracuni Eun Gi? Untuk apa ia melakukannya?

Maru tersenyum dan membenarkan kata-kata Jae Hee dan seolah mencemoohnya, “Apa yang bisa membuatmu takut sehingga harus meracuni Eun Gi?”

Dengan nada menantang, Maru mengatakan kalau ia yang menjadikan Eun Gi seperti sekarang ini. Ia benar-benar sudah tergila-gila karena demi Eun Gi, ia akan melakukan segalanya untuk mengembalikan posisinya kembali.

Ia juga menyarankan Jae Hee agar segera meninggalkan semuanya ini dan pergi, “Jabatanmu sekarang, jabatan Presiden Direktur, bahkan titel Nyonya Rumah ini, semuanya ini bukanlah milikmu.”

Jae Hee sangat marah mendengar cemooh Maru. Ia sudah tak berkata sopan lagi. Ia berteriak memanggil Maru dengan bajingan dan berkata kalau ia tak takut dengan ancaman Maru, 

“Aku ini Han Jae Hee! Kenapa semua ini bukan milikku? Semua yang ada di rumah ini adalah milikku, dari garpu, piring bahkan debu yang menempel, semuanya adalah milikku. Jika aku mempunyainya, berarti aku memilikinya. Semua ini adalah milikku, sialan!”

Merasakan kehadiran Maru, Eun Gi yang terus meneteskan air mata bertanya apakah yang dikatakan Jae Hee itu benar? Karena ia tergila-gila pada seorang pria, ia tak berada di sisi ayahnya yang akan meninggal. Apakah ia dulu seperti itu? Apakah pria itu adalah Maru?


Maru meminta maaf karena semua itu benar. Tapi Eun Gi meminta Maru untuk tak menyesal, “Karena itu malah membuktikan betapa aku menyukaimu,” kata Eun Gi, walau air matanya tak dapat berhenti turun.


Ia akhirnya menundukkan muka, menyembunyikan isakan tangisnya. Maru merasa bersalah, tapi nasi sudah menjadi bubur. Ayah Eun Gi tak dapat hidup kembali.


Yang dapat Maru lakukan hanyalah menghampiri Eun Gi dan mengusap punggungnya. Ia mengajak Eun Gi untuk pulang dan makan di rumah. Hari ini sangat melelahkan dan cukup sudah Eun Gi berakting dan mengistirahatkan otaknya.


Dan Jae Hee duduk sendirian di meja makan dengan botol anggur dan piring yang penuh makanan, tapi tak tersentuh sama sekali.


Di kantor, Min Young mengamati buku tulis anak-anak yang sekarang dipegangnya. Buku itu seperti buku latihan menulis.


Ia teringat bagaimana ia menemukan buku itu di balik lemari saat ia berkunjung ke rumah Sekretaris Hyun.


Dan di sampul belakang buku, ia menemukan tulisan Semangatlah, kau pasti sembuh. Aku menunggu hari dimana kau benar-benar mengingatku. J.H


Min Young teringat pidato Eun Gi yang menyatakan kalau ia mengidap prosopagnosia karena kecelakaan mobil. Dan ia menebak-nebak, siapa J.H itu.

Apa mungkin Min Young menebak Jae Hee? Dia tak sebodoh itu, kan?


Tentu saja tidak, karena Min Young kemudian menelepon Sekretaris Jo, “Aku ingin melihat tulisan tangan Pengacara Park. Apakah kau bisa memberikannya padaku?”

Komentar :

Saya terkesan pada akting Park Shi Yeon.


Saat Eun Gi datang, kita dapat merasakan rasa takut, marah, kesal, frustasi dan khawatir yang dirasakan oleh Jae Hee saat itu. Semua gesture yang ia buat sangatlah berarti. Bahkan tarikan nafasnya yang samar pun membuat kita tahu bagaimana perasaan Jae Hee.

Dan karakter jahat Park Shi Yeon yang dulu di My Girl seakan hanya seujung kuku jika dibandingkan dengan karakter Jae Hee di sini.

Bersambung ke Sinopsis Nice Guy Episode12 - 2

25 comments :

  1. Bner kata mbak dee kagum sama akting park shi yeon..
    dia cocok banget meranin jae hee..
    bner2 bikin gregetan..hehehhe..
    tapi juga seneng sama joongki dia juga memerankan perannya dengan keren banget..
    pemain2 di nice guy emang daebak deh..

    ReplyDelete
  2. Sinopsinya kereenn...fighting!!

    ReplyDelete
  3. Karakter setiap tokoh utama disini sngt kuat n didukung ma akting para pemainY yg bgus +cerita yg bikin qta penasran, deg degan menanti kelnjutanY (^_^) please jgn buat maru mati diakhir cerita ya SW lee kyung hee(^v^) n krg jga gy ngetren drama happy ending klo zaman dlu tu bru byk bgt drama sad ending aah jdi teringat nonton memories of bali ngenes bener terakhirY (;_;) wat mba dee n mba fanny lanjut trus bikin sinopsis drama ni y (^_-) v

    ReplyDelete
  4. uhh,,,
    geregetan pengen liat lanjutannya,
    preview episode 13 belum ada ya ??
    btw maaf baru bisa kasih komentar, maklum modemnya super duper lambat,,
    hehehe, peace

    ReplyDelete
  5. Daebak banget nich film,,, ceritanya bener ga bisa ditebak, makin penasarn.
    akting para pemain nya bagus2 bagt jd pengen cepet2 beli dvd nya terus lihat mereka secara langsung berakting ..GOoD..jOB

    So sweet banget sich Maru kata2 nya "Aku yang akan bertempur. Kau cukup terus berada di belakangku." Like this Pangeran Maru

    FIGHTING MBA DEE N MBA FANNY
    DITUNGGU Preview EPS 13 N 14 nya...?

