September 23, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 4 - 1


Setiap karakter di drama ini memiliki perasaan cinta. Tapi setiap karakter di drama ini juga memiliki rencana dan ambisi tersendiri. Dan cinta adalah cara termudah untuk memuluskan rencana dan menggapai ambisi itu.

Namun di antara rencana dan ambisi mereka, adakah cinta yang benar-benar cinta? Cinta tanpa pamrih?

Sinopsis Nice Guy Episode 4 - 1


Keesokan harinya, Maru lari pagi mengelilingi lingkungan rumahnya. Tapi sosok Jae Hee terbayang di matanya. Mulai saat pertemuan mereka di pesawat, di kantor polisi dan pertemuan mereka semalam saat ia melihat Jae Hee mencium Min Young. 


Menjadi seperti apakah Jae Hee sekarang?


Sementara itu Jae Hee pun juga jogging di treadmill. Ia juga masih terbayang saat Maru memergokinya bersama Min Young. Ia juga melihat Maru mengantarkan Eun Gi. Pertemuan itu bukan kali terakhir mereka, karena Eun Gi penasaran dengan Maru dan mengajaknya untuk bertemu lagi esok dan keesokan harinya lagi.  

Maru tersenyum mendengar ajakan Eun Gil, “Seberapa pagi kita akan bertemu?”


Teringat akan hal itu, Jae Hee kehilangan focus dan berhenti di treadmill yang masih berputar. Hampir saja ia mundur terjatuh kalau saja Eun Gi tak memamtikan treadmill dan memeganginya.


Eun Gi menyindir Jae Hee, mengapa ia tak berhati-hati saat lari? Patut disayangkan jika nanti pernikahannya berantakan hanya karena wajahnya terluka. Walau ia sudah berhasil menggaet ayahnya, tapi banyak hal yang lain yang tak mudah untuk diraih di dunia ini.


Di ruang ganti, Jae Hee menanyai Eun Gi tentang Maru. Siapa pria yang mengantarkannya pulang? Bagaimana mereka bertemu dan apa hubungan mereka? Eun Gi tak menjawab pertanyaan Jae Hee karena, “Sejak kapan kau tertarik dalam kehidupan pribadiku?”

Tapi Eun Gi merasa murah hati untuk menceritakan kalau yang Jae Hee lihat kemarin malam adalah yang sebenarnya. Ia tertarik pada Maru dan ingin mengenalnya lebih jauh. Jae Hee mengingatkan Eun Gi kalau Eun Gi tak mengenal pria itu dengan baik.


Eun Gi tersenyum dan bertanya, “Kalau begitu apa kau mengenalnya? Karena kau mengenalnya maka kau sekarang panik? Omo.. Apakah kau menyukai pria itu?”


“Pria itu mendekatimu lebih karena statusmu saja,” kata Jae Hee mengabaikan sindiran Eun Gi.


Eun Gi menenangkan Jae Hee karena ia dapat mengatasi orang-orang seperti itu, dan bahkan, “Bukannya orang itu seperti kau yang dulu?” Eun Gi tak peduli kalau pria itu mendekati hanya karena kekayaannya. Ia tertarik pada pria itu dan ia sudah terbiasa dengan Jae Hee jadi Jae Hee tak perlu khawatir.

Eun Gi meninggalkan Jae Hee yang masih mencoba meneriakkan kata-kata yang penuh kekhawatiran padanya, “Kau bisa saja terluka karena dia!”


Oh, please.. sejak kapan Jae Hee menjadi ibu yang sangat baik dan penuh perhatian?


Choco masuk ke kamar Maru dan menemui Maru yang sedang bersiap-siap untuk pergi. Ia minta maaf akan kepergiannya pada ibu kandungnya yang akhirnya menyusahkan Maru. Ia mengkhawatirkan Maru, apakah ia terluka karena kejadian kemarin? Dengan kalem Maru menenangkannya.


Tapi Choco masih merasa menyesal karena ia tak dapat menolong Maru lebih banyak lagi. Walau begitu, ia membesarkan hatinya sendiri dengan mengatakan kalau selama ini  ia telah membantu Maru dengan memasak dan membersihkan rumah. Dan waktu SMA dulu, Choco pernah menyelamatkan Maru yang berkelahi dengan melemparkan botol saos ke lawan Maru.


