September 29, 2012

Sinopsis Faith Episode 7

Sinopsis Faith Episode 7


Melihat pasukan yang tadi menyerang sekarang membelanya, Choi Young menyadari kalau mereka sudah dijebak. Ia tak bergerak, membiarkan kedua pasukan itu bertarung.

Saat kedua pasukan itu bertempur, Hwasuin mendekati Choi Young dan memberi dua pilihan : berdiri di sini dan mati sebagai pengkhianat atau pergi mengikutinya.




Choi Young ingin pilihan ketiga, yaitu kembali ke dalam rumah. Tapi bukan itu pilihan yang dicari Hwasuin. Ia mengingatkan Choi Young kalau korban semakin berjatuhan.

Eun Soo bertanya apa yang sebenarnya terjadi, pasukan mana yang berada di pihak mereka? Choi Young ragu dan tak dapat menjawab secara pasti karena semua ini sedikit rumit.


Maka Eun Soo mengusulkan, “Kalau begitu kenapa kita tak biarkan saja mereka, kita pura-pura tak tahu dan menyelinap pergi ?”


Wajah Choi Young mendadak cerah karena ide Eun Soo sangat cemerlang. Ia menyuruh Eun Soo untuk pergi bersama Pangeran terlebih dahulu. Pangeran masih ragu untuk meninggalkan Choi Young sendiri dan bertanya, “Apakah kau akan baik-baik saja, Young-i?”


Choi Young mengangguk, menenangkan Pangeran Kyeong Chang. Hwasuin, yang melihat Eun Soo dan Pangeran melarikan diri, melemparkan apel yang ia pegang dengan tenaga dalamnya. Tapi Choi Young menangkis apel itu dengan pedangnya. Eun Soo dan Pangeran berhasil kabur.

Pertempuran itu berlangsung hingga malam. Choi Young berhasil menahan kedua pasukan dan berhasil melarikan diri ke dalam hutan, tempat Eun Soo dan Pangeran Keong Chang menunggunya.


Choi Young menunjuk ke dalam hutan dan meminta Pangeran untuk pergi. Ia meminta Eun Soo untuk menemani mantan raja Chung Jeong itu. Hujan akan turun dan kesempatan untuk meloloskan diri akan semakin besar. Ia akan menyusul mereka, dan ia akan menemukan mereka kemanapun mereka pergi.

Wow, apa Choi Young sudah menanamkan GPS di badan Pangeran atau Eun Soo kah?


Bukannya menurut, Eun Soo heran pada Young yang membiarkan mereka sendirian. Mengapa mereka harus pergi sendiri? Mengapa?


“Untuk sekali saja, bisakah kau berhenti menanyakan alasanku dan mengikuti perintahku?” tanya Choi Young kesal dengan ketidakpatuhan Eun Soo. Ia memegang tangan Eun Soo dan menyerahkan tali kekang kuda padanya, menyuruh mereka segera pergi.

Choi Young tak membiarkan mereka sendiri. Ia berada jauh di belakang Eun Soo dan Pangeran, membunuh lawan-lawan yang mencoba mengejar mereka.

Ketika akhirnya Eun Soo dan Pangeran lepas dari kejaran lawan, Choi Young pun menghilang. Hwasuin kesal karena misinya gagal.


Di bagian hutan yang lain, Joo Seok mencari jejak Choi Young. Ia diperintahkan oleh Choong Seok untuk menemukan Choi Young  dan memintanya untuk segera kembali ke istana karena Choi Young sedang dijebak dengan tuduhan pengkhianatan.


Mendadak muncul seorang pemburu yang mengaku bukan musuhnya. Mulanya Joo Seok curiga, ia akhirnya percaya setelah pemburu itu mengetahui ke arah mana Choi Young pergi, dan ia mengaku kalau ia adalah  suruhan seseorang yang ingin bertemu Choi Young.  Kabar pengkhianatan Choi Young, yang akan membantu Pangeran Kyeong Chang naik tahta, sudah menyebar di Ganghwado.


Pada Rajanya, Penasihat Jo mengatakan kalau ia sudah berkali-kali memberitahu kalau Choi Young tidaklah dapat dipercaya. Dan sekarang benar-benar terbukti.

Dari dulu Choi Young adalah kaki tangan Ki Chul. Kalau tidak, bagaimana mungkin Choi Young dapat pergi sendiri ke rumah Ki Chul dan membawa pergi tabib langit untuk menemui Pangeran Kyeong Chang. Apakah ia dapat membawa pergi Pangeran Kyeong Chang dengan mudahnya?

Gong Min diam. Tak menjawab.


No Goo mendapat informasi yang genting ini. Ia segera menyuruh Dayang Choi untuk membawa Dae Man menghadap padanya. Maka Dae Man yang baru saja pulih, harus terseok-seok mengikutinya.


No Gook bertanya, apakah Ki Chul menyerahkan Eun Soo begitu saja? Dae Man menjawab ya. Ia hendak meneruskan kata-katanya ingin memberi sebuah pembelaan, tapi No Gook memotongnya dan bertanya lagi, “Apakah Choi Young mengikuti perintah Ki Chul untuk pergi ke Ganghwado?”


