October 19, 2012

Sinopsis Faith Episode 13


Entah kenapa, 2 hari ini pikiran saya agak error. Jadi sinopsis yang saya buat pun agak-agak error.  Maaf sebelumnya kalau membaca banyak selipan komentar di dalam sinopsis ini. Dari yang bener sampai nggak bener.

Sinopsis Faith Episode 13



Satu per satu Chilsa dibunuh oleh Choi Young, hingga tiga Chilsa sudah tewas. Namun daya tahan tubuh Choi Young sudah menipis. Ia beristirahat sejenak. Satu Chilsa menyerangnya lagi. Namun ia masih bisa membunuhnya.


Choi Young tahu kalau masih ada anggota Chilsa tersisa di sekitarnya, ia menawarkan untuk mengakhiri saja perseteruan mereka, toh mereka  juga membunuh karena uang.

“Saat kalian tewas, semuanya akan berakhir, bukan? Aku mengenal seorang wanita yang menganggap hal terpenting adalah hidup. Bagi kita, hidup adalah tak terbunuh. Tapi bagi dia, hidup itu sangatlah berbeda. Dia sungguh-sungguh menikmati hidup.  Itulah sebabnya ketika aku melihat orang ini, aku berpikir: tunggu, apa yang kulakukan saat ini?“


Dua Chilsa datang lagi, dan Choi Young berhasil membunuh mereka juga. Namun kali ini darah mengucur dari tangan Choi Young. Choi Young terduduk dan memegangi tangan kanannya yang membiru dan berdarah. 


Choi Young sudah terduduk lemah. Darah masih mengucur dari tangannya. Tapi tak ada tanda-tanda lagi  akan Chilsa yang menyerangnya. Chilsa terdiri dari 7 orang pembunuh bayaran. Tapi Chilsa terakhir tak muncul. Bahkan bayangannya pun tak ada.


Whoaa.. entah Choi Young adalah devil advocate yang hebat sehingga Chilsa terakhir ini, yang mungkin memegang uang bayaran dari Ki Chul memilih melarikan diri dan mengambil semua uang bayaran itu (karena anggota lainnya sudah mati); atau scriptwriternya memang pandai (dan sedikit malas menambahkan adegan peperangan).

Tapi dengan mulutnya, Choi Young mengalahkan Chilsa terakhir itu.


Eun Soo kaget melihat buku harian Hwata ada ditangan Pangeran Deok Heung. Ia tak tahu siapa Pangeran itu, tapi melihat buku itu ada ditangan Pangeran Deok Heung, berarti Pangeran itu ada di pihak Ki Chul.


Pangeran Deok Heung, putra dari Selir, yang adalah paman Gong Min tak membantah tuduhan Eun Soo. Dan ia juga tak memberikan buku harian itu pada Eun Soo. Sambil meraih kembali buku harian itu, ia menyampaikan pesan Ki Chul yaitu : Eun Soo akan mengikutinyatinya jika ia menunjukkan buku harian itu.

Errr… memang Eun Soo itu keledai, yang akan berjalan jika disodori wortel di depannya?


Tentu saja Eun Soo menolak dan menyuruh Deok Heung menyampaikan pesan untuk ‘si makhluk’ Ki Chul itu : Eun Soo tak membutuhkannya dan biarkan si makhluk itu bermain-main sendiri dengan buku itu.


Ia juga tak lupa menyuruh Deok Heung untuk keluar. Deok Heung tak marah, tapi malah tersenyum melihat kegarangan Eun Soo padanya.


Choi Young  kembali ke istana. Dan yang ia lakukan pertama kali sesampainya di istana adalah membersihkan semua noda darah yang menempel di wajah dan lehernya.

Aww.. rupana ada yang mendengar kata-kata Eun Soo saat ia menyandarkan kepala di bahu Eun Soo.


Dan yang ia lakukan selanjutnya adalah pergi ke gazebo tempat mereka berjanji untuk saling bertemu. Tapi gazebo itu kosong. Maka Choi Young beristirahat sebentar di sana.


Saat ia melewati gazebo lain, Choi Young menemukan Eun Soo sedang membagi-bagikan pasta gigi buatannya. Menurut Eun Soo, woodalchi dan moogakshi harus memiliki gigi yang kuat untuk bertempur.

LOL, kata-kata promosinya ngasal juga, nih..


Choi Young kesal melihat anak buahnya tak bertugas. Choong Seok membela anak buahnya (juga sekaligus dirinya sendiri) kalau mereka sedang tak bertugas. Tapi menurut Choi Young, kalau tidak bertugas, waktu mereka lebih baik digunakan untuk tidur atau berlatih.

Ihh.. Choi Young ini no fun deh..


