September 24, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 4 - 2

Sinopsis Nice Guy Episode 4 – 2


Maru keluar ruang makan hotel, dan di luar ia menemukan Eun Gi yang duduk termenung. Ia mengeluarkan sapu tangannya dan mengeringkan rambut Eun Gi, “Apakah aku salah?”




Eun Gi tersenyum dan malah mengatakan kalau apa yang dilakukan Maru sudah benar. Maru menenangkan Eun Gi kalau ia tak merasa dipermalukan. Harga dirinya tidaklah jatuh, “Keluargamu sama berantakannya dengan keluargaku.”

Mendengar kata-kata Maru, Eun Gi terhibur dan menyetujuinya. Maru bertanya apakah Eun Gi sudah memutuskan untuk menghentikan hubungan ini? Walau nanti mereka menghentikan hubungan ini, Maru meyakinkan Eun Gi kalau ia tak menerima sepeser uang pun, dan jika ada yang akan memukulinya dua tiga hari ini, ia tak mempermasalahkannya.

Eun Gi tersenyum kembali mendengar kata-kata Maru. Ia mengakui kalau ia memiliki kenangan yang indah bersama Maru. Maru heran mendengar kata-kata Eun Gi. Mereka baru berkencan kurang dari 12 jam, kenapa Eun Gi sudah mengatakan tentang kenangan indah? 

“Memang belum 12 jam, tapi rasanya sudah seperti 12 jam. Walaupun rasanya memalukan untuk mengakui, sepertinya aku benar-benar tertarik padamu.”
Mendengar pengakuan Eun Gi, Maru bertanya, “Demi cinta, maukah kau menyerahkan perusahaanmu?”


Eun Gi tak menjawab, malah mengulurkan tangannya. Maru bertanya, “Kau ingin berjabat tangan untuk perpisahan kita?” Eun Gi berterima kasih dan mengucapkan selamat tinggal. Maru memandang tangan Eun Gi dan ia mengulurkan tangannya.


Tapi sebelum menyentuh tangan itu, Maru berkata, “Daripada berjabat tangan, aku lebih suka ciuman perpisahan saat aku diputuskan. Dan aku tak mau melakukannya di sini. Bagaimana kalau kau meneleponku saat kau telah menemukan tempat yang spesial untuk ciuman itu. Tak setiap hari aku bertemu wanita yang aku sukai. Kalau aku berpisah dengannya tanpa pernah menciumnya, pasti akan sangat menyedihkan, bukan? Saat itu mari kita berciuman dan berpisah.”


Maru meraih tangan Eun Gi dan menggenggamnya, “Jagalah dirimu sampai kita bertemu lagi. Dan aku lebih suka jika pertemuan kita berikutnya nanti lebih lama dari biasanya.”

Aihh… mulut Maru manis banget. Pantes aja sekarang dia bisa jadi playboy.


Di restoran tempat Choco bekerja, Choco didatangi oleh pacar Jae Gil yang membawa kaos bergambar Jae Gil  dengan gadis itu. Tapi sekarang wajah gadis itu sudah dihiasi telinga dan kumis kucing dan gadis itu menuduh Choco melakukannya.


Choco pura-pura tak tahu apa yang dimaksud dengan pacar Jae Gil. Tapi gadis itu bersikeras kalau Choco yang melakukannya karena cemburu. Ia menuduh kalau Choco menyukai Jae Gil.


Menanggapi tuduhan itu, Choco langsung berkata kalau ia menyukai Ashton Kutcher. Gadis itu tahu kalau yang disukai Choco adalah Ashton Kutcher, tapi Jae Gilnya juga mirip dengan Ashton Kutcher.

Bukannya membantah lagi, Choco malah mengerdipkan matanya seperti berpikir dan berkata, “Setuju. Sejujurnya mereka memang mirip, tapi..”


“Jae Gil lebih tampan daripada Ashton Kutcher,” potong gadis itu dan membayangkan, “matanya seperti mata rusa.”

LOL. Dan Choco marah karena pacar Jae Gil mendahuluinya mengatakan sesuatu yang ingin ia katakan.

