October 7, 2012

Sinopsis Faith Episode 9 - 2

Sinopsis Faith Episode 9 - 2


Choi Young mengunjungi rumah Suribang setelah sebelumnya ia mengeluarkan medali yang diberikan oleh dayang Choi (orang Suribang ada dimana-mana, jadi ia cukup memegang medali itu, dan kelompok Suribang langsung bisa mengenalinya). Ia menyuruh Dae Man untuk pulang dulu. Ia akan pergi sendiri.



Sambutan di rumah Suribang luar biasa. Pertama ia harus menghadapi salah seorang anggota yang menyerangnya. Ada lagi yang memanahnya dari atap rumah. Kemudian ada lagi seoarang pemuda melambai yang juga menyerangnya. Apakah pemuda melambai itu bisa mengalahkan Choi Young?


Sebaliknya, pemuda itu menyerahkan dirinya dengan jatuh ke pelukan Choi Young.


Choi Young sepertinya sudah paham dengan sifat kelompok itu. Dengan wajah bosan ia memanggil seseorang dan berteriak untuk menjauhkan pemuda melambai itu darinya.


Teriakan itu ia tujukan pada seorang kakek nenek (kakak beradik) yang nangkring di atas atap melihat pertunjukkan Choi Young. Mereka ini adalah pemimpin kelompok Suribang. Kakek Suribang menyindir Choi Young yang sekarang sudah menjadi anjing Raja yang baru.


Mereka duduk semeja dan Choi Young memakan hidangan yang disiapkan oleh Nenek Suribang. Walau Choi Young harus berpindah meja karena pemuda melambai itu terus-terusan melayaninya, mengambilkan ini itu ke sendok Choi Young.


Choi Young menjelaskan Gong Min ingin menjadi raja yang layak, tapi ia tak memiliki cukup orang yang berpihak padanya. Maka Choi Young ingin agar kakek nenek Suribang menolongnya menemukan orang-orang yang tepat di samping Raja, karena kakek nenek Suribang memiliki segala informasi di luar sana.

Hmm.. kakek nenek Suribang ini buyutnya om Google, ya?


Di rumah Ki Chul, Eun Soo yang sudah melepas jubah putihnya, mencoba menyerang para pengawal dengan tasnya. Ia berniat untuk pergi dari rumah Ki Chul. Para pengawal itu ragu menyerang Eun Soo, karena Eun Soo membawa-bawa nama langit. Untungnya Ki Chul (yang diberitahu oleh Eum Ja kalau Ki Chul harus melakukan sesuatu) datang menyelamakan para pengawal itu.


Ki Chul melarang Eun Soo untuk pergi karena Raja telah menyerahkan Eun Soo padanya. Tapi Eun Soo menolak, karena ia adalah miliknya sendiri yang tak bisa dipindahtangankan begitu saja.


Saat Ki Chul mengancamnya, ia mengancam balik kalau ia berasal dari langit dan mengetahui masa depan, maka Ki Chul seharusnya tak membuatnya marah.


Walaupun akhirnya Ki Chul berhasil menyuruh pengawal untuk membawa Eun Soo masuk, tapi di dalam dayang Choi telah menunggunya dengan sebuah berita. Ratu No Gook sakit keras, dan Gong Min ingin meminjam tabib langit. Hanya tabib langit yang dapat menolong Ratu.


Mulanya Ki Chul curiga, namun laporan dari mata-mata Moogakshi-nya mengatakan kalau Ratu memang sakit keras. Dayang Choi bahkan meminta Ki Chul untuk pergi mendampingi Eun Soo ke istana.


Di kamar No Gook, Gong Min mengunjungi istrinya yang terbaring pucat. Ia bertanya pada Jang Bin yang merawat, bagaimana keadaan istrinya? Jang Bin menjawab kalau kondisi Ratu tak begitu baik. Gong Min duduk di sisi dipan No Gook, seakan menjadi tanda agar Jang Bin dan kasim meninggalkan ruangan.


