October 6, 2012

Sinopsis Faith Episode 9 - 1

Sinopsis Faith Episode 9 - 1


Di depan semua pejabat, Gong Min melucuti semua pakaian Yuannya, dan kemudian memakai baju kebesarannya yang baru. Seluruh pejabat kaget dan Ki Chul memandang aksi  Gong Min ini dengan muka keruh. Apalagi saat No Gook, putri raja Yuan, datang dengan memakai pakaian Goryeo.



Salah satu pejabat meminta waktu untuk berbicara. Tapi Gong Min memotong kata-katanya karena ia belum selesai bicara. Ia ingin memberi penghargaan pada orang-orang yang telah membantunya naik tahta setelah diasingkan selama 10 tahun.


Dan masuklah Choi Young. Para woodalchi yang berjalan di belakangnya dengan senyum bangga. Ekor mata Choi Young menangkap sosok Eun Soo yang langsung berdiri ingin menghampirinya tapi ditahan oleh Ki Chul. Choi Young mengalihkan pandangannya ke depan dan berlutut di depan Gong Min.


Salah satu pejabat kroninya Ki Chul menyuarakan pendapatnya. Choi Young adalah pengkhianat yang merencanakan pemberontakan dan ia juga membunuh raja terdahulu. Bagaimana mungkin Choi Young berani menginjakkan kaki ke istana lagi?


“Yang mana?” tanya Gong Min tajam, mengagetkan pejabat itu. “Apakah Choi Young bersekutu dengan raja terdahulu dan melakukan pemberontakan? Atau ia membunuh raja terdahulu yang melakukan pemberontakan? Apa yang dilakukan para woodalchi termasuk Choi Young, semuanya atas perintah dariku. Apa mungkin aku memerintahkan mereka untuk melakukan pemberontakan pada diriku sendiri?”

Pertanyaan itu membungkam mulut pejabat itu.


Gong Min menganugerahkan kenaikan pangkat bagi Choi Young, dan satuan woodalchi tak dapat dibebastugaskan tanpa perintah darinya. Pendek kata, woodalchi sekarang adalah pasukan super elit.


Gong Min dan Choi Young bertukar senyum kecil  sementara Ki Chul hanya mendengarkan hal ini dengan kegeraman. Dan Eun Soo menatap Choi Young, tak dapat melepaskan pandangan darinya.


Di rumah, Ki Chul mendapat laporan dari salah satu Moogakshi (prajurit wanita) yang menjadi mata-matanya. Malam sebelumnya, Gong Min datang ke kamar No Gook dan memintanya untuk memakai pakaian Goryeo. Karena gosipnya suami istri itu tak akur, Ki Won dan Yang Gak menduga kalau No Gook pasti menolaknya terlebih dulu, tapi ternyata tidak. No Gook langsung mengiyakan permintaan Gong Min.


Laporan mata-mata itu semakin menjengkelkan Ki Chul, karena ternyata diam-diam saat subuh Gong Min mengeluarkan surat perintah untuk membebaskan Choi Young. Itu berarti setelah Choi Young menyelinap untuk berbicara dengan Gong Min, hanya dalam semalam, Gong Min memiliki keberanian untuk melucuti pakaian Yuan-nya bahkan memanggil Woodalchi kembali.

Lalu apakah Gong Min sekarang menjadi lebih kuat dengan aksi tadi? Pihak Yuan sudah berada di perbatasan bersiap-siap untuk mengantisipasi tindakan Gong Min tadi. Tapi Ki Chul berkata kalau kekuatan Gong Min hanyalah pasukan Woodalchi. Sedangkan ia didukung oleh militer dan para pejabat. Jadi pihak Yuan tak perlu khawatir.


Tahu kan kalau di Korea, jika seseorang keluar penjara maka ia makan tahu putih untuk menangkis aura masuk penjara lagi? Nah, lain halnya dengan Choi Young. Bukannya makan tahu putih, tapi ia mengubah dandanan rambutnya.


Ia teringat bagaimana Pangeran Kyeong Chang meninggal di pelukannya dan Eun Soo menepis pelukannya dengan tatapan terluka. Dengan membawa tekad baru, ia keluar dan mengambil salah satu pedang yang sedang dipakai para woodalchi untuk latihan. Ia berkata pada para woodalchi kalau ia akan menghadap raja.

Untuk apa?