ROFL. Dua gadis ini benar-benar..

Choco meyakinkan gadis itu, walau Jae Gil mirip dengan Ashton Kutcher, tapi ia tak menyukainya. Gadis itu menggeleng-geleng tak percaya, membuat Choco kesal dan meninggikan suaranya, “Aku tak menyukainya!”


Namun Choco tak dapat menolak saat gadis itu mengeluarkan handphone yang bergambar Jae Gil memonyongkan mulutnya untuk mencium. Choco hanya melongo memandang handphone itu, dan ia tak dapat menghindar saat pacar Jae Gil menciumkan handphone itu ke bibir Choco dan bertanya, “Bagaimana rasanya?”


Choco berdusta kalau ia tak merasakan apapun dan menyuruh gadis itu untuk berhenti bercanda. Ia meninggalkan meja counter, tapi baru beberapa langkah, kakinya lemas dan terjatuh karena jantungnya berdebar-debar.


Melihat Choco gemetar, gadis itu semakin tak percaya ucapan Choco. Tak dinyana Jae Gil datang ke restoran itu dan gadis itu yang pertama kali melihatnya. Ia menyolokkan kedua jarinya ke dua matanya. Untuk membuat matanya berlinang air mata? Cara yang aneh untuk mengeluarkan air mata buaya

Dan ia langsung mengeluarkan tangisan membuat Jae Gil buru-buru menghampirinya. Jae Gil langsung memeluk gadis itu, “Yoo Ra, mengapa menangis? Gara-gara Choco, kah?”


Yoo Ra langsung merengek, berkeluh kesah tentang kaos itu, “Harga diriku sangat terluka, Oppa. Aku kan dikenal sebagai gadis yang cantik alami tanpa make up.”

LOL, wajah seperti itu tidak pakai make up? Hmm.. mungkin, karena make upnya sudah nempel saat operasi plastik.


Dan yang lebih kocak lagi, Jae Gil percaya bahkan ia menenangkan ratunya dengan berkata, “Iya, iya. Kau tahu itu, aku juga tahu, bahkan Tuhanpun juga tahu.”


Jae Gil mengajak Yoo Ra untuk duduk menenangkan diri. “Walaupun wajahmu berlinang air mata, cintaku padamu tak akan berubah. Jadi berhentilah menangis.”


Jae Gil mencari-cari Choco dan Yoo Ra mengisyaratkan Choco sedang bersembunyi di balik counter. Karena sebelumnya, Choco juga menginjak kakinya.

Whaa..? Dari Hongkong, si Choco bisa nginjak kaki Yoo Ra? Bukankah mereka terpisah oleh meja counter? Tapi tentu saja Jae Gil tak dapat mendengar omelan saya.


Dengan lebay, Yoo Ra mengeluhkan kalau Choco melakukan hal itu karena tak menyukai kecantikannya. Dan lagi-lagi ia merengek sedih, “Apakah menjadi cantik itu sebuah kejahatan?


Jae Gil kembali menenangakan Yoo Ra, “Kalau menjadi cantik adalah sebuah kejahatan, maka kita berdua sudah dihukum mati sejak dulu.”

LOL. Jae Gil cantik? Okeeeyyyyy…


Ia menyeret Choco dengan menjewer telinganya dan menyuruh Choco untuk meminta maaf pada Yoo Ra sekarang juga. Choco meminta maaf, “I’m sorry”, tapi Jae Gil menyuruhnya meminta maaf kembali dengan bahasa Korea.

Choco meminta maaf lagi. Jae Gil menyuruh Choco meminta maaf lagi karena menginjak kaki Yoo Ra. Tapi Choco tak mau karena ia tak pernah melakukannya.


Mengesalkan sekali. Betapa Yoo Ra dengan lebaynya mengatakan kalau  mungkin ia yang harus disalahkan karena kecantikannya yang keterlaluan hingga membuat orang iri.