Lagi-lagi Dae Man mengangguk dan ingin memberikan pembelaan untuk Dae Jangnya, tapi No Gook memotongnya lagi bahkan dengan suara lebih keras, “Mengapa Choi Young mengikuti perintah Ki Chul? Apa ia berpihak pada Ki Chul?”

Dasarnya cara bicara Dae Man sedikit gagap. Dicecar dengan pertanyaan yang menyudutkan, Dae Man hanya garuk-garuk kepala, tanpa bisa menjawab.


Jang Bin mencoba menenangkan No Gook kalau Choi Young pasti memiliki alasan di balik semua ini. Ia menebak kalau Ki Chul mengancam Choi Young dengan nyawa Eun Soo.  Dayang Choi pun menyetujui asumsi Jang Bin dan meminta Ratu untuk melihat dari sudut pandang Choi Young.

Tapi No Gook tak mau, “Siapa yang mau melihat dari sudut pandang Choi Young? Akan lebih mudah menjatuhkan seseorang daripada berpihak padanya.”

Rasanya kata-kata No Gook egois. Tapi sebenarnya ia sedang mencari jalan untuk mencari alasan untuk menyelamatkan Choi Young. Tanpa satu alasanpun, ia akan mempercayai Choi Young. Tapi tidak dengan orang lain yang ingin menjatuhkannya. Jadi ia perlu alasan kuat untuk berbicara.


Eun Soo dan Pangeran Kyung Chang telah menemukan tempat persembunyian yang tepat. Sementara Pangeran tidur, ia keluar dan memberi makan kuda. Setiap ada bunyi, membuat Eun Soo ketakutan.


Saat ada bunyi suara lagi dan merasa ada orang di belakangnya, ia menaraik belati dan menghunusnya. 

Dengan mata tertutup.  Eun Soo berteriak karena orang itu malah meraih tangannya, dan mengarahkan belati itu ke lehernya sendiri. Orang itu berkata,

 “Apakah kau akan menusuk tanpa melihat?”
“Kan kau bilang kalau aku mencobanya sampai matipun aku tak akan sanggup menusuk..” jawab Eun Soo tergeragap.


“Kalau kau tak yakin bisa melakukannya, jangan lakukan. Karena pisau tak dapat membedakan si pemilik atau musuh,” Choi Young memberikan pelajaran Cara Menggunakan Pedang 101.


Mereka masuk ke dalam rumah dan Eun Soo memuji Choi Young yang bisa menemukan tempat persembunyian mereka. Ia juga memuji diri sendiri yang telah menaruh kudanya di tempat strategis untuk berjaga-jaga kalau mereka ketahuan.


Choi Young tak menjawab apapun, hanya memandangi Pangeran Kyeong Chang yang tertidur pulas. Eun Soo masih berbicara terus hingga bunyi petir mengagetkannya. Di saat bersamaan ruangan menjadi terang sesaat karena petir dan Eun Soo melihat wajah Choi Young bersimbah darah, “Seberaa parah kau terluka? Coba kulihat!”

Choi Young memalingkan mukanya. Darah itu bukan darahnya, jadi Eun Soo tak perlu khawatir. Eun soo sekarang tak khawatir, tapi tak suka. Darah yang bukan darah Choi Young, artinya adalah Choi Young telah membunuh banyak orang.

Eun Soo melempar selembar kain dan menyuruh Choi Young membersihkan darah dari wajahnya, “Dan jangan membangunkan anak itu.” 


Choi Young mendelik mendengar sebutan Eun Soo, “Siapa yang kau panggil dengan anak? Jangan menyebutnya seperti itu.” Eun Soo tak menjawab, hanya membelai rambut Pangeran Kyeong Chang.


Maka Choi Young memilih diam dan minggir sambil membersihkan wajahnya. Saat petir menyambar, ia memandang wajah Eun Soo yang terus menjagai Pangeran. Ruangan kembali remang-remang, tapi Choi Young tak melepaskan pandangannya dari Eun Soo.


Subuh menjelang dan Eun Soo terbangun dan memanggil Choi Young. Ia ingin tahu apakah Choi Young ikut berisitirahat saat ia dan Pangeran tertidur? Choi Young tak menjawab, hanya membalikkan tubuhnya. Hal itu berarti satu, Choi Young tak pernah beristirahat semenjak dia sadar dari komanya, “ Dan selama itu kau harus bertempur, menunggang kuda, bertempur lagi, melindungi ..”


Eun Soo menghela nafas dan menghampiri Choi Young untuk duduk di sebelahnya. Choi Young menatap Eun Soo, untuk kemudian berpindah tempat.


EunSoo tak mau menyerah dan kembali duduk menghampiri Choi Young. Akhirnya Choi Young bertanya apa yang sebenarnya Eun Soo ingin lakukan? Eun Soo menepuk punggunya dan berkata, “Sini. Bersandarlah di bahuku. Mulai sekarang aku akan melindungimu. Jadi beristirahatlah.”


Ide Eun Soo sepertinya tak bisa masuk ke dalam otaknya, “Kau minta seorang pria untuk bersandar dibahu seorang wanita?”

Tentu saja Eun Soo membantah, “Aku menyuruh seseorang yang lebih lelah untuk bersandar pada seseorang yang cukup beristirahat. Kenapa kau harus membawa-bawa pria atau wanita?”