Setelah mereka berdua, Gong Min meminta maaf karena istrinya harus melakukan hal yang sulit seperti ini. No Gook pun bangun dan menjawab kalau yang ia lakukan ini tidaklah sulit.

Ahh.. ternyata sakitnya No Gook adalah pura-pura.


Gong Min menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa melakukan apapun hingga Ratu harus membantunya.


Tapi No Gook menyela, “Saya ingin melakukannya. Saya ingin membantu Paduka, bagaimanapun caranya. Tapi apapun bantuan yang saya coba lakukan, malah membuat Paduka marah. Itulah yang terasa sulit baginya.


Gong Min perlahan-lahan membuka kelambu dipan dan bertanya, “Karena ketidakmampuanku?”


No Gook menatap Gong Min yang sekarang dapat ia lihat jelas, “Kata-kata itulah yang saya benci dan tak ingin saya dengarkan.”


Eun Soo datang bertiga bersama Ki Chul dan Eum Ja. Tapi yang dayang Choi hanya memperbolehkan Eun Soo dan Ki Chul untuk masuk. Eum Ja harus menunggu di luar, ditemani oleh para woodalchi yang sudah bersiap dengan pedangnya.


Dayang Choi mengantarkan mereka berdua. Tapi bukannya mengantarkan  ke ruangan ratu, dayang Choi malah mengantarkan ke aula istana dan langsung menutup pintu dari luar, meninggalkan mereka berdua sendirian.


Namun kesendirian mereka tak berlangsung lama karena Gong Min masuk dan menyapa Eun Soo, seperti kawan lama. Ki Chul hanya bisa mengangkat alis melihat betapa kalemnya Gong Min padahal istrinya sedang sakit keras.


Semuanya menjadi jelas saat Choi Young masuk dan melaporkan pada Raja kalau pemeriksaan kerajaan sudah dapat dimulai.


Choi Young memanggil nama lengkap dan pekerjaannya. Ia memberitahu kronologis kejadian : Eun Soo memasuki rumah Pangeran Kyeong Chang, menculiknya selama dua hari satu malam dan memindahkannya ke rumah Gubernur Gwangha, orang yang merencanakan ini semua. Gubernur Gwangha menyembunyikan Eun Soo dan Pangeran Kyeong Chang, bahkan ia juga bernegosiasi dengannya, pemimpin Woodalchi.


Eun Soo terkejut mendengar dakwaan Choi Young. Apalagi Ki Chul.


Choong Seok membawa Gubernur Gwangha, yang sudah babak belur, masuk ke dalam aula istana. Sambil berlutut, Gubernur Gwangha langsung menyatakan dirinya tak bersalah. Begitu melihat Ki Chul, ia langsung memegang ujung jubah Ki Chul dan meminta Ki Chul menyelamatkannya.


Tapi Ki Chul yang berpikir cepat, menarik jubahnya dan berpura-pura tak mengenal baik Gubernur Gwangha. Ia bertanya pada Choi Young, apa yang dilakukan oleh tabib langitnya?


Maka Choi Young bertanya langung pada Eun Soo, siapa yang memerintahkan Eun Soo untuk pergi menemui Pangeran Kyeong Chang?


Eun Soo ternganga mendengar pertanyaan Choi Young. Bukankah waktu itu..? Eun Soo hampir melanjutkan kalimat jika ia tak menangkap gelengan kepala Choi Young. Ia teringat pertanyaan Choi Young tentang apakah ia mampu berbohong.


Maka ketika Choi Young bertanya lagi, siapa yang menyuruhnya untuk menyembuhkan Pangeran Kyeong Chang, tangan Eun Soo yang akan menunjuk Ki Chul berganti arah dan menunjuk ke bawah. Gubernur Gwangha.


Gubernur Gwangha tak dapat berkutik, apalagi saat Choi Young melaporkan pada Gong min kalau sebelumnya Gubernur menanyainya, apa yang akan Choi Young lakukan jika Pangeran Kyeong Chang menginginkan tahtanya kembali. 

