October 14, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 10 - 2

Sinopsis Nice Guy Episode 10 - 2


Eun Gi masih tekun menulis. Kali ini ia menulis tentang pertemuannya hari itu di buku hariannya. Aku bertemu dengan Kang Maru hari ini. Aku langsung dapat mengenalinya. Tapi ia tetap berbohong.


Eun Gi merobek sebagian halamannya dan menunduk kesal.



Sama seperti kakaknya, Eun Suk menulis buku harian. Jae Hee menemukan buku harian itu dan membacanya. Eun Suk menulis Ibuku selalu sibuk setiap hari. Jadi ia tak lagi bermain denganku. Ia tak membacakanku satu buku pun.

Di halaman berikutnya masih ada tulisan Eun Suk. Aku kangen dengan Eun Gi Noona.Senang rasanya jika ia kembali dan bermain monster game denganku.

Aww.. Eun Suk manis banget. Eun Gi yang jahat padanya, ia anggap sebagai permainan monster-monsteran. Ia pun juga menggambar wajah Eun Gi yang sangar.   

Eun Suk yang baru saja mandi untuk tidur malam, senang melihat ibunya ada di kamar. Apalagi kali ini ibunya yang akan mempersiapkan semuanya.


Sambil duduk dan mengolesi lotion ke pipi Eun Suk, Jae Hee bertanya apakah Eun Suk kangen dengan Eun Gi? Bukankah Eun Gi suka jahat pada Eun Suk?

Jawaban Eun Suk polos sekali, “Tapi dia kan kakakku. Bu, apa Ibu tak kangen pada Eun Gi Noona?”


Jawaban Eun Suk membuat Jae Hee tak bisa berkata-kata untuk beberapa saat. Tapi kemudian ia tersenyum dan mengatakan kalau ia juga kangen pada Eun Gi. Hanya saja jika Eun Gi muncul, mereka berdua akan berada dalam bahaya.


Jae Hee memeluk Eun Suk dan memintanya untuk tak menunggu Eun Gi lagi. Jika Eun Gi kembali, maka  Eun Suk akan mendapat kesusahan. Dan dalam hati ia berkata kalau ia akan melakukan segalanya untuk menghentikannya.


Maru pulang dan menemukan catatan yang dituliskan Eun Gi untuknya, Kang Maru, segera hubungi aku jika kau telah mengingatku. Aku akan menunggumu. Ia menyimpan pesan itu dan masuk ke dalam rumah.


Di halaman, Jae Gil sedang menunggunya. Ia melemparkan sekaleng bir untuk Maru dan bertanya apakah Maru baru saja pulang dari menipu orang yang lemah dan mudah diserang? Maru tak menjawab, hanya duduk di samping Jae Gil dan membuka kaleng bir. Ia malah bertanya tentang Choco. Apakah Choco sudah tidur?


“Ia pergi meninggalkan rumah,” Jawab Jae Gil pendek.

Maru kaget, ia tak jadi minum. “Apa?”

“Ia  mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan rumah. Ia tak mau menerima apapun darimu  lagi di masa yang akan datang. Ia tak mau memakai sepeserpun dari uang kotormu itu.”


Maru semakin kaget karena menurut Jae Gil, siang tadi Choco menguangkan semua tabungan dan asuransinya. Ia kemudian memberikan semua uang itu pada ayah pelajar yang kemarin datang ke rumah. Untungnya pria malang yang Maru tipu itu tidak mati. Uang itu akan digunakan pria itu untuk mendapat perawatan rumah sakit dan membuka kios.

“Kenapa kau tak mencegahnya? Saat ia melakukan kegilaan itu, kenapa kau tak mencegahnya?” tanya Maru marah.

“Untuk apa aku mencegahnya? Aku bahkan memuji tindakannya,” jawab Jae Gil. “Aku tak tahu darimana adikmu mempelajarinya. Tapi dia bisa berpikir benar. Aku tak tahu bagaimana kau bisa memiliki adik sebaik itu.”


Maru mencengkeram kerah Jae Gil, “Apakah kau tahu bagaimana payahnya aku mencari uang itu?”