Buru-buru woodalchi dan moogakshi kabur meninggalkan Eun Soo sendiri. Tapi Eun Soo tak gentar melihat Choi Young, malah menyuruhnya untuk mengikutinya ke kamar Choi Young.


Di dalam kamarnya sendiri, Choi Young menyuruh Eun Soo untuk keluar karena dia ingin berganti baju dan segera menemui Yang Mulia. Tapi Eun Soo malah berkata, “Di sini, di depanku.”

Errr… apa yang 'di sini di depanku'? Eun Soo tak membicarakan tentang berganti baju, kan?


Ha. Tentu tidak. Karena Choi Young berdiri terlalu jauh sehingga ia tak bisa merawatnya. Ia tak perlu mendapatkan ijin dari Ratu untuk merawat Choi Young lagi, kan?


Dan Choi Young pun duduk dengan patuh, dan mengiyakan saat Eun Soo bertanya apakah Choi Young bisa menahan sakit saat dijahit.

Eun Soo kagum melihat betapa Choi Young tak mengernyit sedikitpun saat jarum dan benang melewati daging tangannya.  Ia berkata kalau di dunianya, orang membutuhkan banyak anestesi, obat maupun soju untuk menghilangkan rasa sakit yang mereka derita.


Eun Soo bertanya tentang Chilsa yang menghadangnya, dan Choi Young menjawab kalau mereka tak akan muncul  lagi. Dan Eun Soo hanya terdiam, tahu apa arti ‘tak akan muncul lagi’


Selesai menjahit, Eun Soo membuka pembungkuks perban dan berkata kalau ini adalah perban terakhirnya. Hampir semua persediaan obatnya telah habis.


Young menatap Eun Soo, seakan menyadari waktu yang telah Eun Soo habiskan untuk tinggal di dunianya. Maka ia berkata pada Eun Soo, kalau ia telah menempatkan orang di gerbang langit. Jadi jika sewaktu-waktu ada perubahan yang terjadi di gerbang langit, maka mereka akan langsung tahu.


Eun Soo mengangguk dan beranjak pergi. Choi Young (yang masih melihat punggung Eun Soo) menyadari kalau Eun Soo berjalan agak pincang. Apa Eun Soo sakit? Eun Soo menggeleng. Ia menarik celananya hingga kakinya terlihat. Belati yang diberikan Choi Young cukup berat.


Ditemani dengan dua moogakshi, ia melihat-lihat taman istana. Karena kemungkinan ia akan tinggal lebih lama lagi di istana ini, maka ia harus menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya.


Pertama-tama ia menyebut namanya pada dua moogakshi itu dan bertanya siapa nama mereka, dan apa kosmetik yang mereka gunakan. Sambil merangkul keduanya, ia berkata kalau ia mungkin akan membuat kosmetik sendiri karena kosmetiknya sendiri juga habis.


Choi Young menemui Gong Min yang sangat senang melihatnya kembali. Gong Min menarik Choi Young yang berlutut dan memintanya untuk tak melakukan sopan santun yang seperti itu lagi.


Choi Young mengatakan kalau para sarjana sudah tak berada dalam bahaya lagi, dan sepertinya para Chilsa hanya mengincar nyawanya dan bukan para sarjana. Gong Min lega karena Choi Young dapat selamat.


Tapi Dayang Choi mengatakan kalau hal ini sedikit aneh. Mungkin saja Ki Chul sudah memiliki rencana lain, sehingga ia melepaskan rencana yang ini.


Gong Min meminta pendapat Choi Young, kira-kira rencana apa yang dimiliki oleh Ki Chul? Choi Young hanya mendesah dan berkata, “Masalah politik ini, dapatkah Yang Mulia saja yang memikirkannya? Hamba hanya melakukan pertahanan saat mereka menyerang..”

LOL, malesnya Choi Young kumat..


Dan Dayang Choi menegur Choi Young karena berbicara seenaknya pada Rajanya. Choi Young buru-buru minta maaf, dan Gong Min tersenyum melihat kemalasan Choi Young.


Tapi ternyata dugaan Dayang Choi benar. Ternyata Ki Chul merencanakan hal yang lain. Hal itu berkaitan dengan Pangeran Deok Heung. Ia membawa Deok Heung dari tempat persembunyiannya karena ia ingin agar Deok Heung membawakan Eun Soo padanya.


Yang menjadi masalah bukannya Gong Min, tapi woodalchi yang ada di samping Eun Soo. Menurut Ki Chul, jika menyingkiran Woodalchi itu sangat mudah. Tapi yang ia inginkan adalah hati Eun Soo.


Deok Heung tertawa mendengarnya. Tapi Ki Chul serius. Eun Soo tahu banyak hal, tapi ia tak mau memberitahukan pada orang yang belum memiliki hatinya. Ia akan memberikan apapun yang diminta Deok Heung jika Deok Heung berhasil membawa hati Eun Soo.