Mengingat saat itu, Choco terlihat senang. Dan melihat Choco senang membuat Maru tenang. Ia berterima kasih karena, “Kau telah menjaga oppa agar tetap hidup lebih baik.”


Dan yang berikutnya terjadi adalah Choco  mengikuti ajang pencarian bakat. Sepertinya ia bertekad mencari uang untuk membantu Maru atau ia memang ingin menjadi seorang penyanyi. Tapi ia duduk dengan gelisah, memegang erat microfon yang ia bawa dari rumah. 


Berbagai peserta unjuk kemampuan, bahkan salah satu peserta menyanyikan Gangnam Style dengan caranya sendiri, membuat para juri tertawa. Bukannya hal itu membuat Choco semakin tenang, tapi malah semakin gemetar. Apalagi setelah giliran peserta Gangnam Style , selanjutnya adalah gilirannya.


Dapat diduga, Choco gagal pada detik pertama. Yang keluar dari mulutnya bukanlah suara merdu, tapi suara seperti orang kejepit pintu. Para juri menggeleng kecewa, dan walaupun Choco meminta satu kesempatan lagi, mereka menolaknya karena antrian peserta sangatlah panjang.


Selesai penjurian, Choco pergi ke restroom untuk menyesali kegugupannya padahal dia yakin bisa melakukan dengan baik. Kebetulan seorang gadis kecil keluar dari  toilet dan bertanya apakah gadis kecil itu mau mendengarkannya ia bernyanyi? Orang-orang memanggilnya Mariah Carey dari Timur.


Gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum gembira. Tapi senyumannya hilang saat mendengar suara Choco yang masih tetap gemetar saat bernyanyi. Tanpa basa-basi, ia langsung keluar dari restroom.


Haduh.. si Choco demam panggung akut, nih..

Choco kecewa melihat satu-satunya penonton pergi. Akhirnya ia mengeluarkan penonton dari dalam sakunya. Ia membuka handphone dan membuka salah satu foto.. Jae Gil. Aww… si adik kecil ini naksir sahabat kakaknya?


Dengan wajah Jae Gil terpampang di layar handphone-nya, Choco menaruh handphone itu di atas tempat sabun dan mulai bernyanyi untuk Jae Gil. Choco menyanyikan lagu IU, dan betapa mengejutkan, karena ia menyanyikannya dengan baik.


Selesai menyanyi, ia berkata pada (foto) Jae Gil, “Oppa, bukankah aku menyanyikannya dengan baik?”

Tentu saja Jae Gil tak menjawab, tapi ada yang muncul di kaca. Gadis kecil itu melongokkan kepalanya dari pintu dan tersenyum pada Choco. Choco terkejut melihat gadis itu pasti mendengar ‘pembicaraannya’ dengan Jae Gil. Maka ia buru-buru berkata, “Aku bukan eonni yang gila.”


Joon Ha pergi ke daerah tempat Maru tinggal. Pada seorang ibu, yang katanya sudah tinggal di daerah sini lebih dari 10 tahun, ia menunjukkan foto Jae Hee dan bertanya, apakah ibu mengenalnya? Ibu itu melihat foto Jae Hee dan berkata kalau ia tak mengenal wanita itu.

Joon Ha ragu mendengarnya. Benarkah? Dengan canggung, ibu itu meyakinkan Joon Ha kalau ia sudah lama tinggal di sini, dan ia tak mengenal wanita di foto itu.


Tanpa Joon Ha sadari, ada seorang pria yang membuntutinya. Pria itu kemudian menelepon Min Young dan melaporkan kalau Joon Ha sedang menggali informasi tentang Jae Hee. Namun ia memastikan kalau tak seorang pun di daerah ini yang akan membocorkan jatidiri Jae Hee, karena ia telah memberikan uang yang cukup untuk tutup mulut.


Min Young teringat kebersamaannya bersama Jae Hee semalam. Sebelum Jae Hee menciumnya, Jae Hee berkata kalau ia tahu kalau Min Young sudah menyukainya sejak awal mereka bertemu. Dan Min Young pun teringat pertemuan mereka.