Jae Gil tahu. Ia bahkan sangat tahu bagaimana Maru mendapatkannya.  Ia bisa menutup mata saat Maru dulu mencari uang dengan menjual tubuhnya. Tapi tidak sekarang saat Maru menjual jiwanya. “Karena aku tahu darimana uang itu berasal. Choco juga tahu. Jika kau menjadi dia, apakah kau juga mau menggunakan uang itu? Kalau aku, lebih baik aku mati saja!”

Jawaban Jae Gil yang diluar dugaan Maru itu membuat Maru kehilangan kendali. Ia langsung memukul Jae Gil, walau setelah itu ia kaget dengan tindakannya itu. Ia tak menyangka bisa memukul sahabatnya sendiri.


Tapi Jae Gil tak marah dengan pukulan Maru. Sama seperti Choco, ia juga akan pergi meninggalkan rumah, “Sejak aku kembali dari rumah pria yang kau tipu itu, tiba-tiba nafasku terasa berat jika harus menghirup udara yang sama denganmu.”


Dan Jae Gil pun meninggalkan Maru yang duduk termangu sendiri.


Jae Gil menemui Choco di tempat sauna. Walaupun wajah Choco pucat, tapi Choco masih sempat memijiti kaki seorang nenek yang mengeluh tak bisa tidur karena sakit. Setelah nenek itu tertidur, Choco mengikuti Jae Gil pindah ke tempat lain. 


Choco bertanya tentang kabar Maru. Apakah ia baik-baik saja? Ia berharap dengan kepergiaannya, Maru menyadari kesalahannya dan kembali ke kehidupan normalnya.


Jika tadi Jae Gil membela Choco, maka sekarang ia membela Maru di hadapan Choco. Ia mengatakan kalau semua yang dilakukan Maru adalah demi Choco. Kakaknya itu bisa mati jika Choco tak ada di sisi Maru, “Walaupun seluruh dunia menghina dan menyalahkannya, kau tak boleh ikut melakukannya.”


Sama seperti Maru, Choco pun marah pada Jae Gil karena memihak kakaknya. Namun sama seperti yang Jae Gil lakukan pada Maru, ia meminta Choco untuk melihat dari posisi Maru. “Jika kau menjadi dia, apakah ia senang melakukan hal ini? Ya. Kau memang malaikat dan dia adalah setannya. Tapi bagaimana mungkin kau memberikan semua uang itu pada pria itu?”


Hmm.. si Ashton Kutcher ini oke juga.


Ditinggal sendiri, Maru hanya bisa termangu. Saat mengambil handphone di saku, tak sengaja ia mengambil post it dari Eun Gi. Dibacanya kembali pesan Eun Gi dan ia berbaring di luar rumah sepanjang malam.


Sementara Eun Gi menempelkan kembali lembar buku yang ia sobek.

Dan Jae Hee tertidur di samping Eun Suk.


Keesokan paginya, Min Young dikejutkan dengan kedatangan Jae Shik yang membuat keributan di kantor. Ia hanya ingin menemui Min Young.


Di ruangan kantornya, Min Young langsung mengeluarkan beberapa lembar uang untuk Jae Shik. Tapi Jae Shik mencemoohnya, ia bukan pengemis (yang mau uang recehan). Ia berpikir untuk meminta apartemen Tae San.

Haha.. kebayang oleh saya, bagaimana sulitnya Jae Hee untuk mempertanggungjawabkan pada pemegang saham jika apartemen itu benar-benar berpindah ke tangan Jae Shik.


Jae Shik meminta imbalan sebesar itu, karena ia mengetahui sesuatu. Ia menunjukkan video rekaman Eun Gi di handphonenya dan berkata kalau gadis itu kembali, pasti akan menyulitkan posisi Jae Hee dan Min Young, kan?


Min Young kaget dengan penemuan Jae Shik. Dimana Jae Shik menemukan Eun Gi? Jae Shik tertawa mendengar pertanyaan konyol itu. Jika Min Young menjadi dirinya, apa mungkin Min Young mau memberitahukan dengan mudahnya?


Jae Shik pun mengulang pertanyaannya lagi, “Jadi apa kau mau memberikan apartemen Tae San?”