Dan Jae Gil juga mulai memarahi Choco seperti anak kecil yang menunjukkan kalau hidup orang itu sudah ditakdirkan. Menjadi tampan (menunjuk dirinya sendiri) atau jelek (menunjuk Choco), membuat orang memiliki garis hidupnya sendiri. Dan jika menyimpang dari garis hidup itu akan mempermalukan diri sendiri.


Ia memegang pundak Choco dan mengancamnya, “Kalau hal ini terjadi lagi, aku tak peduli kalau kau adalah adik sahabatku. Jika kau melukai Yoo Ra lagi, kau akan rasakan akibatnya. Mengerti?”


Dan Jae Gil membawa pulang Yoo Ra dengan menggendongnya di belakang punggung. Ia membawa Yoo Ra ke bar tempat Mar bekerja dan menyanyikan lagu untuknya.


Di balik meja, Maru bekerja dan menunjukkan keahliannya membuat bola es (ternyata bola es itu dibuat dengan pisau, kupikir dicetak) dan menaruhnya ke dalam gelas. Ia menuang minuman dan menyajikannya pada Min Young.


Mereka berdua hanya bertatapan tanpa saling bicara.


Sementara itu Jae Hee di rumah, minum-minum sampai bergelas-gelas. Sedangkan Eun Gi berada di kantor dan memeluk boneka Barbie-nya.


Keesokan harinya Eun Gi gusar bukan kepalang karena ia diminta oleh Joon Ha untuk tidak mengikuti rapat direksi. Yang memberi perintah adalah Presdir Seo. Alasannya adalah karena skandal yang terjadi saat sarapan di hotel.


Eun Gi tak mau mengikuti perintah itu, malah bergegas ke ruang rapat walaupun dilarang oleh Joon Ha. Tapi ia pun tak bisa langsung masuk karena pintu dikunci. Ia menggedor pintu berkali-kali.

Pintu baru terbuka setelah Min Young, yang mendapat persetujuan dari Presdir Seo, membuka pintu ruang rapat. Seolah tak terjadi apa-apa, Eun Gi masuk dan mengikuti ruang rapat.


Rapat kali ini membicarakan tentang pembelian saham perusahaan Joo Byung. Pangsa pasar elektronik mereka hanya 21%, sedangkan pangsa pasar pesaing mereka Joo Byung Electronik adalah 38%. Jika mereka melakukan merger maka pembelian ini akan sangat menguntungkan. Tapi merger ini membutuhkan dana sekitar 1,2 triliun won, sedangkan cadangan uang mereka tak mencukupi untuk nilai sebesar itu.


Maka satu-satunya cara adalah menjual asset perusahaan. Beberapa asset dilontarkan untuk dijual, tapi tak dapat direalisasi. Hanya ketika Min Young melontarkan usul untuk menjual resor Aomori di Jepang, Presdir Seo mengangguk dan mempertimbangkannya.

Tahun 2009, investor Rowling dari AS menawar resor Aomori seharga 103 milyar, dan mereka masih tertarik dan harga yang ditawarkan pasti lebih tinggi lagi. Dan untungnya, Jae Hee berhubungan baik dengan eksekutif Rowling.


Tapi Eun Gi langsung menyuarakan penolakan. Resor itu memiliki kenangan antara ayah dan ibunya. Ia memohon pada ayahnya,


 “Ayah? Di sini tak ada ayahmu!" Ayah Eun Gi langsung memotong dan menghardiknya. "Resor itu bernilai 1,2 triliun. Bagaimana mungkin kau membawa-bawa perasaan sentimentalmu? Apakah begini caramu mengurus perusahaan?”


Eun Gi menatap ayahnya tak percaya. Tapi ayahnya belum puas. Seakan menabur garam di atas luka hati putrinya, ayah menunjuk Jae Hee sebagai team leader dalam proyek ini sebagai latihan. Suatu hari nanti Jae Hee akan duduk managemen perusahaan.

Ayah menyuruh Min Young untuk membantu Jae Hee memenangkan proyek ini, karena Min Young mengenal masalah ini lebih baik dari siapapun.