Saat itu ia melihat Jae Hee yang tiba-tiba masuk ke dalam lift eksekutif, dengan alasan lift karyawan sudah penuh. Saat sekretaris Min Young meminta Jae Hee keluar dan menyuruhnya untuk menunggu lift karyawan, Jae Hee langsung mengkritik perusahaan Tae San yang munafilk. Katanya Tae San adalah perusahaan milik karyawan namun mengapa untuk urusan lift saja mereka diskriminatif?


Jae Hee memperkenalkan diri sebagai wartawan junior dari HBS yang akan mewawancarai presiden direktur Tae San dan mengancam akan memasukan insiden ini ke dalam liputannya.


Hmm.. saat itu Jae Hee sudah tahu kalau Pengacara Ahn Min Young menyukainya? Dan kemudian ia menikah dengan ayah Eun Gi? Tak jadi menangkap ikan ini karena ada ikan lain yang lebih besar? Setelah ikan besar didapat, sekarang ikan kecil pun diembat? Ckckck…



Ayah Eun Gi tanpa basa-basi bertanya padanya, “Menurutmu, bagaimana kepribadian ibunya Eun Suk? Aku tak pernah bisa mempercayai wanita. Tapi Han Jae Hee.. dia orang yang berbeda, kan? Ia tak akan mengkhianatiku, kan?”


Mulanya Min Young tak mau memberikan penilaian, karena yang mereka bicarakan adalah istri Presdir. Tapi setelah didesak, ia memberi jawaban, “Tapi cintanya pada anda sama besar dengan ketulusan dan pengabdiannya.”


Eun Gi keluar dari fitness center yang segera disusul oleh Jae Hee. Seperti ingin menunjukan kalau ia adalah ibu yang baik, Jae Hee memanggil Eun Gi dan sambil tersenyum, ia membetulkan kerah baju Eun Gi yang sedikit terlipat.

Tapi senyum itu memudar saat ada seseorang memanggil Eun Gi. Maru.


Maru menghampiri Eun Gi yang tak dapat menyembunyikan keterkejutannya karena Maru datang dan menungguinya. Maru tersenyum dan berkata kalau bukankah mereka berjanji untuk saling bertemu sesaat setelah mereka bangun pagi?


Eun Gi membalas senyuman Maru dan bertanya apakah ia sudah menunggu lama? Maru tak menunggu lama, “.. hanya dua jam saja.”


Aww.. kalau tak ada agenda di balik cute overload antara Maru dan Eun Gi, pasti sangatlah manis.


Jae Hee cemas melihat keakraban anak tiri dan mantan pacarnya. Lebih cemas lagi saat Maru menyapanya dan mengatakan kalau ia sempat melihat Jae Hee semalam. Eun Gi memperkenalkan Jae Hee pada Maru sebagai wanita yang akan menikahi ayahnya.


Maru mengangguk dan berkata kalau ia pernah melihat Jae Hee di TV sebelumnya. Bukankah Jae Hee adalah wartawan yang sering berbicara tentang ketidakadilan strata sosial dan bagaimana etika dan hati nurani tak boleh berkompromi.


Eun gi mengangkat alis, seakan terkejut kalau masih ada yang mengenal Jae Hee sebagai wartawan. Sambil menatap mata Jae Hee, Maru mengatakan kalau ia adalah pengagum Jae Hee.


Tak ada yang dapat dikatakan oleh Jae Hee selain berterima kasih pada Maru. Tapi senyum Maru hilang seiring dengan perkataannya, “Tapi itu dulu. Sekarang aku tak mengagumimu lagi.”


Hmm.. kata-kata Maru yang berarti ganda ini benar-benar menohok perasaan Jae Hee.


Tak disangka, ayah Eun Gi datang bersama dengan Min Young dan melihat Maru. Eun Gi yang melihat kedatangan ayahnya dan langsung menyambutnya. Tanpa basa-basi, ayah langsung bertanya siapa pria itu dan Eun Gi memperkenalkan Maru sebagai pria yang ia kenal.


Dan saat ditanya lebih jauh apa hubungan mereka berdua, Eun Gi mengagetkan semuanya dengan menjawab kalau Maru dan dirinya saat ini pacaran.


Maka ayah Eun Gi mengundang Maru untuk sarapan di hotel bersama mereka. Jae Hee tak dapat berbuat apapun selain menyembunyikan kekhawatirannya.