Sekretaris Jo memberikan perkembangan terbaru dalam perusahaan. Para direktur sangat marah saat mengetahui kalau Eun Gi memata-matai mereka dan menyimpannya dalam sebuah dokumen. Dokumen itu berisi semua kesalahan dan kelemahan para direktur. Tapi walaupun begitu, banyak juga pihak yang meragukan isi dokumen itu.


Handphone Sekretaris Jo berbunyi. Dari Joon Ha. Jae Hee menyuruh Sekretaris Jo untuk mengangkatnya. Ternyata Joon Ha ingin bertemu dengan Sekretaris Jo.


Namun yang datang ke ruangan Eun Gi untuk metemui Joon Ha bukannya Sekretaris Jo, melainkan Jae Hee. Maka Joon Ha pun bertanya pada Jae Hee, apakah Jae Hee yang menyuruh mengembalikan dokumen mata-mata itu ke komputer Eun Gi? Jae Hee melakukan itu untuk menghapus Eun Gi dari Tae San, kan? “Kau yang mengirimkan dokumen itu kepada para direktur, kan?”


Jae Hee tersenyum dan berkata kalau Eun Gi seharusnya lebih mempercayai direkturnya, bukannya malah memata-matai bawahannya. Bayangkan jika dokumen itu sampai ke tangan media.


Joon Ha berteriak kalau Eun Gi tak pernah melakukannya. Presdir Seo-lah yang memiliki dokumen itu. Saat ia memberikan dokumen pada Eun Gi, Eun Gi marah besar dan langsung menghapus dokumen itu ke recycle bin. Tapi sekarang dokumen itu muncul kembali ke dalam komputer Eun Gi.


Jae Hee sadar kalau Joon Ha tak dapat ditipu, maka ia menggunakan cara lain. Ia, yang telah duduk dengan menyilangkan kaki di depan Joon Ha, bangkit dan menghampiri Joon Ha.


Walaupun Jae Hee tahu kalau Joon Ha akan mengkhianatinya suatu saat nanti, tapi tahukah Joon Ha alasan mengapa ia tetap mempekerjakan Joon Ha? “Kau adalah orang yang berani mengambil resiko, menarik dan pintar. Kau juga tahu kalau yang sedang aku lakukan ini adalah untuk mempermudah hidupku.  Sama seperti ayahmu.”


Jae Hee mundur dan tak lagi berbisik, ia berkata, “Dan jangan memanggilku ‘kau’. Aku ini adalah orang yang bahkan tak boleh kau tatap, karena aku adalah pemilik Tae San. Lain kali ucapkan dengan benar.”


Sepanjang malam hingga pagi, Maru tertidur di luar rumah. Ia bermimpi saat terakhir ia mengejek Eun Gi yang mudah percaya dan jatuh cinta padanya hanya karena ia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan boneka Barbie milik Eun Gi. Dengan keji Maru berkata kalau ia bisa melakukan segalanya untuk mendapatkan Jae Hee kembali. 


Dan saat melihat kembali tabrakan di terowongan, dimana ia sempat melihat wajah Eun Gi yang menangis, itulah yang membuat Maru terbangun berpeluh keringat, pucat seakan melihat hantu dalam mimpinya. 


Tak dapat disangkal kalau kejadian itu terus menghantui hidupnya.


Jae Shik mengintai rumah Eun Gi. Saat melihat Sekretaris Hyun pergi, ia mulai bergerak.


Di halaman, Eun Gi memotret apa yang bisa ia tangkap dengan kameranya. Ia melihat-lihat foto-foto di kameranya dan mulai menyebutkan namanya dalam bahasa Inggris. Ia menyebut langit, dan kemudian berkata ‘Sky’. Tapi ia kesulitan saat mengeja cloud dan film.


Melihat fotonya, ia menyebut Seo Eun Gi. Dan melihat foto Maru, ia menyebut Kang Maru. Kemudian ia asyik memandangi foto-foto Maru yang masih tersimpan di kameranya.


Keasyikannya itu terganggu oleh suara seorang pria yang memencet bel rumah. Semula ia tak mempedulikan, hingga pria itu mengatakan kalau ia adalah suruhan dari Kang Maru.


Buru-buru Eun Gi membukakan pintu, dan di sana berdiri seorang pria yang mengaku adalah kakaknya Maru. Pria itu berkata kalau Maru memintanya untuk menjemput Eun Gi, karena Maru ingin berbicara dengannya.