Choi Young hanya bisa melongo saat Eun Soo menyodorkan bahunya sekali lagi. Eun Soo mendengar kalau Choi Young suka tidur.


“Ia dapat tidur 3 hari 3 malam. Kemudian ia makan makanan banyak-banyak dan setelah itu ia tidur kembali. Itulah mengapa Dae Jang sangatlah hebat,” kata Eun Soo mengutip gossip yang pernah ia dengar. 


Eun Soo terlalu sibuk berbicara sendiri hingga tak menyadari kalau Choi Young akhirnya tertidur dan bersandar di bahunya. Menyadari pria itu telah terlelap, Eun Soo memegang dahi Choi Young untuk merasakan suhu badannya dan mengukur denyut nadinya. Ia terlihat lega, namun menyadari kalau bada Choi Young penuh darah, ia hanya bergumam, “Bau darah..”


Eun Soo tak menyadari kalau Choi Young membuka matanya sebentar untuk kemudian tidur lagi.


Pemburu dan Joo Seok masih mencari jejak Choi Young. Dari jejak kotoran kuda yang baru saja mereka lewati, pemburu itu mampu menunjuk arah kemana Choi Young dan yng lainnya bersembunyi.


Saat Pangeran bangun, ia merasa telinganya sakit dan Eun Soo memeriksanya. Karena tumor menekan gendang telinga, maka Pangeran selalu merasa kesakitan. Eun Soo meminta aspirin yang pernah ia berikan sebelumnya dan menyuruh Pangeran Kyeong Chang untuk meminumnya.


Choi Young meminta Eun Soo  melakukan hal yang lainnya lagi untuk meringankan sakit (seperti akupunktur) tapi Eun soo tak bisa melakukannya. Choi Young marah, “Apakah hanya ini yang bisa kau lakukan?”


“Maaf ya kalau aku tak mengambil semua peratan dan obat-obatan saat kau menculikku. Seharusnya kau memberitahukanku sebelumnya, hingga aku dapat membawa berbagai macam obat,” sindir Eun Soo emosi.

Choi Young merasa tak enak hati, namun matanya mendelik saat mendengar gerutuan Eun Soo berikutnya, “Dasar penculik brengsek. Memang dia pikir dia siapa berteriak-teriak seperti itu.”


“Brengsek?” matanya mendelik saat mendengar panggilan itu.

Ha. Coba aja kalau Choi Young ngerti arti kata ‘psycho’, sudah cabut pedang mungkin.


Eun Soo mengabaikan mata Choi Young. Karena tak ada obat, maka jalur Patch Adam pun jadi. Ia menirukan suara dan menyanyikan sebuah lagu seperti lagu seriosa, tapi nadanya lari kemana-mana.


Aksi ini membuat Pangeran Kyeong Chang tertawa-tawa dan lupa akan sakitnya. Choi Young pun juga tersenyum melihat aksi Eun Soo yang pede banget bernyanyi.


Tapi Choi Young menghentikan nyanyian Eun Soo. Bukan karena sumbang, tapi karena ia mendengar ada suara di luar.


Dan ternyata suara itu adalah Joo Seuk dan pemburu yang akhirnya menemukan Choi Young.


Hwasuin melaporkan ketidakberhasilannya pada Ki Chul dan mengharapdan kan ia dimarahi habis-habisan. Tapi di luar dugaan Ki Chul malah tenang dan memuji akan pekerjaannya. Jika mereka berhasil ditangkap, permainan ini malah tak mengasyikkan.


Hwasuin bingung  plus frustasi dengan arah pikiran Ki Chul yang menurutnya bagai belasan ular berbisa yang licik dan kejam. Eum Ja menenangkannya dengan menaruh telunjuk ke dalam mulutnya.


Ah.. apakah ini adalah cinta noona dongsaeng yang lain?


Pemburu itu ternyata adalah suruhan dari Gubernur Gwangha yang ingin bertemu dengan Choi Young. Gubernur Gwangha ingin melihat dengan mata kepala sendiri apakah Choi Young benar-benar dijebak atau memang terlibat konspirasi.


Choi Young tak mengenal Gubernur Gwangha, maka ia ragu. Tapi ia tak punya pilihan lain.


Joo Seok tak akan mengikuti Choi Young ke rumah gubernur Gwangha. Choi Young memberinya tugas lain yaitu menyampaikan pesannya pada Raja Gong Min. Joo Seok enggan melakukannya karena sebenarnya kepergiannya ini adalah perintah Choong Seok yang menjadi wakil Woodalchi, tanpa sepengetahuan Raja.

Tapi Choi Young tetap bersikeras, “Kalau kau bisa selamat setelah menyampaikan kata-kataku pada Paduka Raja, kau harus kembali menemuiku dengan membawa jawabannya. Aku akan mencoba bertahan hingga saat itu tiba.”

Joo Seok terbelalak, “Apakah Dae Jang yakin kalau Raja akan memberikan jawabannya?”

Ha. Pasti kekaguman Joo Seok meningkat sepuluh tingkat karena Choi Young yakin Raja tak marah padanya setelah Raja mendengar pesannya.



Tapi Choi Young membantah hal itu, ia sendiri juga tak begitu yakin, bahkan, “Jika kau terbunuh karena aku, maka sebelumnya aku harus memberitahukan ini padamu,” Ia mencondongkan badan dan dengan suara lebih pelan ia berkata, “Maafkan aku.”