Deok Heung pun pergi sambil tersenyum. Begitu juga Ki Chul. Tapi senyum Ki Chul menghilang saat Deok Heung pergi.


Choi Young mengadakan rapat woodalchi untuk mengamankan para sarjana. Jika para sarjana telah tiba di istana dengan selamat, maka mereka aman. Maka ia menyiapkan pengamanan istana yang kelihatan maupun yang menyamar. Dol Bae bertanya, kapan musuh akan menyerang?


Pukulan di kepalanya yang menjadi jawaban dari pertanyaan Dol Bai. Choi Young menghardiknya, “Memang musuh akan datang dengan baik-baik dan memberitahukan sebelumnya?”

LOL.


Joo Seok berkata kalau jumlah pasukan di dalam terlalu sedikit. Maka pasukan yang ditempatkan di luar akan dipindahkan ke dalam istana. Sedangkan pengamanan luar istana, ia akan mengaturnya. Yang penting jangan sampai ada satu tikus pun yang masuk. Dengan percaya diri, Joo Seok berkata kalau ia tak akan membiarkan satu semut pun masuk.


Choi Young hanya bisa menatap Joo Seok, dan kemudian berbalik pergi sambil menyuruh Choong Seok untuk mengurusnya. Choong Seok kemudian memungut sesuatu dan melemparkannya pada Joo Seok sambil berkata, “Itu semut.”

Haha.. Double LOL.


Ternyata Choi Young memang mengatur pengamanan luar istana. Tapi yang dimaksud mengatur adalah menyerahkan pengamanan luar istana pada Suribang. Bahkan tak hanya pengamanan saja, tapi juga akomodasi para sarjana.


Ha ha.. Kakek Nenek Man Bo itu meminta 5 upeti untuk pengamanan itu. Tapi Choi Young tak mau. Ia hanya akan memberikan dua saja. Maka mereka mengancam Choi Young untuk melemparkan para sarjana itu keluar tempat mereka.


Choi Young menyetujui ancaman mereka, “Jika kalian akan melempar mereka, kawal mereka satu persatu dan lempar mereka ke dalam istana.”

LOL banget. Si Choi Young ini berubah semakin lucu setelah bersama Eun Soo. 


Tiba-tiba Dae Man datang mengabarkan kalau Eun Soo pergi dari istana. Hal itu sangat mencemaskan, apakah Eun Soo pergi sendiri, tanpa dikawal? Dae Man menjawab kalau Moogakshi mengawal Eun Soo. Tentu saja Choi Young kesal pada Dae Man yang lebay, dan memukul kepalanya. Walau begitu, ia tetap mencari Eun Soo.

Sebelum ia pergi, Choi Young berbalik melihat Kakek Nenek Manbo, tapi mereka telah lenyap.



Ternyata Kakek Nenek Manbo itu ingin melihat Eun Soo.  Mereka menemukan Eun Soo yang sedang berkata pada diri sendiri tentang kandungan the hijau yang memiliki vitamin C dan casein yang tinggi.


Nenek Manbo muncul mengagetkan Eun Soo yang menurutnya berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti. Tapi nenek Manbo tak tahan untuk berkomentar kalau Eun Soo sangat cantik, bahkan kakek Manbo berkata kalau Eun Soo memang datang dari langit.


Eun Soo sangat kaget melihat kemunculan dua orang itu. Semakin kaget lagi melihat Choi Young sudah ada di belakangnya dan bertanya apa yang sedang Eun Soo lakukan di sini.


Eun Soo menjelaskan kepergiannya untuk membeli bahan-bahan kosmetik. Ia memberitahukan rencana bisnisnya, ingin menjual sabun dan kosmetik,mulanya ia akan memberi secara gratis, setelah konsumen tergantung pada kosmetiknya, ia akan menjualnya. Choi Young bertanya, apa berarti Eun Soo akan mencari uang?


Tentu saja. Ia akan menjual kosmetik ini ke bangsawan-bangsawan kaya, hingga ia akan kaya raya. Antusiasme Eun Soo membuat Choi Young tersenyum lebar. Eun Soo bahkan akan menjelaskan tentang piramida MLM. LOL.


Dan kakek nenek Manbo tak dapat menyembunyikan keheranannya melihat senyum lebar Choi Young.


Tapi senyum Choi Young lenyap saat Deok Heung berpapasan dengan mereka. Deok Heung akhirnya bertemu dengan woodalchi yang menjaga Tabib Langit.


Tapi Choi Young tak mengenal Deok Heung. Jadi betapa kagetnya saat Eun Soo menjawab sapaan orang asing itu dengan dingin. Bahkan ia memegang lengan Choi Young, menariknya pergi.