Eun Gi yang lama pasti tahu kalau ini adalah jebakan. Tapi tidak dengan Eun Gi baru yang masih polos seperti anak-anak. Ia tersenyum girang dan meminta waktu satu menit saja untuk bersiap-siap dan langsung masuk rumah. Eun Gi membongkar seluruh isi lemarinya dan mulai mematut-matut dirinya di cermin, mencari baju yang cantik untuk menemui Maru.


Ditinggal sendiri di depan, Jae Shik tersenyum bangga akan dirinya sendiri, “Ahh.. mudahnya.”


Min Young menemui Jae Hee yang termenung sendiri, stress akan tekanan yang sedang ia hadapi. Teringat percakapannya dengan Jae Shik yang menawarkan untuk membuat Eun Gi tak akan pernah kembali ke Tae San, Min Young memutuskan tak akan memberitahukan kejadian ini pada Jae Hee.


Min Young malah memberitahukan perkembangan terkini akan dokumen rahasia yang disebar ke para direktur. Usaha Jae Hee sepertinya membuahkan hasil. Walau tak mudah membujuk orang yang setia pada Eun Gi, tapi jika hal ini terus berlanjut, pemecatan Eun Gi akan mungkin terjadi. 


Memang tak mudah, tapi aku selalu berhasil,” kata Jae Hee bangga. “Seperti keajaiban aku sampai di posisi seperti ini.”

Keajaiban? Membunuh dua orang dan memasukkan satu orang ke dalam penjara, ia sebut sebagai keajaiban? Yeah..right.. Wanita ini benar-benar delusional.


Eun Gi mengikuti Jae Shik pergi dengan wajah sumringah. Di dalam mobil senyumnya tak pernah hilang. Bahkan Jae Shik pun bisa melihat kalau Eun Gi sangat menyukai Maru. Jae Shik tak habis pikir bagaimana mungkin Eun Gi bisa meyukainya? “Maru lebih jelek dariku.”


Senyum Eun Gi langsung hilang saat itu juga, dan berkata, “Paman, dia lebih tampan daripada Paman.”


Bwahaha.. Jae Shik tak dapat membalas kata-kata Eun Gi, maka ia pun menawarkan minuman untuknya. Eun Gi tersenyum lagi dan berterima kasih karena sebenarnya ia sedikit haus.


Di rumah, Maru kedatangan Sekretaris Hyun yang ingin menjemput Eun Gi. Maru tak tahu apa yang dimaksud oleh Sekretaris Hyun, maka Sekretaris Hyun memberikan pesan yang ditulis Eun Gi sebelum ia pergi,

“Kata Kang Maru, ada yang ingin ia katakan padaku dan meminta pria ini untuk menjemputku. Kurasa ia telah mengingatku. Aku akan segera kembali.”

Tapi Maru tak pernah menyuruh orang untuk menjemput Eun Gi. Mengetahui hal ini, Sekretaris Hyun menjadi panik. Apa yang harus ia lakukan sekarang?


Membaca pesan itu lagi, Maru merasa orang yang menjemputnya juga mengenal dirinya. Dan pikirannya langsung tertuju pada Jae Shik. Ia pun menelepon Jae Shik, tapi Jae Shik tak mengangkatnya.


Saat itu Jae Shik sedang menghubungi temannya, seorang germo, dan mengatakan kalau ia sedang menuju ke sana dengan membawa calon gadis penghibur yang jauh lebih cantik dari gadis-gadisnya yang biasa. Begitu melihat call in waiting dari Maru, Jae Shik segera menyudahi pembicaraannya dengan temannya dan kemudian ia langsung mematikan handphone itu.


Sekretaris Hyun teringat pada GPS yang ia pasang di handphone Eun Gi setelah kecelakaan mobil lalu, dan menunjukkannya pada Maru. Apakah mereka perlu meminta bantuan polisi?


Maru langsung menyambar handphone Sekretaris Hyun dan berkata kalau mereka tak perlu menghubungi polisi, karena ia akan menemukan Eun Gi dengan segera. Maru meminjam handphone itu  dan akan mengabarik Sekretaris Hyun jika ada kabar ia akan menghubungi nanti.