Oleh karena itu Gong Min mencopot gelar Gubernur dan memerintahkan seluruh hartanya diserahkan pada negara. Ki Chul hanya dapat menahan kegeramannya apalagi saat Choi Young mengeluarkan sebuah buku keuangan (yang ia dapat sebelumnya dari pemuda melambai dari Suribang) yang berisi catatan harta Gubernur.


Gong Min membaca buku itu dan melihat kalau sebagian besar penghasilan masuk ke pihak lain, yaitu Ki Chul. Gong Min bertanya ramah, apakah Ki Chul memang menerima uang tersebut? Tak mungkin mengangguk, karena nanti dianggap ia berhubungan dan memberi bantuan, Ki Chul hanya bisa menggeleng.


Maka semua sudah beres. Gong Min menghukum Gubernur Gwangha karena usaha pemberontakan dan Eun Soo akan dihukum pula karena membantu usaha itu. Gong Min meminta Ki Chul untuk mengerti. Walaupun Eun Soo adalah orangnya Ki Chul, tapi hukum tetap harus ditegakkan.

Ha. Entah siapa yang merencanakan hal ini, tapi rencana ini sangat brilian. Gong Min mendapatkan dana yang dapat ia gunakan untuk menggalang militer dan sekaligus melepaskan Eun Soo dari Ki Chul.


Tapi yang Eun Soo rasakan bukanlah lega. Ia ketakutan setengah mati, apalagi ia diseret oleh para pengawal wanita pergi.


Ia melihat pada Choi Young, tapi Choi Young tak bergeming untuk membantunya. Saking paniknya, ia tak menyadari kalau ia digiring masuk ke kamar Ratu.


Di hadapan No Gook, Eun Soo langsung membela diri kalau dirinya tak bersalah. Yang ia lakukan hanyalah berbohong karena diminta oleh Choi Young. Tapi kenapa sekarang ia dituduh memberontak?


Dayang Choi menenangkannya dan memberitahukan kalau ini adalah satu-satunya cara untuk membebaskannya dari  Ki Chul karena Ki Chul terlalu kuat untuk diserang secara frontal. Dayang Choi mengatakan hukuman yang akan diterima oleh Eun Soo adalah ia harus menjadi dokter Ratu dan tinggal di rumah sakit kerajaan.


Eun Soo tak dapat berkomentar apapun. Ia masih panik dan hanya bisa menenangkan dirinya dengan segelas minuman di tangan. No Gook tak berkata apapun, tapi ia mengangguk menenangkan Eun Soo.


Choi Young duduk menunggu Eun Soo keluar. Dayang Choi yang membukakan pintu, menatap Choi Young tak suka. Tapi perhatian Choi Young bukan pada tantenya, tapi pada Eun Soo. Bahkan ketika keluar kamar No Gook pun, Eun Soo masih belum bisa mengatasi ketakutan dan kepanikan yang baru saja ia rasakan.


Ia berjalan menghampiri Choi Young yang hendak menyapanya, tapi ia tak mau berhenti. Ia tetap berjalan, hingga beberapa langkah melewati Choi Young.


Kemudian ia berhenti dan berbalik marah, “Bagaimanapun juga semuanya ini keterlaluan! Dengan paksa, kau mengambilku dari duniaku. Apakah kau masih mengingatnya?”


Choi Young tak menyangkal, ia masih mengingatnya. Dan Eun Soo melanjutkan, kalau Choi Young juga memaksanya mengoperasi di tempat yang tak steril, “Kau menangkapi dan memukuli orang-orang. Mengikatku dan menyeretku kemari.”


Mendadak Eun Soo menendang kaki Choi Young hingga ia mengaduh kesakitan, “Apa kau bilang? Apakah aku bisa berbohong? Melakukan pemberontakan? Aku harus membayarnya?”