Sesampainya di istana, Choi Young menyuruh Dae Man untuk melaporkan pada Dayang Choi kalau Deok Heung ada di rumah Ki Chul dan menyuruh moogakshi kalau mulai sekarang segala  kegiatan Eun Suk harus dilaporkan padanya atau Dayang Choi.


Setelah hanya berdua saja, ia memarahi Eun Soo. Bukankah Eun Soo sendiri yang berkata kalau mereka harus bicara jujur satu sama lain? Eun Soo sendiri yang meminta mereka menjalin hubungan seperti itu.

Eun Soo tergeragap, berusaha menjelaskan. Tapi Choi Young semakin memarahinya. Ini adalah hal penting yang harus segera diketahui oleh Raja.


“Karena ia membawa buku harian itu!” teriak Eun Soo, frustasi karena tak menyadari kalau pertemuannya adalah hal yang penting. “Tapi aku berteriak padanya, “Aku tak membutuhkan buku itu! Pergi!”

Choi Young bertanya mengapa Eun Soo menyembunyikan darinya. Nada bicara Eun Soo semakin tinggi. Karena ia tahu, jika ia mengatakan pada Choi Young maka Choi Young akan merasa harus mengambilkan buku harian itu. Karena itulah mengapa ia menyembunyikan hal ini. 

Eh, kenapa sekarang Eun Soo yang marah-marah pada Choi Young? LOL.


Eun Soo berbalik pergi, tapi langkahnya terhenti saat melihat Hwasuin dan Eum Ja berjalan dengan santainya di dalam istana. Ia takut, sehingga berbalik pergi ke arah lain. Choi Young pun melihat kedua orang itu.


Dayang Choi yang mendengar kabar dari Dae Man, langsung menemui No Gook. Dengan mata-mata Ki Chul yang berjaga di depan pintu, Dayang Choi mengeluarkan kertas dan pena, sambil berkata cukup keras kalau tabib langit sekarang sedang membuat sesuatu yang hebat yang membuat para wanita akan terlihat cantik.


Tapi pesan yang ia sampaikan bukanlah itu, tapi yang ia tulis di kertas. Dayang Choi menulis kalau Pangeran Deok Heung, satu-satunya anggota kerajaan yang masih hidup, ada di rumah Ki Chul. Dayang Choi menduga kalau Deok Heung akan digunakan Ki Chul untuk mengancam Gong Min.


No Gook kaget membaca pesan itu, dan berkata kalau ia akan menyiapkan meja untuk minum-minum dengan Raja. Dayang Choi kaget. Minum-minum?
Ha. Pasti Dayang Choi memikirkan apa yang disarankan oleh kasim sebelumnya.


Choi Young menemui Kakek Nenek Manbo yang memberi informasi  tentang siapa Deok Heung sebenarnya. Deok Heung adalah putra raja dari seorang dayang yang diangkat sebagai selir. Sejak kecil ia telah keluar dari istana, berpindah dari satu kuil ke kuil lainnya.

Tapi yang mengherankan, walau Deok Heung suka memakai baju biarawan, Kakek Manbo pernah bertemu dengannya di sebuah tempat bordil sedang bercengkerama dengan gisaeng dan bermain catur. 


Choi Young mendengarkan kata-kata mereka sambil memilih-milih belati kecil. Berwarna merah lagi. Aww.. ada yang mau memberi hadiah, ya? Say it with flowers sudah kuno. Sekarang Say it with a knife.


Ki Chul memberikan posisi baru untuk Deuk Heung. Ia memiliki kekuasaan untuk menempatkan orang di dalam pemerintahan. Deok Heung akan menjadi menteri Pyeongjang. Apakah Deok Heung suka?


Tapi Deok Heung tak peduli. Ia tak mau berpikir. Strategi yang paling tepat yang selalu membuatnya terus hidup adalah tak pernah berpikir. Ia bahkan menyuruh Ki Chul untuk menuliskan apa yang harus ia ucapkan besok di khotbah kerajaan. Bukankah Ki Chul menginginkannya sebagai raja?


Ki Chul memang berencana untuk itu. Ia ingin tahu, apa yang diinginkan Deok Heung jika ia menjadi raja? “Menjadi raja selamanya,” jawab Deok Heung.


Gong Min memberitahukan pada Penasihat Jo kalau ia akan memberhentikan beberapa pejabat dan mempromosikan pejabat baru. Penasihat Jo mengingatkan kalau yang berhak melakukan itu adalah Jeong Bang, departemen (seperti HRD) yang dikuasai sepenuhnya oleh Ki Chul. Gong Min tahu itu, maka sebelumnya, ia akan menghapus departemen Jeong Bang  itu terlebih dahulu.