LOL. Joo Seok hanya bisa terpana. Dae Jang-nya ini kok ya kejam bangeeetttt..!!!


Ki Won mendapat pesan dari merpati pos dan ia menunjukkan pesan itu pada salah satu pejabat.


Sementara itu di istana Jang Bin menjadi menjadi perantara pembawa pesan antara Raja Gong Min dan Ratu No Gook.


Yang sedang duduk berhadapan. LOL. Ini dua bangsawan kelakuannya kaya anak-anak saja. Mereka memainkan permainan ‘Jang Bin, katakan padanya..’

No Gook menyiapkan meja jamuan agar bisa bertemu dengan Gong Min. Ia meminta ijin untuk pergi ke rumah Ki Chul dan melakukan barter.


Gong Min menganggap No Gook sudah gila dan menyindirnya, walaupun yang terluka adalah lehernya, tapi otaknya juga kena. Tapi No Gook tetap mengatakan idenya. Dirinya akan ditukar dengan Choi Young dan tabib langit. Ia adalah putri raja Yuan, maka Ki Chul tak akan berani macam-macam padanya.


No Gook juga sudah menyiapkan scenario tambahan. Ia akan memberinya uang, ia akan memberikannya. Begitu pula jika ia ingin menambah kekuasaan..


Dengan kasar Gong Min meraih No Gook, membuat semua dayang, kasim bahkan Jang Bing mengalihkan pandangan matanya. “Sampai sejauh mana kau ingin membuatku kelihatan menyedihkan, agar kau senang? Aku baru saja kehilangan salah satu pengikut setiaku. Jika dia membalikkan punggungnya dariku, aku tak dapat mencegahnya. Tapi sekarang bahkan Ratuku juga muak akan kelemahanku, tak menganggapku dan bertindak sendiri.”


Ia mendekat ke arah No Gook dan berbisik marah, “Apakah rasa sukamu padanya begitu besar? Haruskah kau berbuat sejauh ini demi dirinya?”


No Gook gemetar mendengar kata-kata Gong Min. Ia hanya bisa menjawab lirih, “Bagi paduka, ia adalah orang yang jauh lebih penting daripada orang seperti saya.”



Gong Min kaget mendengar kata-kata No Gook. No Gook melanjutkan kalimatnya, walau penuh keraguan, “Paduka tak pernah mengetahui hal ini.. tapi saya.. saya..”


Kata-kata No Gook terhenti karena Penasihat Jo yang berteriak menanyakan keselamatannya.

Damn..  dari awal saya sudah nggak suka dengan Penasihat Jo. Sepertinya sekarang puncaknya deh.. Si Ratu mau memberikan love confession.. kenapa dipotong?!

Penasihat Jo dan beberapa pejabat lain (termasuk pejabat yang tadi melihat pesan merpati pos) datang karena khawatir akan keselamatan Raja yang ditawan oleh para woodalchi.


Tentu saja para woodalchi kaget. Mereka tak akan pernah berkhianat. Gong Min pun meyakinkan Penasihat Jo akan hal itu. Ia memang memberi perintah pada para woodalchi untuk menjaganya.

Tapi penasihat Jo punya buktinya. Ia bertanya pada para woodalchi, apakah benar kalau tak ada satupun dari mereka yang pergi menemui Choi Young?


Choong Seok tak menjawab apalagi membantah, mengagetkan Gong Min. Maka Gong Min pun bertanya
Buru-buru Choong Seok dan para woodalchi lainnya berlutut memohon ampun, “Yang mulia!”


Gong Min hanya bisa menatap nanar pada para woodalchi.


Poor, Gong Min. Sekarang siapa lagi orang yang dapat mempercayai kemampuannya, jika para woodalchi pun tidak?


Ki Won datang ke markas mereka untuk menyampaikan kalau mereka tak boleh keluar dari markas untuk waktu yang tak dapat ditentukan. Para woodalchi dibebastugaskan dalam mengawal Raja Gong Min karena dianggap melakukan pengkhianatan.Jika mereka terlihat melakukan suatu hal yang diduga sebagai pengkhianatan, maka markas woodalchi akan menjadi lautan api.


Rombongan Choi Young akhirnya sampai di rumah Gubernur Gwangha. Eun Soo terpesona melihat taman rumah yang sangat indah. Setelah berbasa-basi dan perkenalan pada Gubernur Gwang Ha, Eun Soo bertanya tentang kamar yang dapat mereka tempati karena ia ingin agar Pangeran Kyeong Chang dapat beristirahat.


Eun Soo menemani Pangeran Kyeong Chang untuk beristirahat. Ia berkata ia akan membuat suatu ramuan karena ia melihat sebuah tanaman yang ia tahu dapat mengurangi rasa sakit. Tapi Pangeran Kyeong Chang mengatakan kalau ia telah mempraktekkan mantra Eun Soo (menirukan suara) dan cukup berhasil.


Plasebo yang berhasil. Eun Soo tersenyum sayang, menatap mantan Raja yang masih bocah namun bernasib malang.


Kepada Gubernur Gwangha Choi Young menjelaskan kalau ia telah dijebak hingga terlihat seperti berkhianat. Gubernur bertanya, apa ia dapat mempercayai kata-kata Choi Young?