Saat diberitahu berita ini Jae Hee luar biasa bahagia.


Maru berada di rumah dan ia membuka sebuah kotak yang berisi barang-barang yang ia gunakan saat kuliah dulu. Ada jas dokter, stetoskop dan buku-buku kedokteran. Ia membuka salah satu buku yang penuh dengan catatan dan stabilo untuk menggarisbawahi kata-kata penting.


Di salah satu halaman ada fotonya dan Jae Hee yang sedang merayakan ulang tahun. Ia membalikkan foto itu dan menutup buku.


Lagi-lagi rumah Maru kedatangan seorang wanita. Wanita itu mencari Maru. Choco, yang saat itu ada di depan rumah, memberitahu kalau kakaknya sedang tidak ada di rumah. Ia juga meminta agar wanita itu tak repot-repot mengejar Maru karena Maru mendekatinya hanya untuk uangnya saja.


Wanita itu heran pada Choco yang menjelek-jelekkan kakaknya sendiri, tapi Choco berkilah kalau yang ia katakan adalah kenyataan. Maru melakukan hal ini untuk memperoleh uang pengobatan Choco yang sakit-sakitan. Dan ia mengatakan ini tak hanya pada wanita itu saja, tapi juga pada tiap wanita yang datang ke rumah ini.


Wanita itu pergi, dan Maru pun keluar. Choco terbelalak melihat kakaknya ada di rumah. Apakah Maru mendengar semua kata-katanya? Tanpa senyum Maru mengiyakan, membuat Choco semakin ketakutan, “Apakah kau akan membunuhku setelah ini?”


Kali ini senyum Maru muncul, “Bagaimana mungkin aku akan membunuhmu, kalau selama ini aku selalu menjagamu agar terus hidup?” goda Maru. Sambil mencubit pipi Choco, ia malah memuji tindakan Choco tadi.


Maru melangkah pergi, tapi kata-kata Choco menghentikan langkahnya, “Oppa, carilah orang yang benar-benar mencintaimu..Gadis yang kau bawa di Joo Moo Jin kemarin sepertinya baik. ”

Maru tersenyum mendengar permintaan Choco, “Sekarang kau pasti benar-benar sembuh karena kau bisa cerewet seperti ini.”

Choco masih tetap khawatir pada kakaknya, “Lupakanlah Jae Hee eonni. Ia tak akan kembali”


Terdengar perih di telinga Maru, tapi ia tak dapat berkata kasar pada Choco, maka ia membalikkan pertanyaan itu pada adiknya, “Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah bisa melupakan Ashton Kutcher?”


Ha. Mendengar pertanyaan itu Choco tertawa gugup, “A.. A.. Ashton Kutcher yang mana?”


Saat keluar rumah, Maru mendapat telepon dari Eun Gi yang tanpa ba bi bu langsung meminta Maru menyebutkan 10 orang yang rela menyerahkan tahta demi cinta.

Maru menjawab, “Edward XI, Putri Pyung Gang, Putri Nang Nang, Putri Sunhwa,” Maru terdiam sejenak seperti kehabisan ide, namun kemudian ia lanjutkan, “Putri Fiona dari Shrek, Gu Jun Pyo dari Boys Before Flowers.”

Ha. Kenapa nggak sekalian Putri Se Ryung dari Princess’ Man?

Saat ditanya apa yang sedang Maru lakukan sekarang, ia menjawab kalau ia sedang berdiri di depan rumah menjawab pertanyaan Eun Gi.


“Aku kangen padamu,” kata Eun Gi tiba-tiba. Maru bertanya dimanakah Eun Gi sekarang, karena ia akan menyusulnya. Eun Gi menjawab kalau ia sekarang ada di Aomori, tempat ia menyimpan semua kenangan bersama ayah ibunya. “Tapi Presdir dan istri barunya memutuskan untuk menjual tempat ini.”

Maru diam mendengar kalau Eun Gi sekarang sedang berusaha menggagalkan penjualan resor itu, tapi tingkat kegagalannya 90% dan ada kemungkinan ia akan ditendang dari perusahaan setelah ini, “Jika aku jatuh miskin, maukah kau..”