Menyuruh Raja untuk bersih-bersih. Ha. Hanya Choi Young yang bisa menyuruh Gong Min untuk berberes. Dengan mengibaratkan papan badok (catur Goryeo) sebagai istananya, Choi Young menyapu bidak badok di satu sisi. Ia menyarankan untuk membersihkan istana dari tikus-tikus yang berkeliaran, misalnya orang terdekat Raja Gong Min.


Gong Min berkilah kalau Penasehat Jo sudah melayaninya lebih dari 10 tahun. Tapi menurut Dayang Choi, sekarang Penasehat Jo sedang menggalang kekuatan dari pasukan kerajaan.


Informasi ini adalah hal baru bagi Choi Young. Dari mana Penasehat Jo mendapat uang untuk menggalang kekuatan? Bagi dayang Choi, sepertinya ini adalah pertanyaan bodoh, “Ini nih, kenapa kau sering disebut-sebut sebagai prajurit bodoh.”


Haha.. nih tante mulai cari gara-gara. Choi Young hanya bisa mendesah kesal disindir si tante.
Dayang Choi menjelaskan kalau yang pertama kali Penasihat Jo lakukan setelah masuk istana adalah masuk ke gudang persediaan istana.

Gong Min tercengang akan informasi ini. Bagaimana mungkin dayang Choi tahu masalah beginian? Dengan nada menyindir tantenya, namun juga memberi informasi yang sebenarnya, Choi Young berkata, “Ada pepatah mengatakan: “Ada dayang Choi di dalam Istana dan Suribang di luar sana.”

Suribang? Gong Min baru mendengar nama itu. Choi Young menjelaskan kalau Suribang adalah bantuan sangat penting bagi Gong Min, dan Choi Young berjanji akan mengajak mereka. Kalau mereka tak mau, ia akan membujuk mereka, dengan pukulan kalau perlu.


Di papan badok yang kosong setengah sisi, satu persatu ia taruh kembali bidaknya. Yang pertama harus mereka lakukan adalah informasi, kemudian mencari orang-orang yang tepat. Untuk melindung orang-orang itu, mereka membutuhkan kekuatan militer. Untuk menggalang kekuatan itu, mereka membutuhkan dana.

Dan pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mereka bisa memperoleh uang, karena harta kerajaan dipegang oleh Ki Chul.


“Apa Ki Chul mau memberikan dana itu, kalau diminta?” tanya Gong Min.

Choi Young tak menjawab, ia malah melamun (ha.. bisa-bisanya, ya..), hingga dayang Choi memanggilnya, “Raja sedang bertanya padamu.”

Maka Choi Young menjawab kalau tentu saja Ki Chul tak akan mau memberikannya. Tapi kekuatan mereka terlalu lemah untuk bisa mengambilnya kembali.

Maka prioritas pun harus dibuat. Yang ingin Gong Min lakukan terlebih dahulu adalah merebut kembali tabib langit, jadi ia tak malu jika bertemu dengan No Gook juga pada Choi Young.


Setelah pertemuan itu, dayang Choi memperhatikan wajah Choi Young, seakan dengan melihat saja ia bisa membaca pikiran Choi Young. Dan saat tak ada orang melihat mereka, dayang Choi menyeret Choi Young ke tempat yang sepi.


Ia memperingatkan Choi Young agar jangan bermimpi. Entah Choi Young memang tak mengerti atau pura-pura tak mengerti, ia bertanya, “Bermimpi tentang apa?”

Tentu saja tentang gadis yang bertelanjang kaki dan menemui Choi Young di siang hari. Tabib wanita itu bukanlah wanita yang bisa menjadi fantasi Choi Young.


“Memang kenapa aku tak boleh?” tanya Choi Young. Aww.. so you want it, Young-i.

“Apakah kau bertanya karena kau tak tahu?” tanya dayang Choi balik. “Itu karena Ki Chul. Ia menginginkan wanita itu.”

“Terus?” Choi Young pura-pura bego.

“Wanita sepertinya.. apakah kau akan mengisi hatimu dengan dirinya?” tanya dayang Choi. Choi Young tersentuh pada tantenya yang mengkhawatirkan dirinya. Tentu saja tante menyanggahnya, “Kenapa juga aku mengkhawatirkanmu? Aku mengkhawatirkannya.”

Bwahaha… Choi Young terkesima akan kasih sayang tantenya. Dayang Choi mengatakan tak ada sesuatu di dunia ini yang tak dapat dimiliki oleh Ki Chul. Jika ia tak dapat memiliki sesuatu, maka sesuatu itu harus lenyap. Jadi kalau Choi Young ingin Eun Soo selamat, maka jangan pernah melirik, menyebut namanya atau bahkan memikirkannya.