Sekretaris Hyun kaget karena handphonenya disita, dan berteriak, “Bagaimana kau bisa menghubungiku?” Tapi Maru sudah keburu pergi.


Maru segera melarikan mobilnya untuk mengejar Eun Gi. Ia mencoba menelepon Jae Shik kembali, tapi handphone Jae Shik benar-benar udah dimatikan.


Jae Shik ini ibaratnya kelinci di perlombaan kelinci dan kura-kura. Tahu kalau keberadaannya tak dapat dikejar dan Eun Gi pun juga tertidur (sepertinya minumannya diberi obat tidur), ia berhenti di rest area dan menghabiskan banyak waktu di toilet, Setelah keluar di toilet pun ia masih menyempatkan diri untuk melihat-lihat buku bacaan di dalam minimarket.


Namun keleletan kelinci ini, membuat harapan kita agar Maru menemukan Eun Gi semakin besar. Pada akhirnya Maru menemukan lokasi rest area tempat mobil Jae Shik berada. Tapi ia masih harus menemukan mobil Jae Shik. Maka ia turun dari mobil, melihat satu persatu mobil yang parkir.


Ia mencoba menelepon handpone Eun Gi, tapi Jae Shik, yang sudah ada di dalam mobil, mengambil handphone Eun Gi dari tas dan kemudian mematikannya. Ia kemudian menjalankan mobilnya dan meninggalkan rest area.


Maru semakin panik mendengar voicemail yang muncul di handphone Eun Gi. Dia mencoba menelepon lagi..


.. dan secara kebetulan ia melihat Eun Gi yang tertidur di dalam mobil hitam yang melewatinya.


Maru segera mengejarnya, tapi mobil itu sudah berjalan dengan cepat. Maka Maru masuk ke dalam mobilnya dan mengejar mobil Jae Shik.


Tak lama, ia dapat menyusul mobil Jae Shik dan menjajari mobilnya. Dengan masih melaju kencang, Maru membuka jendela dan mengklakson menyuruh Jae Shik untuk minggir.


Jae Shik kaget melihat Maru tiba-tiba muncul di sampingnya. Ia semakin mempercepat laju mobilnya, mencoba lepas dari kejaran Maru.


Tapi Maru tak mau melepaskan Jae Shik. Ia menginjak gas lebih dalam, dan membelokkan mobilnya tepat ke hadapan mobil Jae Shik yang melaju kencang, dan berhenti.


Jae Shik kaget dan otomatis menginjak rem, hingga mobilnya berdecit dan berhenti.

Eun Gi yang terbangun karena mobil berhenti tiba-tiba, kaget melihat ada mobil yang ada di hadapannya. 


Tapi senyumnya mengembang saat melihat Maru turun dari mobil.


Aww… my knight ini shining armour.

Eh, salah.. Eun Gi’s knight ini shining armour. 

Komentar:


Membutuhkan sebuah penculikan yang membahayakan jiwa Eun gi sehingga Maru mau melepaskan topengnya.

Saya jadi teringat akan Choi Young (Faith). Ia yang baru saja sadar dari koma, langsung pergi untuk menyelamatkan Eun Soo yang dijemput paksa oleh Ki Chul. Saat itu ia belum menyadari kalau hatinya sudah berjalan ke arah Eun Soo. Yang ia tahu, ia harus menyelamatkan Eun Soo. Titik.

Begitu pula dengan Maru. Maru masih menganggap perasaan yang dialaminya adalah perasaan bersalah. Maka ia tak mau berhubungan lagi dengan Eun Gi, karena tak mau menambah perasaan bersalah itu. 


Gerak refleknya saat menyembunyikan wajah Eun Gi dari pandangan Jae Shik adalah salah satu bukti perasaan Maru. Begitu pula saat mengetahui Eun Gi diculik.


Jika Maru benar-benar menganggap hubungan mereka adalah hubungan biasa, maka ia pasti akan membiarkan Sekretaris Hyun untuk menghubungi polisi. Dengan bantuan GPS yang masih terhubung di handphone Eun Gi, polisi pasti dengan mudah melacak keberadaan Eun Gi, bahkan menangkap Jae Shik.

Tapi tidak. Maru begitu khawatir, hingga tanpa berpkir panjang, ia langsung berangkat untuk menyelamatkan gadis itu sendiri, tanpa bantuan polisi.