Dayang Choi masuk dan memberitahu kalau Ratu mengundang Raja nanti malam. Ratu akan menunggu kedatangan Raja dan ia sudah menyiapkan meja untuk minum-minum.


Kasim yang sedang mencatat percakapan raja dengan penasihat Jo, menganga kaget. Buku yang ia pegang terjatuh ke lantai, membuat Gong Min dan penasihat Jo kaget. Dayang Choi hanya nyengir lebar.


Malam harinya, Gong Min datang dengan membawa beberapa bingkisan. Rupanya yang dipikirkan kasim dan Gong Min juga sama. Tapi tidak dengan No Gook.

Ia mengundang Gong Min karena ia ingin menyampaikan pesan rahasia yang ia dengar dari dayang Choi tentang kehadiran Pangeran Deok Heung yang muncul untuk mengancam tahta Gong Min.

Tapi Gong Min telah mendengar hal itu dari Choi Young. No Gook ingin membantu Gong Min. Ia meminta ijin untuk menghubungi keluarganya agar berbicara pada ayahnya dan mencegah agar tahta tak berpindah ke Deok Heung.


Mendengar hal ini, Gong Min tak menjawab. Ia malah membuka bingkisan yang ia bawa. Kotak pertama berisi aksesoris yang ia pilih sesuai warna kesukaan No Gook. No Gook mencoba mengembalikan perhatian Gong Min ke masalah pelik yang mereka hadapi ini.


Tapi Gong Min tetap meneruskan ke kotak kedua. Kali ini ia hanya memberikan kotak itu dan membiarkan No Gook untuk membukanya. Betapa kagetnya No Gook melihat isi kotak itu adalah cadar yang pernah ia pakai saat pertemuan pertama mereka di Yuan.


“Mungkinkah .. kau masih mengingatnya?” tanya Gong Min lirih.


Gong Min tahu kalau No Gook sudah mengetahui jati dirinya sejak awal, tapi ia memilih untuk tak mengungkapkan jati dirinya sendiri pada Gong Min. No Gook berkata kalau ia tak bisa mengatakan jati dirinya. 

Tak bisa atau tak mau? Hal itu yang selalu terpikirkan oleh Gong Min. Apakah No Gook memang berencana untuk mempermainkannya? Saat itu sebelum ia pergi, Gong Min menyuruhnya untuk diam dan tetap ada di sisinya.


Dan yang tak diketahui oleh No Gook, ternyata saat itu Gong Min membawa salah satu pejabat Goryeo dan ingin menunjukkan kalau ia sudah menemukan istrinya kelak. Tapi No Gook lenyap, yang tertinggal hanyalah cadar di lantai.


Sekarang, di hadapan No Gook yang mencoba menahan tangis, Gong Min berkata, “Sekarang aku adalah raja. Namun aku tak memiliki apapun.  Tak punya kekuasaan apalagi pengikut. Aku hanya memiliki satu, yaitu prinsip. Menolak Yuan dan menjaga kerajaanku.”


No Gook menyadari implikasi kata-kata Gong Min, menerima bantuan Yuan berarti melanggar prinsip Gong Min.

“Aku telah sekali melanggar satu prinsipku. Aku bersumpah tak akan membiarkan wanita Yuan untuk memasuki hatiku, tapi aku melanggarnya. Aku mencoba untuk menolakmu, tapi aku tak bisa. Jadi aku memperlakukanku dengan cara tak mempedulikanmu.”

Pandangan Gong Min tak pernah lepas darinya saat ia meminta, “Dapatkah kau membantuku untuk tak melanggar prinsipku lagi?”


No Gook terisak mendengar permintaan Gong Min. Gong Min mengusap air mata di pipi No Gook dan kemudian menggenggam tangannya.


Markas woodalchi kedatangan kurir yang katanya mengirimkan sepeti senjata. Para woodalchi tak tahu siapa yang memesan senjata itu. Tapi mereka menerimanya, karena kurir itu juga memberikan sebuah kotak yang katanya dipesan oleh Daejang mereka.

Deok Man yang kebagian perintah untuk membawakan kotak misterius itu ke kamar Choi Young.


Hari ini adalah hari dimana khotbah kerajaan dilakukan. Seperti istri yang mengantar kepergian suaminya bekerja, No Gook menunggu kedatangan Gong Min di luar aula istana. Ini adalah bantuan yang bisa ia berikan. Dukungan moral dari istri untuk suaminya.


Saat Gong Min datang dan akan memasuki aula, ia melihat kalau istrinya sedang berdiri menunggu  di seberang koridor.


No Gook membungkuk, yang diikuti oleh para dayang. Gong Min tersenyum dan melanjutkan langkahnya ke dalam aula.


Aww.. isn’t that so sweet? Girls, when you get married, just do that to your husband. Sweet little gesture will keep the harmony of love.