“Aku akan membawamu,” potong Maru. “Tempatku mungkin tidaklah mewah. Tapi aku memiliki banyak kamar. Aku tinggal bersama adikku dan sahabatku. Aku punya 7 pasang alat makan, aku punya selimut dan bantal yang banyak.”

Aww.. so sweet banget.

Eun Gi menyetujui tawaran Maru. Jika suatu hari ia harus menyerah, ia akan menyerah, “Hingga saat itu, doakan aku untuk berhasil.”


Kata-kata Eun Gi terhenti karena ada Jae Hee berdiri di depannya. Ia menurunkan handphone tapi lupa mematikannya. Jae Hee menyindir kalau Eun Gi punya banyak waktu untuk jalan-jalan. Eun Gi menjawab berkat Jae Hee, ia memiliki banyak waktu luang karena ia tak perlu pergi ke kantor, “Aku berniat membuat keributan di sini. Aku akan menghentikan apa yang akan kau lakukan.”


Ia telah menemukan cara untuk mencegah agar resor ini tak terjual. Jae Hee tak takut pada ancaman Eun Gi.

Jae Hee hanya tertawa dan tak menganggap Eun Gi sebagai lawan sepadan. Ia sudah separuh jalan menuju tujuannya. Jalannya tak mulus dan gampang. Berkali-kali ia dilempari batu sepanjang perjalanannya.

“Bagaimana orang sepertimu bisa memahamiku? Aku akan menuju tempat itu.. bagaimanapun caranya. Aku tak akan memaafkan orang yang mencoba menghentikanku. Tak peduli siapapun orangnya.”

Dengan nada suara berubah manis dan keibuan Jae Hee menyibak rambut Eun Gi dan menyuruhnya untuk menikmati liburannya di Aomori, berendam air panas, setelah itu pulang ke rumah. Eun Gi hanya terdiam mendapat perlakuan seperti itu.


Di ujung telepon, Maru mendengarkan seluruh ucapan Jae Hee dan raut wajahnya mengeras. Tahu kalau Eun Gi tak menyadari handphonenya masih tersambung dengannya, ia yang memutus sambungan. Tapi kata-kata Jae Hee terus terngiang di telinganya. Aku akan menuju tempat itu.. bagaimanapun caranya.


Eun Gi bernostalgia di taman resor. Ia menaruh boneka Barbie-nya di ayunan, dan berkata pada boneka itu,

“Jangan khawatir, aku akan menemukan cara karena aku adalah Seo Eun Gi. Aku tak mudah dijatuhkan begitu saja. Percayalah padaku, Bu.”


Sementara itu Jae Hee menyambut investor Rowling dan dengan kata-kata sambutan, “Long time no see, Richard. You've gotten even sexier than I remember.”

Ih, seberapa dekat hubungan mereka sampai Jae Hee mengomentari partner bisnisnya, sexy? Dan jika sedekat itu, apakah yakin hubungan mereka hubungan bisnis?


Malam itu, Eun Gi berkutat di meja di dalam bungalownya. Mencari sumber uang yang dapat digunakan untuk menggantikan penjualan Aomori. Tapi semakin malam, dana itu tak kunjung ia temukan. Hari sudah hampir pagi dan waktu juga mulai menipis, tapi ia masih ada di jalan buntu.


Subuh menjelang, Eun Gi keluar bungalow dan membasuh muka untuk menyegarkan diri. Berbaring di rerumputan, ia menatap langit dan bertekad, “Aku belum menyerah. Aku belum kalah.”


Ia tertidur kelelahan hingga pagi menjelang. Tidurnya sangat lelap sehingga ia tak menyadari ada seseorang bersepatu kets menghampirinya. Orang itu menggendong Eun Gi dan membawanya..


.. dan melemparkannya ke dalam kolam.