Ia menendang lagi, tapi kali ini Choi Young sudah waspada dan menghindar hingga Eun Soo tergelincir jatuh. Untung saja Choi Young sigap dan menangkapnya. Tapi Eun Soo masih marah dan menyuruh Choi Young melepaskan pelukannya, “Bukankah sudah kukatakan kalau kau tak boleh menyentuhku? Awas kalau kau berani mendekatiku!”


Dan Eun Soo meninggalkan Choi Young yang hanya bisa menatap kepergiannya. Segala kenangan akan kebersamaan mereka, yang disertai oleh perasaan bersalah, teringat lagi olehnya.


Maka ia hanya dapat mengikuti Eun Soo yang memeluk Jang Bin sesampainya ia di rumah sakit kerajaan dan langsung menangis, “Rasanya aku tak mau hidup lagi. Dunia ini sangat mengerikan. Kenapa aku harus mengalami hal ini? Aku kangen pada ibuku. Juga ayahku. Aku benar-benar tak tahan lagi.”


Jang Bin bingung, tapi melihat Choi Young yang tertunduk sedih, ia langsung menyadari apa yang telah terjadi. Ia membawa Eun Soo masuk dan Choi Young pun juga pergi karena Eun Soo sudah berada di tempat yang aman.


Jang Bin memberikan minuman yang dapat menenangkan. Ia cukup kaget mendengar Eun Soo yang biasanya ceria, menangis cengeng seperti itu. Eun Soo pun menyadarinya karena ia biasanya juga tak gampang menangis.


Jang Bin meyakinkannya kalau Choi Young akan membawanya kembali ke dunianya, dan meminta Eun Soo untuk menunggu. Tapi Eun Soo bersikeras kalau tak ada yang dapat ia lakukan di sini. Saat Pangeran Kyeong Chang hampir mati, Choi Young bertanya apakah Eun Soo tak dapat menyembuhkannya? Apakah Eun Soo tak tahu caranya?

Eun Soo mencoba meyakinkan dirinya dengan bertanya apakah Jang Bin tahu cara penanggulangannya? Tak tahu, kan?


Jang Bin mengatakan kalau luka keracunan seperti itu memang tak ada obatnya. Yang paling penting adalah bagaimana membuat si pasien tak merasa kesakitan saat menjelang ajal. Dan ia tak akan mampu melakukan apa yang dilakukan Choi Young.


Eun Soo tak mengerti maksud Jang Bin. Ia melihat dengan mata kepala sendiri kalau Choi Young membunuh Pangeran Kyeong Chang dengan pedangnya sendiri.


Jang Bin menggeleng, Choi Young tak membunuh Pangeran Kyeong Chang, tapi yang ia bunuh sebenarnya adalah hatinya sendiri.

Dan Jang Bin memberitahu sesuatu yang belum diketahui Eun Soo. Harapan Choi Young adalah bisa bersama dengan Pangeran Kyeong Chang. Namun karena kejadian itu, ia harus mengubur dalam-dalam keinginan untuk meninggalkan istana dan hidup bebas.


Eun Soo terpana mendengar hal itu.


Yang Gak, dengan poni masih terjejer rapi, menyebutkan kerugian yang mereka derita karena asset Gubernur Gwangha menjadi milik Gong Min. Dengan tak acuh, Hwasuin mengatakan mengapa mereka harus meributkan hal sepele yang disebutkan tadi. Yang Gak mengatakan kalau kekayaan yang ia baca itu bukan sekedar masalah sepele. 


Ki Chul yang tadinya sangat marah menjadi tersadar akan kata-kata Hwasuin. Buru-buru ia membuka laci lemarinya dan mengambil sesuatu. Masalah Gwangha ataupun Goryeo adalah masalah sepele karena ada yang lebih besar lagi. Dan ia akan menunjukkannya pada Eun Soo.


Tapi sebelum ia pergi, tangannya kaku kesakitan membuat yang lainnya khawatir. Yang Gak menawarkan memberi obat pereda sakit, tapi Ki Chul tak mau, “Banyak sekali yang harus dilakukan dan dimiliki di dunia ini tapi sedikit sekali waktu yang tersisa.”