Choi Young menjawab kalau Gubernur harus mempercayainya, karena Gubernur telah membantu bahkan menyembunyikan mereka. Ia membalikkan pertanyaan Gubernur itu. Apakah ia dapat mempercayai Gubernur? Ataukah sebenarnya Gubernur ingin mengembalikan tahta Pangeran Kyeong Chang?


Gubernur tertawa mendengarnya dan berkata kalau ia hanyalah seorang pegawai kerajaan. Ada tiga hal penting yang harus dilakukan agar ia dan keluarganya, dari generasi ke genarasi, dibayar oleh kerajan. Apakah Choi Young tahu 3 hal itu?


Choi Young melemparkan senyum ‘dunno don’t care’-nya. Ia belum berpikir sampai ‘dari generasi ke generasi’.

Perhatiannya teralih saat melihat Eun Soo berjalan-jalan di taman. Dan Gubernur yang tahu kalau Choi Young tak berminat meneruskan percakapan, berkata kalau ia akan menjelaskan tentang 3 hal itu di kemudian hari.


Choi Young menghampiri Eun Soo dan bertanya apa yang sedang ia lakukan di sini? Eun Soo mengacungkan pucuk daun dan menjawab kalau ia sedang memetik daun peppermint untuk pereda sakit. Ia bahkan menyukai minuman yang mengandung daun ini.

Choi Young menyuruh Eun Soo untuk segera menyelesaikan kegiatannya. Karena ia tak mau meninggalkan Pangeran sendiri. Eun Soo bertanya, bukankah tempat ini aman? Namun jika Choi Young khawatir, ia pergi duluan.

Bukannya pergi ke ruangan Pangeran Kyeong Chang, Choi Young malah tetap tinggal dan mendengar celotehan Eun Soo yang bertanya bagaimana caranya ia membuat peppermint ini menjadi obat? Ditumbuk, diambil sarinya atau direbus?

Bagi Choi Young, pertanyaan Eun soo itu aneh. Bukankah yang menjadi tabib itu Eun Soo? Eun Soo menjelaskan kalau di langit, tabib tak membuat obat. Yang membuat adalah perusahaan farmasi dan tabib hanya membuka komputer, mencari data obat yang tepat.. Eun Soo menghentikan kata-katanya, tak ada gunanya menjelaskan pada Choi Young.


Maka ia melakukan sesuatu yang berguna untuk Choi Young. Ia memetik sekuntum bunga seruni kuning dan menyuruh Choi Young untuk menerima hadiahnya.


Tentu saja Choi Young tak mau. Ia beranjak pergi, tapi Eun Soo menahannya. Eun Soo melihat ada sesuatu di rambut Choi Young dan tanpa sempat dicegah, Eun Soo mengulurkan tangannya. Sedetik kemudian Eun Soo tertawa geli hingga terkekeh-kekeh.


Aww… manis sekali. Kkotboda Namja. Boys Before Flowers.

Choi Young meraba rambutnya dan menemukan bunga itu terselip di rambutnya. Eun Soo masih belum dapat menghentikan tawanya walau Choi Young sudah menatapnya kesal dan menyindirnya, “Apa menurutmu itu lucu?”


“Tentu saja lucu,” kata Eun Soo di tengah tawanya. “Karena aku suka harum bunga dan kupikir harum itu akan menghilangkan bau darah di tubuhmu.”


Choi Young melihat kamar Pangeran dijaga ketat oleh banyak pengawal, dan merasa curiga. Ia bergegas pergi ke kamar Pangeran, tapi Gubernur Gwangha tiba-tiba muncul dan mengajak mereka makan. Ia telah menempatkan pengawal untuk berjaga-jaga, sehingga Choi Young tak perlu khawatir.


Eun Soo yang mendengar kata makan, langsung bergairah dan mendesak Choi Young untuk ikut makan bersama mereka. Choi Young ragu dan menatap kamar Pangeran sekali lagi, tapi kemudian ia pun mengikuti Eun Soo.


Tapi Choi Young terkejut melihat cara makan Eun Soo. Bukan karena Eun Soo makan dengan pelan, tapi Eun Soo makan dan makan dan makan lagi, “Apakah kau belum kenyang juga?”


Eun Soo menyuruhnya diam. Ia akan makan banyak karena ia tak tahu lagi kapan ia dapat makan lagi. Choi Young menyuruhnya untuk makan dengan perlahan karena ia akan pergi ke kamar Pangeran terlebih dahulu. Tapi Gubernur mencegahnya.


Di kamar, Pangeran Kyeong Chang berdua bersama Ki Chul. Walaupun ia ketakutan menghadapi Ki Chul, tapi ia menolak mentah-mentah pernyataan Ki Chul yang mengatakan kalau Choi Young membawanya karena ingin menaikkan Pangeran untuk bertahta lagi. Maka ia datang kemari untuk menahan Choi Young dan akan ia serahkan pada Raja.

Ki Chul masih mencoba meyakinkan Pangeran kalau orang akan berupaya segala cara demi memperoleh kekuasaan. Tapi Kyeong Chang bersikeras kalau Choi Young-nya tak akan melakukan hal itu.