Eun Gi gelagapan dan terbangun. Belum sempat ia berteriak memarahi orang yang berani-beraninya menceburkannya ke dalam kolam, ia terpana karena di pinggir kolam Maru berdiri di sana dan berkata,

“Hei, tukang tidur! Kau sudah tidur cukup banyak. Ayo bangun. Bersama-sama, kita akan bantai mereka semua!”


Komentar:



Episode 5? Pastinya sangat menarik. Mereka bertemu kurang dari 72 jam, tapi sudah menimbulkan gejolak seperti ini. Apa jadinya nanti jika mereka menyatukan kekuatan dan melawan si Ratu Jahat?

Walaupun saya ingin mereka berdua bisa menggagalkan tender Aomori ini dan menemukan jalan keluar yang brilian, tapi sejujurnya saya ingin Eun Gi menyerahkan tahtanya.


Bukan karena saya berpihak pada Jae Hee. Tapi saya ingin Maru membawa Eun Gi saat ini juga, apapun yang terjadi. Mereka hidup bahagia dan membangun bisnis kecil namun stabil. Dengan kemampuan mereka berdua, saya percaya mereka bisa melakukannya.

Mereka berbahagia saat berdua dan berbahagia saat bersama Choco dan Jae Gil, yang keduanya sama-sama kekanak-kanakkan, yang hidup bersama mereka.

Apa yang mengalahkan harta dan kekayaan? Cinta dan kebahagiaan. Rumah Maru yang sederhana akan membuat Jae Hee iri setengah mati.. Eh, bukan setengah mati, tapi iri semati-matinya. Karena ia kaya tapi stuck di rumah besarnya, terperangkap di antara suami dan pria simpanannya, yang keduanya tidak ia cintai sama sekali.



27 comments :

  1. Bantaaaaaii!! Hehe...aku setuju dee, aku lebih suka Maru membawa Eun Gi, entah sekarang atau nanti...

    Ahemm...Jae Gil mirip Ashton Kutcher?? diliat dari mana dulu XD

    ReplyDelete
  2. song jung ki...imut imut... g nyangka udh 28 thn (korea)... ^^

    btw di preview ep 4 aq liat maru cium kening eun gi,tp sprtinya kok g ada ya,apa di cut ya?

    ReplyDelete
  3. ceritanya makin seru n buat penasaran. mudah2an eun gi n maru bisa bener2 brsatu nantinya.
    tp aku ga suka liat prewiew eps 5, wktu maru nyebur ke laut demi jaehee. oh no.......

    ReplyDelete
  4. itu bapak - anak jodoh bangeth ya... kemaren di princess man, skrg di nice guy...hahaha

    ReplyDelete
  5. eonni gomawo sinopsisnyaaaa :),,tp tdi iseng2 search di youtube aku ketemu preview EP 5 eonni dn ga tw knapa, punya bad feeling aj sma EP 5 ini,pas liat jae hee ketemuan sma maru dkamar hotel :'( terus pas maru loncat dijembatan bwt nyelametin jae hee yg terjun ke air,,
    bisa aja gara2 itu jae hee sdar klo maru masih mencintainya,trus manfaatin maru bwt ngehancurin eun gee..tambh lagi wktu dikamar hotel jae hee blg ke maru "aku akan kembali padamu stlh semua ini selesai"..akuuuu gaaakkk relaaaa maru sma jae hee >.< tp ini cuma feeling aja,mudah2an gak kejadian ya eonni... :')

    lanjut sinopnya eonni,Daebaaaakkkkkkk !!!! :)

    ReplyDelete
  6. aku juga berharap kata'' maru bukan rayuan belakang , aku enggak mau kalau masi manfaatin eun gi buat balas dendam , aku lebih suka mereka bersata melawan jae he
    di tunggu sinopsis selanjutnya

    ReplyDelete
  7. whahahaa,,, smamkin seru dan mendebarkan saja.
    semangat ya mbak dee dan mbak fanny.
    Jae Gil mirip AsKutc? ckckkckckkkckckc..
    (Guling-guling sambil mencari kemiripannya,,,ahahha)
    semangaaat mbakk