Saat ini Eun Gi benar-benar damsel in distress. Karena amnesia, ia tak siap menghadapi dunia nyata yang kejam. Contoh nyatanya adalah ia dengan mudah diperdaya oleh Jae Shik yang mengaku hyung-nya Maru. Oleh karena itu ia harus memiliki seseorang yang dapat melindunginya.

Bagi Eun Gi, Maru bagaikan Prince Charming-nya. Dan mau tak mau, suka tak suka, Maru  telah jatuh dalam kategori a Knight in Shining Armour. Ksatria berkuda putih yang menyelamatkan sang putri.

Jika Maru masih membantah kalau ia bukanlah ksatria berkuda putih penyelamat sang putri, maka Maru perlu dibukakan matanya, karena Maru sendiri yang mengganti mobilnya yang rusak berat karena kecelakaan, dengan mobil berwarna putih.


Is it fate, or what?

24 comments :

  1. Wah...g sbar liat klanjutannya,,apa stelah ni kang Maru bkal terang2an ngelindungin eun gi....

    ReplyDelete
  2. seru bngt unnni
    penasaran ep .11
    kaya apa yah
    jadi degan degan ini tgg ep slanjutanya
    tq sinopsisnnya
    semangat

    ReplyDelete
  3. so sweet bgt ....
    maru super hero menyelamatkan eun gi dr jae shik...?

    semakin ga tega lihat eun gi n maru...
    mba dee nice guy brpa episode sich..? 16 or 20

    FIGHTING

    ReplyDelete
  4. mencurigakan nih endingnya..hhmmm..sad ending kayaknya..siap2 tissue

    ReplyDelete
  5. Seneng sekali melihat ekspreasi Maru di akhir ep 10, lega plus marah (lega krn Eun Gi selamat, marah krn Jae Shik menculik Eun Gi).

    Di prev ep 11 ada scene Maru ada di dpn kamar Eun Gi (hiasan dindingnya sama di ep 10). Apa berarti Maru dtg ke rumah Eun Gi? (Soalnya baju yg dipakai Eun Gi tdk sama dgn yg dipakai waktu dibawa kabur Jae Shik, berarti hari setelahnya...).

    Woaaa...nggak berani berkhayal macem2 ttg lanjutan drama ini, soalnya scripter drama ini selalu tak terduga ditambah terkadang ada scene yg disembunyikan.

    Teteup ngarep semoga di ep selanjutnya ada kisah maniz Maru-Eun Gi, walaupun dibayangi akhir drama yg sad ending .
    Ooooo semoga tidak!!!

    -anit-

    ReplyDelete
  6. keren maruu..
    nyelamatin eun gi.nyaa
    btw jaejoong jyj kayaknya nonton drama ini jugaa..hehehe.. #salahfokus

    ReplyDelete
  7. choco rambutnya kok dipotong? Eman...

    ReplyDelete
  8. Haha mba dee aku ketawa plus kagum pas baca komen mba dee :
    "karena Maru sendiri yang mengganti mobilnya yang rusak berat karena kecelakaan, dengan mobil berwarna putih."

    Daebak ~~~~ mba dee bener-bener punya mata elang >.< hehe

    Btw,makasih sinopsisnya walau aku udah nonton tapi kurang sreg tanpa baca sinopsis di kutudramatized ^^

    ReplyDelete
  9. aduh, ga sabar banget mba dee nunggu sinopsis lanjutannya . semoga ga sad ending deh, aamiin :D

    musim UTS malah galau gegara drama ini, adoh baru nemu drama yang bisa menggalaukan walau spoilernya udah ada, bahkan ini udah sepuluh episode, marunya masih tetep pura pura :(, eonniku kasian TT