Ayah tak menyangka kalau ia akhirnya merasakan saat-saat seperti ini, saat dimana Eun Gi mengenalkan pacarnya. Seperti seorang ayah pada umumnya, ayah Eun Gi menginterogasi bibit bebet bobot Maru.


Dengan jujur Maru menjawab kalau orang tuanya sudah meninggal dan dia dulu pernah kuliah, namun sekarang sudah tidak lagi (Jae Hee menggenggam garpunya lebih erat) dan sekarang ia bekerja menjadi bartender.


Nampak kalau Eun Gi juga kaget dengan informasi ini. Begitu pula ayah. Mengapa Maru berhenti kuliah? Apa ia tak mempunyai biaya untuk meneruskan? Maru menjawab sambil menatap ayah Eun Gi, “Saya berhenti kuliah, tapi saya dikeluarkan.”


Ayah kaget mendengar Maru pernah dikeluarkan. Mengapa? Maru menghindar pertanyaan ini karena ia sedang tidak disensus, kan?


Eun Gi mencoba meminta ayahnya menghentikan interogasi ini, tapi ayah malah melempar pertanyaan itu pada Eun Gi? Apakah Eun Gi tahu atau tidak tahu kalau Maru pernah dikeluarkan? Apakah Eun Gi tahu alasannya? “Atau kau bahkan tak mengetahuinya?”


Tangan Jae Hee semakin gemetar hingga ia terpaksa menyembunyikan di bawah meja. Min Young yang melihat kegugupan Jae Hee, menenangkannya dengan meraih tangan Jae Hee dan diam-diam menggenggamnya di bawah meja.

Whoaa… Min Young berani melakukannya? Min Young berani menyentuh wanita bosnya di depan mata Presdir Seo? Entah Min Young itu benar-benar cinta atau licik, tapi perbuatan itu tak dapat ditolerir.


Eun Gi tak menjawab pertanyaan ayahnya, sehingga ayah bertanya lagi mengapa Eun Gi tak pernah menyelidiki hal-hal seperti ini lebih dulu.


Kali ini Eun Gi menjawab, “Hal itu tak penting bagi saya. Yang penting adalah masa kini dan masa depan bersamanya. Tentang masa lalu dimana dia pernah dikeluarkan, hal ini tak penting sama sekali.”


Ganti Eun Gi yang bertanya pada ayahnya, “Bagaimana dengan Anda, Pak?  Anda menikahi wanita yang jauh lebih muda. Ia menjadi wanita simpananmu saat Anda memiliki istri dan anak.”


Ia menatap Jae Hee, namun kata-katanya tetap ditujukan pada ayahnya. “Wanita itu hanya lima tahun lebih tua dari anak Anda. Dan seberapa jauh Anda mengetahui masa lalunya dan kepribadian gadanya?”


Ayah meraih gelasnya dan melemparkan isinya ke muka Eun Gi, “Pengacara Ahn. Anak iri, picik dan kekanak-kanakkan ini, apakah anak ini pantas untuk mewarisi Tae San?”


Ia menyuruh Min Young untuk membawanya pergi, dan menyuruh Jae Hee untuk menyingkirkan pria ini dari sisi Eun Gi, baik dengan cara memberinya uang atau memasukkannya ke penjara dengan dalih pemerasan.


Eun Gi berteriak, kali ini tak memanggil ‘Presiden Direktur’, tapi memanggilnya dengan ‘ayah’. Tapi ayah Eun Gi tak mempedulikan panggilan anaknya, menyuruh Jae Hee untuk mengajari Eun Gi lebih baik lagi untuk mencari pria yang lebih baik dari pria itu, “Kalau ibunya masih hidup, ia pasti akan melakukan hal yang sama.”

Oh, really, sajang-nim? Really? This is how you show your love to your daughter?


Ayah pergi bersama Min Young, yang langsung dikejar oleh Eun Gi yang sebelumnya sempat melempar tatapan kebencian pada Jae Hee.


Setelah di ruangan itu tinggal mereka berdua, Maru dan Jae Hee meninggalkan kepura-puraan mereka. Maru bertanya, apakah dunia yang seperti ini yang ditinggali Jae Hee?