Eun Soo sedang menghafalkan bagian-bagian anatomi dengan cara tradisional, tapi sukar sekali menghafalkannya. Jang Bin menggodanya, katanya Eun Soo sangat cerdas. Eun Soo beralasan kalau semakin tua, ia semakin susah menghafal.


Mereka berpapasan dengan Deok Heung dan Mister Poni (hei.. sudah tak berponi!). Eun Soo heran, mengapa ia tak mengingat nama Deok Heung di soal ujiannya? Apakah Deok Heung tak sepenting itu? 


Di dalam aula, di satu sisi, kelompok Ki Chul sudah mengisi kursi, kecuali kursi di samping Ki Chul. Sementara sisi lainnya kosong. Kemudian, dengan dikawal oleh Choi Young, para sarjana yang dipimpin oleh Lee Jae Hyun masuk ke aula.


Setelah semua orang hadir, Gong Min akan mengumumkan beberapa hal. Pertama, pemberhentian beberapa pejabat.  Mereka adalah Ki Won, yang selalu mangkir dari rapat kerajaan, dan Ja Won, karena sebagai pengawas, ia tak pernah membaca satu laporan pun tentang pengawasan yang dilakukan Ja Won.


Ki Chul kesal melihat adik dan sekutunya diberhentikan secara tak terhormat. Yang bisa melakukan pemecatan itu adalah departemen Jeongbang.


Dengan kalem Gong Min memberitahukan kalau tadi pagi ia telah membubarkan Jeongbang dan perekrutan pejabat akan ia lakukan sendiri.

Haha.. Betapa marahnya Ki Chul, tapi ia tak dapat berbuat apa-apa. Apalagi ia menyaksikan Gong Min memberikan jabatan Perdana Menteri Kiri pada Lee Jae Hyun.


Dan datanglah Deok Heung yang datang untuk memberi hormat pada keponakannya yang sekarang menjadi raja. Gong Min mempersilahkan Deok Heung untuk membantunya. Ia tahu kalau kursi kosong di samping adalah untuk Deok Heung.

Menyambung pembicaraan sebelumnya tentang Jeongbang, Deok Heung mengingatkan Gong Min kalau departeman Jeongbang adalah departemen yang dibuat oleh ayahnya. Tak merasa terintimidasi, Gong Min tahu tentang hal itu. Deok Heung tersenyum dan berkata kalau begitu Gong Min sekarang menjadi seperti ayahnya.


Datangnya sekutu baru Ki Chul itu membuat Gong Min mengurung diri di kamar. Tak seorangpun boleh memasuki kamarnya.


Choi Young akhirnya masuk, dan Gong Min langsung mencecarnya dengan pertanyaan, apakah alasan Choi Young bergabung dengannya adalah untuk menjaga janji Choi Young pada Eun Soo? Janji Choi Young untuk mengembalikan Eun Soo. Dan karena janji itu, maka Choi Young harus melawan Ki Chul. Karena harus melawan Ki Chul, maka Choi Young memilih pihak yang berseberangan, yaitu dirinya. Apakah seperti itu?


Mendengar urutan alasan Gong Min, Choi Young malah bertanya balik? “Apakah urutan itu menjadi masalah?”


Tapi Gong Min, yang masih murung dan otaknya bermain-main dengan ‘seandainya’, mengatakan apa yang akan terjadi seandainya ia langsung memberikan Eun Soo pada Ki Chul.

Mungkin semua masalah yang ia telah ia alami ini akan terselesaikan dengan mudah. Tapi, konsekuensinya ia akan kehilangan Choi Young. Karena ia tahu Choi Young tak akan melayani raja yang tak memegang janjinya sendiri.


Choi Young tak dapat memberi jawaban apapun, karena semua yang dikatakan Gong Min adalah benar.

Yah.. semua ini memang kembali pada keputusan Gong Min.


Di kamar, Choi Young mengeluarkan belati yang bersarung merah. Aww, ternyata ia memang membeli belati itu.


Di kamar (yang lain), Eun Soo tidur dan bermimpi melihat orang-orang yang dibunuh saat ia ada. Ia juga bermimpi saat Hwasuin menyuruhnya memilih orang yang paling penting dalam hidupnya, dan orang itu akan ia bunuh. Ia juga bermimpi saat ia menghujamkan pedang ke Choi Young. 


Choi Young pergi ke rumah herbal dan bergegas menuju kamar Eun Soo saat ia mendengar suara teriakan. Jang Bin menghentikan langkah Choi Young dan mengatakan kalau Eun Soo sedang mengalami mimpi buruk. Dan Eun Soo mengalaminya setiap malam.


Mulanya Choi Young tak percaya karena ia tak pernah mengetahuinya, tapi Jang Bin meyakinkannya, “Karena ia telah menipumu dengan senyum cerianya.”