Sambil menangis ia membela Choi Young dan mengatakan kalau itu adalah jebakan.


Ki Chul tahu kalau ia tak mungkin mengelabui Pangeran Kyeong Chang. Maka ia membuka kartunya, Ia ingin Choi Young berada di sisinya. Jika Choi Young datang, maka tabib langit pun juga akan datang. Dan ia tak suka dengan raja baru. Jika Pangeran mau, ia akan menaikkan Pangeran Kyeong Chang kembali.

Tapi Pangeran menolak hal itu, “Walaupun Choi Young sangat setia padaku, tapi ia terlalu malas untuk melakukan hal itu. Untuk melakukan pengkhianatan, ia tak akan serajin itu.”

Ha. Benar juga kata-kata Pangeran Kyeong Chang. Hobi malas Choi Young sampai ke akar-akarnya.


Gubernur memberikan pertanyaan yang sama pada Choi Young. Ia bertanya, “Andaikan Pangeran memintamu untuk menaikkan dia untuk bertahta lagi, apa yang akan Choi Young lakukan?”


Mulanya Choi Young tak mau menjawab. Tapi Gubernur memaksanya untuk menjawab, maka Choi Young pun menjawab, “Maka aku akan membunuhnya.”


Eun Soo sampai tersedak saat mendengar jawaban Choi Young. Choi Young berkata kalau ia adalah Woodalchi, pengawal Raja yang saat ini bertahta, maka ia akan melindunginya dari siapapun yang ingin melukainya.


Bagi Ki Chul, kenyataan kalau Choi Young berkhianat atau tidak, tidaklah penting sekarang. Yang penting adalah apakah ia, Ki Chul, akan menyelamatkan Choi Young atau menjadikannya pengkhianat. Berdasarkan apa? Dan Pangeran Kyeong Chang menebak keinginan Ki Chul, “Apakah kau ingin dia berlutut di hadapanmu agar ia selamat?


Ki Chul mengangguk. Tapi lagi-lagi Pangeran membantahnya. Choi Young tak akan mau berlutut. Ia terlalu malas untuk meminta belas kasihan pada orang yang ia benci.

Benarkah? Ki Chul taruhan, kalau Choi Young sama seperti yang lainnya. Choi Young pasti mau berlutut di hadapannya jika nyawanya terancam.


Ia kemudian mengeluarkan botol kecil dan berkata kalau botol itu adalah botol racun yang dapat membakar bagian dalam tubuhnya, diawali dari tenggorokan, ke lambung dan satu demi satu akan merambat ke bagian lain.

Ki Chul ingin agar Pangeran menawarkannya pada Choi Young, menyuruhnya untuk meminum racun itu agar Pangeran selamat. Jika Choi Young mati, maka pemberontakan akan berakhir dan Pangeran Kyeong Chang akan tetap hidup.

Pangeran menangis mendengar ancaman Ki Chul. Bukankah Ki Chul menginginkan Choi Young? Kenapa sekarang Ki Chul ingin membunuhnya?


“Karena hamba ingin mengajarkan pada Paduka tentang sifat dasar manusia. Choi Young memang ditakdirkan akan mati. Jadi biarkan dia menyelamatkan Paduka dan mati,” jawab Ki Chul.

Aihhh.. pria ini benar-benar sakit. Nggak waras.


Pangeran Kyeong Chang menangis, apakah tak ada cara untuk menyelamatkan Choi Young? Ki Chulpun menjawab jika Pangeran ingin menyelamatkan Choi Young, Pangeran harus mati. Tak aka nada pemberontakan jika tak ada mantan raja yang ingin naik tahta.


Choi Young bergegas menuju kamar Pangeran, tapi Eun Soo memintanya untuk berhenti sejenak karena ia ingin meminta sesuatu padanya. “Kembalikan aku ke gerbang langit dan membawa Yang Mulia ke duniaku. Aku dapat mengoperasi dan melakukan kemoterapi di sana.”


Tapi Choi Young tak yakin, karena gerbang langit belum tentu terbuka. Tapi bagi Eun Soo, keadaan sekarang ini juga tak meyakinkan, “Kau dianggap memberontak dan aku juga melihat cukup banyak drama sageuk dimana kalian semua akan mati. Dan pada saat itu aku juga akan mati.”

Choi Young bertanya apakah Eun Soo tahu jalan menuju gerbang langit? Eun Soo tak tahu tapi ia akan bertanya. Choi Young bertanya lagi, bagaimana Eun Soo akan menghadapi para prajurit yang pasti akan mencari mereka?


“Dapatkah kau menemani kami? Di sana kau tak perlu membunuh. Mari kita pergi bersama-sama ke dunia langit. Bersamaku,” jawab Eun Soo. Choi Young tak menjawab dan meneruskan langkahnya.


Di kerajaan, Joo Seok heran melihat tak ada woodalchi yang berjaga di istana. Ia mengendap-endap masuk, namun ketahuan oleh para penjaga. Hampir saja ia tertangkap jika Dae Man tak muncul dengan ketapelnya.


Choi Young melihat kalau sudah tak ada pengawal yang berjaga di pintu ruangan Pangeran. Hal ini malah membuatnya was-was. Ia buru-buru masuk ke ruangan dan melihat kalau Pangeran Kyeong Chang sedang berbaring tidur.