Jae Hee terdiam, maka Maru meneruskan, bukankah harusnya sekarang Jae Hee menawarinya uang agar ia mau meninggalkan Eun Gi? Berapa? Satu milyar won lagi? Jae Hee menuduhnya menginginkan sesuatu dari hubungan ini.


Maru menatap Jae Hee tajam, “Menurutmu, apa yang aku inginkan?”

Oohh.. kalau mata bisa membunuh..


Tentu saja jawaban Jae Hee sesuai dengan karakternya dia yang materialistis. Apakah uang? Atau balas dendam? Balas dendam tak ada gunanya, “Berpikirlah dengan jernih. Mintalah uang yang banyak. Kau juga menjual tubuhmu untuk mendapatkan uang.”

Haduhh… beginikah cara Jae Hee untuk membujuk Maru? Jelas tak akan berhasil, say..

Jae Hee tak menghina Maru. Cara pikir Jae Hee menunjukkan bagaimana karakter Jae Hee. Ia berkata kalau Maru pantas untuk mengambil uang itu untuk merawat Choco dan mulai hidup bergelimang uang, seperti yang diirikan oleh orang-orang.


 “Kau benar-benar gila,” Maru terpana mendengar kata-kata tulus Jae Hee,”Karena inilah aku harus membawamu. Aku tak tahu seberapa hebat dan berkilaunya duniamu, tapi tempat itu bukan untuk orang sepertimu.”


“Kang Maru!” Jae Hee tak suka akan kata-kata Maru, tapi Maru tetap meneruskan kata-katanya.


“Jika orang sepertimu masih ada di sini, seolah-olah tak terjadi apa-apa, maka keadilan telah hancur, system tak akan berjalan. Dunia gelap yang dulu kau remehkan saat kau menjadi wartawan, akan menjadi kenyataan,” kata-kata Maru bukanlah ancaman, tapi tekad, “Jika kau tak mau turun, maka aku akan menjemputmu yang sekarang ada di atas. Dan pada saat itu akan akan membawamu turun hingga kau tak akan membuat masalah lagi.”


Maru bangkit, dan sebelum ia pergi ia berkata, “Sampai saat itu tiba, tunggulah aku di sana dan bersiap-siaplah.” Iapun melangkah pergi.


“Jadi.. ,“ kata-kata Jae Hee menghentikan langkah Maru. “Di manakah tempat itu? Apakah tempat busuk yang dulu aku pernah tinggali?”


Maru menoleh dan berkata sinis, “Tidak. Bahkan tempat itu jauh lebih terhormat daripada dirimu.”


Dan Maru pun meninggalkan Jae Hee yang duduk tercenung.

Bersambung ke SinopsisNice Guy Episode 4 -2. Maaf, hari Sabtu dan Minggu benar-benar short days for recapping. Jadi, sinopsis episode ini saya pecah dua bagian, ya..

12 comments :

  1. menegangkan... mudh2n eun gi dapatkn yg tbaik.

    ReplyDelete
  2. makasih sinopsis nya di tunggu episode selanjutnya . Aku lebih suka kalau maru sama eun gi bersatu melawan jae hee dari pada maru hanya memanfaatkan eun gi

    ReplyDelete
  3. makasih sinopsis nya di tunggu episode selanjutnya . Aku lebih suka kalau maru sama eun gi bersatu melawan jae hee dari pada maru hanya memanfaatkan eun gi

    ReplyDelete
  4. gpp yg lanjut terus ya.... Makasih

    ReplyDelete
  5. gpp yg penting lanjut terus ya.... Makasih

    ReplyDelete
  6. moga2 maru bs beneran suka sama eun gi jg sebaliknya,nggak usah dendam2an nnti kebablasan

    ReplyDelete
  7. thanks sinopnya, drama ini makin asik saja smg tdk jadi lambat alurnya. Ditunggu episode 4 part 2 nya...^_^

    -anit-

    ReplyDelete
  8. ceritanya semakin seruu
    ditunggu lanjutannya ya..

    ReplyDelete
  9. Lanjutkan mbk,,,,, ^^

    ReplyDelete
  10. lnjutkan mbak...crita yg sngat bgus....jdi sdkit trharu

    ReplyDelete