Hwasuin kesal dan bosan karena ia dan Eum Ja mendapat tugas dari Ki Chul untuk menjaga Deok Heung yang kerjanya hanya di rumah bordil bermain catur dengan para gisaeng.


Tak disangka Choi Young datang dan melemparkan kerikil ke arah mereka. Dae Man datang membantu melemparkan kerikil juga, dan mengenai seruling Eum Ja hingga terjatuh. Dae Man segera menangkap seruling itu dan kabur. Eum Ja segera melompat dan mengejar Dae Man.


Hwasuin yang bosan, melihat Choi Young menggerakkan telunjuknya, mengundangnya. Tentu saja Hwasuin langsung datang saat itu juga. 

Tapi betapa herannya ia mendengar Choi Young yang memanggilnya hanya untuk berkata kalau ia tak mau melihat Hwasuin atau Eum Ja berada di dekat Eun Soo lagi. Melihat Choi Young pergi begitu saja, Hwasuin langsung waspada, dan segera kembali ke rumah bordil.


Kekhawatirannya terbukti. Deok Heung telah hilang. Rupanya pemuda Suribang yang melambai itu yang menculik Deok Heung.

Heheh.. Kok kayanya tugas yang dikasih ke Hwasuin kok nggak pernah bener, ya? Hwasuin ini penjahat gagal, deh.


Penutup mata Deok Heung dibuka, dan nampak di depannya adalah Choi Young yang duduk santai. Deok Heung menuduh Choi Young melanggar hukum dengan menculik. Ini pasti perintah dari raja. Tapi Choi Young menolak tuduhan itu. Ia tak menculik Deok Heung. Ia malah menyelamatkan Deok Heung dari penculikan.


Dan karena ia telah menyelamatkan Deok Heung, ia meminta balas jasa dengan memberikan buku harian Eun Soo padanya. Tentu saja DeokHeung tak mau, karena ia tak pernah membawa-bawa barang sepenting itu. Lagipula buku harian itu disimpan oleh Ki Chul.

Choi Young menjelaskan kalau Eun Soo percaya kalau buku harian itu adalah kunci untuk membawanya ke gerbang langit. Maka Choi Young menyarankan Deok Heung untuk mengambil buku harian itu dan ikut memecahkan rahasia buku harian itu. Jika Deok Heung bisa memecahkannya, Ki Chul tak akan menyepelekannya. Karena jika Deok Heung tak berguna untuk Ki Chul, maka Ki Chul akan membunuhnya.


Dan Deok Heung bertanya, apa yang diperoleh oleh Choi Young dengan mengirimkan Eun Soo ke langit? Pandangan Choi Young sesaat nanar sebelum ia menjawab kalau ia telah memenuhi janji.


Choi Young pun beranjak meninggalkan Deok Heung. Tapi sebelum itu, ia memberi peringatan kalau Eun Soo bisa menggunakan pedang, dan temperamennya sangat tinggi. Jadi jangan sekali-kali berpikiran untuk berbuat tak senonoh padanya.

LOL, ada yang mulai cemburu, nih..


Choi Young dan Choong Seok berkeliling istana yang dijaga oleh prajurit istana dan woodalchi. Choong Seok mengeluh kalau berkata kalau hubungan prajurit istana dan woodalchi sebenarnya seperti hubungan anjing dan kucing.


Saat melewati sebuah ruangan, Choi Young berhenti dan menyempatkan diri melihat ke dalam.


Di dalam ruangan, Eun Soo sedang membagi-bagikan sabun muka yang katanya bisa membuat wajah mulus. Choi Young tersenyum ketika mendengar Eun Soo berkata kalau hari ini sabunnya gratis. Tapi besok sudah tidak lagi. 

Dee : Choi Young, kalau kamu menikah dengan Eun Soo, lumayan deh.. ada pendapatan sampingan yang cukup besar.


Choi Young bersama Eun Soo di taman. Ia hendak mengajari Eun Soo membela diri.


Tapi cara Eun Soo menarik belati sudah membuatnya kesal, “Jika kau perlu waktu lama untuk mengeluarkan belatimu, apa kau pikir musuh mau sabar menunggu? 

Eun Soo juga protes, “Ini memang caraku menggunakan pisau. Biasanya orang-orang (pasien) sudah berbaring menungguku mengoperasi.”

LOL.

Setelah Eun Soo mengambil belati itu, Choi Young menukarnya dengan belati yang ia belikan untuk Eun Soo. Ia beralasan belati itu lebih ringan, jadi Eun Soo dapat menarik dengan lebih mudah.


Okeee.. belati telah ditarik, tapi cara Eun Soo memegang belati seperti Hermione yang memegang tongkat sihirnya. Akhirnya Choi Young berdiri di belakang Eun Soo dan memegang tangan Eun Soo  jadi ia bisa mencontohkan cara mengayun belati dengan benar.