    Kamsahamnida...

    ReplyDelete
  6. belum ada preview untuk ep 13 ya?
    kira-kira eun gi akan ingat masa lalu atau engga ya?
    kalau dia ingat,dia akan melakukan apa ke maru?
    makasih mba dee dan mba fanny
    walau udah nonton tetep aja ga seru kalau belum baca sinopsis di kutudrama dan dramatezed.karena aku baru nonton 3 eps(10,11,12) yang episode lain aku baca disini
    semangaaaaaaaaaaaaaaat :D
    -tami-

    ReplyDelete
  7. Akting joong ki juga keren. Dia bener2 bisa bikin kita jatuh cinta + kadang2 bikin kesel semua yg main di nice guy aktingnya dahsyat drama ini daebak!!

    ReplyDelete
  8. aku juga tahu drama Nice Guy dari sini dan drama ini benar-benar buat setiap hari.bukan dramanya aja tapi semuanya pemain dan lagunya juga.
    joong ki beda banget waktu dia main di SKKS.chae won juga beda. aku setuju sama mba dee,park shi yeon beda banget sama di my girl lebih kerenan disini. :D
    aku baru pas ada drama ini comment biasanya selalu jadi silent reader dari tahun lalu pas ada PTB, My princess, RP. #curhat
    semangat mba dee dan mba fanny buat recap Nice Guy. karena aku lebih suka baca sinopsis dibanding nonton :D
    oh iya enaknya aku manggil mba dee dan mba fanny apa?soalnya aku masih 16th *igrone*

    -tami-

    ReplyDelete
  9. aku juga tahu drama Nice Guy dari sini dan drama ini benar-benar buat penasaran setiap hari.bukan dramanya aja tapi semuanya pemain dan lagunya juga.
    joong ki beda banget waktu dia main di SKKS.chae won juga beda. aku setuju sama mba dee,park shi yeon beda banget sama di my girl lebih kerenan disini. :D
    aku baru pas ada drama ini comment biasanya selalu jadi silent reader dari tahun lalu pas ada PTB, My princess, RP. #curhat
    semangat mba dee dan mba fanny buat recap Nice Guy. karena aku lebih suka baca sinopsis dibanding nonton :D
    oh iya enaknya aku manggil mba dee dan mba fanny apa?soalnya aku masih 16th *igrone*

    -tami-

    ReplyDelete
  10. DAEBAK...
    DAEBAK...
    like this bgt...smakin buat penasaran... ^_^

    ReplyDelete
  11. apakah yang akan terjadi di episode selanjutnya??
    saya pribadi tak dapat membayangkan,,
    semoga maru benar2 mencintai eun gi dan mereka bersatu. tak perduli tantangan apapun yang menghadang..

    ReplyDelete
  12. Aja..Aja..Fighting Mba Dee n Mba Fanny..
    Smangat nulis sinopsisx..

    ReplyDelete
  13. hihi tami, yang sweet 18th aja manggil mbak kok ^^(padahal keduanya udah pada ahjumma, biar "keliatan" muda aja *gone)
    memang setiap pembaca punya drama tersendiri yang membuat mereka akhirnya bersua...
    dan selain two thumbs up untuk kedua sinoper yang super cepat update :P
    SW dan realisasi akting dari setiap pemain juga patut diacungi jempol karena masih mampu membuat drama ini mendulang penasaran setiap minggunya >w<

    ReplyDelete
  14. sumpe aye penasaran ma recap ep 12-2 nya.. sempet baca n nonton yg bhs inggris sih... penasaran yang di kalimat terakhirnnya si maruuu... kayaknya ad kata2 "menyesal".. apa yg ia sesalkan???? ada infooo???

    ReplyDelete
  15. @anonymous : eungi yg pernah disakitinya dgn kata2nya yg paling kasar, ditolaknya, yg intinya perbuatan kasarnya pd eungi, ia menyesal utk pertama kalinya dlm hidupnya. aku sendiri sedih banget dengar pernyataan maru ini. penuh makna. hiks... hiks... hiks...

    ReplyDelete
  16. maruu.... sweet bgt si kamu ....
    emang beda ya "playboy" jg klo sm org yg dia suka/cinta/syg mah ...
    hihii

    smg maru-eun gi ttap sprti ini wlwpun ingatan eun gi tlah kmbali nanti ..

    maru ttap membantu eun gi kmbali k posisinya, dan eun gi ttap melihat maru sbg org yg dcintainya ..

    ~titaRha~

    ReplyDelete
  17. mkasih ya,,,,
    bt mba dee sma mba fanny
    yg udh nge post sinopsis nice guy....
    fighting,,,,,
    smoga bsa trus ngepost sinopsis nice guy smpai akhir,,,
    dan smoga trus ngepost sinopsis yg seru2....

    ReplyDelete
  18. Semangat...semangat mbak dee n mbak fanny....di tunggu part selanjutnya :)

    ReplyDelete
  19. kak, ntar mau bikin sinop missing you gak?

    ReplyDelete
  20. makin keren dan so daebak dah

    ReplyDelete
  21. kira" ada yg tau brand lipstick yg di pake han jae hee ga? yg pas dia ngaca sambil make lipsticknya itu hehe

    ReplyDelete