Choi Young paham dan mengatakan kalau hubungan mereka tak seperti itu. Baginya, Eun Soo adalah wanita yang ia bawa ke dunia dan ia berjanji untuk mengembalikannya ke langit. Sesederhana itu, kok.

Dayang Choi percaya. Ia percaya karena ia tahu kalau hati Choi Young masih menyimpan wanita Bulan Sabit Merah. Wanita yang membuat Choi Young tak melakukan apapun dan tidur selama 7 tahun.


Choi Young meninggalkan dayang Choi. Tapi dayang Choi belum selesai. Ia melempar sebuah medali yang dengan mudah ditangkap oleh Choi Young. Choi Young membutuhkan medali itu jika ingin berhubungan dengan Suribang.


Masih dengan jubah putihnya yang melambai-lambai (yang btw, membuat saya kagum pada orang Goryeo, bisa ya buat bunga kecil-kecil yang sekarang lagi trend), Eun Soo teringat akan Choi Young yang berjalan menghadap Raja dan bagaimana pandangan mereka bertemu.


Namun Eun Soo juga teringat akan peristiwa semalam. Kemarin malam, Eum Ja mendemonstrasikan kemampuan eum gong-nya yang sekarang sudah bisa menyerang ke depan saja, sehingga hanya musuh didepannya yang akan mati. Eum Ja bertanya, apa yang seharusnya ia lakukan? Membunuh Choi Young atau menyelamatkannya.


Eun Soo heran, jika ia meminta Eum Ja untuk menyelamatkannya, apakah Eum Ja mau melakukannya? Tentu saja tidak. Eum Ja diperintahkan untuk melakukan yang sebaliknya. Jika Eun Soo ingin Choi Young selamat, maka Eum Ja akan membunuhnya. Jika Eun Soo ingin Choi Young mati, maka Eum Ja tak akan membunuhnya.

 
Malam itu juga, Eun Soo melabrak Ki Chul dan bertanya sebenarnya apa permainan Ki Chul? Apa maunya Ki Chul?


Hati Eun Soo. Ki Chul menginginkan hati Eun Soo. Kalau Eun Soo memberikan hatinya, Choi Young hidup atau mati, tak akan menjadi masalah. Dan ia sudah menyiapkan tanda jika Eun Soo mau memberikan hatinya. Ki Chul menunjuk jubah putih berbunga-bunga. Eun Soo harus memakai jubah itu jika ia mau memberikan hatinya.


Mendengar ancaman Ki Chul, ia marah dan berkata kalau hatinya bukan milik siapapun, “Dengarkan baik-baik. Choi Younglah yang membawaku kemari. Membunuh atau menyelamatkannya.. akan kulakukan dengan tanganku sendiri. Jika kau menyentuhnya sedikit saja, atas nama langit, kau akan membayar semuanya.”


Walaupun Eun Soo mengancam, tapi ia tetap menyambar jubah itu saat keluar meninggalkan ruangan.


Dan sekarang ia berada di taman, memakai jubah untuk menandakan hatinya sudah diberikan pada Ki Chul. Tapi benarkah? Karena ia sekarang malah melihat bunga-bunga seruni yang dulu pernah ia berikan pada Choi Young.


Ki Chul datang mengganggunya. Ia mengajak Eun Soo ke ruangannya dan menunjukkan selembar peta. Ia meminta Eun Soo untuk menunjuk negara mana yang akan berkembang pesat, dan seberapa besarnya negara itu. Dengan bantuan dari orang yang bisa melihat masa depan, ia akan membuat dunia yang sangat hebat.

Errr… sepertinya negara yang diinginkan Ki Chul belum ada di peta itu. Kapan ya, Columbus mulai berlayar?


Eun Soo menyadari niat Ki Chul, maka ia berkilah kalau ia tak tahu persis karena pengetahuan sejarahnya tak hebat-hebat amat. Lagi pula sejarah bukanlah sesuatu untuk dirubah. Karena jika sejarah dirubbah, masa depan juga akan berubah.

Tapi sepertinya konsep masa depan itu belum disadari oleh Ki Chul karena ia memaksa ingin tahu apa yang terjadi pada Goryeo. Maka Eun Soo mengatakan kalau Goryeo sekarang berbeda dengan nanti. Lebih kecil dan akan terbagi dua.