    ReplyDelete
  8. aku juga berharap kata'' maru bukan rayuan , aku enggak mau kalau maru manfaatin eun gi buat balas dendam , aku lebih suka mereka bersata melawan jae he
    di tunggu sinopsis selanjutnya

    ReplyDelete
  9. AAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK........... MARRRRUUUUUUUU *MELTING* *DROLLING* *MELELEEEEEH*

    Ahjumma. lanjutkan! hehehehehe

    ReplyDelete
  10. wah keren banget,...
    jadi penasaran gmn kelanjutannya,...
    di tunggu ksinopsis selanjutnya (^_^)

    ReplyDelete
  11. Nice guy emang keren mba dee.. Sbenernya udah liad ep 4 tp eng sub, brhubung eng ku kurang mantabs so always nunggu sinop dr mba dee & mba fanny baru ngerti jln ceritanya ap..
    Aku suka bgt dg endingna eps 4 waktu maru bilang "lets kill them all" tatapan maru tajaaam amaaat *takut tapi mendekat :p*
    Thanx sinopna mba..
    Semangat^^

    ReplyDelete
  12. Sumpaaaaaaaah kereeeeeeen. Arrrgghhh gak sabar nunggu episode selanjutnya. Jong Ki-ah kerennya dirimuu <3
    Gomapta, Mbak Dee.. Hwaiting!

    ReplyDelete
  13. makin keren mbak...
    berharap Maru gak cuma maen2 sama Eun Gi

    ReplyDelete
  14. uuuwwaaa, gak sabar deh nonton eps 5 nihh !!! Jadi suka deh ama couple JoongKi-Chae Won :)

    ReplyDelete
  15. kayanya kali ini aq hrs bilang wooww...
    so sweet bgt maru kata-katanya "Aku Akan Membawamu" aaaah ga nahan booo...

    Pokoknya lebih setuju Eun Gi sm Maru... :D Like This

    semangat mba dee mba fanny
    ditunggu eps 5 Nya

    Kamsahamida...
    Fighting...

    ReplyDelete
  16. Saya juga ngarep kloEun Gi keluar dr rumahnya dan Maru jadi dokterr setelh ketaunan yg membunuh adalah Jae Ha. Mereka hidup bahagi tp Jae Ha msk penjaraa...
    -anit-

    ReplyDelete
  17. ini benar2 keren sekali,tegang tapi seru.bikin penasaran...kangen sama Gu Yong Ha,,,

    ReplyDelete
  18. whuaaa !!!really make me curious xD

    smoga cinta m'nyatukan xan b'dua maru n eun gi ,so you'll never ever give up to againts the bad jae hee

    up next ep 5...can't wait to see it !!
    mkasi kk admin,ttp semangat lanjutin sinopsis,a y... ^_^

    ReplyDelete
  19. trim's tuk sinopsisnya..
    benar2 menghibur

    ReplyDelete
  20. admin, boleh tanya?
    admin download video episoode 4 nice guy dimana?
    aku susah cari Nice Guy episode 4 . karena kebanyakan formatnya RAR / RAW, dan aku ga ngerti . ada ga Nice Guy episode 4 yang pke FLY / MKV atau AVI?

    ReplyDelete
  21. hoalah.. makin kesini episodenya makin rame aja... lanjut ke episode selanjutnya.. ;)

    ReplyDelete
  22. tercengang !!!
    Sungguh keren drama yg 1 ini !!
    Daebak !

    ^^

    ReplyDelete
  23. thanks ya sudah memposting synopsis nice guy love you

    ReplyDelete
  24. WOOWWW KEREN SETENGAH MATI!
    kesemsem samaaa Joong Ki aiggoooo><

    ReplyDelete
  25. mba ijin copy sinopnya yaaa,mw ku bundle jadi satu file
    boleh yaaa :) please

    ReplyDelete
  26. aaahh... trnyta drama.nya bgus, bru ngikutin skrang (telat). Awalnya gk trtrik krna gk trtrik sma Moon chae won. tapi... ska deh sma krakter Eun gi d'sni. Eish.. kgen Song Jung Ki

    ReplyDelete