Maka ia bersama Eum Ja pergi menuju rumah sakit kerajaan untuk menemui Eun Soo. Ia ingin menunjukkan sesuatu padanya. Dibentengi oleh Jang Bin dan Deok Gi, Eun Soo mengatakan kalau ia sudah tak tertarik pada apa yang dimiliki oleh Ki Chul.


Ki Chul mengingatkan lagi kalau ada 3 barang yang ditinggalkan Hwata. Dan ia membawa barang yang kedua. Apakah Eun Soo ingin melihatnya? Ia ingin menunjukkan pada Eun Soo sendirian, tanpa orang lain bisa melihat maupun mendengar. 

Well, curiosity kill the cat.


Eun Soo pun membawa Ki Chul pergi ke kamarnya. Ki Chul duduk setelah mengomentari kamar Eun Soo yang jauh lebih kecil dari tempat yang ia siapkan. Tapi bagi Eun Soo, tempat ini jauh lebih nyaman.


Ki Chul tersenyum dan mengeluarkan sebuah bungkusan ke atas meja. Ki Chul mengatakan kalau sepertinya ini adalah jurnal, dan ia tahu kalau tulisan di dalamnya adalah tulisan latin. Tapi selebihnya ia tak tahu.


Eun Soo duduk dan mulai membuka bungkusan itu. Ternyata bungkusan itu memang sebuah buku harian atau organizer. Eun Soo terkesima melihat buku ini dan bertanya apakah buku ini benar-benar milik Hwata?


Ki Chul mengiyakan sambil mengamati raut muka Eun Soo yang pucat. Eun Soo bertanya kembali, apakah buku ini berasal dari ratusan tahun yang lalu? Jawabnya, “Hwata ada ribuan tahun yang lalu.”


Perlahan-lahan Eun Soo membuka buku harian itu. Ia terpana saat membuka halaman demi halaman yang berisi angka-angka. Dan ia menatap tak percaya saat ia membuka di halaman paling akhir, ia menemukan sebuah inisial dalam tulisan hangul.


Inisial itu terbaca : Eun Soo.


Komentar :

Buku itu milik Eun Soo? Berarti Hwata adalah Eun Soo?


Bagaimana bisa ia pergi ke jaman sebelum ini? Jaman dimana ada raja Jojo? Apakah nanti ia masuk ke gerbang langit namun muncul bukan di dunianya sendiri di tahun 2012? Mungkinkah itu? 

Atau apakah ia sudah pernah kembali ke masa depan, mengambil organizer dan peralatan bedah, untuk kemudian masuk ke gerbang langit lagi. Tapi ternyata ia masuk ke jaman yang salah?

Ataukah gerbang langit itu seperti kalung pemutar waktu Hermione? Yang bisa membuat ia mengulang satu waktu berkali-kali?

Bersambung ke Sinopsis Faith Episode 10

4 comments :

  1. Aih aih eun soo ternyata si hwata berarti ini benar2 takdir yg bawa dia ke jaman Goryeo! Superb sekali! Keep posting

    ReplyDelete
  2. kakak sinopsis Introduction to Architecture yang part 2nya kapan diteruskan ? Saya sudah menunggu lama sekali :( :)
    -tia-

    ReplyDelete
  3. Nabila alyska putriJune 24, 2013 at 5:45 PM

    Ternyata eun soo adalah hwata. Tp bagaimana bisa ia hidup kembali ϑαπ bertemu dgn choi young ϑαπ yg lainnya pada jaman raja gong min. ªkυ͡ benar" bingung dng film Îπî tp seru. ªkυ͡ ♏αǚ tny sebenarnya Hwata yg ∂ï jaman raja jojo Ȋ̊ŧůů perempuan atau laki" Ɣªªª ...

    ReplyDelete
  4. Apakah kau tau artinya "tak bergeming" sama dengan bergerak ?

    ReplyDelete