Tekad Ki Chul menjadi lebih kuat lagi dan berkata kalau begitu lebih baik memberikan Goryeo yang sudah lemah ini pada Yuan. Tapi karena, menurut Eun Soo, Yuan juga akan runtuh, maka lebih baik memberikan Goryeo pada negara yang lebih kuat dan kemudian menguasai negara itu.

Haduhh.. bener-bener deh, logika Ki Chul kebalik-balik.

Eun Soo mencoba mengelak menjelaskan lebih lanjut. Mungkin ia tak berasal dari langit dan taktahu banyak sejarah. Dan Ki Chul pun menimpali kalau begitu, nyawa Eun Soo dalam bahaya karena tak ada gunanya memiliki Eun Soo.


Eum Ja datang melaporkan kalau Choi Young sedang menunggu di depan gerbang dan menyampaikan pesan Choi Young yang ‘ingin mengambil apa yang menjadi milikku.”


Mendengar itu, Eun Soo langsung ingin menemui Choi Young.

Ha, mungkin Eun Soo menyangka ia ingin membawa Eun Soo lagi? Seperti dulu?


Ternyata tidak. Karena Choi Young ingin mengambil pedang yang dulu diambil oleh Ki Chul. Sementara Eum Ja mengambilkan pedang, Ki Chul membiarkan mereka berdua.

Aww.. Ki Chul ini softy villain, ya?


Ingin memastikan lagi, Eun Soo bertanya apakah Choi Young tak datang untuk menemuinya? Choi Young menjawab pendek kalau ia ke sini untuk mengambil pedang.


Tapi Choi Young kemudian bertanya, apakah Eun Soo sudah memberikan hatinya pada Ki Chul? Karena sepertinya pesan itulah yang ditangkap oleh Raja Gong Min saat Eun Soo muncul bersama Ki Chul di istana tadi pagi. Apakah benar?

Eun Soo mendesah dan menjawab kalau ia berkata ia merasa terperangkap di sini dan ingin pergi dari rumah Ki Chul, maka ia tahu Choi Young akan bertempur demi dirinya lagi, dan akan lebih banyak darah berceceran. Maka dari itu jawaban yang dapat ia berikan adalah, “Aku baik-baik saja. Pemilik rumah ini tak akan melukaiku, karena ia menginginkan sesuatu dariku,” Eun Soo tersenyum tabah.


Tapi tidak jika mengingat Choi Young. Perlahan-lahan ia memegang lengan baju Choi Young dan berkata, “Kupikir kau akan mati, karena semua orang mengatakan seperti itu. Tapi melihatmu hidup.. sudah cukup bagiku.”


Eun Soo langsung melepas lengan baju Choi Young, dan dengan senyum cerah, Eun Soo mengatakan kalau ia telah menggantikan baju Pangeran Kyeong Chang untuk pemakamannya. Ia tak diperbolehkan memakaikan baju sutra padanya, tapi Eun Soo berhasil mengganti baju Pangeran Kyeong Chang dengan baju putih.


Eun Soo akan masuk lagi ke rumah Ki Chul, tapi berhenti saat Choi Young bertanya, “Apakah orang-orang langit juga bisa berbohong?”


Pertanyaan Choi Young yang tiba-tiba dan random itu membingungkan Eun Soo. Choi Young mendekat dan dengan lebih perlahan ia bertanya apakah Eun Soo dapat berbohong dengan baik? “Kau akan membutuhkannya, nanti.”


Dae Man, yang menemani Choi Young pergi ke rumah Ki Chul, tak sabar mendengar kabar Eun Soo. Apakah Eun Soo baik-baik saja? Bagi Choi Young, Eun Soo baik-baik saja, “Karena ia tak mengeluh sama sekali tentang makanan, kupikir ia baik-baik saja.”


Dae Man masih bertanya ini itu, tapi Choi Young menjawab dengan kata-kata yang membingungkan. Semakin membingungkan bagi Dae Man karena Choi Young bertanya lebih pada dirinya sendiri, “Sejak kapan ini terjadi? Aku tak ingat lagi. Aku tak dapat mengingat wajahnya lagi.”


Tiga tebakan, siapa yang sedang dibicarakan Choi Young? Dan yang pasti Choi Young tak sedang membicarakan Eun Soo.

Bersambung ke Sinopsis Faith Episode 9 - 2

No comments :

Post a Comment