Tapi setelah ia mengamati lagi, ia baru sadar kalau Pangeran sedang terbaring kesakitan. Ia berteriak memanggil Eun Soo yang menyusulnya masuk.


Eun Soo kaget melihat kondisi Pangeran Kyeong Chang, apalagi saat melihat tangannya yang memerah seperti terbakar. Choi Young melihat ada botol tergeletak di samping Pangeran dan menciumnya. Ia langsung sadar kalau Pangeran telah meminum racun. Siapa yang memberikan racun itu?


Eun Soo bertanya botol apa itu dan Choi Young dengan cepat menjelaskan kalau ini adalah racun Hwa Go.
Ia membuka baju Pangeran Kyeong Chang dan terlihat kalau dada dan perutnya telah melepuh. Jika orang meminumnya maka semua organ tubuh akan terbakar.


Eun Soo menatap badan Pangeran dan kemudian menatap Choi Young ngeri, apakah ini adalah asam..?

Eun Soo tak meneruskan kata-katanya, maka saya mencari ke google cairan asam apa yang dapat membakar tubuh? Asam sulfat atau yang dikenal dengan air keras. Mungkin bukan Damn.. Si Ki Chul benar-benar kejam.


Choi Young menyuruh Eun Soo untuk melakukan sesuatu. Eun Soo mengatakan kalau ia dapat memompa racun keluar dari tubuh, tapi ia tak memiliki peralatannya. Choi Young semakin panik melihat Eun Soo meminta maaf karena tak ada yang bisa ia lakukan sekarang.

Ia menyuruh Eun Soo untuk pergi mengambil air. Setidaknya mereka dapat mendinginkan tubuhnya.  Buru-buru Eun Soo berlari keluar mencari air.


Pangeran Kyeong Chang memberitahu Choi Young kalau yang memberinya racun itu adalah Ki Chul. Ki Chul mengajarinya bagaimana cara untuk menyelamatkan Choi Young.


Nafas Pangeran sudah tersengal-sengal saat berkata, “Ia pasti tak tahu. Ia tak tahu kalau aku sedang sakit dan tak dapat hidup lebih lama lagi. Ia menyuruhku untuk meminumkan racun ini padamu. Tapi untuk apa aku melakukan hal itu?”


Air mata merebak di mata Choi Young, “Jadi daripada memberikannya pada hamba, Paduka meminum racun ini?” Pangeran Kyeong Chang tak menjawab karena badannya serasa terbakar, dan Choi Young mengetahuinya, ”Apakah Paduka teramat kesakitan?”


Pangeran Kyeong Chang bertanya apakah ia dapat pergi ke surga? Choi Young tak dapat menahan air matanya saat meyakinkan kalau junjungannya pasti akan pergi ke surga. Pangeran ingin tahu seperti apakah dunia surga itu?


Sambil memeluknya, Choi Young bercerita kalau di surga ada kereta tanpa kuda, dan langit penuh cahaya..”

“.. Sakit sekali rasanya, Young,” rintih Pangeran Kyeong Chang.


“..Kalau Paduka pergi ke sana, Paduka tak perlu cemas akan tersesat di malam hari karena banyak cahaya..” Choi Young mencoba mengalihkan rasa sakitnya.


Tapi rasa sakit itu semakin mendera, dan Pangeran Kyeong Chang semakin merintih, “Sakit sekali rasanya.”


Choi Young menatap junjungannya, tak tega melihatnya terus berada dalam kesakitan, “Hamba akan  membuat Yang Mulia tak merasa sakit lagi. Apakah.. apakah boleh hamba melakukannya?”


“Kau boleh melakukannya,” Pangeran mengijinkannya, “Sakit sekali..”


Choi Young kembali memeluk Pangeran Kyeong Chan. Prelahan ia mencabut pedangnya dan memeluk Pangeran Kyeong Chang lebih erat lagi.


Sedetik kemudian, Pangeran Kyeong Chang, mantan Raja Chung Jeong, menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Choi Young.


Choi Young masih memeluk anak itu untuk beberapa saat, namun akhirnya ia meletakkan jasad Pangeran Kyeong Chang ke atas dipan.


Dan itulah yang dilihat Eun Soo. Pangeran Kyeong Chang telah meninggal dan tangan Choi Young bersimbah darah. Air yang dibawanya terjatauh, “Kau membunuhnya? Apakah kau yang melakukannya?” tanya Eun Soo tak percaya.


Bukannya menjawab pertanyaan Eun Soo, Choi Young malah berkata kalau Gubernur Gwangho telah mengkhianati mereka.


Ia menghampiri Eun soo dan memintanya untuk menunggu di sini karena ia akan memeriksa situasi di luar.


Tapi Eun Soo mundur menjauhi Choi Young, membuat Choi Young sadar. Choi Young menatap Eun Soo yang pucat pasi. Ia meraih Eun Soo dan memeluknya, “Lakukan apa yang aku katakan. Tetaplah di sisiku, sehingga aku dapat melindungimu.”


Eun Soo meronta-ronta hingga pelukan Choi Young terlepas, “Jangan menyentuhku! Singkirkan tangan kotormu itu.” Eun Soo menatap Choi Young jijik dan bergegas meninggalkan kamar.