    chemistry mereka, ahh cocok banget, bikin envy

    -elis hidayanti-

    ReplyDelete
  10. @lien, nihaal, elis : iya, menunggu2 episode 11. Habis ini Maru masih ngeles kalo dia gak ada apa2 sama Eun Gi, ga ya? Dari preview ep 11 sih, dia nanya balik ke Joon Ha, gmana kalo dia juga menyukai Eun Gi.
    Moga2 itu bener, walau biasanya preview tuh ga sesuai dengan cerita sebenernya.
    @tika : 20 episode ga tau nanti kalo di extend.
    @vitaa : mungkin mau nunjukin sakitnya dia kali. kok kayanya choco tuh pucet banget dengan gayanya dia yang sekarang.
    @indria : drama2 si penulis naskahnya si pada mati semua, kecuali yang terakhir, yang ada Song Joong Ki didalamnya.Jadi kemungkinan sad ending sih ada.
    @retna : oya, jae jong nonton? hehe.. nanti kalo I missyou nya YC main, jae jong tetep nonton nice guy, ga ya? kan di time slot yang sama, tuh.. :)
    @ninakim :nggak juga, sbnernya aku emang nunggu2 mobil joong ki ganti warna putih. jadi serasa simbolis dia emang akan jadi ksatria berkuda putih buat Eun Gi.
    @anit : kayanya aku sekarang nggak menduga-duga lagi, tapi berharap aja. Kmrn2 dugaan2ku salah, tapi sekalinya ngarep, berhasil :) Ayo kita ngarep bisa happy end aja.

    ReplyDelete
  11. wahhh, seruuuu..
    g sbr nunggu ep selnjutnya, sabar" hari rabu sebentar lagii^^
    mb dee, bisa aja ngumpamain maru ama ksatria berkuda putih..
    -sabila-

    ReplyDelete
  12. Inilah drama korea yg sanggup membuatku ketagihan...sampai2 saat kerja pun selalu update berita terkait....

    Wowww...luar biasa....semoga Happy end...

    ReplyDelete
  13. huwaaa... seneng banget ngeliat maru mulai membuka wajah sebenarnya... hehehhe..
    walaupun nanti sad ending tapi biarkan maru merasakan kebahagiaan bersama eun gi yg tak terlupakan dulu lah,,,,,,, tapi kl happy ending mah berharapppp banget aamiiinnn... mari doa bareng2 hehehehe

    ReplyDelete
  14. wah dah gk sbar lg nunngu kelanjutanya......
    jgn lama lama yah coz penasaran bgt,,,thx

    ReplyDelete
  15. mbak dee... klo sad ending tolong sinopsisnya jadiin happy end ya :) bissaaaa kannn #maksa :))

    ReplyDelete
  16. kenapa kelanjutan drama ini selalu bikin penasaran.

    ReplyDelete
  17. Seo Uen Suk ini kira2 adiknya Eun Gi ato malah putranya Jae hee sm Kang Maru ya?
    hehehe,... penasaran abis soalnya.

    ReplyDelete
  18. Mkin seru aja nih, ga sabar pengen liat Maru jatuh cnta ma Eun Gi..

    ReplyDelete
  19. ulang tahun yang berakhir duka bagi eun gi ckck
    tapi mengawali sesuatu yang akan berakhir manis *amin

    BIG THANKS TO MBAK DEE DAN MBAK FANNY! t-o-t-a-l haha :D
    kayaknya mbak elok juga bakal mengakhiri drama arang dengan perfect tanpa tertinggal 1 pun :)
    PROUD OF U ALL...
    mianhe mbak dee baru ngasih pompom(ato popcorn?wkwkwk): *\^^/*
    *\^^/*
    *\^^/*
    *\^^/*
    *\^^/*

    ReplyDelete
  20. Haii Dee.. Ini pertama kali nyaaa,komen di blog ini.. Biasanya cuma jd silent reader aza.. Seneng banget,dengan recapnya,Dee & Fanny.. Happy deh, bisa nemu blog kalian.. Tulisannya juga top abisss.. Tetap semangat yaaa.. Di tunggu lanjuttannya... Hehehe

    Gomawoo,Dee & Fanny :-)

    *Meilani*

    ReplyDelete
  21. seneng bgt liat maru gt.... tp kesel gara2 maru g mw jujur ma perasaanya sendiri ma eun gi.
    emosi aku.... emosi aku....
    kasian eun gi nya

    ReplyDelete
  22. omaaa keeren deh Kang Maru geregetan aja gitu ngeliatnyaa wow bgt . Apalagi rambutnya yang sekarang ?-

    ReplyDelete
  23. Nnton ini lagi gara2 susah move on dr kapten yoo si jin... <3

    ReplyDelete