Tapi tetap saja Eun Soo tak bisa, membuat Choi Young kesal. Ia menyuruh Eun Soo menyerangnya dan mengayunkan belati itu kuat-kuat. Tapi tetap gagal, bahkan Eun Soo hampir terjatuh karena menusuk ruang kosong.


Dan yang kedua, Choi Young dengan mudah memeluk Eun Soo dari belakang dan mengarahkan belati Eun Soo ke leher Eun Soo sendiri.

Sepertinya ada yang dadanya berdebar-debar dan bukan karena belati itu, deh..
Choi Young segera melepaskan Eun Soo dan menyuruhnya mengikuti gerakannya.


Tapi Eun Soo melakukannya dengan perlahan, sehingga Choi Young kesal, “Mengapa sulit sekali?” Dan ia mencontohkan dengan beberapa tebas kea rah Eun Soo.


Tapi bukannya takut, Eun Soo tertawa terpingkal-pingkal melihat Choi Young yang serius sekali. Choi Young akhirnya tersenyum dan itulah akhir latihan mereka, karena Eun Soo keburu kabur masih dengan tawanya.


Eun Soo menikmati pemandangan taman dan masih merasa terpesona karena keindahannya. Choi Young menimpali walau begitu, Eun Soo masih tetap ingin kembali, bukan?


Beberapa prajurit istana menyerbu masuk ke dalam markas woodalchi, membuat marah para woodalchi. Tapi prajurit istana itu memiliki alasan.

Munculah kurir yang membawakan senjata beberapa hari sebelumnya. Dan ia langsung menunjuk Deok Man dan Dol Bae sebagai orang yang menerima barang kirimannya.

Para prajurit istana itu langsung membongkar isi kamar Choi Young dan menemukan kotak misterius yang ternyata berisi nota penjualan senjata.


Eun Soo kedatangan tamu, yaitu Deok Heung yang datang membawa buku harian. Ia datang membawa buku itu atas kemauannya sendiri dan bukan atas perintah Ki Chul.


Tapi ia tak dapat memberikan buku itu karena ia diam-diam mengambilnya. Tapi Eun Soo dapat membaca buku itu, asal dia juga diperbolehkan duduk saat Eun Soo membaca buku itu.


Di hadapan Deok Heung, Eun Soo berkata kalau buku ini tak berusia ribuan tahun, karena kertasnya tak setua itu. Bahkan ia masih bisa melihat coretan stabilo di dalamnya. Tapi Eun Soo masih belum mengerti isinya, karena hanya berisi angka dan huruf modern.


Saat melewati rumah herbal, Choi Young melihat kalau Deok Heung duduk berhadapan dengan Eun Soo. Ia hanya memandanginya lama, tapi membiarkan mereka berdua.


Di tengah jalan, ia dicegat oleh prajurit istana. Dan ia pun dibawa ke aula istana, dimana telah menunggu Raja yang memegangi kepalanya seperti pusing memikirkan sesuatu. Juga ada Ki Chul, pejabat Lee Jae Hyun dan beberapa anak buahnya. Choi Young segera menyadari kalau ada sesuatu yang tak baik yang sedang terjadi.


Benar saja, karena Lee Sae Ik menuduh Choi Young KKN dengan menerima suap dari supplier senjata. Mereka menemukan kotak berisi nota penjualan dan uang 500 nyang.

Choi Young tak percaya. Uang suapnya hanya 500 nyang? Bukan 50 ribu nyang?


Ia tahu siapa dalang di balik drama ini. Dan ia membungkuk pada Ki Chul dan berkata kenapa hanya 500 nyang? Kenapa tak membuatnya berkorupsi lebih banyak lagi?


Ki Chul tersenyum dan bertanya balik mengapa juga Choi Young membeli senjata itu hanya karena 500 nyang saja?

Choi Young menyatakan tak pernah melihat kotak itu, tapi para pejabat itu berkeras kalau mereka menemukan kotak itu di kamar mereka. Jadi yang harus disalahkan adalah mereka yang menerimanya.


Deok Man dan Dol Bae duduk berlutut dengan wajah khawatir. Choi menatap mereka, namun setelah itu ia membuang muka dengan frustasi. Apa yang harus ia lakukan sekarang?


Bersambung ke Sinopsis Faith Episode 14

2 comments:

  1. Suka banget sm eps ini si choi young udah mulai nunjukin perhatiannya ke eun soo. Apalagi pas part dia ngajarin eunsoo aiiiiiiiih >< keep posting yaaaaa mbak dee

    ReplyDelete
  2. lanjuuuttt... plg suka sama eun-soo yg lucu..

    -cantie-

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...