“Jangan pergi. Kumohon,” pinta Choi Young mencoba menahan Eun Soo.


Tapi Eun Soo tetap keluar kamar sambil menangis. Choi Young mengejarnya dan Eun Soo yang merasa sedih, marah, ketakutan bercampur jadi satu, tak memperhatikan jalan dan terjatuh dari tangga.


Yang segera ditangkap oleh Ki Chul yang ada di bawahnya. Eun Soo kaget melihatnya.


Namun tidak dengan Choi Young. Ia segera mencabut pedangnya untuk menyelamatkan Eun Soo. Tapi Eum Ja muncul menghalanginya.

Eun Soo meronta melepaskan diri dari pelukan Ki Chul dan berlari ke arah Choi Young tapi segera dihentikan oleh Ki Chul.


Sebelum Eum Ja meniup serulingnya, Choi Young segera menyerangnya sehingga alih-alih meniup seruling, Eum Ja mencabut pedang yang ada di dalam seruling itu.

Hwasuin muncul dan berdiri di samping Eun Soo. Menyadari bahaya yang semakin menghadang, Choi Young menggunakan tenaga dalamnya. Badan Eum Ja gemetar menghadapi tenaga dalam Choi Young apalagi saat Choi Young melemparkan perisai ‘police’nya yang berisi naegong ke arahnya.

Tapi Ki Chul mengerahkan tenaga dalamnya dan sejenak kemudian tameng yang mengarah ke mereka membeku dan jatuh berkeping-keping.


Dengan kalem Ki Chul bertanya dimanakah Pangeran Kyeong Chang? Pertanyaan itu malah membuat Choi Young marah. Eum Ja yang mencoba mengambil kesempatan ini dengan menyerang Choi Young, digebrak mundur dengan sekali sabetan pedang yang berisi nae gong.


Whoaa.. Note to self : Just don’t make him angry or he slams you.


Berbondong-bondong prajurit datang mengepung Choi Young. Ki Chul mengumumkan kalau ia adalah pengkhianat yang membawa Pangeran Kyeong Chang dan berkonspirasi untuk memberontak pada Raja dan menyuruh Choi Young untuk berlutut menyerah.


Jumlah prajurit itu tak menggentarkannya untuk berlutut menyerah. Tapi yang menggentarkannya adalah ketika Hwasuin yang berdiri di belakang Eun Soo. Sambil tersenyum manis, Hwasuin melepaskan sarung tangannya dan meletakkan tangannya yang membara, beberapa senti di atas pundak Eun Soo.


Ia menatap Eun Soo yang masih terisak dan memalingkan wjahnya, tak mau menatap Choi Young. Tapi tangisnya tak bisa berhenti.


Tanpa berkata-kata, Choi Young menjatuhkan pedangnya dan berlutut.


Komentar :

Wow. Euthanasia di jaman Goryeo. Jaman dimana Hak Asasi Manusia belum menjadi undang-undang. 


Jika Eun Soo berpikir jernih, ia akan melihat kalau apa yang dilakukan Choi Young. Choi Young tahu, Eun Soo pun tahu kalau hidup Pangeran Kyeong Chang tinggal seujung nafas.


Bagi Choi Young, hidup seujung nafas itu bukan untuk merasa sakit yang menyiksa. Jadi yang ia lakukan adalah murni semata-mata akan rasa sayangnya pada Pangeran Kyeong Chang. Badannya sering terluka, bahkan baru beberapa saat yang lalu ia merasakan sakit tak terhingga akibat tikaman pedang Eun Soo. Jika ia yang dewasa saja merasa sakit, apalagi Pangeran Kyeong Chang yang masih anak-anak.

Dan Eun Soo juga tak tahu kalau Pangeran Kyeong Chang sendiri telah memberi ijin pada Choi Young untuk mengakhiri hidupnya.


Tapi bagi Eun Soo, seorang dokter yang telah bersumpah Hipokrates “Aku tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapa pun bahkan jika diminta, atau menyarankan nasihat semacam itu” tindakan Choi Young sangat tak termaafkan.

Ia tak suka pasiennya meninggal. Dan ia berusaha segala cara agar pasiennya sembuh. Choi Young adalah contoh nyatanya. Maka saat ia melihat Choi Young yang membunuh Pangeran Kyeong Chang yang terkena racun, wajar jika ia berkata, “Jangan menyentuhku! Singkirkan tangan kotormu itu.”


Padahal saat itu adalah kali pertama Choi Young memeluknya. Ia memeluk Eun Soo bukan untuk menahannya pergi. Ia memeluk Eun Soo karena ia membutuhkan dukungan Eun Soo. Ia baru saja kehilangan orang yang ia sayangi dan ia hormati. Sebagian hatinya kembali mati dengan matinya Pangeran Kyeong Chang.

Tapi Eun Soo tak mengetahuinya. Yang ia tahu, Choi Young membunuh Pangeran Kyeong Chang.


Perlu waktu bagi Eun Soo untuk memaafkan perbuatan Choi Young. Dan perlu waktu bagi Eun Soo untuk memahami dunia Goryeo.




4 comments :

  1. Tatapan Gong Min itu lho bikin meleleh >,<

    ReplyDelete
  2. Nangiiissss
    T_T

    *anggraini

    ReplyDelete